Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN PRAKTIKUM HISTOLOGI JANTUNG,

PEMBULUH DARAH DAN LIMFE

Nama : Fira Ristanti


NIM : 018.06.0078
Kelompok : 4 Sesi 2
Modul : Kardiovaskular dan Respirasi 1
Dosen : Rusmiatik, S.Si, M.Biomed
dr. Rizki Mulianti, S.Ked.

LABORATORIUM TERPADU 1
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM AL-AZHAR MATARAM
2017/2018
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Jantung adalah salah satu organ vital yang dimiliki makhluk hidup.
Jantung berperan penting dalam kehidupan manusia terutama bagi sistem
peredaraan darah pada tubuh manusia. Jantung berfungsi sebagai pompa yang
memberi tekanan pada darah untuk menghasilkan gradien tekanan yang di
butuhkan untuk mengalirkan darah keseluruh jaringan seperti semua cairan, darah
mengalir menuruni gradien tekanan dari daerah dengan tekanan tinggi ke daerah
dengan tekanan rendah. Selain jantung pembuluh darah juga merupakan salah
satu bagian penting dalam sistem peredaraan darah. Pembuluh darah merupakan
saluran untuk mengarahkan dan menyebarkan darah dari jantung ke semua
bagian tubuh dan kemudian dikembalikan ke jantung. Pembuluh darah terkecil
dirancang otot untuk pertukaran cepat bahan-bahan antara sel sekitar dengan
darah di dalam pembuluh.

Praktikum kali ini membahas tentang jaringan pada jantung, pembuluh


darah dan limfe, terdapat 7 preparat yang di gunakan untuk melalukan
pengamatan pada praktikum histologi kali ini . Adapun preparat yang akan di
amati yaitu jaringan otot jantung dan serat purkinje ( Cardiac muscle and purkinje
fibers), arteri dan vena (Artery and vein), aorta (Aorta), katup atrioventrikel (
Vulvula atrioventrikel) dan limfe (Lymphnode)
1.2 Tujuan Praktikum
1. Mahasiswa mampu mengetahui dan mengidentifikasi jaringan jaringan pada
jantung, pembuluh darah dan limfe
2. Mahasiswa mampu menyebutkan bagian-bagian pada jaringan jantung,
pembuluh darah dan limfe

1.3 Manfaat praktikum


1. Dapat mengetahui susunan jaringan jaringan pada jantung, pembeuluh darah
dan limfe
2. Dapat mengetahui bagian-bagian dari jaringan jaringan pada jantung,
pembuluh darah dan limfe

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tinjauan pustaka


Jantung, Pembuluh Darah dan Limfe
Sistem kardiovaskuler merupakan sistem sirkulsi darah yang terdiri dari jantung,
komponen darah dan pembuluh darah yang berfungsi memberikan dan mengalirkan
suplai oksigen dan nutrisi keseluruh jaringan tubuh yang di perlukan dalam proses
metabolisme tubuh. Sistem kardiovaskuler memerlukan banyak mekanisme yang
bervariasi agar fungsi regulasinya dapat merespons aktivitas tubuh, salah satunya
adalah meningkatkan aktivitas suplai darah agar aktivitas jaringan dapat terpenuhi.
Pada keadaan berat, aliran darah tersebut, lebih banyak di arahkan pada organ-organ
vital seperti jantung dan otak yang berfungsi memlihara dan mempertahankan sistem
sirkulasi itu sendiri. Bukannya hanya jantung yang sangat berperan dalam sistem
kardio vascular tetapi terdapat pembuluh darah dan limfe. Pembuluh darah berfungsi
mengangkut dan mendistribusikan darah yang di pompa oleh jantung. Limfe
berfungsi mengatur kelebihan cairan untuk di kembalikan ke sistem peredaraan darah.
Bagaian-bagian yang terpenting dalam sistem kardiovaskuler yaitu ;
1. Jantung
Jantung adalah salah satu organ vital dalam tubuh yang memliki peran penting bagi
salah satu sistem dalam tubuh yaitu sistem peredaraan darah atau kardiovaskular..
Jantung berperan sebagai pompa yang member tekanan pada darah untuk
menghasilkan gradien tekanan yang di bututhkan untuk mengalirkan darah ke
jaringan. Seperti semua cairan, daerah mengalir menururni gradient tekanan dari
daerah dengan tekanan tinggi ke daerah tekanan rendah. Jantung terletak di rongga
toraks ( dada) sekitar garis tengah antara sternum ( tulang dada) di sebelah anterior
dan vertebra ( tulang belakang) di posterior.
Jantung terdiri atas beberapa bagian dengan fungsinya masing-masing yaitu:
1. Atrium Kanan
Berfungsi menerima darah yang rendah O2 dari seluruh tubuh
2. Atrium Kiri
Berfungsi menerima darah yang kaya O2 dari kedua paru
3. Ventrikel Kanan
Berfungsi menerima darah dari atrium kanan dan memompa darah ke
arteri pulmonalis
4. Ventrikel Kiri
Berfungsi menerima darah dari atrium sinistra dan memompa darah ke
aorta

