Anda di halaman 1dari 58

OPTIMALISASI JENIS-JENIS PELAYANAN PENCUCIAN DAN

PENANGANAN LAUNDRY DI LABORATORIUM PARIWISATA


SMK TAMAN PENDIDIKAN 45 NEGARA BALI

LAPORAN PROJECT WORK


Diajukan untuk memenuhi tugas
Pengenalan Kompetensi Guru Produktif ON-1
Program Keahlian Ganda
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Oleh : Khuncara Hadinatha


NIP. 19841030 200803 1 001

PEMERINTAH PROVINSI BALI


DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 1 NEGARA
2017

i
PENGESAHAN

Laporan project work yang berjudul OPTIMALISASI JENIS-JENIS PELAYANAN


PENCUCIAN DAN PENANGANAN LAUNDRY DI LABORATORIUM
PARIWISATA SMK TAMAN PENDIDIKAN 45 NEGARA BALI ini telah disusun
oleh Khuncara Hadinatha, guru peserta Program Keahlian Ganda. Ringkasan project
work telah diunggah secara daring pada tanggal 18 Mei 2017 dan dinyatakan
TERLAKSANA sesuai dengan laporan penulisan ini yang telah dinyatakan sah dan
disetujui oleh :

Negara, 18 Mei 2017


Pendamping Penulis,

I Putu Roby Adhi Astika, S.Pd Khuncara Hadinatha, S.Pd


NIP. 19841030 200803 1001

Disetujui/Disahkan Oleh :
Kepala SMK Negeri 1 Negara,

I PutuWardana, S.Pd
NIP. 19661122 199003 1 004

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas berkat, rahmat dan hidayah-Nya
sehingga laporan Project Work yang berjudul ―OPTIMALISASI JENIS-JENIS
PELAYANAN PENCUCIAN DAN PENANGANAN LAUNDRY DI
LABORATORIUM PARIWISATA SMK TAMAN PENDIDIKAN 45 NEGARA
BALI‖ dapat tersusun dengan baik dan lancar.
Maksud dan tujuan penulisan laporan ini adalah sebagai syarat penyusunan
Project Work dalam kegiatan pembelajaran Pengenalan Kompetensi Guru Produktif
ON-2 Program Keahlian Ganda Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dengan tersusunnya laporan ini, penulis
menyampaikan terimakasih kepada:
1. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan beserta jajarannya yang telah menyelenggarakan Program
Keahlian Ganda bagi guru SMA/SMK.
2. Kepala SMK Negeri 1 Negara yang telah memberikan kesempatan untuk
mengikuti kegiatan Pengenalan Kompetensi Guru Produktif ON-2.
3. Kepala SMK TP 45 Negara yang telah memberikan waktu dan tempat untuk
mengikuti kegiatan project work pada pembelajaran ON-2.
4. Kepala Laboratorium Pariwisata SMK TP 45 Negara Bali yang telah memberi
izin untuk melakukan observasi dan tindakan.
5. I Putu Roby Adhi Astika, S.Pd, selaku Guru Pendamping ON-2 yang telah
meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk memberikan bimbingan dan
pengarahan selama penyusunan laporan.
6. Istri dan Ibu dari anak-anak saya tercinta Anis Sekarwati, S.Pd yang telah
membantu penulis dengan dukungan dan support yang selalu diberikan hingga
penulisan laporan ini selesai.
7. Staf pegawai dan seluruh karyawan Laboratorium Pariwisata SMK TP 45
Negara, Bali yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu yang telah mengikuti

i
seluruh kegiatan dalam project work ini, sehingga kegiatan dapat berjalan
dengan baik dan lancar.
8. Rekan-rekan guru sesama peserta Program Keahlian Ganda yang telah memberi
motivasi dan dukungan selama penyusunan laporan.
9. Semua pihak yang telah membantu baik secara langsung dan tidak langsung
dalam penyusunan karya tulis ini.
Laporan project work ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu,
penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun yang berguna
bagi penulisan karya tulis berikutnya. Akhir kata, semoga laporan project work
ini dapat bermanfaat dan berguna bagi semua pihak.

Negara, 18 Mei 2017

Penulis

i
DAFTAR ISI

hal
HALAMAN JUDUL ……………………………………………………………. i
HALAMAN PENGESAHAN …………………………………………………... ii
DAFTAR ISI ……………………………………………………………………. vii
KATA PENGANTAR ………………………………………………………….. viii

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah .................................................................................... 1
1.2. Tujuan ................................................................................................................ 5
1.3. Rumusan Masalah .............................................................................................

BAB II PELAKSANAAN PROJECT WORK


2.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan ......................................................................... 8
2.2 Alat dan Bahan .................................................................................................. 27
2.3 RAB.........................…………………………………………………………..30
2.4 Hasil Keuntungan ............................................................................................ 31

BAB III PEMBAHASAN


3.1 Keterlaksanaan................................................................................................... 33
3.2 Manfaat yang diperoleh....... …….....................................................................36
3.3 Pengembangan/Tindak Lanjut ........................................................................... 38

BAB IV SIMPULAN DAN SARAN


4.1 Kesimpulan.........................………….............................................................. 41
4.2 Saran.............................................………………………………………….....42

DAFTAR PUSTAKA............................................………………………………
LAMPIRAN …………………...……………………………………………...... 76

i
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Perkembangan pariwisata Indonesia dari tahun ke tahun mengalami peningkatan baik dari
segi jumlah kunjungan wisatawan, destinasi wisata serta sarana dan prasarana pariwisata.
Pemerintah menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 20 juta kunjungan
wisman hingga tahun 2019. Hal ini mendorong pelaku dunia industri pariwisata Indonesia untuk
senantiasa meningkatkan keterampilan pekerja pada sektor pariwisata ditinjau dari sisi kualitas,
kompetensi, skill dan penguasaan kecakapan hidup yang sesuai dengan standar pariwisata
internasional.
Pemerintah selaku stakeholder dunia pariwisata Indonesia berupaya untuk menyediakan
sarana dan tempat yang menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan bagi pelaku pariwisata pada
umumnya serta calon-calon tenaga kerja dunia pariwisata pada khususnya untuk meningkatkan
kompetensi dan keterampilan secara komprehensif dan berkesinambungan. Upaya ini melibatkan
segenap komponen pelaku pendidikan dan pelatihan pariwisata dimulai dari lembaga kursus,
sekolah-sekolah menengah kejuruan pariwisata, balai latihan kerja, perguruan tinggi, institut,
akademi, sekolah tinggi serta kalangan dunia pariwisata itu sendiri diantaranya pelaku dunia
usaha perhotelan, pemilik villa, jasa travel/agen perjalanan, pengelola objek wisata, pemilik
tempat hiburan, pengusaha restoran, rumah makan, salon, spa, massage, refleksi kebugaran dan
lain-lain untuk ikut serta dan berperan aktif dalam menyusun, merancang, merumuskan,
mengelola dan membuat kebijakan terkait pengembangan sumber daya manusia Indonesia pada
bidang pariwisata.
Pemerintah dalam hal ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah membuat
kebijakan untuk mendukung program peningkatan kualitas pendidikan nasional melalui cara
penyelenggaraan pendidikan vokasi tingkat menengah. Untuk mendukung keberhasilan program
tersebut, meningkatkan kompetensi siswa-siswi SMK melalui berbagai program diantaranya ada
Program Keahlian Ganda bagi Guru SMK Produktif. Program ini dirancang sesuai Instruksi
Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK dengan tujuan menambah jumlah guru-
guru mata pelajaran produktif SMK agar mampu menjadi media dan pelaku bagi kegiatan

i
transfer ilmu, kecakapan hidup dan keterampilan kerja bagi siswa-siswi SMK pada khususnya
dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Keberhasilan program ini akan menjadi tolak ukur
bagi perkembangan SMK menjadi institusi formal yang mencetak generasi terampil, cakap,
berkepribadian Indonesia, unggul, kreatif dan inovatif sebagai penerus estafet pembangunan
Indonesia. Program Keahlian Ganda menuntut dan mewajibkan guru-guru pembelajar untuk
menyusun dan membuat karya berupa Pembuatan Project Work yang berfokus pada
keterampilan dan kompetensi sesuai modul dan bahan ajar yang sudah dipelajari. Kali ini modul
berjudul ―LAUNDRY DAN LAYANAN VALET‖ menitikberatkan pada keterampilan dalam
pelayanan laundry dan keterampilan kerja dari valet service. Atas dasar pertimbangan materi
yang sudah dipelajari inilah maka, pembuatan project work kali ini berisikan kegiatan
optimalisasi pelayanan house loundry di laboratorium pariwisata SMK Taman Pendidikan 45
Negara, Bali.
Laundry and Dry Cleaning Section adalah salah satu bagian di dalam House Keeping
Departement pada satu atap hotel management yang bertanggung jawab atas semua cucian yang
dikirimkan kepadanya. Sebagai pekerja yang profesional, para tenaga dibidang laundry
diharapkan memiliki keterampilan serta keahlian dalam melaksanakan tugas sesuai standar
perusahaan dalam hal ini adalah pekerjaan laundry dan dry cleaning. Hal ini menjadi sebuah
karakter dan kebiasaan yang positif dalam membantu mengembangkan sumber daya manusia
yang unggul. Sehingga kedepan tujuan, visi dan misi perusahaan untuk bersaing secara
kompetitif bisa terwujud dengan maksimal.
1.2 TUJUAN
Tujuan penyusunan project work ini adalah untuk :
1. Sebagai persyaratan untuk menempuh ON-1 bagi guru peserta Program Keahlian Ganda.
2. Sebagai bentuk tugas akhir pada setiap pembelajaran mandiri sesuai modul yang sudah
dipelajari.
3. Sebagai implementasi hasil belajar bagi proses pembelajaran mandiri yang dilakukan
oleh guru peserta Program Keahlian Ganda.
4. Meningkatkan pemahaman mengenai langkah kerja sesuai standar operasional cara
menyediakan pelayanan laundry di hotel
5. Memaksimalkan tata cara dan petunjuk pemakaian mesin dan alat-alat kerja dalam proses
pencucian.

i
6. Mengoptimalkan keterampilan kerja terkait dengan pencucian dan pembersihan noda
pada pakaian tamu.
7. Meningkatkan pemahaman akan pentingnya fungsi dan peran laundry dalam
pengembangan bisnis hotel.
8. Mengoptimalkan layanan laundry sehingga tidak hanya bagi kebutuhan hotel melainkan
menjadi sarana promosi bagi kemajuan hotel
9. Mengetahui seluk beluk penanganan layanan laundry dan dry cleaning di laboratorium
pariwisata SMK TP 45 Negara.

