Anda di halaman 1dari 16

CRITICAL BOOK REPORT FISIKA UMUM

“ALAT-ALAT OPTIK”
Dosen Pengampu :
Drs.Jurubahasa Sinuraya.M.Pd
Satria Mihardi,S.Pd,M.Pd

Oleh:

Rado Simarmata
4183121042
Fisika Dik A 2018

JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2018/2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa ,Karena atas berkat dan
rahmatnya saya dapat menyelesaikan tugas makalah mata kuliah FISIKA UMUM ini yang
berjudul ‘’Critical Book Report’’.Saya berterima kasih kepada dosen yang bersangkutan yang
sudah memberikan bimbingannya.
Saya sadar bahwa tugas ini memiliki banyak kekurangan oleh karena itu saya minta
maaf jika ada kesalahan dalam penulisan saya dan saya juga mengharapkan kritik dan saran
dalam tugas ini agar di lain waktu saya bisa membuat tugas dengan lebih baik lagi.
Akhir kata saya ucapkan terima kasih semoga apa yang saya kerjakan bisa bermanfaat
bagi orang lain.

Medan, 24 September 2018

Rado Simarmata
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………………………………………………………....2

DAFTAR ISI…………………………………………………………………......3

BAB I PENDAHULUAN…………………………………………....……....4
1.1.Latar Belakang………………..………………………………………………..
1.2.Rumusan Masalah..............................................................................................
1.3.Tujuan……….....……………………………………………………………...
1.4.Manfaat…………………………………………………………………..........

BAB II PEMBAHASAN.…………………………………......…....................5
2.1. Identitas Buku 1……………………………….....…………………………....
2.2 .Isi buku 1…………………………..………………………………................
2.3. Identitas Buku 2.................................................................................................
2.4. Isi Buku 2...........................................................................................................
2.5. Identitas Buku 3 (bahasa Inggris terjemahan)....................................................
2.6. Isi Buku 3............................................................................................................

BAB III PENUTUP……………………………………………………...........14


3.1.Kelebihan Buku 1...............................................................................................
3.2.Kelebihan Buku 2................................................................................................
3.3.Kelebihan Buku 3................................................................................................
3.4.Kelemahan Buku 1..............................................................................................
3.5.Kelemahan Buku 2..............................................................................................
3.6.Kelemahan Buku 3..............................................................................................
3.7.Kesimpulan……………………………………………………………….…...
3.8.Saran…………………..…………………………………………………….....

DAFTAR PUSTAKA……………………….........……………………………....
BAB I

PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

Critical Book Report (CBR) secara singkat dapat diartikan sebagai evaluasi terhadap
suatu buku atau artikel yang akan di review.Latar belakang saya membuat Critical Book ini
yaitu untuk mengevaluasi,seperti mengulas atau mereview,menginterpretasi serta
menganalisis isi sebuah buku,yang menitikberatkan pada evaluasi (penjelasan,interpretasi,dan
analisis) mengenai keunggulan dan kelemahan buku,apa yang menarik dari buku
tersebut,bagaimana isi buku tersebut bisa mempengaruhi cara berpikir pembaca dan
menambah pemahaman pembaca terhadap suatu bidang kajian tertentu.Dengan kata lain,
melalui Critical Book Report (CBR) ini pembaca (reviewer) menguji pikiran pengarang atau
penulis berdasarkan sudut pandang pembaca dan berdasarkan pengetahuan serta pengalaman
yang dimiliki.

1.2.Rumusan Masalah

1.Apakah alat optik biasa sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari?

2.Mengevaluasi apa manfaat dari alat optik?

3.Apa saja bagian dari alat optik?