5. Atrioventrikular, katup yang memisahkan atrium dan ventrikel. Katup ini


berfungsi memungkinkan darah mengalir dari masing-masing atrium ke
ventrikel.
Katup atrioventrikular dibagi menjadi 2 yaitu :
Katup Mitralis (Bikuspidalis), terdiri atas 2 daun katup yang
memisahkan antara atrium kiri dengan ventrikel kiri.
Katup Trikuspidalis, terdiri atas 3 daun katup yang memisahkan antara
atrium kanan dengan ventrikel kanan.
6. Semilunaris, katup yang memisahkan arteri pulmonalis dan aorta dari
ventrikel. Katup ini memungkinkan darah mengalir dari masing-masing
ventrikel ke arteri pulmonalis. Katup semilunaris dibagi menjadi 2 yaitu :
Katup Semilunaris Pulmonalis, katup yang memisahkan antara ventrikel
kanan dengan arteri pulmonalis.
Katup Semilunaris Aorta, katup yang memisahkan antara ventrikel kiri
dengan aorta.
7. Vena Cava Superior dan Inferior
Berfungsi menerima darah dari bagian atas jantung dan yang lain dari
bagian di bawah jantung. Darah yang mengalir ini mengandung sedikit O2
dan banyak CO2.
8. Vena Pulmonalis
Berfungsi menerima darah kedua paru. Darah yang mengalir mengandung
banyak O2.
9. Aorta
Berfungsi membawah darah menjauhi ventrikel menuju seluruh tubuh.
10. Arteri Coronaria
Pembuluh darah pada dinding jantung yang berfungsi memberi nutrisi pada
otot jantung.
11. Ateri Pulmonaris
Berfungsi membawa darah menuju paru-paru.

Gambar anatomi jantung


2. Pembuluh Darah
Pembuluh darah merupakan saluran untuk mengarahkan dan menyebarkan darah
dari jantung ke semua bagian tubuh dan kemudian dikembalikan ke jantung.
Pembuluh darah terkecil di rancang untuk pertukaraan cepat bahan-bahan antar sel
sekitar dengan darah di dalam pembuluh. Pembuluh darah terdiri atas
arteri,arteriol,kapiler,venula dan vena.
1. Fungsi arteri adalah untuk mentranspor darah ke jaringan di bawah tekanan yang
tinggi. Oleh karena alasan inilah, arteri mempunyai dinding pembuluh darah yang
kuat, dan darah mengalir dengan kecepatan tinggi di arteri.
2. Arteriol merupakan cabang-cabang kecil terakhir sistem arteri;dan berfungsi
sebagai saluran kendali untuk menentukan dan berfungsi sebagai saluran kendali
untuk menentukan darah yang akan dilepaskan ke kapiler. Arteriol memiliki dinding
otot yang kuat sehingga dapat menutup arteriol secara total, atau dengan berelaksasi
dapat mendilatasi pembuluh hingga beberapa kali lipat, sehingga mempunyai
kemampuan besar untuk mengubah aliran darah di tiap jaringan sebagai respons
terhadap kebutuhannya.
3. Fungsi kapiler adalah untuk pertukaran cairan, zat makanan, elektrolit, hormon,
dan bahan-bahan lainnya antara darah dan cairan interstisial. Untuk dapat melakukan
peran ini, dinding kapiler bersifat sangat tipis dan memiliki banyak pori-pori kapiler
kecil, yang permeabel terhadap air dan zat bermolekul kecil lainnya
4. Venula mengumpulkan darah dari kapiler dan secara bertahap bergabung menjadi
vena yang semakin besar.
5. Vena berfungsi sebagai saluran untuk mengangkut darah dan venula kembali ke
jantung; sama pentingnya, vena berperan sebagai penampung utama darah ekstra.
Oleh karena tekanan di sistem vena sangat rendah, dinding vena sangat tipis.
Meskipun demikian, dindingnya mempunyai otot yang cukup untuk dapat
berkontraksi atau melebar, dan dengan demikian dapat berperan sebagai penampung
darah ekstra yang dapat dikendalikan, baik dalam jumlah kecil atau besar, bergantung
pada kebutuhan sirkulasi.
Gambar Bagian Pembuluh Darah