i
BAB II
PELAKSANAAN PROJECT WORK

2.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan


A. Waktu pelaksanaan
Pelaksanaan project work ini dilakukan selama tiga hari dari tanggal 10 s.d. 12 Mei 2017.
Jadwal kegiatan dari pelaksanaan project work ini dapat dilihat pada tabel 1.1 sebagai berikut:

Tabel 1.1. Jadwal Pelaksanaan

hari Kamis hari Jum‘at hari Sabtu


tanggal 10 tanggal 11 tanggal 12
No Jenis Waktu
Kegiatan
1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7

1. Penyusunan rencana x x

2. Persiapan x x

3. Mengumpulkan bahan dan alat x x

4. Pelaksanaan kegiatan I x x

5. Pelaksanaan kegiatan II x x

6. Evaluasi x

7. Refleksi x

8. Penulisan laporan/penjilidan x x x

Pelaksanaan project work ini dilaksanakan dalam satu tahapan. Tahapan berisikan
berbagai kegiatan yaitu penyusunan rencana project work, persiapan, mengumpulkan bahan dan
alat, pelaksanaan kegiatan I, pelaksanaan kegiatan II, evaluasi dan refleksi. Rincian tahapan pada
masing-masing kegiatan dapat dilihat pada tabel 3.2. sebagai berikut :

i
Tabel 1.2. Rincian Pelaksanaan Kegiatan

Penyusunan Rencana

Berisikan perencanaan kegiatan berupa


desain kegiatan project work

Persiapan

Berisikan persiapan pra kegiatan

Kegiatan I
Mengumpulkan bahan dan alat
Pelaksanaan kegiatan
mendefinisikan
langkah kerja,
Berisikan pengumpulan bahan dan alat deskripsi kegiatan dan
kerja yang diperlukan selama kegiatan melakukan tindakan

Kegiatan Kegiatan II

Pelaksanaan kegiatan dibimbing dan Pelaksanaan kegiatan


Inti dengan memulai
diarahkan oleh pendamping
tindakan sesuai SOP
yang ada dan
dibimbing
pendamping

Penulisan Laporan
Evaluasi Refleksi
Penyusunan laporan
Berisikan review Kegiatan tindak lanjut
dalam bentuk karya
dan diskusi pasca atas kekurangan selama
tulis ilmiah dan dijilid
kegiatan kegiatan

i
B. Tempat Pelaksanaan
Pelaksanaan project work kegiatan pembelajaran modul A bertempat di Laboratorium
Pariwisata SMK Taman Pendidikan 45 Negara yang beralamat di Jl. Merak No. 19 Pendem
Negara, Kabupaten Jembrana.
2.2 Alat dan Bahan
A. Alat
Berdasarkan pada modul pembelajaran yang sudah dipelajari, mesin dan alat-alat kerja
yang diperlukan adalah sebagai berikut ini :
A. Mesin-Mesin Laundry
1. Washer / Washing Machine
2. Extractor.
3. Drying tumbler
4. Presser.
- Shirt Press Unit
- Cotton garment press unit.
- Flat work Ironer
- Hand Iron
B. Mesin-mesin Dry Cleaning ( DC ).
1. Dry Cleaning Machine
2. Dry Cleaning Press Unit
- Utility Dry Cleaning Unit
- Mushroom Dry Cleaning Press : untuk menyetrika bagian atau
celana panjang atau pundak baju dan sejenisnya
- Utility Dry Cleaning Press : untuk menyetrika bagian kaki celana
panjang atau rok bawah atau dress bagian bawah dan sejenisnya
- Steam Air Garment Finisher : untuk mengepress jas, jaket,
dress dan sejenisnya
- Hand Steam Iron : untuk menghaluskan bagian bagian lain yang
- Pant Topper
- Silk Presser
- Puffer

i
Perlengkapan Tambahan :
A. Polymark Marking Machine ( Mesin Marker )
B. Spotting Board
C. Sewing Machine
B. Bahan
Bahan pembersih adalah bahan kimia yang ada dalam rumah tangga yang bermanfaat
sebagai pembersih. Bahan kimia yang termasuk dalam kelompok ini yang dapat membantu
proses pencucian yaitu melepaskan kotoran dari tempatnya menempel dan menahan agar kotoran
yang telah terlepas tetap tersuspensi.
Bahan pembersih adalah bahan yg digunakan untuk proses pembersihan, setelah digunakan,
dibersihkan dan dibersihkan, atau dengan kata lain, bahan pembersih adalah bahan kimia dalam
rumah tangga yang bermanfaat sebagai pembersih. Bahan kimia yg termasuk dalam kelompok
ini yang dapat membantu proses pencucian yaitu, melepaskan kotoran dari tempatnya yang
menempel dan menahan dari kotoran yg telah terlepas tetap tersuspensi. Banyak bahan kimia
dalam rumah tangga yang berfungsi dalam kehidupan sehari hari. Beberapa bahan pembersih
yang dapat digunakan diantaranya adalah :
Laundry Supplies
1. Cleaning Supplies ( hand brush, plastic container,pad, broom, dll )
2. Guest Supplies ( laundry bag, hanger, safety pin, polymark tape,
coolar holder, jas cover dll )
3. Printing Stationary ( laundry, DC List, pencil, scott tape, books dll )
4. Chemicals ( Laundry & Dry Cleaning )
Bahan-bahan dasar pencuci ( Laundry Chemicals )
Bahan – bahan pencuci yang digunakan di laundry mempunyai sifat, karakteristik kimia dan
fungsi yang berbeda antara satu dan lainnya baik yang berupa bubuk (powder) ataupun cairan
(liquid). Dalam produk yang dipasarkan mempunyai nama / merek yang berbeda namun
mempunyai bahan dasar yang sama.

i
Detergent / main detergent
Deterjen penghilang noda ramah lingkungan terhadap saluran pembuangan air (biota air). Mudah
larut dalam air, sehingga proses pelepasan kotoran dapat berlangsung dengan cepat dan
direkomendasikan untuk pakaian putih ataupun warna. PH 10

Alkali / alkali builder


Alkali merupakan formulasi khusus yang digunakan sebelum proses penyabunan dengan deterjen
yang berguna melepaskan noda, kotoran, minyak dari kain sehingga menghasilkan kualitas
cucian yang baik. Bahan kimia yang membuat suasana pencucian pada pH > 7 dan menjadi basa
(PH 13). Karena pada keadaan basa,lemak dan minyak akan lebih mudah diemulsikan dan
menetralisir pengotoran yang bersifat asam.

Emulsifier
Larutan pengemulsi guna membantu deterjen mengangkat noda minyak, lemak dan noda lainya
pada kain katun, polyester baik itu linen, uniform khususnya pakaian dapur maupun guest
laundry. Bahan ini bersifat netral, sangat cocok untuk mencuci kain berbahan halus. Bahan
kimia yang mengandung konsentrat surfactant. PH 3.

Chlorine Bleach, Sodium Hypochloride (CL2)


Cairan pengelantang yang memberikan kekuatan pemutih istimewa yang aman bagi cucian putih.
Cairan ini cepat larut dalam air, sehingga proses pelepasan noda berlangsung cepat, juga bisa
menghilangkan bau, sisa kotoran di kain dan sebagai penghilang kuman (disinfectant). Bleach
akan efektif pada larutan air dengan suhu 50ºC. PH 10 – 14.

Oxygen Bleach, Oxy Bleach, Hydrogen Perocide (H2O2)


Cairan pengelantang yang diformulasikan khusus untuk melepaskan noda, kotoran dari bahan
tekstil alami, sintetis dan katun, polyester berwarna dan tidak memudarkan material / tekstil.
Bekerja baik pada suhu 60 ºC – 95 ºC. Bahan kimia ini akan menyebabkan gatal-gatal dan panas
apabilaterkena kulit. PH 1.

i
Sour ( Neutralizer )
Cairan penetral multiguna yang diformulasi untuk menetralisir sisa, bau detergent, chlorine,
kadar alkali pada saat proses pencucian baik dalam larutan dingin maupun hangat. Larutan ini
mengurangi kerusakan tekstil atau efek kuning akibat unsur pengelantang chlorine. PH 6.

Softener
Cairan kental berwarna mengandung pelembut kationik bersifat pembunuh bakteri untuk semua
katun, sintetis, wool sehingga menjadi lembut, halus, harum dan pakaian dapat disetrika dengan
mudah. Istilah lain adalah Gliserin cair. PH 6,5.

Water Hardness / Conditioner


Adalah bahan kimia yang berguna untuk menetralkan kadar air yang mengandung zat besi (Fe),
Mg, Ca.

Starch
Adalah jenis kanji yang berguna membuat pakaian, linen menjadi kaku (kerahbaju, pergelangan
tangan, napkin, table cloth ) dan licin setelah disetrika / pressing.

Solvent
Solvent adalah sejenis minyak dengan nama lain perklone / perkloroetheline / tetra-cloroetheline.
Bahan kimia ini dipergunakan untuk mencuci dengan sistem kering ( mencuci tidak
menggunakan air ) / mencuci dengan minyak ( dry cleaning )

Water / Air
Media utama dalam pelepasan kotoran dari material ( pakaian / linen ). Keadaan dan kondisi air
sangat mempengaruhi hasil cucian dan berpengaruh pada daya cuci detergent.

BAHAN-BAHAN PENGHILANG NODA ( Chemicals Spott Remover )


Dalam opeasional laundry banyak chemical yang digunakan untuk menghilangkan noda pada
pakaian, baik yang diproduksi oleh pabrik ( merek ) maupun produk yang umum dan sudah ada
dipasaran.

i
Bahan yang digunakan penghilang noda yang sudah ada dipasaran.
Jenis Noda : Kopi, ‗teh, susu, kaldu, coklat, telur, darah, ice cream, saos, bumbu salad.
Cara : Gunakan deterjen vinegar (cuka), solvent, soda, borax, amoniak.

Jenis Noda : Minuman alkohol, buah-buahan, manisan, soft drink.


Cara : Menggunakan Vinegar (cuka), air dan deterjen.

Jenis Noda : Buah-buahan, tinta, kotoran bayi,


Cara : Menggunakan Vinegar (cuka), air dan deterjen.

