Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH DASAR REKAYASA BIOPROSES

TENTANG GLIKOLISIS

KELOMPOK 4:

1. DWI FITRI HABIBAH

2. DWI LIANAWATI

3. MUHAMMAD MAULANA

JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU

2018
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

BAB I

PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
2. Rumusan Masalah
3. Tujuan
BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian Glikolisis
2. Manfaat Glikolisis
3. Tahapan dalam Glikolisis
4. Reaksi dalam Glikolisis
5. Enzim dalam Glikolisis
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Saran
DAFTAR PUSTAKA
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya, sehingga
kami dapat menyelesaikan makalah ini.
Terimakasih pula kami ucapkan kepada ibu Susi, STP, MSi. selaku dosen mata kuliah
Dasar Rekayasa Bioprose. Terima kasih kami ucapkan kepada teman-teman serta pihak-pihak
yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini, khususnya semua anggota kelompok IV,
sehingga makalah yang berjudul “Glikolisis” ini dapat terselesaikan dengan baik yang mana
agar makalah ini dapat digunakan dengan sebaik mungkin. Makalah ini dibuat dalam rangka
memenuhi tugas mata kuliah Dasar Rekayasa Bioproses.
Kami sadari, dalam makalah ini masih terdapat banyak kesalahan. Oleh karena itu,
kritik dan saran yang membangun dari para pembaca sangat kami harapkan untuk agar makalah
ini menjadi lebih baik lagi berikutnya.

Banjarbaru, Oktober 2018

Penyusun
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Glikolisis adalah urutan reaksi-reaksi yang mengkonversi glukosa menjadi piruvat


bersamaan dengan produksi sejumlah ATP yang relatif kecil. Pada organism erob,
glikolisis adalah pendahuluan daur asam sitrat dan rantai transfor electron, yang bersama-
sama membebaskan sebagian besar energi yang tersimpan pada glukosa. Pada keadaan
erob, piruvat masuk mitokondria, tempat piruvat dioksidasi lengkap menjadi CO2 dan
H2O. jika penyediaan oksigen tidak mencukupi, seperti pada otot yang sedang aktif
berkontraksi, piruvat dikonversi menjadi laktat. Pada keadaan anerob, ragi
mengtransformasi piruvat menjadi etanol.
Glikolisis adalah rincian sistematis glukosa dan gula lain untuk kekuatan proses
respirasi selular. Ini adalah reaksi biokimia universal yang terjadi dalam setiap organisme
uniseluler atau multiseluler yang hidup respires aerobik dan anaerobik. Ada jalur
metabolik di mana proses ini terjadi. Tahap glikolisis di sini merujuk pada jalur tertentu
yang disebut embden-Meyerhof-Parnus jalur. Proses ini adalah bagian kecil dari siklus
respirasi seluler dan metabolisme tubuh secara keseluruhan, untuk menciptakan ATP.

B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah pada makalah kali ini adalah:
1. Apakah pengertian dari proses glikolisis
2. Apa manfaat glikolisis
3. Bagaimana alur pada proses glikolisis
4. Bagaimana proses reaksi glikolisis
5. Enzim yang terdapat dalam glikolisis
C. TUJUAN
Adapun tujuan pada penulisan makalah ini adalah:
1. Untuk mengetahui dan memahami pengertian proses glikolisis
2. Untuk mengetahui apa manfaat dari proses glikolisis
3. Untuk mengetahui tahapan yang terjadi pada proses gikolisis
4. Untuk mengetahui dan mempelajari proses reaksi yang terjadi pada glikolisis
5. Untuk mengetahui enzim apasaja yang terdapat dalam proses glikolisis
BAB II

