Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENGERTIAN AUDITING

 Konrath (2002:5)
“Suatu proses sistematis untuk secara objektif mendapatkan dan mengevaluasi
bukti mengenai asersi tentang kegiatan-kegiatan dan kejadian-kejadian ekonomi
untuk meyakinkan tingkat keterkaitan antara asersi tersebut dan kriteria yang
telah ditetapkan dan mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak-pihak yang
berkepentingan.”

 Sukrisno Agoes
“Suatu pemeriksaan yang dilakukan secara kritis dan sistematis, oleh pihak yang
independen, terhadap laporan keuangan yang telah disusun oleh manajemen,
beserta catatan-catatan pembukuan dan bukti-bukti pendukungnya, dengan tujuan
untuk dapat memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan
tersebut.”

PERBEDAAN AUDITING DAN AKUNTANSI

PERBEDAAN AUDITING AKUNTANSI


SIFAT Analitis Konstruktif
ALASAN Karena pemeriksaannya dilakukan dari Disusun mulai dari :
angka-angka laporan keuangan, di cocokan 1. bukti-bukti pembukuan
dengan : 2. buku harian
1. neraca saldo (trial balance), 3. buku besar dan sub buku
2. buku besar (general ledger), besar
3. buku harian(special journals), 4. neraca saldo
4. bukti-bukti pembukuan sampai menjadi laporan keuangan.
(documents) dan sub buku
besar (sub-leadger).
SIAPA Akuntan Publik (khususnya financial audit), Pegawai Perusahaan (bagian
berpedoman pada SPAP, KEPAP & SPM akuntansi) dengan berpedoman pada
SAK atau ETAP atau IFRS.

Transaksi yang
Mempunyai Nilai
Uang
Bukti Special General Trial Work Laporan
Pembukuan Journa Ledger Balance Sheet Keuangan
l

Subsidiary
Ledger

Accounting (Konstruktif)

Auditing (Analitis)

MENGAPA DI PERLUKAN AUDIT?

Audit atas laporan keuangan di perlukan oleh perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas (PT)
yang pemilikanya adalah para pemegang saham. Biasanya setahun sekali dalam Rapat Umum
Pemegang Saham (RUPS) para pemegang saham akan meminta pertanggungjawaban manajemen
perusahaan dalam bentuk laporan keuangan. Laporan Keuangan yang merupakan tanggung jawab
manajemen perlu diaudit oleh KAP yang merupakan pihak ketiga oleh indenpenden, karena:

a) Jika tidak diaudit, ada kemungkinan laporan keuangan tersebut mengandung kesalahan baik
di sengaja maupun tidak disengaja.
b) Jika laporan keungan sudah diaudit dan mendapatkan opini yang wajar tanpa pengecualian,
berarti pengguna laporan keuangan tersebut bias yakin bahwa laporan keuangan bebas dari
salah saji material.
c) Mulai tahun 2001 Perusahaan yang total assetnya di atas Rp 25.000.000.000 ke atas harus
memasukkan Audited Financial Statements nya ke Departemen Perdagangan dan
Perindustrian
d) Perusahaan yang sudah go public harus memasukkan Audited Financial Statements nya ke
Bapepam-LK paling lambat 90 hari setelah tahun buku.
e) SPT yang di dukung oleh Audited Financial Statements lebih dipercaya oleh pihak pajak
dibandingkan dengan yang didukung oleh laporan keuangan yang belum diaudit.

KRITERIA AUDIT INTERNAL/ EXTERNAL AUDIT


1. Sehat dan kuat, fisik dan mental
2. Rajin, jujur, dan rasa keingintahuan (eager to know something now)
3. Cerdas
4. Sopan, santun & bisa mengendalikan emosi
5. Minimal sarjana muda akuntansi, lebih baik berpengalaman di KAP, diutamakan memiliki
sertifikasi (CA, CIA, CISA, CFE, CPA)
6. Mengerti, lebih baik lagi menguasai komputer & perpajakan
7. Selalau mengupdate pengetahuannya (continuing professional education)
8. Bisa bersikap tegas, tidak mudah dipengaruhi oleh orang lain
9. Tidak mudah/cepat percaya, tidak terlalu/selalu mencurigai orang lain
10. Positif Thinking
11. Memahami etika profesi
12. Bermolar tinggi
13. Tulisan rapid an bersih
14. Bisa bekerja cepat tetapi teliti
15. Menguasai ilmu silat dan menguasai ilmu padi
16. Memiliki sixsens
17. Tidak teng go

PROFESI AKUNTAN DI INDONESIA DAN DI NEGARA LAIN