Anda di halaman 1dari 33

PERSAMAAN LINEAR ELIMINASI

GAUSS JORDAN DENGAN


PEMROGRAMAN PYTHON 3.7.4

Oleh :

Denny Alexander Immanuel Paat


19202109006

PASCA SARJANA TEKNIK SIPIL


UNIVERSITAS SAM RATULANGI
MANADO
2019
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
berkat dan limpahan rahmat-Nya makan kami dapat menyelesaikan makalah dengan tepat
waktu.
Berikut ini saya mempersembahkan sebuah makalah dengan judul “Sistem Persamaan Linear
Eliminasi Gauss Jordan dengan Menggunakan Pemrograman Python 3.7.4 ”, yang menurut
saya dapat memberi manfaat untuk menambah pengetahuan kita tentang bahasa pemrograman.
Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik
dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu saya harapkan demi kesempurnaan
makalah ini.
Akhir kata, saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan
dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Tuhan Yang Maha Esa
senantiasa memberkati segala usaha kita. Amin.

Penyusun

Denny Paat

i
DAFTAR ISI

Kata pengantar .................................................................................................................... i

Daftar isi.............................................................................................................................. ii

BABA I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ................................................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah ............................................................................................ 1
1.3 Tujuan Penulisan ............................................................................................. 1

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian SPL Eliminasi .............................................................................. 2
2.2 Penyelesaian SPL Eliminasi Gauss .............................................................. 4
2.3 Penyelesaian SPL Eliminasi Gauss Jordan .................................................... 7
2.3 Perhitungan SPL Eliminasi Gauss Jorda Pemrograman Python .................... 11

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan ................................................................................................... 28
3.2 Saran ............................................................................................................. 28

DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................... 29

ii
i
BAB I
PEMBAHASAN

1.1. Latar Belakang


Pada saat teknologi informasi belum maju pesat, para praktisi dan profesional di bidang
rekayasa teknik dan sains menganalisa dengan perhitungan manual. Simplifikasi digunakan
dimana struktur yang sangat kompleks disederhanakan menjadi struktur yang lebih sederhana.
Hal ini dilakukan untuk menghindari kesulitan dalam analisa.
Sering kali permodelan matematika muncul dalam bentuk yang tidak ideal, sehingga
tidak dapat diselesaikan dengan menggunakan metode analitik untuk mendapatkan solusi
sebenarnya (exact solution).
Dengan menggunakan metode numerik, solusi dari persoalan yang dihadapi tidak akan
diperoleh. Metode numerik hanya bisa memberikan solusi yang mendekati atau menghampiri
solusi sejati sehingga solusi numerik dinamakan juga solusi hampiran (approximation
solution). Pendekatan solusi ini tentu saja tidak tepat sama dengan solusi sejati, sehingga ada
selisih antara keduanya.
Berdasarkan uraian di atas, maka penulis tertarik untuk membuat makalah mengenai
Metode Numerik untuk Solusi sistem persamaan linear menggunakan metode Eliminasi Gauss
menggunakan Bahasa Pemrograman Python 3.7.4.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana cara menyelesaikan persamaan linear dengan menggunakan metode
eliminasi Gauss?
2. Bagaimana cara menyelesaikan persamaan linear dengan menggunakan metode
eliminasi Gauss Jordan?
3. Bagaimana membuat program Python 3.7.4 dalam menyelesaikan persamaan linear
dengan metode eliminasi Gauss Jordan ?

1.3 Tujuan
1. Menyelesaikan persamaan linear dengan menggunakan metode eliminasi Gauss.
2. Menyelesaikan persamaan linear dengan menggunakan metode eliminasi Gauss
Jordan.
3. Menyelesaikan persamaan linear dengan menggunakan metode eliminasi Gauss
Jordan pada program PYTHON 3.7.4.

