Anda di halaman 1dari 8

SOAL UNBK/UN DASAR-DASAR PENANGKAPAN IKAN

(BU NOVITA SARI)

1. KD NO.36 (Aplikasi, Sulit)


Siswa dapat mendeskripsikan persyaratan tanki-tanki dasar berganda di
kapal

SOAL Paket A
Berdasarkan ketentuan SOLAS 74 tentang persyaratan pemasangan tangki-
tangki dasar berganda pada kapal, untuk kapal dengan ukuran panjang diatas 75
meter (249 kaki) maka pemasangan tangki-tangki dasar berganda diukur dari
A. Sekat kedap air kamar mesin bagian muka sampai sekat pelanggaran
B. sekat di depan kamar mesin sampai dengan sekat kedap depan.
C. Sekat belakang kamar mesin sampai sekat cerut buritan
D. Sekat kamar mesin diteruskan sampai ke sekat ceruk haluan dan sekat ceruk
buritan
E. Sekat ceruk haluan sampai buritan atau sedekat mungkin dengan sekat
tersebut

SOAL Paket B
Berdasarkan ketentuan SOLAS 74 tentang persyaratan pemasangan tangki-
tangki dasar berganda pada kapal, untuk kapal dengan ukuran panjang diatas 50
meter sampai 60 meter (200 kaki) maka pemasangan tangki-tangki dasar
berganda diukur dari …..
A. Sekat kedap air kamar mesin bagian muka sampai sekat pelanggaran
B. Sekat di depan kamar mesin sampai dengan sekat kedap depan.
C. Sekat belakang kamar mesin sampai sekat cerut buritan
D. Sekat kamar mesin diteruskan sampai ke sekat ceruk haluan dan sekat ceruk
buritan
E. Sekat ceruk haluan sampai buritan atau sedekat mungkin dengan sekat
tersebut

SOAL Paket C
Berdasarkan ketentuan SOLAS tentang persyaratan pemasangan tangki-tangki
dasar berganda pada kapal, untuk kapal dengan ukuran panjang 61 meter
sampai 75 meter (249 kaki) maka pemasangan tangki-tangki dasar berganda
diukur dari …..
A. Sekat kedap air kamar mesin bagian muka sampai sekat pelanggaran
B. Sekat di depan kamar mesin sampai dengan sekat kedap depan.
C. Sekat belakang kamar mesin sampai sekat cerut buritan
D. Sekat kamar mesin diteruskan sampai ke sekat ceruk haluan dan sekat
ceruk buritan
E. Sekat ceruk haluan sampai buritan atau sedekat mungkin dengan sekat
tersebut

Ketentuan solas 74, mengenai dasar berganda :


 kapal yg panjangnya 50 meter dan kurang dr 61 meter (200 kaki) harus di
pasanng dasar berganda paling sedikit dari sekat di depan kamar mesin
sampai dengan sekat kedap depan.
 kapal yg panjangnya 61 metr (200 kaki) dan kurang dari 76 m (249 kaki)
harus dipassang dasar berganda paling sedikit dari sekat kamar mesin
diteruskan sampai ke sekat ceruk haluan dan sekat ceruk buritan.
 kapal yg panjang nya 76 m (249 kaki) atau lebih harus dipasang dasar
berganda dr sekat ceruk haluan sampai buritan atau sedekat mungkin dg
sekat tersebut
Kegunaan double bottom adalah
 Bila kapal kandas, masih ada dasar yg kedap air
 Sebagai ruang muatan cair, air tawar, BB, ballast,dll
 Dengan air ballast depan membantu stabilited dan baling-baling kapal.
 Menambah kekuatan melintang kapal.

2. KD NO. 38. (Penalaran, Sulit)


Siswa dapat menghitung pergeseran titik berat akibat dari pemindahan
muatan

SOAL Paket A
1. Sebuah kapal mempunyai berat benaman 7.500 ton titik beratnya terletak 6
meter di atas bidang lunasnya, melakukan pembongkaran bobot sebagai
berikut:
 700 ton dari 3 meter di atas bidang lunasnya
 200 ton dari 4,5 meter di atas bidang lunasnya
 100 ton dari 2,4 meter di atas bidang lunasnya
Kedudukan titik berat kapal setelah muatan selesai dibongkar adalah …..
A. 7,5442
B. 6,4246
C. 6,2451
D. 5,4245
E. 4,4226

Jawaban :
W x KG = ∑M
7500 x 6 = 45000
-700 x 3 = -2100
-200 x 4,5 = -900
-100 x 2,4 = -240
6500 x KG akhir = 41760
KG akhir = 41760 / 6500
KG akhir = 6,4246

