Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH FILSAFAT PENDIDIKAN

“ETIKA”

OLEH :

ANGGOTA KELOMPOK 12:

1. EKA SUSI SUSANTI 14053042


2. WINDA NOVIANA 15035047
3. ATIKA ZAHARI 14053026

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas berkat Limpahan RahmatNyalah


kami bisa menyelesaikan tugas kelompok dari Mata Kuliah Filsafat Pendidikan
tentang “Etika” tepat pada waktunya. Shalawat dan salam kepada Nabi
Muhammad SAW yang telah membawa umatnya dari zaman kebodohan ke
zaman yang berilmu pengetahuan seperti yang kita rasakan seperti saat ini.

Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak
yang telah membantu dalam penyelesaian tugas kelompok ini.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih belum sempurna, maka dari itu
kami mengharapkan adanya saran-saran serta kritik yang bersifat membangun
demi kesempurnaan makalah ini.

Padang, 10 Mei 2016

Penyusun,
DAFTAR ISI

Kata Pengantar..........................................................................................................i
Daftar Isi..................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN ..................................... Error! Bookmark not defined.
A. Latar Belakang ............................................ Error! Bookmark not defined.
B. Rumusan Masalah ....................................... Error! Bookmark not defined.
C. Tujuan Penulisan ......................................... Error! Bookmark not defined.
BAB II PEMBAHASAN ...................................... Error! Bookmark not defined.
A. Pengertian Administrasi Ketatausahaan Sekolah ...... Error! Bookmark not
defined.
B. Proses Administrasi Ketatausahaan Sekolah ............ Error! Bookmark not
defined.
C. Tata Ruang Kantor/Sekolah ........................ Error! Bookmark not defined.
D. Peran Guru Dalam Administrasi Ketatausahaan Sekolah Error! Bookmark
not defined.
BAB III PENUTUP .............................................. Error! Bookmark not defined.
A. Kesimpulan ................................................. Error! Bookmark not defined.
B. Saran ............................................................ Error! Bookmark not defined.
Daftar Pustaka ..................................................... Error! Bookmark not defined.
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Pendidikan berperan mengantarkan suatu bangsa pada satu tujuan mulia


untuk mencerdaskan anak bangsa dan meningkatkan taraf kebudayaan bangsa
tersebut. Salah satu pernyataan mengatakan bahwa “semakin tinggi dan maju
tingkat pendidikan suatu Negara, maka semakin tinggi budaya dan kehidupan
sosial warga Negara tersebut”. Terlepas dari benar tidaknya pernyataan ini, dapat
diambil satu premis bahwa pentingnya pendidikan akan menentukan nasib suatu
bangsa pada suatu waktu yang akan datang. Dengan demikian, tidak ada lagi
tawar-menawar bahwa pendidikan merupakan satu prioritas yang harus
diutamakan dalam rangka pembangunan dan pengembangan suatu bangsa.

