Anda di halaman 1dari 8

1.

PENGKAJIAN
a. Identitas diri :
b. Pemeriksaan Fisik :
1) Mata : terdapat konjungtivitis, fotophobia
2) Kepala : sakit kepala
3) Hidung : Banyak terdapat secret, influenza, rhinitis/koriza,
perdarahan hidung ( pada stad eripsi ).
4) Mulut & bibir : Mukosa bibir kering, stomatitis, batuk, mulut
terasa pahit.
5) Kulit : Permukaan kulit ( kering ), turgor kulit, rasa gatal, ruam
makuler pada leher, muka, lengan dan kaki ( pada stadium
Konvalensi ), evitema, panas ( demam ).
6) Pernafasan : Pola nafas, RR, batuk, sesak nafas, wheezing,
renchi, sputum
7) Tumbuh Kembang : BB, TB, BB Lahir, Tumbuh kembang R/
imunisasi.
8) Pola Defekasi : BAK, BAB, Diare
9) Status Nutrisi : intake – output makanan, nafsu makanan
c. Keadaan Umum : Kesadaran, TTV

2. DIAGNOSA KEPERAWATAN
a. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan obstruksi
saluran nafas, produksi secret, inflamasi saluran pernapasan atas
b. Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan rasa gatal, ruam
pada kulit, eritema
c. Hipertermi berhubungan dengan reaksi inflamasi, kenaikann suhu
tubuh.
d. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan reaksi
inflamasi pada saluran cerna, anoreksia, intake nutrisi tidak adekuat.
e. Gangguan sensori persepsi berhubungan dengan konjungtivitis
f. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan ruam pasa balik
telinga, leher, pipi, muka, seluruh tubuh.
g. Deficit perawatan diri berhubungan dengan hygiene tidak terjaga.
h. Kurang informasi berhubungan dengan keterbatasan informasi
mengenai penyakit.

3. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN


a. Dx 1 : Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan obstruksi
saluran nafas, produksi secret, inflamasi saluran pernapasan atas.
b. Tujuan : Setelah diberikan asuhan keperawatan selama (…X…) jam
diharapkan bersihan jalan nafas efektif dengan criteria hasil
1) Tidak terdapat secret.
2) RR 12-20X per menit
3) Tidak ada suara nafas tambahan (rhonchi)
INTERVENSI RASIONAL

Observasi karakteristik batuk Batuk paling efektif pada posisi


duduk tinggi atau kepala di bawah
setelah perkus dada.

Auskultasi bunyi nafas, catat adanya Beberapa derajat spasme bronkus


bunyi nafas tambahan. terjadi dengan obstruksi jalan nafas
dan dapat dimanifestasikan adanya
bunyi nafas tambahan

Beri posisi semifowler Peninggian kepala dapat


meningkatkan fungsi pernapasan

Ajarkan teknik nafas efektif Memberikan pasien beberapa cara


untuk mengatasi dan mengontrol
dispnea dan menurunkan jebakan
udara

Delegasi dalam pemberian obat Merilekskan otot halus dan


sesuai indikasi (bronkodilator, menurunkan kongesti local,
mukolitik) menurunkan spasme jalan nafas, dan
produksi secret
a. Dx 2 : Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan rasa gatal,
ruam pada kulit, eritema
b. Tujuan : Setelah diberikan asuhan keperawatan selama (…X…) jam
diharapkan nyeri terkontrol dengan criteria hasil
1) Skala nyeri 0-3
2) Kemampuan istirahat meningkat
3) Mampu meningkatkan kemampuan aktivitas
INTERVENSI RASIONAL

Observasi tingkat cema, mudah Petunjuk nonverbal ini


tersinggung, menangis, gelisah, mengindikasikan adanya nyeri yang
gangguan tidur dialami

Kaji tipe, lokasi, dan intensitas nyeri Nyeri dirasakan, dimanifestasikan,


dan di toleransi secara individual

Berikan tindakan nyaman seperti Dapat meningkatkan relaksasi


mengubah posisi pasien
Anjurkan pasien jika suhu tubuh Air hangat dapat mengurangi gatal
turun, untuk mengurangi gatal dapat dan menambah rasa nyaman.
dimandikan dengan air hangat

Delegasi dalam pemberian obat Menurunkan demam dan inflamasi


analgesik dan antipiretik sesuai serta menurunkan ketegangan otot
indikasi

a. Dx 3 : Hipertermi berhubungan dengan reaksi inflamasi, kenaikann


suhu tubuh.
b. Tujuan : Setelah diberikan asuhan keperawatan selama (…X…) jam
diharapkan suhu tubuh terkontrol dengan criteria hasil
1) Suhu tubuh dalam rentang normal (36-37,2oC)
2) Membrane mukosa lembab
3) Kulit tidak teraba panas
INTERVENSI RASIONAL
Pantau suhu tubuh pasien Suhu 38,9oC - 41oC menunjukan
proses penyakit infeksius.

Berikan kompres hangat Dapat membantu mengurangi demam,


penggunaan air es/alcohol mungkin
menyebabkan kedinginan,
peningkatan suhu secara actual. Selain
itu alcohol dapat mengeringkan kulit.

Anjurkan menggunakan pakaian yang Pakaian tipis dapat meningkatkan


tipis evaporasi.

Delegasi dalam pemberian obat Digunakan untuk mengurangi demam


antipiretik dengan aksisentralnya pada
hipotalamus,

a. Dx 4 : Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan


reaksi inflamasi pada saluran cerna, anoreksia, intake nutrisi tidak
adekuat.
b. Tujuan : Setelah diberikan asuhan keperawatan selama (…X…) jam
diharapkan asupan nutrisi adekuat dengan criteria hasil
1) Berat badan stabil
2) Kebutuhan metabolic terpenuhi
INTERVENSI RASIONAL

Kaji kemampuan untuk mengunyah Inflamasi pada mulut tenggorokan


merasakan dan menelan. menyebabkan penurunan kemampuan
pasien untuk mengolah makanan.