PEMBAHASAN

1. Pengertian Glikolisis
Glikolisis adalah proses metabolisme sebagai dasar untuk proses respirasi
seluler aeribok dan anaerobik. Dalam glikolisis, glukosa diubah menjadi piruvat.
Glukosa adalah molekul yang ditemukan dalam darah dan biasanya merupakan hasil
dari pemecahan karbohidrat menjadi gula.
Glikolisis adalah rangkaian reaksi kimia penguraian glukosa (yang memiliki 6
atom C) menjadi asam piruvat (senyawa yang memiliki 3 atom C), NADH, dan ATP.
NADH (Nikotinamida Adenina Dinukleotida Hidrogen) adalah koenzim yang
mengikat elektron (H), sehingga disebut sumber elektron berenergi tinggi. ATP
(adenosin trifosfat) merupakan senyawa berenergi tinggi. Setiap pelepasan gugus
fosfatnya menghasilkan energi. Pada proses glikolisis, setiap 1 molekul glukosa diubah
menjadi 2 molekul asam piruvat, 2 NADH, dan 2 ATP. Glikolisis memiliki sifat-sifat,
antara lain: glikolisis dapat berlangsung secara aerob maupun anaerob, glikolisis
melibatkan enzim ATP dan ADP, serta peranan ATP dan ADP pada glikolisis adalah
memindahkan (mentransfer) fosfat dari molekul yang satu ke molekul yang lain. Pada
sel eukariotik, glikolisis terjadi di sitoplasma(sitosol).

