Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN AKHIR

PRAKTIKUM MEKANIKA FLUIIDA I


MODUL 4
TEKANAN HIDROSTATIS

PERIODE I (2019/2020)

KELOMPOK 6
Nama Mahasiswa/NIM : Ribka Maya Rani Tamba/ 104118035

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


FAKULTAS PERENCANAAN INFRASTRUKTUR
UNIVERSITAS PERTAMINA
2019
TEKANAN HIDROSTATIS

Ribka Maya Rani Tamba6* , Paul Kevin, Irsyad A R6 , Azia Novia Riza6 , Naufal Nabil Caesar6 ,
Adelia Kinanti6 6Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Perencanaan Infrastruktur, Universitas
Pertamina
*Corresponding author: ribkatamba05@gmail.com

Abstrak
Telah dilakukan percobaan pada Selasa, 17 September 2019 di Laboratorium Mekanika
Fluida. Tekanan hisrostatis adalah tekanan yang disebabkan oleh zat cair yang berada dalam
kesetimbangan atau statis. Percobaan tekanan hidrostatis dilakukan dengan menggunakan sebuah
alat yang terdiri dari kuadran yang dirangkai dengan pusat yang telah ditentukan. Percobaan ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh kedalaman benda terhadap tekanan hidrostatis dan
mengetahui galat hasil Yp teori dengan Yp eksperimen dari hasil perhitungan. Alat yang
digunakan adalah satu set alat hydrostatic pressure, kaliper dan tabung ukur. Prinsip kerja alat ini
adalah tekanan air pada dinding tegak yang divisualisasikan dengan menggunakan bandul beban
sebagai beban yang ditahan oleh gaya tekan air pada dinding tegak kuadran. Ada 2 perlakuan yang
dilakukan yaitu perlakuan sebagian tenggelam dan perlakuan tenggelam. Perlakuan sebagian
tenggelam menunjukan ketinggian air sebesar 0.075 m dan tekanan hidrostatis sebesar 367.875 Pa
dengan galat Yp eksperimen terhadap Yp teori adalah sebesar 0.9 . Perlakuan Tenggelam
menunjukan ketinggian air sebesar 0.112 m dan tekanan hidrostastis sebesar 608.22 Pa dengan
galat Yp eksperimen terhadap Yp teori sebesar 0.9 . Dari kedua perlakuan tersebut menunjukkan
bahwa kedalaman benda berpengaruh terhadap tekanan hidrostatis yaitu kedalam benda
berbanding lurus dengan tekanan hidrostatis.
Kata kunci : Statis, tekanan hidrostatis, tinggi air, yp eksperimen, yp teori

Abstract
An experiment was conducted on Tuesday, September 17, 2019 at the
Fluid Mechanics Laboratory. Hisrostatic pressure is pressure caused by liquid that
is in equilibrium or static. Hydrostatic pressure experiments are carried out using a
device consisting of a quadrant strung together with a predetermined center. This
experiment aims to determine the effect of the depth of the object on hydrostatic
pressure and determine the error of the results of the theory Yp with experimental
Yp from the calculation results. The tool used is a set of hydrostatic pressure
tools, calipers and measuring tubes. The working principle of this tool is the water
pressure on the erect wall which is visualized by using the pendulum as a load that
is held by the compressive force of water on the quadrant erect wall. There are 2
treatments carried out, namely partially drowned and drowned treatment. The
partially submerged treatment shows a water level of 0.075 m and a hydrostatic
pressure of 367,875 Pa with an error Yp The experimental of Yp theory is 0.9.
The Drowning treatment showed a water level of 0.112 m and a hydrostatic
pressure of 608.22 Pa with an error of the Yp experiment of the Yp theory of 0.9.
The two treatments show that the depth of the object influences the hydrostatic
pressure which is directly proportional to the hydrostatic pressure.
Keywords: High water, hydrostatic pressure, static, yp experimental, yp theory
PENDAHULUAN

I. Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari kita tahu bahwa tekanan pada zat padat
hanya kearah bawah, hal ini berlaku jika tidak adanya gaya luar yang dikenai oleh
zat tersebut. Berbeda dengan zat cair, tekanan pada zat cair menyebar kesegala
arah. Adanya tekanan didalam zat cair disebabkan oleh gaya gravitasi yang
bekerja pada setiap bagian zat cair tersebut. Besar tekanan zat cair bergantung
pada kedalaman zat cair, semakin dalam letak benda pada zat cair maka akan
semakin besar pula tekanan pada bagian itu. Hal inilah yang dikatakan dengan
Tekanan hidrostatis yang merupakan tekanan yang terjadi dibawah permukaan air.
II. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas dapat dibuat suatu rumusan masalah
sebagai berikut:
1. Bagaimana pengaruh kedalaman benda terhadap tekanan hidrostatik ?
2. Bagaimana hasil Yp teori dengan Yp eksperimen dari hasil perhitungan ?
(Analisis Galat)
III. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas dapat dibuat suatu tujuan penelitian
yaitu pertama untuk dapat menentukan pengaruh kedalaman benda dalam zat cair
terhadap tekanan hidrostatik. Kedua, untuk dapat menentukan besar gaya
hidrostatik dari percobaan tersebut. Ketiga , untuk dapat menentukan dan
menganalisis besar galat yang diperoleh.
IV. Teori Dasar
Fluida merupakan zat yang dapat mengalir dan memberikan sedikit
hambatan terhadap perubahan bentuk ketika ditekan. Fluida ada dua jenis yaitu zat
cair dan gas. Mekanika fluida dibedakan menjadi dua bagian yaitu fluida statis
dan fluida dinamis. Tekanan hidrostatis adalah tekanan yang terjadi dibawah
permukaan air (Fluida statis). Fluida statis adalah fluida yang berada dalam fase
tidak bergerak (diam) atau fluida dalam keadaan bergerak tetapi tidak ada
perbedaan kecepatan antar partikel fluida atau bisa dikatakan bahwa partikel-
partikel fluida tersebut bergerak dengan kecepatan seragam sehingga tidak
memiliki gaya geser.
Tekanan hidrostatis adalah tekanan zat cair yang hanya disebabkan oleh
berat zat cair tersebut terhadap kedalamannya. Tekanan hidrostatis tidak
bergantung pada arah dan volume zat cair. Dengan kata lain, pada kedalaman
tertentu zat cair akan menekan ke segala arah dengan gaya tekan yang sama besar.
Tekanan ini terjadi karena adanya berat air yang membuat cairan tersebut
mengeluarkan tekanan. Jika besarnya tekanan hidrostatis pada dasar apalah p,
menurut konsep tekanan, besarnya p dapat dihitung dari perbandingan antara gaya
berat fluida F dan luas permukaan bejana A .
F
𝐏𝐞𝐫𝐬𝐚𝐦𝐚𝐚𝐧 (𝟒. 𝟏) 𝑃ℎ =
A
m. g ρ. v. g v
𝐏𝐞𝐫𝐬𝐚𝐦𝐚𝐚𝐧 (𝟒. 𝟐) 𝑃ℎ = = = ρ. g = ρ. g. h
A A A

Keterangan:
Ph : Tekanan Hidrostatis (Pa)
ρ : massa jenis zat cair (Kg/m3)
g : kecepatan gravitasi (m/s2)
h : ketinggian benda dalam air (m)

Persamaan diatas menyatakan tekanan hidrostatik tersebut yang


disebabkan oleh zat cair itu sendiri, yang dimana didalam zat cair yang statis
tersebut tidak terjadi tegangan geser dan tekanan pada suatu titik didalam zat cair
tersebut adalah sama besar kesegala arah. Dengan demikian, tekanan berbanding
lurus dengan massa jenis zat cair, dan dengan kedalaman didalam zat cair.
Besarnya tekana hidrostatis tidak dipengaruhi oleh wadah zat cair.

Berikut ini adalah sifat-sifat dari tekanan hidrostatis, adalah sebagai


berikut :
1. Semakin dalam letak suatu titik dari permukaan zat cair, tekanannya
semakin besar
2. Pada kedalaman yang sama, tekanannya juga sama
3. Tekanan zat cair kesegala arah adalah sama besar

METODE PENELITIAN
I. Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada percobaan kali ini adalah satu set alat
hydrostatic pressure , caliper dan tabung ukur.
Bahan yang digunakan pada percobaan kali ini adalah sejumlah air.
Gambar 4.1 Satu set alat hydrostatic pressure

