Anda di halaman 1dari 6

Penentuan Lokasi Pemasangan Lighting Masts pada Menara Transmisi...

(Agung Nugroho, Abdul Syakur)

PENENTUAN LOKASI PEMASANGAN LIGHTNING MASTS PADA MENARA


TRANSMISI UNTUK MENGURANGI KEGAGALAN PERLINDUNGAN AKIBAT
SAMBARAN PETIR
Agung Nugroho, Abdul Syakur
Jurusan Teknik Elektro – Fakultas Teknik Undip
Jl. Prof. Sudharto, Tembalang - Semarang

.
Abstrak listrik secara alami di dalam awan-awan badai . Di
Sambaran petir pada saluran transmisi udara terbuka dalam awan terjadi pemisahan muatan dimana
dapat mengenai kawat fasa apabila sistem beberapa teori menyatakan bahwasanya didalam
perlindungan kawat tanah gagal dalam mengantisipasi awan, kristal es bermuatan positif, sedangkan titik-
sambaran tersebut. Pada menara transmisi yang titik air bermuatan negatif. Mekanisme
menggunakan sistem perisaian sempurna kemungkinan selanjutnya adalah peluahan petir yang diawali
sambaran petir pada kawat fasa ini dapat dikurangi dengan pengembangan sambaran perintis ( stepped
sekecil mungkin. Untuk menara tertentu seperti downward leader ). Gerakan ke bawah ini bertahap
menara tension yang digunakan untuk jalur belokan sampai dekat ke tanah, sehingga muatan negatif
(aspan) kemungkinan terjadinya sambaran petir pada yang dibawa oleh stepped leader tersebut
kawat fasa masih ada walaupun telah menggunakan memperbesar induksi muatan positif di permukaan
sistem perisaian sempurna. Untuk mengatasinya maka tanah, akibatnya gradien tegangan antara dasar
pada menara yang memiliki kemungkinan yang besar awan dengan tanah semakin besar.
terkena sambaran petir dapat dipasang pelindung Apabila kedua akumulasi muatan ini saling
tambahan berupa batang penangkal petir atau sering tarik, maka muatan positif dalam jumlah yang besar
disebut lightning masts. Penentuan menara yang perlu akan bergerak ke atas menyambut gerakan stepped
dipasang Lightning Masts didasarkan pada leader yang bergerak kebawah, akhirnya terjadi
pertimbangan tingkat kebutuhan dan nilai tahanan kaki kontak pertemuan antara keduanya. Gerakan ke
menara. Makalah ini merupakan studi kasus pada atas muatan positif tersebut membentuk suatu
Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 KV streamer yang bergerak ke atas (upward moving
Ungaran – Krapyak. streamer ), atau yang lebih populer disebut sebagai
sambaran balik (return stroke) yang menyamakan
I. PENDAHULUAN perbedaan potensial.

Sampai saat ini untuk melindungi kawat fasa


dari sambaran petir telah menggunakan kawat tanah
yang dipasang diatas kawat fasa. Apabila terjadi
sambaran petir pada kawat fasa maka keadaan ini
disebut dengan kegagalan perlindungan (shielding
failure), dimana kawat tanah gagal melindungi kawat
fasa dari sambaran petir. Walaupun untuk mengurangi
kegagalan perlindungan pada saluran transmisi telah
Gambar 1. Proses terjadinya sambaran petir. a) sambaran
menggunakan sistem perlindungan sempurna, namun perintis mulai b) sambaran perintis mendekati
kemungkinan sambaran petir pada kawat fasa masih tanah c) sambaran keatas
mungkin terjadi terutama pada menara tension untuk
jalur belokan (aspan). B. Perlindungan Saluran Transmisi dari Sambaran
Unt uk mengurangi gangguan akibat sambaran Kilat
petir pada kawat fasa, maka dipasang sistem proteksi
tambahan menggunakan elektroda batang penangkal Suatu saluran transmisi di atas tanah dapat
petir yang disebut lightning mast. Namun tidak semua dikatakan membentuk bayang-bayang listrik pada tanah
menara dapat dilakukan pemasangan lightning masts yang berada di bawah saluran transmisi itu. Lebar
karena pertimbangan nilai tahanan kaki menara. bayang-bayang listrik untuk suatu saluran transmisi
Penentuan menara yang perlu dipasang lightning masts telah diberikan oleh Whitehead seperti ditunjukan pada
harus dilakukan dengan mempertimbangkan gambar 2.
kemungkinan sambaran petir pada menara tersebut dan
nilai tahanan kaki menaranya.

