Anda di halaman 1dari 2

No.

Dokumen :
No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit : dr. Dedi Syarif, MA
Halaman :
KLINIK
PRATAMA
RAWAT JALAN
dr.DEDI
1. Pengertian Konjungtivitis adalah radang konjungtiva yang dapat disebabkan oleh mikroorganisme
(virus, bakteri), iritasi atau reaksi alergi. Konjungtivitis ditularkan melalui kontak langsung
dengan sumber infeksi. Penyakit ini dapat menyerang semua umur.
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk menentukan diagnosis dan penatalaksanaan
konjungtivitis.
3. Kebijakan Surat Keputusan Pimpinan Klinik Pratama Rawat Jalan dr. Dedi Nomor 033 Tahun 2018
tentang Kebijakan Pelayanan Klinis di Klinik Pratama Rawat Jalan dr. Dedi
4. Referensi KMK Nomor 514 Tahun 2015
5. Prosedur / 1. Petugas melakukan anamnesis ( keluhan utama, riwayat penyakit sekarang, riwayat
Langkah- penyakit dahulu, riwayat alergi dan riwayat penyakit keluarga ), apakah mata merah,
langkah
rasa mengganjal, gatal dan berair, disertai sekret, pandangan kabur.
2. Petugas melakukan pemeriksaan Vital Sign yang diperlukan
3. Petugas melakukan pemeriksaan fisik yang harus dilakukan/yang sesuai ( injeksi
konjungtiva, dapat disertai edema kelopak, kemosis, eksudasi dapat berupa serous,
mukopurulen atau purulen ).
4. Petugas melakukan pemeriksaan penunjang bila diperlukan
5. Petugas menegakkan diagnosis dan atau differential diagnosis berdasarkan hasil
anamnesa, pemeriksaan vital sign, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang
(jika diperlukan)
6. Petugas memberikan terapi :

a. Pada infeksi bakteri: Kloramfenikol tetes sebanyak 1 tetes 6 kali sehari atau
salep mata 3 kali sehari selama 3 hari.
b. Pada alergi diberikan flumetolon tetes mata dua kali sehari selama 2 minggu.
c. Pada konjungtivitis gonore diberikan kloramfenikol tetes mata 0,5- 1%
sebanyak 1 tetes tiap jam dan suntikan pada bayi diberikan 50.000 U/kgBB tiap
hari sampai tidak ditemukan kuman GO pada sediaan apus selama 3 hari
berturut-turut.
d. Konjungtivitis viral diberikan salep Acyclovir 3% lima kali sehari selama 10
hari.
7. Petugas memberikan edukasi kepada pasien dan atau keluarganya bahwa
konjungtivitis mudah menular, karena itu sebelum dan sesudah membersihkan atau
mengoleskan obat, penderita harus mencuci tangannya bersih-bersih, jangan
menggunakan handuk atau lap bersama-sama dengan penghuni rumah lainnya dan
menjaga kebersihan lingkungan rumah dan sekitar.
8. Jika ada indikasi petugas melakukan rujukan kepelayanan kesehatan yang lebih
tinggi ( Rumah Sakit ), yaitu :
a. Pada bayi dengan konjungtivitis gonore jika terjadi komplikasi pada kornea
dilakukan rujukan ke spesialis mata.
b. Konjungtivitis alergi dan viral tidak ada perbaikan dalam 2 minggu rujuk ke
spesialis mata
c. Konjungtivitis bakteri tidak ada perbaikan dalam 1 minggu rujuk ke spesialis
mata
9. Petugas memberikan resep untuk diserahkan ke unit farmasi
10. Petugas mendokumentasikan semua hasil anamnesis, pemeriksaan, diagnose, terapi,
rujukan yang telah dilakukan dalam rekam medis pasien.
11. Petugas menyerahkan rekam medis ke petugas rekam medis
6. Diagram Alir
7. Unit Terkait 1. Ruang BP Umum
2. Ruang Farmasi