Anda di halaman 1dari 17

EVALUASI PEMBELAJARAN

“VALIDITAS”

DISUSUN OLEH :

1. MUHAMMAD KHAERUL ANAM (E1M 017 040)


2. MUHAMMAD AULIYA RAHMAN (E1M 017 039)
3. NANDA DEWI WAHTUNI (E1M 017 044)
4. ROFIAH (E1M 017 066)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MATARAM

2019
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
DAFTAR ISI.............................................................................................................................. 2
KATA PENGANTAR ............................................................................................................... 3

BAB I : PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG ................................................................................................... 4
B. RUMUSAN MASALAH............................................................................................... 4
C. TUJUAN PENULISAN ................................................................................................ 4

BAB II : PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN VALIDITAS....................................................................................... 5
B. JENIS-JENIS VALIDITAS ......................................................................................... 6
1. Validitas Isi.............................................................................................................. 6

2. Validas Konstruk......................................................................................................7

3. Validitas Patokan........................................................................................................7

C. CARA MENGUKUR VALIDITAS ............................................................................ 8


1. Validitas Tes...............................................................................................................8
2. Validitas Butir Soal ................................................................................................ 13
D. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI VALIDITAS ........................... 15
1. Faktor yang Berasal dari Dalam Tes .................................................................... 15
2. Faktor yang Berasal dari Administrasi Skor Tes ................................................ 15
3. Faktor yang Berasal dari Jawaban Siswa ............................................................. 15

BAB III : PENUTUP


A. KESIMPULAN ........................................................................................................... 16
B. SARAN ......................................................................................................................... 16
DAFTAR PUSTKA

2
KATA PENGANTAR

Pujisyukur kami panjatkan kepadaTuhan Yang MahaEsa karena ata srahmat dan
karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah Evaluasi Pembelajaran Kimia yang
membahas tentang”Validitas” dengan tujuan untuk memenuhi tugas matakuliah Evaluasi
Pembelajaran Kimia.

Kami sebagai penyusun makalah ini menyadari bahwa masih banyak kekurangan
pada makalah ini, oleh karena itu kami mengharapkan kritikdan saran demi perbaikan
makalah ini di waktu mendatang.Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembacanya.

Mataram, 20 Oktober 2019

Penulis

3
BAB 1

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Persoalan alat ukur yang digunakan evaluator ketika melakukan kegiatan sering
dihadapkan pada persoalan, konsisten dan stabilitas sehingga hasil pengukuran yang
diperoleh bias mengukur dengan akurat sesuatu yang sedang diukur. Instrument ini
memang harus memiliki akurasi ketika digunakan. Konsisten dan stabil dalam arti tidak
mengalami perubahan dari waktu pengukuran satu kepengukuran yang lain.
Data yang kurang memiliki validitas, akan menghasilkan kesimpulan yang biasa,
kurang sesuai engan yang seharusnya, dan bahkan bias saja bertentangan dengan
kelaziman. Untuk membuat alat ukur instrument itu, diperlukan kajian teori, pendapat
para ahli serta pengalaman- pengalaman yang kadang diperlukan bila difenisi oprasional
variablenya tidak kita temukan dalam teori. Alat ukur atau instrument yang akan disusun
itu tentu saja harus memiliki validitas, agar data yang diperoleh dari alat ukur itu bias
reliable, valid dan disebut dengan validitas.
B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian diatas, dapat dikemukakan rumusan-rumusan masalah sebagai
berikut :
1. Apa yang dimaksud denganvaliditas ?
2. Apa sajajenis-jenis validitas ?
3. Bagaimana cara mengukur validitas dengan benar ?
4. Apasaja faktor-faktor yang mempengaruhivaliditas ?

C. TUJUAN PENULISAN
Berdasarkan rumusanmasalah diatas, tujuan penulisan makalah ini yaitu untuk :
1. Mengetahui apa yang dimaksud dengan validitas
2. Mengetahui apa saja jenis-jenis validitas
3. Mengetahui bagaimana cara mengukur validitas dengan benar
4. Mengetahui apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi validitas