Profesi adalah suatu pekerjaan yang dalam melaksanakan tugasnya


memerlukan/ menuntut keahlian, menggunakan teknik-teknik, serta dedikasi yang
tinggi. Ciri-ciri atau kriteria suatu profesi ialah adanya kode etik yang dijadikan
sebagai satu pedoman perilaku anggota berserta sanksi yang jelas dan tegas
terhadap pelanggar kode etik tersebut. Begitu juga dengan guru. Guru memiliki
kode etik karena guru merupakan salah satu profesi yang ada di Indonesia
berdasarkan UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Pasal 1) yang
berbunyi: “Guru adalah pendidikan profesional dengan tugas utama mendidik,
mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta
didik pada jalur pendidikan formal, pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan
menengah”.
Dengan Kode Etik Guru Indonesia dapat menempatkan guru sebagai
profesi terhormat, mulia, dan bermartabat yang dilindungi undang-undang. Maka
dari itu perlu sikap profesional dalam setiap sasaran. Sasaran sikap keprofesional
guru yaitu: Sikap terhadap peraturan perundang-undangan, Sikap terhadap
organisasi profesi, Sikap terhadap teman sejawat, Sikap terhadap anak didik,
Sikap terhadap tempat kerja, Sikap terhadap pemimpin, Sikap terhadap pekerjaan.
Sikap-skap tersebut harus benar-benar dipahami oleh guru karena citra guru yang
berkembang di masyarakat baik. Masyarakat akan melihat bagaimana sikap dan
perbuatan guru itu sehari-hari, apakah memang ada yang patut ditaladani atau
tidak. Bagaimana guru meningkatkan pelayanannya, meningkatkan
pengetahuannya, memberikan arahan dan dorongan kepada anak didiknya, cara
guru berpakaian, berbicara serta bergaul baik dengan siswa, teman-temannya serta
anggota masyarakat, sering menjadi perhatian masyarakat luas.
Di samping itu, bagaimana sikap guru terhadap peraturan perundang-
undangan juga menjadi perhatian masyarakat luas. Apalagi saat ini pemerintah
banyak mengeluarkan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang berhubungan dengan
dunia pendidikan. Kebijaksanaan tersebut menjadi peraturan perundang-undangan
yang wajib ditaati oleh guru, sebab guru merupakan unsur aparatur negara dan
abdi Negara mutlak perlu mematuhi kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah
dalam bidang pendidikan,. Hal ini juga dipertegas dalam kode etik guru butir
Sembilan bahwa Guru melaksanakan segala kebijaksanaan pemerintah dalam
bidang pendidikan (PGRI, 1973). Di sini sikap profesional guru dituntut karena
akan dilihat oleh khalayak banyak. Sehingga guru harus cermat dan bijak dalam
menanggapi berbagai peraturan perundang-undangan yang telah dibuat dan
disahkan oleh pemerintah. Jadi sangatlah jelas bahwa seorang guru harus
menampilkan sikap yang baik/ positif terhadap peraturan perundang-undangan
yang telah dikeluarkan oleh pemerintah.
Guru merupakan pendidik professional dengan tugas utamanya mendidik,
mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta
didik pada jalur pendidikan formal. Sedangkan profesi sendiri suatu pekerjaan
yang dalam melaksanakan tugasnya memerlukan atau menuntut keahlian. Maka
tugas guru akan efektif jika memiliki derajan profesionalitas tertentu yang
tercermin dari kompetensi, kemahiran, kecakapan, atau keterampilan yang
memenuhi standar mutu atau norma etik tertentu.

B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini yaitu sebagai berikut:
1. Apa hakekat etika ?
2. Apa itu etika profesional?
3. Bagaimana kedudukan etika dalam pendidikan dan profesi
kependidikan?

C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini yaitu sebagai berikut:
1. Memenuhi tugas mata kuliah Filsafat Pendidikan
2. Untuk mengetahui bagaimana semestinya etika yang harus dimiliki oleh
seorang guru
3. Untuk mengetahui hakekat dari etika
4. Untuk memahami bagaimana etika profesional
5. Untuk mengetahui kedudukan etika dalam pendidikan dan profesi
kependidikan
BAB II

