Anda di halaman 1dari 2

No.

Dokumen :
No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit : dr. Dedi Syarif, MA
Halaman :
KLINIK
PRATAMA
RAWAT JALAN
dr.DEDI
1. Pengertian Faringitis adalah peradangan dinding faring yang disebabkan oleh virus ( 40-60%), bakteri
(5-40%), alergi, trauma, iritan dan lain-lain. Faringitis akut biasanya merupakan bagian dari
infeksi akut orofaring yaitu tonsilofaringitis akut atau influenza (rhinofaringiti sakut ).
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langakah-langkah untuk menentukan diagnosis dan
penatalaksanaan faringitis akut.
3. Kebijakan Surat Keputusan Pimpinan Klinik Pratama Rawat Jalan dr. DEDI Nomor 033 Tahun 2018
tentang Kebijakan Pelayanan Klinis di Klinik Pratama Rawat Jalan dr. DEDI
4. Referensi KMK Nomor 514 Tahun 2015
5. Prosedur / 1. Petugas melakukan anamnesis ( keluhan utama, riwayat penyakit sekarang, riwayat
Langkah- penyakit dahulu, riwayat alergi dan riwayat penyakit keluarga )
langkah
2. Petugas melakukan pemeriksaan Vital Sign yang diperlukan
3. Petugas melakukan pemeriksaan fisik yang harus dilakukan/yang sesuai
4. Jika ada indikasi petugas melakukan pemeriksaan penunjang
5. Petugas menegakkan diagnosis dan atau differential diagnosis berdasarkan hasil
anamnesa, pemeriksaan vital sign, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang ( jika
diperlukan )
6. Petugas memberikan edukasi tentang :
a. Istirahat cukup dan minum air putih yang cukup
b. Menjaga daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi makan bergizi dan olah raga
teratur
c. Menghindari makan makanan yang dapat mengiritasi tenggorokan
d. Berkumur dengan air hangat dan berkumur dengan obat kumur anti septic untuk
menjaga kebersihan mulut.
e. Mencuci tangan secara teratur
7. Petugas memberikan terapi sesuai dengan diagnosa yang ditegakkan
- Untuk demam dan nyeri :
 Dewasa :
a. Parasetamol 250 mg atau 500 mg, 1-2 tablet per oral 4x sehari jika
diperlukan
b. Ibuprofen 200 mg 1-2 tablet 4x sehari jika diperlukan
 Anak :
Parasetamol diberikan 3 kali sehari jika demam
a. Dibawah 1 tahun : 60 mg/kali (1/8 tablet )
b. 1-3 tahun : 60 – 120 mg/kali ( ¼ tablet )
c. 3-6 tahun : 120-170 mg/kali (1/3 tablet )
d. 6-12 tahun : 170 -300 mg/kali (1/2 tablet )
- Obati dengan anti biotic jika diduga ada infeksi :
 Dewasa :
a. Kotrimoksasol 2x960 mg selama 5 hari
b. Amoksisilin 3x500 mg sehari selama 5 hari
c. Eritromisin 3x500 mg sehari selama 5 hari
 Anak :
a. Kotrimoksasol 2x480 mg selama 5 hari
b. Amoksisilin 3x30-50 mg/kgBB sehari selama 5 hari
c. Eritromisin 3x20-40 mg/kgBB mg sehari selama 5 hari
- Jika diperlukan dapat diberikan obat batuk antitusif atau ekspektoran
Gliseril Guaikolat
Ambroxol
 Dosis dewasa 60 -120 mg/hari dalam dosis terbagi (2-3)
 Dosis anak :
a. < 2 tahun : 7,5 mg tiap 12 jam
b. 2-5 tahun : 7,5 mg tiap 8-12 jam
c. 6-12 tahun : 15 mg tiap 8 – 12 jam
8. Jika ada indikasi petugas melakukan rujukan ke sub unit lain.
9. Petugas memberikan resep untuk diserahkan ke unit farmasi
10. Petugas mendokumentasikan semua hasil anamnesis, pemeriksaan, diagnosa, terapi,
rujukan yang telah dilakukan
11. Petugas menyerahkan rekam medis ke petugas rekam medis
6. Diagram Alir
7. Unit Terkait 1. Ruang Poli Umum
2. Ruang Farmasi
3. Ruang Laboratorium