Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM P-4

PENGHAWAAN
MATA KULIAH FISIKA BANGUNAN
RA 141324

Oleh:
Hanif Satria Pamungkas 3214100067
M. Ridha Tantowi 3214100070
Novira Dwiyanti 3214100086
Dian Qurrota 3214100087
Nabilah Zuhrah 3214100084

JURUSAN ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN (FTSP)
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
2015
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat-Nya sehingga Tugas
Laporan Percobaan Penghawaan Mata Kuliah Fisika Bangunan pada Semester 2 ini
akhirnya dapat diselesaikan juga.

Dalam pembuatan Laporan ini, penulis mendapat bantuan dari berbagai pihak, maka
pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: Dr.
Dhany Arifianto ST, M.Eng selaku Dosen Fisika Bangunan RA141324 dan para asisten
dosen yang telah memberikan kesempatan dan memberi fasilitas sehingga laporan ini dapat
selesai dengan lancar.

Dari sanalah semua kesuksesan ini berawal, semoga laporan ini bisa memberikan
gambaran pencapaian hingga dapat menuntun kami ke langkah yang lebih jauh lagi.
Penulis berharap makalah ini terbebas dari kekurangan dan kesalahan, meskipun dapat
diakui akan ada tetap ada potensi untuk itu. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik
dan saran yang membangun agar laporan ini dapat lebih baik lagi.

Akhir kata semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan
penulis pada khususnya. Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih
jauh dari sempurna untuk itu penulis menerima saran dan kritik yang bersifat membangun
demi perbaikan kearah kesempurnaan.

Terima Kasih,

Surabaya, 31 Mei 2015

Penulis
Tujuan
1. Untuk mengenalkan fungsi dan manfaat dari software COMSOL Multiphysic
2. Untuk mengetahui aplikasi comsol terhadap bidang Arsitektur
3. Untuk melihat simulasi dari pergerakan udara terhadap gedung
4. Untuk menganalisis besarnya tekanan dan kecepatan udara terhadap gedung

Alat dan Bahan


1. User
2. Laptop/PC
3. Software Comsol Multiphysic
3. Mouse, Charger, Kabel Olor

Alur Kerja
Buka software comsol multiphysic, lalu klik
 2D
 Fluid Flow
 Single-phase flow
 Turbulent flow
 Turbulent flow K-e (Epsilon)
 Study
 Stationary
 Done
Proses Membuat Bentuk Geometri Burj Khalifa di Dubai
Membentuk Persegi Panjang
 Klik Geometri
 Klik Rectangle
 Klik Model Builder
 Klik Geometri 1
 Klik Rectangle 1 (r1)
 Pada Size, atur width 200 dan height 200
 Klik Build selected
Membentuk Cekukan Serupa Burj Khalifa
 Klik Draw Quadratic di titik 50 Horizontal dan 100 Vertikal
 Klik Intersection
 Pastikan geometri dalam posisi aktif/on
 Arahkan kursor ke kotak hingga border kotak berwarna merah
 Klik select and hide
 Klik di kotak (Space yang bukan objek)
 Klik Select and hide
 Klik Object (Sisa)
 Klik Reset hiding
 Hilangkan centak pada ‘Keep interior boundaries’
 Klik Build Selected

Langkah selanjutnya
 Klik rectangle
 Buat rectangle di sebelah objek dengan width 10 dan height 321
 Klik Build selected

Langkah selanjutnya
 Klik Union
 Pastikan bentuk geometri aktif/on
 Hilangkan centang pada ‘Keep Interior Boundaries’

Langkah selanjutnya
 Klik Rectangle
 Buat bentuk kotak sesukanya dengan ukuran yang bebas
 Klik rectangle 3
 Atur width 600, heigh 450, x=-100
 Klik build selected

Langkah selanjutnya
 Klik Difference
 Klik r3 di object to add
 Klik object
 Hilangkan semua centang
 Klik build selected

Langkah selanjutnya
 Rectangle 2, x nya diganti 199
 Union dibuild selected
 Rectangle 3 build selected
 Klik difference
 Klik on object to add
 Klik object
 Klik on object subtract
 klik object
 Klik build selected

Langkah selanjutnya
 Klik home
 Klik add material
 Klik build in
 Klik air
 Klik Add to component (Area di sekitar object akan berwarna biru)

Langkah selanjutnya
 Turbulent flow, k –E (SPF)
 Klik boundary
 Klik inlet
 Klik inlet 1 atau bidang arah datangnya udara (dinding sebelah kiri objek)
 Klik lalu ganti menjadi v0 = 17 (mph) m/s ( udara di arab saudi
 Open boundary
 Klik garis kanan dan atas hingga biru
 Klik mesh 1
 Klik user- controlled mesh
 Klik size
 Klik fine
 Klik boundary layer 1
 Klik boundary
 Number of boundary layers : 1
 Klik Build selected

Langkah selanjutnya
 Study 1
 Compute

Untuk Menampilkan Warna Sebagai Indikator Tekanan dan Kecepatan Udara


 Klik toolbar
 Arrow surface
 Colour- red
 Stream line
 Stream line positioning
 Start point controlled
 Point :100
 Klik controlled ( start point controlled)
 Home surface
 Expression = p (gati menjadi p)
 Plot
Analisis Data

Grafik Kecepatan Angin

Grafik Tekanan Udara


Pembahasan
1.Kecepatan Angin
Bangunan Burj Khalifa yang berdiri kokoh tersebut disimulasikan aliran fluida
udaranya berupa angin. Angin sendiri hadir akibat adanya rotasi bumi dan perbedaan
tekanan udara sekitar, sehingga terjadi pergerakan udara pada lingkungan. Karenanya,
setelah dilakukan simulasi dengan comsol, didapat bahwa angin cenderung memiliki
kecepatan tinggi pada titik teratas dari bangunan yang ditandai dengan warna merah.
Disusul warna lain yakni jingga, kuning, hijau, dan biru yang secara berturut-turut berarti
kecepatan angin berangsur-angsur semakin ke bawah adalah semakin kecil. Selain faktor
ketinggian, faktor lain yang mempengaruhi adalah lingkungan sekitar. Sebab, dengan tidak
adanya bangunan lain selain burj khalifa maka ini berarti tidak akan ada pula penghalang
yang membuat angin sulit untuk berhembus ke arah gedung.
2.Tekanan Udara
Untuk besaran tekanan udara sekitar bangunan juga ditunjukkan oleh spektrum
warna seperti gambar di atas. Pada bagian dasar bangunan, warna merah mendominasi. Ini
artinya pada daerah/area tersebut tekanan udaranya sangat besar dan semakin ke atas
tekanannya semakin mengecil. Ini sesuai dengan prinsip tekanan bahwa semakin rendah
atau semakin kecil volume maka tekanannya akan semakin besar. Berbanding terbalik
dengan kecepatan angin yang sudah dibahas di atas.

Kesimpulan
1. Semakin tinggi bangunan maka kecepatan angin di titik tertinggi tersebut juga makin
besar.
2. Semakin rendah bangunan maka kecepatan angin di titik tertinggi tersebut makin kecil.
3. Semakin tinggi bangunan maka tekanan udara di titik tertinggi tersebut akan makin
kecil.
4. Semakin rendah bangunan maka tekanan udara di titik tertinggi tersebut akan makin
besar.
5. Kecepatan angin berbanding terbalik dengan tekanan udara.
Daftar Pustaka
http://akoestische.blogspot.com