Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

KOMUNIKASI BROADBAND
VERY HIGH DATA RATE DIGITAL SUBSCRIBER LINE (VDSL)

DOSEN PENGAMPU:

Ryanuargo, ST., M.T.

Disusun Oleh :
Alfira Fitriah (1317030003)
Devina Rafina Larasati (1317030044)
Dyas Nurlitasari Permata (1317030049)
Gilang Muhamad (1317030088)
Muhammad Faris (1317030060)
Rury Eka Septiani (1317030073)

PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
DEPOK
2019

i
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ............................................................................................................... iii


BAB I ............................................................................................................................ 1
PENDAHULUAN ........................................................................................................ 1
1.1. Latar Belakang ............................................................................................. 1
1.2. Tujuan ........................................................................................................... 2
1.3. Rumusan Masalah ........................................................................................ 2
BAB II .......................................................................................................................... 3
PEMBAHASAN .......................................................................................................... 3
1.3. VDSL ............................................................................................................. 3
2.2. Topologi VDSL ............................................................................................. 4
2.3. Network Element VDSL................................................................................ 6
2.4. Implementasi Teknologi VDSL ................................................................... 8
2.5. Perkembangan Teknologi VDSL ................................................................ 9
2.6. Prinsip Kerja VDSL ................................................................................... 10
2.7. Kelebihan dan Kekurangan VDSL ........................................................... 11
BAB III ....................................................................................................................... 12
PENUTUP .................................................................................................................. 12
3.1 Kesimpulan ................................................................................................. 12
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................ 13

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Dunia telekomunikasi terus mengalami pertumbuhan dan
perkembangan, baik dari sisi peningkatan kebutuhan masyarakat atas
permintaan jasa telekomunikasi maupun peningkatan tuntutan digunakannya
sistem dan teknologi dengan kemampuan yang lebih besar dan terintegrasi
yang dapat menyalurkan kecepatan dengan bit rate yang lebih tinggi
untuk layanan internet, voice, maupun komunikasi data.
Sistem transmisi radio (wireless) saat ini telah mengalami kemajuan
dengan terciptanya teknologi radio digital yang jauh lebih baik bila
dibandingkan dengan sistem transmisi yang menggunakan sistem analog.
Keunggulan yang dimiliki sistem radio digital diantaranya adalah
kemampuan memenuhi kebutuhan akan transfer data, informasi voice,
video, multimedia dengan kecepatan transmisi tinggi dan akurasi
pengiriman informasi serta delay yang kecil. Teknologi ini juga
berkembang dengan ditemukannya fiber optik yang mampu menyediakan
kapasitas kanal yang sangat besar. Pengaplikasian jaringan serat optik
sebagai salah satu solusi bagi permasalahan kebutuhan akan layanan
komunikasi dengan kecepatan bit rate yang tinggi serta bandwith yang lebar
ternyata memerlukan pertimbangan akan investasi yang dikeluarkan untuk
pembangunannya. Memperhatikan bahwa pemanfaatan teknologi baru seperti
transmisi radio digital dan fiber optik dapat memberikan kemampuan yang
tinggi serta kapasitas yang besar tetapi juga memerlukan dana investasi
pembangunannya yang tidak kecil, maka masuk akal bila para operator
telekomunikasi tetap memikirkan pemanfaatan fasilitas-fasiltas lama yang
telah dimiliki semaksimal mungkin.

1
Sebagai salah satu solusi dari tuntutan ini adalah dengan
digunakannya suatu metode untuk pemekaran bandwith dari kabel tembaga
yaitu teknologi VDSL (Very High Data Rate Digital Subscriber Line) agar
dapat mendukung layanan komunikasi multimedia. Teknologi VDSL
merupakan jaringan akses yang memungkinkan terjadinya komunikasi
suara, video maupun data berkecepatan tinggi melalui jaringan kabel
tembaga biasa. Teknologi ini digunakan untuk memaksimalkan jaringan
kabel tembaga agar dapat mentransmisikan data berkecapatan tinggi.

