Anda di halaman 1dari 2

Dampak Dari Kepemimpinan Yang Baik Dan Diterima

31-Oct-17, 21:24

Depoedu.com - Kepemimpinan yang “Baik dan Diterima” dapat diukur dari dampak yang ditimbulkannya atas para
anggota kelompoknya. DR. Gunadi Getol, MBA memaparkan dampak tersebut dapat berupa timbulnya beberapa
rasa di bawah ini:

1. Rasa Kepemilikan (Sense of Belonging).

Apabila anda memiliki sesuatu pastilah anda ingin mempertahankannya, mengembangkan dan bahkan membuatnya
menjadi lebih dan lebih lagi. Demikian pula dalam sebuah organisasi usaha apabila kita merasa memiliki maka
kepedulian kita tentang hal-hal yang terjadi dalam perusahaan akan makin tinggi. Sebagai karyawan kita ingin
melindungi perusahaan kita dari rongrongan dari luar maupun dari dalam, kita juga ingin menjadi bagian dari tim
yang kompak dan bersama membangun serta mengembangkan perusahaan.

2. Rasa Percaya (Sense of Trust).

Sesungguhnya sebelum rasa memiliki dapat tumbuh di dalam hati karyawan maka dalam prosesnya terlebih dahulu
harus tumbuh “Rasa Percaya”. Karyawan percaya bahwa perusahaan merupakan tempatnya mengembangkan karir
yang terbaik buat dirinya. Sebaliknya manajemen perusahaan percaya bahwa karyawan tersebut adalah aset
terbaiknya. Perusahaan dan karyawan adalah dua pihak yang saling membutuhkan dan harus bisa kerjasama,
kerjasama dapat terjalin baik jika ada rasa saling percaya. Kerjasama yang baik memberikan hasil yang lebih besar
yang dapat dinikmati bersama-sama.

3. Rasa Tanggungjawab (Sense of Responsibility).

Apabila di hati setiap karyawan sudah tertanam “rasa memiliki dan rasa percaya” maka mereka akan bersedia
memberikan yang terbaik yang ada pada dirinya dalam mengerjakan tugas dan pekerjaannya. Hal ini terdorong oleh
keinginan untuk ikut memelihara dan mengembangkan perusahaan, inilah yang sesungguhnya merupakan
tanggungjawab sebagai bagian yang aktif dalam organisasi.

4. Rasa Krisis (Sense of Crisis).

Setiap perusahaan tumbuh di tengah persaingan dengan perusahaan lain. Setiap karyawan yang berdedikasi terhadap
perusahaan akan berusaha berpartisipasi dalam pertumbuhan perusahaan denga cara meningkatkan produktivitas.
Saat output sulit ditingkatkan karena persaingan yang ketat, maka salah satu cara meningkatkan produktivitas adalah
dengan memperkecil input atau biaya. Inilah yang disebut dengan “rasa krisis” yaitu menghemat biaya apa saja yang
bisa diselamatkan tanpa mengurangi hasil. Usaha seperti ini bisa dilakukan hanya bila kita menyadari sepenuhnya
bahwa perkembangan perusahaan bisa dicapai kalau kita mampu mengatasi persaingan. Dengan karyawan yang “
sadar biaya” maka perusahaan mampu keluar dari berbagai macam kesulitan hingga akhirnya berhasil.

5. Rasa Cinta dan Hormat (Sense of Love and Respect).

Karyawan yang mencintai perusahaan tidak akan mudah tergiur oleh perusahaan lain untuk pindah kerja. Demikian
pula sikap saling menghormati antara atasan dan bawahan juga antar rekan kerja. Sikap dan budaya ini dibangun
oleh seluruh karyawan mulai dari level paling bawah sampai direktur. Kepemimpinan seseorang dapat diukur dari
caranya menghargai dirinya sendiri dan orang lain.

Dampak kepemimpinan yang baik akan mendorong timbulnya kelima rasa di atas yang merupakan ciri-ciri loyalitas
karyawan kepada perusahaan dan para pimpinannya.(F. Prasongko)