1.3.Tujuan

1.Memahami teori mengenai Alat Optik

2.Memenuhi Tugas mata kuliah Fisika Umum

3.Melatih mahasiswa untuk mengkritik sebuah karya dan berpikir lebih kritis

1.4.Manfaat Penulisan

1.Membantu mahasiswa memahami materi yang berkaitan dengan alat-alat optik

2.Critical Book Report ini dapat digunakan sebagai sebuah referensi


BAB II

PEMBAHASAN

2.1.Identitas Buku 1

1.Judul Buku: Fisika Umum 2

2.Penulis: Drs.Mulyatno,M.Si

3.Penerbit: Universitas Terbuka

4.Tempat terbit: Jakarta

5.Tahun Terbit: 2002

6.Jumlah Halaman: 644 halaman

7.Edisi: Ke-1

8.ISBN: 979-689-448-3

2.2.Isi Buku 1 (Pembanding 1)

Pada umumnya peralatan optik digunakan agar kita dapat melihat lebih baik.Alat optik yang
paling dekat dengan kita adalah mata.Susunan mata tidak demikian,tetapi berprinsip sebagai
mata kamera yang akan kita bahas lebih lanjut,selain itu akan dibahas juga peralatan optik
yang paling sederhana yaitu kaca pembesar (lup) sampai dengan yang merupakan gabungan
beberapa lensa seperti mikroskop.Mikroskop pada umumnya digunakan untuk membantu
melihat benda-benda kecil dari dekat.

1.Kacamata

Benda atau objek dapat diamati dengan jelas bila bayangan tepat jatuh di retina,yang
mengatur agar bayangan benda jatuh di retina adalah lensa kristal.Walaupun namanya
lensa,sebenarnya terdiri atas suatu susunan sel.Mata berakomodasi terhadap objek pada jarak
berbeda-beda dengan mengubah kelengkungan sisi depan lensa tersebut.
Oleh karena itu,untuk jarak objek yang lebih jauh,maka lensa harus lebih
datar,sedangkan untuk objek yang lebih dekat lensanya harus lebih lengkung.Proses
mengubah-ubah bentuk lensa tersebut dinamakan akomodasi.Untuk objek yang jauh tak
terhingga otot siliar rileks,sehingga panjang fokus mata (jarak antara lensa dan retina) sekitar
1,7 cm.Seseorang yang mengalami kelainan lensa mata masih dapat melihat,tetapi
pemglihatannya kurang tajam daripada orang normal karena bayanagan di retina tidak
terfokus.Dengan mengubah bentuk lensa yang tepat ,maka dapat berakomodasi untuk objek
pada jarak yang berbeda-beda.Untuk penglihatan normal dapat berakomodasi untuk objek
yang lebih dekat daripada 25 cm yang disebut titik dekat.

Keabnormalan dari mata dapat diperbaiki atau dikoreksi dengan kacamata,kontak


lensa atau operasi.Bila pada keadaan mata rileks menghasilkan bayangan objek dibelakang
retina (dikarenakan daya bias terlalu lemah).Kelainan pada mata dapat diperbaiki dengan
menggunakan kacamata.Beberapa kelainan mata lain yang tidak dapat diperbaiki denan
kacamata adaalh katarak yaitu sebagian atau seluruh lensa menjadi tidak tembus
cahaya,kondisi ini dapat diperbaiki dengan operasi.Kekuatan lensa yang dipergunakan dalam
perbaikan kelainan pada penglihatan atau alat optik lainnya tidak menggunakan panjang
fokus tetapi dioptri yaitu daya lensa (P) =1/f , dimana f dalam satuan meter.

Contoh:

Seseorang mempunyai kelainan mata penglihatan dekat (miopi) sehingga tidak dapat melihat
dengan jelas benda (objek) yang lebih jauh dari 80 cm dari mata.Tentukan daya lensa yang
harus digunakan agar jelas melihat benda yang jauh.

Penyelesaian:

Agar terlihat jelas,bayangan benda harus jatuh dalam jarak 80 cm dari mata,berarti s’ = -80
cm (bayangan maya), maka:

1/s+1/s’ = 1/f => bila jarakbenda jauh,maka s = ͚ ,sehingga


1/͚ + 1/s’ = 1/f => 0 + 1/s’ = 1/f

Daya lensa (P) = 1/f =1/s = - 1/0,8 = -1,25 dioptri (lensa cekung)
2.Kaca Pembesar (Lup)

Mata normal manusia memusatkan bayangan tajam sebuah benda pada retina dimana
ukuran bayangan yang terbentuk tergantung dari sudut θ.Pada umumnya benda tersebut
dianggap pada jarak titik dekat (25 cm).Bila benda didekatkan melewati titik dekat,maka
bayangan yang ditangkap retina menjadi kabur.Pada umumnya letak titik dekat manusia akan
berubaha menurut umurnya.Bila sebuah lensa konvergen dengan jarak fokus f diletakkan di
depan mata dan benda diletakkan pada fokus dari lensa tersebut,maka lensa akan membentuk
bayangan maya,tegak,diperbesar.Dan perbesaran sudut (m) adalah θ/θo ,maka perbesaran
sudut akan maksimumbila bayangan terbentuk pada titik dekat mata ( s’ = -25 cm),sehingga
perbesaran memenuhi persamaan:

m = 1 +25/f

dimana f adalah fokus pembesar dalam cm.

