Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH DASAR REKAYASA BIOPROSES

”SIKLUS KREBS”

DISUSUN OLEH :

KELOMPOK 11

Dhebora Shofia Hercillena ( 1710516320006 )


Henny Maulida ( 1710516320007 )
Kresna Fajri Yusmarian ( 1710516310009 )

JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

BANJARBARU

2018
Kata Pengantar

Segala puji bagi Allah yang telah menolong kami menyelesaikan makalah
ini. Tanpa pertolongan-Nya mungkin penyusun tidak akan sanggup
menyelesaikan dengan baik. shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan
kepada baginda tercinta yakni nabi muhammad SAW.

Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang ”Siklus
Krebs” yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber.
Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang
datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh
kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat
terselesaikan.

Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada
pembaca. Walaupun laporan ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun
mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.

Banjarbaru, 28 oktober 2018

Kelompok 11
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Definisi Siklus Kreb


2.2 Fungsi utama Siklus Kreb
2.3 Reaksi Siklus Kreb
2.4 Tahapan reaksi Siklus Kreb
2.5 Sifat Amfibolik Siklus Asam Sitrat
2.6 Masuknya asam amino ke dalam siklus Krebs
2.7 Reaksi-reaksi anaplerotik

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan
3.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pada proses pembentukan ATP melalui proses aerobic terjadi pada organel sel yang
disebut Mitokondria. Untuk menambah kedalaman pembahasan, selain
proses pembentukan ATP intra-mitokondria, dalam subbab ini akan dibahas juga
tentang “struktur motokondria”. Pada proses dalam mitokondria dihasilkan 36 ATP
Begitu besarnya ATP yang dihasilkan dibandingan dengan kedua system energi
sebelumnya, maka mitokondria dikenal juga sebagai “pabrik energi”. Berikut ini
akan dijelaskan tentang struktur mitokondria dan pembentukan ATP didalam
mitokondria.
Siklus kreb ditemukan oleh seorang ahli biokimia terkenal bernama Mr. Hans
Krebs Tahun 1973. Siklus kreb dikenal juga dengan istilah siklus asam sitrat,
karena senyawa pertama yang terbentuk adalah asam sitrat. Selain itu, seyawa
penyusun pada awal pembentukan siklus juga dapat berupa asam trikarboksilat (-
COOH) yang merupakan gugus asam sehingga siklus kreb disebut juga siklus
asam trikarboksilat.
Pada prinsipnya, Siklus kreb ialah tahapan kedua reaksi aerob yang merupakan
bagian dari proses pernapasan yang panjang . Siklus kreb berlangsung di dalam
mitokondria yang membawa asetat aktif berupa Asetil Ko-A yang dengan oksidasi
glukosa diubah menjadi CO2 dan H2O menyebabkan pelepasan dan penangkapan
ATP (adenosin trifosfat) sebagai energi yang dibutuhkan jaringan.
Jadi kesimpulannya, Siklus kreb merupakan jalur metabolisme utama dari
berbagai senyawa hasil metabolime yang mengikuti proses glikolisis
(mengkonversi lemak dan karbohidrat) menjadi ATP (adenosin trifosfat) sebagai
sumber utama energi tubuh.
Siklus asam sitrat (siklus kreb, siklus asam dikarboksilat) merupakan rangkaian
reaksi didalam mitokondria yang menyebabkan metabolisme residu asetil, dengan
membebaskan sejumlah ekuivalen hidrogenyang pada oksidasi menyebabkan
pelepasan dan penangkapan sebagian besar energi yang tersedia di bahan bakar
jaringan, dalam bentuk ATP. Residu asetil ini berada dalam bentuk asetil-KoA
(CH3−CO~S−KoA, asetat aktif) suatu ester koenzim A. Ko-A mengandung
vitamin asam pantotenat.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apakah definisi dari Siklus Kreb?
2. Apa saja fungsi utama dari Siklus Kreb?
3. Bagaimana reaksi Siklus Kreb?
4. Apa tahapan reaksi Siklus Kreb?
5. Bagaimana sifat Amfibolik Siklus Asam Sitrat?
6. Seperti apa mekanisme masuknya Asam Amino ke dalam Siklus Kreb?
7. Bagaimana reaksi-reaksi Anaplerotik?
1.3 Tujuan
1. Mahasiswa dapat mengetahui tentang siklus krebs
2. Mahasiswa mampu memahami konsep siklus krebs dan fungsi serta
tahapan pada siklus krebs
3. Mahasiswa dapat mengerti mekanisme masuknya asam amino kedalam
siklus krebs
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi Siklus Kreb


