Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH

RISISKO STRATEGIS

Dosen pengampu Nurul Indawati, S.E., M.M.

Disusun oleh :

KELOMPOK 1

1. Elinda Nur Wahyuni 16080574045


2. Dicky Januardi 16080574066
3. Arlysza Ceasary Nasrullah 16080574120

MSDM F 2016

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA


FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN MANAJEMEN
2019
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG

Dalam pengelolaan perusahaan, tentu saja kita tidak akan pernah bisa lepas
dari risiko strategis dan risiko bisnis. Risiko strategis sebenarnya mirip dengan
risiko bisnis, namu keduanya berbeda dalam durasi dan pentingnya keputusan
tersebut. Risiko strategis secara lazim terkait dengan bisnis yang akan dijadikan
investasi, bisnis yang akan diakuisisi, dan atau bisnis yang akan ditutup atau dijual.
Untuk mencapai tujuan atas strategi yang telah direncanakan, dibutuhkan
strategi bisnis yang tepat, sumber daya untuk pencapaian strategi

1.2 RUMUSAN MASALAH


1. Apa pengertian dari risiko strategis?
2. Ada berapa sumber risiko? dan bagaimana?
3. Apa tujuan dari manajemen risiko strategis?
4. Bagaimana penerapan manajemen risiko strategis?

1.3 TUJUAN
1. Untuk mengetahui pengertian dari risiko strategis.
2. Untuk mengetahui jumlah dan penjelasan dari sumber risiko.
3. Untuk mengetahui tujuan dari manajemen risiko strategis.
4. Untuk mengetahui penerapan dari manajemen risiko strategis.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN RISIKO STRATEGIS

Risiko strategis adalah risiko akibat ketidaktepatan dalam pengambilan


dan/atau pelaksanaan suatu keputusan strategis serta kegagalan dalam
mengantisipasi perubahan lingkungan bisnis. Risiko strategis bisa timbul antara
lain karena kelemahan perusahaan dalam proses formulasi strategi dan
ketidaktepatan dalam perumusan strategi, sistem informasi manajemen yang
kurang memadai , hasil analisis lingkungan internal dan eksternal yang kurang
memadai penetapan tujuan strategis yang terlalu agresif, ketidaktepatan dalam
implementasi strategi, dan kegagalan dalam mengantisipasi perubahan lingkungan
bisnis.

2.2 SUMBER RISIKO STRATEGIS

Terdapat beberapa hal yang menyebabkan terjadinya risiko strategis, yaitu


kesesuaian strategis dengan kondisi lingkungan bisnis, pengambilan strategi yang
beresiko tinggi dan strategi berisiko rendah, posisi bisnis perusahaan, dan
pencapaian rencana bisnis perusahaan.