Prinsip dari kaca pembesar (Lup) dan digunakan untuk benda yang terletak antara titik
dan jarak tak hinga (infinity),sehingga persamaan menjadi

m = 25/f

Maka seseorang yang menggunakan kaca pembesar (Lup) biasanya menggerakkan maju
mundur agar benda tidak tepat pada titik fous lensa tersebut.

3.Mikroskop

Fungsi mikroskop adalah untuk meliha benda-benda kecil dari dekat.Diagram susunan
lensa objektif dan okuler.Lensa objektif mempunyai panjang fokus yang pendek ( f o < 1 cm)

dan lensa okuler mempunyai panjang fokus fe beberapa cm.Kedua lensa berjarak L yang

lebih besar daripada fo maupun fe.Benda (objek) diletakkan pada fokus lensa
objektif,sehingga membentuk bayangan nyata dan terbalik di I1 dan diusahakan jatuh pada
fokus lensa okuler.Lensa okuler berprinsip sebagai lemsa pembesar (Lup), sehingga
membentuk bayangan maya,terbalik dan diperbesar bila dibandingkan dengan benda awal.

M1 = - L/fo , maka perbesaran pada mikroskop adalah dapat didekati dengan

M =M1 m = - L/ fo (25/fe)
2.3. Identitas Buku 2

1.Judul Buku : Fisika (Sekolah Menengah Atas)

2.Penulis : R.Soegeng

3.Penerbit : ITB

4.Tempat Terbit : Bandung

5.Tahun Terbit : 2004

6.Jumlah Halaman : 222 halaman

7.Edisi : Ke-2

8.ISBN : 979-3507-06-3

2.4. Isi Buku 2 (Pembanding 2)

1.Kacamata

Fungsi dari alat optik ini untuk membantu mata agar dapat melihat benda dengan
lebih jelas.Suatu benda menjadi tampak tidak jelas karena:

1.Mata cacat sehingga benda-benda yang dilihat tampak kabur

2.Benda terlalu kecil,misalnya kutu

3.Benda terlalu jauh letak nya,misalnya benda-benda langit seperti bukan atau planet-planet

Berdasarkan ketiga alasan tersebut diatas ,maka dalam bab ini akan dibahas alat-alat
optik yang sesuai dengan fungsinya.Bola mata sesuai dengan sebutannya,berbentuk bola
dengan garis tengah sekitar 2,5 cm.Di bagian depan terdapat sebuah lensa yang analog
dengan lensa dengan dengan jarak fokus variabel.Jarak fokus disesuaikan dengan jarak benda
yang dilihatnya.Perubahan jarak fokus lensa mata dilakukan oleh suatu sistem otot yang
mengatur ketebalan lensa.

Hal ini mengingatkan kepada kasus batang dari bahan transparan yang kedua
ujungnya dibuat cembung.Untu bahan yang sama dan jari-jari lengkungan yang sama
pula,jarak fokus ditentukan oleh jarak verteks kedua permukaan lengkung.Karena kondisi
cahaya dapat berbeda-beda, maka di depan lensa terdapat iris yang fungsinya mengatur lebar
atau sempitnya pupil untuk mengatur intensitas cahaya yang masuk ke dalam mata.Lensa
mata berfungsi untuk membentuk bayangan dari benda-benda yang dilihat.Bayangan terjadi
diseberang lensa mata,yaitu di retina.Bayangan nya bersifat nyata,terbalik,dan diperkecil.Di
retina terdapat saraf-saraf penglihatan yang berhubungan dengan otak.Melalui sistem saraf
inilah bayangan dikirim otak.