Siklus krebs adalah salah satu reaksi yang terjadi dari rangkaian reaksi
metabolisme sel di dalam mitokondria yang membawa katabolisme residu
asetyl, membebaskan ekuivalen hidrogen, yang dengan oksidasi
menyebabkan pelepasan dan penangkapan ATP sebagai pemenuh kebutuhan
energi jaringan. Siklus ini dinamakan siklus krebs karena yang menemukan
adalah Mr. Krebs atau Sir Hans Adolf Krebs (1900-1981) pada tahun 1937,
seorang ahli biokimia terkenal yang menemukan metabolisme karbohidrat.
Nama lain dari siklus krebs yaitu siklus asam sitrat karena senyawa pertama
yang terbentuk adalah asam sitrat juga siklus asam trikarboksilat (-COOH)
karena hampir di awal-awal siklus krebs, senyawanya tersusun dari asam
trikarboksilat. Trikarboksilat itu merupakan gugus asam (-COOH).
Siklus krebs adalah serangkaian reaksi yang digunakan oleh organisme
aerobik untuk menghasilkan energi dari oksidasi molekul asetil-CoA hasil
tiga metabolisme karbohidrat utama, Glikolisis, Jalur Pentosa Fosfat dan Jalur
Entner-Doudoroff.
Siklus krebs merupakan salah satu proses yang menggunakan asam nitrat
dari sebuah reaksi metabolisme pada asetil ko-A yang digabungkan dengan
asam oksaloasetat setelah terjadi suatu proses berupa glikolisis. Pada
kinerjanya penjelasan dan proses siklus krebs ini merupakan salah satu reaksi
dari proses pernafasan yang lebih panjang. Bertepatan di Mitokondria dengan
menggunakan asetat aktif untuk dijadikan Asetil ko-A dalam proses oksidasi
glukosa. Dari siklus ini metabolisme yang dihasilkan dari proses glikolisis
akan menjadi sumber utama bagi tubuh sebagai energi. Yangmana proses
glikolisis ini merupakan proses konversi antara karbohidrat dengan lemak
untuk dijadikan adenon trifosfat atau ATP.

2.2 Fungsi utama Siklus Kreb


1. Menghasilkan karbondioksida terbanyak pada jaringan manusia.
2. Menghasilkan sejumlah koenzim tereduksi yang menggerakkan rantai
pernapasan untuk produksi ATP
3. Mengkonversi sejumlah energi serta zat intermidiet yang berlebihan untuk
digunakan pada sintesis asam lemak.
4. Menyediakan sebagian bahan keperluan untuk sintesis protein dan asam
nukleat.
5. Melakukan pengendalian langsung (produk → bakal produk) atau tidak
langsung (alosterik) terhadap sistem enzim lain melalui komponen-
komponen siklus.

2.3 Reaksi Siklus Kreb


Siklus reaksi diawali dengan reaksi antara asetil KoA dan (2C) dan asam
oksaloasetat (4C) yang menghasilkan asam trikarboksilat, sitrat. Selanjutnya
sejumlah 2 molekul atom CO2 dirilis dan teregenerasi. Sebenarnya hanya
sedikit oksaloasetat yang dibutuhkan untuk menginisiasi siklus asam sitrat
sehingga oksaloasetat dikenal dengan perannnya sebagai agen katalitik pada
siklus Krebs.