II. PARAMETER PETIR DAN S ALURAN TRANSMISI


A. Mekanisme Terjadinya Petir
Petir merupakan hasil pemisahan muatan

31
Transmisi, Vol. 9, No. 1, Juni 2005 : 31 – 36

transmisi, maka sistem perlindungan yang digunakan


adalah kawat horisontal dilindungi oleh dua batang
vertikal (horizontal line protected by two rods).
Gambar luasan melintang dari sistem ini ditunjukan
gambar (3).

Gambar 2. Bidang perlindungan kawat

Lebar bayang-bayang W dirumuskan :

W = (b + 4h 1, 09 ) meter ...................................... (1)


di mana,
b = jarak pemisah antara kedua kawat tanah, meter
(bila kawat tanah hanya satu, b = 0)
h = tinggi rata-rata kawat tanah di atas tanah Gambar 3 Luasan permukaan pada volume atraktif kawat
ht = tinggi kawat tanah pada menara, meter. horisontal yang dilindungi oleh dua batang
vertikal.
Jadi luas bayang-bayang untuk suatu span (L) saluran Luasan atraktif ekivalen dari batang vertikal dan
transmisi, dirumuskan : kawat horisontal dipisahkan oleh suatu permukaan
yang dihasilkan melalui pergeseran sebuah parabola.
A = L.(km) x(b + 4h 1,09 ) x10 −3 (km) atau Bentuk luasan ini ditentukan oleh panjang kawat dan
tinggi batang vertikal.
A = 0,001 .L.(b + 4h 1,09 ).km2 ...................... (2) Setelah nilai Aeq didapat maka frekuensi sambaran petir
yang diharapkan pada sistem perlindungan petir adalah
C. Jumlah Sambaran Kilat ke Saluran Transmisi :
Jumlah sambaran kilat ke bumi adalah sebanding N = N g . Aeq sambaran pertahun ............................. (5)
denga n jumlah hari guruh per tahun atau "Iso Keraunic Rumusan diatas adalah rumit dan tidak mudah
Level" (IKL) di tempat itu. Banyak para penyelidik diaplikasikan, oleh karena itu untuk penghitungan
yang telah memberikan penelitian ke arah ini dan berdasar metode luasan atraktif, Petrov dan Alessandro
mengemukakan rumus-rumus yang berlainan. Dalam menggunakan persamaan:
[ ]
makalah ini penulis menggunakan rumus :
Ra = 0,56 . (.h + 15 )I p 2 / 3 ................................... (6)
N g = 0,15.IKL. .................................................. (3)
luas ekuivalen area (Aeq ) untuk suatu struktur
di mana Ng adalah jumlah sambaran per km 2 per tahun didapatkan dari penghitungan integral :
dan IKL adalah jumlah hari guruh per tahun. ∞
Aeq = π ∫ R a 2 (i, h ) f (i ).di
Jadi jumlah sambaran pada saluran transmisi adalah,
..................................... (7)
N D = N g x.A 0
atau dimana f (i) adalah fungsi probabilitas kerapatan arus.
Jika arus terdistribusi normal maka :
N D = 0,15 .IKL (b + 4h 1,09 ) sambaran/tahun...... (4)   _ 2
  ln i − ln I  
    ............................. (8)
exp  − 
1  
f (i ) =
Volume keseluruhan dari ruang proteksi dari suatu
obyek terdiri atas semua titik dimana obyek mungkin 2πσ .i  2σ 2 
akan tersambar petir dan volume dari sistem perlindungan  
petir pada obyek tersebut. Volume tersebut dikenal  
 
