Anda di halaman 1dari 65

PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II

JURUSAN TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

I. Judul Percobaan : Menentukan Normalitas Larutan NaOH


II. Tujuan Percobaan : Untuk menentukan normalitas larutan NaOH

III. Dasar Teori :


NaOH merupakan basa kuat. Dengan 0,1 N HCl menenjukkan titik
akhir yang tepat (tajam) memakai metal orange. Sebab asam dan basa
sama kuat.
Persamaan reaksi
NaOH + HCl  NaCl + H2O
Dalam reaksi ion
OH- + H+  H2O
Natrium Hidroksida (NaOH), juga dikenal sebagai soda kaustik atau
sodium hidroksida, adalah sejenis basa logam kaustik. Natrium Hidroksida
terbentuk dari oksida basa Natrium Oksida dilarutkan dalam air. Natrium
hidroksida membentuk larutan alkalin yang kuat ketika dilarutkan ke
dalam air. Ia digunakan di berbagai macam bidang industri, kebanyakan
digunakan sebagai basa dalam proses produksi bubur kayu dan kertas,
tekstil, air minum, sabun dan deterjen. Natrium hidroksida adalah basa
yang paling umum digunakan dalam laboratorium kimia.
Struktur NaOH
Natrium Hidroksida murni berbentuk putih padat dan tersedia dalam
bentuk pelet, serpihan, butiran ataupun larutan jenuh 50%. Ia bersifat
lembap cair dan secara spontan menyerap karbon dioksida dari udara
bebas. Ia sangat larut dalam air dan akan melepaskan panas ketika
dilarutkan. Ia juga larut dalam etanol dan metanol, walaupun kelarutan
NaOH dalam kedua cairan ini lebih kecil daripada kelarutan KOH. Ia tidak
larut dalam dietil eter dan pelarut non-polar lainnya. Larutan natrium
hidroksida akan meninggalkan noda kuning pada kain dan,kertas.

1
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

Natrium Hidroksida ( NaOH) merupakan basa kuat, Dengan 0.1 N HCl


menunjukan tityik akhir yang tepat (tajam) menggunkan metil oranye,
sebab asam dan basa sama sama kuat
Persamaan Reaksi :
NaOH + HCl → NaCl + H2O
Reaksi asam basa adalah reaksi yang terjadi antara larutan asam
dengan larutan basa, hasil reaksi ini dapat bersifat netral disebut juga
reaksi penetralan asam basa tergantung pada larutan yang
direaksikan. Larutan yang direaksikan ini salah satunya disebut larutan
baku. Larutan baku adalah larutan yang konsentrasinya diketahui dengan
tepat dan dapat digunakan untuk menentukan konsentrasi larutan lain.
Larutan baku ada dua yaitu larutan baku primer dan larutan baku sekunder.
Larutan baku primer adalah larutan baku yang konsentrasinya
dapat ditentukan dengan jalan menghitung dari berat zat terlarut yang
dilarutkan dengan tepat. Larutan baku primer harus dibuat dengan:
a. Penimbangan dengan teliti menggunakan neraca analitik
b. Dilarutkan dalam labu ukur
Bahan kimia yang dapat digunakan sebagai bahan membuat larutan
standar primer harus memenuhi tiga persyaratan berikut:
a. Benar-benar ada dalam keadaan murni dengan kadar pengotor
b. Stabil secara kimiawi, mudah dikeringkan dan tidak bersifat
higroskopis.
c. Memiliki berat ekivalen besar, sehingga meminimalkan kesalahan
akibat penimbangan.
Pada percobaan kali ini larutan yang digunakan sebagai larutan
baku primer adalah H2C2O4. 2H2O (asam oksalat). Asam oksalat adalah zat
padat , halus, putih, larut baik dalam air. Asam oksalat adalah asam
divalent dan pada titrasinya selalu sampai terbentuk garam normalnya.
.berat ekivalen asam oksalat adalah 63. Larutan baku sekunder adalah

2
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

larutan baku yang konsentrasinya harus ditentukan dengan cara titrasi


terhadap larutan baku primer.
Pada percobaan kali ini larutan yang digunakan sebagai larutan
baku sekundere adalah NaOH. Larutan NaOH tergolong dalam larutan
baku sekunder yang bersifat basa. Natrium hidroksida (NaOH), juga
dikenal sebagai soda kaustik, adalah sejenis basa logam kaustik. Natrium
hidroksida membentuk larutan alkalin yang kuat ketika dilarutkan ke
dalam air. Natrium hidroksida murni berbentuk putih padat dan tersedia
dalam bentuk pelet, serpihan, butiran ataupun larutan jenuh 50%. NaOH
bersifat lembab cair dan secara spontan menyerap karbondioksida dari
udara bebas. Ia sangat larut dalam air dan akan melepaskan panas ketika
dilarutkan. NaOH juga larut dalam etanol dan metanol, walaupun
kelarutan NaOH dalam kedua cairan ini lebih kecil daripada kelarutan
KOH. NaOH tidak larut dalam dietil eter dan pelarut non polar lainnya.

NaOH
Nama sistematis Natrium hidroksida
Nama lain Soda kaustik
Rumus Molekul NaOH

Densitas 2,1 g/ cm3, padat


Titik leleh 318oC (591 K)
: Titik didih 1390oC (1663 K)
Kelarutan dalam air 111 g/ 100 mL (20oC)
Massa molar 39,9971 g/mol
Penampilan zat padt putih
Titik nyala tidak mudah terbakar

Indikator asam basa sebagai zat penunjuk derajat keasaman


kelarutan adalah senyawa organik dengan struktur rumit yang berubah

3
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

warnanya bila pH larutan berubah. Indikator dapat pula digunakan untuk


menetapkan pH dari suatu larutan. Indikator merupakan asam lemah atau
basa lemah yang memiliki warna cukup tajam, hanya dengan beberapa
tetes larutan encer-encernya, indikator dapat digunakan untuk menetapkan
titik ekivalen dalam titrasi asam basa ataupun untuk menentukan tingkat
keasaman larutan. Pada percobaan kali ini indikator yang akan digunakan
adalah indikator phenolphtalein atau sering disebut dengan indikator PP.
Indikator PP memiliki warna asam tak berwarna, rentang pH perubahan
warna antara 8,3 – 10,0 dan warna basa merah.

IV. Alat dan Bahan :


a. Alat yang digunakan :
 Perlengkapan Titrasi
 Erlenmeyer
 Pipet Tetes
 Pipet Ukur
 Gelas Ukur
 Neraca Analitik
b. Bahan yang digunakan :
 Indikator metil orange (C14H14N3NaO3S) 1 gram 10 ml
 Asam klorida (HCl) 0,1 N (H+) 100 ml
 Natrium hidroksida (NaOH) 50 ml

V. Prosedur Percobaan :
Buatlah larutan 0,1 N HCl sebanyak 100 ml, pipetir larutan NaOH
yang telah disediakan sebanyak 25 ml kedalam Erlenmeyer 100 ml dan
tambah 1-2 tetes metil orange, kemudian titrasilah larutan tersebut dengan
larutan HCl yang telah saudara buat.

4
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

VI. Data Hasil Percobaan :

Volume Volume HCl


perubahan warna
NaOH (ml) titrasi (ml)

10 ml 6 ml

Merah

10 ml 5 ml

Merah

5 ml 3,3 ml

Merah

VII. Analisa Percobaan


Berdasarkan percobaan tersebut dapat dianalisa bahwa setelah larutan
pertama dititrasikan dengan 6 mL HCL terjadilah perubahan warna yang
tadinya bening menjadi merah, begitupun dengan percobaan kedua dengan
selisih 1 mL untuk terjadinya perubahan warna dan yang ketiga
dikarenakan hanya menggunakan 5 mL NaOH sehingga hanya
membutuhkan lebih sedikit HCl untuk dititrasi.

5
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

VIII. Tugas :
1. Hitunglah normalitas larutan NaOH
JAWABAN :
Dik :
Volume NaOH : 10 mL
Voume Titrasi
Percobaan 1 : 6 mL
Percobaan II : 5 mL
Percobaan III : 3,3 mL
Rata-Rata : 5 mL
Dit : N NaOH …….. ?
Jawab :
𝑁𝑁𝑎𝑂𝐻 ∙ 𝑉𝑁𝑎𝑂𝐻 = 𝑁𝐻𝐶𝑙 ∙ 𝑉𝐻𝐶𝑙
𝑁𝑁𝑎𝑂𝐻 × 10 𝑚𝑙 = 0,1 × 5 𝑚𝑙
0,1×5
𝑁𝑁𝑎𝑂𝐻 =
10

= 0,05 𝑁

IX. Kesimpulan :
Jadi, dari percobaan yang telah dilakukan dapat diketahu penentuan
Normalitas dari NaOH dan mengetahui pada volume berapakah suatu
larutan NaOH dititrasi HCl mengalami perubahan warna.

