Anda di halaman 1dari 2

DERMATITIS KONTAK ALERGI

No. Dokumen : 120/B.SOP.RPU/III.3.AU/2018


No. Revisi : 00
SOP
TanggalTerbit : 20 September 2018
Halaman : 1/2
KLINIK PRATAMA
dr. Fitri Ratnawati
AKBID MUHAMMADIYAH
NIK. 011403
CIREBON
1.Pengertian Dermatitis kontak alergi adalah reaksi peradangan kulit imunologik karena reaksi
hipersensitivitas. Dermatitis kontak alergi terjadi dipengaruhi oleh adanya sensitisasi
allergen derajat pajanan dan luasnya penetrasi di kulit.
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk menentukan diagnosis dan
penatalaksanaan dermatitis kontak alergi.
3. Kebijakan Surat Keputusan Pimpinan Klinik Pratama Akbid Muhammadiyah Cirebon Nomor 033
Tahun 2018 tentang Kebijakan Pelayanan Klinis di Klinik Pratama Akbid
Muhammadiyah Cirebon
4. Referensi KMK Nomor 514 Tahun 2015
5. Alat dan Bahan 1. Tensimeter
2. Oksymeter
3. Termometer
4. Alat tulis
5. Rekam medis
6. Stetoskop
7. Penligt
6. Prosedur 1. Petugas melakukan anmanesis ( keluhan utama, riwayat penyakit sekarang, riwayat
penyakit dahulu, riwayat alergi dan riwayat penyakit keluarga.
2. Petugas melakukan pemeriksaan Vital Sign yang diperlukan.
3. Petugas melakukan pemeriksaan fisik yang diperlukan/yang sesuai
4. Jika ada indikasi dilakukan pemeriksaan penunjang
5. Petugas menegakkan diagnose dan atau differential diagnosis berdasarkan hasil
anamnesa, pemeriksaan vital sign, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang
(jika diperlukan)
6. Petugas memberikan terapi sesuai dengan diagnosis yang ditegakkan :
a. Topikal (2x sehari)
• Pelembab krim hidrofilik urea 10%.
• Kortikosteroid
• Desonidkrim 0.05% (catatan: bila tidak tersedia dapat digunakan
fluosinolonasetonid krim 0.025%).

1/1
• Pada kasus dengan manifestasi klinis likenifikasi dan hiperpigmentasi, dapat
diberikan golongan betametasonvalerat krim 0.1% atau
mometasonfuroatkrim 0.1%).
• Pada kasus infeksi sekunder, perlu dipertimbangkan pemberian antibiotic
topikal.
b. Oral sistemik
• Antihistamin:
- Chlorpheniramin maleat ( CTM ) 2-3 x 1 tablet/hari
- Hidroksisin (2 x 1 tablet) selama maksimal 2 minggu, atau
- Loratadine 1x10 mg/ hari selama maksimal 2 minggu.
7. Petugas memberikan edukasi kepada pasien dan atau keluarganya tentang :
a. Untuk menghindari bahan allergen di rumah saat mengerjakan pekerjaan rumah
tangga.
b. Menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan sepatu boot.
c. Memodifikasi lingkungan tempat bekerja.
8. Bila ada indikasi petugas memberikan rujukan ke pelayanan yang lebih tinggi
9. Petugas memberikan resep kepada pasien untuk diserahkan ke sub unit farmasi
10. Petugas mendokumentasikan semua hasil anamnesis, pemeriksaan, diagnosa, terapi
yang telah dilakukan dalam rekam medis pasien
11. Petugas menyerahkan rekam medis ke petugas rekam medis
7. Diagram Alir -
8. Hal-hal yang harus Ketepatan kajian tindakan/terapi yang akan di berikan
diperhatikan
9. Unit Terkait 1. Poli Umum
2. Farmasi
3. Laboratorium
10. Dokumentasi terkait 1. Rekam medis
2. Buku Register BP Umum

Rekaman historis perubahan

No Yang di rubah Isi perubahan Tgl. Mulai Diberlakukan

2/1