1.2. Tujuan
Tujuan dalam penulisan makalah ini antara lain adalah :

1. Mengetahui apa yang dimaksud dengan VDSL dan sejarah perkembangan


teknologi VDSL.
2. Mengetahui prinsip kerja teknologi VDSL.
3. Mengetahui Network Element teknologi VDSL.
4. Mengetahui bagaimana dan penjelasan topologi VDSL.
5. Mengetahui aplikasi dan implementasi dari teknologi VDSL.
6. Mengetahui kekurangan dan kelemahan teknologi VDSL.

1.3. Rumusan Masalah


1. Apa yang dimaksud dengan VDSL?
2. Bagaimana prinsip teknologi VDSL?
3. Apa saja Network Element dari teknologi VDSL?
4. Bagaimana sejarah perkembangan teknologi VDSL?
5. Bagaimana bentuk topologi VDSL?
6. Apa saja aplikasi dan implementasi dari teknologi VDSL?
7. Apa saja kekurangan dan kelemahan teknologi VDSL?

2
BAB II
PEMBAHASAN

1.3.VDSL
VDSL (Very high data rate Digital Subscriber Line) merupakan salah satu
varian dari teknologi xDSL. VDSL (Very high bit rate Digital Subscriber Line) adalah
merupakan teknologi yang memanfaatkan saluran telepon existing atau PSTN untuk
akses layanan Triple Play. Sepasang modem (VTU-C & VTU-R) untuk menyalurkan
data kecepatan tinggi atau untuk mentransmisikan signal digital dengan menggunakan
media transmisi berupa kabel tembaga. VDSL menyediakan bandwidth secara
dedicated (no-share bandwidth).

VDSL membagi bandwidth menjadi 2 bagian :


1. Band frekuensi rendah (0 ~ 4 KHz) untuk voice (POTS)
2. Band frekuensi tinggi (300 KHz ~ 12 MHz) untuk data.
Teknologi VDSL memiliki 2 jenis transmisi yaitu transmisi simetrik dan
asimetrik. VDSL juga diistilahkan dengan BDSL (Broadband DSL) karena dapat
mendukung layanan-layanan komunikasi broadband. Dengan kecepatan transmisi data
12Mbps – 52 Mbps arah bawah (downstream) dan 1,6 Mbps – 6,4 Mbps arah atas
(upstream). Jarak yang dapat ditempuh teknologi ini cukup pendek sekitar 300 meter
sampai 1500 meter, menggunakan twisted pair copper wire, teknologi modem VDSL
sebagai suatu langkah maju teknologi x-DSL setelah pengembangan teknologi ADS.

Karakteristik VDSL :
 Kecepatan akses : sd. 52 Mbps
 Jumlah pair kabel : 1 pair kabel.
 Kode Saluran : CAP/QAM
 Simetrik dan atau Asimetrik (tergantung vendor)
 Mode asimetrik sd. 52 Mbps/6,4 Mbps, 26 Mbps/3,2Mbps dan 13 Mbps/1,6
Mbps (downstream/up- stream)
 Mode simetrik sd. 25 Mb/s (upstream =downstream)
 Merupakan pengembangan dari HDSL dan ADSL. Hanya digunakan untuk
jarak pendek.
 VDSL dapat digunakan bersama-sama dengan FTTC (OAN).

3
2.2. Topologi VDSL

4
Skenario perencanaan jaringan VDSL
a. ATM end to end
b. ATM pada Access Network dan IP pada Core Network.
c. IP pada Access Network dan ATM pada Core Network.
d. IP end to end

Penjelasan topologi :

Dari Server ke Pelanggan

Informasi berupa voice, data maupun video di kirim dari server dengan menggunakan
transport network ( ATM network atau IP network) menuju ke OLT. Dimana pada OLT
dengan media transmisi fiber optic dan teknik multiplexer atau transmisi yang
digunakan ialah WDM lalu masuk ke ONT setelah ONT masuk ke BRAS sebagai
gateway kemudian masuk ke DSLAM sebagai main switching (terdapat LT untuk
voice dan NT untuk data) atau main server, serta mengumpulkan sinyal-sinyal setelah
itu dikirim menuju ke modem VDSL untuk di ubah ke sinyal informasi dan terdapat
splitter untuk membagi apakah informasi berupa voice, data atau video dengan
menggunakan media transmisi twisted pair.