4
BAB 2
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN VALIDITAS
Validitas berasal dari kata valid (kata sifat) yang berartitepat, benar, shahih, dan
abasah, yang selanjutnya dibendakan menjadi validitas yang mempunyai arti ketepatan,
kebenaran, kesahihan, dankeabsahan.
Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan
kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Suatu tes atau instrument
pengukur dapat dikatakan mempunyai validitas yang tinggi apabila alat tersebut
menjalankan fungsi ukurnya, atau memberikan hasil ukur yang sesuai dengan maksud
dilakukannya pengukuran tersebut.Tes yang menghasilkan data yang tidak relevan
dengan tujuan pengukurandikatakan sebagai tes yang memiliki validitas rendah (Azwar,
1988).
Validitas tes pada dasarnya menunjuk kepada derajat fungsi pengukurnya suatu tes,
atau derajat kecermatan ukurnya sesuatu tes. Validitas suatu tes mempermasalahkan
apakah tes tersebut benar-benar mengukur apa yang hendak diukur. Maksudny aadalah
seberapa jauh suatu tes mampu mengungkapkan dengan tepat cirri atau keadaan yang
sesungguhnya dari obyek ukur, akan tergantung dari tingkat validitas tes yang
bersangkutan (Suryabrata, 2000).
Sebuah instrument dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan.
Sebuah instrument dikatakan valid apabila dapat mengungkapakan data dari variabel
yang diteliti secara tepat.Tinggi rendahnya validitas instrument menunjukkan
sejauhmana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang validitas
yang dimaksud.
Suatutes yang valid untuk tujuan tertentu atau pengambilan keputusan tertentu,
mungkin tidak valid untuk tujuan atau pengambilan keputusan lain. Jadi validitas
suatutes, harus selalu dikaitkan dengan tujuan atau pengambilan keputusan
tertentu.Tesmasuk di SMA misalnya harus selalu dikaitkan dengan seberapa jauh tes
masuk tersebut dapat mencerminkan prestasi atau hasil belajar para calon peserta didik
baru setelah belajar nanti.

5
B. JENIS-JENIS VALIDITAS
Validitas suatu instrumen atau alat ukur dapat dilihat dari isi atau konsep yang
terdapat pada alat ukur tersebut. Di samping itu dapat pula dilihat dengan memperhatikan
bentuknya atau hubungan dengan inatrumen lain secara empirik atau statistik.
Sehubungan dengan itu maka validitas dapat dibedakan atas:
1. Validitas isi (Content Validity)
Validitas isi suatu instrumen adalah sejauh mana butir-butir dalam instrumen itu
mewakili komponen-komponen dalam keseluruhan kawasan isi objek yang hendak
diukur dan sejauh mana butir-butir itu mencerminkan ciri perilaku yang hendak diukur
(Nunnally, 1978; Fernandes, 1984). Validitas isi dipandang dari segi alat ukur itu
sendiri; berdasarkan materi yang disampaikan dalam pembelajaran dan diharapkan
dikuasai oleh peserta didik.Karena itu telaah disampaikan merupakan hal sangat
penting. Hal ini untuk memungkinkan tersusunnya isi instrumen yang tepat dan
mewakili materi yang mendalam disampaikan serta diharapkan dikuasai oleh para
peserta didik. Untuk mendapatkan validitas isi yang tinggi perlu dilakukan suatu
diskusi yang mendalam,yang diikuti oleh orang-orang yang ahli dalam bidang studi
yang bersangkutan serta ahli dala pengukuran dan penilaian (Arikunto, 1997).
Langkah-langkah membuktikan validitas isi :
 Memberikan kisi-kisi dan butir instrumen, berikut rubrik penskorannya jika ada
kepada beberapa ahli yang sesuai dengan bidang yang diteliti untuk mohon
masukan. Banyaknya ahli yang dimohon untuk memberi masukan paling tidak 3
orang ahli dengan kepakaran yang relevan dengan bidang yang diteliti.
 Masukan yang diharapakan dari ahli berupa kesesuaian komponen instrumen
dengan indikator, indikator dengan butir, benarnya substansi butir, kejelasan
kalimat dalam butir, jika merupakan tes, maka pertanyaan harus ada
jawabannya/kuncinya, kalimat-kalimat tidak membingungkan, format tulisan,
simbol, dan gambar yang cukup jelas. Proses ini sering disebut telaah kualitatif
yang meliputi aspek substansi, bahasa, dan budaya.
 Berdasarkan masukan ahli tersebut, kisi-kisi dan atau instrumen kemudian
diperbaiki.
 Meminta ahli untuk menilai validitas butir, berupa kesesuaian antara butir dengan
indikator. Penilaian ini dapat dilakukan misalnya dengan skala Likert (Skor1:
Tidak Valid, Skor 2= kurang valid, Skor 3= cukup valid, skor 4= valid, skor 5 =