SOAL Paket B
2. Sebuah kapal yang berat benamannya 16.000 ton yang titik beratnya pada
saat itu terletak 3,6 meter di atas lunasnya akan memuat sebuah muatan
sebanyak 750 ton sehingga titik berat muatan itu akan terletak 2,7 meter di
atas lunas. Kedudukan titik berat kapal setelah selesai memuat adalah….
A. 3,56
B. 4,60
C. 5,56
D. 6,53
E. 7,26

Jawaban :
W x KG = ∑M
16000 x 3,6 = 57600
750 x 2,7 = 2025
16750 x KG akhir = 59625
KG akhir = 59625 /16750
KG akhir = 3,56

SOAL Paket C
3. Sebuah kapal pada suatu saat mempunyai berat benaman 10.000 ton dan
titik beratnya terletak 7,5 meter di atas lunas, melakukan kegiatan bongkar
dan muat sebagai berikut :
Pemuatan :
700 ton, titik beratnya terletak 4,5 meter di atas lunasnya
500 ton, titik beratnya terletak 3,0 meter di atas lunasnya
300 ton, titik beratnya terletak 2,1 meter di atas lunasnya
450 ton, titik beratnya terletak 2,4 meter di atas lunasnya
Pembongkaran :
600 ton, titik beratnya terletak 2,7 meter di atas lunasnya
800 ton, titik beratnya terletak 4,8 meter di atas lunasnya
400 ton, titik beratnya terletak 3,6 meter di atas lunasnya
Kedudukan titik berat kapal setelah kegiatan muat bongkar adalah….
A. 4,45
B. 5,44
C. 6.35
D. 7.34
E. 8.37

Jawaban :
W x KG = ∑M
10000 x 7,5 = 75000
700 x 4,5 = 3150
500 x 3 = 1500
300 x 2,1 = 630
450 x 2,4 = 1080
-600 x 2,7 = -1620
-800 x 4,8 = -3840
-400 x 3,6 = -1440
10150 x KG akhir = 74460
KG akhir = 74460 / 10150
KG akhir = 7,34

Sumber :
Buku Teks Bahan Ajar Siswa
Paket Keahlian: Nautika kapal penangkap ikan
Judul : Bangunan dan Stabilitas Kapal Perikanan Kelas X NKPI
Penerbit : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Kementrian Pendidikan dan Kedudayaan Republik Indonesia

3. KD NO. 39. (Aplikasi, Sedang)


Diberikan penjelasan tentang pengaruh permukaan bebas di geladak kapal,
siswa dapat menentukan cara untuk mengurangi pengaruh dari permukaan
bebas

SOAL Paket A
1. Pada saat kapal sedang berlayar dengan kondisi tangki-tangki dikapal
setengah penuh, pergerakan rolling dan pitching kapal akan membuat cairan
di dalam tangki bergerak ke arah gerakan kapal.. Efek ini dikenal sebagai
efek permukaan bebas( FREE SURFACE EFFECT). Hal ini akan
mengganggu stabilitas kapal. Permukaan bebas juga dapat terjadi di geladak
karena akumulasi air di dek Untuk menanggulai hal tersebut maka tindakan
yang sebaiknya dilakukan adalah….
A. Pembuatan lubang pembuangan air pada dek kapal
B. Menyiapkan pompa air sewaktu-waktu digunakan
C. Mengurangi kecepatan kapal agar gerakan rolling dan pitching kecil
D. Posisikan kapal pada jalur lurus
E. Penataan muatan pada dek disusun bertingkat keatas

SOAL PAKET B
2. Pada saat kapal sedang berlayar dengan kondisi tangki-tangki dikapal
setengah penuh, pergerakan rolling dan pitching kapal akan membuat cairan
di dalam tangki bergerak ke arah gerakan kapal. Hal ini akan mengganggu
stabilitas kapal yang bisa menyebabkan kapal tenggelan. Efek ini dikenal
sebagai efek permukaan bebas. Untuk menanggulai hal tersebut maka
tindakan yang sebaiknya dilakukan adalah….
A. Memperlebat tangki-tangki cairan
B. Memperbesar volume penampungan tangki cairan
C. Tangki-tangki cairan ditempatkan diatas dek agar mudah dijaga
D. Membagi ruangan tangki dengan memasang sekat-sekat membujur
E. Mengurangi kecepatan kapal untuk memperkecil pergerakan rolling dan
pitching kapal