Berikan perawatan mulut yang terus Mengurangi ketidaknyamanan, mulut


menerus. yang bersih akan meningkatkan nafsu
makan.

Timbang berat badan sesuai Indicator kebutuhan


kebutuhan. nutrisi/pemasukan nutrsi yang
adekuat.

Berikan banyak minum (sari buah- Untuk mengkompensasi adanya


buahan, sirup yang tidak memakai peningkatan suhu tubuh dan
es). merangsang nafsu makan

Anjurkan pasien untuk membatasi Rasa sakit pada mulut akan


makanan yang menyebabkan mual mengiritasi lesi mulut yang akan
muntah. menyebabkan pasien untuk enggan
makan.

Kolaborasi dengan ahli diet gizi. Menyediakan diet berdasarkan


kebutuhan individu dengan rute yang
tepat.

a. DX 5 : Gangguan sensori persepsi berhubungan dengan


konjungtivitis
b. Tujuan : Setelah diberikan asuhan keperawatan selama (…X…)
jam diharapkan pasien dapat meningkatkan ketajaman penglihatan
dengan criteria hasil
1) Mengenal gangguan sensori dan berkompensasi
terhadap perubahan
INTERVENSI RASIONAL

Kaji ketajaman penglihatan, catat Kebutuhan individu dan pilihan


apakah satu atau kedua mata terlibat. intervensi bervariasi. Sebab
kehilangan penglihatan terjadi lambat
dan progresif.

Letakkan barang yang dibutuhkan Memungkinkan pasien melihat objek


pasien dekat dengan jangkauannya. lebih mudah dan memudahkan
panggilan pertolongan.

Anjurkan untuk meningkatkan Cahaya yang banyak akan membantu


pencahayaan di ruangan untuk pemenuhan kebutuhan pasien
dalam penglihatan

Delegasi dalam pemberian obat tetes Gangguan penglihatan dapat berakhir


mata 1-2 jam setelah tetesan mata tapi
secara bertahap menurun dengan
penggunaan.

a. Dx 7 : Deficit perawatan diri berhubungan dengan hygiene tidak


terjaga.
b. Tujuan : Setelah diberikan asuhan keperawatan selama (…X…) jam
diharapkan kemampuan perawatan diri pasien dalam tingakat
kemampuan pribadi denngan criteria hasil
1) Mendemonstrasikan perubahan gaya hidup untuk
pemenuhan kebutuhan diri
INTERVENSI RASIONAL

Tentukan kemampuan saat ini dan Mengidentifikas kebutuhan intervensi


hambatan untuk berpartisipasi dalam yang dibutuhkan
perawatan
Ikutsertakan pasien dalam formulasi Meningkatkan perasaan control dan
rencana perawatan pada tingkat meningkatkan kerja sama dan
kemampuan perkembangan kemandirian

Berikan dann tingkatkan keleluasaan Kesederhanaan dapat mengarah pada


pribadi, termasuk selama mandi keengganan ikut serta dalam
perawatan

Anjurkan untuk menggunakan Dapat mempercepat proses pelepasan


pakaian kemeja pakaian tanpa harus mengganggu
ruam-ruam pada kulit
c. Dx 7 : Deficit perawatan diri berhubungan dengan hygiene tidak
terjaga.
d. Tujuan : Setelah diberikan asuhan keperawatan selama (…X…) jam
diharapkan kemampuan perawatan diri pasien dalam tingakat
kemampuan pribadi denngan criteria hasil
2) Mendemonstrasikan perubahan gaya hidup untuk
pemenuhan kebutuhan diri
INTERVENSI RASIONAL

Tentukan kemampuan saat ini dan Mengidentifikas kebutuhan intervensi


hambatan untuk berpartisipasi dalam yang dibutuhkan
perawatan
Ikutsertakan pasien dalam formulasi Meningkatkan perasaan control dan
rencana perawatan pada tingkat meningkatkan kerja sama dan
kemampuan perkembangan kemandirian

Berikan dann tingkatkan keleluasaan Kesederhanaan dapat mengarah pada


pribadi, termasuk selama mandi keengganan ikut serta dalam
perawatan

Anjurkan untuk menggunakan Dapat mempercepat proses pelepasan


pakaian kemeja pakaian tanpa harus mengganggu
ruam-ruam pada kulit

a. Dx 8 : Kurang informasi berhubungan dengan keterbatasan informasi


mengenai penyakit.
b. Tujuan : Setelah diberikan asuhan keperawatan selama (…X…) jam
diharapkan pasien memahami penyakitnya dengan criteria evaluasi
1) Pasien menyatakan pemahaman tentang penyakit yang
diderita
2) Turut ikut serta dalam prosedur perawatan

INTERVENSI RASIONAL
Kaji tingkat pengetahuan/pendidikan Tingkat pendidikan akan
pasien mempengaruhi pengetahuan pasien
terhadap penyakitnya

Jelaskan pada orang tua tentang Memberikan pengetahuan kepada


morbili tentang hubungan orang tua tentang pencegahan
pencegahan dengan vaksinasi campak penyakit anaknya.
dan peningkatan gizi agar tidak
mudah timbul komplikasi
Berikan reinforcement saat pasien Meningkatkan rasa ingin tahu dan
menyatakan pemahamannya percaya diri pasien