6
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

X. Daftar Pustaka
Http://oscartigasembilan.blogspot.ae/2012/07/menentukan-normalitas
larutan-naoh.html?m=1 diakses tanggal 30 Maret 2016.
Http://bisakimia.com/2015/02/10/memahami-normalitas-n-secara-lengkap.
Diakses tanggal 30 Maret 2016
Http://chacarhiatra.blogspot.co.id/2013/12/pembuatan-naoh-01-n-dan-
standarisasi.html?m=1. Diakses tanggal 30 Maret 2016.
http://jawigo.blogspot.co.id/2009/12/standarisasi-larutan-naoh.html

7
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

LAMPIRAN
A. Data Perhitungan
 HCl
Dik : Bm HCl : 36,5
N : 0,1
V : 100
ρ : 1,18
% HCl : 32 %
Dit : V2…?
Jawab :
𝜌∙%∙1000
𝑁2 = 𝐵𝑚
1,18∙32%∙1000
= 36.5

= 10,3 𝑁
𝑁1 ∙𝑉1
𝑉2 = 𝑁2
0,1∙100
= 10,3

= 0,97 𝑚𝐿

 NaOH
Dik : Bm NaOH : 40
N : 0,1
V : 25
Dit : m….?
Jawab :
𝐵𝑚∙𝑁∙𝑉
𝑚= 1000
40∙0,1∙25
= 1000

= 0,1 𝑔𝑟𝑎𝑚

8
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

B. Gambar Alat
No Nama Alat Gambar Alat
1. Erlenmeyer

2. Perlengakapan Titrasi

3. Pipet Tetes

4. Gelas Ukur

9
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

5. Neraca Analitik

6. Pipet Ukur

Mengetahui, Palembang, 28 April 2017


Asisten Laboratorium Praktikum

Misparadita Putrri, ST ( )
Batariyah Tri Yuliana ( ) Diah Ayu Pertiwi
Lio Ferdian ( ) 12.2016.026

10
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

I. Judul Percobaan : Menentukan Persentase Asam Cuka dalam Cuka


Pasaran
II. Tujuan Percobaan : Menentukan presentase asam cuka dengan
menggunakan NaOH

III. Dasar Teori


Cuka yang di pasarkan disamping mengandung zat-zat otomatis juga
terdapat asam cuka. Untuk menguji kebenaran persentase asam cuka yang
terdapat padaa etiket maka semua orang harus menguji kebenaraannya.
Persentase asam cuka dalam cuka pasaran dapat ditentukan oleh titrasi
langsung dengan alkali.
Acidimetri dan alkalimetri adalah analisis kuantitatif volumetri
berdasarkan reaksi netralisasi. Acidimetri adalah reaksi netralisasi (titrasi)
larutan basa dengan larutan standar asam. Alkalimetri adalah reaksi
netralisasi (titrasi) larutan asam dengan larutan standar basa. Jadi, keduanya
dibedakan pada larutan standarnya.
Penentuan kadar CH3COOH dalam asam cuka perdagangan cara
alkarimetri ini menggunakan larutan NaOH sebagai larutan standar
nbasa/titrasi basa. Pada titrasi asam asetat dengan NaOH sebagai larutan
standar akan dihasilkan garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat,
dengan persamaan sebagai berikut.
NaOH (aq) + CH3COOH (aq) ⎯⎯→ CH3COONa(aq) + H2O(l)
Berbagai merek asam cuka tersedia di pasar. Rata-rata mencantumkan
kadar 25% pada labelnya. Pada praktikum ini akan dilakukan percobaan
untuk menyelidiki kebenaran label tersebut dengan menggunakan titrasi
alkalimetri. Perlu kita perhatikan bahwa dalam titrasi digunakan larutan
yang relatif encer. Oleh karena itu, asam cuka perdagangan harus kita
encerkan. Jika tidak diencerkan maka akan memerlukan larutan NaOH
yang terlalu banyak. Hal ini selain tidak praktis, juga tidak mempunyai
ketelitian yang baik.

11
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

Asidi dan alkalimetri termasuk reaksi netralisasi yakni antara ion


hidrogen yang berasal dari asam dengan ion hidroksida yang berasal dari
basa untuk menghasilkan air yang bersifat netral. Netralisasi dapat juga
dikatakan sebagai reaksi antara pemberi proton (asam) dengan penerima
proton (basa).

Asidimetri adalah pengukuran konsentrasi asam dengan


menggunakan larutan baku basa, sedangkan alkalimetri adalah pengukuran
konsentrasi basa dengan larutan baku asam. Oleh sebab itu, keduanya
disebut juga sebagai titrasi asam-basa. Titrasi merupakan proses penentuan
konsentrasi suatu larutan dengan mereaksikan larutan yang sudah
ditentukan konsentrasinya (larutan standar). Sedangkan titrasi asam-basa
adalah suatu titrasi dengan menggunakan reaksi asam-basa (reaksi
penetralan). Prosedur analisis pada titrasi asam basa ini adalah dengan
titrasi volumetri, yaitu mengukur volume dari suatu asam atau basa yang
bereaksi.

Pada saat terjadi perubahan warna indikator, titrasi dihentikan.


Indikator berubah warna pada saat titik ekuivalen tercapai. Pada titrasi
asam-basa, dikenal istilah titk ekuivalen dan titik akhir titrasi. Titk
ekuivalen adalah titik pada proses titrasi ketika asam dan basa tepat habis
bereaksi. Untuk mengetahui titik ekuivalen, digunakan indikator. Saat
perubahan warna terjadi, saat itu disebut titik akhir titrasi.

Proses penentuan konsentrasi suatu larutan dipastikan dengan tepat


dikenal sebagai standarisasi. Suatu larutan standar kadang-kadang dapat
disiapkan menggunakan suatu sampel zat terlarut yang diinginkan, yang
ditimbang dengan tepat, dalam volume larutan yang diukur dengan tepat.
Zat yang memadai dalam hal ini hanya sedikit, disebut larutan standar
primer. Zat yang digunakan untuk larutan standar primer harus memenuhi
persyaratan berikut.

12
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

1. Mudah diperoleh dalam bentuk murni maupun dalam keadaan yang


diketahui kemurniannya.
2. Harus stabil.
3. Zat ini udah dikeringkan, tidak higroskopis sehingga tidak menyerap
uap air, tidak menyerap CO2 pada waktu penimbanga.
Larutan yang mempunyai konsentrasi molar yang diketahui, dapat dengan
mudah digunakan untuk reaksi-reaksi yang melibatkan prosedur kuantitatif.
Kuantitas zat terlarut dalam suatu volume larutan itu, dimana volume itu
diukur dengan teliti, dapat diketahui dengan tepat dari hubungandasar
berikut ini:
Mol = liter x konsentrasi molar atau Mol = mL x konsentrasi molar

Perhitungan-perhitungan stokiometri yang melibatkan larutan yang


diketahui molaritasnya bahkan lebih sederhana lagi. Dengan definisi bobot
ekuivalen, dua larutan akan bereaksi dengan tepat satu sama lain bila
keduanya mengandung gram ekuivalen yang sama. Dalam hubungan ini,
kedua normalitas harus dinyatakan dengan satuan yang sama, demikian
juga kedua volum

IV. Alat dan Bahan :


a. Alat yang digunakan :
 Perlengkapan Titrasi
 Erlenmeyer
 Pipet Tetes
 Labu Ukur
 Gelas Ukur
 Neraca Analitik
 Bahan yang digunakan :
 Natrium hidroksida (NaOH) 0,1 N
 Indikator phenolphthalein (C20H14O4)
 Cuka pasaran

13
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

V. Prosedur Percobaan :
Pipetirkan asam cuka pasaran sebanyak 10 ml dan masukkan labu
ukur 100 ml dan tambahkan aquadest sampai garis tanda . kocoklah sampai
homogen. Ambil 10 ml larutan dan masukkan ke dalam Erlenmeyer 250
ml . pipetirkan 2-3 tetes phenolphthalein dan masukkan ke dalam
Erlenmeyer tersebut. Titrasi dengan 0,1 N NaOH std.