3. Pembuluh Limfe
Sistem limfe adalah kelebihan cairan yang tersaring keluar akibat
ketidakseimbangan filtrasi dan reabsorpsi. Sistem limfe berperan menyerap dan
mengangkut air hujan yang berlebihan sehinggga tidak terjadi penumpukan dan
banjir. Pembuluh-pembuluh limfe halus dan buntu yang dikenal sebagai pembuluh
limfe awal yang merambah hamper semua jaringan di tubuh.Pembuluh-pembuluh
limfe awal kemudian menyatu membentuk pembuluh limfe yang semakain besar,
yang akhirnya bermuara ke dalam sistem vena di dekat tempat darah memasuki
atrium kanan. Salah satu fungsi dari sistem limfe yaitu pertahanan terhadap penyakit,
cairan limfe mengalir melewati kelenjar limfe (limfonodus) yang terletak di dalam
sistem limfe. Lewatnya cairan ini melalui limfonodus adalah suatu aspek penting
mekanisme pertahanan tubuh terhadap penyakit. Sebagai contoh, bakteri yang di
serap dari cairan interstisium di hancurkan oleh fagosit khusus dalam kelenjar limfe.
BAB III
METODELOGI
3.1 Waktu dan tempat praktikum
Hari/tanggal : Sabtu, 8 Desember 2018
Waktu : 14:40 s/d selesai
Tempat :laboratorium terpadu 1 Fakultas Kedokteran Universitas Islam
Al-Azhar Mataram.
3.1 Alat dan Bahan
1. Mikroskop binokuler Olympus CX22
2. Preparat Histologi dasar
 29. Cardiac muscle and purkinje fibers
 35. Artery and vein
 36. Artery and vein
 37. Aorta
 38. Aorta
 40. Lymphnode
 6. Valvula Atrioventrikel
3. Pembersih lensa
3.3 Cara Kerja
1) Siapkan alat dan bahan yang telah di sediakan di laboratorium terpadu 1
2) Periksa keadaan mikroskop yang akan di gunakan, cek pencahayaan, lensa
okuler dan binokulernya.
3) Siapkan preparat histologi yang telah di sediakan .
4) Mula-mula lihat jaringan epitel dan jaringan ikat dengan pembesaran lemah
(10x4) kemudian ( 10x10) setelah itu ke perbesaran yang lebih kuat ( 10 x 40)
5) Dokumentasikan hasil pengamatan
6) Buat laporan sementaranya dengan memakai pedoman pada atlas histologi
yang telah di siapkan.
7) Rapikan seluruh alat dan bahan setelah selesai di gunakan.
3.4 Hasil Pengamatan

N o : 5 Cardiac muscle and purkinje fiber s

Gambar :

Keterangan
1 .
2 .
3 .
No : 35 A r t e r y a n d V e i n

Gambar :

Keterangan
1 .
2 .
N o : 3 5 A r t e r y a n d V e i n

Gambar :

Keterangan
1 .
2 .
3 .
N o : 1 A r t e r y a n d V e i n

Gambar :

Keterangan
1 .
2 .
3 .
N o : 3 6 A e r t e r y a n d V e i n

Gambar :

Keterangan
1 .
2 .
N o : 3 7 A o r t a

Gambar :

Keterangan
1 .
N o : 4 A o r t a

Gambar :