2. Manfaat proses glikolisis


Glikolisis adalah urutan reaksi enzimatik yang mengoksidasi glukosa enam
karbon menjadi dua senyawa tiga karbon dengan produksi sejumlah kecil ATP.
Glikolisis memiliki dua fungsi dasar.
Pertama, glikolisis berfungsi sebagai metabolisme gula enam karbon sederhana
untuk senyawa tiga karbon yang lebih kecil yang kemudian baik sepenuhnya
dimetabolisme ole mitokondria untuk mengasilkan karbondioksida dan sejumlah besar
ATP yang digunakan untuk menyintesis lemak untuk penyimpanan.
Kedua, untuk menghasikan jalur glikolitik yang ditemukan disetiap sel
makhluk hidup. Hal ini dikatalis oleh enzim larut dalam yang terletak disitosol sel.
Meskipun jalur glikolitik dianggap sebagai glukosa metabolisme, monosakarida umum
lainnya seperti fruktosa, galaktosa, dan manosa juga dimetabolisme oleh itu. Jalur
glikolitik beroperasi pada saat aerobik dan anaerobik.
3. Tahapan yang terjadi pada proses glikolisis
Glikolisis terjadi pada sel mikroorganisme, tumbuhan, dan hewan melalui 10
tahapan yang terdiri dari 5 tahapan penggunaan energi dan 5 tahapan pelepasan energi,
yang dimana proses ini terjadi didalam sitoplasma.
Tahapan glikolisis adalah sebagai berikut:
1. Tahap fosforilasi glukosa
Tahap pertama adalah fosforilasi glukosa (penambahan gugus fosfat).
Reaksi ini dimungkinkan oleh heksokinase enzim, yang memisahkan satu
kelompok fosfat dari ATP (Adenosine Triphsophate) dan menambahkannya ke
glukosa, mengubahnya menjadi glukosa 6-fosfat. Dalam proses satu ATP
molekul, yang merupakan mata uang energi tubuh, digunakan dan akan
ditransformasikan ke ADP (Adenosin difosfat), karena pemisahan satu
kelompok fosfat. Reaksi keseluruhan dapat diringkas sebagai berikut:
Glukosa (C6H12O6) + + ATP heksokinase → Glukosa 6-Fosfat (C6H11O6P1)
+ ADP
2. Tahap Produksi Fruktosa-6 Fosfat
Tahap kedua adalah produksi fruktosa 6-fosfat. Hal ini dimungkinkan
oleh aksi dari enzim phosphoglucoisomerase. Kerjanya pada produk dari tahap
sebelumnya, glukosa 6-fosfat dan berubah menjadi fruktosa 6-fosfat yang
merupakan isomer nya (Isomer adalah molekul yang berbeda dengan rumus
molekul yang sama tetapi susunan berbeda dari atom). Reaksi seluruh diringkas
sebagai berikut:
Glukosa 6-Fosfat (C6H11O6P1) + Phosphoglucoisomerase (Enzim) →
Fruktosa 6-Fosfat (C6H11O6P1)
3. Tahap Produksi Fruktosa 1, 6-difosfat
Pada tahap berikutnya, Fruktosa isomer 6-fosfat diubah menjadi
fruktosa 1, 6-difosfat dengan penambahan kelompok fosfat. Konversi ini
dimungkinkan oleh fosfofruktokinase enzim yang memanfaatkan satu molekul
ATP lebih dalam proses. Reaksi ini diringkas sebagai berikut:
Fruktosa 6-fosfat (C6H11O6P1) + fosfofruktokinase (Enzim) + ATP →
Fruktosa 1, 6-difosfat (C6H10O6P2)
4. Tahap Pemecahan Fruktosa 1, 6-difosfat
Pada tahap keempat, adolase enzim membawa pemisahan Fruktosa 1, 6-
difosfat menjadi dua molekul gula yang berbeda yang keduanya isomer satu
sama lain. Kedua gula yang terbentuk adalah gliseraldehida fosfat dan fosfat