dengan volume atraktif (attractive volume), yang dimana Î adalah arus median dan ó adalah standar
memiliki frekuensi tersambar petir dalam jumlah yang deviasi dari logaritma natural arus. Radius atraktif Ra
sama dengan frekuensi sambaran petir pada obyek bergantung pada ketinggian struktur arus puncak Ip.
(Eriksson 1986). Dengan mensubstitusikan persamaan (8) ke persamaan
Pada saluran transmisi sistem perlindungan (7) maka didapatkan
merupakan sistem perlindungan menggunakan kawat
horisontal terhadap suatu obyek berupa kawat
horisontal (horizontal l ine protected by horizontal line).
Untuk pemasangan batang penangkal petir pada kawat

32
Penentuan Lokasi Pemasangan Lighting Masts pada Menara Transmisi... (Agung Nugroho, Abdul Syakur)

 _  _ 
2 kebutuhan bangunan akan proteksi petir menggunakan
 ln 2
I σ .2 
4 ln I   standar Peraturan Umum Instalasi Penangkal Petir
Aeq = 0,31.π(h +15)4 / 3. exp− .2 +  + .2   (PUIPP), National Fire Protection Association (NFPA)
 2.σ 2 3 σ   780 dan International Electrotechnical Commision
    (IEC)1024-1-1.
(9) 1. Berdasarkan PUIPP besarnya kebutuhan
tersebut ditentukan berdasarkan penjumlahan
indeks-indeks tertentu yang mewakili keadaan
III. S ISTEM PERLINDUNGAN TERHADAP SAMBARAN bangunan di suatu lokasi dan dituliskan
PETIR DENGAN LIGHTNING MASTS sebagai:
R = A + B + C + D + E ............................... (10)
A. Konsep ruang proteksi Lightning masts (Besar index di atas, lihat pada lampiran)
2. Cara penentuan yang digunakan pada standar
Pada masa awal diketemukannya penangkal petir NFPA 780 hampir sama dengan cara yang
dan beberapa tahun setelah itu, ruang proteksi dari suatu digunakan pada PUIPP yaitu dengan
penangkal petir berbentuk ruang kerucut dengan sudut menjumlahkan sejumlah indeks yang
puncak kerucut berkisar antara 30o hingga 60o. Ruang mewakili keadaan lokasi bangunan kemudian
proteksi menurut electrogeometric model hampir sama hasil penjumlahan dibagi dengan indeks yang
dengan ruang proteksi berdasarkan konsep lama, yaitu mewakili isokeraunic level di daerah tersebut.
berbentuk ruang kerucut juga, hanya saja bidang miring Secara matematik dituliskan sebagai :
dari kerucut tersebut melengkung dengan jari-jari
A+ B + C + D + E
tertentu (lihat Gambar 4). Besarnya jari-jari ini sama R= ...................... (11)
dengan besarnya jarak sambar dari lidah petir. Jarak F
sambar dari lidah petir ini ditentukan oleh besarnya (Besar index di atas, lihat pada lampiran)
arus petir yang terjadi. Dengan demikian, derajat
kelengkungan dari bidang miring kerucut dipengaruhi
IV. PERHITUNGAN JUMLAH S AMBARAN PETIR PADA
oleh besarnya arus petir yang terjadi.
SALURAN TRANSMISI 150 KV UNGARAN –
KRAPYAK
A. Gambaran Umum Transmisi 150 KV Ungaran –
Krapyak.
Jaringan transmisi Ungaran – Krapyak yang
terbentang sepanjang 21.819 meter menghubungkan
gardu induk Ungaran dan gardu induk Krapyak. Tipe
Ruang proteksi
jaringan adalah sirkuit ganda dengan dua kawat tanah,
menggunakan penghantar berkas dengan satu sub
Tinggi L.M (hp) konduktor. Tiang menara yang digunakan adalah tipe
steel pole dengan ketinggian yang berbeda dari masing-
masing tiang.
Berdasarkan data yang diperoleh dari PLN dapat
dihitung jumlah sambaran petir pada jaringan sebelum
Radius proteksi dan sesudah dipasang penangkal petir (lightning mast)
pada menara transmisi. Nilai Isokeraunik Level (IKL)
berdasarkan data dari Badan Meteorologi dan Geofisika
Gambar 4 Ruang proteksi lightning masts (a) Stasiun Kelas I Semarang sebesar : 91 per km2 per
konvensional dan (b) menurut elektro geometri tahun . Sedangkan nilai frekuensi sambaran petir
tahunan setempat (Nc) yang diperbolehkan adalah
B. Penentuan Besarnya Kebutuhan Akan Penangkal sebesar : 0,1 per tahun
Petir
B. Jumlah Sambaran Sebelum Dipasang Lightning
Sambaran petir dapat menimbulkan gangguan
Masts
pada sistem tenaga listrik. Pada bangunan bertingkat
atau menara, efek gangguan akibat sambaran petir ini Dengan mengasumsikan bahwa tinggi maksimum
semakin besar sesuai dengan semakin tingginya kawat tanah pada span (hgwkt) adalah setengah jarak
bangunan tersebut. Kebutuhan bangunan akan proteksi antara kawat tanah dan kawat fasa paling atas. Maka
petir ditentukan dengan cara klasifikasi area tempat dari persamaan (2) dapat dicari luas daerah
bangunan atau dengan perhitungan menggunakan perlindungan.
paramater hari guruh dan koefisien Ng , Nd dan Ne. Perhitungan pada menara nomor 2 : tipe tower TT
Suatu instalasi proteksi petir harus dapat 38; jarak tower 1 – 2 = 335,6 meter ; 2 – 3 = 346,8
melindungi semua bagian dari suatu bangunan, meter; tinggi tower atau tinggi maksimum kawat tanah
termasuk manusia dan peralatan yang ada di dalamnya (hgkt) = 3800 cm; tinggi maksimum kawat fasa (hgkf)
terhadap bahaya dan kerusakan akibat sambaran petir. = 3475 cm; jarak antar kawat tanah (b) = 795 cm
Berikut ini akan dibahas cara penentuan besarnya hgwkt = hgkt – ½ (hgkt – hgkf)

