Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Bagi semua orang kesehatan itu sangat lah penting dikehidupan

ini , tentu sebagai manusia biasa kesehatan itu harus dijaga. Maka dari

itu penting nya sebuah pembangunan pabrik obat ataupun Industri

Farmasi di Indonesia.

Salah satu contoh kegiatan manajemen yang dilakukan adalah

meliputi: perencanaan, permintaan obat ke Gudang Farmasi Kota,

penerimaan obat, penyimpanan menggunakan kartu stok,

pendistribusian dan pelaporan penggunaan.(Agoes, Komunitas

Farmasi)

Maka di lakukannya pembangunan Industri Farmasi antara lain

yang bertujuan untuk menjamin tersedianya obat yang memiliki mutu

dan berkualitas dengan jumlah yang tepat, tersebar secara merata dan

teratur sehingga mudah diperoleh masyarakat yang sangat

membutuhkan. Supaya hal dapat tercapai maka dalam beberapa tahun

terakhir ini pemerintah telah memberikan kebijakan dalam hal

perbaikan serta penyempurna untuk pengelolaan obat terutama daerah

tingkat II. Dengan menerapkan / menggunakan Laporan Pemakaian dan

Lembar Permintaan Obat (LPLPO) ini dapat dapat diperoleh berbagai

data dan informasi yang sangat dibutuhkan untuk perhitungan

kebutuhan rencana dan pendistribusian obat serta pengendalian,

1
persediaan dan pengawasan obat.( Pedoman Pelayanan Kefarmasian Di

Puskesmas (Depkes, 2006)).

Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat merupakan

Proses pengadaan obat dilakukan setiap tiga bulan dengan cara

menyetor Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO)

ke Gudang Farmas Kota.( Medical Health Care English).

1.2 PERUMUSAN MASALAH

Adapun perumusan masalah dari uraian yang ada di latar

belakang tersebut merupakan masalah yang mungkin untuk dibahas,

dan dapat dirumuskan sebagai berikut :

”Bagaimana sistem pencatatan, pengolahan, dan pelaporan obat di

Puskesmas Pahandut Palangka Raya”.

1.3 TUJUAN PENULISAN

Untuk mengetahui bagaimana Sistem Pencatatan, Pelaporan

Dan Pelaporan Obat di Puskesmas Pahandut Palangka Raya.

1.4 MANFAAT PENULISAN

Ada beberapa tujuan penulisan karya tulis ini adalah :

1. Tujuan Umum

a. Untuk memenuhi salah satu tugas akhir atau syarat kelulusan

pada program D1 Manajemen Farmasi.

2
b. Untuk bagi si pembaca dapat lebih memahami dan mengetahui

bagaimana sistem kerja yang ada di Puskesmas Pahandut

Palangka Raya.

c. Untuk menembah pengetahuan bagi semua yang membaca karya

tulis ini dalam hal karya siswa.

2. Tujuan Khusus

a. Untuk mengetahui dan memahami bagaimana cara pencatatan,

pengolahan dan pelaporan obat di Puskesmas Pahandut.

b. Untuk mengetahui apa saja yang dilakukan dalam pengawasan

obat di Puskesmas Pahandut

c. Untuk mengetahui apa saja manfaat dari pencatatan, pengolahan

dan pelaporan obat di Puskesmas Pahandut.

1.5 RUANG LINGKUP

Adapun ruang lingkup tempat pelaksanaan praktek kerja

lapangan ( PKL ) yaitu di Puskesmas Pahandut Palangka Raya.

3
BAB II

TINJAUAN TEORITIS

2.1 PENGERTIAN PUSKESMAS

A. Puskesmas Umum

Menurut Depkes 1991 pengertian puskesmas adalah suatu kesatuan

organisasi fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan

masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat disamping

memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu

kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok.

Definisi puskesmas menurut buku General Outline Public Health

Care In Indonesia 1964 puskesmas merupakan satu kesatuan yang

bersifat fungsional langsung berada dalam pengawasan administratif

maupun teknis dari Dinas Kesehatan Kota.