dihidroksiaseton. Reaksi berjalan sebagai berikut:
Fruktosa 1, 6-difosfat (C6H10O6P2) + Aldolase (Enzim) → gliseraldehida
fosfat (C3H5O3P1) + Dihydroxyacetone fosfat (C3H5O3P1)
5. Tahap interkonversi Dua Glukosa
Fosfat dihidroksiaseton adalah molekul hidup pendek. Secepat itu
dibuat, itu akan diubah menjadi fosfat gliseraldehida oleh enzim yang disebut
fosfat triose. Jadi dalam totalitas, tahap keempat dan kelima dari glikolisis
menghasilkan dua molekul gliseraldehida fosfat.
Dihidroksiaseton fosfat (C3H5O3P1) + Triose Fosfat → gliseraldehida fosfat
(C3H5O3P1)
6. Tahap Pembentukan NADH & 1,3-Diphoshoglyceric
Tahap keenam melibatkan dua reaksi penting. Pertama adalah
pembentukan NADH dari NAD + (nicotinamide adenin dinukleotida) dengan
menggunakan enzim dehydrogenase fosfat triose dan kedua adalah penciptaan
1,3-diphoshoglyceric asam dari dua molekul gliseraldehida fosfat yang
dihasilkan pada tahap sebelumnya. Reaksi keduanya adalah sebagai berikut:
Fosfat dehidrogenase Triose (Enzim) + 2 NAD + + 2 H-→ 2NADH (Reduced
nicotinamide adenine dinucleotide) + 2 H + Triose fosfat dehidrogenase
gliseraldehida fosfat + 2 (C3H5O3P1) + 2P (dari sitoplasma) → 2 molekul asam
1,3-diphoshoglyceric (C3H4O4P2)
7. Tahap Produksi ATP & 3-fosfogliserat Asam
Tahap ketujuh melibatkan penciptaan 2 molekul ATP bersama dengan
dua molekul 3-fosfogliserat asam dari reaksi phosphoglycerokinase pada dua
molekul produk 1,3-diphoshoglyceric asam, dihasilkan dari tahap sebelumnya.
2 molekul asam 1,3-diphoshoglyceric (C3H4O4P2) + + 2ADP
phosphoglycerokinase → 2 molekul 3-fosfogliserat acid (C3H5O4P1) + 2ATP
(Adenosine Triphosphate)
8. Tahap Relokasi Atom Fosfor
Tahap delapan adalah reaksi penataan ulang sangat halus yang
melibatkan relokasi dari atom fosfor dalam 3-fosfogliserat asam dari karbon
ketiga dalam rantai untuk karbon kedua dan menciptakan 2 - asam fosfogliserat.
Reaksi seluruh diringkas sebagai berikut:
2 molekul 3-fosfogliserat acid (C3H5O4P1) + phosphoglyceromutase (enzim)
→ 2 molekul asam 2-fosfogliserat (C3H5O4P1)
9. Tahap Penghapusan Air
Enzim datang dan menghilangkan sebuah molekul air dari 2-
fosfogliserat acid untuk membentuk asam yang lain yang disebut asam
phosphoenolpyruvic (PEP). Reaksi ini mengubah kedua molekul 2-fosfogliserat
asam yang terbentuk pada tahap sebelumnya.
2 molekul asam 2-fosfogliserat (C3H5O4P1) + enolase (enzim) -> 2 molekul
asam phosphoenolpyruvic (PEP) (C3H3O3P1) + H2O 2
10. Tahap Pembentukan piruvat Asam & ATP
Tahap ini melibatkan penciptaan dua molekul ATP bersama dengan dua
molekul asam piruvat dari aksi kinase piruvat enzim pada dua molekul asam
phosphoenolpyruvic dihasilkan pada tahap sebelumnya. Hal ini dimungkinkan
oleh transfer dari atom fosfor dari asam phosphoenolpyruvic (PEP) untuk ADP
(Adenosin trifosfat).
2 molekul asam phosphoenolpyruvic (PEP) (C3H3O3P1) + + 2ADP kinase
piruvat (Enzim) → 2ATP + 2 molekul asam piruvat.
4. Proses glikolisis
Proses glikolisis dapat dilihat pada gambar berikut

