Anda di halaman 1dari 3

Nama : Khoirunnisa Nabilah

NIM : 17105024
Tugas : Pembiayaan Agribisnis

Pembiayaan adalah aktivitas BMT dalam penyediaan dana dimana dana tersebut didapat
dari anggota yang kelebihan dana, dan disalurkan kepada pihak yang kekurangan dana dengan
kesepakatan pengembaliannya dalam jangka waktu tertentu dan nisbah bagi hasil yang telah
disepakati. Agribisnis adalah bisnis berbasis usaha pertanian atau bidang lain yang mendukungnya,
baik di sektor hulu maupun di hilir. Penyebutan “hulu” dan “hilir” mengacu pada pandangan pokok
bahwa agribisnis bekerja pada rantai sektor pangan (food supply chain). Agribisnis, dengan
perkataan lain, adalah cara pandang ekonomi bagi usaha penyediaan pangan. Sebagai subjek
akademik, agribisnis mempelajari strategi memperoleh keuntungan dengan mengelola aspek
budidaya, penyediaan bahan baku, pascapanen, proses pengolahan, hingga tahap pemasaran.
Pembiayaan juga memiliki fungsi, di antaranya:
1. Pembiayaan dapat meningkatkan arus tukar-menukar barang dan jasa.
2. Pembiayaan merupakan alat yang dipakai untuk memanfaatkan idle fund.
3. Pembiayaan sebagai alat pengendali harga.
4. Pembiayaan dapat mengaktifkan dan meningkatkan manfaat ekonomi yang ada.
Jadi, Pembiayaan perusahaan agribisnis merupakan bagian dari studi keuangan pertanian. Sektor
pertanian, terutama di negara-negara yang sedang berkembang mempunyai kedudukan yang sangat
penting, bahkan yang paling penting dalam sektor ekonomi secara keseluruhan. Pembiayaan perusahaan
agribisnis adalah studi mikro tentang bagaimana menyediakan modal, kemudian memakai, dan akhirnya
mengontrolnya di dalam suatu perusahaan agribisnis (Kadarsan , 1992).

1. Contoh kegiatan usaha apa saja yang dapat dibiayai dalam agribisnis
Pada Kebijakan Pembiayaan Bagi Usaha Mikro, Kecik dan Menengah Nomor 11
Tahun 2017 Tentang Pedoman Pelaksanaan Kredit Usaha Rakyat (KUR), mengenai jenis-jenis usaha
agribisnis yang dapat dibiayai oleh KUR sebagai berikut :
 Pertanian : Seluruh usaha di sektor pertanian, termasuk tanaman pangan, tanaman hortikultura,
perkebunan, dan peternakan. Namun Kegiatan usaha yang dibiaya dalam agribisnis yang
dilaksanakan pada hamparan yang sangat membutuhkan perairan biasanya dilakukan untuk
komoditas padi, jagung dan kacang-kacangan. Kemudian ada perairan lahan kering atau ladang
merupakan pertanian yang tidak membutuhkan pengairan. Komoditas ladang biasanya berupa
palawija, umbi-umbian dan hortikultura. Kegiatan usaha tersebut biasanya dilakukan oleh para
petani, kelompok tani, koperasi pertanian serta unit usaha pengolahan hasil pertanian yang
bergerak di off farm serta adanya koperasi pertanian seperti Perhutani.
 Perikanan : Seluruh kegiatan yang dilakukan mulai dari penangkapan ikan, semua kegiatan yang
berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumber hayati perairan dan lingkungannya
mulai dari produksi, pengolahan sampai dengan pemasaran.
 Kehutanan : Kegiatan usaha yang dibiaya dalam agribisnis yaitu kehutanan. Berdasarkan Undang-
Undang Republik Indonesia No. 41 tahun 1999 tentang kehutanan, definisi kehutanan adalah
sistem pengurusan yang bersangkut paut dengan hutan, kawasan hutan, dan hasil hutan yang
diselenggarakan secara terpadu.
 Industri Pengolahan : Alat mesin pendukung kegiatan ketahanan pangan.