Dari Pelanggan ke Server

Informasi berupa data, voice, video di kirim masuk ke modem VDSL dengan
menggunakan media transmisi twisted pair kemudian menuju ke DSLAM sebagai
main switching (terdapat LT untuk voice dan NT untuk data) atau main server, serta
mengumpulkan sinyal-sinyal menjadi satu lalu masuk ke BRAS sebagai pengalamatan
IP atau routing dari klien ke internet dan diarahkan ke masing-masing ISP kemudian
masuk ke ONU lalu di kirim menggunakan metode WDM ke OLT menggunakan fiber
optic lalu dari OLT ke server menggunakan transport network berupa (ATM atau IP).

5
2.3. Network Element VDSL
1. DSLAM

Pada perangkat DSLAM biasanya sudah terpasang splitter yang berfungsi


memisahkan sinyal suara dan sinyal data, dimana sinyal suara akan menuju perangkat
sentral telepon dan sinyal data akan diarahkan menuju BRAS melalui media transmisi
yang bisa berbentuk E-1, STM-1 (Synchronous Transport Module-1) (Fiber Optic). E1
merupakan saluran digital yang dapat menampung 30 sambungan telepon PSTN.
Selanjutnya dari BRAS akan diarahkan ke masing-masing ISP yang sudah bekerja
sama.

a. Fungsi DSLAM :
 Mengolah sinyal digital agar dapat mengoptimalkan bandwidth twisted pair
untuk melewatkan data dengan kecepatan tinggi.
 Sebagai filter voice dan data
 Sebagai modulator dan demodulator DSL
 Sebagai multiplexer (sebagai ATM)
 VP Virtual Path Multiplexing
 VC Virtual Circuit Multiplexing
 Traffic management
 OAM Operation, Administration and Maintenance Functionality

b. Cara kerja DSLAM :

Prinsip kerja DSLAM adalah dengan memisahkan frekuensi sinyal suara dari trafik
kecepatan tinggi, serta mengontrol dan merutekan trafik Digital Subscriber Line
(xDSL) antara perangkat end-user, seperti router, modem, network interface card,
dengan jaringan penyedia layanan.

6
Dari internet, internet router menghilangkan sinyal suara analog, DSLAM
mengumpulkan sinyal-sinyal yang berasal dari end-user dan menyatukan menjadi
sinyal tunggal dengan bandwidth yang lebar melalui proses multiplexing.

Sinyal yang sudah disatukan ini disalurkan dengan kecepatan Mbps kedalam
kanal oleh peralatan switching backbone melalui jaringan akses (AN) yang biasa
disebut Network Service Provider (NSP).

Sinyal yang dikirimkan melalui internet atau jaringan lain muncul kembali pada
CO yang dituju, dimana DSLAM yang lain menunggu. DSLAM bersifat fleksibel dan
bisa mendukung berbagai macam DSL yang terdapat dalam sebuah CO, dan juga bisa
mendukung berbagai macam protocol dan modulasi, dan juga dapat menyediakan
routing maupun penomoran IP secara dinamik untuk pelanggan.

DSLAM menyalurkan data digital memasuki jaringan suara POTS (Plain


Ordinary Telephone Service) ketika mencapai di CO (Central Office). DSLAM
mengalihkan kanal suara (biasanya dengan menggunakan splitter POTS) sehingga
sinyal tersebut dapat dikirim melalui PSTN, dan kanal data yang sudah ada kemudian
di transmisikan melalui DSLAM yang sebenarnya adalah kumpulan modem DSL.