Bahan dari pabrik ( Product : A.L Willson Chemicals, New Jersey, USA )
Qwik GO : Menghilangkan noda seperti darah, telur, coklat, kaldu, ice cream, susu,
bumbu-bumbu salad.
Bon GO : Menghilangkan noda seperti kopi, coklat, kaldu, soft drink, teh. dll
Tar GO : Menghilangkan noda seperti crayon ( pastel ).
Rust Go : Menghilangkan noda seperti karat.
Ink GO : Menghilangkan noda tinta, lumut, obat-obatan, darah, bekas buah.

i
2.3 Langkah kerja
Kegiatan project work diawali dengan diskusi dan konsultasi dengan rekan-rekan sesama
peserta program keahlian ganda. Tahap awal adalah penyusunan rencana kegiatan dimana
memuat identifikasi tujuan, kegiatan dan langkah-langkah pelaksanaan kegiatan. Selanjutnya,
identifikasi tujuan kegiatan didiskusikan dengan pendamping untuk mendengarkan masukan dan
saran terkait pemilihan judul dan tema kegiatan yang dipilih.
Berikut langkah-langkah kerja kegiatan yang sudah berlangsung :
1. Penyusunan rencana
2. Persiapan
3. Mengumpulkan bahan dan alat
4. Kegiatan meliputi kegiatan I dan kegiatan II
5. Evaluasi
6. Refleksi
7. Penulisan dan penjilidan laporan
A. Penyusunan rencana
Merupakan serangkaian proses penyusunan tujuan kerja yang bertujuan untuk memudahkan
dalam melaksanakan tugas kerja dan memahami secara detail prioritas kerja yang akan
dilaksanakan serta skala proyek dengan lebih baik.
B. Persiapan
Persiapan adalah suatu kegiatan yang akan dipersiapkan sebelum melakukan sebuah
kegiatan. Tanpa persiapan, kegiatan tidak akan terlaksanakan dengan baik atau pun susah untuk
dilaksanakan. Sebaliknya jika kita persiapkan, maka kegiatan itu akan terlaksana dengan baik.
Hasil dari persiapan adalah sebuah kegiatan yang sesuai target atau capaian.
C. Mengumpulkan bahan dan alat
Proses mengumpulkan bahan dan alat adalah tahapan kegiatan yang dimaksudkan untuk
mencari data, mengumpulkan peralatan kerja, serta mendokumentasikan bahan-bahan yang
digunakan selama proses kegiatan berlangsung.

i
D. Kegiatan I
Penerimaan cucian tamu (guest laundry)
1. Sistem pelayanan
Pelayanan cucian tamu di hotel ada dua jenis, yaitu cucain tamu yang tinggal di hotel
(guest laundry) dan dari tamu luar hotel (out side laundry). Secara operasional pelayanan ini
meliputi pelayanan pencucian biasa (laundry service), pelayanan cuci kering (dry cleaning
service), dan setrika (press only). Sedangkan waktu pelayanannya terbagi menjadi dua yaitu:
a. one day service/ regular/ today
adalah pelayanan pencucian pakaian tamu dimana cucian diserahkan atau dikumpulkan oleh
petugas sebelum pukul 10.00 pagi dan akan dikembalikan pada pukul 18.00 pada hari yang sama
b. express service
adalah apabila tamu menghendaki pelayanan yang cepat, cucian/ pakaiannya selesai dicuci dalam
waktu 2 sampai 3 jam. Untuk pelayanan ini biasanya hotel akan memberikan harga tambahan
100% dari harga normal
Selain pelayanan diatas ada juga tamu yang mengirimkan cuciannya setelah jam 10.00.
tetapi menginginkan selesai pada hari yan sama seperti halnya pada one day service. Pelayanan
seperti ini pihak hotel akan memberikan harga tambahan 50% dari harga normal
2. Prosedur pelayanan
Pengambilan cucian tamu dikamar menjadi tanggung jawab valet. Sedangkan untuk out
side laundry tamu/pelanggan mengantar cuciannya ke hotel atau pihak hotel yang mengambil ke
agen-agen laundry yang bekerjasama dengan hotel yang bersangkutan. Untuk penanganan out
side laundry ini seksi counter bekerja sama dengan seksi valet pada saat pengecekkannya.
Peralatan yangg harus dibawa valet pada saat pengambilan cucian tamu di kamar adalah tas
cucian (laundry bag), dafftar cucian (laundry list), valet record dan alat tulis.
a. prosedur pengambilan cucian tamu (guest laundry)
1.) tamu yang berniat mencuciakan pakaiannya ke laundry dapat melalui beberapa cara, yaitu :
a.) menghubungi seksi order taker
b.) menggantungkan kartu pelayanan laundry ( laundry service bag) di pintu
c.) memberitahukan kepada room attendant atau floor captain
2.) informasi yang diterima oleh petugas di atas selanjutnya akan di informasikan kepada valet

i
3.) setelah menerima informasi tersebut valet menuju ke kamar tamu sambil membawa
perlengkapan yang diperlukan
4.) sesampainya di kamar tamu valet mengetuk pintu kamar tamu 3x sambil menyebutkan
identitasnya
5.) apabila pintu dibuka oleh tamu ucapkan salam dan katakan keperluan anda
6.) mintalah ijin kepada tamu untuk mengecek cucian
7.) setelah melakukan pengecekkan dan pada kolom hotel sudah terisi, masukkan kembali
cucian ke dalam tas laundry beserta dengan list nya
8.) keluarlah dari kamar tamu ucapakan trimakasih kepada tamu
9.) tutup pintu pelan-pelan letakkan laundry pada kereta laundry bila anda membawanya
10.) isilah valet record dan bawalah cucian ke ruang laundry serahkan kepada checker
11.) checker selanjutnya akan mengecek cucian tersebut

Penerimaan cucian tamu dari luar hotel (out side laundry)


1.) tamu akan datang ke hotel untuk menyerahkan cuciannya ke hotel dan diterima oleh seksi
counter. Apabila hotel memiliki agen maka valet akan mengambil cucian tersebut ke agen yang
bersangkutan
2.) seksi counter dan valet akan mengecek cucian yang dikirim oleh tamu dan mengisi kolom
hotel pada laundry list
3.) masukkan kembali cucian kotor beserta dengan listnya ke laundry bag dan serahkan ke
checker untuk di cek kembali

B. Penerimaan cucian lena hotel


Cucian lena hotel terdiri dari lena tata graha, tata hidang dan tata boga dan seragam
karyawan. Teknik pengiriman lena kotor sangat bervariasi antara hotel yang satu dengan hotel
yang lainnya.
Prosedur penerimaa cucian lena hotel (house laundry) adalah pengiriman lena kotor
biasanya dilakukan oleh seorang linen attendant atau line boy. Ada juga pengirimannya dibawa
langsung pleh petugas ke ruang lena atau laundry. Sedangkan untuk seragam karyawan biasanya
diserahkan ke seksi uniform. Adapun prosedurnya adalah sebagai berikut

i
C. Pengembalian cucian bersih
Setelah cucian selesai di proses, di setrika dan di pack petugas laundry akan mengembalikan
kepada tamu sesuai dengan waktu pesanannya
1. Prosedur pengembalian cucian tamu hotel (guest laundry)
a. setelah cucian selesai dipak atau digantung dan ditempel laundry list, valet akan
mengumpulkannya
b. valet membawa cucian-cucian tersebut ke kamar tamu sambil membawa laundry vocher
c. ketuk pintu kamar tamu sambil menyebutkan identitas
d. setelah dibuka katakan maksud dan tujuan anda
e. setelah tamu mengecek cuciannya mintalah tamu untuk menandatangani laundry vocher
f. ucapkan terima kasih dan tutup pintu kamar tamu pelan-pelan
g. setelah semua laundry diserahkan kepada tamu, serahkan laundry vocher yang sudah
ditandatangani ke kasir kantor depan
2. Prosedur pengembalian cucian tamu dari luar hotel (out side laundry)
a. setelah cucian selesai dipak dan ditempel dengan laundry lilst aturlah di rak dengan rapi dan
teratur
b. apabila tamu/ pelanggan mengambil cucian mintalah laudry list yang aslu dari tamu dan
cocokkan dengan laundry yang sudah diaatur di rak
c. setelah cocok, serahkan kepada tamu. Apabila tamu menyelesaikan pembayarannya
stempellah laundry vocher dengan stampel lunas
d. serahkan laundry vocher beserta pembayarannya ke kantor depan
3. Prosedur pengembalian lena hotel (house laundry)
a. lena food and beverage dan housekeeping
1.) setelah cucian selesa lena tersebut di serahkan ke general linen room beserta listnya
2.) linen attendant akan mengecek jumlah dan jenis cucian
3.) serahkanlah ke seksi/ departemen yang mengirimnya tertera di dalam linen laundry list
b. pakaian seragam karyawan
1.) untuk pakaian seragam karyawan setelah dicuci, disetrika, dan digantung maka akan
dibawa keruang lena
2.) setelah dicek oleh seksi uniform selanjutnya akan diataur dalam lemari karyawan

i
D. Penyelesaian administrasi laundry
Penyelesaian administrasi di laundry sangat bermanfaat untuk memudahkan perhitungan dan
pengecekkan pencucian di laundry, digunakan bermacam-macam format sesuai dengan
kegunaannya. Format ini dalam pengisiannya menjadi tanggung jawab masing-masing seksi
1. Daftar cucian (laundry, dry cleaning, pressing list)
Format ini diisi oleh tamu dan valet. Fungsinya adalah sebagai alat kontrol atas setiap
pencucian di laundry. Untuk cuci biasa akan menggunakan laundry list, untuk cucian kering
menggunakan dry cleaning list dan untuk pelayanan setrika saja menggenakan pressing list.
Informasi atas cucian tersebut sesuai dengan saat menyerahkan dan service yang di minta.
Makin cepat waktu pengembalian cucian (express) maka makin mahal biaya ongkos cuci.
Laundry list di setiap hotel tidak selalu sama. Informasi yang tertera biasanya tidak terlepas dari
informasi penting. Biasanya list ini dibuat rangkap tiga dengan pendistribusaib sebagai berikut :
a. asli untuk tamu
b. copy ke dua untuk laundry
c. copy ke tiga untuk arsip
2. kwitansi pembayaran/ laundry vocher
Laundry voucher dibuat berdasarkan laundry list, dry cleaning list, dan press list. Setiap list
ini akan dibuatkan laundry voucher sendiri-sendiri meskipun dalam satu kamar. Dari laundry
voucher ini dapat diketahui berapa biaya pencucian yang harus dibayar tamu. Seddangkan untuk
mengisinya menjadi tanggung jawab seksi counter dan administrasi.
Laundry voucher dibuat rangkap tiga dan pendistribusainya sebagai berikut :
a. asli untuk tamu
b. copy ke dua untuk laundry
c. copy ke tiga untuk arsip
3. list of voucher/ daily guest laundry recapitulation
List ini merupakan rekapitulasi dari laundry voucher yang umumnya dibuat dalam satu shift.
Dari datanya dapat kita lihat jumlah penghasilan laundry selama satu shift.
List ini dibuat rangkap tiga dengan pendistribusainya sebagai berikut :
a. asli untuk tamu
b. copy ke dua untuk laundry
c. copy ke tiga untuk arsip