SOAL PAKET C
3. Pada saat kapal sedang berlayar dengan kondisi tangki-tangki dikapal
setengah penuh, pergerakan rolling dan pitching kapal akan membuat cairan
di dalam tangki bergerak ke arah gerakan kapal.. Efek ini dikenal sebagai
efek permukaan bebas( FREE SURFACE EFFECT). Hal ini akan
mengganggu stabilitas kapal. Permukaan bebas juga dapat terjadi di geladak
karena akumulasi air di dek Untuk menanggulai hal tersebut maka tindakan
yang sebaiknya dilakukan adalah….
A. Pembuatan lubang pembuangan air pada dek kapal
B. Menyiapkan pompa air sewaktu-waktu digunakan
C. Mengurangi kecepatan kapal agar gerakan rolling dan pitching kecil
D. Posisikan kapal pada jalur lurus
E. Penataan muatan pada dek disusun bertingkat keatas

Pembahasan :
Kapal pengangkut ikan hidup adalah merupakan kapal pengangkut yang khusus
digunakan untuk mengangkut ikan-ikan dalam kondisi hidup. Oleh karena itu,
muatan utamanya adalah air dan ikan. Ditinjau dari jenis muatannya, maka
muatan kapal pengangkut ikan hidup dikategorikan sebagai jenis muatan (cair)
liquid. Sifat muatan cair adalah akan selalu berubah bentuk mengikuti bentuk
wadah yang ditempatinya, sehingga titik berat muatan cair akan selalu bergeser.
Kondisi ini dikarenakan muatan cair memiliki permukaan bebas (free surface).
Free surface memiliki efek yang dapat mempengaruhi stabilitas kapal
pengangkut muatan cair. Pergeseran titik berat muatan itulah yang
menyebabkan kapal bermuatan cair menjadi berkurang kestabilannya jika
dibandingkan dengan kapal yang bermuatan padat. Oleh karena itu perlu upaya
untuk mengurangi efek free surface terhadap stabilitas kapal.
Ketika kapal tangki setengah penuh, rolling dan pitching kapal, membuat cairan
di dalam tangki bergerak ke arah gerakan kapal. Efek ini dikenal sebagai efek
permukaan bebas ( FREE SURFACE EFFECT ). Untuk alasan ini, tangki
sebaiknya penuh atau dibagi dengan bulkheads longitudinal yang mengurangi
pengaruh permukaan bebas dan membantu dalam mencegah tenggelamnya
kapal. Permukaan bebas juga dapat terjadi di geladak karena akumulasi air di
dek dan pengaturan untuk menghilangkan air ini
Hal ini dapat membahayakan stabilitas kapal untuk sebagian besar.
Sebagai tambahan, FSE tidak tergantung jumlah cairan dalam tangki, tetapi
tergantung pada lebar tangki. makin banyak sekat membujur (longitudinal
bulkhead) pada sebuah tanki, makin memperkecil FSE yg ditimbulkan oleh
cairan pada tangki tersebut

4. KD NO. 40. (Aplikasi Sedang)


Diberikan beberapa fungsi konstruksi bangunan kapal, siswa dapat
menentukan nama konstruksi kapal tersebut

SOAL Paket A
1. Plat – plat yang disambung menjadi lajur yang terdapat pada badan kapal
biasa disebut dengan:
a. Kulit kapal
b. Refleting
c. Gading
d. Dubling
e. Lunas

SOAL Paket B
2. Bagian kapal yang memiliki keguanaan mencegah kebocoran, memperkuat
melintang kapal setempat disebut :
a. Sekat belakang
b. Sekat pelanggaran
c. Double bottom
d. Lunas
e. Gading

SOAL Paket C
3. Bagian dari kapal yang berjalan melintang di atas dasar berganda (Double
Bottom) yang menghubungkan gading – gading kiri dan kanan adalah
a. Cofferdam
b. Lunas
c. Wrang
d. Gading
e. Double bottom

4. Ruangan yang terdapat diantara 2 wrang terpenuh yang memisahkan 2


macam cairan disebut
a. Sekat kedap air
b. Wrang
c. Sekat pelanggaran
d. Cofferdam
e. Lunas

5. Bagian terbawah dari kapal dan merupakan lajur dasar kapal disebut
a. Lunas
b. Cofferdam
c. Wrang
d. Sekat pelanggaran
e. Sekap kedap air

6. Bagian pada dasar kapal yang dibentuk oleh sekat pelanggaran hingga
sedikit kesekat belakang biasa disebut
a. Bak
b. Double bottom
c. Anjungan
d. Geladak
e. Wrang

7. Tempat untuk mengemudikan kapal, dimana alat – alat navigasi guna


menentukan posisi kapal berada disebut
a. Anjungan
b. Geladak
c. Gading
d. Haluan
e. Wrang
8. Merupakan rangka dari kapal dimana kulit – kulit kapal diletakkan
a. Gading
b. Anjungan
c. Geladak
d. Haluan
e. Bak