7
2. BRAS (Broadband Remote Access Service)
Fungsi dari BRAS adalah :
 Melakukan routing dari user ke ISP tujuan
 IP management
 Konfigurasi interface user
 Sebagai ISP gateway
 Sebagai internet gateway

3. Modem VDSL
Modem VDSL merupakan perangkat di sisi pelanggan/client yang berfungsi
sebagai pengubah sinyal analog to digital atau sebaliknya. Pada Modem terdapat
splitter berfungsi sebagai pemisah/pengenal antara sinyal analog (voice) atau data. Jika
yang datang adalah voice, maka informasi tersebut akan diteruskan ke telepon. Jika
yang datang adalah data, maka informasi tersebut akan diteruskan ke modem untuk
selanjutnya ke computer. Prinsip kerja dari splitter adalah menggunakan filter,
Lowpass filter dan highpass filter.

2.4. Implementasi Teknologi VDSL

Contoh aplikasi dan implementasi Jenis layanan yang dapat di-support oleh
VDSL meliputi :

a. Video On Demand (VOD)

b. Permainan (games)

c. Interactive Education

d. Penyaluran berita-berita elektronik

e. Di samping itu, terdapat pelanggan-pelanggan tertentu yang menginginkan


dua buah "setup boxes" untuk mendapatkan layanan-layanan dari sentral
telepon dan layanan dari perusahaan tv kabel.

8
2.5. Perkembangan Teknologi VDSL

Pada awalnya VDSL mempunyai nama Very high data rate Asymmetric Digital
Subscriber Line (VADSL) karena mereka menganggap VDSL tidak akan
menggunakan transmisi simetris dan sudah pasti asimetris sehingga tak perlu membagi
dalam dua nama, VDSL (untuk simetris) dan VADSL (untuk asimetris). VDSL akan
menyalurkan data secara asimetris pada kecepatan transmisi yang lebih cepat daripada
ADSL dengan panjang saluran yang lebih pendek. Secara umum VDSL diproyeksikan
untuk memiliki kecepatan downstream dan upstream. Masih banyak hal yang perlu
diperjelas dalam VDSL, baik mengenai standar, service environment, antar muka juga
mengenai biaya. VDSL sebelumnya disebut sebagai VADSL karena pada awalnya,
VDSL hanya dapat mengirimkan data digital secara asimetrik seperti ADSL, tetapi
dengan kapasitas yang lebih tinggi dari ADSL dan panjang saluran yang lebih pendek.
Belum ada standar yang umum untuk VDSL, kapasitas downstream yang umum untuk
VDSL adalah 12,96 Mbps, 25,82 Mbps dan 51,84 Mbps. Untuk keperluan upstream,
kapasitas tersedia antara 1,6 Mbps hingga 2,3 Mbps. Istilah VADSL banyak ditentang,
karena menunjukkan sesuatu yang tidak simetrik. Padahal banyak yang menginginkan
suatu saat akan benar-benar simetrik. Oleh karena itu, nama VDSL lebih disukai.
Dalam beberapa hal, VDSL lebih sederhana dibandingkan ADSL. Saluran transmisi
yang lebih pendek pada VDSL menyebabkan hambatan-hambatan pada saluran yang
mungkin terjadi pada saluran yang lebih panjang menjadi dapat ditekan. Oleh karena
itu, teknologi transceivernya dapat menjadi lebih sederhana dan kapasitasnya akan 10
kali lebih tinggi. VDSL merupakan sasaran dari arsitektur jaringan ATM. VDSL
memungkinkan terminasi jaringan pasif dan dapat digunakan pada lebih dari satu
modem VDSL untuk digunakan pada saluran pelanggan, sama halnya dengan sistem
telepon analog biasa (POTS).

Rentang operasinya 1.000 - 4.500 kaki (304 m - 1,37 Km), dengan kecepatan 13
- 52 Mbps untuk downstream dan 1,5 - 2,3 Mbps untuk upstream-nya melalui
sepasang kawat tembaga pilin. Selain untuk aplikasi T1, lebarpita yang
tersisa memungkinkan perusahaan telekomunikasi memberikan program layanan

9
HDTV (High-Definition Television). Perkembangan teknologi DSL ini disebabkan
oleh permintaan User akan pentingnya kecepatan transfer data untuk menunjang
aplikasi-aplikasi yang memerlukan downstream dengan kecepatan tinggi.