i
4. linen laundry list
list ini digunakan untuk mencatat pengiriman cucian milik hotel (house laundry) yang terdiri
dari lena food and bevarage departemen, housekeeping departemen dan uniform.
5. valet record
Adalah format yang digunakan oleh valet pada saat melaksanakan tugasnya selama satu shift
B. Pencucian secara manual
Proses pencucian pakaian sering dikenal dengan binatu atau laundry. Proses pencucian
manual dilakukan secara berurutan seperti di bawah ini :
1. Pembasahan
dalam proses ini cucian dibasahi dengan tujuan menghanyutkan kotoran yang menempel pada
cucian dan agar terlepas dari tekstil. Proses ini sering disebut dengan (wetting), penghilangan
kotoran pada bagian tertentu (pre washing/ soaking)
2. Proses penghilangan noda pada cucian
dapat dilakukan pada saat pre washing, sekaligus menghilangkan kotoran yang tebal pada
bagian-bagian tertentu. Prosedurnya :
a. siapkan cucian yang akan dihilangkan nodanya
b. basahi cucian dan teteskan bahan pembersih noda pada bagian noda yang akan
dibersihkan. Biarkan sesaat dan sikat perlahan-lahan sampai noda hilang
c. bilas menggunakan air bersih, baru lanjutkan proses pencucian
3. Pencucian (washing)
dalam proses ini ditambahkan bahan pencuci, baik yang berupa sabun atau diterjen pada cucian.
Untuk mempercepat reaksi bahan pencuci terhadap cucian biasanya bahan pencuci dibantu
dengan sikat tangan atau dibanting-banting pada batu atau papan
4. Pembilasan (rinsing)
setelah proses pencucian dimana kotoran pada pakaian beraksi dengan bahan pencuci maka
selanjutnya kotoran dihanyutkan dalam proses pembilasan. Biasanay proses ini dalakukan 3x
dengan maksud agar bisa bahan pembersih berikut kotorannya benar-benar hanyut. Ciri air
pembilasan yang baik adalah bila sudah bening warnanya. Proses ini akan berlangsung sekitar 15
menit.

i
5. Pemerasan (extarcting)
dalam proses ini air dikeluarkan dari cucian agar kadar air pada cucian berkurang.
Umumnya secara manual dilaksanakan dengan memeras. Makin sedikit kadar air pada cucian
makin sebentar proses pemanasan yang di perlukan untuk pengeringan
6. pengeringan (drying)
pada proses ini terjadi penguapan kadar air pada cucain baik dengan dianginkan atau
dijemur pada panas matahari
7. penyetrikaan dan pengepakkan (pressing dan packing)
sebelum melakukan penyetrikaan sebaiknya dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk
memastikan apakah sudah benar-benar bersih. Lembabkanlah cucian yang akan disetrika dan
mulailah dengan menyetrika. Menyetrika dilakukan dari luar ke dalam. Pakaian yang sudah
selesai disetrika dilipat. Lipatannya harus rapi dan pembungkusannya harus rapi pula dan
dilengkapi dengan laundry list. Demikian juga pakaian yang digantung, letakkan secara benar
dengan menggunakan hanger

C. pencucain secara mekanikal


1. proses pencucian biasa (laundry)
sama halnya dengan pencucian manual, bedanya pencucian ini sebagian besar dilakukan
oleh mesin. Tahapan-tahapan yang dilakukan oleh peugas di laundry pada saat menangani
pencucian pakaian tamu/ lena hotel adalah sebagai berikut :
a. pemberian identitas (marking)
setelah cucian di cek oleh checker selanjutnya diserahkan kepada marker untuk diberi kode.
Pemberian kode pada cucian tamu ada beberapa cara, yaitu manual dan makinal. Secara manual
menggunakan sepidol, kain, peniti. Sedangkan yang makinal menggunakan mesin pembuat tanda
(marking machine). Pemberian identitas dapat dilakukan dengan menggunakan :
1.) nomor kamar tamu
2.) hari dan no urut
3.) warna kain
4.) hari, tanggal, no kamar
secara manual pada kain akan ditulis kode seperti di atas dan dengan peniti akan
dipasangkan pada salah satu sudut cucian. Secara makinal pada mesin sudah tercetakinformasi

i
yang digunakan sehingga cucian tinggal memasukkan pada mesin dan setelah di cap pada
cucianakan nampak kode cucian yang di inginkan. Syarat-syarat yang harus diperhatikan pada
saat memberi identitas adalah :
1.) mudah diterima
2.) tidak merusak pakaian
3.) tidak terlihat
b. Pre-washing
setelah cucian diberi tanda apabila ada nodanya maka perlu dilakkukakn penghitungan noda.
Prosedurnya adalah :
1.) isi container vacum
2.) semprot noda tersebut dengan menginjak handle steam dan biarkan bahan bekerja
setelah noda hilang maka lanjutkan dengan pre-washing yang bertujuan menghilangkan
kotoran pada bagian-bagian tertentu yang tidak bisa hiilang dengan menggunakan mesin cuci.
Selanjutnya cucian dimasukkan dalam mesin cuci, akan terjadi pembasahan yang bertujuan
melarutkan kotoran agar terlepas dari serrat pakaian. Apa bila cucian memerlukan penghilang
noda maka sebelumnya noda dihilangkan terlebih dahulu. Selain itu memasukkan cucian harus
sesuai dengan kapasitas mesin cuci.

c. Pencucian (washing)
Pada proses ini cucian diambah dengan bahan pencuci sesuai dengan aturan yang telah
ditentukan. Proses washing berlangsung secara otomatis juga disusul dengan pembilasan yang
berlangsung tiga kali. Pembilasan pertama bertujuan menghanyutkan kotoran serta busa diterjen
yang terjadi pada proses pencucian. Pada pembilasan kedua maka dibutuhkan sour agar cucian
tidak terpengaruh oleh bahan pencuci yang di pakai juga menetralisir pengaruh air. Pembilasan
ketiga memasukkan softener untuk melembutkan dan mengharumkan pakaian.
d. Proses pemerasan (extracting)
Proses ini kadangkala ada yang menyatu dengan washing machine, tetapi ada pula yang
terpisah dengan menggunakan extractor machine. Dalam proses ini terjadi pemerrasan cucian
setelah proses pembilasan ketiga berakhir. Getaran yag ditimbulkan mesin ini keras bahkan

i
sampai tampak goyang. Cucian yang diperas dengan mesin ini akan menjadi lembab. Proses ini
kkurang lebih 5 menit.
e. Proses pengeringan (drying)
Proses ini terjadi setelah proses pemerasan, dan dalam mesin tersendiri. Setelah diperas
cucian dipisahkan berdasarkan tebal tipisnya agar keringnya dapat bersama-sama. Hal-hal yang
perlu diperhatikan dalam proses pengeringan ini adalah penyesuaian panas yang diberikan
terhadap cucian sehingga cucian tidak akan mengalami kerusakan (hangus).
f. Proses penyetrikaan (pressing)
Proses ini yang paling awal ditentukan adalah bahan yang akan disetrika. Apabila jenis lena
berbentuk lembaraan maka mesin yang digunakan adalah flat roll ironner. Cara kerja mesin ini
adalah lena dibuka lalu ujungnya dimasukkan ke dalam mesin yang akan berputar untuk
melicinkan permukaan lena yang disetrika oleh roll. Jika yang akan disetrika adalah pakaian
jenis strika yang akan digunakan adalah steam press. Pelicinan permukaan pakaian tersebut
disebabkan oleh adanya uap yang dialirkan dari atas dan bawah pada saat menyetrika. Jadi saat
menyetrika kedua permukaan harus benar-benar rata. Mesin suzi-q berupa setengah badan yang
penuh lubang dari sini uap mengalir, maka yang disetrika dengan menggunakan mesin ini hanya
baju atau jas saja, lengannya masih harus disetrika dengan menggunakan mesin lain.

2. cara pengoprasian mesin cuci.


a. masukkan cucian pada mesin cuci
b. tutup pintu mesin cuci, buka kran air
c. hidupkan mesin, atur suhu air sesuai dengan petunjuk penggunaan mesin
d. isi countainer dengan bahan pencuci
e. biarkan mesin bekerja sampai proses pembilasan pertama
f. pada proses pembilasan ke 2 tambahkan sour
g. pada proses pembilasan ke 3 masukkan pelembut
h. biarkan beberapa saat sampai mesin melakukan spin atau final spin (pemerasan)
i. tunggu sampai lamu control padam
j. buka pintu dan keluarkan cucian pindahkan ke mesin pemeras bila dalam mesin
tersebut tidak ada pemerasnya

i
k. setelah itu lanjutkan ke tahap pengeringan
3. proses pencucian kering
sifat dari cucian akan sangat di warnai oleh bahan dasarnya. Misalnya, tidak tahan panas,
suka mengkerut, tidak tahan air, sabun, diterjen. Ada beberapa cucian yang tidak tahan air atau
sabun akan tetapi secara pereodik harus dicuci. Untuk menghindari kerusakan pada cucian jenis
ini harus dicuci dengan supplies khusus yaitu solvent yang duganakan dalam mesin dry cleaning.
Keunikan mesin ini cucian akan diproses melalui pre washing sampai dengan pengeringan.
Selanjutnya solvent yang telah digunakan akan disuling sehingga dapat digunakan kembali.
Untuk bahan-bahan tertentu seperti karet, kancing plastik, serta ssesories dari plastik pun tidak
tahan terhadap solvent sehingga pada saat pencuciannya perlu dibungkus dengan menggunakan
alumunium foil. Adapun proses pencuciannya adalah sebagai berikut :
a. pengecekkan
adalah pengecekkan luntur tidaknya pakaian. Caranya :
1.) siapkan solvent dimangkok
2.) selupkan ujung bawah bagian pakaian kemudian tempel atau usapkan pada bahan putih,
maka akan terlihat luntur atau tidak
b. pemberian identitas
proses ini sama dengan pencucian biasa
c. Washing
Sebelum proses pencucian berlangsung biasanya apabila ada noda akan dihilangkan terlebih
dahulu. Prosedur pencucian pada tahap ini adalah :
1.) cara menghilangkan noda
a.) siapkan sabun untuk cuci kering/ takanon/ dry cleaning soap, solvent, dan air dengan
perbandingan takanon 40%, solvent 30%, air 30%
b.) campur dan aduk bahan di atas
c.) siapkan pakaian yang terkena noda pada mesin spoting board
d.) bubuhi dengan campuran tersebut dengan cara berulang-ulang sampai noda hilang.
e.) Untuk menghilangkan noda yang sponnya melebar, yang dapat mengakibatkan di
sekitar pakaian tersebut terkena noda tinta dan noda kelunturan dengan cara :
· Menginjak handle vacuum dengan baik