Kesesuaian Strategi dengan Kondisi Lingkungan Bisnis


Penetapan tujuan strategi pada hakikatnya perlu mempertimbangkan faktor
internal dan eksternal bisnis perusahaan. Faktor internal yang memengaruhi
aktivitas perusahaan antara lain:
 Visi, misi, dan arah bisnis yang ingin dicapai perusahaan.
 Kultur organisasi, terutama apabila penetapan tujuan strategi mensyaratkan
perubahan struktur organisasi dan penyesuaian proses bisnis.
 Faktor kemampuan organisasi yang mencakup sumber daya manusia,
infrastruktur, dan sistem informasi manajemen.
 Tingkat toleransi risiko, yaitu tingkat kemampuan keuangan perusahaan
menyerap risiko.
Sedangkan, faktor eksternal yang memengaruhi aktivitas perusahaan, antara
lain: kondisi makroekonomi, perkembangan teknologi, dan tingkat persaingan
usaha. Semua faktor internal dan eksternal di atas haruslah diperhatikan oleh
perusahaan dalam mengantisipasi risiko strategi.
Pengukuran risiko strategis dapat dilakukan dengan mengukur apakah
penetapan sasaran strategis oleh dewan direksi didukung dengan kondisi internal
maupun eksternal dari lingkungan bisnis perusahaan.
Pengambilan Strategi Risiko
Tingkat risiko timbul dari pilihan strategi perusahaan. Strategi berisiko rendah
adalah strategi di mana perusahaan melakukan kegiatan usaha pada pangsa pasar
dan nasabah yang telah dikenal sebelumnya atau menyediakan produk yang
bersifat tradisional sehingga tingkat pertumbuhan usaha cenderung stabil dan
dapat diprediksi. Strategi berisiko tinggi adalah strategi di mana perusahaan
berencana masuk ke dalam area bisnis baru, baik pangsa pasar, produk atau jasa,
maupun nasabah baru.
Posisi Bisnis Perusahaan
Posisi bisnis perusahaan dapat dilihat dari beberapa sisi. Beberapa di antaranya
adalah pasar di mana perusahaan melaksanakan kegiatan usaha, kompetitor dan
keunggulan kompetitifnya, efisien dalam melaksanakan kegiatan usaha,
diversifikasi kegiatan usaha, dan cakupan wilayah operasional, serta kondisi
makroekonomi dan dampaknya pada kondisi perusahaan.
Dengan demikian, keberhasilan perusahaan dalam mengantisipasi risiko strategi
akan terlihat dari seberapa besar tingkat keberhasilan/ kegagalan perusahaan
dalam mencapai tujuan yang dapat dinilai berdasarkan posisi perusahaan di pasar
dan keunggulan kompetitif yang dimiliki, baik terhadap peer group maupun
industri secara keseluruhan.
Pencapaian Rencana Bisnis
Pencapaian rencana bisnis akan memperlihatkan keberhasilan atau kegagalan
kinerja perusahaan. Oleh karena itu, perlu senantiasa dimonitor realisasi rencana
bisnis perusahaan. Tujuan penilaian ini adalah untuk mengukur seberapa besar
deviasi realisasi rencana bisnis dibandingkan dengan perencanaan strategis
perusahaan.
2.3 TUJUAN MANAJEMEN RISIKO STRATEGIS

Tujuan utama manajemen risiko strategi adalah untuk memastikan bahwa


proses manajemen risiko dapat meminimalkan kemungkinan dampak negatif dari
ketidakpastian pengambilan keputusan strategis dan kegagalan dalam
mengantisipasi perubahan lingkungan bisnis.
2.4 PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO STRATEGIS

Penerapan manajemen risiko strategis bagi perusahaan yang ideal meinimal


terdiri atas beberapa cakupan:
1. Adanya pengawasan aktif dewan komisaris dan direksi.
2. Kebijakan dan prosedur manajemen risiko serta penetapan limit risiko.
3. Proses identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko serta
sistem informasi untuk risiko strategis.
4. Sistem pengendalian intern.
Pengawasan Aktif Dewan Komisaris dan Direksi
Perusahaan wajib melakukan penerapan manajemen risiko melalui pengawasan
aktif oleh dewan komisaris, direksi dan dalam penanganan risiko strategis,
perusahaan juga menambahkan beberapa hal dalam tiap aspek pengawasa aktif
oleh dewan komisaris dan direksi, yaitu sebagai berikut :
 kewenangan dan tanggung jawab dewan komisaris, dan direksi.
 Sumber daya manusia.
 Organisasi manajemen risiko strategis.
Kebijakan dan Prosedur Manajemen Risiko serta Penetapan Limit Risiko
Perusahaan perlu menambahkan penerapan beberapa hal dalam tiap aspek dalam
melaksanakan kebijakan dan prosedur manajamen risiko serta penetapan limit
untuk risiko strategis yang meliputi hal-hal sebagai berikut:
 Strategi manajemen risiko.
Dalam penyusunan strategi, perusahaan wajib mengevaluasi posisi
kompetitif perusahaan di industri. Dalam hal ini perusahaan perlu untuk:
1) Memahami kondisi lingkungan bisnis, ekonomi, dan industri
dimana perusahaan beroperasi, termasuk bagaimana dampak
perubahan lingkungan terhadap bisnis, produk, teknologi, dan
jaringan kantor perusahaan.
2) Mengukur kekuatan dan kelemahan perusahaan terkait posisi daya
saing, posisi bisnis perusahaan di industri, dan kinerja keuangan,
struktur organisasi dan manajemen risiko, infrastruktur untuk
kebutuhan bisnis saat ini dan masa mendatang, kemampuan
manajerial, serta ketersediaan dan keterbatasan sumber daya
perusahaan.
3) Menganalisis seluruh alternatif strategi yang tersedia setelah
mempertimbangkan tujuan strategis serta toleransi risiko
perusahaan.
 Kebijakan dan prosedur
Perusahaan harus memiliki kebjiakan dan prosedur untuk menyusun dan
menyetujui rencana strategis. Perusahaan harus memiliki kecukupan untuk
dapat mendentifikasidan merespon perubahan lingkungan bisnis.
Perusahaan harus memiliki prosedur untuk mengukur kemajuan yang
dicapai dari realisasi rencana bisnis dan kinerja sesuai jadwal yang
ditetapkan.
 Limit
Limit risiko strategis secara umum terkait dengan batasan penyimpangan
dari rencana strategis yang telah ditetapkan, seperti limit deviasi anggaran
dan limit deviasi target waktu penyelesaian.
Proses Identifikasi, Pengukuran, Pemantauan, dan Pengendalian Risiko serta
Sistem Informasi untuk Risiko Stratgis
Identifikasi risiko strategis
Perusahaan harus mengidentifikasi risiko strategis dan mengelompokkan deviasi
atau penyimpangan sebagai akibat tidak terealisasinya atau tidak efektifnya
pelaksanaan strategi usaha maupun rencana bisnis yang telah ditetapkan terutama
yang berdampak signifikan terhadap pemodalanperusahaan.
Perusahaan harus melakukan analisis risiko terutama terhadap strategi yang
membutuhkan banyak sumber daya dan/ atau berisiko tinggi, seperti strategi
akuisisi, atau strategi diversifikasi dalam bentuk produk dan jasa.
Pengukuran risiko strategis
Dalam mengukur risiko strategis, dapat digunakan indikator/parameter berupa
tingkat kompleksitas strategi bisnis perusahaan, posisi bisnis perusahaan di
industri, dan pencapaian rencana bisnis.
Peringkat risiko bagi perusahaan dikategorikan menjadi lima peringkat, yaitu:
1) Low
2) Low tomoderate
3) Moderate
4) Moderatetohigh
5) High