VI. Data Hasil Percobaan :


Volume Cuka Indikator Titran NaOH Perubahan warna
Makan
10 mL 3 tetes 4 mL

Ungu
10 mL 3 tetes 6 mL

Ungu Muda
10 mL 3 tetes 5,6 mL

Ungu Muda

14
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

VII. Analisa Percobaan


Pada percobaan pertama 10 mL cuka makan ditambah 3 tetes indicator
PP lalu dititrasi dengan NaOH. Perubahan warna terjadi setelah 4 mL
NaOH digunakan yang ditandai dengan perubahan warna menjadi ungu.
Akan tetapi, pada percobaan kedua perubahan warna menjadi ungu muda.
Hal ini dikarenakan pada saat meneteskan Indikator PP tidak dikocok
terlebih dahulu

VIII. Tugas :
1. Hitung persentase asam cuka pasaran ?
JAWABAN :
Dik : V NaOH = 10 ml (rata-rata pada saat titrasi), N NaOH = 0,1N
V CH3COOH = 10 ml
Dit : Persentase cuka ?
Jawab :
V NaOH . N NaOH = V CH3COOH . N CH3COOH
10 ml . 0,1 N = 10 ml . N CH3COOH
1
N CH3COOH = 10 ml = 0,1 M

Molaritas CH3COOH = 40 x 0,1 = 4


Gram CH3COOH = 4 mmol⁄ml x 60 mg⁄mmol
= 240 = 0,24 gram⁄ml
Persentase asam cuka pasaran
CH3COOH = 0,24 x 100 % = 24 %

IX. Kesimpulan

15
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

Percobaan kali ini berhasil karena larutan asam cuka makan yang
dititrasi dengan NaOH mengalami perubahan warna yang menandakan
asam cuka dalam cuka makan telah ternetralisir.

X. Daftar Pustaka

http://asniaskariawati.blogspot.co.id/2013/04/laporan-praktikum-kimia-
menentukan.html#.Vy1u-FL2Qdc

http://hettik07.student.ipb.ac.id/2010/ 06/20/titrasi-asam-basa.html

Http://asniaskariawati.blogspot.com/2013/02/html.

Http://novia-mardiana.blogspot.com/laporan-pratikum-kimia-analisa.H

http://ciciihariyani.blogspot.co.id/2014/05/penentuan-kadar-asam-
cuka.html

16
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

LAMPIRAN
A. Data Perhitungan
1. NaOH
Dik : Bm NaOH : 40
N : 0,1
V : 50 mL
Dit : m….?
Jawab :
𝐵𝑚∙𝑁∙𝑉
𝑚= 1000
40∙0,1∙50
= 1000

= 0,2 𝑔𝑟𝑎𝑚

2. Gram Indikator PP
BM C20H14O4 = (C x 20) + (H x 14) + (O x 4)
= (12 x 20) + (1 x 14) + (16 x 4)
= 318
N x BM x V
gram =
1000
0,1 x 318 x 10
=
1000
= 0,318 gram

3. Pengenceran CH3COOH
10 ml asam cuka pasaran + 100 ml air.

17
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

B. Gambar Alat
No Nama Alat Gambar Alat
1. Erlenmeyer

2. Perlengakapan Titrasi

3. Pipet Tetes

4. Gelas Ukur

18
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

5. Neraca Analitik

6. Labu Ukur

Mengetahui, Palembang, 28 April 2017


Asisten Laboratorium Praktikum

Misparadita Putrri, ST ( )
Batariyah Tri Yuliana ( ) Diah Ayu Pertiwi
Lio Ferdian ( ) 12.2016.026

19
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

I. Judul Percobaan : Menentukan Presentase Vitamin C (Asam


Askorbat) di Dalam Tablet-Tablet Pasaran
II. Tujuan Percobaan :
a. Mengetahui presentase Vitamin C
b. Melihat perubahan dan perbedaan pada setiap titrasi

III. Dasar Teori :


Vitamin C yang dipasarkan dalam bentuk tablet-tablet dengan
persentase berat yang berbeda-beda . dalam pembuatan tablet-tablet
tersebut ditambahkan juga zat isi dan zat pengharum.
Vitamin C atau 2,3-didehydro-L-threo- hexono-1,4-lactone dengan
rumus molekul C6H8O6 dan berat molekul 176,13 memiliki karakteristik
kristal tidak berwarna atau serbuk kristal putih atau kuning pucat, tidak
berbau atau hampir tidak berbau dan berasa asam. Kelarutan vitamin C
dalam air adalah 1:3 sampai 1:3,5, dalam alkohol 1:25, dalam metanol 1:10,
larut dalam aseton, dan praktis tidak larut dalam kloroform, eter dan
petrolatum. Titik leburnya 190°C. Larutan 5% vitamin C memiliki pH 2,2 -
2,5. Vitamin C merupakan asam lemah dengan pKa 4,17 dan 11,57.
Vitamin C stabil pada keadaan kering, namun dalam bentuk larutan
mudah teroksidasi, terutama dalam larutan alkali. Oksidasi dipercepat
dengan adanya panas, cahaya, oksidator dan logam berat. Vitamin C
inkompatibel dengan garam besi, agen pengoksidasi dan garam dari logam
berat.
Vitamin C mudah diabsorpsi di saluran cerna dan terdistribusi secara
luas ke dalam jaringan. Konsentrasi tertinggi ada dalam leukosit dan
platelet daripada dalam eritrosit dan plasma. Jumlah vitamin C yang
direkomendasikan adalah 90 mg per hari untuk laki-laki dan 75 mg untuk
wanita. Tubuh dapat menyerap maksimum vitamin C sebesar 400 mg per
hari. Vitamin C yang berlebih akan diekskresikan lewat urin.

20
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

Asam askorbat mudah dioksidasi menjadi asam dehidroaskorbat.


Dengan demikian maka vitamin C juga berperan dalam menghambat reaksi
oksidasi yang berlebihan dalam tubuh dengan cara bertindak sebagai
antioksidan. Dalam tubuh, vitamin C berperan sebagai suatu kofaktor
dalam reaksi hidrosilasi dan amidasi. Pada sintesis kolagen, vitamin C
mempercepat hidroksilasi prolin dan lisin pada prokolagen menjadi
hidroksiprolin dan hidroksilisin, serta menstimulasi sintesis peptida
kolagen. Vitamin C meningkatkan aktivitas enzim amidase yang berperan
dalam pembentukan hormon oksitosin.
Asam askorbat C6H8O6 (Mr=176,13) dapat dioksidasi menjadi
dehidroksiaskrobat dengan I2 menurut reaksi berikut :
C6H8O6(aq) + I2(aq) → C6H8O6(aq) + 2I-(aq) + 2H+(aq)
Oleh karena itu asam askorbat dapat dititrasi dengan I2. Tetapi
I2 bukanlah standar yang baik untuk titrasi langsung karena I2 mudah
menguap. Untuk itu perlu cara lain untuk menghasilkan I2 untuk reaksi
tersebut. Pada percobaan ini I2 yang digunakan untuk reaksi tersebut
dihasilkan dengan menambahkan iodide berlebih kedalam larutan sampel
yang telah mengandung sejumlah tertentu iodat. Reaksi yang terjadi adalah
sebagai berikut :
IO3-(aq) + 5I-(aq) + 6H+(aq) → 3I2(aq) + 3H2O(l)
Kelebihan I2 kemudian dititrasi dengan larutan standar tiosulfat dengan
indicator kanji menurut raeksi :
2S2O32-(aq) + I2(aq) → 2I-(aq) + S4O62-(aq)
Dengan mengetahui jumlah I2 yang terbentuk pada reaksi ke-2 dan
jumlah I2 yang tidak bereaksi dengan asam askorbat maka dapat ditentukan
kadar asam askorbat yang terdapat didalam sampel.

IV. Alat dan Bahan :


a. Alat yang digunakan :
 Perlengkapan Titrasi

21
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

 Erlenmeyer
 Pipet Tetes
 Pipet Ukur
 Gelas Ukur
 Neraca Analitik
 Mortir
b. Bahan yang digunakan :
 Soda cuci kristal
 Asam klorida (HCl) 0,1 N 100 ml
 Indikator metil orange (C14H14N3NaO3S) 10 ml

V. Prosedur Percobaan :
Ambil 5 tablet vitamin c dan haluskan dalam mortar (gilingan)
pindahkan kedalam Erlenmeyer 250 ml secara kuantitatif dengan
melarutkannya dalam 50 ml air . kocoklah sampai homogen . pipetirkan 2-3
tetes phenolphthalein kedalam Erlenmeyer tersebut dan titrasi dengan 0,1 N
NaOH std dengan cepat.