33
Transmisi, Vol. 9, No. 1, Juni 2005 : 31 – 36

= 3637,5 cm C. Perhitungan Jumlah Sambaran Petir Berdasar


hg
= hgkt – 2/3 (hgkt – hgwkt) Metode Luasan Atraktif
= 36,91667 meter
Luasan atraktif ekuivalen merupakan luas daerah
Lebar daerah bayang-bayang perlindungan saluran
perlindungan yang dibentuk oleh lightning masts yang
transmisi pada menara 2 (W2)
memiliki kemungkinan terkena sambaran petir dengan
W2 = ( b + 4.hg 1,09)
frekuensi yang sama pada obyek. Untuk penghitungan
= (7,95 + 4.(36,91667) 1,09)
luasan atraktif ekuivalen, parameter yang diperlukan
= 0,21228 km
adalah :
Dengan panjang span tower 2 adalah rata-rata dari jarak
1. radius proteksi lightning masts, Ra
(1 – 2) dan (2 – 3)
2. ketinggian lightning masts, h
L2 = (0,3356 + 0.3468)/2 kilometer
3. fungsi probabilitas kerapatan arus petir f(i)
= 0,3412 kilometer
4. nilai median arus petir, Î
luas daerah perlindungan span menara 2 ( A2) adalah :
5. standar deviasi logaritma natural (ln) arus
A2 = W2 x L2
petir ó
= 0,21228 km x 0,3412 km
6. fungsi distribusi arus petir, P(i)
= 0,072429994 km2
Untuk menghitung luasan ekuivalen digunakan
nilai sambaran pada struktur ( ND ) dapat diketahui.
persamaan (9)
ND = 0,15.IKL.A
= 0,15.(91).( 0,032485566)
= 0,988669415 sambaran per tahun  _  _ 
2
Hasil perhitungan untuk menara yang lain ditunjukan  ln 2
I σ .2 
4 ln I  
pada grafik berikut : Aeq = 0, 31.π (h + 15) 4 / 3 . exp − +  + .2  
 2.σ .2 2 3 σ  
Tabel Jumlah Sambaran pada Menara    
1,4