PEMBAHASAN

A. Hakekat Etika
1. Pengertian Etika
Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”, yang
berarti, karakter, watak, kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Sebagai suatu
subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang dimiliki oleh individu ataupun
kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu
salah atau benar, buruk atau baik.
Etika (ethic) bermakna sekumpulan azas atau nilai yang berkenaan dengan
akhlak, tata cara (adat, sopan santun) nilai mengenai benar dan salah tentang hak
dan kewajiban yang dianut oleh suatu golongan atau masyarakat.
Etika, pada hakikatnya merupakan dasar pertimbangan dalam pembuatan
keputusan tentang moral manusia dalam interaksi dengan lingkungannya. Secara
umum etika dapat diartikan sebagai suatu disiplin filosofis yang sangat diperlukan
dalam interaksi sesama manusia dalam memilih dan memutuskan pola-pola
perilaku yang sebaik-baiknya berdasarkan timbangan moral-moral yang berlaku.
Dengan adanya etika, manusia dapat memilih dan memutuskan perilaku yang
paling baik sesuai dengan norma-norma moral yang berlaku. Dengan demikian
akan terciptanya suatu pola-pola hubungan antar manusia yang baik dan
harmonis, seperti saling menghormati, saling menghargai, tolong menolong, dsb.
Sebagai acuan pilihan perilaku, etika bersumber pada norma-norma moral yang
berlaku. Sumber yang paling mendasar adalah agama sebagai sumber keyakinan
yang paling asasi, filsafat hidup (di negara kita adalah Pancasila), budaya
masyarakat, disiplin keilmuan dan profesi. Dalam dunia pekerjaan, etika sangat
diperlukan sebagai landasan perilaku kerja para guru dan tenaga kependidikan
lainnya. Dengan etika kerja itu, maka suasana dan kualitas kerja dapat diwujudkan
sehingga menghasilkan kualitas pribadi dan kinerja yang efektif, efisien, dan
produktif.
Menurut KBBI : Etika dirumuskan dalam 3 arti yaitu tentang apa yang
baik dan apa yang buruk, nilai yang berkenaan dengan akhlak, dan nilai mengenai
benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.
Menurut Sumaryono (1995) : Etika berkembang menjadi studi tentang manusia
berdasarkan kesepakatan menurut ruang dan waktu yang berbeda, yang
menggambarkan perangai manusia dalam kehidupan manusia pada umumnya.
Selain itu etika juga berkembang menjadi studi tentang kebenaran dan
ketidakbenaran berdasarkan kodrat manusia yang diwujudkan melalui kehendak
manusia.
 Macam-macam Etika
Ada dua macam etika yang harus kita pahami bersama dalam menentukan
baik dan buruknya prilaku manusia :
1) Etika Deskriptif
yaitu etika yang berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan
prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini
sebagai sesuatu yang bernilai. Etika deskriptif memberikan fakta sebagai
dasar untuk mengambil keputusan tentang prilaku atau sikap yang mau
diambil.
2) Etika Normatif
yaitu etika yang berusaha menetapkan berbagai sikap dan pola prilaku
ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup ini sebagai
sesuatu yang bernilai. Etika normatif memberi penilaian sekaligus
memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan
diputuskan.

2. Norma
Norma berasal dari bahasa latin yakni norma, yang berarti penyikut atau
siku-siku, suatu alat perkakas yang digunakan oleh tukang kayu. Dari sinilah kita
dapat mengartikan norma sebagai pedoman, ukuran, aturan atau kebiasaan. Jadi
norma ialah sesuatu yang dipakai untuk mengatur sesuatu yang lain atau sebuah
ukuran. Dengan norma ini orang dapat menilai kebaikan atau keburukan suatu
perbuatan. Tetapi jika tidak adanya norma maka kiranya kehidupan manusia akan
manjadi brutal.

3. Moral

Moral berasal dari bahasa latin yakni mores kata jamak dari mos yang
berarti adat kebiasaan. Sedangkan dalam bahasa Indonesia moral diartikan dengan
susila. Sedangkan moral adalah sesuai dengan ide-ide yang umum diterima
tentang tindakan manusia, mana yang baik dan mana yang wajar. Antara etika dan
moral memang memiliki kesamaan. Namun, ada pula berbedaannya, yakni etika
lebih banyak bersifat teori, sedangkan moral lebih banyak bersifat praktis.
Menurut pandangan ahli filsafat, etika memandang tingkah laku perbuatan
manusia secara universal (umum), sedangkan moral secara lokal. Moral
menyatakan ukuran, etika menjelaskan ukuran itu. Istilah moral senantiasa
mengaku kepada baik buruknya perbuatan manusia sebagai manusia. Inti
pembicaraan tentang moral adalah menyangkut bidang kehidupan manusia dinilai
dari baik buruknya perbutaannya selaku manusia. Norma moral dijadikan sebagai
tolak ukur untuk menetapkan betul salahnya sikap dan tindakan manusia, baik
buruknya sebagai manusia

