Anda di halaman 1dari 2

POLA PEWARISAN SIFAT PADA MANUSIA

SESI 1 : TUJUAN
1. Masalah : Tentukanlah apakah salah satu dari tiga anak adalah anak Tuan Johan, dan
bukan Tuan Amir?
2. Tujuan : Pada pembelajaran ini Saya dan kelompok Saya melakukan pengujian golongan
darah dan menentukan apa jenis golongan darah yang dimilki seseorang.
3. Manfaat : Penyelidikan ini perlu dilakukan untuk dapat mengetahui dan memahami pola
hukum pewarisan sifat pada manusia dengan menentukan golongan darah.

SESI 2 : PENYELIDIKAN
Langkah-Langkah Penyelidikan :
Alat dan bahan dalam penyelidikan:
1. 6 gelas objek
2. Tusuk gigi
3. Sampel darah tipe A,B,AB, dan O
4. Serum anti-A
5. Serum anti-B
6. Sampel darah dari Tn. Johan, Ny. Johan, dan sampel darah Tn. Amir, serta anak 1,2 dan 3.
Langkah kerja penyelidikan:
1. meletakkan sampel darah tipe A,B,AB, dan O ke kertas objek, kemudian menambahkan
serum anti-A, anti-B, dan anti-AB ke masing-masing sampel darah.
2. Mengamati ada tidaknya aglutinasi (penggumpalan darah) pada masing-masing sampel
darah.
3. Mengidentifikasi jenis golongan darah yang dimiliki oleh Tn. Johan, Ny. Johan, Tn. Amir,
dan ketiga anak.
4. Menentukan kemungkinan apakah anak-anak tersebut adalah anak dari Tn. Johan dengan
Ny. Johan atau anak dari Tn. Amir dengan Ny. Johan, dengan cara menyilangkan berdasarkan
konsep hukum pewarisan sifat pada manusia.
5. Memasukkan data kedalam tabel
Alasan penyelidikan dilakukan dengan cara-cara di atas :
1. Mengetahui golongan darah manusia dengan melihat ada tidaknya aglutinasi
(penggumpalan darah) saat ditetesi serum.
2. Membuktikan anak dari keturunan Tn. Johan dan Ny. Johan.
3. Membuat diagram persilangan.

SESI 3 : ARGUMENTASI

1. Claim : Saya berpendapat bahwa salah satu dari tiga anak adalah anak Tuan Johan yaitu
anak yang kedua.

2.Bukti Data:
Tabel 1. Golongan Darah Sampel
Ada tidaknya gumpalan setelah ditetesi
Sampel Darah serum ... Golongan Darah
Anti A Anti B Anti AB
Ny.Johan - - - O
Tn.Johan  -  A
Tn.Amir    AB
Anak 1 -   B
Anak 2 - - - O
Anak 3  -  A

Warrant : Saya setuju bahwa salah satu dari tiga anak adalah anak Tn. Johan yaitu anak
kedua, karena berdasarkan bukti data hasil pengamatan anak ke-1 pasti anak Tn. Amir karena
bergolongan darah B. Anak ke-2 pasti anak Tn. Johan karena bergolongan darah O.
Sedangkan anak ke-3 tidak dapat dipastikan anak Tuan siapa, karena pada persilangan antara
Ny. Johan dan Tn. Johan dengan persilangan antara Ny. Johan dan Tn. Amir sama-sama
memiliki kemungkinan keturunannya bergolongan darah A.

Homozigot Heterozigot
P: Tuan Johan >< Nyonya Johan P: Tuan Johan >< Nyonya Johan

IAIA IOIO IAIO IOIO


G: IA IO G: IA IO
IO
F: IAIO F: IAIO (Golongan darah A)
(Golongan darah A)
IOIO (Golongan darah O)

P: Tuan Amir >< Nyonya Johan Backing :

IAIB IOIO
G: IA IO
IB
F: IAIO (Golongan darah A)
IBIO (Golongan darah B)

Menurut apa yang terdapat di buku Campbell Jilid 1 (2008:294) yaitu dua alel untuk dua
karakter-karakter ercis yang dipelajari oleh mendel, sebagian besar gen terdapat dalam dua
bentuk alel atau lebih. Golongan darah ABO pada mausia, misalnya, ditetukan oleh tiga alel
pada satu gen tunggal “IA,IB dan i. Golongan darah seseorang (fenotipe) mungkin salah satu
dari empat tipe: A,B,AB/O. Huruf-huruf ini mengacu pada dua karbohidrat –A dan –B yang
bisa ditemukan di permukaan sel darah merah. Sel darah seseorang mungkin memiliki
karbohidrat A (golongan darah A), karbohidrat B ( golongan darah B), keduanya (golongan
darah AB) atau tidak keduanya (golongan darah O).