Anda di halaman 1dari 6

HUBUNGAN POLIMORFISME GEN SISTEN RENIN ANGIOTENSIN DENGAN KEJADIAN BERATNYA

OSTEOARTHRITIS

Pendahuluan

Osteoartritis (OA) adalah penyakit degeneratif sendi yang ditandai oleh kerusakan rawan

sendi, tulang subkondral, peradangan dan atau penipisan jaringan sinovial. Sendi yang sering

terkena adalah vertebra, panggul, lutut, tangan dan pergelangan kaki.1–4 Prevalensi OA

meningkat dengan bertambahnya usia. Penyakit ini menyerang 10% pria dan 18% wanita yang

berusia lebih dari 45 tahun. Osteoartritis terjadi pada banyak orang di atas usia 65 tahun dan

sekitar 80% orang di atas usia 75 tahun. Sekitar 20% orang dewasa di Amerika Utara dan Eropa

Barat akan terkena OA pada 2030. Osteoartritis mulai terjadi pada sendi sinovial pada usia dua

puluhan dan menimbulkan gejala klinis pada usia empat puluhan.4,5 Kelainan patologis utama

pada OA adalah akibat proses degenerasi progresif yang terjadi pada kartilago artikular, yang

disebabkan terutama oleh kematian kondrosit dan hilangnya matriks ekstraseluler.3 Meskipun

sejumlah besar penelitian ilmiah dan klinis, belum mendapatkan etiologi dan patogenesis pasti

dari OA. Namun, secara umum disepakati bahwa penyebabnya adalah multifaktorial, melibatkan

faktor genetik, usia, jenis kelamin, trauma sendi akut dan kronis, mekanisme metabolisme dan

inflamasi, dan faktor makanan.5–7 Selain itu, OA telah terbukti dalam penelitian memiliki

kecenderungan genetik yang kuat dan patogenesis dapat dikaitkan dengan beberapa

polimorfisme genetik.2,8
KOMPOSISI TULANG RAWAN SENDI

Sendi lutut ditopang oleh beberapa struktur, yakni kapsul, ligamentum, tulang rawan
sendi, tulang femur dan tibia. Tulang rawan sendi dibentuk oleh kondrosit dan matriks rawan
sendi. Kondrosit berfungsi untuk sintesis dan pemeliharaan matriks rawan sendi. Matriks
rawan sendi terutama terdiri dari air (65%), kolagen tipe 2 (25%) dan proteoglikan (10%). 10
Proteoglikan ini membentuk kesatuan dengan asam hialuronat (salah satu jenis
glikosaminoglikan lain) dan mata rantai protein inilah yang menyokong stabilitas dan kekuatan
tulang rawan sendi 9,10
Rawan sendi artikuler merupakan jaringan ikat khusus avaskuler yang menutupi
permukaan tulang dari sendi diartrodial. Rawan sendi berperan sebagai penahan beban,
menyerap beban dan mempunyai kemampuan untuk mencegah terjadinya robekan.
Kemampuan yang unik ini sangat erat hubungannya dengan komposisi dan struktur matriks
ekstraseluler yang terutama mengandung proteoglikan dalam konsentrasi tinggi, serabut
kolagen dan sejumlah besar air10,11.

Pada tulang rawan sendi normal, komponen matriks ekstraselluler secara terus-
menerus mengalami pergantian (turn over) walaupun lambat, dimana molekul tua akan
diganti dengan molekul baru. Proteoglikan mengalami pergantian lebih cepat bila
dibandingkan dengan kolagen, karena proteoglikan lebih peka terhadap enzim degradasi.
Degradasi makromolekul ini dikontrol oleh enzim proteolitik yang disintesis oleh kondrosit.
Enzim proteolitik yang berperan pada proses ini ialah matrix metalloproteinase 1 (MMP 1 atau
kolagenase) dan matrix metalloproteinase 3 (MMP 3 atau stromelisin). Aktifitas enzim
tersebut dikontrol oleh inhibitor endogen dikenal sebagai tissue inhibitor of metalloproteinase
(TIMP). Kecepatan degradasi ditentukan pula oleh kadar enzim sintesis dan aktifitas dalam
jaringan.9