4. Nilai

Nilai adalah kemampuan yang dipercayai yang ada pada suatu benda untuk
memuaskan manusia. Sifat dari suatu benda yang menyebabkan menarik minat
seseorang atau kelompok. Nilai bersumber pada budi yang berfungsi mendorong
dan mengarahkan (motivator) sikap dan perilaku manusia. Nilai sebagai suatu
sistem merupakan salah satu wujud kebudayaan di samping sistem sosial dan
karya. Nilai adalah sesuatu yang abstrak bukan konkret. Nilai hanya bisa
dipikirkan, dipahami, dihayati. Nilai juga berkaitan dengan cita-cita, harapan,
keyakinan, dan hal-hal yang bersifat batiniah. Menilai berati menimbang, yaitu
kegiatan manusia yang menghubungkan sesuatu dengan sesuatu yang lain untuk
mengambil suatu keputusan.
5. Kebiasaan

Kebiasaan adalah perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama.


Kebiasaan memiliki kekuatan yang lebih besar daripada tata cara, misalnya
memberikan salam pada waktu bertemu, membungkukan badan sebagai tanda
penghormatan kepada orang yang lebih tua. Sanksinya yang akan diterima
bagi pelanggarannya dapat berupa teguran, sindiran, digunjingkan, dan
dicemooh.

6. Aturan

suatu disiplin filosofis yang sangat diperlukan dalam interaksi sesama


manusia dalam memilih dan memutuskan pola-pola perilaku yang sebaik-
baiknya berdasarkan timbangan moral-moral yang berlaku.

B. Etika Profesional

Profesioanal adalah orang yang mempunyai profesi atau pekerjaan purna


waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan suatu keahlian yang
tinggi.

Etika professional adalah seorang yang hidup dengan mempraktekan suatu


keahlian tertentu atau dengan terlibat dalam suatu kegiatan tertentu yang
menentukan keahlian. Kaum professional adalah orang-orang yang memiliki tolak
ukur prilaku yang berada di atas rata-rata. Disatu pihak ada tuntutan dan tantangan
yang sangat berat, tetapi dilain pihak ada suatu kejelasan mengenai pola prilaku
yang baik dalam rangka kepentingan masyarakat. Standar professional yang
tinggi, bisa diharapkan akan tercipta suatu kualitas masyarakat yang semakin baik.

Ciri-ciri professional adalah :

1. Adanya pengetahuan khusus


2. Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi
3. Mengabdi pada kepentingan masyarakat
4. Ada izin khusus untuk bisa menjalankan suatu profesi
5. Kaum professional biasanya menjadi anggota dari suatu organisasi profesi
Prinsip dasar di dalam etika profesi :

1. Tanggung jawab

 Terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasilnya.


 Terhadap dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau
masyarakat pada umumnya.

2. Keadilan
3. Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apa yang
menjadi haknya.
4. Prinsip Kompetensi,melaksanakan pekerjaan sesuai jasa profesionalnya,
kompetensi dan ketekunan
5. Prinsip Prilaku Profesional, berprilaku konsisten dengan reputasi profesi
6. Prinsip Kerahasiaan, menghormati kerahasiaan informasi

Seseorang baru dapat disebut professional jika telah mentaati kode etik
uang telah di tetapkan.

Kode Etik Profesi

Kode etik profesi adalah sistem norma, nilai dan aturan professsional tertulis yang
secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik, dan apa yang tidak benar dan
tidak baik bagi professional. Kode etik menyatakan perbuatan apa yang benar atau
salah, perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari. Tujuan
kode etik yaitu agar professional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada
pemakai atau nasabahnya. Dengan adanya kode etik akan melindungi perbuatan
yang tidak professional.

Fungsi Kode Etik Profesi :


Sumaryono (1995) mengemukakan 3 alasannya yaitu :

 Sebagai sarana kontrol sosial


 Sebagai pencegah campur tangan pihak lain
 Sebagai pencegah kesalahpahaman dan konflik
Kelemahan Kode Etik Profesi : Idealisme terkandung dalam kode etik profesi
tidak sejalan dengan fakta yang terjadi di sekitar para profesional, sehingga
harapan sangat jauh dari kenyataan. Hal ini cukup menggelitik para profesional
untuk berpaling kepada nenyataan dan menabaikan idealisme kode etik profesi.
Kode etik profesi tidak lebih dari pajangan tulisan berbingkai.