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian

Karl Friedich Gauss (1977-1855) adalah seorang ahli matematika dan ilmuwan dari
Jerman. Gauss yang kadang-kadang dijuluki “pangeran ahli matematika”. Disejajarkan dengan
Isaac Newton dan Archimedes sebagai salah satu dari tiga ahli matematika yang terbesar yang
pernah ada. Dalam seluruh sejarah matematika, tidak pernah ada seorang anak yang begitu
cepat berkembang, sebagaimana Gauss, yang dengan usahanya sendiri menyelesaikan dasar
aritmetika sebelum ia dapat berbicara. Pada suatu hari, saat ia bahkan belum berusia tiga tahun,
melalui cara dramatis orang tuanya mulai menyadari kejeniusan Gauss. Ketika itu ayahnya
tengah menyiapkan gaji mingguan untuk para buruh bawahannya, dan Gauss memperhatikan
dengan diam-diam dari pojok ruangan. Setelah perhitungan yang panjang dan membosankan.
Gauss tiba-tiba member tahu ayahnya bahwa terdapat kesalahan dalam perhitungannya dan
memberikan jawaban yang benar, yang diperoleh hanya dengan memikirkannya (tanpa
menulisnya). Yang mengherankan orang tuanya adalah setelah diperiksa ternyata
perhitungannya Gauss benar!.
Dalam desertasi doktoralnya Gauss memberikan bukti lengkap pertama teori-teori
dasar aljabar yang menyatakan bahwa setiap persamaan polynomial memiliki solusi sebanyak
pangkatnya. Pada usia 19 tahun ia menyelesaikan masalah yang membingungkan Euclid,
menggambarkan polygon 17 sisi di dalam lingkaran dengan menggunakan jangka dan kompas,
dan pada tahun 1801, pada usia yang ke-24 tahun, ia mempublikasikan karya
terbesarnya, Disquisitiones Arithmeticae”, yang dipandang banyak orang sebagai salah satu
prestasi paling berlian dalam matematika. Dalam makalah itu Gauss melakukan sistematisasi
studi dari teori bilangan (sifat-sifat bilangan bulat atau integer) dan merumuskan konse dasar
dari hal tersebut.
Diantara prestasinya yang banyak sekali, Gauss menemukan kurva Gaussian atau kurva
berbentuk lonceng yang merupakan dasar teori probabilitas, memberikan interpretasi

2
geometric pertama mengenai bilangan kompleks dan mengembangkan metode-metode
karakteristik permukaan secara interistik dengan menggunakan kurva-kurva yang
dikandungnya, mengembangkan teori pemetaan konformal (angle preserving) dan menemukan
geometri non-Euclidean 30 tahun sebelum dipublikasikan oleh orang lain. Dalam bidang fisika
ia memberikan sumbangan yang besar terhadap teori lensa dan gerakan kapiler, dan bersama
Wilhelm Weber ia mengerjakan pekerjaan penting dalam bidang elektromagnetisme,
magnetometer bifilar dan elektrograf.
Gauss adalah orang yang sangat religious dan aristoratik dalam kesajaannya. Ia dengan
mudah menguasai bahasa-bahasa asing, sangat senang membaca dan meminati bidang
minarologi dan botani sebagai hobi. Ia tidak suka mengajar dan biasanya bersikap dingin tidak
mendukung terhadapahli matematika yang lainnya, kemungkinan ini karena ia mengantisipasi
kerja mereka. Dikatakan bahwa jika saja Gauss mempublikasikan semua penemuaannya, maka
matematika saat ini akan lebih maju 50 tahun. Tak diragukan lagi bahwa ia adalah ahli
matematika terbesar dalam era modern.

Wilhelm Jordan (1842-1899) adalah seorang insinyur Jerman yang ahli dalam bidang
geodesi. Sumbangannya untuk penyelesaian sistem linear dalam buku populernya,Handbuch
de Vermessungskunde (Buku panduan Geodesi) pada tahun 1988.
Contoh Sumbangannya untuk penyelesaian sistem linear dalam buku populernya
Dalam aljabar linear, eliminasi Gauss-Jordan adalah versi dari eliminasi Gauss. Pada
metode eliminasi Gauus-Jordan kita membuat nol elemen-elemen di bawah maupun di atas
diagonal utama suatu matriks. Hasilnya adalah matriks tereduksi yang berupa matriks diagonal
satuan (Semua elemen pada diagonal utama bernilai 1, elemen-elemen lainnya nol).
Metode eliminasi Gauss-Jordan kurang efisien untuk menyelesaikan sebuah SPL, tetapi
lebih efisien daripada eliminasi Gauss jika kita ingin menyelesaikan SPL dengan matriks
koefisien sama.
Motede tersebut dinamai Eliminasi Gauss-Jordan untuk menghormati Carl Friedrich
Gauss dan Whilhelm Jordan.