Pada orang-orang usia lanjut umumnya lensa matanya tidak berfungsi dengan
baik.Cacat mata yang disebabkan berkurangnya daya suatu lensa mata disebut presbiopi,
yang dampak nya orang-orang usia lanjut hanya dapat melihat benda-benda yang jauh
jarakya.Karena mata presbiopi hanya dapat melihat dengan jelas benda-benda yang dekat
letak bayangan di belakang retina.Cacat mata ini dapat di tolong dengan menggunakan
kacamata berlensa cembung.

Cacat mata yang lain disebabkan oleh bentuk bola mata yang tidak sempurna.Mata
dengan cacat ini disebut hipermetropi atau mata jauh dan agar dapat melihat benda-benda
yang dekat dengan jelas dapat ditolong dengan menggunakan kacamata berlensa
cembung.Bila bola mata terlalu panjang maka benda-benda yang dekat letaknya akan nampak
jelas, dan bayangan dari benda-benda yang jauh letaknya ada di depan retina.Cacat mata ini
ddisebut miopi atau mata dekat dan dapat ditolong dengan kacamata berlensa cekung.

2.Lup atau Kaca Pembesar

Lup atau Kaca Pembesar adalah lensa cembung dan fungsinnya untuk membantu
mata melihat benda-benda yang tidak terlalu kecil.Misaknya sidik jari.Benda-benda kecil
sukar dilihat secara detail,karena sudut pandang benda tersebut terlalu kecil.Dengan
menggunakan lup maka mata melihat bayangan maya yang diperbesar.

Tinjausebuah benda yang tingginya y.Bila benda tersebut dilihat oleh mata normal
jarak benda ke mata pada umumnya 25 cm.Dengan mengguanakn lup maka mata melihat ke
bayangan benda.Untuk mata yang tidak berakomodasi,maka bayangan terjadi di tak
hingga,sehingga jarak benda ke lup sama dengan jarak fokus lup tersebut.

Bila mata pengguna lup berakomodasi sekuat-kuatnya maka bayangan terjadi pada
jarak 25 cm dari matanya atau -25 cm dari lup.
3.Mikroskop

Perbesaran yang dihasilkan ole sebuah lup masih belum cukup untuk dapat
mengamati benda-benda renik seperti mulut daun atau stomata.Alat yang tepat untuk maksud
ini adalah mikroskop.Pada dasarnya sebuah mikroskop terdiri dari dua susunan lensa
cembung,yaitu lensa objektif dan lensa okuler.Disebut susunan lensa karena kedua lensa
tersebut masing-masing bukan lensa tunggal melainkan terdiri dari beberapa lensa yang
digabung atau disusun menjadi satu.Maksud disusun nya lensa-lensa sehingga membentuk
lensa objektif atau lensa okuler untuk menghindari timbulnya cacat bayangan yang tentu saja
akan sangat menggangu.

Lensa objektif dengan jarak fokus yang pendek berfungsi untuk membentuk bayangan
nyata diperbesar dari benda yang diamati.Bayangan nyata ini selanjutnya menjadi benda
untuk lensa okuler yang berlaku sebagai lup.Pada tabung lensa objektif suatu mikroskop
dapat dibaca perbesarannya,begitu pula untuk lensa okuler sehingga perbesaran total dari
kombinasi kedua lensa diperoleh dengan mengalikan kedua angka tersebut.Karena lensa
objektif maupun lensa okuler dapat diganti,maka dengan memilih kombinasi kedua lensa
tersebut dapat diperoleh perbesaran yang optimum.
2.5. Identitas Buku 3 (Buku Bahasa Inggris yang telah diterjemahkan)

1.Judul Buku : Fisika Jilid 2

2.Penulis : Douglas C.Giancoli

3.Penerbit : Erlangga

4.Tempat Terbit : Jakarta

5.Tahun Terbit : 2001

6.Jumlah Halaman : 414 Halaman

7.Edisi : Kelima

8.ISBN : 979-688-133-0

9.Alih Bahasa : Dra.Yuhilza.Hanum,M.Eng

Ir.Irwan Arifin,M.Eng

2.6. Isi Buku 3 (Pembanding 3)

1.Kacamata

Mata “normal” lebih merupakan idealisasi ketimbang kenyataan.Sebagian besar


populasi memiliki mata yang tidak berakomodasi didalam kisaran normal 25 cm sampai tak
hingga,atau memiliki kelainan lainnya.Dua kelainan yang umum adalah rabun jauh dan rabun
dekat.Keduanya dapat diperbaiki dengan lensa baik kacamata maupun lensa kontak.