i
· Semprot noda tersebut dengan menginjak handle steam. Hal ini dimaksudkan agar
noda tersebut tidak melebar pada pakaian disekitarnya
2.) Tahapan-tahapan dry cleaning machine dalam operasionalnya terdiri dari :
a.) pencucian
b.) extrac
c.) pengeringan
d.) pendinginan
e.) finishing
prosedurnya adalah sebagai berikut :
a.) bukalah pintu mesin cuci dan silender, masukkan cucian sesuai dengan kapasitas
b.) atur lamanya proses pencucian dry cleaning
· putaran pendek yaitu 3 menit
· putaran sedang yaitu 7-8 menit
· putaran panjang yaitu 12-15 menit
c.) atur lamanya waktu untuk memeras. Ada tiga waktu pemerasan :
· short extraction 1,5 menit
· medium extraction 4-5 menit
· long extraction 6-7 menit
d.) atur lamanya waktu pengeringan. Waktu pengeringan tergantung dari tebal tipisnya
pakaian. Pada umumnya untuk setelan pria dan wanita memakan waktu 10-15 menit
e.) setelah proses pengeringan selanjutnya proses terakhir adalah pendinginan.
f.) Setelah cucia dikeluarkan dari mesin lakukan penyetrikaan dan pengepakkan
4. dry cleaning machine dalam proses penyulingan adalah suatu prses penyulingan
solvent yang telah kotor di still tank hingga menjadi uap. Lalu uap tersebut di dinginkan atau
disalurkan ke water culer sampai menjadi cair dan masukkan ke filter pemisah antara air dengan
solvent. Air tersebbut terbuang dan solvent yang telah bersih dan dingin masuk ke tank 1 melalui
pipa filter penyulingan. Proses penyulingan solvent selama 1 sampai 3 jam. Untuk mengetahui
proses penyulingan apakah sudah selesai atau belum kita harus mengontrol dari belakang mesin
dengan menekan tombol lampu yang telah tersedia di tempat penyulingan. Untuk solvent yang
terkena lunturan dari pakaian, bersihkanlah dengan campuran hyflo pada waktu akan disuling.
Hyflo adalah bahan kimia yang digunakan untuk mecampur solvent.

i
5. penyetrikaan (pressing) dan pengepakan (packing)
kedua proses ini sering disebut sebagai proses finishing. Proses ini merupakan proses
terpenting sebab dalam keadaan inilah tamu merasa puas atau tidak terhadap pelayanan hotel.
Kebanyakan tamu hanya melihat keadaan pakaiannya, namun banyak juga yang sangat teliti
untuk memeriksa kebersihan cucian, oleh sebab itu yang perlu diperhatikan dalam finishing
adalah sebagai berikut :
a. jas/ jaket/ coat
1.) kerah harus tegak dan rapih
2.) pada baian punggung harus licin dan halus
3.) kantong baju harus licin dan tidak ada kotoran
4.) pada bagian lengan atau kapnya harus licin tidak boleh kusut dan bergaris dan
diusahakan bentuknya bulat
penyimpanannya :
1.) semua jas harus digantung pada hanger, tidak boleh dilipat, kecuali ada permintaan
khusus dari pemiliknya
2.) pada gantungan bahu harus rata tidak boleh miring
3.) pinggiran bawah jas digantung haruslah satu garus sejajar, tidak miring
4.) jas yang digantung tidak boleh dikancingkan
5.) tutup keseluruhan tasnya dengan suit bag
6.) pada satu hanger harus ada satu jas dengan celana setelannya
b. celana./ trouser
1.) hanya satu garis lurus dan tidak terputus dari atas ke bawah
2.) bila ada garis lipatan dari ban pinggang di atas daerah kantong, maka lipatan tersebut
harus lah bersambung lurus dengan garis celana
3.) bibir kantong haruslah bertemu sejajar tidak ada yang yang melengkung
4.) ujung kaki celana haruslah rata sejajar tidak ada yang melengkung
penyimpanannya :
1.) semua celana haruslah digantung dengan menggunakan trouserquard, terkecuali atas
permintaan tamu. Setelah digantung di tutup dengan suit bag
2.) tidak dibenarkan lebih dari dua celana digantung pada gantungan yang sama, bila ada
gantungan dua bersamaan haruslah dengan intruksi khusus

i
3.) menggantungkan celana pada gantungan, kaki celana haruslah sejajar lurus kebawah,
dan letaknya haruslah seimbang hingga tidak tergelincir ke bawah
c. pakaian wanita/ silks/ dress
hal-hal yang harus diperhatikan dalam penyetrikaan pakaian wanita adalah
1.) daerah kancing harus licin
2.) collar harus licin, rata dan tidak mengkerut
3.) bagian lengan harus licin dan tidak ada kerutan dan berbentuk sesuai dengan modelnya
4.) semua kelebihan jahitan haruslah rata sejajar menurut belahannya masing-masing
5.) tidak ada pelembungan pada bagian bawah pinggang
6.) seluruh lapisan harus rata lurus dan licin
penyimpanannya :
1.) semua dress harus digantung, tidak boleh menyentuh lantai dan tidak tertekan oleh
pakaian-pakaian lain pada rel gantungan.
2.) Pada gantungan terlebih dahulu harus diberi hanger shield dan tissue paper untuk
menjaga body dress pada bagian dada. Tutup dengan plastik dress bag. Bila ada ban pinggang
gantungkan pula pada hanger dengan jepit dasi
3.) Hanya satu dress dalam satu hanger
d. kemeja/ shirt
hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyetrikaannya adalah :
1.) seluruh permukaan kemeja harus licin, rata dan tidak ada kerutan, terlebih bagian collar
dada dan cuff yang terlihat orang.
2.) Bagian leher, lengan harus rata, licin dan tidak mengkerut
3.) Pergelangan tangan dan bagian bahu harus licin
4.) Kemeja yang sudah di setrika tidak boleh di kancingkan
Penyimpanannya :
1.) untuk yang digantung harus menggunakan hanger shield dan tutup dengan plastik suit
bag
2.) untuk yang dilipat menggunakan collar band untuk menahan lipatannya dan harus
menggunakan collar board untuk menjaga collarnya dari tindahan dan perubahan letaknya.
Setelah itu harus dimasukkan kedalam plastik shirt bag, dan selanjutnya dibungkus denggan
menggunakan shirt shell (karton) sebaggai penahan kertas pembungkus.

i
e. Pakaian dalam wanita/ underwears
Pakaian-pakaian dalam pria berupa under-short, tersebut dari bahan-bahan rajutan katun,
walaupun terdapaat juga yang terbuat dari kain biasa. Sedangkan pakaian dalam wanita termasuk
painties, bra, kemeja dalam wanita, terbuat dari bahan halus seperti sutra, nyilon, dan katun halus,
juga terbuat bahan rajutan
Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :
1.) pakaian dalam wanita dan pria yang terbuat dari bahan rajutan cukuplah dicuci dan
dikeringkan, baru dilipat dan dibungkkus
2.) pakaian dalam wanita dan pria yang terbuat dari bahan biasa, harus disetrika lalu
dibungkus
3.) pakaian dalam wanita yang terbuat dari bahan halus seperti sutra dan katun halus, harus
di licinkan menggunakan steam press
f. Sapu tangan/ handkerchiefs
Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :
1.) keadaan bentuknya harus tetap persegi dan simetris
2.) melipatnya tidak boleh menggunakan tekanan mesin yang meninggalkan garis, tapi
cukup dilipat tanpa tekanan

House Laundry
House Laundry adalah segala macam cucian milik hotel yang terdiri dari :

 Linnen supplies yang digunakan oleh House Keeping Departement (Floor Section),
antara lain sheets, pillow case, blanket, bed skirt, bed pad, bed cover, curtain, dan towel.
 Linnen supplies yang digunakan Food and Beverage Departement, seperti table cloth,
multon, napkin, place mat/tray mat, apron, table skirting, green velvet, glass towel, dan kitchen
towel.

i
 Uniform milik seluruh karyawan hotel Cucian ini sering disebut non revenue producting
works karena tidak menghasilkan uang secara langsung, tetapi merupakan sarana pendukung
pelayanan terhadap tamu (guest hotel service).

Guest Laundry
Guest Laundry disebut sebagai revenue producting works karena dapat menghasilkan uang
secara langsung.
Guest Laundry adalah cucian yang berasal dari para tamu, seperti :
Tamu yang menginap di hotel tersebut (in side guest)
Tamu yang menginap di hotel lain (out side guest)
Para pelanggan, seperti para pengusaha, para pejabat instansi swasta atau instansi pemerintah dan
lain – lain yang sering mencucikan pakaiannya, bed cover, karpet, blanket mampu curtain ke
hotel karena mereka tidak memiliki mesin cuci yang memadai.

BIAYA PENCUCIAN
Besarnya biaya pencucian didasarkan atas service laundry yang diberikan, yaitu atas :

Jenis cucian, dimana setiap jenis mempunyai tariff biaya service laundry tersendiri.

Macam service yang dikehendaki oleh tamu :

 Urgent/special service (selesai dalam waktu dua jam), dengan tarif dua kali lipat dari tarif
biasa.
 Special service (dapat diproses selama empat jam), tambahan tarif 50% dari tarif biasa.
 One day service, cucian dikirim pagi hari maka akan diantar ke kanmar pada sore hari
setelah dicuci dan diseterika.

PROSES / CARA PENANGANAN CUCIAN :

 Washing (laundry) berarti dicuci, diseterika.