VI. Data Hasil Pengamatan :


volume
volume vit c indikator
NaOH titrasi perubahan warna
(ml) Pp
(ml)

50 3 tetes 25

merah muda

22
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

50 3 tetes 25

merah muda

50 3 tetes 25

Merah muda

VII. Analisa Percobaan


Pada percobaan ini melakukan 3 kali percobaan. Percobaan pertama
menggunakan volume vit.c sebanyak 50 mL dan di tetesi dengan indicator
PP sebanyak 3 tetes dan di titrasi dengan NaOH sebanyak 25 mL maka
mengasilkan warn merah muda. Dan ternyata pada percobaan ketiga dan
keempat ketika dilakukan percobaan dengan jumlah volume vit.c, jumlah
tetesan indicator, dan volume titrasi yang sama di dapatkan perubahan
warna yang sama juga yaitu merah muda.

VIII. Tugas :
1. Hitung persentase vitamin c dalam satu tablet ?
JAWAB :
Dik : N NaOH = 0,1 N
BE Vit C = 8,806 mg
V Vit C = 50 ml
19 + 26.5
∑ VNaOH = = 22,75 ml
2
Dit : % Vit C ?
Jawab :

23
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

VNaOH × NNaOH × BE
% Vit C = × 100 %
VVit C
22,75 × 0,1 × 8,806
= × 100 %
50
20,03
= × 100 %
50
= 40,1 %

2. Apa Sebab Vitamin C Harus Dititrasi Dengan Cepat ?


Jawab :
Karena vitamin c merupakan vitamin yang mudah teroksidasi,
mudah larut dalam air dan mudah rusak pada temperature tinggi.

IX. Kesimpulan :
Percobaan kali ini berhasil walaupun pada saat melakukan percobaan
agak sedikit terhambat karena praktikan salah dalam membaca prosedur
percobaan.

X. Daftar Pustaka

Http://lilinanay.blogspot.co.id/2014/01/penentuan-asam-askorbat-dalam-
tablet.11.html?m=1. Diakses tanggal 30 Maret 2016

www.academia.edu/12044847/TITRASI_REDOKS_PENENTUAN_VIT
AMIN_C_ASAM_ASKORBAT. Diakses tanggal 30 Maret 2016

Https://himka1polban.wordpress.com/laporan/kimia-farmasi/laporan-
penetuan-kadar-vitamin-c-metode-spektrofotometri/. Diakses tanggal
30 Maret 2016

24
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

LAMPIRAN
A. Data Perhitungan
1. Gram NaOH
BM NaOH = (Na x 1) + (O x 1) + (H x 1)
= (23 x 1) + (16 x 1) + (1 x 1) = 40
N x BM x V
gram = 1000
0,1 x 40 x 200
= 1000

= 0,8 gram

2. Gram phenolpthlein
BM C20H14O4 = (C x 20) + (H x 14) + (O x 4)
= (12 x 20) + (1 x 14) + (16 x 4)
= 318

N x BM x V
gram =
1000
0,1 x 318 x 10
=
1000
= 0,318 gram

25
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

B. Gambar Alat
No Nama Alat Gambar Alat
1. Erlenmeyer

2. Perlengakapan Titrasi

3. Pipet Tetes

4. Gelas Ukur

26
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

5. Neraca Analitik

6. Pipet Ukur

7. Mortir

Mengetahui, Palembang, 28 April 2017


Asisten Laboratorium Praktikum

Misparadita Putrri, ST ( )
Batariyah Tri Yuliana ( ) Diah Ayu Pertiwi
Lio Ferdian ( ) 12.2016.026

27
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

I. Judul Percobaan : Menentukan Campuran NaOH dan Na2CO3


II. Tujuan Percobaan : Dapat melakukan standarisasi larutan HCl dengan
Natrium Tetraborat.

III. Dasar Teori :


Didalam NaOH teknis biasanya juga masih terkandung atau masih
terdapat Na2CO3. Untuk mengetahui besarnya kosentrasi masing-masing
dalam campuran, dapat dilakukan dengan titrasi 0,1 N HCl.

Persamaan reaksi :

NaOH + HCl → NaCl + H2O

Na2CO3 + HCl → NaHCO3 + NaCl

CO2

NaHCO3 + HCl → NaCl + H2CO3

H2O

Persamaan Ion :

OH- + H+ → H2O

CO2
CO32- + 2 H+ → 2 H2CO3
H2O

IV. Alat dan Bahan :


a. Alat yang digunakan :
 Perlengkapan Titrasi
 Erlenmeyer
 Pipet Tetes
 Pipet Ukur

28
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

 Gelas Ukur
 Neraca Analitik
b. Bahan yang digunakan :
 NaOH teknis
 HCl 0,1 N
 Indikayor Phenolpthalin
C. Indikator Metil Orange

V. Prosedur Percobaan :
Timbang 1 gram NaOH teknis, larutkan dalam air sebanyak 200 ml.
Pipetirkan 25 ml larutan NaOH kedalam Erlenmeyer, tambahkan 1-2 tetes
indikator phenolpthalin kemudian titrasilah dengan larutan 0,1 N HCl pada
titik tertentu NaOH sudah ternetralisasi sedangkan Na2CO3. Pada larutan
tersebut tambahkan pula indikator metil orange 1-2 tetes titrasi dengan 0,1
N HCl.

VI. Data Hasil Pengamatan :


Percobaan Volume Volume Hasil Gambar
Ke NaOH Titran HCl Reaksi

I 25 ml 4 ml Orange

II 25 ml 3,5 ml Orange

29
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

III 25 ml 6 ml Orange

VII. Analisa Percobaan


Larutan NaOH yang dilarutkan sebanyak 200 ml dibagi menjadi 3
larutan yang masing-masing larutan sebanyak 25ml. Pada larutan pertama
perubahan warna terlihat saat dititrasi dengan HCl sebanyak 4 ml. Pada
larutan kedua perubahan warna terlihat saat dititrasi dengan HCl sebanyak
3,5 ml. Dan pada larutan yang ketiga perubahan warna terlihat saat
dititrasi dengan HCl sebanyak 6 ml.

VIII. Tugas :
1. Hitung normalitas NaOH !
Jawab :
Dik :
Volume titrasi
Percobaan I = 4 ml
Percobaan II = 3,5 ml
Percobaan III = 6 ml
Vrata-rata = 4,5 ml
Dit :
nNaOH:….?
Penyelesaian :
(𝑉 𝑥 𝑁)
nNaOH = 𝑉
4,5 𝑥 0,1
= 25

= 0,018 N

30
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

IX. Kesimpulan :
Percobaan yang dilakukan berhasil karena larutan NaOH yang dititrasi
HCl mengalami perubahan warna, itu menandakan bahwa NaOH sudah
ternetralisasi.

X. Daftar Pustaka

https://oscartigasembilan03.blogspot.co.id/2012/07/menentukan-normalitas-
larutan-naoh.html// diakses pada tanggal 9 April 2016.

https://ritnotes.blogspot.co.id/2013/06/laporan-pratikum-dasar
kimiaanalitik-7.html?m=l/// diakses pada tanggal 8 April 2016.

www.kimia.clas.web.id/2015/12/pratikum-kimia-analisis
penetapan_2.html?m=1. Diakses tanggal 9 April 2016

31
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

LAMPIRAN
A. Data Perhitungan
1. HCl
Dik: V1 = 100 ml
N1 = 0,1 ml
% = 37%
𝜌 = 1,19
BM HCl = 36,5
Dit : V2………?
Peny :
% 𝑥 𝜌 𝑥 1000
N2 = 𝐵𝑀
0,37 𝑥 1,19 𝑥 1000
= 36,5

= 12,06

V1 . N1 = V2 . N2

𝑉1 𝑥 𝑁1
V2 = 𝑁2

100 𝑥 0,1
= 12,06

= 0,82 ml

2. Indikator Phenolpthalin
Dik : N = 0,1 N
V = 50 ml
BM C20H14O4 = (20 x Ar C) + (14 x Ar H) + (4 x Ar O)
= (20 x 12) + (14 x 1) + (4 x 16)
= 240 + 14 + 64
= 318

Dit : m…?
Jawab :

32
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

𝐵𝑀 𝑥 𝑁 𝑥 𝑉
mC20H14O4 = 1000

318 𝑥 0,1 𝑥 50
= 1000

= 1,59 gram

3. Metil Orange
Dik : V = 50 ml
N = 0,1 N
BM C14H14N3NaO3S = (14 x Ar C) + (14 x Ar H) + (3 x Ar N) + Ar Na +
(3 x Ar O) + Ar S
= (14 x 12) + (14 x 1) + (3 x 14) + 23 + (3 x 16) + 32
= 168 + 14 + 42 + 23 + 48 + 32
= 327
Dit : m……….?
Peny:
𝐵𝑀 𝑥 𝑁 𝑥 𝑉
M= 1000
327 𝑥 0,1 𝑥 50
= 1000

