Anda di halaman 1dari 3

Nama : HANDIKA SAPUTRA

NIM : 030842913

Matkul : ADMINISTRASI KEUANGAN

1. Jelaskan makna dari otonomi daerah dalam pengelolaan keuangan daerah!


2. Tentukan satu contoh Pemerintah Daerah, lalu silahkan anda kemukakan bagaimana
kekuasaan pengelolaan keuangan daerah di pemerintah daerah tersebut !
3. (Untuk dapat menjawab soal 4 ini, anda harus mengemukakan terlebih dahulu siapa saja
pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan daerah beserta tugasnya, dengan berdasarkan
dasar hukum. Selanjutnya, anda kemukakan contoh di satu pemerintah daerah, kekuasaan
pengelolaan keuangan daerah tersebut dilaksanakan oleh jabatan yang mana)
4. Tentukan satu contoh pemerintah daerah, lalu silahkan anda kemukakan bagaimana
proses penyusunan anggaran di daerah tersebut. Selanjutnya, kemukakan oleh Anda
bahwa penyusunan anggaran tersebut merupakan anggaran berbasis kinerja (dengan
menganalisis berdasarkan teori anggaran berbasis kinerja)

Pembahasan:

1. Makna otonomi daerah dalam pengelolaan keuangan daerah yaitu pemerintah daerah diberikan
kebebasan dalam mengelola keuangan agar pemerataan pendapatan tercapai, hal ini dilakukan
karena pemerintah pusat berpendapat bahwa pemerintah daerah lebih memahami akan kebutuhan
daerahnya, sehingga pembangunan ekonomi masyarakat di daerah dapat cepat tercapai dan tepat
sasaran.

Otonomi daerah merupakan salah satu strategi pemerintah dalam mencapai pemerataan
pendapatan masyarakat, dengan pendapatan yang merata maka kesenjangan ekonomi antara
masyarakat ibukota dan masyarakat daerah dapat diminimalisir.

Salah satu langkah nyata pemerintah dalam menanggulangi ketidakmerataan pendapatan adalah
melalui dana desa, dimana dana tersebut dikelola langsung oleh pemerintah daerah agar
pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut dapat tercapai.
Dana desa merupakan program pemerintah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat yang
berada di desa. penggunaan dana ini diprioritaskan untuk pemberdayaan ekonomi. Dan dana desa
ini diharapkan dapat menurunkan tingkat kemiskinan dan pengangguran di desa.

Dan proyek-proyek yang dibangun di desa tersebut hendaknya merupakan proyek yang benar-
benar dibutuhkan masyarakat, karena seluruh masyarakat harus menikmati manfaat dari dana
desa tersebut.

Penggunaan dana desa ini dimusyawarahkan oleh perangkat desa, kemudian digunakan sesuai
dengan kesepakatan yang dapat berdampak pada pemberdayaan ekonomi masyarakat sehingga
dapat menimbulkan inovasi-inovasi ekonomi baru yang kelak benar-benar memberikan dampak
pertumbuhan ekonomi pada masyarakat tersebut.

2. Contohnya Pemerintah Daerah Provinsi Jakarta yang dipimpin oleh Gubernur sebagai kepala
daerah, kekuasaan pengelolaan keuangan daerah di pemerintah daerah disebut Satuan Kerja
Pengelola Keuangan Daerah yang selanjutnya disingkat SKPKD adalah unsur penunjang Urusan
Pemerintahan pada Pemerintah Daerah yang melaksanakan Pengelolaan Keuangan Daerah.
Pejabat Pengelola Keuangan Daerah yang selanjutnya disingkat PPKD adalah kepala SKPKD
yang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan APBD dan bertindak sebagai bendahara
umum daerah.

3. -Pemegang Kekuasaan Pengelolaan Keuangan Daerah adalah kepala daerah yang karena
jabatannya mempunyai kewenangan menyelenggarakan keseluruhan pengelolaan keuangan
daerah.

-Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah yang selanjutnya disingkat SKPKD adalah unsur
penunjang Urusan Pemerintahan pada Pemerintah Daerah yang melaksanakan Pengelolaan
Keuangan Daerah.

-Pejabat Pengelola Keuangan Daerah yang selanjutnya disingkat PPKD adalah kepala satuan
kerja pengelola keuangan daerah yang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan APBD dan
bertindak sebagai bendahara umum daerah.
-Bendahara Umum Daerah yang selanjutnya disingkat BUD adalah PPKD yang bertindak
dalam kapasitas sebagai bendahara umum daerah.

Contohnya Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta jabatan yang mengelola keuang daerah di pegang
oleh BPKD (Badan Pengelola Keuangan Daerah) yang memiliki tugas pokok melaksanakan
fungsi penunjang urusan pemerintahan bidang keuangan dan fungsi salah satunya Penyusunan
laporan keuangan daerah dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan APBD.

4. Contohnya Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta proses penyusunan anggaran Pemprov DKI
Jakarta sebelum penyusunan dokumen APBD, pemerintah daerah terlebih dahulu menyusun
dokumen perencanaan pembangunan tahunan, yaitu Rencana Kerja Pembangunan Daerah
(RKPD) melalui Musyawarah rencana Pembangunan (Musrenbang) RKPD juga disusun dengan
mengacu dokumen perencanaan lainnya yaitu Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
(RPJMD) yang disusun lima tahun. Setelah menyusun dokumen RKPD, selanjutnya mulai
menyusun dokumen penganggaran yaitu dimulai dengan penyusunan dokumen Kebijakan
Umum Anggaran (KUA). Setelah dokumen KUA disepakati, maka pemerintah daerah melalui
masing-masing OPD (Organisasi Pemerintah Daerah) menyusun draf RKA SKPD yang disusun
berdasarkan rencana kerja (Renja) OPD yang penyusunannya berpedoman pada RKPD.
Berdasarkan aturan (Permendagri) penyerahan Rancangan APBD kepada DPRD paling lambat
bulan September, hal ini dimaksudkan supaya DPRD memiliki waktu yang cukup untuk
melakukan kajian dan pembahasan sebelum diajukan kepada Gubernur untuk dilakukan evaluasi
terhadap RAPBD hasil pembahasan antara eksekutif dan legislatif.

Pendapat saya penyusunan anggaran tersebut merupakan anggaran berbasis kinerja karena
penyusunan anggaran sudah didasarkan atas perencanaan kinerja, dan terdiri dari program dan
kegiatan yang akan dilaksanakan serta indikator kinerja yang ingin dicapai oleh suatu entitas
anggaran ( budget entity ).