3
2.2 Eliminasi Gauss

Eliminasi Gauss adalah suatu metode untuk mengoperasikan nilai-nilai di dalam


matriks sehingga menjadi matriks yang lebih sederhana lagi. Dengan melakukan operasi baris
sehingga matriks tersebut menjadi matriks yang baris. Ini dapat digunakan sebagai salah satu
metode penyelesaian persamaan linear dengan menggunakan matriks. Caranya dengan
mengubah persamaan linear tersebut ke dalam matriks teraugmentasi dan mengoperasikannya.
Setelah menjadi matriks baris, lakukan substitusi balik untuk mendapatkan nilai dari variabel-
variabel tersebut.
2.2.1 Kelebihan dan Kekurangan
Metode ini digunakan dalam analisis numerik untuk meminimalkan mengisi
selama eliminasi, dengan beberapa tahap
Keuntungan :
a. menentukan apakah sistem konsisten
b. menghilangkan kebutuhan untuk menulis ulang variabel setiap langka
c. Lebih mudah untuk memecahkan
Kelemahan
a. Memiliki masalah akurasi saat pembulatan decimal

Konsep Metode Gauss Elimination

Suatu metode dimana bentuk matrik di atas, pada bagian kiri diubah menjadi
matrik segitiga atas atau segitiga bawah dengan menggunakan OBE (Operasi Baris
Elementer).

4
Sehingga penyelesaian dapat diperoleh dengan :

2.2.2 Perhitungan Nilai X1, X2, dan X3 dengan Metode Gauss Elimination
Diketahui:
2X1 + 4X2 + X3 = -11
-X1 + 3X2 - 2 X3 = -16
2X1 – 3X2 + 5X3 = 21

Dibuat dalam bentuk Matriks A


2 4 1 X1 -11
A= -1 3 -2 . X2 = -16
2 -3 5 X3 21

Langkah –langkah pengerjaan:

- Jadikan baris bertama sebagai basis

2 4 1 -11 ==> BASIS


A= -1 3 -2 -16
2 -3 5 21

Perhitungan baris kedua :


Elemen dari baris pertama dikalikan dengan hasil pembagian elemen a21/a11
dan diminuskan, lalu ditambah dengan elemen baris ke dua

a21= 2 * - (-1/2) + -1 = 0
a22= 4 * - (-1/2) + 3 = 5
a23= 1 * - (-1/2) + -2 = -1.5

5
b2= -11 * - (-1/2) + -16 = -21.5

Perhitungan baris ketiga :


Elemen dari baris pertama dikalikan dengan hasil pembagian elemen a31/a11
dan diminuskan, lalu ditambah dengan elemen baris ke tiga

a31= 2 * -(2/2) + 2 = 0
a32= 4 * -(2/2) + -3 = -7
a33= 1 * -(2/2) + 5 = 4
b3= -11 * -(2/2) + 21 = 32

Sehingga Matriks A menjadi:


2 4 1 -11
A= 0 5 -1.5 -21.5
0 -7 4 32

o Setelah diperoleh bentuk matriks A yang baru, kemudian jadikan baris kedua
sebagai basis

2 4 1 -11
A= 0 5 -1.5 -21.5 ===> BASIS
0 -7 4 32

Lalu lakukan sama seperti tahapan sebelumnya


Perhitungan baris ketiga :
Elemen dari baris pertama dikalikan dengan hasil pembagian elemen a32/a22
dan diminuskan, lalu ditambah dengan elemen baris ke tiga

a32= 5 * -(-7/5) + -7 = 0
a33= -1.5 * -(-7/5) + 4 = 1.9
b3 -21.5 * -(-7/5) + 32 = 1.9
Sehingga Matriks A menjadi:

2 4 1 -11
A= 0 5 -1.5 -21.5
0 0 1.9 1.9

6
Jadi, dari matriks A di atas diperoleh:

1.9 X3= 1.9


X3= 1

Dari Matriks A juga diperoleh persamaan, yaitu:

5 X2 + -1.5 X3 = -21.5
5 X2 + -1.5 = -21.5
5 X2 = -20
X2 = -4

Dari persamaan 2X1+ 4X2 + X3 = -11

2 X1 + (4* -4) + 1 = -11


2 X1 + -15 = -11
2X1 = 4
X1 = 2
Jadi, Nilai X1, X2, X3:

X1 = 2

X2 = -4

X3 = 1

2.3 Eliminasi Gauss Jordan

Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menyelesaikan sistem persamaan
linier adalah metode eliminasi Gauss-Jordan. Metode ini diberi nama Gauss-Jordan untuk
menghormati CarlFriedrich Gauss dan Wilhelm Jordan. Metode ini sebenarnya adalah
modifikasi dari metode eliminasi Gauss, yang dijelaskan oleh Jordan di tahun 1887.
Metode Gauss-Jordan ini menghasilkan matriks dengan bentuk baris eselon yang
tereduksi(reduced row echelon form), sementara eliminasi Gauss hanya menghasilkan
matriks sampai padabentuk baris eselon (row echelon form). Selain untuk menyelesaikan
sistem persamaan linier, metode eliminasi Gauss-Jordan ini dapat. Metode Eliminasi Gauss :

7
metode yang dikembangkan dari metode eliminasi, yaitu menghilangkanatau mengurangi
jumlah variable sehingga dapat diperoleh nilai dari suatu variable yang bebas.
Eliminasi Gauss-Jordan adalah pengembangan dari eliminasi Gauss yang hasilnya
lebih sederhana lagi. Caranya adalah dengan meneruskan operasi baris dari eliminasi Gauss
sehingga menghasilkan matriks yang Eselon-baris. Ini juga dapat digunakan sebagai salah
satu metode penyelesaian persamaan linear dengan menggunakan matriks.
Metode ini digunakan untuk mencari invers dari sebuah matriks. Prosedur umum
untuk metode eliminasi Gauss-Jordan ini adalah Ubah sistem persamaan linier yang ingin
dihitung menjadi matriks augmentasi. Lakukan operasi baris elementer pada matriks
augmentasi (A|b) untuk mengubah matriks A menjadi dalam bentuk baris eselon yang
tereduksi.

2.3.1 Kelebihan dan Keuntungan :


Mengubah sistem persamaan linier yang ingin dihitung menjadi matriks
augmentasi. merupakan variasi dari eliminasi gauss dengan kebutuhan dapat
mgenyelesaikan matriks invers.

2.3.2 Perhitungan Nilai X1, X2, dan X3 dengan Metode Gauss Elimination
Diketahui Persamaan:

2X1 + 4X2 + X3 = -11


-X1 + 3X2 - 2 X3 = -16
2X1 – 3X2 + 5X3 = 21

Penyelesaian Merubah Persamaan ke dalam bentuk Matriks

Buat ke dalam bentuk matriks.


2 4 1 −11
(−1 3 −2) (−16)
2 −3 5 21

1 7 −1 −27
1. B1= b1 + b2 (−1 3 −2) (−16)
2 −3 5 21

8
1 7 −1 −27
2. B2= b2 + b1 (0 10 −3) (−43)
2 −3 5 21
1 7 −1 −27
3. B3= b3 - 2b1 (0 10 −3) (−43)
0 −17 7 75

1 7 −1 −27
4. B2= b2 . 1/10 (0 1 −3/10) (−43/10)
0 −17 7 75

1 7 −1 −27
3 43
5. B3= b3 +17b2 (0 1 − 10) ( − 10 )
19 19
0 0 10 10

1 7 −1 −27
19
6. B3= b3 /10 (0 1 −3/10) (−43/10)
0 0 1 1

1 7 −1 −27
3
7. B2= b2 + 10b3 (0 1 0) ( −4 )
0 0 1 1

1 0 −1 1
8. B1= -7b2 + b1 (0 1 0) (−4)
0 0 1 1

1 0 0 2
9. B1= b3 + b1 (0 1 0) (−4)
0 0 1 1

Jadi, Nilai X1, X2, X3:

X1 = 2

X2 = -4

X3 = 1

9
2.3.3. Diagram Alir Eliminasi Gauss Jordan

MULAI

INPUT DATA MATRIKS


A11, A12, A13, A21, A22, A23, A31, A32, A33

HITUNG PERUBAHAN ELEMEN MATRIKS BARIS PERTAMA


A11=1; A12=0: A13=0

HITUNG PERUBAHAN ELEMEN MATRIKS BARIS KEDUA


A21=0; A22=1: A23=0

HITUNG PERUBAHAN ELEMEN MATRIKS BARIS KETIGA


A31=0; A32=0; A33=1

HITUNG NILAI X3

HITUNG NILAI X2

HITUNG NILAI X1

SELESAI

10
2.4. Aplikasi Pemrograman Python
Python adalah bahasa pemrograman interpretatif multiguna dengan filosofi
perancangan yang berfokus pada tingkat keterbacaan kode. Python diklaim sebagai bahasa
yang menggabungkan kapabilitas, kemampuan, dengan sintaksis kode yang sangat jelas, dan
dilengkapi dengan fungsionalitas pustaka standar yang besar serta komprehensif.

Gambar 1. Tampilan Aplikasi Python

Langkah membuat suatu program dengan Python :

1. Klik FILE
2. Pilih NEW FILE atau CTRL+N
3. Isi lembar kerja yang sudah tersedia
4. Setelah selesai mengisinya, file harus di save dengan cara Klik FILE lalu pilih SAVE
atau CRTL+S
5. Kemudian untuk Run Program dengan cara Klik RUN lalu pilih RUN MODULE

Gambar 2. Tampilan Lembar Kerja Python

11
2.4.1 Perhitungan Nilai X1,X2, X3 dengan Metode Eliminasi Gauss Jordan Pada
Program Python 3.7.4

print("Mencari Nilai X1,X2,X3 dengan Metode Eliminasi Gauss")


print("Input Matriks")
a=int(input("nilai A= "))
b=int(input("nilai B= "))
c=int(input("nilai C= "))
d=int(input("nilai D= "))
e=int(input("nilai E= "))
f=int(input("nilai F= "))
g=int(input("nilai G= "))
h=int(input("nilai H= "))
i=int(input("nilai I= "))

#Mencari Nilai X1, X2, X3


print("Mencari Nilai X1, X2, X3")
print("Nilai b")
b1=int(input("nilai B1= "))
b2=int(input("nilai B2= "))
b3=int(input("nilai B3= "))

#Eliminasi gauss
print("Mencari Eliminasi Gaus")
print('B1=│',a,'',b,'',c,'│',b1,'│')
print('B2=│',d,'',e,'',f,'│',b2,'│')
print('B3=│',g,'',h,'',i,'│',b3,'│')
print("---------------------------")

#Untuk Nilai B1=b1+b2


a=(a+d)
b=(b+e)

12
c=(c+f)
b1=(b1+b2)

#Langka 1
print("Langka 1 buat B1=b1+b2")
print('B1=│',a,'',b,'',c,'│',b1,'│')
print('B2=│',d,'',e,'',f,'│',b2,'│')
print('B3=│',g,'',h,'',i,'│',b3,'│')
print("---------------------------")

#Untuk Nilai B2=b2+b1


d=(d+a)
e=(e+b)
f=(f+c)
b2=(b2+b1)

#Langka 2
print("Langka 2 buat B2=b2+b1")
print('B1=│',a,'',b,'',c,'│',b1,'│')
print('B2=│',d,'',e,'',f,'│',b2,'│')
print('B3=│',g,'',h,'',i,'│',b3,'│')
print("---------------------------")

#Untuk Nilai B3=b3-2.b1


g=(g-(2*a))
h=(h-(2*b))
i=(i-(2*c))
b3=(b3-(2*b1))

#Langka 3
print("Langka 3 buat B3= b3-2.b1")
print('B1=│',a,'',b,'',c,'│',b1,'│')
print('B2=│',d,'',e,'',f,'│',b2,'│')
print('B3=│',g,'',h,'',i,'│',b3,'│')

13
print("---------------------------")

#Untuk Nilai B2=b2/10


d=(d/10)
e=(e/10)
f=(f/10)
b2=(b2/10)