II. Cara kerja


Metode dan langkah kerja percobaan kali ini sebagai berikut: Pertama,
dilakukan pengukuran terhadap panjang penyeimbang yaitu jarak dari
penggantung berat ke tumpuan, kemudian diukur jarak kuadran ketumpuan yaitu
dari dasar permukaan kuadran ke tinggi tumpuan, kemudian diukur tinggi kuadran
yaitu dari tinggi permukaan kuadran vertikal, kemudian diukur lebar kuadran
yaitu dari lebar permukaan kuadran vertikal. Kedua, Ditempatkan peralatan
hydrostatic pressure diatas hydraulic bench dan disesuaikan kakinya sehingga
nivo menunjukkan kondisi datar. Ketiga, ditempatkan lengan penyeimbang pada
knife edges. Keempat, ditempatkan penggantung berat pada celah di akhir bagian
lengan penyeimbang. Kelima, dipastikan katup drain tertutup. Keenam,
dipindahkan alat pengukur keseimbangan berat sampai lengan horizontal dengan
cara memutar sesuai ulirnya. Ketujuh,ditambahkan massa kecil pada setiap
penggantung berat dan mengisi bak hydrostatic pressure denga air hingga posisi
lengan keseimbangan kembali seimbang kemudia catat ketinggian air. Kedelapan,
prosedur diatas diulang untuk setiap penambahan beban.

HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Hasil

Tabel 4.1 Perlakuan Sebagian Tenggelam


Y Luas Gaya
Massa Tekanan P Yp Yp
No. (ketinggian penampang Hidrostatis Galat
(kg) (Pa) 2 Teori Eksperimen
air) (m) A (m ) F (N)
1. 0.075 0.12 367.875 5.625 x 10-3 2.07 0.175 0.156 0.9
Data Perlakuan Sebagian Tenggelam Kelompok 4 & 5
2. 0.056 0.07 274.68 4.2× 10−3 1.15 0.18 0.16 0.9
3. 0.064 0.09 313.92 4.8× 10−3 1.51 0.18 0.16 0.9
Gambar Perlakuan Sebagian Tenggelam Kelompok 6

Gambar 4.2 Gambar 4.3 Gambar 4.4


Beban 0.12 kg Sampai dititik Ketinggian air
keseimbangan

Tabel 4.2 Perlakuan Tenggelam Seluruhnya


Y Tinggi Air
Massa Tekanan P Gaya Hidrostatis F
No. (ketinggian diatas balok Hc (m)
(kg) (Pa) (N)
air) (m) (m)
1. 0.112 0.26 0.012 0.062 608.22 5.1
Data Perlakuan Tenggelam Seluruhnya Kelompok 4 &5
2. 0.122 0.3 0.112 0.072 706.32 6.46
3. 0.117 0.28 0.107 0.067 657.27 5.76

No. Inersia (m) 𝑌̂p Teori Yp Teori Yp Eksperimen Galat


1. 6.25 x 10-6 0.074 0.186 0.13 0.7
.Data Kelompok 4 & 5
2. 6,25× 10−6 0,077 0,194 0,13 0,6
3. 6,25× 10−6 0,081 0,159 0,125 0,78
Gambar Perlakuan Tenggelam Seluruhnya Kelompok 6

Gambar 4.5 Gambar 4.6 Gambar 4.7

Beban 0.26 kg Sampai dititik Ketinggian air

keseimbangan

Perhitungan Tabel 4.1 Perlakuan Sebagian Tenggelam kelompok 6

 Tekanan P = ρ.g.h

= ρ.g.1/2y

= 1000 kg/m3 x 9.81 m/s2 x (1/2 0.075 m)

= 367.875 Pa

 Luas Penampang A = B x y
= 0.075 m x 0.075 m
= 5.625 x 10-3 m2

 Gaya hidrostatis F = P x A
= 367.875 Pa x 5.625 x 10-3 m2
= 2.07 N

 Yp Teori = H – 1/3y
= 0.2 m – (1/3 x 0.075 m)
= 0.2 m – 0.025 m
= 0.175
 Yp Eksperimen ∑𝑀 𝐴 = 0
F (Yexp) = W x L
Yexp = W x L
F
Yexp = m x g x L
F
Yexp = 0.12 kg x 9.81 m/s2 x 0.275 m
2.07 N
Yexp = 0.156

