Anda di halaman 1dari 1

Diskusi Inisiasi 5

Menurut L. Pospisil, hukum memiliki empat sifat dasar yaitu (1) keputusan hukum
didukung oleh suatu kekuasaan, (2) keputusan hukum dimaksudkan berlaku umum,
(3)keputusan hukum menetapkan hak pihak yang satu dan kewajiban pihak yang
lain, dan (4) keputusan hukum menentukan sifat dan beratnya sanksi.
Namun, mengapa keputusan hukum yang dibuat tidak jarang menuai protes?
Selamat berdiskusi.

Keputusan hukum didukung oleh kekuasaan


Berbicara kekuasaan tentunya tidak lepas dari siapa yang berkuasa dan siapa yang
didukung oleh si penguasa. Jika penguasa merupakan sosok dzolim dan
mengesampingkan hukum yang adil dan independen, tentu keputusan hukum
tersebut akan berat sebelah dan cenderung menguntungkan pihak-pihak yang
didukung atau di-backup oleh si penguasa sehingga memunculkan protes.

Keputusan hukum dimaksudkan berlaku umum


Adalah idealisnya bahwa hukum berlaku untuk umum tanpa memandang status dan
kedudukan seseorang. Akan tetapi pada kenyataannya keputusan hukum yang
dibuat seringkali dilanggar oleh mereka-mereka yang merasa berkedudukan penting
dan kebal hukum seperti aparat kepolisian dan oknum TNI. Sering kita jumpai bahwa
anggota polisi tidak akan menilang sesama anggota polisi walau salah satu
diantaranya melanggar peraturan berlalulintas.

Keputusan hukum menetapkan hak pihak yang satu dan kewajiban pihak yang
lain
Pada dasarnya semua manusia lebih suka menerima hak daripada melaksanakan
kewajibannya. Sebab kewajiban dipandang sebagai salah satu hal yang
membebani. Dan terkadang, kewajiban yang harus mereka jalani dirasa tidak
sebanding dengan apa yang mereka terima. Sehingga pelanggaran atau protes
keputusan hukum acapkali terjadi.

Keputusan hukum menentukan sifat dan beratnya sanksi


Sanksi yang tegas dan tak pandang bulu adalah cita-cita hukum yang sempurna.
Akan tetapi masyarakat melihat bahwa pelanggaran hukum dan sanksi yang
diberikan tidak sebanding atau terjadi ketimpagan. Misal kasus korupsi, masyarakat
melihat di media bahwa banyak koruptor yang masih bebas berlenggak-lenggok
keluar penjara walau sudah berstatus tersangka. Ini menyebabkan masyarakat
berpikir bahwa keputusan hukum bisa dibeli dan hukum kehilangan martabatnya di
mata masyarakat sehingga mereka menggampangkan ketegasan sanksi hukum itu
sendiri. Lebih parahnya, masyarakat bahkan menggunakan hukum massa seperti
contoh pembakaran pelaku begal yang tertangkap basah. Ini terjadi karena
masyarakat berpikir bahwa sanksi hukum terlalu lembek dan sifatnya tidak mengikat
secara jelas.