Anda di halaman 1dari 2

PENANGANAN

HIPEREMESIS GRAVIDARUM
No. Dokumen No. Revisi Halaman
02 1/2
Disahkan,
PROSEDUR Direktur Rumah Sakit Ibu Dan Anak Harapan
Tanggal terbit
TETAP Bunda
24 Juni 2018
Dr. Surti Padmini
Pengertian Muntah yang berlebihan dalam kehamilan yang menyebabkan terjadinya
efek sistemik, dehidrasi dan penurunan berat badan ≥ 5%

Tujuan Agar pasien dengan hiperemesis gravidarum mendapat penanganan


yang optimal

Kebijakan Pelayanan Medik di RSIA Harapan Bunda berpedoman pada :


 STD, Yan Med dari Depkes RI yang telah disahkan oleh Direktur
RSB Hrpan Bunda
 STD, Yan Med yang disusun oleh SMF RSB Harapan Bunda
 STD, obat di RSB Harapan Bunda
Prosedur 4. Kriteria Diagnosis
4.1. Anamnesa :
4.1.1. Terlambat haid
4.1.2. Mual dan Muntah yang berlebihan
4.2. Pemeriksaan Fisik :
4.2.1. Tanda-tanda kehamilan
4.2.2. Tanda-tanda dehidrasi
4.3. Pemeriksaan Penunjang :
4.3.1. Urinalisa lengkap
4.3.2. Gula darah
4.3.3. Elektrolit
4.3.4. Fungsi hati
4.3.5. Fungsi ginjal
4.3.6. USG : menilai dan memastikan kehamilan
5. Diagnosa Banding
5.1. Kehamilan kembar
5.2. Penyakit trofoblas
4. Penanganan
4.1. Atasi dehidrasi dan ketosis
4.2. Infus Dekstrosa 5% + B kompleks IV
4.3. Lanjutkan dengan infus yang mempunyai komposisi kalori dan
elektrolit yang memadai seperti : KaEN Mg3, Trifuchsin,dll
4.4. Atasi defisit asam amino

Prosedur 4.5. Atasi defisit elektrolit


4.6. Balance cairan ketat hingga tidak dijumpai lagi ketosis dan
defisit elektrolit.
4.7. Berikan obat anti muntah, seperti :metoclopropamid
4.8. Berikan dukungan psikologis
PENANGANAN
HIPEREMESIS GRAVIDARUM
No. Dokumen No. Revisi Halaman
02 2/2
Disahkan,
PROSEDUR Direktur Rumah Sakit Ibu Dan Anak Harapan
Tanggal terbit
TETAP Bunda
24 Juni 2018
Dr. Surti Padmini
4.9. Nutrisi peroral diberikan bertahap dan jenis yang diberikan
sesuai apa yang dikehendaki pasien (prinsip utama adalah pasien
masih dapat makan) dengan porsi seringan mungkin dan baru
ditingkatkan bila pasien merasa lebih baikan
4.10.Perhatikan pemasangan kateter infus untuk sering diberikan
salep heparin karena cairan infus yang diberikan relatif pekat.
4.11.Infus dilepaskan bila kondisi pasien benar-benar telah segar dan
dapat makan dengan porsi wajar (lebih baik lagi bila telah
dibuktikan dengan hasil laboratorium telah normal) dan obat
peroral telah diberikan beberapa saat sebelum infus dilepas

5. Perawatan RS : pasien perlu segera dirawat bila ;


5.1. Semua yang dimakan dan diminum dimuntahkan, apalagi bila
telah berlangsung lama
5.2. Berat badan turun lebih dari 1/10 dari berat badan normal
5.3. Dehidrasi yang ditandai dengan turgor yang kurang dan lidah
kering
5.4. Adanya keton dalam urin
6. Konsultasi : Spesialis Penyakit Dalam
7. Penyulit : Dehidrasi, gangguan fungsi hepar, ensefalopati wernicke
8. Informed Consent : diperlukan untuk tindakan medis dan invasif
9. Lama perawatan : tergantung penyulit yang ada

Unit Terkait 1. UGD


2. SMF Bedah
3. Rekam Medik
4. Komite Medik