 Galat = Yexp
Yp Teori
= 0.156
0.175
= 0.9

Perhitungan Tabel 4.2 Perlakuan Tenggelam Seluruhnya kelompok 6

 Tinggi air diatas balok = 0.112 m – 0.1 m = 0.012 m


 Hc = y – D/2
= 0.112 m – (0.1 m/2)
= 0.062 m

 Tekanan P = ρ.g.hc
= 1000 kg/m3 x 9.81 m/s2 x 0.062 m
= 608.22 Pa

 Gaya hidrostatis F = P x A
= P x (Bxy)
= 608.22 Pa x (0.075 m x 0.112 m )
= 608.22 Pa x 8.4x 10-3 m2
= 5.1 N
 Inersia I = BD 3

12
= 0.075 m x (0.1)3
12
= 6.25 x 10-6 m
 𝑌̂p Teori = Hc + I
A x Hc
= 0.062 + 6.25 x 10-6
8.4 x 10-3 x 0.062
= 0.074

 Yp Teori = Hc + I + D + (y-D)
A x Hc
= 0.074 + 0.112
= 0.186

 Yp Eksperimen ∑𝑀 𝐴 = 0
F (Yexp) = W x L
Yexp = W x L
F
Yexp = m x g x L
F
Yexp = 0.26 kg x 9.81 m/s2 x 0.275 m
5.1 N
Yexp = 0.13

 Galat = Yexp
Yp Teori
= 0.13
0.186
= 0.7

B. Pembahasan

Pengaruh kedalaman benda terhadap tekanan hidrostatik adalah


berbanding lurus dimana pada saat suatu benda semakin dalam maka tekanan
hidrostatiknya akan semakin besar begitu juga sebaliknya. Sesuai dengan teori
yang ada yaitu P = ρ.g.h . Sesuai hasil praktikum yang telah dilakukan pada saat
benda diberi perlakuan sebagian tenggelam tekanannya lebih kecil dibandingkan
saat benda diberi perlakuan tenggelam seluruhnya.
Hasil untuk perlakuan sebagian tenggelan, Yp teori sebesar 0.175 dan Yp
eksperimen sebesar 0.156 dan galat yang diperoleh adalah 0.9. Sedangkan hasil
untuk perlakuan tenggelam seluruhnya, Yp teori sebesar 0.186 dan Yp eksperimen
sebesar 0.13 dan galat yang diperoleh sebesar 0.7.
KESIMPULAN

Tekanan hidrostatis dipengaruhi oleh kedalaman benda didalam zat cair


tesebut. Sesuai dengan teori yang ada P = ρ.g.h , tekanan hidrostatik berbanding
lurus dengan ketinggian air/ kedalaman benda. Dari hasil praktikum yang
dilakukan juga menunjukan hal serupa. Pada saat ketinggian air 0.075 m (sebagian
tenggelam) tekanan hidrostatiknya sebesar 367.875 Pa sedangkan pada saat
ketinggian air 0.112 (tenggelam seluruhnya) tekanan hidrostatiknya sebesar
608.22 Pa.
Gaya hidrostatik yang diperoleh dari percobaan sebagian tenggelam adalah
sebesar 2.07 N sedangkan pada percobaan tenggelam seluruhnya adalah sebesar
5.1 N. Dari hasil percobaan tersebut menunjukkan bahwa semakin besar gaya
yang diberikan maka tekanan juga akan semakin besar, begitu juga sebaliknya.
Galat dapat diperoleh dari Yp eksperimen dibagi dengan Yp teori. Besar
galat pada percobaan sebagian tenggelam adalah sebesar 0.9 sedangkan besar
galat pada percobaan tenggelam seluruhnya adalah 0.7. Galat yang baik seharunya
adalah sebesar 1 namun ada factor yang mempengaruhi nilai keeroran tersebut
seperti kurang ketelitian saat mengambil data pengukuran.
DAFTAR PUSTAKA
Admin2.(8november2012).hydrostaticpressure.
https://www.ilmutekniksipil.com/hidrolika/hydrostatic-pressure

Modul Praktikum Mekanika Fluida I. 2019. Jakarta: Universitas Pertamina


Wulan17site (4 Juni 2017). Laporan Praktikum Fisika Tentang Tekanan
Hidrostatis. https://wulan17site.wordpress.com/2017/06/04/laporan-
praktikum-fisika-tentang-tekanan-hidrostatis/
LAMPIRAN

Anda mungkin juga menyukai