2. Sumber-sumber pembiayaan domestik (bukan dariluar negeri)


Program pembiayaan yang dikelola Departemen Pertanian sebagai berikut:
a. Kredit Usaha Rakyat (KUR)
KUR adalah skema pembiayaan yang diperuntukkan khusus bagi UMKM dan koperasi yang
usahanya layak namun tidak mempunyai agunan yang cukup sesuai persyaratan yang ditetapkan
perbankan. Pemerintah menetapkan target penyaluran KUR 2017 pada Sektor Produksi sebesar
40% dari total penyaluran KUR. Sektorsektor produksi yang dimaksud adalah sektor pertanian,
perikanan, dan industri pengolahan. Penyaluran KUR ke sektor pertanian baru sebesar 15%,
sedangkan sektor besar dan eceran bisa menyerap penyaluran KUR sebanyak 68%. Calon
penerima KUR harus mempunyai usaha produktif dan layak yang telah berjalan minimum 6
(enam) bulan. Tidak sedang menerima kredit/pembiayaan, kecuali KPR, KKB, dan KUR dengan
kolektibilitas lancar
b. Skim Pelayanan Pembiayaan Pertanian (SP3)
SP3 umumnya hanya diminati kalangan usaha skala mikro, sementarausaha kecil I dan II yang
memanfaatkan kredit tersebut relatif lebih sedikit.Proses pengajuan dan pencairan kredit
dianggap terlalu lama serta persyaratan agunan dinilai memberatkan petani kecil. Demikian pula
jangka waktu pengembalian kredit dirasakan relatif pendek. Masyarakat pertanian di sektor hulu
hanya sedikit yang memanfaatkan SP3 dibanding penerima kredit yang bergerak di sektor hilir.
c. Kredit Pertahanan Pangan (KPP)
Merupakan kredit investasi dan atau modal kerja yang diberikan oleh Bank Pelaksana kepada
petani, peternak, kelompok (tani dan peternak) dalam rangka pembiayaan intensifikasi padi,
jagung, kedelai, ubi kayu, ubi jalar, budi daya tebu, peternakan sapi potong, sapi perah, ayam
buras, itik, usaha penangkapan ikan dan pengadaan pangan gabah, jagung dan kedelai. Dengan
demikian untuk komoditas perkebunan yang lain tidak dapat dibiayai dari skim KKP. Pola
penyaluran KKP melalui pola executing, dengan sumber dana 100% berasal dari dana perbankan
dan resiko sepenuhnya ditanggung oleh perbankan. Namun demikian, pemerintah masih
menyediakan subsidi suku bunga. Walaupun demikian, jangka waktu pengajuan terlalu lama dan
jangka waktu pengembalian dianggap terlalu pendek, kemudian besarnya agunan, biaya notaris,
serta NPWP masih merupakan hambatan bagi petani untuk mendapatkan modal kerja
d. SKIM KREDIT AGRIBISNIS (SKA)
Skim Kredit Agribisnis (SKA) mencakup tidak saja usaha on-farm, tetapi juga untuk usaha
agribisnis hulu dan hilirnya. Komoditas yang akan dibiayai meliputi komoditas tanaman pangan,
hortikultura, perkebunan, dan peternakan yang merupakan komoditas unggulan (high value
commodities). SKA disusun untuk mendukung pengembangan agribisnis sektor hulu, on-farm
dan hilir.
e. Kredit Taskin Agribisnis
Yaitu kredit berbunga murah yang ditujukan untuk meningkatkan investasi agribisnis skala
kecil/rumah tangga sekaligus untuk mengentaskan kemiskinan di daerah. Kredit ini bersumber
dari Yayasan Dakap dan Yayasan Mandiri. Beberapa ketentuan Kredit Taskin Agribisnis adalah
sebagai berikut:
 Penerima Kredit: Kelompok Tani Taskin (keluarga pra sejahtera dan sejahtera I)
 Plafon Kredi : Untuk kelompok maksimun Rp. 50 juta dan untuk anggota kelompok sebesar Rp.
2 juta
 Suku Bunga: 12% per tahun
 Jangka waktu: 1 s/d 3 tahun
 Jaminan: Kelayakan usaha
 Bank Pelaksana: Bank Pembangunan Daerah (BPD)
f. Lembaga Keuangan Mikro (LKM)
Untuk mengantisipasi kondisi kebijakan perbankan yang bersifat branch banking system maka
dari aspek pembiayaan, Departemen Pertanian mempunyai kebijakan untuk mengembangkan
dan memberdayakan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang dapat menjadi sumber pembiayaan
dan mudah diakses oleh petani.
g. Modal Ventura
Modal ventura merupakan salah satu sumber pembiayaan non perbankan yang dipergunakan
untuk semua sektor usaha produktif melalui kerjasama antara Perusahaan Modal Ventura
dengan Pengusaha Kecil/Menengah.
1) Penerima kredit: Pengusaha kecil dan menengah.
2) Plafon kredit:
 Perusahaan Modal Ventura daerah Rp 100.000.000
 PT.Bahana Artha Ventura maksimun Rp 500.000.000
3) Pola pembiayaan: Pola penyertaan langsung dan bagi hasil.
4) Jangka Waktu: 3 sampai 6 tahun
5) Pelaksana: PT. Bahana Artha Ventura dan Perusahaan Modal ventura Daerah.