Kode Etik Guru Indonesia

Guru Indonesia menyadari bahwa pendidikan adalah bidang


pengabdian terhadap tuhan yang maha esa, bangsa, dan
negara, serta kemanusiaan pada umumnya. Guru Indonesia
yang berjiwa Pancasila dan setia kepada Undang-Undang
dasar 1945, turut bertanggung jawab atas terwujudnya cita-
cita Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17
Agustus 1945. oleh sebab itu, guru Indonesia terpanggil
untuk menunaikan karyanya dengan memedomani dasar-
dasar sbagai berikut:
1. Guru berbakti membimbing peserta didik untuk
membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa
Pancasila.
2. Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran profesional.
3. Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta
didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan
pembinaan.
4. Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang
menunjang berhasilnya proses belajar mengajar.
5. Guru memelihara hubungan dengan orang tua murid dan
masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan
rasa tanggung jawab bersama terhadap pendidikan.
6. Guru secara pribadi dan bersama-sama mengembangkan
dan meningkatkan mutu dan martabat profesinya.
7. Guru memelihara hubungan seprofesinya, semangat
kekeluargaan, dan kesetiakawanan sosial.
8. Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan
mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan
pengabdian.
9. Guru melaksanakan segala kebijakan pemerintah dalam
bidang pendidikan.

C. Kedudukan Etika dalam Pendidikan dan Profesi Kependidikan


Etika dalam profesi sebagai alat pengendali hati nurani /kode etik , oleh
karena itu etika disini merupakan pencerminan ilmiah dalam perilaku manusia
dari sudut norma-norma baik dan buruk.

Kedudukan etika dalam pendidikan dan profesi kependidikan dapat dilihat


dari implementasi nya, yaitu :

1. Tanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan dan hasilnya, terhadap


dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau masyarakat.

2. Keadilan adalah adil dalam berbuat dalam bidang apa saja.

3. Otonomi, menuntut agar setiap kaum proffesional memiliki dan diberik


kebebasan dalam menjalankan profesinya.

4. Menuju profesi yang luar, kedokteran, pengacara, TNI.


BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN
Etika (ethic) bermakna sekumpulan azas atau nilai yang berkenaan
dengan akhlak, tata cara (adat, sopan santun) nilai mengenai benar dan salah
tentang hak dan kewajiban yang dianut oleh suatu golongan atau masyarakat.
Etos bersumber dari pengertian yang sama dengan etika, yaitu sumber-
sumber nilai yang dijadikan rujukan dalam pemilihan dan keputusan perilaku.
Loyalitas didefinisikan sebagai kesetiaaan pada sesuatu dengan rasa cinta,
sehingga dengan rasa loyalitas yang tinggi seseorang merasa tidak perlu
untuk mendapatkan imbalan dalam melakukan sesuatu untuk orang lain.
Etika professional adalah seorang yang hidup dengan mempraktekan
suatu keahlian tertentu atau dengan terlibat dalam suatu kegiatan tertentu
yang menentukan keahlian. Kaum professional adalah orang-orang yang
memiliki tolak ukur prilaku yang berada di atas rata-rata

B. SARAN
Penulis menyadari makalah ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu
saran dan kritik yang membangun kami harapkan demi perbaikan makalah ini
dan semoga makalah ini dapat menjadi khazanah pengetahuan khususnya
bagi penulis dan juga kita semua.
DAFTAR PUSTAKA

Mudlofir, Ali.2012.Pendidik Profesional.PT. Raja Grafindo Persada:Jakarta


Idi, Abdullah.2015.Etika Pendidikan.PT. Raja Grafindo Persada:Jakarta
Rahman, Muhammad.2014.Kode Etik Profesi Guru.Prestasi Pustakaraya: Jakarta