2.4 Tahapan reaksi Siklus Kreb


Tahap 1 : Sitrat Sintase (hidrolisis)
Asetil KoA + oksaloasetat + H2O → sitrat + KoA-SH
Merupakan reaksi kondensasi aldol yg disertai hidrolisis dan berjalan
searah.
Klinis: sitrat sintase sangat spesifik terhadap zat yang dikerjakan.
Flouroasetil KoA dapat menggantikan gugus –asetil KoA. Flourosasetat
kadang digunakan sebagai racun tikus. Bila termakan dapat berakibat fatal

Tahap 2 : Aconitase, memerlukan 2 tahap


Sitrat diubah menjadi isositrat oleh enzim akonitase yg mengandung
Fe++.
Caranya : mula-mula terjadi dehidrasi menjadi cis-akonitat (yang tetap terikat
enzim) kemudian terjadi rehidrasi menjadi isositrat.

Tahap 3 : Isositrat Dehidrogenase (dekarboksilasi pertama)


Isositrat dioksidasi menjadi oksalosuksinat (terikat enzim) oleh isositrat
dehidrogenase yg memerlukan NAD+. Reaksi ini diikuti dekarboksilasi oleh
enzim yg sama menjadi α-ketoglutarat. Enzim ini memerlukan Mn++ / Mg++ .
Ada 2 jenis isozim isositrat dehidrogenase :
1. Satu jenis isozim menggunakan NAD+ (intramitokondria) →isozim ini
hanya ditemukan di dalam mitokondria NADH + H+ yg terbentuk akan
diteruskan dalam rantai respirasi.
2. Dua jenis isozim yg lain menggunakan NADP+ dan ditemukan di luar
mitokondria (ekstramitokondria) dan sitosol.

Tahap 4 : ketoglutarat dehidrogenase kompleks (dekarboksilasi)


Dekarboksilasi oksidatif α-ketoglutarat (caranya seperti pada
dekarboksilasi oksidatif piruvat) menjadi suksinil KoA oleh enzim α-
ketoglutarat dehidrogenase kompleks.
Enzim ini memerlukan kofaktor seperti : TPP, Lipoat,NAD+, FAD dan KoA-
SH.
Reaksi ini secara fisiologis berjalan searah.
Klinis: Reaksi ini dapat dihambat oleh arsenit mengakibatkan akumulasi atau
penumpukan α-ketoglutarat.

Tahap 5 : suksinat thikonase (fosforilasi tingkat substrat)


Suksinil KoA→Suksinat Reaksi ini memerlukan ADP atau GDP yg
dengan Pi akan membentuk ATP atau GTP. Juga memerlukan Mg++.
Reaksi ini merupakan satu-satunya dalam TCA cycle yg membentuk senyawa
fosfat berenergi tinggi pada tingkat substrat.
Pada jaringan dimana glukoneogenesis terjadi ( hati & ginjal) terdapat 2
jenis isozim suksinat thiokonase, satu jenis spesifik GDP, satu jenis untuk
ADP. Pada jaringan nonglukoneogenik hanya ada isozim yg menggunakan
ADP.

Tahap 6 : Suksinat dehidrogenase (dehidrogenasi & oksidasi)


Suksinat + FAD→ Fumarat + FADH2
Reaksi ini tdak lewat NAD,
Klinis: dihambat oleh malonat, asam dikarboksilat berkarbon 3. Suksinat
dapat tertimbun dan pernapasan terhambat

Tahap 7 : Fumarase (dehidrasi)


Fumarat + H2O → L-Malat
Tidak memerlukan koenzim.

Tahap 8 : Malat dehidrogenase


L-Malat + NAD+ → Oksaloasetat + NADH + H+
Reaksi ini membentuk kembali oksaloasetat.
Terdapat 6 isozim MDH, 50% isozim MDH adalah tipe IV
Klinis: kerusakan jaringan seringkali mengakibatkan kenaikan MDH tetapi
pemeriksaan MDH tidak lazim dilakukan, karena lebih mudah untuk
memeriksa dengan LDH .