Sedangkan pengertian secara umum menurut keputusan Menkes

RI.No. 123/IV/Kab/B.Y 17 tanggal 29 April 1975 tentang Pedoman

Organisasi, Puskesmas umum adalah satu kesatuan organisasi

fungsional yang langsung diberikan pelayanan kesehatan secara

menyeluruh kepada masyarakat dalam suatu wilayah kerja tertentu

dalam usaha-usaha kesehatan pokok.

4
Adapun usaha-usaha kesehatan pokok yang dilaksanakan di

puskesmas paling sedikit seperti yang di anjurkan oleh W.H.O

meliputi :

1. Pemeriksaan, pengobatan dan perawatan

2. KIA dan KB

3. Pencegahan dan pemberantasan PMS serta penyakit menular

lainnya

4. Sanitasi lingkungan dan Hygiene

5. Pendidikan Kesehatan kepada masyarakat

6. Perawatan Kesehatan Masyarakat

7. Pengumpulan data-data untuk penilaian dan perencanaan

B. Fungsi Pokok Puskesmas meliputi :

1. Pusat pengerakan pembangunan berwawasan kesehatan pusat

pemberdaya

2. Masyarakat dan keluarga dalam pembangunan kesehatan

3. Pusar pelayanan Kesehatan tingkat II

C. Kegiatan pokok puskesmas yang ada di Indonesia mencakup antara

lain :

1. Kesehatan Ibu dan Anak

2. Keluarga Berencana

3. Usaha Kesehatan Gizi

4. Kesehatan Lingkungan

5
5. Pencegahan penyakit menular

6. Penyuluhan Kesehatan Masyarakat da Kesehatan Reproduksi

7. Perawatan dan pengobatan Kesehatan Masyarakat

8. Usaha Kesehatan Sekolah

9. Usaha kesehatan Jiwa

10. Laboratorium

11. Pencatatan dan Pelaporan

D. Klasifikasi Puskesmas

1. Puskesmas Pembantu

Puskesmas pembantu yaitu Unit pelayanan kesehatan yang

sederhana dan berfungsi menunjang dan membantu melaksanakan

kegiatan-kegiatan yang dilakukan puskesmas dalam ruang lingkup

wilayah yang kecil.

2. Puskesmas Keliling

Puskesmas Keliling yaitu Unit pelayanan kesehatan keliling

yang dilengkapi dengan kendaraan bermotor dan peralatan

kesehatan, peralatan komunikasi serta sejumlah tenaga yang

berasal dari puskesmas.dengan funsi dan tugas yaitu Memberi

pelayanan kesehatan daerah terpencil ,Melakukan penyelidikan

KLB,Transport rujukan pasien, Penyuluhan kesehatan dengan

audiovisual.

6
2.2 PENGERTIAN OBAT DAN PENGOLONGGAN OBAT

1. Pengertian Obat

Menurut UU Farmasi obat adalah bahan atau zat yang berasal

dari tumbuhan, hewan, mineral maupun zat kimia tertentu yang dapat

digunakan untuk mengurangi rasa sakit, memperlambat proses penyakit

dan atau menyembuhkan penyakit. Obat harus sesuai dosis agar efek

terapi atau khasiatnya bisa kita dapatkan.

2. Sejarah Obat

Pada mulanya penggunaan obat dilakukan secara empirik dari

tumbuhan, hanya berdasarkan pengalaman dan selanjutnya Paracelsus

(1541-1493 SM) berpendapat bahwa untuk membuat sediaan obat perlu

pengetahuan kandungan zat aktifnya dan dia membuat obat dari bahan

yang sudah diketahui zat aktifnya.

Secara umum, kebanyakan obat “kuno” telah ditinggalkan dan

diganti obat yang lebih “modern”. Bukan berarti obat modern bisa

“santai”, sebab persaingan selanjutnya adalah antar sesama obat modern.

Pasalnya obat modern dapat terganti dengan obat modern yang lebih

baru dan lebih berkhasiat serta lebih efektif.

