Anda di halaman 1dari 2

PENANGAN

No. Dokumen : C/VII/SOP/BPU/056


No. Revisi :-
SOP Tanggal Terbit : 3 Mei 2016
Halaman : 1-2
dr Salamah Sri Nurhayati
PUSKESMAS 19780817 201001 2 012
SAMIGALUH II
1. Pengertian Penanganan kejang adalah adalah langkah-langkah yang dilakukan
petugas dalam melakukan penatalaksanaan kasus kejang. Kejang
merupakan manifestasi ketidakseimbangan aliran dan sirkuit listrik di
otak. Ketidakseimbangan ini ditentukan oleh sel saraf yang berfungsi
sebagai inhibitory (sel-sel pengontrol) dan excitatory (sel-sel saraf yang
menimbulkan loncatan arus listrik).
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah penanganan kejang
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas No. C/VII/SK/001 tentang Penyusunan
Rencana Layanan Medis dan Rencana Layanan Terpadu di UPTD
Puskesmas Samigaluh II
4. Referensi Soemadji, Djoko Wahono. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid III.
Edisi ke 4. Jakarta : FK UI. 2006. Hal 1892-5.
5. Alat dan Alat :
Bahan 1. Stetoskop
2. Tensimeter
3. Jam tangan
4. Bantal/lipatan selimut
5. Handscoen
6. Diazepam injeksi dan suppositoria
6. Langkah – 1. Petugas menanyakan durasi, frekwensi, dan onset kejang.
langkah 2. Membaringkan anak di tempat yang datar dengan posisi miring, kaki
bagian atas ditekuk untuk mencegah bahaya tersedak ludah atau
muntahan
3. Letakkan bantal atau lipatan selimut di bawah kepala anak.
Jangan :
- Menahan gerakan anak atau menggunakan paksaan
- Memasukkan apapun ke dalam mulut anak
- Memberikan makanan atau minuman
4. Longgarkan pakaian yang ketat
5. Singkirkan benda-benda keras atau berbahaya
6. Memberikan diazepam melalui dubur untuk mengatasi kejangnya
7. Apabila tidak tersedia diazepam suppositoria maka bisa diberikan
diazepam injeksi secara intravena
8. Memastikan jalan napas tidak tersumbat
9. Memberikan oksigen melalui face mask 2 ml/menit
10. Awasi tanda-tanda gangguan pernafasan dengan menghitung
jumlah pernafasan dalam satu menit, melihat ada tidaknya tarikan
dinding dada, melihat ada tidaknya pernafasan cuping hidung
11. Jangan memberi makanan atau minuman sampai anak benar-benar
sadar dan refleks menelan pulih
12. Apabila kejang sudah berhenti, petugas melengkapi data anamnesa
seperti gejala penyerta, demam, dan riwayat kejang sebelumnya.
13. Petugas melakukan pemeriksaan fisik
14. Apabila kejang tidak berhenti, persiapkan untuk merujuk pasien.
15. Menuliskan di rekam medik
7. Hal – hal yang Kesadaran
perlu Tanda vital
diperhatikan
8. Unit terkait 1. Unit BP Umum
2. Unit Tindakan
9. Dokumen 1. Dokumen Rekam Medis
terkait