= 1,635 gram

33
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

B. Gambar Alat
No Nama Alat Gambar Alat
1. Erlenmeyer

2. Perlengakapan Titrasi

3. Pipet Tetes

4. Gelas Ukur

34
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

5. Neraca Analitik

6. Pipet Ukur

Mengetahui, Palembang, 5 Mei 2017


Asisten Laboratorium Praktikum

Misparadita Putrri, ST ( )
Batariyah Tri Yuliana ( ) Diah Ayu Pertiwi
Lio Ferdian ( ) 12.2016.026

35
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

I. Judul Percobaan : Menentukan Kapasitas Tablet Actal untuk


Mengikat Asam
II. Tujuan Percobaan : Untuk Mengetahui Kapasitas tablet actal untuk
mengikat asam

III. Dasar Teori :


Dalam lambung terdapat asam klorida dan dihasilkan oleh getah
lambung. Konsentrasi HCl dalam lambung kira-kira 0,1 N mengakibatkan
penyakit maag. Salah satu untuk menurunkan kelebihan asam dilambung
adalah netralisasi asam tersebut dengan sesuatu basah lemah atau antacid.
Dipasaran antacid terdapat dalam bentuk tablet sehingga dengan mudah
dapat ditentukan beberapa asam dapat dinetralisir oleh suatu tablet. Secara
umum dalam tablet juga terdapat zat pengenak rasa dan tidak mengganggu
percobaan – percobaan di laboratorium. Percobaan ini dengan titrasi asam
basah khususnya titrasi kembali sebab :
a. Tablet antacid larut dalam air dengan sangat lamba, lebih cepat larut
dalam asam. Sehingga harus dilarutkan dalam kelebihan asam.
b. CO2 dari udara yang terlarut dalam air juga bersifat asam, oleh sebab itu
asam tersebut menetralisir setiap larutan yang bersifat basah

IV. Alat dan Bahan :


a. Alat yang digunakan :
 Perlengkapan Titrasi
 Erlenmeyer
 Pipet Tetes
 Pipet Ukur
 Gelas Ukur
 Neraca Analitik
 Mortir
b. Bahan yang digunakan :

36
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

 Tablet actal
 Asam sulfat (H2SO4) 0,1 N 100 ml
 Natrium hidroksida (NaOH) 0,1 N 100 ml
 Indikator PP , MO

V. Prosedur Percobaan :
1. Haluskan 1 butir tablet actal dengan mortit, kemudian larutkan dnegan
air sebanyak 350 mL aduk sampai larut. Tunggu sampai 2 menit
2. Pipetirkan larutan sebanyak 15 mL tambahkan indicator dengan
variable PP dan MO
3. Titrasilah dengan menggunakan H2SO4 0,1 N
4. Setelah end point tambahkan indicator kembali, kemudian titrasi
dengan 0,1 N NaOH

VI. Data Hasil Pengamatan :


Percobaan Volume Titran 1 Titran 2 Hasil Gambar
Ke- larutan Larutan Larutan Reaksi
maag H2SO4 NaOH

I 15 ml 0,5 ml 5,2 ml Orange

II 15 ml 0,3 ml 5,9 ml Orange

III 15 ml 0,5 ml 3,1 ml Orange

37
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

VII. Analisa Percobaan


Larutan tablet Actal (promag) yang dilarutkan sebanyak 200 mL
dibagi menjadi 3 larutan yang masing-masing laruta sebanyak 15 mL.
Pada larutan pertama setelah ditetesi dengan indicator, perubahan warna
terlihat saat dititrasi degan H2SO4 sebanyak 0,5 mL. Setelah ditetesi lagi
dengan indikator, perubahan warna terlihat saat dititrasi kedua kalinya
dengan NaOH sebanyak 5,2 mL. Pada larutan kedua, setelah ditetesi
dengan indicator perubahan terlihat saat dititran dengan H2SO4 sebayak
0,3 mL. Setelah ditetesi lagi dengan indicator perubahan warna terlihar
saat dititrasi kedua kalinya dengan NaOH sebnayak 5,9 mL. Dan pada
larutan ketiga, setelah ditetesi dengan indicator perubahan warna terlihat
saat dititrasi dengan H2SO4 sebanyak 0,5 mL. Setelah ditetesi lagi dnegan
indicator perubaahan warna terlihat saat dititrasi dengan H2SO4 sebanyak
3,1 mL.

VIII. Kesimpulan :
Perubahan warna yang terjadi pada saat titrasi pertama ataupun tittrasi
kedua dari percobaan ini menunjukkan bahawa percobaan ini berhasil

IX. Daftar Pustaka


http://www.academia.edu./8717556/laporan-resmi-pratikum-tablet-
actap.html. Diakses tanggal 9 April 2016
Http://www.scribd.com/mobile/doc/109009561/laporan-resmi-DIT.
Diakses tanggal 10 April 2016
Http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/20359619-PR-
fika%20Enri%20Aprigiyonies-PT%20Konimex.pdf. Diakses tanggal 9
April 2016

38
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

LAMPIRAN
A. Data Perhitungan
 Gram NaOH
BM NaOH = (Na x 1) + (O x 1) + (H x 1)
= (23 x 1) + (16 x 1) + (1 x 1) = 40
N x BM x V
gram = 1000
0,1 x 40 x 200
= 1000

= 0,8 gram

 Gram phenolpthlein
BM C20H14O4 = (C x 20) + (H x 14) + (O x 4)
= (12 x 20) + (1 x 14) + (16 x 4)
= 318
N x BM x V
gram = 1000
0,1 x 318 x 10
= 1000

= 0,318 gram

 Pengenceran H2SO4
BM H2SO4 = (2 x H) + (1x S) + (4 x O)
= (2 x 1) + (1 x 32) + (4 x 16)
= 2 + 32 + 64 = 98
% × ρ ×1000
N2 = BM
98% ×1,84 ×1000
= 98

= 18, 4 N

N1 . V1 = N2 . V2
1 .100 = 18,4 . V2

39
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

100
V2 = = 5,43 ml
18,4

B. Gambar Alat
No Nama Alat Gambar Alat
1. Erlenmeyer

2. Perlengakapan Titrasi

3. Pipet Tetes

4. Gelas Ukur

40
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

5. Neraca Analitik

6. Pipet Ukur

7. Mortir

Mengetahui, Palembang, 5 Mei 2017


Asisten Laboratorium Praktikum

Misparadita Putrri, ST ( )
Batariyah Tri Yuliana ( ) Diah Ayu Pertiwi
Lio Ferdian ( ) 12.2016.026

41
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

I. Judul Percobaan : Penetapan NaCl dalam Garam dapur pasaran


II. Tujuan Percobaan : Penetuan Kadar NaCl dalam garam dapur

III. Dasar Teori :


Seperti halnya suatu basa dapat di gunakan sebagai indikator untuk
titrasi . maka yang lain dapat digunakan untuk menunjukkan kesempurnaan
suatu endapan. Salah satunya adalah titrasi bohr khorida dari ion perak,
yang dalam hal ion kromat sebagai indikator. Penampilan pertama yang
tetap dari perak kromat lebih muda larut dari perak klorida, dan terjadi
pengendapan perak klorida terlebih dahulu dari perak kromat. Untuk titrasi
ini konsentrasi ion kromat di buat dalam percobaan.
Suatu reaksi pengendapan berlagsung berkesudahan bila endapan yang
terbentuk mempuyai kelarutan yang cukup kecil. Didekat titik ekivalennya
aka terjadi perubahan besar dari konsentrasi ion-ion yang dititrasi. Untuk
menentukan berakhirya suatu reaksi pengendapan dipergunakan suatu
indicator yang baru menghasilkan suatu endapan bila reaksi dipergunakan
degan berhasil baik untuk titrasi pegendapan ini. Cara mohr menggunaka
ion kromat untuk mengendapkan Fe3+ untuk membentuk kompleks
berwarna dengan ion tiosianat.
Maka Berdasarkan pada indikator yang digunakan, argentometri dapat
dibedakan atas :
Pembentukan Endapan Berwarna
Seperti sistem asam, basa dapat digunakan sebagai suatu indicator
untuk titrasi asam-basa. Pembentukan suatu endapan lain dapat digunakan
untuk menyatakan lengkapnya suatu titrasi pengendapan. Dalam hal ini
terjadi pula pada titrasi Mohr, dari klorida dengan ion perak dalam mana
digunakan ion kromat sebagai indikator. Pemunculan yang permanen dan
dini dari endapan perak kromat yang kemerahan itu diambil sebagai titik
akhir (TE).