Meski begitu, diperkirakan lebih dari 78% obat yang beredar

sekarang adalah merupakan hasil dari penemuan tiga dasawarsa terakhir.

Pengembangan bahan obat diawali dengan sintesis atau isolasi

dari berbagai sumber yaitu dari tanaman (glikosida jantung untuk

mengobati lemah jantung), jaringan hewan (heparin untuk mencegah

7
pembekuan darah), kultur mikroba (penisilin G sebagai antibiotik

pertama), urin manusia (choriogonadotropin) dan dengan teknik

bioteknologi dihasilkan human insulin untuk menangani penyakit

diabetes. Dengan mempelajari hubungan struktur obat dan aktivitasnya

maka pencarian zat baru lebih terarah dan memunculkan ilmu baru yaitu

kimia medisinal dan farmakologi molekular. Setelah diperoleh bahan

calon obat, maka selanjutnya calon obat tersebut akan melalui

serangkaian uji yang memakan waktu yang panjang dan biaya yang tidak

sedikit sebelum diresmikan sebagai obat oleh Badan pemberi izin. Biaya

yang diperlukan dari mulai isolasi atau sintesis senyawa kimia sampai

diperoleh obat baru lebih kurang US$ 500 juta per obat. Uji yang harus

ditempuh oleh calon obat adalah uji praklinik dan uji klinik.

3. Golongan obat

Menurut golongannya obat terbagi dibagi menjadi beberapa

golongan yaitu:

a. Obat Tradisional

Obat yang didapat dari bahan alami yang diolah secara sederhana

atas dasar pengalaman dan digunakan untuk pengobatan tradisional

b. Obat Jadi

Obat yang dalam keadaan murni atau campuran dalam bentuk

tablet, serbuk, pil, kapsul, suppositoria, cairan, salep dan bentuk

lainnya yang memiliki teknis sesuai dengan Farmasi Indonesia atau

resmi lainnya.

c. Obat Esensial

8
Obat yang paling banyak dibutuhkan untuk pelayanan kesehatan

masyarakat banyak dan dicantumkan dalam daftar obat esensial

yang ditetapkan Menkes RI.

d. Obat Paten

Obat yang terdaftar nama sipembuat yang diketahui dan dijual

dalam bungkus asli dari pabrik yang memproduksinya dengan

nama dagang.

e. Obat Generik

Obat yang dibuat dengan nama resmi dan ditetapkan dalam FI yang

sesuai dengan kandungan zat aktifnya.

4. Pengolonggan Obat

a. Obat Bebas

Obat bebas termasuk dalam penggolongan obat yang dapat

digunakan secara bebas tanpa perlu resep dokter saat membelinya.

Obat bebas ini juga dikenal dengan nama obat OTC (Over The

Counter). Mengetahui bahwa obat yang anda beli obat bebas

caranya sangat mudah karea di setiapkemasan obat bebas tertera

lingkaran hijau bergaris tepi hitam. Penggunaan obat bebas ini

untuk gejala penyakit ringan (vitamin). Kita sendiri sebagai

9
manusia sangat perlu untuk memenuhi 13 fungsi vitamin yang

diperlukan oleh tubuh agar kesehatan kita tetap terjaga.

b. Obat Bebas Terbatas

Obat bebas terbatas ini adalah obat yang dalam jumlah-

jumlah tertentu masih dibeli dapat di apotek namun memiliki

beberapa peringatan dalam mengkonsumsinya. Peringatan yang

tertera di obat bebas terbatas sebagai berikut:

 Awas! Obat keras. Bacalah aturan pemakaiannya.

 Awas! Obat keras. Hanya untuk dipakai di bagian luar badan.

 Awas! Obat keras. Tidak boleh ditelan.

 Awas! Obat keras. Hanya untuk dibakar.

 Awas!Obat keras. Obat wasir, jangan ditelan.

