Anda di halaman 1dari 2

Assalamualaikum Wr Wb

Saya Gita Tri Nurhayatin 031127868, berikut adalah tanggapan mengenai diskusi 4.
Soal:
PT.Toba Travel adalah agen perjalan yang khusus melayani penrbangan antara pulai Nias – Medan, agen
ini mengenakan tarif tingkat Merpati Air Liners untuk penerbangan pulang pergi sebesar Rp. 1.800.000.
sampai dengan bulan ini, Merpati AirLines membayar komisi sebesar 10% dari harga tiket perpunumpang
yang ditanggung agen tersebut, dimana komisi ini merupakan satu-satunya sumber pendapatannya. Kos
tetap perbulan yang ditanggung agen ini sebesar Rp. 18.000.000 (untuk membayar gaji, sewa dan lain-
lain), sedangkan kos variable perunit sebesar Rp. 40.000 per tiket. Merpati Airlines pada bulan ini
melakukan revisi pemberian komisi kepada seluruh agen perjalanannya, dimana komisi akan diberikan
sebesar 10% per tiket sampai maksimum Rp. 100.000 mana yang lebih tinggi. Bagi tiap tiket dengan harga
lebih dari Rp. 1.000.000 maka Merpati Airlines hanya akan membayar komisi sebesar Rp. 100.000 berapa
pun harga tiket tersebut. Pajak atas pendapatan 30%.
Berdasarkan data diatas hitunglah struktur pemberian komisi yang lama.
1. Berapakan tiket pulang pergi yang harus dijual agen penjualan untuk mencapai
a. Titik impas (BEP)
b. Laba operasi per bulan 12.000.000
2. Apa yang saudara ketahui tentang target laba, dan bagaimana implikasinya pada dunia usaha?

Jawaban:
1. Dik:
Pemberian komisi yang lama:
Pendapatan=H= 10% x Rp 1.800.000 = Rp 180.000
Biaya variable perunit=V= Rp 40.000
Margin kontribusi perunit =H-V=Rp 180.000 – Rp 40.000 = Rp 140.000
Biaya tetap=T= Rp 18.000.000

Dit:
a. Titik impas (BEP)
b. Laba operasi per bulan 12.000.000

Jawab:
a. Titik impas (BEP)
TI = T/H-V
= Rp 18.000.000/Rp 140.000
= 129 tiket
Titik impas dicapai pada tingkat penjualan tiket sebanyak 129 tiket.

b. Laba operasi per bulan Rp 12.000.000


TI = T + Target Laba / H-V
= Rp 18.000.000 + Rp 12.000.000 / Rp 140.000
= Rp 30.000.000 / Rp 140.000
= 214 tiket
Titik impas dicapai pada tingkat pendapatan laba operasi perbulan Rp 12.000.000 yaitu pada saat
penjualan tiket sebanyak 214 tiket.

Sumber: Narsa, I Made. 2019. Akuntansi Manajemen. Hal: 4.3 – 4.18. Tangerang Selatan: Universitas
Terbuka.
2. Target Laba merupakan Analisis Titik Impas (ATI) memberikan informasi yang sangat berharga bagi
manajemen. Sebagai bagian dari analisis BVL, hasil ATI akan menegmbangkan pemikiran manajemen
tentang laba perusahaan di atas titik impas. Dikarenakan itu, manajemen tentunya akan menetapkan
target keuntungan yang ingin dicapai pada periode berikutnya. Target tersebut dapat berupa target
pendapatan dalam satuan mata uang (Rp), maupun dalam satuan unit. Target laba dibagi menjadi 3
macam:
a. Target laba ditetapkan dalam jumlah tertentu
b. Target laba ditetapkan dalam jumlah persentase tertentu dari pendapatan
c. Target laba ditetapkan dalam jumlah tertentu setelah diperhitungkan pajaknya

Dalam dunia usaha, asumsi yang harus dipenuhi Analisis Kos-Volume-Laba adalah sebagai berikut:

a. Fungsi biaya dan pendapatan adalah linear


b. Harga dan biaya dapat diketahui dengan pasti
c. Produksi sama dengan penjualan
d. Bauran sama dengan penjualan

Sumber: Narsa, I Made. 2019. Akuntansi Manajemen. Hal: 4.12 – 4.13. Tangerang Selatan: Universitas
Terbuka.

Sekian, terimakasih.