6
sangat valid). Dapat pula penskoran dengan melihat relevansi butir dengan
indicator (Skor1: Tidak Relevan, Skor 2= kurang relevan, Skor 3= cukup relevan,
skor 4= relevan, skor 5 = sangat relevan).
 Menghitung indeks kesepakatan ahli (rater agreement) dengan indeks Aiken V atau
indeks Gregory, yang merupakan indeks untuk menunjukkan kesepakatan hasil
penilaian para ahli tentang validitas, baik untuk butir maupun untuk perangkatnya.

2. Validitas konstruk (Construct Validity)


Validitas konstruk adalah validitas yang menunjukkan sejauhmana instrumen
mengungkap suatu kemampuan atau konstruk teoretis tertentu yang hendak diukurnya
(Nunnally, 1978, Fernandes, 1984). Validitas konstruk biasa digunakan untuk
instrumen yang dimaksudkan mengukur variabel konsep, baik syang sifatnya
performansi tipikal seperti instrumen mengukur sikap, minat konsep diri, gaya
pemimpinan, motivasi berprestasi, dan lain lain maupun yang sifatnya oermansi
maksimum seperti instrumen untuk mengukur bakat (tes bakat), kecerdasan intelektual,
kecerdasan emosional dan lain-lain.Kunci dasar untuk mendapatkan validitas konstruk
yang tinggi adalah ketepatan, kesesuaian, dan kebenaran. Konstruk yang disusun
sebelumnya. Untk itu, penimbang sangat diperlukan dan menentukan. Penimbang
hendaklah orang yang ahli dalam bidang instrumen yang akan disusun serta memahami
pula bagaimana menyusun instrumen yang baik dan benar (Arikunto,1997).

3. Validitas Patokan (Criterion Validity)


kriteria dibuktikan dengan melihat kebermanfaatan dari interpretasi skor hasil
pengukuran (usefulness). Validitas kriteria diketahui dengan mengestimasi korelasi
skor tes peserta dengan skor kriteria. Korelasi ini disebut dengan koefisien validitas,
yang menyatakan derajat hubungan antara prediktor dengan kriteria. Dilihat dari segi
waktu untuk memperoleh skor kriterianya, prosedur validasi berdasar kriteria
menghasilkan dua macam validitas yaitu sebagai berikut:
a) Validitas Prediktif (Predictive Validity)
Jenis validitas ini dikaitkan dengan prediksi atau perkiraan yang akan terjadi di
masa yang akan datang. Suatu instrumen masuk perguruan tinggi dikatakan
mempunyai validitas prediktif yang tinggi, apabla mahasiswa yang mendapatkan
skor tinggi pada waktu ujian masuk , mampu menyelesaikan studinya tepat waktu
bahkan lebih cepat dari yang seharusnya, dan dengan nilai baik. Sebaliknya, dalam
7
kondisi normal, peserta didik yang mendapatkan nilai ujian masuk rendah, namun
karena bermacam pertimbangan diterima juga di perguruan tinggi tertentu, tidak
akan berhasil di perguruan tinggi itu.
b) Validitas Pengukuran Serempak
Validitas serempak merujuk kepada kesesuaian tingjah laku atau bukti-bukti diri
yang dimiliki seseorang dengan instrumen yang diberikan , sebagaimana di
tujukkan oleh skornya dalam instrumen paralel atau instrumen yang mempunyai
karakteristik yang sama. Validitas pengukuran serempak diperoleh dengan jalan
mengorelasikan atau menghubungkan instrymen yang dimaksud dengan instrumen
lain yang dipandang sebagai kriterium yang diberikan atau dilaksanakan pada
waktu yang bersamaan dengan pelaksanaan instrumen itu.

C. CARA MENGHITUNG VALIDITAS


Pada garis besarnya, cara-cara menentukan validitas tes dibedakan menjadi dua yaitu
validitas rasional/logis dan validitas empiris atau validitas berdasarkan pengalaman
validitas rasional dapat dicapai dengan menjawab pertanyaan berikut ini:

1. Apakah tes benar-benar mengukur kompetensi atau hasil belajar yang akan diukur ?
2. Apakah bentuk tes sesuai digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa ?

