Anda di halaman 1dari 5

Nama : Ainun Rizqi Diana Taruningtyas

NIM : 030160558
Prodi : Manajemen
Tugas 1

1. Prof. David Garvin memberikan pemikiran gemilang mengenai mutu suatu produk
dengan ringkas dan mudah dipahami. Ketika para tokoh manajemen kualitas berbeda
pemahaman dalam mendefinisikan kualitas itu sendiri, ilmuwan yang banyak
mempelajari bidang bisnis dan manajemen proses ini memublikasikan gagasan
cerdasnya mengenai definisi kualitas yang tergolong sempurna. Paparan Prof. Garvin
tergolong kompleks dan cukup rumit untuk dapat memenuhi ke delapan dimensi
kualitas dari sisi produsen atau pabrikan. Betapa tidak, dibutuhkan sumber daya
dan effort besar serta terintegrasi di semua lini perusahaan untuk dapat memenuhinya.
Mulai dari perencanaan perancangan produk, manufaktur, supplier, pemasaran,
sampai layanan purnajual. Khusus bagi industri pemula akan menghadapi masalah
dan tantangan kompleks agar dapat membuat produk yang berkualitas. Namun banyak
perusahaan besar dan sukses menyakini bahwa menawarkan produk dengan
memenuhi Delapan Dimensi Kualitas Garvin memberikan dampak besar bagi
peningkatan profitabilitasnya
Menurut Garvin ada 5 definisi mengenai kualitas, diantaranya berikut ini :
 Definisi Transcendent (kualitas relatif):
Kualitas adalah sesuatu yang secara umum telah diakui, yang berhubungan dengan
perbandingan fitur (features) dan karakteristik produk-produk.
 Definisi Berbasiskan Produk:
Kualitas adalah ketepatan dan keterukuran variabel. Perbedaan dalam kualitas
mencerminkan perbedaan kuantitas beberapa atribut produk
 Definisi Berbasiskan Pengguna :
Kesesuaian terhadap kegunaan yang diinginkan
 Definisi Berbasiskan Manufactur :
Kesesuaian terhadap spesifikasi
Definisi Berbasiskan Nilai :
– Definisi kualitas dikaitkan dengan biaya dan harga. Suatu produk dikatakan
berkualitas adalah produk tersebut menyediakan kinerja tertentu pada tingkat harga
yang dapat diterima atau sesuai dengan biaya yang dikeluarkan.
Dalam hal ini, Garvin menguraikan delapan dimensi kualitas
pelayanan. Delapan Dimensi Kualitas Garvin memberikan pelajaran dan gagasan
berharga bagi para produsen khusunya bagian pengembangan produk dengan cakupan
yang lengkap dan luas. Produk yang diinginkan konsumen dan memenuhi kualitas
yang mereka harapkan adalah ketika semua unsur pengembangan produk diterapkan
secara maksimal. Tim inti product development (bagian marketing/pemasaran, desain
dan teknik) harus duduk bersama dan memikirkan semua aspek kualitas produk yang
hendak dikembangkan. Delapan dimensi tersebut meliputi :
 Performance(performa):
Performance adalah dimensi yang berhubungan dengan fungsi utama suatu produk.
Konsumen akan sangat kecewa apabila harapan mereka terhadap dimensi ini tidak
terpenuhi. Misalnya ketika seseorang membeli sebuah mobil, maka performance
mobil akan dipertanyakan oleh calon pembeli seperti warna, halus tidaknya mesin,
kualitas mesin, spesifikasi kecanggihan dan lain-lain.

 Durability (ketahanan):
Ketahanan berkaitan dengan jangka waktu hidup sebelum tiba saatnya diganti. Berapa
lama produk tersebut harus digunakan. Misalnya, jangka waktu ketahanan mesin
mobil tersebut, kapan harus mengganti ban, dan lain sebagainya.

 Serviceability:
Serviceability adalah mengenai kemudahan servis atau perbaikan ketika dibutuhkan.
Karakteristik yang berkaitan dengan kecepatan, kompetensi, kemudahan, dan akurasi
dalam memberikan layanan untuk perbaikan barang. Misalnya, pengguna motor matic
Honda beat, mereka memilih motor matic karena penggunaannya mudah,
perawatannya tidak terlalu sulit, dan suku cadangnya mudah ditemukan dengan
kualitas baik.
 Aesthetics (estetik):
Aesthetics adalah menyangkut tampilan, rasa, bunyi, bau, atau rasa. Dimensi ini
berkaitan dengan bagaimana produk dilihat, dirasakan, dan didengar. Misalnya
melihat bentuk dari mobil yang ingin dibeli, mempertimbangkan warna, penampilan,
kehalusan bunyi yang dihasilkan mobil, desain interiornya dan lain sebagainya.
 Perceived Quality:
Perceived berkaitan denganmutu/kualitas yang diterima dan dirasa customer.Dimensi
ini mencakup kategori reputasi merek termasuk pengaruh citra merek dan faktor-
faktor tidak berwujud lainnya yang dapat mempengaruhi persepsi konsumen terhadap
kualitas. Misalnya, ketika konsumen memiliki duit lebih untuk membeli sebuah
mobil, maka konsumen misalnya akan memilih merk Honda, karena Honda telah
memiliki reputasi yang bagus di Indonesia, bahkan second-nya pun masih dapat dijual
dengan harga yang tinggi.
 Conformance:
Conformance berkaitan dengankesesuaian kinerja dan mutu produk dengan
standar. Conformance yaitu sejauh mana karakteristik rancangan dan operasi
memenuhi standar-standar yang telah ditetapkan sebelumnya. Misalnya nilai lebih,
yang ditawarkan produk yang berbeda dari kompetitornya.