#Langka 4
print("Langka 4 buat B2= b2/10")
print('B1=│',a,'',b,'',c,'│',b1,'│')
print('B2=│',d,'',e,'',f,'│',b2,'│')
print('B3=│',g,'',h,'',i,'│',b3,'│')
print("---------------------------")

#Untuk Nilai B3=b3+17*b2


g=(g+(17*d))
h=(h+(17*e))
i=(i+(17*f))
b3=(b3+(17*b2))

#Langka 5
print("Langka 5 buat B3= b3+17.b2")
print('B1=│',a,'',b,'',c,'│',b1,'│')
print('B2=│',d,'',e,'',f,'│',b2,'│')
print('B3=│',g,'',h,'',i,'│',b3,'│')
print("---------------------------")

#Untuk Nilai B3=b3/1.9


g=(g/1.9)
h=(h/1.9)
i=(i/1.9)
b3=(b3/1.9)

14
#Langka 6
print("Langka 6 buat B3= b3/1.9")
print('B1=│',a,'',b,'',c,'│',b1,'│')
print('B2=│',d,'',e,'',f,'│',b2,'│')
print('B3=│',g,'',h,'',i,'│',b3,'│')
print("---------------------------")

#Untuk Nilai B2=b2+(b3*0,3)


d=(d+(g*0.3))
e=(e+(h*0.3))
f=(f+(i*0.3))
b2=(b2+(b3*0.3))

#Langka 7
print("Langka 7 B2=b2+(b3*0,3)")
print('B1=│',a,'',b,'',c,'│',b1,'│')
print('B2=│',d,'',e,'',f,'│',b2,'│')
print('B3=│',g,'',h,'',i,'│',b3,'│')
print("---------------------------")

#Untuk Nilai B1=-7*b2+b1


a=((-7*d)+a)
b=((-7*e)+b)
c=((-7*f)+c)
b1=((-7*b2)+b1)

#Langka 8
print("Langka 8 buat B1=b1-1.1*b3")
print('B1=│',a,'',b,'',c,'│',b1,'│')
print('B2=│',d,'',e,'',f,'│',b2,'│')
print('B3=│',g,'',h,'',i,'│',b3,'│')
print("---------------------------")

#Untuk Nilai B1=b3+b1

15
a=(g+a)
b=(h+b)
c=(i+c)
b1=(b3+b1)

#Langka 9
print("Langka 9 buat B2=b2+0.3*b3")
print('B1=│',a,'',b,'',c,'│',b1,'│')
print('B2=│',d,'',e,'',f,'│',b2,'│')
print('B3=│',g,'',h,'',i,'│',b3,'│')
print("---------------------------")

#Mencari nilai X1, X2, X3


print("Nilai x1,x2,x3 Menggunakan Eliminasi Gauss")
print("Nilai x1,x2,x3 di dapat hasil Eliminasi Gauss Jordan")
x1=round(b1)
print("x1=",x1," ")

x2=round(b2)
print("x2=",x2," ")

x3=round(b3)
print("x3=",x3," ")
print("---------------------------")

16
Gambar Script Program:

17
18
19
20
2.3.2 Hasil Ran Program Perhitungan SPL ELiminasi Gauss Jordan

Python 3.7.4 (tags/v3.7.4:e09359112e, Jul 8 2019, 20:34:20) [MSC v.1916 64 bit


(AMD64)] on win32

Type "help", "copyright", "credits" or "license()" for more information.