Untuk menentukan validitas instrumen secara empiris, peneliti harus melakukan uji
coba (try out). Uji coba dilakukan kepada sebagian-sebagian siswa. Kemudian hasil uji
coba tersebut diuji validitasnya. Banyak cara yang dapat kita tempuh untuk menguji
validitas tes secara empiris. Pada makalah ini akan diperkenalkan tiga cara yang lazim
digunakan (Asrul, 2014).

1. Validitas Eksternal
Validitas eksternal dilakukan dengan cara mengkorelasikan skor hasil uji coba
instrumen yang dibuat guru dengan instrumen yang sudah baku. Misalnya seorang
guru Fikih membuat tes ujian semester genap kelas III tingkat Aliyah. Untuk menguji
validitas eksternal tes yang dibuat guru, dapat dibandingkan dengan tes yang sudah
baku, misalnya Tes Toufel. Test kemampuan berbahasa Inggris yang dibuat guru
dapat diuji Validitas eksternal dengan cara:
a. Menguji cobakan secara bersamaan tes yang dibuat guru dantestoufel yang telah

8
baku.
b. Memberiskor-skor tes buatan dan tes toufel.
c. Mencari angka korelasi antara skor-skor tes buatan dengan skor- skor tes toufel.
Teknik korelasi yang digunakan adalah teknik korelasi product moment.
d. Menguji signifikan si angka korelasi yang diperoleh pada langkah ketiga. Jika
angka korelasi yang diperoleh ternyata signifikan, berarti tes yang dibuat guru
dapat dianggap valid.

2. Validitas Internal
Validitas Internal dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu analisis factor
dengan analisis butir.
a. Analisis Faktor
Analisis factor dilakukan dengan cara mengkorelasikan skor factor dengan skor
total. Teknik korelasi yang digunakan adalah teknik Korelasi Product Moment.
Jika terdapat korelasi positif dan signifikan, berarti item-item pada factor tersebut
dianggap valid (Asrul. 2014).
Untuk menguji validitas empiris dapat dihitung dengan korelasi product
Moment dengan angka simpangan dan korelasi product-moment dengan angka
kasar.
1. Korelasi product-moment dengan angka simpangan
∑ 𝑥𝑦
Rumus𝑟𝑥𝑦 =
√(∑ 𝑥 2 )(∑ 𝑦 2 )

Keterangan : r = koefisien korelasi


∑ 𝑥𝑦=jumlahproduk x dan y

Contoh soal :
10 orang peserta didik kelas 11 Madrasah Aliyah mendapat nilai dalam
matapelajaran kimia dan biologi seperti berikut :
Tabel 8.1
Nilai 10 Orang Peserta Didik Kelas 11 MA
Dalam Mata Pelajaran kimia dan biologi
NO. NAMA Kimia Biologi
1. A 5 6
2. B 7 8

9
3. C 8 7
4. D 5 5
5. E 6 7
6. F 7 7
7. G 4 5
8. H 5 7
9. I 8 8
10. J 6 6

Langkah-langkah penyelesaian :

1) Buattabelpersiapansepertiberikut :

No X Y X Y x2 y2 Xy

2) Masukkan nilai masing-masing mata pelajaran, dimana nilai kimia sebagai


variabel X dan nilai biologi sebagai variabel Y.
3) Jumlahkan semua nilai yang ada dalam variabel X dan variabel Y,
kemudian hitung rata-rata X dan rata-rata Y.
4) Cari nilai pada kolom x dengan jalan nilai tiap-tiap peserta didik dalam
kolom X dikurangi dengan rata-rata X.
5) Cari nilai pada kolom y dengan jalan nilai tiap-tiap peserta didik dalam
kolom Y dikurangi dengan rata-rata Y.
6) Cari nilai pada kolom x2 dengan jalan menguadratkan masing-masing nilai
dalam kolom x.
7) Cari nilai pada kolom y2 dengan jalan menguadratkan masing-masing nilai
dalam kolom y.
8) Cari nilai pada kolom xy dengan jalan mengalikan tiap-tiap nilai dalam
kolom x dengan nilai-nilai dalam kolom y.