Rabun jauh atau miopi mengacu pada mata yang hanya dapat terfokus pada bednda
dekat.Titik jauh tidak berada pada takhingga tetapi jarak yang lebih dekat,sehngga benda jauh
tidak terlihat jelas.Hal ini biasanya disebabkan oleh bola mata yang terlalu panjang,walaupun
kadang-kadang kelengkungan kornea lah yang terlalu besarPada kedua kasus
tersebut,bayangan benda yang jauh terfokus di depan retina.

Rabun dekat atau hipermetropi mengacu pada mata yang tida memfokus pada benda
benda dekat.Walaupun benda-benda jauh biasanya terlihat jelas,titik dekat agak lebih besar
dari “normal” 25 cm,yang membuat membaca kesulitan.Kelainan ini diperbaiki dengan lensa
konvergen.Kelainan ini disebabkan oleh biji mata yang terlalu pendek.
2.Kaca Pembesar (Lup)

Seberapa besar benda akan tampak,dan seberapa banyak detil yang bisa kita lihat
padanya,bergantung pada ukuran bayangan yang dibuatnya pada retina.Ini
sebaliknya,bergantung pada sudut yang dibentuk oleh benda pada mata.Sebagian
contoh,sekeping uang logam yang dipegang 30 cm dari mata tampak dua kalii lebih tinggi
dari yang dipegang pada jarak 60 cm karena sudut yang dibuatnya dua kali lebih besar.Ketika
kita ingin meneliti detil sebuah benda,kita mendekatkan nya ke mata sehingga benda tersebut
membentuk sudut yang lebih besar.Bagaimana pun, mata dan kita akan menganggap jarak
standar 255 cm sebagai titik dekat pada pembahasan nya berikutnya.

Sebuah kaca pembesar memungkinkan kita untuk meletakkan benda lebih dekat ke
mata kita sehingga membentuk sudut yang lebih besar.Kemudian lensa kovergen membentuk
bayangan maya,yang paling tidak harusberada 25 cm dari mata agar mata terfokus
padanya.Jika mata rileks,bayangan akan berada pada tak hingga,dan dalam hal ini benda tepat
berada pada titik fokus.(Anda melakukan penyesuaian kecil ini sendiri ketika anda
“memfokuskan” pada benda dengan menggerakkan kaca pembesar)

Perbesaran anguler atau daya perbesaran,M,dari lensa didefenisikan sebagai


perbandingan sudut yang dibentuk oleh benda ketika menggunakan lensa,dengan sudut yang
dibuat tanpa menggunakan bantuan mata dengan benda pada titik dekat Ndari mata (N = 25
cm untuk mata normal) :

M = θ’/θ ‘

Kita lihat bahwa makin pendek panjang fokus lensa,makin besar perbesaran.Bagaimana
pun,perbesar lensa tunggal sederhana terbatas sampai sekitar 2 atau 3x karena adanya distorsi
yang disebabkan oleh aberasi sferis.Perbesaran untuk lensa tertentu dapat diperbesar sedikit
denganmenggerakkan lensa dan menyesuaikan mata anda sehinga terfokus pada bayangan di
titik dekat mata.

3.Mikroskop

Mikroskop digunakan untuk melihat benda yang sangat dekat,sehingga jarak benda
sangat kecil.Benda diletakkan persis diluar titik fokus objektif.Bayangan I1 yang dibentuk
oleh lensa objektif bersifat nyata,cukup jauh dari lensa,da sangat diperbesar.Bayangan ini
diperbesar oleh okuler menjadi bayangan maya yang sangat besar,I2, yang terlihat oleh mata
dan dibalik.

Perbesaran total mikroskop merupakan hasil kali perbesaran yang dihasilkan oleh
kedua lensa.Bayangan I1 yang dibentuk oleh objektif adalah sebesar faktor mo lebih besar
dari benda itu sendiri.Okuler bekerja seperti pembesar sederhana.Jika kita anggap bahwa
mata rileks,perbesaran anguler,Me adalah dimana titik dekat N = 25 cm untuk mata normal.