PATOMEKANISME OSTEOARTRITIS

Osteoartritis diklasifikasikan menjadi dua menurut patogenesisnya, yaitu osteoartritis


primer dan osteoartritis sekunder. Osteoartritis primer merupakan osteoartritis yang tidak
diketahui penyebabnya (Idiopatik). Sedangkan OA sekunder yaitu OA yang dapat disebabkan
karena trauma akut maupun kronik, kelainan kongenital, metabolik, endokrin penyakit deposit
kalsium, penyakit tulang dan sendi lainnya serta penyakit neuropatik12,13
Patogenesis OA tidak hanya melibatkan proses degeneratif saja, namun melibatkan
hasil kombinasi antara degradasi rawan sendi, remodelling tulang dan inflamasi cairan sendi.
Osteoartritis diperkirakan dapat diakibatkan oleh proses biokimiawi dan biomekanis. Jejas
mekanik dan kimiawi pada sinovia sendi yang terjadi karena berbagai faktor, merangsang
terbentuknya molekul abnormal dan produk degradasi kartilago yang dilepaskan ke dalam
cairan sendi yang mengakibatkan terjadinya inflamasi sendi, kerusakan kondrosit dan nyeri.
Jadi OA terjadi sebagai hasil kombinasi antara degradasi kartilago, remodelling tulang dan
inflamasi cairan sendi.11

Fisiologi homeostasis tulang rawan artikular adalah didorong oleh adanya kondrosit
yang mensintesis kolagen , proteoglikan ,dan proteinase. Osteoarthritis terjadi karena
kegagalan kondrosit dalam sendi dalam mensintesis kualitas matriks yang baik ,dalam hal
ketahanan dan elastisitas dan untuk menjaga keseimbangan antara sintesis dan degradasi
matriks ekstraseluler. Perubahan kualitas sintesis matriks karena adanya perubahan dalam
proses diferensiasi kondrosit. Kondrosit dapat berkontribusi dalam perkembangan OA melalui
efek disregulasi perbaikan matriks melalui ekspresi berkurang dari kolagen tipe II dan
aggrekan , peningkatan ekspresi kolagen tipe X , upregulation matriks metalloproteinase 13
(MMP-13),dan kalsifikasi patologis. Kartilago OA biasanya berkembang dari pematangan sel
untuk diferensiasi yang hipertrofik. Bukti utama dari diferensiasi kondrosit dalam OA adalah
adanya jenis kolagen tipe I dan III dan chondroprogenitor varian tipe IIA kolagen biasanya
tidak ada dalam artikular tulang rawan dan produksi lebih besar dari jumlah normal kolagen
tipe VI. Ketidakseimbangan antara sintesis dan degradasi matriks ekstraseluler disebabkan
oleh meningkatnya kerusakan sintesis proteinase kolagen dan aggrecans , dan penurunan
sintesis inhibitor alami proteinase, inhibitor jaringan metalloproteinase ( TIMPs ). Sintesis
kondrosit abnormal hasil dari aktivasi jaringan oleh sitokin,mediator lipid(terutama
prostaglandin ),radikal bebas ( NO , H2O2 ), dan konstituen dari matriks itu sendiri , seperti
fibronectin fragmen. Aktivasi kondrosit mampu mensintesis proteinase tertentu dan
proinflamatory mediator . Meskipun peran kondrosit tampaknya menjadi dasar , jaringan
sinovial juga membantu mengaktivasi kondrosit . Sel sinovial fragmen fagosit tulang rawan
dilepaskan ke sendi , yang menyebabkan inflamasi cairan sinovial. Kemudian sel sinovial
menjadi mampu menghasilkan berbagai mediator yang dilepaskan dalam rongga , seperti
MMPs dan sitokin , yang pada gilirannya dapat mengubah matriks tulang rawan dan
mengaktifkan kondrosit . Akhirnya,tulang subchondral dapat menjadi proteinase utama yang
terlibat dalam perusakan tulang rawan pada OA adalah MMPs.11,14
Perubahan awal dalam tulang rawan yang muncul di permukaan sendi di daerah di
mana beban mekanis paling besar. Menyebabkan pengaktifan kondrosit, yang ditandai
dengan proliferasi sel, pembentukan cluster dan peningkatan produksi protein matriks dan
enzim yang mendegradasi matriks. Stimulasi mekanik menginduksi ekspresi MMP oleh
kondrosit. Protein matriks rawan sendi yang telah mengalami degradasi, akan mengaktifkan
reseptor yang menstimulasi produksi enzim proteinase (enzim yang mendegradasi matriks),
sitokin inflamasi dan kemokin. Hasil dari proses OA adalah degradasi tulang rawan dan
remodeling tulang, gambaran ini terkait dengan perkembangan gejala nyeri, kekakuan, dan
disabilitas.15,16