Molekul glukosa akan masuk ke dalam sel melalui proses difusi. Agar dapat
bereaksi, glukosa diberi energi aktivasi berupa satu ATP. Hal ini mengakibatkan
glukosa dalam keadaan terfosforilasi menjadi glukosa-6-fosfat yang dibantu oleh enzim
heksokinase. Glikolisis ini terjadi pada saat sel memecah molekul glukosa yang
mengandung 6 atom C (6C) menjadi 2 molekul asam piruvat yang mengandung 3 atom
C (3C) yang melalui dua rangkaian reaksi yaitu rangkaian I (pelepasan energi) dan
rangkaian II (membutuhkan oksigen).
Rangkaian I
Rangkaian I Reaksi Glikolisis (pelepasan energi) berlangsung di dalam
sitoplasma (dalam kondisi anaerob) yaitu diawali dari reaksi penguraian molekul
glukosa menjadi glukosa-6-fosfat yang membutuhkan (-1) energi dari ATP dan melepas
1 P. Jika glukosa-6-fosfat mendapat tambahan 1 P menjadi fruktosa-6-fosfat kemudian
menjadi fruktosa 1,6 fosfat yang membutuhkan (-1) energi dari ATP yang melepas 1 P.
Jadi untuk mengubah glukosa menjadi fruktosa 1,6 fosfat, energi yang dibutuhkan
sebanyak (-2) ATP. Selanjutnya fruktosa 1,6 fosfat masuk ke mitokondria dan
mengalami lisis (pecah) menjadi dehidroksik aseton fosfat dan fosfogliseraldehid.
Rangkaian II
Rangkaian II Reaksi Glikolisis (membutuhkan oksigen) berlangsung di dalam
mitokondria (dalam kondisi awal), molekul fosfogliseraldehid yang mengalami reaksi
fosforilasi (penambahan gugus fosfat) dan dalam waktu yang bersamaan, juga terjadi
reaksi dehidrogenasi (pelepasan atom H) yang ditangkap oleh akseptor hidrogen, yaitu
koenzim NAD. Dengan lepasnya 2 atom H, fosfogliseraldehid berubah menjadi 2×1,3-
asam difosfogliseral kemudian berubah menjadi 2×3-asam fosfogliseral yang
menghasilkan (+2) energi ATP. Selanjutnya 2×3-asam fosfogliseral tersebut berubah
menjadi 2xasam piruvat dengan menghasilkan (+2) energi ATP serta H2O (sebagai hasil
sisa). Jadi, energi hasil akhir bersih untuk mengubah glukosa menjadi 2 x asam piruvat,
adalah:
Energi yang dibutuhkan Tahap I : (-2) ATP
Energi yang dihasilkan Tahap II : (+4) ATP
Energi hasil akhir bersih : 2 ATP
Pada perjalanan reaksi berikutnya, asam piruvat tergantung pada ketersediaan
oksigen dalam sel. Jika oksigen cukup tersedia, asam piruvat dalam mitokondria akan
mengalami dekarboksilasi oksidatif yaitu mengalami pelepasan CO2 dan reaksi
oksidasi dengan pelepasan 2 atom H (reaksidehidrogenasi). Selama proses tersebut
berlangsung, maka asam piruvat akan bergabung dengan koenzim A (KoA–SH) yang
membentuk asetil koenzim A (asetyl KoA). Dalam suasana aerob yang berlangsung di
membran krista mitakondria terbentuk juga hasil yang lain, yaitu NADH2 dari NAD
yang menangkap lepasnya 2 atom H yang berasal dari reaksi dehidrogenasi. Kemudian
kumpulan NADH2 diikat oleh rantai respirasi di dalam mitokondria. Setelah asam
piruvat bergabung dengan koenzim dan membentuk asetil Co-A kemudian masuk
dalam tahap siklus Krebs.
Jika Anda amati lebih cermat lagi, Anda akan mengetahui pada tahapan mana sajakah
energi (ATP) dibentuk. Nah, proses pembentukan ATP inilah yang disebut fosforilasi.
Pada tahapan glikolisis tersebut, enzim mentransfer gugus fosfat dari substrat (molekul
organik dalam glikolisis) ke ADP sehingga prosesnya disebut fosforilasi tingkat
substrat. Keseluruhan reaksi glikolisis, dapat dibuat persamaaan reaksi sebagai berikut:
Glukosa + 2ADP + 2Pi + 2NAD+ → 2 Piruvat + 2H2O + 2ATP + 2NADH + 2H+
5. Enzim yang terdapat dalam proses glikolisis
Pada proses glikolisis melibatkan banyak enzim, adapun enzim-enzim yang
berperan adalah sebagai berikut:
a. Heksokinase
Tahap pertama pada proses glikolisis adalah pengubahan glukosa
menjadi glukosa 6-fosfat dengan reaksi fosforilasi. Gugus fosfat diterima dari
ATP dalam reaksi. Enzim heksokinase merupakan katalis dalam reaksi tersebut
dibantu oleh ion Mg++ sebagai kofaktor.
b. Enzim fosfoheksoisomerase
Reaksi berikutnya ialah isomerasi, yaitu pengubahan glukosa-6-fosfat
menjadi fruktosa-6-fosfat, dengan enzim fosfoglukoisomerase. Enzim ini tidak
memerlukan kofaktor dan telah diperoleh dari ragi dengan cara kristalisasi.
Enzim fosfuheksoisomerase terdapat jaringan otot dan mempunyai beraat
molekul 130.000.
c. Fosfofruktokinase
Frukrosa-6-fosfat diubah menjagi fruktosa-1,6-difosfat oleh enzim
fosfofruktokinase dibantu oleh ion Mg ++ sebagai kofaktor. Dalam reaksi ini