 Press Only (PO), cukup diseterika saja, tidak perlu dicuci terlebih dulu.
 Dry Cleaning (DC): proses pencucian dengn sistem dry cleaning, tidak dicuci memakai
washing machine tetapi dengan pengasapan, bagi cucian yang bahannya terbuat dari wool, sutera,
nylon, saten, tissue.

i
Adanya alat dan bahan pencuciannya, proses pencuciannya agar bisa terlaksana dengan baik,
kedua komponen ini sangat penting. Peralatan laundry dapat digolongkan menjadi dua bagian
yaitu peralatan manual dan makinal. Sedangkan bahan pencucinya digolongkan menjadi bahan
utama dan bahan pembantu.

A. Jenis dan Fungsi Peralatan di laundry


1. jenis dan fungsi peralatan manual
peralatan manual adalah peralatan yang pemanfaatannya digerakkan oleh tenaga manusia.
Selain itu juga dikatakan sebagain peralatan penunjang atau pendukung dalam proses pencucian
makainal. Peralatan ini antara lain :
a. trolley : membawa cucian yang kotor dan bersih
b. linen humper : meletakkan lena-lena kotor
c. meja : meletakkan lena-lena bersih
d. rak lena : menampung pakaian yang telah disetrika
e. timbangan : mengukur bahan pencuci
f. ember : mencuci
g. sikat tangan : menyikat pakaian atau lena yang kotor
h. meja lipat : melipat lena
i. telepon : sebagai alat komunikasi
j. hanger : tempat menggantung pakaian
k. gayung
l. gunting
m. steples
n. setrika tangan
o. alas setrika
p. peniti
q. kain tanda pengenela

i
r. sendok : mengambil bahan pencuci
2. jenis dan fungsi peralatan makinal
peralatan makinal adalah peralatan yang digunakan oleh manusia dengan bantuan tenaga
mesin dengan memanfaatkan energi listrik atau sember energi lainnya.
a. peralatan laundry antara lain :
1. marking machine
2. washing machine
3. extractor machine
4. drying tumbler
5. pressing machine
a. shirt press unit (khusus untuk kemeja), jenis nya :
1.) sleever mold shirt press : untuk bagian lengan
2.) collar and chuff shirt press : untuk bagian leher dan pergelangan tangan
3.) yoke shirt press : untuk bagian punggung
4.) boy shirt press : untuk bagian depan dan belakang
5.) folder shirt press : untuk lipatan atau melipat
b. utility press unit (khusus untuk celana), mesin ini terdiri atas dua buah lengger
(melicinkan celana bagian kaki) dan satu topper (melicinkan celana bagian atas)
1.) flat roll ironer/ calendar : fungsinya untuk menyetrika tekstil tipis dan rata
2.) form finisher (suzi-Q) : fungsinya untuk menyetrika jenis baju laki-laki dan perempuan
namun pada bagian-bagain tertentu harus dibantu dengan setrika tangan atau setrika khusus
kelompok shirt
6. spot removing machine
b. peralatan untuk dry cleaning
1. dry cleaning machine, ada dua jenis :
a. cold unit : berfungsi untuk mencuci memeras dan
mesin pengeringnya tersendiri
b. hot unit :berfungsi untuk mencuci, memeras dan
mengeringkan (wash-extrac-dry)

i
2. mesin press dry cleaning, mesin ini tidak menggunakan alat besi pemanas, akan tetapi
menggunakan uap (steam). Jenis mesin ini bermacam-macam dam mempunyai kegunaan khus,
diantaranya :
a. utility woll press : untuk melicinkan celana bagian kaki,
jas pada tempat-tempat tertentu yang tidak dapat dicapai oleh mesin jas
b. pant topper : melicinkan bagian atas celana, bagian
punggung, jas, kemeja, blouse
c. form finisher : melicinkan jas, dress, kemeja dan
blouse
d. silk press unit : untuk melicinkan pakaian yang terbuat
dari sutra atau silk dan beberapa jenis pakaian yang menggunakan bahan sangat halus
e. puffer : untuk melicinkan pakaian khusus untuk daerah
punggung, lengan, meratakan daerah jahitan
3. perlengkapan pendukung
3. perlengkapan pendukung untuk cucian tamu
a. kantong plastik penutup jas (vinylcover for suite)
b. tas tampat laundry (laundry bag)
c. plastik pembungkus cucian ( plastic bag)
d. gantungan baju (hanger)
e. krah karton untukmelipat baju
f. kartu untuk setrika (pressing tag)
g. daftar cucian (laundry list)
h. bon cucian (laundry vocher)
i. formulir laporan penjualan (laudry daily sales)
j. plester plastic
k. tali plastic (raffia)
l. pita untuk tanda cucian tamu (polymark tag)
m. peniti pengaman

B. Komponen Peralatan di Laundry dan Dry Cleaning


1. mesin cuci

i
a. drum, sebagai tempat pengisian air
b. pipa-pipa yang berhubungan dengan drum untuk memasukkan air dan saluran uap
(steam) untuk pemanasan air
c. lobang pintu pembuangan air
d. silinder bentuknya berlobang-lobang banyak sebagai pintu masuknya air
e. pintu drum untuk memasukkan cucian\
f. tombol penunjuk waktu
g. tombol pengatur proses cucian
h. tampat bahan pembersih
2. extractor
a. drum yang berbentuk terak utnuk melatakkan cucian yang akan diperas
b. pintu drum yang harus ditutup rapat apda saat digunakan
c. silinder yang berlubang untuk keluarnya air
d. pipa pembuang air kotor
e. tombol lampu tanda mesin digunakan
3. drying tumbler
a. drum yang dilengkapi dengan silinder
b. pintu untuk memasukkan cucian yang akan dikeringkan
c. cerobong hawa pana
d. alat penunjuk kekuatan uap panas yang masuk (meteran)
e. alat pengukur suhu (termometer) yang menunjukkan panas yang telah dicapa drum
dan silinder, hingga dapat diketahui apakah pakaian itu sudah kering apa belum
f. tombol penggerak mesin
4. shirt press unit
a. meja landasan yang tetap dimana pakaian yang hendak dilicinkan diletakkan
b. plat besi panas dari atas yang dapat digerakkan ke bawah menekan pakaian yang
hendak dilicinkan dan selanjutnya akan kembali ke atas seperti semula
c. alas bantalan yang terdiri dari pegas-pegas kecil
d. kain flanel yang tebal di letakkan di atas pegas-pegas
e. kain flanel tipis dan nelon
f. tombol penggerak mesin

i
5. utility press unit
kombinasinya sama dengan shirt press unit, yang membedakan hanya ukuran panjangnya
6. flat rool ironer
a. roller yang dibungkus dengan kain goni, flannel, dan nyilon
b. plat besi panas
c. motor penggerak dengan tali kipas
d. tali pengatur yag terbuat dari benang halus dan kuat
e. alat pengaman yang berfungsi agar cucian tidak sampai tergantung di bawag roller
f. tombol penggerak mesin
7. dry cleaning machine
a. basket sebagai tempat pencucian pakaian
b. filter sebagai tempat penyaringan kotoran-kotoran dari pakaian
c. water cavator, sebagai pendinginan dalam proses pengeringan
d. water culer, untuk pendinginan dalam proses destilation
e. srenn untuk menyaring debu-debu dari pakaian
f. pompa untuk mempercepat naik turunnya solvent basket ke tank
g. blower alat yang digunakan dalam proses pendinginan dan pengeringan
h. ampere untuk mengetahui suhu dalamdestilation
i. filter destilation, untuk memisahkan air dan solvent dalam proses destilation
j. compressor untuk membuka palep-palep dalam proses operasional mesin
k. stock tank, tempat stok solvent yang masih bersih atau belum dipakai
l. rink stnk, tempat solvent yang telah kotor atau belum terlalu kotor sehingga masih
bisa digunakan kembali untuk mencuci
m. wash tank, tempat solvent yang telah kotor sekali yang tidak bisa digunakan kembali
untuk pencucian
8. press dry cleaning machine
komponen dari mesin hampir sama dengan mesin setrika yang digunakan untuk cuci biasa.
Smuanya menggunakan uap panas karena sifat dari bahan yang dilicinkkan biasanya sangat
lembut
C. Jenis dan Fungsi Bahan Pencuci di Laundry dan Dry Cleaning
1. bahan pencuci untuk cuci biasa (laundry)

i
a. bahan pencuci utama di laundry
1.) air
air adalah bahan pokok utama dalam pencucian biasa. Ada dua macam mutu air, yaitu :
a.) hard water, bila digunakan untuk mencuci maka kebersihan pakaian tidak akan
sempurna dan mesin cuci akan cepat rusak. Air ini mengandung kalsium dan magnesium (alkali)
yaitu besi yang akan meninggalkan karat pada mesin cuci. Zat-zat ini akan hilang apabila
dilakukan penjernihan atau penyaringan sebelum digunakan.
b.) soft water, air ini tidak mengandung zat-zat tersebut di atas sehingga kebersihan cucian
akan terjamin, air ini netral dengan ph 7.
2.) sabun dan diterjen
tidak dapat bekerja sendiri, tetapi harus digunakan bersama-sama dengan air dalam proses
pencucian. Penggunaan air dan diterjen harus seimbang. Saat ini ada dua jenis sabun yang
beredar, yaiutu :
a.) sabun alamiah (natural soap), sabun yang terbuat dari bahan alam seperti tumbuh-
tumbuhan dan lemak hewan
b.) deterjen (synthetic soap), contoh deterjen adalah :
(1) nobla, adalah deterjen yang digunakan untuk pembersihan cucian yang memiliki tingkat
kotoran baik ringan, menengah, maupun berat
(2) clax, dalam menggunakan clax hal-hal yang perlu diperhatikan agar hasil
pembersihannya maksimal adalah :
· gunakan soft water
· pisahkan cucian menurut tingkat kekotorannya
· pisahkan cucian putih dan berwarna
· gunakan dan ikuti tabel penggunaan clax
(3) hamix, deterjen ini dibuat untuk menanggulangi kotoran cucian yang berat.
Fungsi sabun dan deterjen dala pencucian adalah sebagai pengusir kotoran dari pakaian.
Disamping itu deterjen berfungsi sebagai pelindung terhadap serat benang.