1,2
Jumlah Sambaran/tahun

untuk nilai Î = 31 kA dan ó = 0,7368 maka didapatkan


1
nilai Aeq :

Aeq = 153 (h + 15 )4 / 3
0,8

0,6 m2
0,4 dengan menggunakan persamaan (5) jumlah sambaran
0,2 per tahun untuk suatu lightning masts dengan
0 ketinggian (h) dapat dinyatakan dengan :
1 4 7 10 13 16 19 22 25 28 31 34 37 40 43 46 49 52 55 58 61 64 67 ND = 153 x 10-6 Ng (h+15)4/3
Nomor Tower Dimana di Indonesia
Gambar 5. Jumlah sambaran petir berdasar rumusan Ng = 0,15 IKL
whitehead Apabila memperhatikan fungsi probabilitas P (imin < i <
imax )
Pada tower yang tinggi dan memiliki jarak antar imax
menara yang lebar, sambaran petir yang mengenai
tower tersebut akan semakin banyak. Hal ini
P(imin < i < imax ) = ∫ f (i ).di
menunjukan bahwa jumlah sambaran yang mengenai imin
menara dipengaruhi oleh tinggi menara dan lebar span berdasarkan rumusan IEEE Working Group :
(jarak antar menara). Semakin tinggi menara maka
lebar daerah perlindungan semakin besar, sehingga
1 dP 2,6 i 2,6
P(i) = , f (i) = − =
[ ]
luasan daerah perlindungan antar menara juga lebar. .
Pada daerah yang lebar kemungkinan petir menyambar _ di I 2,6 2
daerah tersebut juga akan semakin tinggi. Kategori 1 + (i / I ) 2,6 1 + (i / I ) 2,6
sambaran sedang dan tinggi ditunjukan pada tabel
berikut : dari perhitungan pada persamaan (3.9) menggunakan
Tabel 1. Kategori banyak sambaran petir pada tower sebelum fungsi distribusi arus ini untuk P(1 kA < i < 500 kA) =
dipasang penangkal petir 0,999 menghasilkan :

Kategori Menara Aeq = 147 (h + 15 )4 / 3 m2


Sedang 2, 24, 34, 39, 40, 57, 60 rumusan diatas tidak jauh berbeda dengan rumusan Aeq
(1.00 ND 0,91 /tahun ) sebelumnya, sehingga dapat diambil satu dari kedua
Tinggi rumusan diatas. Hasil perhitungan jumlah sambaran
3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 14, 19, 20,
(ND 1,00 /tahun )
21, 22, 23, 25, 32, 33, 35, 36, petir pada menara transmisi Ungaran – Krapyak adalah
(Perlu dipasang Lightning
44, 45, 46, 48, 58, 61, 63, 64 sebagai berikut :
Masts)

Untuk menara yang memiliki kategori sambaran petir


per tahun yang tinggi maka lightning masts perlu
ditambahkan untuk menghindari sambaran petir pada
kawat fasa ( shielding failure).
34
Penentuan Lokasi Pemasangan Lighting Masts pada Menara Transmisi... (Agung Nugroho, Abdul Syakur)