Keterangan
1 .
N o : 8 L y m p h n o d e

Gambar :

Keterangan
1
N o : 6 V a l v u l a v e n t r y c e l

Gambar :

Keterangan
1 .
BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Pembahasan Hasil Pengamatan


Otot Jantung dan Serat Purkinje
Serat otot jantung (cardiaomyofibra) berbentuk slindris. Serat ini terutama
terdapat di dnding dan sekat jantung, dan dinding pembuluh darah besar yang melekat
pada jantung ( aorta dan trunkus pulmonalis ). Seperti otot rangka, serat otot jantung
memperlihatkan cross-striation yang jelas karena filamen aktin dan myosin tersusun
teratur. Pemeriksaan dengan mikroskop elektron memperlihatkan adanya stria A, stria
I, linea Z (telophragma) dan unit sarkomer berulang.
Ujung terminal serat otot jantung yang berdekataan membentuk complexus
junctionalis atau disebut diskus interkalaris. Diksus ini adalah tempat perlekatan
khusus yang menyilang sel-sel jantung pada interval yang tidak teratur dengan pola
seperti tangga.
Dari gambar ini memperlihatkan potongan jantung yang di pulas.
Otot jantung terdiri dari kumpulan sel-sel otot yang memiliki banyak pembuluh darah
berupa kapiler, arteriol dan venula. Terdapat serat purkinje berupa potongan
memanjang atau melintang, pada beberapa potongan melintang tampak nukleus. Serat
purkinje terletak di bawah endokardium, endotel yang terdapat di rongga jantung serat
purkinje berbeda dengan serat otot jantung.
.
Arteri dan Vena
A. Arteri
Arteri terdapat tiga jenis di dalam tubuh yaitu arteri elastik (arteria elastotypica),
arteri muscular (arteria myotypica) dan arteriol (arteriola). Arteri yang keluar dari
jantung untuk menyalurkan darah yang mengandung oksigen memebentuk percangan
progresif. Diameter lumen arteri secara berangsur mengecil setiap kali bercabang,
sampai terbantuk pembuluh terkecil yaitu kapiler (vas capillare).
Arteri Elastik (ateria elastotypica) adalah pembuluh paling besar di dalam tubuh
dan mencakup trunkus pulmonalis dan aorta serta cabang-cabag utamanya, arteri
brakiosefalika, karotis komunis, subklavia, vertebralis, pulmonalis, dan iliaka
komunis. Arteri muscular (arterio myotypica), dindidng arteri yang mengandung
banyak serat otot polos. Arteriol ( arteriola) adalah cabang terkeci pada sistem arteri,
arteriola menyalurkan ke pembuluh darah terkecil yaitu kapiler.
Dinding arteri terdiri dari tiga lapisan konsentrik atau tunika. Lapisan terdalam
adalah tunika intima, terdiri dari selapis epitel selapis gepeng di sebut endotel
(endothelium) dan jaringan ikat subendotel (stratum subendotheliale) di bawahnya.
Lapisan tengan adalah tunika media terdiri dari serat otot polos. Lapisan terluar
tunika adventiasia, terdiri dari kolagen tpe I. Dinding sebagian arteri muskular juga
memperlihatkan dua pita serat elastic bergelombang dan tipis. Lamina elastika
interna terletal di antara tunika intima dan tunika media, lapisan ini tidak terlihat
pada arteri kecil.