42
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

Titrasi Mohr terbatas untuk larutan dengan perak dengan pH antara 6,0
– 10,0. Dalam larutan asam konsentrasi ion kromat akan sangat dikurangi
karena HCrO4 - hanya terionisasi sedikit sekali. Lagi pula dengan hidrogen
kromat berada dalam kesetimbangan dengan dikromat terjadi reaksi :
2H+ + 2CrO4 - ↔ 2HCrO4 ↔ Cr2O - + 2H2O
Mengecilnya konsentrasi ion kromat akan menyebabkan perlunya
menambah ion perak dengan sangat berlebih untuk mengendapkan ion
kromat dan karenanya menimbulkan galat yang besar. Pada umumnya
garam dikromat cukup dapat larut
Persamaan reaksi :
Ag + + Cl-  AgCl(s)
2Ag + CrO42-  Ag2CrO4

IV. Alat dan Bahan :


a. Alat yang digunakan :
 Perlengkapan Titrasi
 Erlenmeyer
 Pipet Tetes
 Gelas Ukur
 Neraca Analitik
b. Bahan yamg digunakan :
 Natrium klorida (NaCl) 0,01 M 100 ml
 Kalium kromat (K2CrO4) 5 ml
 Argentum nitrat (AgNO3) 100 ml

V. Prosedur Percobaan :
Buatalah larutan garam 0,01 N dengan air sebanyak 100 mL, kemudian
ambil 10 mL larutan kemudian masukkan kedalam Erlenmeyer tambahkan
1 mL indicator K2CrO4 dari 10 mL air, Kemudian titerlah dengan 0,01 N
AgNO3 pelan-pelan dikocok sampai endapan merah yang tidak hilang lagi.

43
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

VI. Data Hasil Pengamatan :


volume
larutan sampel perubahan warna
titrasi (ml)

10 ml NaCl + 1 ml
20,1
K2CrO4

kuning  orange  merah


bata

10 ml NaCl + 1 ml
15
K2CrO4

kuning  orange  merah


bata

10 ml NaCl + 1 ml
23,5
K2CrO4
kuning  orange  merah
bata

VII. Analisa Percobaan


Dari percobaan yang dilakukan dapat kita analisa dari larutan pertama
sampai ketiga memiliki jumlah NaCl dan K2CrO4 yang sama namun pada
saat titrasi terlihat perbedaan jumlah volume AgNO3 dan terdapat sedikit
perbedaan perubahan warna pula walaupun tidak begitu signifikan.

44
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

VIII. Tugas
1. Hitung persentasi HCl
JAWAB :
Kadar NaCl = VAgNO3  NAgNO3  BE NaCl  100%
= 9,5 mL  0,01 58,44  100
= 0,0095  0,01 58,44  100%
= 55,51 %
IX. Kesimpulan :
Percobaan ininberhasil meski terdapat perubahan warna pada
percobaan 1, 2, 3 yang mungkin disebabkan oleh pengendapan AgNO3.

X. Daftar Pustaka
http://eckhocthems.blogspot.ae/201/04/argentometri.html?m=1//diakses
pada tanggal 16 April 2017.
fazaneilisa.blogspot.ae/2014/01/titrasi-pengendapan-agentometri-i.html?m=1
https://id.m.wikipedia.org/wiki/natrium-klorida

45
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

LAMPIRAN
A. Data Perhitungan
1. Gram NaCl
BM NaCl = (1 x Na) + (1 x Cl)
= (1 x 23) + (1 x 35,5)
= 23 + 35,5 = 58,5
N x BM x V
gram = 1000
0,01 x 58,5 x 100
= 1000

= 0,0585 gram

2. Gram K2CrO4
BM K2CrO4 = (2 x K) + (1 x Cr) + (4 x O)
= (2 x 39) + (1 x 52) + (4 x16)
= 78 + 52 +64 = 194
N x BM x V
gram = 1000
0,1 x 194 x 5
= 1000

= 0,097 gr

3. Gram AgNO3
BM AgNO3 = (1 x Ag) + (1 x N) + (3 x O)
= (1 x 108) + (1 x 14) + (3 x 16)
= 108 +14 + 48 = 170
N x BM x V
gram = 1000
0,01 x 170 x 100
= 1000

= 0,17 gr

46
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

B. Gambar Alat
No Nama Alat Gambar Alat
1. Erlenmeyer

2. Perlengakapan Titrasi

3. Pipet Tetes

4. Gelas Ukur

47
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

5. Neraca Analitik

Mengetahui, Palembang, 5 Mei 2017


Asisten Laboratorium Praktikum

Misparadita Putrri, ST ( )
Batariyah Tri Yuliana ( ) Diah Ayu Pertiwi
Lio Ferdian ( ) 12.2016.026

48
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

I. Judul Percobaan : Sodium dan Asam Glutamat dari bumbu masak


pasarn
II. Tujuan Percobaan : Untuk mengetahui persentase asam glutamat dan
sodium dalam bumbu masak pasaran.

III. Dasar Teori :


Dalam bumbu masak pasaran banyak mengandung sodium dan asam
glutamate yang telah ditentukan dalam standar industri Indonesia yang
gunanya untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Disini kita akan mendeteksi
apakah benar bahwa sodium dan asam glutamat yang telah ditentukan SII
itu sama dengan yang terkandung dalam bumbu masak pasaran.
Monosodium Glutamat (MSG) nama lain dari penyedap rasa
makanan..Monosodium glutamat (juga disebut monosodium glutamat;
disingkat MSG) adalah garam natrium dari asam glutamat. Berfungsi
sebagai penyedap rasa. Satu ion hidrogen (dari gugus —OH yang berikatan
dengan atom C-alfa) digantikan oleh ion natrium. Merek dagang dari
monosodium glutamat termasuk Ajinomoto, Vetsin, Miwon, Sasa dan
Accent.Sejarah MSGManfaat asam amino glutamat sebagai penyedap rasa
baru diketahui pada tahun 1908 oleh seorang ilmuwan Jepang bernama Dr.
Kikunae Ikeda.Penemuan MSG oleh Dr. Ikeda diawali oleh
keprihatinannyaterhadap kondisi fisik rakyat Jepang di kala itu. Sewaktu
belajar ilmu Kimiamodern di Jerman, dia membandingkan tubuh orang
Jerman yang lebih tinggi dari pada orang Jepang. Dia juga mengamati
makanan Jerman dan merasakan kesamaan cita rasa unik pada makanan
Jerman yang juga ada pada makanan Jepang.Setelah kembali ke Jepang, Dr.
Ikeda memusatkan penelitiannya pada bumbu tradisionil Jepang, yaitu
kaldu yang terbuat dari rumput laut (Kombu). Dia berhasil mengisolasi
sumber rasa unik tersebut, yaitu asam Glutamat. Rasa ini kemudian
diperkenalkannya dalam bahasa Jepang sebagai rasa “Umami”.

49
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

Penemuan Glutamat sebagai sumber rasa “Umami” mengukuhkan


ambisi Ikeda untuk memperbaiki kondisi fisik bangsanya, yaitu melalui
bumbu masak yang menambah citarasa dan kelezatan makanan Jepang. Dr.
Ikeda mendapatkan paten atas metode produksi MSG. Namun, asam
Glutamat murni yang dihasilkannya tidak menarik secara komersial karena
sifat fisik dan kimianya. Hingga akhirnya Dr. Ikeda berhasil
mensenyawakan glutamate dengan sodium menjadi Monosodium Glutamat
(MSG). Dengan membagi hak patennya dengan seorang pemilik pabrik
Iodine, Saburousuke Suzuki, Dr Ikeda kemudian berhasil mewujudkan
hasratnya memproduksi dan memasarkan MSG secara massal.AJI-NO-
MOTO (MSG) mulai dipasarkan di Jepang pada tahun 1909. Pada waktu
itu MSGdiproduksi melalui proses ekstraksi gluten hingga tahun 1960-an.
Proses produksi ini tidak dapat memenuhi permintaan yang meningkat
dengan cepat dari pasar Jepang dan dunia. Inovasi teknologi fermentasi
pada tahun 1956 kemudian membantu usaha meningkatkan produksi MSG
yang terus diterapkan hingga sekarang.
MSG sekarang umumnya diproduksi dengan menggunakan bahan
baku yang kaya glukosa seperti tetes tebu, singkong, jagung, gandum, sagu
dan beras. Proses fermentasi merupakan proses pengolahan makanan
traditional yang juga digunakan untuk membuat tape, tempe, kecap dan lain
lain.Pembuatan Monosodium Glutamat (MSG)MSG dibuat melalui proses
fermentasi dari tetes-gula (molases) oleh bakteri
(Brevibacteriumlactofermentum). Dalam peroses fermentasi ini, pertama-
tama akan dihasilkan Asam Glutamat. Asam Glutamat yang terjadi dari
proses fermentasi ini, kemudian ditambah soda (Sodium Carbonate),
sehingga akan terbentuk Monosodium Glutamat (MSG). MSG yang terjadi
ini, kemudian dimurnikan dan dikristalisasi,sehingga merupakan serbuk
kristal-murni, yang siap di jual di pasar.SEBELUM bakteri (pada Butir 1)
tersebut digunakan untuk proses fermentasi pembuatan MSG, maka terlebih

50
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

dahulu bakteri tersebut harus diperbanyak (dalam istilah mikrobiologi:


dibiakkan atau dikultur) dalam suatu media yang disebut Bactosoytone.