a. Regulasi siklus Asam Sitrat diatur oleh:


a) Citrate Synthase
b) Isocitrate dehydrogenase
c) Ketoglutarate dehydrogenase
Konsumsi oksigen, reoksidasi NADH, dan produksi ATP yang dikoupling.
 Kontrol regulasi:
1) Ketersediaan substrat – oxaloacetate menstimulasi sitrat sintase.
2) Inhibis produk- substrat sitrat berkompetisi dengan oksaloasetat
untuk sitrat sintase, NADH menginhibisi isositrat dehidrogenase
dan α-ketoglutarate dehydrogenase, succinyl-CoA menginhibisi α-
ketoglutarate dehydrogenase.
3) Inhibisi feedback kompetitif - NADH menginhibisi sitrat sintase,
suksinil KoA berkompetisi dengan asetil KoA pada reaksi sitrat
sintase.
Regulator penting:
Substrat -acetyl-CoA dan oksaloasetat memproduksi – NADH
b. Regulasi Siklus Asam Sitrat
1. Kontrol allosterik dari siklus enzim
2. Isocitrate dehydrogenase
3. Ketoglutarate dehydrogenase
4. Pyruvate dehydrogenase phosphatase
5. ADP - allosteric activator dari isocitrate dehydrogenase
6. ATP - inhibibis isocitrate dehydrogenase
7. Ca2+ - activasi pyruvate dehydrogenase phosphatase,
8. Isocitrate dehydrogenase, α-ketoglutarate dehydrogenase

2.5 Sifat Amfibolik Siklus Asam Sitrat


Siklus asam sitrat bersifat amfibolik, yang artinya memiliki dua sifat
yaitu anabolik (sintesis molekul untuk menjadi senyawa yang lebih
kompleks) maupun katabolik (pemecahan molekul menjadi molekul yang
lebih sederhana) hal ini disebabkan karena senyawa intermidiete harus
digantikan.
1. Pintasan yang menggunakan senyawa intermidiete siklus asam sitrat
adalah:
 Biosintesis glukosa (glukoneogenesis) – oxaloacetate (yang
ditransportasikan sebagai malate) .
 Biosintesis lipid -acetyl-CoA from ATP-citrate lyase.
ATP + citrate + CoA → ADP + Pi + oxaloacetate + acetyl-CoA
 Biosintesis asam amino - α-ketoglutarate (dehidrogenasi atau
transaminasi dari glutamate) dan transaminasi oxaloacetate.
 Biosintesi porfirin - succinyl-CoA.
2. Sifat amfibolik yang dimiliki oleh siklus Asam Sitrat berkaitan
dengan reaksi anaplerotik yang berperan menggantikan senyawa
intermidiet siklus Krebs yang habis:
 Pyruvate carboxylase
Pyruvate oxaloacetate + ADP + Pi.+ CO2 + ATP + H2O
 Oksidasi asam lemak - succinyl-CoA.
a. Katabolisme (Ile, Met, Val) - succinyl-CoA.
b. Transaminasi dan deaminasi asam amino untuk menjadi - α-
ketoglutarate dan oxaloacetate.

2.6 Masuknya asam amino ke dalam siklus Krebs


Transaminasi asam amino oksaloasetat dan α-ketoglutarat mengandung
rantai karbon yang homolog dengan asam amino aspartat dan glutamat.
Piruvat juga homolog dengan alanin. Persediaan asam amino ini melebihi
keperluan biosintesis protein, kelebihannya dapat segera diubah menjadi zat-
antara siklus Krebs dan oksidasi kerangka karbonnya dapat menghasilkan
energi.
Sebaliknya, asam-asam amino ini diperlukan misalnya untuk biosintesis,
pembentukannya menggunakan analog asam keto yang didaur Krebs.
Sehingga, demikian, daur Krebs yang biasa diartikan sebagai jalur katabolik
dalam keadaan tertentu mempunyai fungsi anabolik.
Interkonversi reversible antara asam α-amino dan α-keto dikatalisis oleh
transaminase, aminotransferase yang berperan sebagai perantara pertukaran
gugus karbonil dan gugus amino antara oksaloasetat glutamat dan piruvat
glutamat.