>>>

21
RESTART: D:\PASCA SARJANA\TUGAS METODE NUMERIK\tugas
4\Denny Paat - TUGAS 4 GAUSS Jordan.py

Mencari Nilai X1,X2,X3 dengan Metode Eliminasi Gauss

Input Matriks

nilai A= 2

nilai B= 4

nilai C= 1

nilai D= -1

nilai E= 3

nilai F= -2

nilai G= 2

nilai H= -3

nilai I= 5

Mencari Nilai X1, X2, X3

Nilai b

nilai B1= -11

nilai B2= -16

nilai B3= 21

Mencari Eliminasi Gaus

B1=│ 2 4 1 │ -11 │

B2=│ -1 3 -2 │ -16 │

B3=│ 2 -3 5 │ 21 │

---------------------------

22
Langka 1 buat B1=b1+b2

B1=│ 1 7 -1 │ -27 │

B2=│ -1 3 -2 │ -16 │

B3=│ 2 -3 5 │ 21 │

---------------------------

Langka 2 buat B2=b2+b1

B1=│ 1 7 -1 │ -27 │

B2=│ 0 10 -3 │ -43 │

B3=│ 2 -3 5 │ 21 │

---------------------------

Langka 3 buat B3= b3-2.b1

B1=│ 1 7 -1 │ -27 │

B2=│ 0 10 -3 │ -43 │

B3=│ 0 -17 7 │ 75 │

---------------------------

Langka 4 buat B2= b2/10

B1=│ 1 7 -1 │ -27 │

B2=│ 0.0 1.0 -0.3 │ -4.3 │

B3=│ 0 -17 7 │ 75 │

---------------------------

Langka 5 buat B3= b3+17.b2

B1=│ 1 7 -1 │ -27 │

B2=│ 0.0 1.0 -0.3 │ -4.3 │

23
B3=│ 0.0 0.0 1.9000000000000004 │ 1.9000000000000057 │

---------------------------

Langka 6 buat B3= b3/1.9

B1=│ 1 7 -1 │ -27 │

B2=│ 0.0 1.0 -0.3 │ -4.3 │

B3=│ 0.0 0.0 1.0000000000000002 │ 1.000000000000003 │

---------------------------

Langka 7 B2=b2+(b3*0,3)

B1=│ 1 7 -1 │ -27 │

B2=│ 0.0 1.0 5.551115123125783e-17 │ -3.999999999999999 │

B3=│ 0.0 0.0 1.0000000000000002 │ 1.000000000000003 │

---------------------------

Langka 8 buat B1=b1-1.1*b3

B1=│ 1.0 0.0 -1.0000000000000004 │ 0.9999999999999929 │

B2=│ 0.0 1.0 5.551115123125783e-17 │ -3.999999999999999 │

B3=│ 0.0 0.0 1.0000000000000002 │ 1.000000000000003 │

---------------------------

Langka 9 buat B2=b2+0.3*b3

B1=│ 1.0 0.0 -2.220446049250313e-16 │ 1.999999999999996 │

B2=│ 0.0 1.0 5.551115123125783e-17 │ -3.999999999999999 │

B3=│ 0.0 0.0 1.0000000000000002 │ 1.000000000000003 │

Nilai x1,x2,x3 Menggunakan Eliminasi Gauss

Nilai x1,x2,x3 di dapat hasil Eliminasi Gauss Jordan

24
x1= 2

x2= -4

x3= 1

---------------------------

>>>

25
 Gambar Script Program:

26
27
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Penyelesaian operasi matriks berupa perhitungan untuk memperoleh nilai X1,X2,X3
dapat dilakukan dengan menggunakan Python. Pembuatan program diawali dengan mengubah
bentuk persamaan menjadi matriks, dan langkah-langkah perhitungan dicantumkan pada bagan
alir.

3.2 Saran
1. Dalam melakukan perhitungan nilai X1, X2, X3 seperti dalam pembahasan, diperlukan
beberapa metode pembanding agar supaya nilai tersebut dapat diperoleh dengan tepat
2. Untuk membuat program yang menjalankan suatu fungsi tertentu, kita perlu memahami
logika pemrograman dari fungsi yang akan kita jadikan program. Fungsi utama tersebut
kita menguraikan menjadi fungsi-fungsi lebih kecil yang bisa diterjemahkan ke dalam
bahasa pemrograman Python. Oleh karena itu, membuat diagram alir dari logika
pemrograman fungsi yang akan kita buat programnya sangatlah penting.

28
DAFTAR PUSTAKA

- Alatas,Husin.Buku Pelengkap Fisika Matematika.Derpartemen Fisika FMIPA


Institut Pertanian Bogor
- Munir, R. 2003. Metode Numerik. Informatika. Bandung.
- https://www.scribd.com/document/428007843/Cramer-s-Rule-Dan-Gauss-Elimination
- Abdul Kadir Ir., Dasar Pemrograman Python, Andi Offset, Yogyakarta, 2005
- Mada Sanjaya WS, Ph.D. ,Metode Numerik Berbasis Python, Gava Media,
Yogyakarta, 2015

29