Anda di halaman 1dari 3

Apa perbedaan orde lama,orde baru &

reformasi?

Orde Lama telah dikenal prestasinya dalam memberi identitas, kebanggaan


nasional dan mempersatukan bangsa Indonesia. Namun demikian, Orde Lama pula
yang memberikan peluang bagi kemungkinan kaburnya identitas tersebut
(Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945). Beberapa peristiwa pada Orde Lama
yang mengaburkan identitas nasional kita adalah; Pemberontakan PKI pada tahun
1948, Demokrasi Terpimpin, Pelaksanaan UUD Sementara 1950, Nasakom dan
Pemberontakan PKI 1965.

Namun sejarah juga menunjukkan rezim Orde Baru yang dianggap


memberikan perbaikan dan menyelamatkan keadaan bangsa saat itu selama masa
pemerintahannya melakukan pemasungan terhadap hak-hak politik warga negara,
pembangunan memang dapat berjalan dengan cukup baik dimana tingkat
pertumbuhan ekonomi bahkan pernah mencapai 7 % (tujuh persen) namun
keberhasilan itu hanya bersifat semu karena semua pembangunan dibiayai dari
hutang luar negeri yang berakibat timbulnya krisis moneter dan tumbuh sehatnya
Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

Soeharto dan Orde Baru tidak bisa dipisahkan. Sebab, Soeharto melahirkan
Orde Baru dan Orde Baru merupakan sistem kekuasaan yang menopang
pemerintahan Soeharto selama lebih dari tiga dekade. Betulkah Orde Baru telah
berakhir? Kita masih menyaksikan praktik-praktik nilai Orde Baru hari ini masih
menjadi karakter dan tabiat politik di negeri ini. Kita masih menyaksikan aktor-aktor
utama yang melakukan "operasi wajah plastik" masih bercokol di negeri ini.
Perbedaan Orde Baru dan Orde Reformasi secara kultural dan substansi semakin
kabur. Mengapa semua ini terjadi? Salah satu jawabannya, bangsa ini tidak pernah
membuat garis demarkasi yang jelas terhadap Orde Baru. Tonggak awal reformasi
11 tahun lalu yang diharapkan bisa menarik garis demarkasi kekuatan lama yang
korup dan otoriter dengan kekuatan baru yang ingin melakukan perubahan justru
"terbelenggu" oleh faktor kekuasaan dan "operasi plastik" para elite lama."
Perbedaan penerapan presidensiil masa orde
baru dan orde lama?
sebelumnya saya berikan gambaran singkat sejarah

Indonesia menganut sistem presidentil (UUD 1945) namun UUD tersebut dalam
sejarahnya tidak sepenuhnya dijalankan.

1. Periode UUD 1945 pertama (18 Agustus 1945 s.d 27 Desember 1949)
Sistem presidentil belum dilaksanakan sepenuhnya karna situasi mempertahankan
kemerdekaan. Presiden dan Wakil Presiden diangkat oleh PPKI, bukan oleh MPR.
Ada penyimpangan konstitusional yaitu berubahnya sistem presidentil menjadi
kabinet parlementer melalui maklumat pemerintah tanggal 14 November 1945.

2. Periode Republik Indonesia Serikat (RIS) 28 Desember 1949 s.d 17 Agustus 1950
Indonesia menjadi negara Federal Republik Indonesia Serikat.

3. Periode UUDS 1950 (17 Agustus 1950-5 Juli 1959)


Indonesia kembali menjadi negara kesatuan, namun kabinet adalah kabinet
parlementer (bukan presidentil)

4. Dekrit Presiden 5 Juli 1959


Indonesia kembali ke UUD 1945 (ini disebut sebagai Orde Lama)
kesalahan dari penerapan presidentil ini adalah MPRS mengangkat presiden
Soekarno menjadi presiden seumur hidup

5. Supersemar 11 Maret 1966 (dimulainya Orde Baru)


Indonesia mengadakan pemilu untuk mengangkat anggota DPR dan MPR, presiden
dipilih oleh MPR (teoritis UUD 1945 namun kenyataannya lain)

6. Periode Mei 1998 s.d 22 Oktober 1999 disebut masa Pasca Orde Baru (Reformasi)

7. 22 Oktober 1999 sd sekarang (adanya perubahan atau amandemen thd UUD


1945, terakhir amandemen ke empat) Presiden dipilih langsung, kedaulatan di
tangan rakyat (pemilihan langsung) bukan melalui MPR lagi. MPR menjadi lembaga
tinggi (bukan lembaga tertinggi) batasan jabatan presiden, dll