IV. Alat dan Bahan :


a. Alat yang digunakan :
 Perlengkapan Titrasi
 Erlenmeyer
 Pipet Tetes
 Pipet Ukur
 Gelas Ukur
 Neraca Analitik
b. Bahan yang digunakan :
 Indikator metil orange (C14H14N3NaO3S) 1 gram 10 ml
 Asam klorida (HCl) 0,1 N (H+) 100 ml
 Natrium hidroksida (NaOH) 50 ml

V. Prosedur Percobaan :
1. Timbang 5 gr sampel
2. Larutkan dalam 200 ml air
3. Ambil 25 ml + indikator Mb / Pp
4. Titrasi dengan larutan HCl untuk sodium
5. Titrasi dengan NaOH untuk asam glutamate

51
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

VI. Data Hasil Pengamatan :


volume
Perubahan
indikator Larutan Sampel titrasi
warna
HCl (ml)

25 ml larutan masako +
3 tetes pp + 1 gram 10
sodium
merah muda
Pp

25 ml larutan masako +
3 tetes pp + 1 gram 17
sodium
merah muda

25 ml larutan masako +
3 tetes Mb + 1 gram 20
sodium
biru
Mb

25 ml larutan masako +
3 tetes Mb + 1 gram 20
sodium
biru

VII. Analisa Percobaan


Berdasarkan percobaan tersebut dapat dianalisa bahwa hasil dari ketiga
percobaan dengan volume yang sama da ditetesi dengan indicator PP dan
di titrasi denganHCl memiliki persamaan warna tetapi volume berbeda.

52
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

Begitu juga ketiga percobaan menggunakan indicator metil blue perubahan


warna tetap sama tetapi volume berbeda.

VIII. Tugas :
1. Hitunglah persentase asam glutamat dan sodium dalam sampel
pasaran ?
JAWAB :
VNaOH x NNaOH x BE
% asam glutamat = x 100 %
Vasam glutamat

16,75 x 0,1 x 11,5


= x 100 %
25
19,26
= x 100 % = 77,05 %
25

IX. Kesimpulan :
Setiap sampel yang diberi indikator methyl blue dan penolpthalein
akan menghasilkan perubahan warna yang berbeda . pada percobaan ini
tidak dilakukan uji asam glutamate dikarenakan tidak adanya bahan.
Persentase asam glutamat 77,05 % .

X. Daftar Pustaka
https:///id.m.wikipedia.org/wiki/asam-glutamat
https://id.m.wikipedia.org/wiki/mononatrium-glutamat
https://m.liputan6.com/health/read/722869/ini-dia-nama-lain-micin-atau-
msg

53
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

LAMPIRAN
A. Data Perhitungan
1. Pengenceran HCl
BM HCl = (1 x H ) + (1 x Cl)
= (1 x 1) + (1 x 35,5) = 36,5
ρ x % x 1000
N2 = BM
1,19 x 37% x 1000
= 36,5

= 12,06 N
N1 . V1 = N2 . V2
0,1 .100 = 12,06 . V2
10 = 12,06 . V2
V2 = 0,829 ml

2. Gram NaOH
BM NaOH = (Na x 1) + (O x 1) + (H x 1)
= (23 x 1) + (16 x 1) + (1 x 1) = 40
N x BM x V
gram = 1000
0,1 x 40 x 100
= 1000

= 0,4 gram

3. Gram phenolpthlein
BM C20H14O4 = (C x 20) + (H x 14) + (O x 4)
= (12 x 20) + (1 x 14) + (16 x 4)
= 318
N x BM x V
gram = 1000
0,1 x 318 x 10
= 1000

= 0,318 gram
4. Gram methyl blue (C16H18N3SCl)

54
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

BM C16H18N3SCl = ( 16 x C) + (18 x H) + (3 x N) + (1 x S) + (1 x Cl)


= (16 x 12) + (18 x 1) + (3 x 14) + (1 x 32) + (1 x
35,5)
= 192 + 18 + 42 + 32 +35,5 = 319,5
N x BM x V
gram = 1000
0,1 x 319,5 x 10
=
1000

= 0,3195 gram

B. Gambar Alat
No Nama Alat Gambar Alat
1. Erlenmeyer

2. Perlengakapan Titrasi

3. Pipet Tetes

55
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

4. Gelas Ukur

5. Neraca Analitik

6. Pipet Ukur

Mengetahui, Palembang, 19 Mei 2017


Asisten Laboratorium Praktikum

Misparadita Putrri, ST ( )
Batariyah Tri Yuliana ( ) Diah Ayu Pertiwi
Lio Ferdian ( ) 12.2016.026

56
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

I. Judul Percobaan : Flouride dalam pasta gigi


II. Tujuan Percobaan :
a. Untuk mengetahui persentase fluoride dalam sampel
b. Untuk mengetahui fungsi dari fluoride

III. Dasar Teori :


Pasta gigi adalah suatu pasta untuk pembersih gigi agar gigi lebih kuat
dan bersih karena adanya suatu zat fluoride. Disini kita akan mengetahui
fluoride yang stabil untuk pembersih gigi maka analisa dengan cara titrasi.
Fluor merupakan bahan alami yang banyak terdapat dalam tanaman
dan binatang, dan merupakan ion fluorine yang dijumpai dalam jaringan
hidup, terutama jaringan yang bermineralisasi seperti email gigi dan tulang.
Banyak jenis makanan dan minuman yang mengandung bahan ini,
termasuk beberapa jenis ikan dan teh.
Fluor terdapat dalam hampir semua air alam segar, terutama air laut.
Karena kandungan ini hanya sedikit sekali, pengukurannya dilakukan
dalam satuan bagian per sejuta (part per million) atau ppm. Sebagai contoh,
dalam air laut kandungan ini berkisar antara 0.8 – 1.4 ppm. Dengan kata
lain, untuk setiap sejuta bagian air hanya terdapat 0.8 sampai 1.4 bagian
fluoride saja.
Fluor ini sebetulnya bahan alami dan sama sekali bukan bahan buatan.
Tidak setiap orang mempunyai kandungan fluor cukup di dalam tubuhnya.
Namun, mereka yang karena suatu sebab kekurangan bahan ini, dapat
memperbaikinya dengan berbagai cara. Pada awalnya, efek yang sangat
bermanfaat dari Fluor ini ditemukan karena gigi-gigi penduduk di daerah
geografis tertentu ternyata mengalami kerusakan gigi lebih sedikit
dibanding daerah lainnya. Analisis yang cermat ternyata membuktikan
bahwa orang-orang yang suplai air minumnya mengandung kadar fluor
alami sebanyak 1 ppm, memiliki kerusakan gigi setengahnya saja dibanding
mereka yang mengkonsumsi air tanpa fluor.

57
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

Apakah yang disebut FLUORIDASI ?