Karena okuler memperbesar bayangan yang dibentuk oleh objektif,perbesaran anguler


total M adalah hasil kali dari perbesaran lateral lensa objektif, mo,dikalikan perbesaran
anguler, Me dari lensa okuler.Untuk membuat lensa dengan panjanng fokus yang sangat
pendek ,yang paling baik dilakukan untuk objektif,lensa gabungan yang melibatkan untu
menghindari aberasi yang serius.
BAB III

PENUTUP

3.3.Kelebihan Buku 1

1.Penyajian materi/konsep lebih jelas.Melalui pengenalan yang jelas,dan ringkas

2.Mengembangkan keterampilan memecahkan soal ditingkatkan melalui contoh-contoh,dan


penyelesaian contoh soal tersebut,contoh soal yang mengikuti teks/materi

3.Terdapat beberapa gambar untuk memperjelas materi-materi tersebut

4.Disetiap bagian dari ketiga materi tersebut yang dibahas semuanya disertai dengan rumus –
rumus,dan disertai dengan gambar-gambar sebagai penunjang pembaca untuk dapat
memahami isi ke3 materi tersebut.

3.2.Kelebihan Buku 2

1.Pada buku 2 Materi Alat-alat optik mengenai Lup,Mikroskop,dan Kacamata yang dibahas
pada buku tersebut sudah cukup lengkap

2.Disetiap bagian dari ketiga materi tersebut yang dibahas semuanya disertai dengan rumus –
rumus,dan disertai dengan gambar-gambar sebagai penunjang pembaca untuk dapat
memahami isi ke3 materi tersebut

3.Setiap gambar yang ditampilkan dijelaskan arti gambar tersebut

4.Pada buku ini,pembahasan materi yang bersangkutan lengkap

3.3.Kelebihan Buku 3

1.Buku yang ketiga ini sudah dapat dikatakan lengkap

2.Sampul buku juga masih dalam bagus

3. Di setiap pembahasan yang berkaitan tertera contoh soal, penyelesaian,dan gambar yang
tertera juga menarik,serta setiap gambar dijelaskan maksud dari gambar tersebut
3.4.Kekurangan Buku 1

1.Dari segi sampul kurang menarik,karena tulisan nama buku pada sampul tidak jelas lagi
sehingga membuat si pembaca kurang berniat untuk membaca

2.Ada gambar yang masih kurang dipahami

3.5.Kekurangan Buku 2

1.Kata-kata yang digunakan terlalu banyak yang formal,dan membuat pembaca bosan

2.Tidak ditampilkan contoh-contoh soal beserta penyelesaian nya

3.6.Kekurangan Buku 3

1.Ada materi yang belum jelas dan terlalu sulit dipahami pembaca

2.Setiap rumus seharusnya lebih detail lagi pemahaman nya agar mudah dimengerti oleh
pembaca.

3.7.Kesimpulan

Bagi pemula yang ingin memahami materi Alat-alat optik sebaiknya menggunakan
buku 1 karena lebih mudah dipahami dan penjelasan nya lebih detail.Selain itu melalui
pembacaan buku ini para pembaca mampu memahami setiap materi yang bersangkutan baik
itu mikroskop,lup maupun kacamata.Serta memahami cara pengerjaan dan contoh-contoh
soal beserta penyelesaian nya.

3.8.Saran

Setelah menelaah beberapa kekurangan yang terdapat pada buku,akan lebih baik jika
pada kedua buku terdapat dan dipaparkan rumus-rumus inti di setiap materi dan lebih
ditandai rumus mana yang paling sering digunakan dalam pengerjaan soal-soal yang
bersangkutan dengan lup,mikroskop,dan kacamata,sehingga membuat pembaca lebih
memahami setiap rumus.
DAFTAR PUSTAKA

Mulyatno,dkk.2002.Fisika Umum 2.Jakarta:Universitas Terbuka

R.Soegeng.2004.Fisika (Sekolah Menengah Atas).Bandung:ITB

Giancoli Douglas C,alih bahasa,Yuhilja Hanum;Irwan Arifin.Fisika Jilid


2.Jakarta:Erlangga