gugus fosfat dipindahkan dariATP kepada fruktosa-6-fosfat dari ATP sendiri
akan berubah menjadi ADP.
d. Aldose
Reaksi tahap keempat dalam rangkaian reaksi glikolisis adalah
penguraian molekul fruktosa-1,6-difosfat membentuk dua molekul triosa fosfat,
yaitu dihidroksi aseton fosfat dan D-gliseraldehida-3-fosfat. Dalam tahap ini
enzim aldolase yang menjadi katalis telah dimurnukan dan ditemukan oleh
Warburg. Enzim ini terdapat dalam jaringan tertentu dan dapat bekerja sebagai
kaalis dalam reaksi penguraian beberapa ketosa dan monofosfat, misalnya
fruktosa-1,6-difosfat, sedoheptulose-1,7- difosfat, fruktosa-1-fosfat, eritulosa-
1-fosfat. Hasil reaksi penguraian tiap senyawa tersebut yang sama adalah
dihidroksi aseton fosfat.
e. Trisafosfat isomerase
Dalam reaksi penguraian oleh enzim aldolase terbentuk dua macam
senyawa, yaitu D-gliseraldehida-3-fosfat dan dihidroksi-aseton fosfat. Yang
mengalami reaksi lebih lanjut dalam proses glikolisis adalah D-gliseraldehida-
3-fosfat. Andaikata sel tidak mampu mengubah dihidroksiasotonfosfat menjadi
D-gliseraldehida-3-fosfat, tentulah dihidrosiasetonfosfat akan bertimbun
didalam sel.
f. Gliseraldehida-3-fosfat Dihidrogenase
Enzim ini bekerja sebagai katalis pada reaksi gliseraldehida-3-fosfat
menjadi 1,3 difosfogliserat. Dalam reaksi ini digunakan koenzim NAD+.
Sedangkan gugus fosfat diperoleh dari asam fosfat. Reaksi oksidasi ini
mengubah aldehida menjadi asam karboksilat. Gliseraldehida-3-fosfat
dehidrogenase telah dapat diperoleh dalam bentuk Kristal dari ragi dan
mempunyai berat molekul 145.000. Enzim ini adalah suatu tetramer yang terdiri
atas empat subunit yang masing-masing mengikat suatu molekul NAD+, jadi
pada tiap molekul enzim terikat empat molekul NAD+.
g. Fosfogliseril kinase
Reaksi yang menggunakan enzim ini ialah reaksi pengubahan asam 1,3-
difosfogliserat menjadi asam 3-fosfogliserat. Dalam reaksi ini terbentuk datu
molekul ATP dari ADP dan ion Mg 2+ diperlukan sebagai kofaktor. Oleh
karena ATP adalah senyawa fosfat berenergi tinggi, maka reaksi ini mempunyai
fungsi untuk menyimpan energy yang dihasilkan oleh proses glikolisis dalam
bentuk ATP.
h. Fosfogliseril Mutase
Fosfogliseril mutase bekerja sebagai katalis pada reaksipengubahan asam 3-
fosfogliserat menjadi asam 2-fosfogliserat. Enzim ini berfungsi memindahkan
gugus fosfat dari suatu atom C kepada atom C lain dalam suatu molekul. Berat
molekul enzim ini yang diperoleh dari ragi ialah 112.000.
i. Enolase
Reaksi berikutnya ialah pembentukan asam fosfofenol piruvat dari
asaam 2-fosfogliserar dengan katalis enzim enolase dan ion Mg 2+ sebagai
kofaktor. Reaksi pembentukkan asam fosfofenol piruvat ini ialah pembentukan
asam fosfofenol piruvat dari asaam 2-fosfogliserar dengan katalis enzim enolase
dan ion Mg 2+ sebagai kofaktor. Reaksi pembentukkan asam fosfofenol piruvat
ini ialah reaksi dehidrasi. Adanya ion F - dapat menghambat kerja enzim
enolase, sebab ion F - dengan ion Mg 2+ dan fosfat dapat membentuk kompleks
magnesium fluoro fosfat. Dengan terbentuknya kompleks ini akan mengurangi
jumlah ion Mg 2+ dalam campuran reaksi dan akibat berkurangnya ion Mg 2+
maka efektivitas reaksi berkurang.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Kesimpulan dari makalah kali ini yaitu bahwa glikolisis adalah proses
metabolisme sebagai dasar untuk proses respirasi seluler aeribok dan anaerobik. Dalam
glikolisis, glukosa diubah menjadi piruvat. Glukosa adalah molekul yang ditemukan
dalam darah dan biasanya merupakan hasil dari pemecahan karbohidrat menjadi gula,
yang memiliki fungsi dasar dalam proses metabolisme, terjadi melalui 10 tahapan yang
terdiri dari 5 tahapan penggunaan energi dan 5 tahapan pelepasan energi, selain itu
didalam proses glikolisis juga melibatkan banyak enzim.
B. Saran
Disarankan kepada pembaca nantinya, khususnya kepada mahasiswa agar dapat
membandingkan makalah ini dengan literatur lain dan buku untuk dapat
mengembangkan dan pengertahuan yang lebih luas.
DAFTAR PUSTAKA

Montgomery, Rex, et al. 1993. Biokimia Suatu Pendekatan Berorientasi Kasus Jilid 1.
GAJAH MADA UNIVERSITY PRESS. Yogyakarta.

Purwoko, Tjahjadi. 2007. Fisiologi mikroba. PT. Bumi Aksara. Jakarta.

Stryer, Lubert. 2000. Biokimia Vol.2 Edisi 4. EGC. Jakarta.