Pemakaian obat bebas dan obat terbatas memang

dibenarkan namun apabila rasa sakit yang anda derita tidak alami

tidak kunjung sebuh, dianjurkan untuk segera pergi ke dokter guna

memeriksakan tubuh anda.

c. Obat Keras

Obat keras yang pada zaman dulu disebut dengan nama

Gevaarlijk (berbahaya) mempunyai khasiat yang keras sehingga

untuk mebelinya dibutuhkan resep dari dokter. Dalam

penggolongan obat, obat keras ditandai dengan tanda lingkaran

10
merah dan mempunyai garis tepi hitam dengan tulisan K di

dalamnya. Obat keras biasanya dalam bentuk antibiotik dan obat-

obat yang mengandung hormon di dalamnya, biasanya obat ini

ditujukan kepada penderita kencing manis serta sebagai obat

penenang.

d. Obat Psikotropika

Obat psikotropika termasuk jenis obat yang dilarang untuk

dikonsumsi. Karena psikotropika sendiri mempunyai efek

ketergantungan yang nantinya akan menimbulkan dampak

melemahnya syaraf-syaraf di otak kita. Tentu hal ini akan

menimbulkan gangguan pada otak kiri, otak kanan, dan otak

tengah kita yang berakibat bagian otak dan fungsinya menjadi

terganggu. Jenis psikotropika antara lain esctasy dan sabu-sabu.

e. Obat Narkotika

Merupakan jenis obat-obatan yang bisa berasal dari

tanaman ataupun non tanaman, sintetis atau non sintetis yang

dapat menimbulkan efek terhadap tubuh bila memakainya. Efek

yang dirasakan pengguna antara lain berupa pembiusan, hilangnya

rasa sakit, rangsangan semangat, halusinasi dan tentunya

menimbulkan efek ketergantungan. Contoh obat jenis narkotika

yaitu morfin, heroin, codein, demerol, methadone, kokain, dan

ganja.

11
5. Rute Penggunaan Obat

Rute penggunaan obat dapat dilakukan dengan beberapa cara

antara lain :

a. Oral ( diminum lewat mulut )

b. Subligual ( obat diletakan dibawah lidah )

c. Parental atau injeksi

d. Rektal ( dimasukan kedalam anus )

e. Vaginal ( dimasukan kedalam kemaluan wanita )

f. Bukal ( obat diletakan diantara gusi dan pipi dalam rongga

mulut )

6. Efek Obat

Ada beberapa efek obat yang bereaksi didalam tubuh yaitu :

a. Efek terafi adalah efek atau aksi yang merupakan efek

penyembuhan untuk mengantikan zat kurang.

b. Efek samping adalah efek yang ditimbulkan setelah

pemberiaan obat dengan dosis sesuai anjuran.

c. Efek toksis adalah aksi tambahan dari obat yang lebih berat

dibandingkan efek samping yang tidak di inginkan

sehingga dapat terjadi keracunan dalam dosis yang tinggi.

d. Efek teratogenik adalah efek obat dalam sirkulasi janin

melalui plasenta sehingga mengakibatkan cacat pada janin

atau bayi.

12
7. Fungsi Obat

Adapun fungsi obat meliputi :

a. Untuk menyembuhkan penyakit

b. Untuk mencegah penyakit

c. Untuk daya tahan tubuh

d. Untuk menghambat berkembangnya penyakit

e. Untuk menambah nafsu makan

f. Untuk mengurangi rasa sakit

2.3 PENGERTIAN PENCATATAN, PENGOLAHAN, DAN

PELAPORAN OBAT

Pencatatan, pengolahan dan pelaporan obat merupakan salah

satu aspek penting dari pengelolaan obat karna berperan dalam

menentukan keberhasilan seluruh rangkaian pengelolaan terutama

dalam perencanaan dan pendistribusian obat.

Tujuan dilakukan pencatatan,pengolahan dan pelaporan obat

dipuskesmas yaitu untuk pengelolaan obat dilaksanakan dengan daya

guna dan tertib administrative yang akuran dan tepat waktu serta dapat

digunakan sebagai dasar pengaturan dan pengendalian oleh unit yang

lebih tinggi.

13