Sampai saat ini dikenal dua cara penggunaan fluor, yaitu secara
kolektif dan perorangan. Fluoridasi air minum, garam dapur, atau bahan
lainnya adalah contoh cara kolektif untuk mencapai sejumlah besar orang
sekaligus. Di lain pihak, menggosok gigi dengan odol yang mengandung
fluor, atau penggunaan tablet, obat oles fluor, atau makanan yang
mengandung fluor, dsb. adalah contoh penggunaan secara perorangan.
Fluoridasi bisa diberikan dengan cara apa ? Fluor terdapat di dalam
pasta gigi, obat kumur, tablet dan obat tetes untuk bayi dan anak balita yang
belum bisa menelan tablet. Selain itu, di beberapa negara fluor bisa juga
didapat melalui suplai air minum dari Perusahaan Air Minum. Semua ini
digunakan untuk membantu mencegah kerusakan gigi. Sejak ditemukannya
efek yang menguntungkan ini, banyak kalangan masyarakat memutuskan
menyesuaikan kadar fluor dalam suplai air minumnya sehingga mendekati
1 ppm, yang terbukti sebagai kadar yang menguntungkan/bermanfaat bagi
kesehatan gigi
Amankah pemakaian Fluor bagi tubuh ?
Pernah dipertanyakan apakah fluor dapat menyebabkan kanker; tetapi
ternyata secara ilmiah hal ini tidak terbukti. Jadi, dalam bentuk apa pun,
bila fluor ini digunakan sesuai petunjuk penggunaannya, terbukti aman dan
tidak menimbulkan efek samping. Namun, sebagaimana layaknya setiap
penggunaan senyawa yang bersifat sebagai obat, masyarakat diminta untuk
selalu berhati-hati. Walaupun penggunaan fluor terbukti aman,
penggunaannya secara sistemik (contoh: yang diminum) atau dalam bentuk
pasta gigi untuk anak-anak (di bawah usia 25 bulan) seyogyanya selalu di
bawah pengawasan orang tua. Penggunan fluor secara sistemik biasanya
diberikan kepada anak-anak yang tinggal di daerah yang terbukti
kekurangan fluor. Sebab, dosis berlebihan fluor bisa juga menyebabkan
kelainan yang biasa disebut Fluorosis. Hal serupa bisa juga terjadi pada ibu
hamil yang periode pertumbuhan gigi pada janinnya sedang berlangsung.

58
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

Apakah Fluor bisa menyebabkan kelainan ?


Kelainan yang disebut fluorosis atau mottled enamel ini merupakan
hipoplasia email dan disebabkan karena konsumsi / minum air berkadar
fluor terlalu tinggi selama masa perkembangan gigi. Hal ini ditandai
dengan cacatnya kalsifikasi serta memberi gambaran email berwarna putih
kapur, yang berangsur-angsur berubah menjadi warna coklat.
Bagaimana Fluoridasi itu dilakukan dalam program pencegahan
kerusakan gigi ?
Fluoridasi adalah penggunaan garam fluorida, misalnya dalam air
minum, dengan tujuan mengurangi proses terjadinya karies gigi. Fluor
dikenal sebagai elemen yang mutlak diperlukan untuk pembentukan tulang
dan gigi. Di samping itu, dari penelitian-penelitian sejak puluhan tahun
lalu, ternyata di daerah-daerah yang air minumnya mengandung kadar fluor
cukup tinggi, sedikit sekali dijumpai terjadinya karies gigi.
Bagaimana kebijakan Depkes RI dalam penggunaan pasta gigi yang
mengandung fluor ?
Selain mengubah pola makan, Depkes juga menggalakkan penggunaan
pasta gigi yang mengandung fluor pada air minum, garam, susu, dan
lainnya. Di Indonesia sudah banyak pasta gigi yang mengandung fluor;
pasta ini merupakan cara yang sangat praktis dan mudah difluoridasi.
Berdasarkan SII (Standar Industri Indonesia) spesifikasi fluor pada pasta
gigi maksimum adalah 1.500 ppm senyawa fluor, sedangkan WHO
menetapkan komponen fluor minimal yang masih berperan aktif dalam
pasta gigi adalah 800 ppm. Beberapa pasta gigi di pasaran dengan merk
terkenal rata-rata mengandung sekitar 1.000 ppm fluoride.

IV. Alat dan Bahan :


a. Alat yang digunakan :
1. Perlengkapan Titrasi
2. Erlenmeyer

59
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

3. Pipet Tetes
4. Pipet Ukur
5. Gelas Ukur
6. Neraca Analitik
b. Bahan yang digunakan :
1. Fluoride / pasta gigi
2. Natrium hidroksida (NaOH) 0,01 N 100 ml
3. Asam klorida (HCl) 0,1 N 100 ml
4. Indikator Pp / Mb
5. Aquadest

V. Prosedur Percobaan :
1. Timbang 1 gr sampel
2. Larutkan sampel dengan NaOH 0, 1 N 100 ml aduk sampai rata
3. Diamkan sampai menurun
4. Titrasi dengan HCl 0,1 N dengan indikator pp / MB

VI. Data Hasil Pengamatan :


volume HCl
Indicator larutan sampel perubahan warna
titrasi (ml)

10 ml larutan NaOH
6
odol + 3 tetes PP

PP merah muda

10 ml larutan NaOH
12
odol + 3 tetes PP

60
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

merah muda

10 ml larutan NaOH
21
odol + 3 tetes MB

biru
MB

10 ml larutan NaOH
5
odol + 3 tetes MB

Biru

VII. Analisa Percobaan


Berdasarkan percobaan tersebut dapat dianalisa bahwa hasil dari ketiga
percobaan dengan volume yang sama da ditetesi dengan indicator PP dan
di titrasi denganHCl memiliki persamaan warna tetapi volume berbeda.
Begitu juga ketiga percobaan menggunakan indicator metil blue perubahan
warna tetap sama tetapi volume berbeda.

VIII. Tugas :
1. Hitung persentase fluride dalam sampel ?
JAWAB :
VHCl x NHCl x BE
% fluoride = x 100 %
Vfluoride
11x 0,1 x 9,5
= x 100%
20
10,45
= x 100 % = 52,25 %
20

2. Apa fungsi fluoride dalam pasta gigi ?

61
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

Fungsi fluoride :
a. Untuk membersihkan gigi
b. Memperbaiki kerusakan gigi yang telah terjad pada lapisan gigi
c. Membuat lapisan gigi menjadi lebih kuat dan lebih tahan terhadap
kerusakan yang disebabkan oleh bakteri.

IX. Kesimpulan
Pada uji fluoride menggunakan indikator pp terjadi perubahan warna
merah muda, dan pada saat menggunakan indikator Mb terjadi perubahan
warna biru. Fluride berfungsi untuk membersihkan gigi serta memperbaiki
kerusakan gigi. Persentase fluoride dalam sampel 52,25 %.

X. DAFTAR PUSTAKA
http://kb.123sehat.com.mineral/flouride
http:..syieffgalileo.blogspot.ae/2013/12/makalah-pasta-gigi.html?m=1
www.systemasolution.com/news/fungsi-flouride-yang-ada-pada-pasta-gigi-
untuk-kesehatan-gigi

62
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

LAMPIRAN
A. Data Perhitungan
 Pengenceran HCl
BM HCl = (1 x H ) + (1 x Cl)
= (1 x 1) + (1 x 35,5) = 36,5
ρ x % x 1000
N2 =
BM
1,19 x 37% x 1000
=
36,5
= 12,06 N
N1 . V1 = N2 . V2
0,1 .100 = 12,06 . V2
10 = 12,06 . V2
V2 = 0,829 ml
C. Gram NaOH
BM NaOH = (Na x 1) + (O x 1) + (H x 1)
= (23 x 1) + (16 x 1) + (1 x 1) = 40
N x BM x V
gram =
1000
0,1 x 40 x 100
=
1000
= 0,4 gram

D. Gram phenolpthlein
BM C20H14O4 = (C x 20) + (H x 14) + (O x 4)
= (12 x 20) + (1 x 14) + (16 x 4)
= 318
N x BM x V
gram =
1000
0,1 x 318 x 10
= = 0,318 gram
1000

E. Gram methyl blue (C16H18N3SCl)

63
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

BM C16H18N3SCl = ( 16 x C) + (18 x H) + (3 x N) + (1 x S) + (1 x
Cl)
= (16 x 12) + (18 x 1) + (3 x 14) + (1 x 32) + (1
x 35,5)
= 192 + 18 + 42 + 32 +35,5 = 319,5
N x BM x V
gram =
1000
0,1 x 319,5 x 10
= = 0,3195 gram
1000

B. Gambar Alat
No Nama Alat Gambar Alat
1. Erlenmeyer

2. Perlengakapan Titrasi

3. Pipet Tetes

64
PRAKTIKUM KIMIA ANALISA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jln. Jend Ahmad Yani 13 Ulu Palembang Tlp 0711513022. Fax 0711513078

4. Gelas Ukur

5. Neraca Analitik

6. Pipet Ukur

Mengetahui, Palembang, 19 Mei 2017


Asisten Laboratorium Praktikum

Misparadita Putrri, ST ( )
Batariyah Tri Yuliana ( ) Diah Ayu Pertiwi
Lio Ferdian ( ) 12.2016.026

65