Anda di halaman 1dari 1

Pertanyaan Diskusi

1. Bagaimana Pembentukan Dermatoglifi?

Pembentukan dermatoglifi dimulai dengan proliferasi sel epitel basal epidermis volar pad.
Sel-sel kemudian membentuk lipatan-lipatan dan menjadi rigi episermis. Perkembangan sulur
pada waktu kehamilan dibedakan atas dua tahap, yaitu tahap pembentukan sulur primer dan
tahap pembentukan sulur skunder. Tahap pembentukan sulur primer terjadi sekitar minggu ke
10 sampai minggu ke 17 setelah fertilisasi, sedangkan tahap pembentukan sulur skunder
terjadi pada minggu ke 18 sampai minggu ke 25.

2. Apakah terdapat hubungan antara dermatoglifi dan penyakit keturunan?

Penyakit keturunan adalah suatu penyakit kelainan genetik yang diwariskan dari orangtua
kepada anaknya. Dermatoglifi dapat menentukan penyakit keturunan, karena pola sidik jari
digunakan untuk mengidentifikasi orang-orang dengan predisposisi genetik untuk mengetahui
penyakit tertentu. Sidik jari diturunkan secara genetik dan tidak dipengaruhi oleh lingkungan
eksternal.

3. Adakah pola kelainan yang tampak dari dermatoglifi?

Ada. Pada sejumlah gen yang ditemukan pada sindrom kelainan kromosom, ditemukan
adanya keabnormalan pada pola sidik jari atau dermatoglifinya. Kelainan sidik jari yang
dapat mempengaruhi dermatoglifi antara lain trisomi 13, 18 dan 21 (sindrom down), sindrom
turner, sindrom klinefelter dan sindrom cry-du-cat.

4. Jelaskan manfaat dari pengidentifikasian dermatoglifi?

Sidik jari dan telapak tangan berperanan penting sebagai identitas seseorang, karena setiap
orang memiliki sidik yang berbeda. Fungsi pada bidang kedokteran, yaitu dermatoglifi
digunakan sebagai alat bantu skrening suatu diagnosis penyakit, menentukan hubungan
keturunan, dan mengetahui kelainan kromosom. Untuk mengetahui bakat anak, bahkan di
bidang kriminal dan untuk identifikasi jika terjadi kecelakaan yang mana jika wajah korban
susah dikenali, maka bisa diliat dari sidik jari korban.