Dengan menggunakan data hari guruh di Semarang

Jumlah Sambaran/tahun
0,6 dan keadaan lokasi transmsi Ungaran – Krapyak, maka
0,5 untuk tower transmisi dapat dikategorikan :
0,4 Tabel 3 Kategori tingkat kebutuhan penangkal petir
0,3 berdasarkan National Fire Protection Association
(NFPA) 780
0,2
0,1
Indeks Deskripsi Bobot
0
1 6 11 16 21 26 31 36 41 46 51 56 61 66 A Struktur ramping dan tinggi 10
(menara)
Nomor Menara
B Struktur logam yang terhubung 1
secara elektrik
Gambar 6. Jumlah sambaran petir berdasar metode Lokasi obyek dapat diperpanjang
luasan atraktif C 10
sampai lebih dari 15,2 m diatas
permukaan tanah
D Pada sisi bukit 2
D. Penentuan Kebutuhan akan Proteksi Petir E Peralatan operasi yang sensitif 9
Berdasarkan Peraturan Umum Instalasi Penangkal F Isokeraunik Level 91 1
Petir (PUIPP)
Dengan menggunakan data hari guruh di Semarang Sehingga diperoleh :
dan keadaan lokasi jaringan transmsi Ungaran –
Krapyak, maka dapat dilakukan penentuan jenis A+ B + C + D + E
kategori menara berdasar pada Peraturan Umum
R=
F
Instalasi Penangkal Petir (PUIPP) [6]. Untuk tower
10 + 1 + 10 + 2 + 9 32
transmisi dapat dikategorikan : R= = = 32
Tabel 2 Deskripsi tower nomor 2 transmisi Ungaran –
1 1
Krapyak berdasarkan Peraturan Umum Instalasi Penangkal
Petir (PUIPP) Dengan nilai R > 7, menunjukkan bahwa menara
transmisi masuk pada kategori sangat memerlukan
Bob sistem penangkal petir.
Indeks Deskripsi
ot
A Obyek yang isinya cukup penting 2 F. Penentuan Menara yang Memungkinkan Untuk
Pemasangan Lightning Masts Pada Jalur Ungaran –
B Bangunan kerangka beton atau 1
Krapyak.
rangka besi
C Tinggi struktur 38 meter 6
Pada perhitungan sebelumnya dapat diketahui
D Di kaki bukit (bukit Ungaran) 1
jumlah sambaran petir per tahun pada tiap -tiap menara.
E Hari guruh per tahun 91 6
Dari perhitungan tersebut maka kita dapat mengetahui
menara yang mengalami sambaran petir paling tinggi
Sehingga diperoleh : dan tingkat kebutuhan akan penangkal petir pada
R =A+B+C+D+E menara tersebut. Pada kenyataanya tidak bisa asal
=2+1+6+1+6 memasang penangkal petir pada menara tertentu tanpa
= 16 mempertimbangkan nilai tahanan kaki menara. Berikut
Dengan nilai R > 14, menunjukkan bahwa menara akan ditentukan kemungkinan pemasangan penangkal
transmisi nomor 2 sangat dianjurkan dipasang sistem petir pada tiap -tiap menara dengan mempertimbangkan
penangkal petir. nilai tahanan kaki menara tersebut, dengan asumsi
Untuk tower nomor 51 sampai 69 berada pada bahwa nilai tahanan menara maksimum untuk dapat
lokasi mendatar. Sehingga indeks D untuk tower dipasangi lightning masts adalah sebesar 0,5 ohm.
tersebut akan bernilai nol. Menurut hasil perhitungan Apabila tahanan kaki menara lebih dari nilai tersebut
berdasar Peraturan Umum Instalasi Penangkal Petir maka menara tidak dapat dipasangi lightning masts .
(PUIP) diatas dapat dilihat bahwa semua menara sangat
dianjurkan untuk dipasang penangkal petir. Hal tersebut Tabel Menara yang dapat dipasangi Lightning
disebabkan karena nilai kategori struktur pada Masts
Peraturan Umum Instalasi Penangkal Petir (PUIPP)
didasarkan pada pertimbangan kegunaan obyek, bahan, Nomor Menara Keterangan
ketinggian obyek dan lokasi obyek berada 1 14, 19, 20, 21, 22, 23, 25, 31, 32,
33, 35, 36, 44, 45, 46, 48, 53, 58, Jumlah sambaran tinggi
E. Perhitungan Besarnya Kebutuhan Sistem 63, 64, 65, 66, 69
Penangkal Petir pada Menara Transmis i
Berdasarkan National Fire Protection Association 1, 9, 31, 53, 65, 69 Belokan (Aspan)
(NFPA) 780