3.) Cygnet sour,


Berfungsi menghilangkan bau sabun, digunakan pada saat pembilasan ke dua
4.) Softener

i
Berfungsi memberikan bau harum pada cucian, digunakan pada pembilasan terakhir
5.) Alkali/ sodium
Berfungsi menggerakkan kotoran-kotoran keluar dari pakaian hingga hancur larut dengan air.
Laundry menggunakan dua jenis alkali dalam pencucian, yaitu :
a.) basic alkali, yang biasa digunakan adalah :
· caustic soda
· sodium matasilacate
· sodium sesquisilicate
· trisodium phosepate
· soda asli
b.) proprietary alkali adalah alkali yang terdiri dari pencampuran beberapa macam basic
alkali
b. bahan pencuci penunjang di laundry
1.) bleach
bahan pemutih warna pada pakaian yang dilapisi oleh kotoran-kotoran yang berlapis hingga
warna putih kelihatan kekuning-kuningan.
2.) Tajin (starch)
Dilakukan pada pembersihan terakhir, fungsinya adalah :
a.) memperindah bentuk pakaian dengan memberikan ketegangan dan kelicinan pakaian
b.) menolak kotoran-kotoran yang hendak melekat atau menyerap pada permukaan
pakaian atau pada sela-sela benang
c.) mengumpulkan kotoran-kotoran pada lapisannya.
3.) Blau (blue)
Adalah pencelupan pakaian dengan warna biru, dan hanya digunakan untuk pakaian putih
saja.

c. Bahan pembersih noda (spot removing agent)


Noda tidak akan hilang oleh deterjen. Untuk menghilangkan noda-noda tersebut laundry
harus menggunakan bahan pembersih noda. Contohnya :
1.) ink go : untuk membersihkan noda yang disebabkan oleh tinta

i
2.) quick-go : untuk pembersih noda darah, susu dan makanan yang menempel pada cucian
3.) bon go : noda karena terkena kopi, teh, dan bir
4.) tar go : untuk membersihkan noda-noda yang mengandung minyak
5.) yellow go : menghilangkan noda pakaian yang terkena lunturan
6.) rust go : membersihkan noda cucian yang terkena karat
2. bahan pencuci untuk dry cleaning
a. petrolium solvent
berasal dari minyak bumi (alam) yang dibuat melalui penyaringan hingga 400 derajat
farenhate (F) selanjutnya harus pula diobati lagi secara bertahap untuk menghilangkan zat-zat
yang dapat merusak pakaian dan bahaya-bahaya lain dan manusia yang menggunakannya. Sifat
solvent ini mudah terbakar dan bahaya api selalu mengecam keamanan bila menggunakan
solvent ini.
b. synthetic solvent
pembuatannya melalui proses pencampuran kimia dan sifatnya sangat cepat menguap
(volatile). Synthetic dry cleaning solvent ini ada tiga jenis yaitu : carbon tetracloride,
trichloroethylane, percholoreethylene. Dari ketiga jenis ini yang paling baik dan aman digunakan
adalah percholoreethylene. Keunggulan solvent ini dibandingkan dengan petroleum solvent
adalah sebagai berikut :
1.) tidak terbakar sama sekali
2.) sangat kuat melarutkan minyak dan lemak
3.) titik mendidih jauh lebih rendah dari pada petroleum solvent hingga penyulingan dapat
dilakukan dengan mudah pada keadaan atmoster biasa
4.) cepat sekali menguapnya
kekurangannya adalah bahan-bahan plastik hancur dan warna pakaian yang dasar perekatnya
bahan pelastik dan karet akan hilang, dan ongkos pencucian menggunakan bahan ini akan sangat
mahal karena sifatnya yang cepat menguap
c. bahan-bahan lain pembantu solvent
memiliki keunikan tertentu yaitu tidak membasahi fiber/ tekstil yang kita cuci. Solvent ini
dapat digunakan lagi setelah memulai proses atau penyulingan. Dalam proses penyulingan,
bahan-bahan kimia yang digunakan terdiri dari dua macam, yaitu :
1.) bubuk saringan atau filter powder

i
bubuk ini adalah dibuat dari tanah, dan tanah ini berasal dari fosil-fosil dan tumbuhan-
tumbuhan purbakala yang telah mati organiknya. Tanah bubuk inilah yang menjadi lapisan pada
alat saringan yang tertutup rapat menyaring solvent yang kotor yang membawa kotoran-kotoran
dari pakaian yang tidak larut dengan solvent seperti debu, pasir, buluh-buluh benang. Bubuj
saringan menahannya sehingga tidak ikut lagi mengalir dengan solvent dan solvent menjadi
bersih dan jernih.
2.) bubuk arang atau activated carbon.
Arang ini diperoleh dari hasik pembakaran yang digali dari bumi. Karbon ini diperkuat
dengan semacam kekuatan yang menarik dan menahan kotoran-kotoran yang larut bersenyawa
dengan solvent. Dengan adanya carbon ini dalam solvent maka kotoran yang larut dalam solvent
akan ditarik dan ditahannya supaya solvent tidak turut mengalir. Karbon ini yang menyaring dan
menjernihkan solvent dari koton yang bersenyawa seperti minyak, lemak, warna atau bahan lain
yang perlu dicampurkan bersenyawa dengan solvent.

E. Jenis noda dan kotoran pada cucian


Tujuan pencucian adalah untuk membersihkan kotoran yang melekat pada pakaian tersebut.
Kotoran yang menodai pakaian membuat pakaian tersebut menjadi suram dan pudar warnanya.
Selain itu pakaian menjadi kumal dan berbau. Kotoran dapat membuat pakaian kesat dan
mengeras sehingga dapat menarik serangga untuk bersarang.

i
Ragam kotoran yang menodai pakaian sangat banak sekali. Namun kotoran tersebut bayak
memiliki sifat yang sama. Kotoran atau noda pakaian dapat dibedakan menjadi:
1. kotoran yang larut dengan dry cleaning solvent. Golongan kotoran ini mengandung
minyak, lemak, gemuk, parafin dan lain-lalin jenisnya
2. kotoran yang larut dengan air. Golongan kotoran ini ada dua macam menurut sifatnya,
yaitu :
a. yang sepenuhnya larut dengan air, seperti garam, dan gula
b. yang sebagian larut dengan air, seperti kecap, soup
3. kotoran yang tidak larut dengan dry cleaning solvent atau air. Kotoran ini menempel
pada pakaian berupa tanah, debu, pasir, dan benda lainnya. Kotoran ini dapat dikeluarkan dengan
gerakan bantingan.
4. kotoran-kotoran khusus. Kotoran ini tidak melekat secara menyeluruh pada pakaian,
akan tetapi pada tempat-tempat tertentu saja. Contohnya noda tinta, karat, lem dan cat. Jenis
kotoran ini harus dibersihak dengan bahan pembersih khusus sesuai dengan nodanya

pertimbangan dalam mengeluarkan noda pada cucian harus melihat pada :


jenis serat benang
jenis benang bisa alamiah atau sintesis. Hal ini dapat menentukan proses pencuciannya
anyamannya
jenis anyamanya yang lemah atau yang kuat, biasa atau berganda/ bervariasi. Hall iini dapat
mendeteksi kekuatan pakaian dalam menahan gerak mekanis mesian atau tidak
warnanya
jenis warna tahan air atau tahan dry cleaning. Apakah warananya celupan biasa, dicetak atau
yang berasal dari pigment atau dye (wantex)

i
2.4 Hasil yang dicapai
Hasil adalah sebuah perolehan yang merupakan wujud dari keterlaksanaan kegiatan.
Hasil merupakan indikator dari pencapaian suatu tindakan atau kegiatan yang sebelumnya sudah
kita harapkan baik dalam bentuk produk maupun situasi/keadaan dimana telah terjadi perubahan
sifat, bentuk, kondisi dan sebagainya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yang diunggah
pada website berikut http://kbbi.web.id/hasil yaitu hasil/ha·sil/ 1. sesuatu yang diadakan (dibuat,
dijadikan, dan sebagainya) oleh usaha (tanam-tanaman, sawah, tanah, ladang, hutan, dan
sebagainya): kemerdekaan kita ini adalah -- perjuangan rakyat; -- sawahnya cukup untuk hidup
setahun; barang-barang -- industri dalam negeri sudah banyak yang diekspor ke luar negeri; obat
suntik ini -- penyelidikan yang dilakukan bertahun-tahun; 2. pendapatan; perolehan; buah:
hingga kini, usaha kita belum tampak -- nya; rumahmu ini kalau disewakan lumayan juga -- nya;
3. akibat; kesudahan (dari pertandingan, ujian, dan sebagainya): demikianlah -- perbuatanmu
yang tidak bertanggung jawab itu; -- pertandingan itu ialah 2—0 untuk kemenangan kesebelasan
kita; 4. pajak; sewa tanah; 5. berhasil; mendapat hasil; tidak gagal: berkat kekerasan hatinya --
juga maksudnya seperti dikutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia Online pada tanggal 11
Desember 2016.
Hasil yang dicapai dalam project work yang berjudul ―PEMBERSIHAN AREA DAN
PENGGUNAAN PERALATAN KEBERSIHAN PADA DELUXE ROOM DI
LABORATORIUM PARIWISATA SMK TAMAN PENDIDIKAN 45 NEGARA BALI‖
diantaranya adalah :
1. Meningkatkan pemahaman mengenai materi pembersihan di publik area.
2. Meningkatkan pemahaman mengenai kegiatan pengelolaan limbah yaitu pemanfaatan sisa-
sisa kotoran dari kegiatan pembersihan publik area
3. Mewujudkan lingkungan laboratorium pariwisata TP 45 Negara, Bali menjadi kawasan yang
bersih, sehat, asri, nyaman dan indah.
4. Membentuk dan menciptakan pola kerja yang sesuai dengan standar operasional perusahaan
mengenai pengelolaan limbah dan penggunaan alat kebersihan.

i
5. Laporan penulisan berupa karya tulis ilmiah yang akan dikaji lebih mendalam pada
kesempatan berikutnya.
6. Menciptakan poin-poin kegiatan yang dimasukkan sebagai bagian dari SOP yang telah
disempurnakan berdasarkan kriteria-kriteria unjuk kerja.
7. Menciptakan ikatan emosional sebagai implementasi dari tangunggjawab, peduli serta
kerjasama secara individu maupun berkelompok dalam pemanfaatan limbah di lingkungan
laboratorium pariwisata.
8. Kesempatan mencoba, menerapkan, melaksanakan serta mempraktekkan ilmu dan
pengetahuan dasar mengenai penanganan dan pemanfaatan limbah.
9. Sinergitas antara sekolah tempat kegiatan project work dengan guru-guru peserta program
keahlian ganda.