Berdasarkan langkah-langkah di atas dapat dihitung koefisien korelasi


sebagai berikut :

10
Tabel 8.2
Perhitungan Korelasi Product-Moment dengan Angka Simpangan
No. Nillai Nilai X Y x2 y2 Xy
kimia Biologi
(X) (Y)
1 5 6 -1,1 - 0,6 1,21 0,36 0,66
2 7 8 0,9 1,4 0,81 1,96 1,26
3 8 7 1,9 0,4 3,61 0,16 0,76
4 5 5 - 1,1 - 1,6 1,21 2,56 1,76
5 6 7 - 0,1 0,4 0,01 0,16 -0,04
6 7 7 0,9 0,4 0,81 0,16 0,36
7 4 5 - 2,1 - 1,6 4,41 2,56 3,36
8 5 7 - 1,1 0,4 1,21 0,16 -0,44
9 8 8 1.9 - 1,4 3,61 1,96 2,66
10 6 6 - 0,1 0,6 0,01 0,36 0,06

∑ 61 66 16,9 10,4 10,4

𝑋̅ 6,1 6,6

∑ 𝑥𝑦 10,4 10,4 10,4


𝑟𝑥𝑦 = = = = = 0,784
√(∑ 𝑥 2 ) (∑ 𝑦 2 ) √(16,9(10,4) √175,76 13,257

Rumus lain korelasi product-moment, yaitu :

∑ xy
𝑟=
n. σx. σy

∑ 𝑥2 16,9
𝜎𝑥 = √ = √ = √1,69 = 1,3
N 10

11
∑ y2 10,4
𝜎𝑦 = √ = √ = √1,04 = 1,0198
N 10

10,4
= = 0,78
(100(1,3)(1,0198)

2. Korelasi product-moment dengan angka kasar


Di samping itu, Anda juga dapat menggunakan rumus korelasi product
Moment dengan angka kasar sebagai berikut :

𝑁 ∑ XY − (∑ 𝑋)(∑ 𝑌)
𝑟=
√{𝑁 ∑ 𝑋 2 − (∑ 𝑋)2 } {𝑁 ∑ 𝑌 2 − (∑ 𝑌)2 }

No. X Y X2 Y2 XY
1 5 6 25 36 30
2 7 8 49 64 56
3 8 7 64 49 56
4 5 5 25 25 25
5 6 7 36 49 42
6 7 7 49 49 49
7 4 5 16 25 20
8 5 7 25 49 35
9 8 8 64 64 64
10 6 6 36 36 36

∑ 61 66 389 446 413

𝑁 ∑ XY − (∑ 𝑋)(∑ 𝑌)
𝑟=
√{𝑁 ∑ 𝑋 2 − (∑ 𝑋)2 } {𝑁 ∑ 𝑌 2 − (∑ 𝑌)2 }

(10)(413) − (61)(66)
=
√{(10)(389) − (61)2 }{(10)(446) − (66)2 }

12
4130 − 4026
=
√(3890 − 3721)(4460 − 4356)

104
=
√(169)(104)

104
=
√(17576)

= 0,784

b. Analisis Butir Soal


Analisis butir dilakukan dengan cara mengkorelasikan skor-skor item
dengan skor total. Korelasi dilakukan dengan teknik korelasi product moment. Jika
terdapat korelasi positif dan signifikan antara skor item dengan skor total berarti item
tersebut dianggap valid (Asrul, 2014).
Apa yang sudah dibicarakan di atas adalah validitas soal secara keseluruhan
tes. Di samping itu perlu juga mencari validitas item atau validitas untuk masing-
masing butir soal. Sebuah item dikatakan valid apabila mempunyai dukungan yang
besar terhadap skor total. Skor item menyebabkan tinggi rendahnya skor total.
Untuk soal-soal bentuk objektif skor untuk item biasa diberikan dengan angka 1
(item yang dijawab benar) dan angka 0 (item yang dijawab salah), sedangkan skor
total merupakan jumlah dari skor untuk semua item yang membangun soal tersebut
(Arifin, 2012).
Contoh perhitungan:
Tabel Analisis Item untuk Perhitungan Validitas Item

13
Misalnya akan dihitung validitas item nomor 6, maka skor item tersebut disebut variabel
X dan skor total disebut Y. Setelah dilakukan perhitungan maka diperoleh data sebagai
berikut :
∑X = 6 ∑Y = 46
∑XY = 37 ∑X2 = 6
∑Y2= 288
Kemudian dimasukkan ke dalam rumus korelasi product moment angka kasar :