Gambar 1 : Patofisiologis OA
DAFTAR PUSTAKA

1. Berenbaum F. Osteoarthritis as an in fl ammatory disease ( osteoarthritis is not


osteoarthrosis !). 2013;21:16–21.

2. Qing Z, Ye J. Association between ACE polymorphisms and osteoarthritis


susceptibility. 2015;8(6):7391–6.

3. D YWM, D XLM, D MLM, D JZM, Zeng J, Ph D, et al. International


Immunopharmacology Renin-angiotensin system in osteoarthritis : A new potential
therapy. Int Immunopharmacol [Internet]. 2019;75(July):105796. Available from:
https://doi.org/10.1016/j.intimp.2019.105796

4. Chen W, Wang Y, Zhao J, Bao N. The effect of single nucleotide polymorphism


on susceptibility of osteoarthritis : recent progression and implications.
2017;1(9):1–10.

5. Bayram B, Gu HV, Doganer F, Cos DT. DD genotype of ace gene I / D


polymorphism is associated in a turkish study population with osteoarthritis.
2011;1713–6.

6. Chen G, Hu S, Lai Z, Qiu B. Association between ACE gene I / D polymorphism


and knee osteoarthritis in a Chinese population. 2019;0(February):1–10.

7. Poornima S, Subramanyam K, Khan IA, Hasan Q. The insertion and deletion (


I28005D ) polymorphism of the angiotensin I converting enzyme gene is a risk
factor for osteoarthritis in an Asian Indian population. 2015;

8. Seung-Jaein, Hyun-In YAng, Myung Chul Yoo, Chang-Sik In et al. Angiotensin


converting enzyme gene polymorphism in Korean patients with primary knee
osteoarthritis. Mol Med. 2003;

9. Snyder-Macker, Lewek M. The Knee. In Levangie PK, Norkin CC. Joint Structure
and Function: A Comprehensive Analysis. Philadelphia FA Davis Co 2005; 4.
10. Eyre D. Collagen of arthicular cartilage. Arthritis Res. 2002;4:30-35.
11. Goldring MB. Osteoarthritis and Cartilage. Curr Rheumatol Rep. 2000; 2: 459-465.
12. Soeroso J., Isbagio H., Kalim H., Broto R., Pramudiyo R. Osteoartritis. In: Sudoyo
AW., Setiyohadi B., Alwi I., Simadhibrata M., Setiati S. (eds.) Buku Ajar Ilmu
Penyakit Dalam.2006 Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam
FK UI.
13. Wachjudi RG, Dewi S, Hamijaya L, Pramudiyo R, editors. Diagnosis dan Terapi
Penyakit Reumatik.2006. Jakarta:CV. Sagung Seto;10-16
14. Berenbaun F. Osteoarthritis : Pathology and Pathogenesis. In: Klippel JH, Stone
JH, Crofford LJ,et al, editors. Primary on the Rheum Diseases. Boston: Springer
2008; 229-234.
15. Houard X, Goldring MB, Barenbaum F. Homeostatic Mechanism in Articular
Cartilage and Role of Inflammation in Osteoarthritis. Curr Rheumatol Rep. 2013;
15: 375.
16. Hochberg MC. Osteosrthritis: New Approaches. Medicographia 2013; 35(2): 139-
141.