Anda di halaman 1dari 3

Bentuk Pelayanan untuk pasien pengidap Sirosis Hepatis

Menurut Depkes RI bersama Direktorat bina Farmasi komunitas, bentuk


pelayanan yang sudah di berikan yaitu pmberian beberapa pengobatan untuk pasien

1. Terapi tanpa obat

Terapi tanpa obat bagi yang dimaksud adalah diet seimbang,


diamana kesesuaian jumlah kalori dengan tinggi badan, berat badan, serta
aktivitas sehari-hari. Selain itu juga menjalankan pola hidup yang teratur
dan berkonsultasi dengan petugas kesehatan

2. Terapi menggunakan obat


a. Asites

Obat Dosis per hari Keuntungan ESO


Spironolactone 100-600 mg Antagonis Antagonis aldosteron Slow diuresis
aldosteron Hiperkalemia, ginekomastia,
Slow diuresis mengantuk, letargi, ruam, sakit kepala,
ataksia, impotensi, jarang
agranulositosis.
Furosemide 40-160 mg Diuresis cepat. Rasa tidak enak pada abdominal,
hipotensi ortostatik, gangguan GI,
penglihatan kabur, pusing dehidrasi.
Hipo kalemia atau hipo natremia.
Bumetamide 1-4 mg Diuresis cepat. Nefrotoksik, dehidrasi, hipokalemia,
hiponatraemia
Amiloride 5-10 mg Sebagai agen Hiperkalemia, hypoatraemia,
hemat Kalium hypochloraemia (khususnya waktu
atau diuresis dikombinasi dengan thiazid), lemah,
lemah, sakit kepala, nausea, muntah,
digunakan jika konstipasi, impotensi, diare, anoreksia,
kontraindikasi mulut kering, nyeri perut, flatulen
terhadap
Spironolactone
Metolazone Dosis awal 5 Berfungsi hipokalemia
mg dalam induksi
diuresis dalam
kasus resistensi

b. Enseafalipati hati

Obat Dosis ESO


Lactulose 15-30 ml per oral 2-4 x Flatulen, rasa tidak enak
sehar pada perut, diare,
ketidakseimbangan
elektrolit
Metronidazole 400-800 mg per oral Gangguan GI, mual,
per hari dalam dosis anoreksia, rasa kecap
terbagi logam, muntah, urtikaria,
pruritus
Neomycin 2-4 g per oral per hari Mual, muntah, diare,
dalam dosis terbagi reaksi alergi, diare, jarang
ototoksisitas,
nefrotoksisitas

3. Penyuluhan

Pemberian penyuluhan terkait dengan penanngulangan dan


pencegahan penyakit liver secara berkelanjutan, dikarenakan pengetahuan
dan kesadaran masyarakat sebagai pemicu utamaa dalam meminimalisir
terjadinya penyakit tersebut. Selain itu apoteker juga memberikan
penyuluhan, selain memebrikan penyuluhan tentang penyakit liver,
apoteker melakukan penyuluhan terhadap tiap pasien dalam mematuhi
menjalani pengobatan.
REFERENSI

Direktorat Bina Farmasi Komunitas Dan Klinik Ditjen Bina Kefarmasian Dan Alat
Kesehatan Departemen Kesehatan RI. 2017. Pharmaceutical Care Untuk
Penyakit Hati. RI. Jakarta :Departemen Kesehatan RI