Bentuk teknologi transmisi dari VDSL mengadopsi sistem asymmetric DSL


yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kecepatan downstream dan
upstream.

2.6. Prinsip Kerja VDSL

VDSL membagi bandwidth menjadi dua frekuensi yang pertama low frekuensi
(0-4khz) untuk voice dan high frekuensi (300 khz-12 Mhz) untuk data. Modem VDSL
menggabungkan data digital dari PC Dan menggabungkan sinyal telepon untuk dikirim
ke sentral, di sentral sinyal telepon dipisahkan lalu dimodulasi dan dikodekan. Lalu
sinyal dikirim ke ISP, sinyal digital dari ISP dikodekan menjadi sinyal vdsl di sentral.
Modem VDSL menggabungkan sinyal telepon di MDF sebelum dikirim ke pelanggan.
Kemudian splitter memisahkan sinyal telepon dan digital. Sinyal digital di demodulasi,
di decode dan dikirimkan ke PC. VDSL juga menggunakan metode ATM yang
memiliki prinsip kerja yang sama dengan packet-switching. ATM melibatkan
pentransferan data dalam bentuk potongan-potongan yang memiliki ciri-ciri tersendiri.
ATM memungkinkan koneksi logik multipel dimultipleks melalui sebuah interface
fisik tunggal. ATM merupakan protokol yang efisien dengan kemampuan kontrol
kesalahan (error control) dan kontrol aliran minimal (flow control). Hal ini
menyebabkan berkurangnya overhead saat pengolahan sel-sel ATM sekaligus
mengurangi bit- bit overhead yang diperlukan masing-masing sel.

10
2.7. Kelebihan dan Kekurangan VDSL

Kelebihan VDSL

Beberapa kelebihan yang dapat diperoleh dengan menggunakan VDSL adalah :

 Menggunakan kabel tembaga eksisting atau kabel tembaga baru.


 Menghemat Investasi penggelaran jaringan baru.
 Cepat dalam proses instalasi.
 Mendukung transmisi data berkecepatan tinggi hingga 52 Mb/s untuk
downstream dan 6,4Mb/s arah upstream.

Kelemahan VDSL

Kelemahan VDSL adalah, band frekuensi VDSL (20 Mhz) seringkali overlap
dengan beberapa band frekuensi RF (Radio Frequency) yang digunakan untuk Radio
Amatir atau transmisi Broadcast Radio.

11
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

• VDSL (Very High Bit rate Digital Subscriber Line) adalah perangkat aktif di
jaringan akses pelanggan yang dipergunakan untuk mendukung implementasi
layanan multimedia pada jaringan broadband dengan menggunakan satu pair
kabel tembaga.
• Rentang operasinya pada: 304 meter s.d. 1,37 Km.
• Salah satu kelemahan VDSL adalah, band frekuensi VDSL (20 Mhz) seringkali
overlap dengan beberapa band frekuensi RF (Radio Frequency) yang digunakan
untuk Radio Amatir atau transmisi Broadcast Radio
• Merupakan generasi baru dari HDSL maupun ADSL.
• Kapasitas transmisi VDSL jauh lebih besar dari pada ADSL maupun HDSL
(bandwidth antara 10 s/d 30 MHz) dengan besarnya bandwidth frekuensi yang
disalurkan jarak jangkauannya relatif lebih pendek.
• Disamping Transmisi Symetrik VDSL juga Asymetrik sebagai option.
• Aplikasi ini digunakan untuk menyalurkan layanan broadband.
• Bit rate untuk symmetrical transmission 13 Mb/s dan 26 Mb/s sedangkan untuk
asymmetrical transmission downstream/upstream 52 Mbps/6,4 Mbps, 26
Mbps/3,2Mbps dan 13 Mbps/1,6 Mbps tergantung dari kondisi loop (kabel) dan
noise.

12
DAFTAR PUSTAKA

PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. (2004). Basic Knowledge xDSL. Bandung: PT


TELKOM .
Sopyandi, E. (2008). VDSL (Very High bit-rate DSL). Depok.

13