B. Vena
Kapiler-kapiler menyatu untuk membentuk pembuluh darah yang lebih besar yaitu
venula. Darah vena mula-mula mengalir ke dalam venula postcapillaris kemudian
ke dalam vena yang semakin besar. Vena digolongkan sebagai vena kecil, sedang,
dan besar. Dibandingkan arteri, vena biasanya lebih banyak dan berdinding tipis,
diameter lebih besar, dan memiliki banyak variasi struktural. Vena ukuran-kecil dan
ukuran-sedang, terutama di ekstremitas, memiliki katup (valva). Karena rendahnya
tekanan darah di vena, aliran darah ke jantung di vena berjalan lambat dan bahkan
dapat mengalir balik. Adanya katup di vena membantu aliran darah vena dengan
mencegah aliran balik darah. Ketika darah mengalir menuju iantung, tekanan di vena
mendorong katup terbuka, ketika darah mulai mengalir balik, daun katup menutup
lumen dan mencegah aliran balik darah. Darah vena di antara katup di ekstremitas
mengalir ke arah jantung akibat kontraksi otot yang mengelilingi vena. Katup tidak
terdapat pada vena di SSI vena kava inferior dan superior, dan vena visera.
Perhatikan dindingnya yang tipis dan lumen yang besar. Namun, dinding yang
tipis tampaknya memiliki banyak lapisan sel jika vena terpotong dalam bidang oblik
pada potongan melintang, dinding vena memiliki lapisan sebagai berikut, tunika
intima terdiri atas endotel dan selapis serat kolagen dan elastik halus yang sangat
tipis, yang menyatu dengan jaringan ikat tunika media. Tunika media terdiri atas
selapis tipis otot polos melingkar yang secara longgar terbenam di dalam jaringan
ikat. Pada vena, lapisan ini jauh lebih tipis daripada tunika media arteri. Tunika
adventisi yang terdiri atas suatu lapisan jaringan ikat yang luas. Pada vena, lapisan
ini jauh lebih tebal daripada tunika media.
Sistem Pembuluh Limfe
Sistem limfe terdiri atas kapiler limfe (vas lymphocapillare) dan pembuluh
limfe (vasa lymphatica). Sistem ini mulanya berupa saluran buntu atau kapiler limfe
di dalam jaringan ikat berbagai organ. Pembuluh ini menampung kelebihan cairan
interstisial (limfe) dari jaringan dan mengembalikannya ke darah vena melalui
pembuluh limfe besar, duktus torasikus (ductus thoracicus) dan duktus limfatikus
(ductus lymphaticus) kanan.
Endotel pada kapiler dan pembuluh limfe sangat tipis agar lebih permeabel.
Struktur pembuluh limfe besar mirip vena namun dindingnya lebih tipis. Aliran limfe
di dalam pembuluh limfe mirip dengan aliran darah; yaitu, kontraksi otot rangka
mendorong limfe bergerak maju. Pembuluh limfe juga mengandung lebih banyak
katup (valva lymphatica) untuk mencegah aliran balik limfe. Pembuluh limfe
ditemukan di semua jaringan kecuali di SSP, tulang rawan, tulang dan sumsum
tulang, timus, plasenta, dan gigi.
Pembuluh limfe dapat dikenali dari dindingnya yang sangat tipis. Jika
pembuluh limfe terpotong memanjang, daun katup terlihat di lumennya. Banyak vena
di lengan dan tungkai memiliki katup serupa di dalam lumennya. Di jaringan ikat
ditemukan banyak sel adipose.
BAB V

PENUTUP

5.1. Kesimpulan
Dari hasil pengamatan dan praktikum yang di lakukan dapat di tarik
kesimpulan bahwa dalam sistem sirkulasi terdapat beberapa komponen dengan
penyusunnya masing-masing dan memiliki fungsi yang berebeda-beda.
Komponen dalam sistem sirkulasi yaitu jantung, pembuluh darah, dan pembuluh
limfe. Jantung terdiri atas ventrikel, atrium, katup-katup pada jantung serta vena
dan arteri. Pembuluh darah terdiri atas arteri, arteriol, kapiler, venula dan vena.
Pembuluh limfe terdiri atas pembuluh limfe awal dan katup-katup pada pembuluh
limfe. Dalam praktikum kali ini kompenen jantung yang di amati yaitu otot
jantung dan serat purkinje. Pembuluh darah yang di amati yaitu arteri dan vena,
serta pembuluh limfe.
DAFTAR PUSTAKA

Eroschenko, Victorr P. 2008. Atlas Histologi Difiiore Dengan Korelasi Fungsional


Edisi 11. Amerika : Unated states Of Amerika.
Gartner, Leslie P. 2007.Buku Ajar Berwarna Histologi Edisi 3. China : Saunders
Elsevier.
Macher, Antony L. 2011. Histologi Dasar Junqueira Edisi 12. New York: Mc Graw
Hill Education.
Sherwood, Lauralee. 2012. Fisiologi Manusia Dari Sel Ke Sistem Edisi ke 8.
Australia: Brooks/Cole