2.7 Reaksi-reaksi anaplerotik


Pengisian kekurangan/reaksi anaplerotik dibutuhkan untuk menjamin
kecukupan zat-antara siklus Krebs. Hal ini diperlukan karena siklus Krebs
dapat mengalami kekurangan zat intermidiet, diakibatkan karena peningkatan
biosintesis aspartat dan glutamat. Keperluan akan zat antara dapat meningkat
akibat jika terdapat sejumlah besar piruvat atau asetil KoA sehingga
menipiskan oksaloasetat sebagai reseptor yang diperlukan pada sintesis sitrat.
a. Piruvat karboksilase
Pada kondisi dibebaskannya epinefrin sebagai akibat tekanan emosi
dapat dibentuk piruvat dari glukosa dan asetil KoA dari asam lemak dapat
dibentuk dalam jumlah yang besar.
Pada kondisi demikian, piruvat yang berlebih, akan diubah menjadi
enzim alosterik dengan asetil KoA sebagai efektor positif.
Konsentrasi asetil KoA yang tinggi akan mengaktifkan piruvat
karboksilase untuk sintesis oksaloasetat. Pada tahapan berikutnya,
oksaloasetat menerima gugus asetil KoA sehingga terbentuk sitrat yang
sekarang dihasilkan lebih banyak dari biasa.
b. Enzim malat
Reaksi ini akan merubah sebagian besar piruvat dari piruvat yang
masuk menjadi malat melalui reaksi karboksilasi reduktif. Malat yang
merupakan produksi tambahan dengan mudah diubah menjadi
oksaloasetat.
Di antara kedua jalur anaplerotik ini lebih diutamakan jalur piruvat
karboksilase, Enzim malat namun demikian lebih reversibel dan
menghasilkan lebih banyak NADPH yang diperlukan pada sintesis asam
lemak.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Siklus Krebs menghilangkan energi dari asam sitrat dalam langkah-
langkah kecil, menyimpannya dalam molekul pembawa energi yang beragam:
ATP, NADH dan FADH 2. Asam sitrat juga produk pertama yang terbentuk
dalam siklus Krebs, dan karena itu asam ini terjadi dalam metabolisme
hampir semua makhluk hidup.
Siklus Krebs sendiri sebenarnya dimulai ketika asetil-CoA bergabung
dengan molekul empat karbon yang disebut OAA (oksaloasetat) (lihat
Gambar di atas). Ini menghasilkan asam sitrat, yang memiliki enam atom
karbon. Inilah sebabnya mengapa siklus Krebs disebut juga siklus asam sitrat.
Setelah asam sitrat terbentuk, ia pergi melalui serangkaian reaksi yang
melepaskan energi. Energi akan ditangkap oleh molekul NADH, ATP, dan
FADH 2 yaitu senyawa lain pembawa energi. Karbon dioksida juga dirilis
sebagai produk limbah dari reaksi ini. Langkah terakhir dari siklus Krebs
meregenerasi OAA, molekul yang mengawali siklus Krebs. Molekul ini
diperlukan yang pada giliran berikutnya kembali melalui siklus. Dua putaran
diperlukan karena glikolisis menghasilkan dua molekul asam piruvat ketika.

3.2 Saran
Dengan terselesaikannya makalah ini diharapkan mahasiswa Program
Studi DIII Keperawatan Universitas Bondowoso dapat memahami tentang
Siklus Kreb dengan baik serta hubungannya dengan ilmu keperawatan yang
tengah ditekuni. Hal tersebut ditujukan agar mahasiswa Program Studi DIII
Keperawatan Universitas Bondowoso dapat memiliki kompetensi yang tinggi
dalam perawatan terhadap Siklus Kreb. Serta mampu untuk menjalankan
peranan keperawatan baik untuk sasaran perorangan atau komunitas.
DAFTAR PUSTAKA

Amstrong, F.B. 1995. Buku Ajar Biokimia Edition 3. Jakarta: EGC

Dewi. 2012. Pembentukan energi pada siklus krebs. Pendidikan IPA indonesia

Fahey T.D. dan G.A. Brooks. 1984. Exercise Physilogy: Human Bioenergetics
and Its Applications. New York: John Wiley.

Fauzi, Hikmah. 2012. Siklus Krebs (Daur Asam Trikarboksilat). Jakarta:EGC