 Reliability (keandalan):
Reliability adalahkemungkinan produk untuk tidak berfungsi pada periode waktu
tertentu. Misalnya, Produk Toyota Astra Motor seperti Yaris dikatakan mempunyai
performance yang baik apabila mesinnya mampu bekerja sesuai dengan daya 1500cc
yang dijanjikan dan dikatakan memiliki reliability yang baik apabila tidak pernah
ngadat selama digunakan sehingga pelanggan merasa puas.

 Featutes (fitur):
Features adalahitem-item ekstra yang ditambahkan pada fitur dasar. Misalnya, pada
mobil Ford, mesin mati secara otomatis ketika pemilik keluar dari mobil dan
mengunci mobil tersebut.

2.) Benchmarkingadalah suatu proses yang biasa digunakan dalam manajemen atau
umumnya manajemen strategis, dimana suatu unit/bagian/organisasi mengukur dan
membandingkan kinerjanya terhadap aktivitas atau kegiatan serupa unit/bagian/organisasi
lain yang sejenis baik secara internal maupun eksternal.Dari hasil benchmarking, suatu
organisasi dapat memperoleh gambaran dalam (insight) mengenai kondisi kinerja organisasi
sehingga dapat mengadopsi best practice untuk meraih sasaran yang
diinginkan. Tujuan utama benchmarking adalah untuk menemukan kunciatau rahasia sukses
dari perusahaan yang terbaik dikelasnya,dan kemudian mengadaptasi serta memperbaikinya
untuk diterapkan pada perusahaan yang melaksanakan benchmarking.
Implementasi Benchmarking
Secara umum yang harus kita implementasikan sebagai unsurperusahaan adalah Mengukur
Kinerja perusahaaan yang dibandingkan dengan perusahaan yang paling terbaik dikelasnya.
Membandingkan bukan berarti menjiblak atau mencuritanpa rasa malu, hanya karena saat per
usahaan mendapatkanbantuan ide'ide untuk mempercepat peningkatn kinerja dariperusahaan
yang terbaik. bahwa implementasi StrategicBenchmarking adalah bukan langkah adopsi
melainkan murni
sebagailangkah adaptasi, sehingga dapat membantu mempercepat proses:eformasi
peningkatan kerja
3.) Pengertian MRP(Material requirement planning) adalah suatu konsep dalam manajemen
produksi / operasi yang membahas tentang cara yang tepat kuantitas dalam perencanaan
kebutuhan bahan baku dalam proses produksi yang cukup, sehingga bahan yang dibutuhkan
dapat tersedia sesuai dengan yang direncanakan. Penggunaan model persediaan MRP yang
efektif mengharuskan manajer operasi mengetahui hal-hal sebagai berikut :
(1) Jadwal induk produksi (apa yang akan dibuat dan kapan akan dilakukan),
contoh: pruduction master plan production budget
(2) Spesifikasi atau bill of material (bagaimana produk akan dibuat),
Contoh: Buku resep, production manual, kualitas standar.
(3) Ketersediaan persediaan (apa yang ada di persediaan),
Contoh: safety stock
(4) Pesanan yang harus dipenuhi kapan dan harus datang(apa yang dipesan),
Contoh: ROP
(5) Lead time (berapa lama waktu yang diperlukan untuk mendapatkan berbagai komponen ,
waktu yang terlama untuk suatu proses produksi terjadi).
Tujuan MRP :
(1) Meminimalkan (minimum = 0) persediaan dimana pembelian bahan baku dilakukan
sebatas yang diperlukan saja.
(2) Mengurangi risiko karena keterlambatan produksi atau pengiriman ( jadwal udah
ditentukan) janji komitmen = realita
(3) Komitmen yang realistis, dimana jadual produksi diharapkan dapat dipenuhi sesuai
rencana, sehingga komitmen terhadap pengiriman barang dapat dilakukan secara lebih
realistis
(4) Meningkatkan efisiensi, karena jumlah persediaan, waktu produksi dan waktu pengiriman
barang dapat direncanakan lebih baik sesuai dengan jadual induk produksi costnya lebih kecil
dibanding benefit pada periode dlu sebelum MRP dan sesudah harus lebih besar = (C<B)0
harusnya lebih kebil C<B)n

Manfaat MRP :
o Peningkatan pelayanan dan kepuasan konsumen dan saat kapan dan karena apa? (
sesuai dengan waktu konsumen yang diinginkan)
o Peningkatan pemanfaatan fasilitas dan tenaga kerja ( memanfaatkan fasilitas semua
tanpa ada yang menganggur)
o Perencanaan dan penjadualan persediaan yang lebih baik ( ada fakta)
o Tanggapan yang lebih cepat terhadap perubahan dan pergeseran pasar
o Tingkat persediaan menurun tanpa mengurangi pelayanan kepada konsumen (sesuai
dengan kegiatan perusahannya).
Manfaat Integrasi MRP dan JIT :
1. Penggabungan sistem MRP dan sistem JIT di dalam pabrik akan memberikan manfaat
yang terbaik dari keduanya
2. Penggabungan ini menghasilkan jadual utama / jadual induk produksi yang baik
3. Adanya kebutuhan persediaan yang akurat dari sistem MRP
4. Terlihat adanya penurunan persediaan barang dalam proses karena penggunaan sistem JIT
5. Sistem MRP sangat efektif dalam mengurangi persediaan