Anda di halaman 1dari 5

Dampak Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Dasar Manusia (Dalam Konteks

Keluarga):
1. Pola Persepsi dan Manajemen Kesehatan
Klien tidak bisa menjaga pola makan dan sering sekali minum minuman yang
manis secara berlebihan dan belum tahu mengenai penyakit diabetes mellitus, jika
sakit klien selalu memeriksakan kesehatanya ke rumah sakit atau klinik terdekat.
Selama sakit, klien mengatakan cemas akan penyakitnya.
2. Pola Pemenuhan Nutrisi dan metabolisme
Klien dengan diabetes makan 3x sehari dengan makanan diet Diabetes dan
tidak dihabisakan ½ porsi. Minum 11-12 gelas/hari dengan minuman yang
disediakan keluarga dengan jenis minuman teh tawar dan air putih.
3. Pola Eliminasi
Klien saat dirawat di rumah klien BAB 1 kali perhari dengan karakteristik
feces lunak berbentuk, bau khas BAK 8-9 kali perhari dengan karakteristik urine
kuning jernih, bau khas, jumlah 1400cc.
4. Pola Aktivitas
Selama sakit klien merasa lelah saat setelah melakukan aktifitas dan melakukan
aktifitas pun perlu dibantu keluarga dan seperti makan, minum, pergi kekamar
mandi dan beraktifitas di tempat tidur.
5. Pola Tidur dan Istirahat
Pola tidur 4-5 jam atau saat dirawat di rumah klien tidur lebih /hari karena klien
merasa cemas dengan kondisinya saat ini dan merasakan pegal-pegal pada daerah
paha dan pingang. .
6. Pola koping dan stress
Saat ada masalah pastikan didiskusikan dengan keluarga dan maupun saudara
saudara terdekatnya dan menyelesaikan masalahnya dengan musyawarah. Klien
terlihat cemas dan stress akan penyakit yang di deritanya. Maka dari itu perlu
perhatian dan dukungan dari keluarganya.
Dalam penatalaksanaan di rumah dan dapat dilakukan keluarga dengan cara:
1. Diet
Diet dan pengendalian berat badan merupakan dasar dari penatalaksanaan
diabetes mielitus.
- Penentuan gizi, hitung persentase, Relatief Body Weigth.
- Jika kerja berat atau latihan berat maka jumlah kalori bertambah.
- Untuk klien DM pekerja biasa:
1) Kurus; < 90% : BB x 40-60 kal/hr.
2) Normal; 90-110% : BB x 30 kal/hr.
3) Gemuk; > 110% : BB x 20 kal/hr.
- Komposisi diet
1) Lemak 20%
2) Protein 20%
3) Karbohidrat 60%
2. Latihan atau Olahraga
Menimbulkan penurunan kadar gula darah yang disebabkan oleh tingginya
penggunaan glukosa didarah perifer dan mengurangi faktor resiko kardiovaskuler.
Tidak berlaku bagi klien dengan kadar gula darah tinggi.
3. Pemantauan Glukosa
4. Terapi atau Obat-obatan
Pengobatan dengan oral, hipoglikemik agent yaitu bagi klien yang belum
pernah mendapat terapi insulin, ibu atau klien yang tidak hamil, pasien gemuk dan
pasien yang berusia >40 tahun. Pengobatan dengan injeksi insulin 2 x/hari atau
bahkan lebih sering lagi dalam sehari.
5. Pendidikan dan Pertimbangan Perawatan di Rumah
Diabetes merupakan penyakit kronis yang memerlukan perilaku penanganan
mandiri yang khusus seumur hidup, sehingga harus belajar keterampilan untuk
merawat diri sendiri setiap hari. Pasien diabetes juga harus memiliki perilaku
prepentif dalam gaya hidupnya untuk mencegah komplikasi sehingga memerlukan
pendidikan atau informasi. Keluarga juga harus perlu mendukung untuk
perawatan lebih optimal terhadap pasien diabetes agar lebih memperhatikan
kesehatan serta pola hidup sehat dalam keluarga.
DAFTAR PUSTAKA

Perkeni, 2010. Petunjuk praktis pengelolaan Diabetes Mellitus Tipe 2. Jakarta:


EGC.
Wilkinson, Judith M. 2011. Buku saku diagnosis keperawatan. Jakarta: EGC.
Kozier, Barbara. 2010. Buku Ajar Fundamental Keperawatan Konsep Proses dan
Praktik edisi VII Volume 1. Jakarta: EGC.
PATHWAY: DIABETES