𝑁 ∑ XY − (∑ 𝑋)(∑ 𝑌)
𝑟𝑥𝑦 =
√{𝑁 ∑ 𝑋 2 − (∑ 𝑋)2 } {𝑁 ∑ 𝑌 2 − (∑ 𝑌)2 }

8 𝑥 37 − (6𝑥46)
𝑟𝑥𝑦 =
√{8𝑥6 − 62 }{8𝑥288 − 462 }

296 − 276
=
√{48 − 36}{2304 − 2116}

20
=
√12𝑥188

20
=
47,497

= 0,421

Dari perhitungan tersebut di atas maka diperoleh validitas item nomor 6 adalah 0,421.
Untuk mengambil keputusan angka tersebut dikonsultasikan dengan tabel r (product
moment). Dari tabel r pada df 8 diperoleh angka 0,707. Oleh karena r hitung = 0,421 < r
tabel = 0,707, maka item nomor 6 tidak valid (Arifin,2012).

14
D. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI VALIDITAS
Banyak factor yang mempengaruhi hasil tes evaluasi tidak valid. Beberapa factor
tersebut secara garis besar dapat dibedakpan menurut sumbernya, yaitu factor internal
dari tes, faktoe eksternal dari siswa yang bersangkutan.
1. Factor yang berasal dari dalam tes
a. Arahan tes yang disusun dengan makna tidak jelas sehingga dapat mengurangi
validitas tes.
b. Kata-kata yang digunakan dalam struktur instrument evaluasi, tidak terlalu
sulit.
c. Item tes dikonstruksi dengan jelas.
d. Tingkat kesulitan item tes tidak tepat dengan materi pembelajaran yang
diterima siswa.
e. Waktu yang dialokasikan tidak tepat, hal ini termasuk kemungkinan terlalu
kurang atau terlalu longgar.
f. Jumlah item terlalu sedikit sehingga tidak mewakili sampel.
g. Jawaban masing-masing item evaluasi bias diprediksi siswa.
2. factor yang berasal dari administrasi dan skor tes
a. Waktu pengajaran tidak cukup sehingga siswa dalam memberikan jawaban
dalam sitwasi tergesa-gesa.
b.Adanya kecurangan dalam tes sehingga tidak membedakan antara siswa yang
belajar dengan melakukan kecurangan.
c. Pemberian petunjuk dari pengawas yang tidak dapat dilakukan pada semua
siswa.
d.Teknik pemberian skor yang tidak konsisten.
e. Siswa tidak dapat mengikuti arahan yang diberikan dalam tes buku.
f. Adanya joki ( orang lain bukan siswa )yag masuk dalam menjawab item tes
yang diberikan.
3. Factor yang berasal dari jawaban siswa
Sering terjadi bahwa interpretasi terhadap item-item tes evaluasi tidak valid,
karena dipengaruhi oleh jawaban siswa dari pada interpretasi item-item pada tes
evaluasi.

15
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN
Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauh mana
ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Validitas
tes pada dasarnya menunjuk kepada derajat fungsi pengukurnya suatu tes, atau derajat
kecermatan ukurnya sesuatu tes.
Ada beberapa jenis validitas yaitu validitas isi, validitas konstruk, dan
validitas patokan. Pada validitas patokan memiliki dua macam yaitu validitas prediktif
dan validitas pengukuran serempak. Cara menentukan validitas tes dibedakan menjadi
dua yaitu validitas rasional/ logis dan validitas empiris. Validitas tes secara empiris
dibagi menjadi dua yaitu validitas eksternal dan validitas internal.

B. SARAN
Demikianlah makalah ini kami buat, semoga apa yang telah disajikan akan
memberikan ilmu dan informasi. Selanjutnya demi kesempurnaan makalah ini kami
mohon kritik dan saran guna memperbaiki dikemudian hari.

16
DAFTAR PUSTAKA

Arifin, Zainal. 2012. Evaluasi Pembelajaran. Jakarta : Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.

Arikunto, S. 1997. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara.

Asrul, dkk. 2014. Evaluasi Pembelajaran. Bandung : Cipta Pustaka.

Matondang, Zulkifli. 2009 . Validitas dan Reliabilitas Suatu Instrumen Penelitian. Jurnal

Tabularasa PPS Unimed Vol. 6 No. 1 : 87-97.

Sukardi. (2008). Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara.

17