Risiko tinggi adalah representasi dari kondisi nilai risiko strategis lebih dari 10
persen dari maksimum nilai kerugian yang mungkin timbul jika bentuk-bentuk
risiko strategis tadi terjadi.
Pemantauan risiko strategis
Pemantauan dilakukan antara lain dengan memperhatikan pengalama kerugian di
masa lalu yang disebabkan oleh risiko strategis atau penyimpangan pelaksanaan
rencana strategis.
Pengendalian risiko strategis
Perusahaan harus memiliki sistem pengendalian untuk memantau kinerja,
termasuk kinerja keuangan dengan membandingkan hasil aktual dengan hasil
yang diperkirakan untuk memastikan bahwa risiko yang diambil masih dalam
batas toleransi dan melaporkan deviasi yang signifikan kepada direksi. Sistem
pengendalian tersebut harus disetujui dan ditinjau secara berkala oleh direksi
untuk memastikan kesesuaiannya secara berkelanjutan.
Sistem informasi manajamen risiko strategis
Perusahaan harus memastikan bahwa sistem informasi manajemen risiko strategis
yang dimiliki telah memadai dalam rangka mendukung proses perencanaan dan
pengambilan keputusan strategis dan ditinjau secara berkala.

Sistem Pengendalian Intern


Penerapan sistem pengendalian intern secara efektif dapat membantu mengurus
perusahaan menjaga aset, menjamin tersedianya pelaporan keuangan dan
manajerial yang dapat dipercaya, meningkatkan kepatuhan perusahaan terhadap
ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta mengurangi
risiko terjadinya kerugian penyimpangan, dan pelanggaran aspek kehati-hatian.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Risiko strategis adalah risiko akibat ketidaktepatan dalam pengambilan dan/atau
pelaksanaan suatu keputusan strategis serta kegagalan dalam mengantisipasi
perubahan lingkungan bisnis.
Terdapat beberapa hal yang menyebabkan terjadinya risiko strategis, yaitu
kesesuaian strategis dengan kondisi lingkungan bisnis, pengambilan strategi yang
beresiko tinggi dan strategi berisiko rendah, posisi bisnis perusahaan, dan
pencapaian rencana bisnis perusahaan.