i
BAB III
TEMUAN

3.1 Keterlaksanaan
A. Faktor Pendukung
Pelaksanaan kegiatan project work sesuai dengan harapan penyusun telah memasuki
rangkaian kegiatan demi kegiatan. Selama kegiatan project work berlangsung, beragam cerita,
kejadian dan peristiwa telah memperkaya pengalaman penulis dalam menempuh kegiatan
pembelajaran guru keahlian ganda. Tawa dan suka duka datang silih berganti dengan harapan
menambah keakraban dan kekompakan antara peserta dengan segenap komponen penyelenggara
keahlian ganda. Tak henti-hentinya syukur dan puji penulis ucapkan sembari merenungi
pengalaman belajar selama ini.
Selama kegiatan project work penyusun memperoleh dukungan dari keluarga tercinta,
rekan-rekan guru sesama peserta program keahlian ganda, rekan-rekan guru di sekolah serta
berbagai pihak yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Bimbingan dan arahan juga tak luput
saya terima dari pendamping kami selama ON-1 yaitu I Putu Robi Adhi Astika S.Pd yang selalu
memberikan waktu dan tempat bagi kegiatan pendapingan ON-1. Selain itu faktor-faktor
pendukung selama kegiatan project work ON-1 diantaranya adalah :
1. Fasilitas yang dimiliki oleh SMK TP 45 Negara, Bali selaku tempat diselenggarakannya
pendampingan ON-1 dengan segala peralatan dan sarana bagi berlangsungnya pelaksanaan
kegiatan project work ini terutama alat-alat kebersihan serta tempat penanganan limbah
hotel/laboratorium pariwisata
2. Akses informasi yang diperoleh selama kegiatan berlangsung.
3. Kekompakan rekan-rekan guru sesama peserta program keahlian ganda.
4. Guru pendamping yang turut aktif, rajin memberi saran dan masukan, serta berwawasan
yang luas terkait pelaksanaan project work.

i
5. Kemudahan dalam melaksanakan project work berupa surat ijin keluar dinas dari sekolah
asal menuju sekolah tempat pelaksanaan kegiatan.
6. Kepedulian sekolah tempat pelaksanaan kegiatan sebagai tempat berlangsungnya project
work ditunjukkan dengan hangatnya menerima kami dalam proses pelaksanaan kegiatan.
7. Dukungan dari pihak yayasan tempat SMK TP 45 bernaung yang memberikan ijin dan
support peminjaman tempat dan alat-alat.
8. Tema kegiatan yang sangat cocok dikembangkan di SMK TP 45 Negara, Bali.
9. Kegiatan pembersihan menyadarkan akan pentingnya pengelolaan, penanganan serta
pemeliharaan kebersihan di lingkungan sekolah.
B. Faktor Penghambat
Hambatan selama pelaksanaan kegiatan bukanlah sesuatu hal yang krusial sehingga
mengganggu pelaksanaan kegiatan. Melainkan, bersifat temporary karena hal-hal yang
sebelumnya tidak pernah kita duga, tiba-tiba muncul dan dapat teratasi dengan baik. Diantaranya
adalah sebagai berikut :
1. Jadwal sekolah dan jadwal belajar yang berbeda antara sekolah asal dengan sekolah tempat
pelaksanaan kegiatan.
2. Waktu yang terbatas sehingga tidak memadai untuk mendalami segala jenis peralatan
kebersihan beserta cara pemakaiannya.
3. Waktu mengajar di sekolah asal yang padat sehingga seringkali ijin untuk melaksanakan
kegiatan project work.
4. Kurang tersedianya instruksi pemakaian dan penggunaan alat kebersihan yang baik dan
benar.
3.2 Manfaat yang diperoleh
Selama proses kegiatan dan pasca kegiatan banyak sekali manfaat yang penulis terima
baik secara langsung maupun tidak langsung yang memberikan motivasi dan semangat untuk
menghasilkan karya yang lebih baik. Manfaat yang penulis maksud diatas diantaranya adalah :
1. Keakraban antara guru pendamping dengan guru-guru peserta program keahlian ganda.
2. Kehadiran siswa dalam pelaksanaan kegiatan memberikan gambaran bagi model
pembelajaran yang dapat dilakukan ketika berkesempatan untuk mengajar dikelas dengan
menggunakan materi dan pokok bahasan yang sama.

i
3. Kepedulian terhadap pelanggan akan semakin meningkat demi mewujudkan lingkungan
yang bersih dan sehat.
4. Meminimalkan potensi kelemahan pelayanan kepada pelanggan karena lingkungan yang
dapat dinikmati sangatlah nyaman, bersih, rindang dan sehat.
5. Tanggungjawab seluruh staff dan pegawai laboratorium pariwisata semakin meningkat demi
menjaga lestarinya lingkungan sekitar laboratorium.
6. Laporan yang telah diunggah dapat menjadi sumber belajar yang mampu menjawab
permasalahan mengenai penanganan limbah.
7. Penanganan limbah hotel seperti debu sisa-sisa pembersihan laboratorium pariwisata
menjadi kegiatan yang rutin dan termasuk standar pelayanan prima laboratorium.
3.3 Pengembangan/Tindak Lanjut
Pengembangan atau tindak lanjut adalah momentum dari upaya untuk merubah kondisi
awal menjadi kondisi yang ideal menurut kajian yang dilakukan staff manajemen atau pengambil
kebijakan untuk menciptakan produk maupun layanan baru. Selain itu, staf manajemen bisa
melakukan inisiatif untuk mengoptimalkan fungsi dan manfaat dari berbagai lini sektor
departemen-departemen agar bersama-sama mewujudkan profesionalisme dalam melayani
kebutuhan tamu. Program-program yang mendekatkan tamu dengan hotel juga bisa menjadi
sarana untuk membentuk ikatan batin antara tamu dengan staf manajemen serta mempererat
jalinan kerjasama yang selama ini sudah terjalin.
Pihak-pihak yang berkepentingan dalam pengoptimalan hubungan antara faktor
lingkungan yang sehat dan bersih adalah seluruh staff dan pegawai laboratorium. Termasuk
dalam hal ini, adalah siswa-siswi pembelajar yang memanfaatkan laboratorium sebagai tempat
praktek maupun lini usaha sekolah. Kedepan pengembangan laboratorium akan diupayakan
untuk membentuk unit produksi berupa E-Dotel sekolah TP 45 Negara, Bali. Dengan hadirnya
E-Dotel maka pengembangan usaha akomodasi perhotelan akan menjadi lebih baik dan maju.
Harapan pihak sekolah ini, masih menunggu kebijakan dari yayasan TP 45 selaku pemilik
sekolah. Semua pihak akan terlibat dalam peningkatan status ini sehingga kepedulian dan rasa
memiliki akan semakin terwujud secara optimal dan berkelanjutan.

i
BAB IV
SIMPULAN DAN SARAN

4.1 Simpulan
Pedoman dari serangkaian kegiatan telah dilaksanakan dengan optimal. Pada penghujung
akhir dari kegiatan ini adalah menyampaikan kesimpulan sebagai penutup kegiatan. Selama
proses pelaksanaan kegiatan ini kesimpulan yang bisa kita ambil benang merahnya adalah
kebersihan, kesehatan dan kenyamanan laboratorium menjadi poin utama dalam operasional
laboratorium. Wujud dari optimalisasi pelayanan laboratorium ini, yaitu dengan menangani
limbah secara terpadu dan sesuai prosedur operasional atau SOP. Hasil yang diperoleh berupa
lingkungan laboratorium yang sehat, bersih, asri, indah dan nyaman menjadi keuntungan yang
akan diperoleh dengan penerapan program kebersihan terpadu ini. Sehingga peran dan fungsi
pelaku dunia industri pariwisata untuk mengutamakan kepentingan dan kebutuhan tamu sebagai
prioritas utama dalam menjalankan pelayanan telah sesuai dengan standar operasional
perusahaan yang bersifat dinamis dan mencerminkan excellent service good performance and
best hospitality yang menjadi visi dan misi sekolah selama ini.
7.2 Saran
Saran sebagai upaya memberikan pendapat, adalah usaha menyampaikan beragam ide
untuk perbaikan, mewujudkan kondisi yang ideal dan sesuai dengan harapan dari penyusun.
Beberapa saran untuk project work kali ini adalah :
1. Untuk biaya yang diperlukan dalam pembuatan project work hendaknya ada bantuan dari
lembaga terkait khususnya Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan.
2. Referensi buku-buku, kamus istilah perhotelan yang sebagian besar masih awam bagi kami
hendaknya difasilitasi oleh lembaga yang terkait.
3. Waktu pengerjaan project work yang kurang sehingga banyak sekali referensi yang berasal
dari internet.

i
4. Karena ini pertama kalinya penulis membuat atau menyusun project work dengan latar
belakang disiplin ilmu yang berbeda maka mohon agar diterima dan dinilai dengan
maksimal.
5. Project work yang terkumpul mohon untuk didokumentasikan sehingga peserta yang lain
mampu mengakses dan mempelajari lebih lanjut sedangkan project work yang mendapatkan
nilai tertinggi mohon diberikan apresiasi atau mendapatkan bimbingan lanjut untuk
disempurnakan sebagai karya tulis yang bermutu bagi pengembangan pembelajaran di
Indonesia.

i
LAMPIRAN
1. Data pendukung
A. Modul pembelajaran mandiri

Terdiri dari tiga modul yaitu :


 Modul Industri Perhotelan, Sanitasi, Hygiene dan K3
 Modul Bekerja dengan Kolega, Pelanggan, Penanganan Konflik Profesional
 Promosi Produk Hotel Profesional

i
2. Foto/video/film sebagai produk project work

Bahan kimia sebagai pembersih maupun penunjang fasliltas kamar

i
Alat pelindung kerja

Jenis dan berbagai peralatan kerja untuk pembersihan area publik

i
Memastikan alat pelindung kerja

i
Pembersihan koridor ruangan

Pembersihan lantai

Mengepel lantai

i
Membersihkan debu pada meja

i
Pembersihan karpet di kamar

Bath tube cleaning

i
Urinoir cleaning

Wastafel cleaning

i
Shower cleaning

Penanganan limbah cair di kawasan sekolah

i
Warga sekolah bergotong royong mewujudkan penanganan limbah daun dan sisa proyek

Pengelolaan kompos hasil dari limbah daun basah

i
Kompos digunakan untuk memupuk tanaman toga