35
Transmisi, Vol. 9, No. 1, Juni 2005 : 31 – 36

Tabel Menara yang tidak memungkinkan dipasang REFERENSI


Lightning Masts
Nomor Menara Keterangan [1]. Anderson, J.G. Transmission Lines Reference Book
345 KV and Above, Second Edition, Palo Alto
3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 61 resistansi tinggi California.1962
[2]. IEC 1024 -1-1 : Protection of Structure Against
Lightning, International Electrotechnical
Commision 81.
[3]. Hutauruk TS, Ir, M.E.E, Gelombang Berjal an dan
V. KESIMPULAN Proteksi Surja. Erlangga. 1991.
[4]. Reynaldo Zoro, Dr.Ir. Workshop Sistem Proteksi
dan Deteksi Petir. PLN Udiklat Semarang. 2004
1. Sebelum dipasang ligh tning masts, sistem [5]. Syahrawardi, Bonggas Ltobing & Sri Widodo.
perlindungan terhadap sambaran petir telah Korelasi Ketinggian Lightning Masts Terhadap
menggunakan kawat tanah sehingga jumlah Radius Proteksi. Seminar dann Workshop
sambaran petir yang dialami tiap menara per tahun Tegangan Tinggi. 2002.
ditentukan oleh ketinggian kawat tanah dan nilai [6]. Abdul Syakur, Tedjo Sukmadi, Hermawan.
isokeraunik level (IKL). Setelah dipasang lightning Pengaruh Konfigurasi Menara Tranmisi Terhadap
masts pada menara maka akan mengubah nilai Kegagalan Perisaian. Seminar dann Workshop
ketinggian perlindungan (hg ) dan jarak antar kawat Tegangan Tinggi. 2002
tanah (b = 0). [7]. Pranyoto, Ir. Ruang Proteksi Penangkal Petir.
2. Luasan atraktif suatu obyek (Aeq) adalah daerah Energi & Listrik Volume XII September 2002
disekitar obyek yang memiliki frekuensi sambaran [8]. Agung Nugroho, Ir. Kegagalan Perisaian Petir
petir yang sama tiap tahun. Luasan atraktif ini Saluran Udara Tegangan Tinggi 150 KV. 2004
dipengaruhi oleh bentuk obyek, ketinggian obyek [9]. Emmy Hosea.Penerapan Metode Jala, Sudut
dan sistem perlindungan terhadap sambaran petir Proteksi dan Bola Bergulir Pada sistem proteksi
pada obyek tersebut. Petir Eksternal yang Diaplikasikan pada Gedung
3. Pada hasil perhitungan tingkat kebutuhan akan W Universitas Kristen petra. 2004
penangkal petir berdasarkan Peraturan Umum
Instalasi Penangkal Petir (PUIPP) dan National
Fire Protection Association (NFPA) 780
menunjukan bahwa semua menara transmisi
Ungaran – Krapyak memerlukan penangkal petir.
4. Penentuan menara yang memungkinkan untuk
pemasangan lightning masts pada Transmsi 150
KV jalur ungaran – krapyak didasarkan pada
kategori jumlah sambaran petir per tahun berdasar
luas daerah bayang-bayang saluran transmisi, luas
atraktif (Aeq), jalur atau track menara dan nilai
tahanan kaki menara. Untuk nilai tahanan menara
yang besar maka tidak mungkin dilakukanya
pemasangan lightning masts pada menara tersebut.
5. Pada menara nomor : 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, dan 61.
Berdasarkan perhitungan, menara tersebut
mengalami jumlah sambaran petir per tahun yang
tinggi, namun nilai tahanan kaki menara pada
menara tersebut cukup tinggi. Apabila petir
menyambar menara tersebut, arus surja petir akan
sulit untuk diketanahkan karena tahanan kaki
menara yang tinggi. Hal ini dapat mengakibatkan
terjadinya back flashover (BFO) atau lompatan
denyar balik dari kawat tanah menuju kawat fasa.

36