Anda di halaman 1dari 2

1.

Struktur Jaringan Pendukung pada Gigi


Jaringan periodontal terdiri dari gingiva dan jaringan periradikuler. Jaringan
periradikular terdiri dari sementum, yang menutupi akar gigi, prosesus alveolar
yang membentuk saluran tulang yang berisi akar gigi, dan ligament periodontal,
yang serabut kolagennya, tertanam di dalam sementum akar dan di dalam prosesus
alveolar, mengikatkan akar pada jaringan di sekelilingnya. Pada daerah ini terletak
jalan masuk dan keluar antara saluran akar dan jaringan disekitarnya dan muncul
reaksi patologik terhadap penyakit pulpa (Grossman, 1995).
A. GINGIVA
Gingiva disebut juga sebagai mukosa oral dan dibagi menjadi 3 tipe :

 Mukosa mastikasi : bagian yang menempel pada batasan bawah tulang dan
diselimuti parakeratin atau epitelium keratin. Contoh : gingiva yang
menutupi jaringan palatum durum. 


 Mukosa dasar : komposisi jaringan lunak dengan bagian yang tidak


menempel dengan struktur batasan bawah dan diselimuti oleh epitelium
keratin. Contoh : bibir, pipi, dasar mulut, permukaan inferior dari lidah,
palatum mole, uvula dan mukosa alveolar. 

 Mukosa special : mukosa ini menutupi dorsal lidah dan beradaptasi dengan
memiliki sensasi perasa 


B. LIGAMEN PERIODONTAL
Jaringan Interstisial
Jaringan interstisial adalah jaringan penghubung longgar yang mengelilingi
pembuluh darah dan limfatik, saraf, dan bundle serabut. Jaringan ini berisi
serabut kolagen, lepas dari ikatan serabut ligament periodontal. Perubahan di
dalam bundle serabut yang terus menerus. Ruang ini dalam ligament
periodontal, terisi dengan jaringan interstisial, pembuluh darah, pembuluh
limfa, dan saraf, disebut ruang interstisial (Grossman, 1995).
Sirkulasi dan Sistem Limfatik
Ligament sangat dipenuhi oleh pembuluh darah yang menyediakan bahan
gizi untuk aktivitas osteogenik, sementogenik, dan fibrogenik. Arteri alveolar
bercabang menjadi arteri gigi dan arteri interalveolar. Pada gigi-gigi belakang
juga bercabang menjadi arteri interadikular. Arteri gigi masuk ke dasar kripta
tulang ,dan sebelum menembus foramen apikal, bercabang menjadi arteriola
dan kapiler-kapiler untuk membentuk suatu anyaman (pleksus) yang mensuplai
daerah apikal ligamen periodontal (Grossman, 1995).
Arteri interalveolar bercabang dari arteri alveolar dari sebelah koronal
melintas tulang kanselus dinding lateral kripta tulang; cabang-cabang
lateralnya, disebut arteri perforating, masuk melalui plat kribriform ke dalam
ligamen periodontal lateral. Ateri menjadi arteriola dan kapiler-kapiler
membentuk anyaman yang subur. Pleksus arterial gigi dan interal veolar lebih
mencolok pada sisi tulang ligamen karena aktifitas mengubah bentuk tulang
yang konstan. Arteri interal veolar keluar melalui krista presassus alveolar dan
membentuk cabang-cabang gingival. Cabang-cabang gingival ini mensuplai
gingiva dan bagian koronal ligamen peridonta(lGrossman, 1995).
Gigi-gigi posterior juga mempunyai arteri interadikular yang melintas
tulang kanselus sementum interadikular. Arteri-arteri ini membentuk cabang
yang mensuplai ligamen periodontal pada furkasi akar(Grossman, 1995).
Vena intrdental, vena interadikular dan vena gigi mengalir ke dalam vena
alveolar. Juga dijumpai anyaman pembuluh limfatik yang mengikuti drainase
vena ke dalam saluran limfe alveolar(Grossman, 1995).
Pembuluh darah ligamen periodontal memberikan dua fungsi penting:
fungsi nutritif bagi sel-sel ligamen periodontal; dan fungsi protektif.
Anasmotisis arteri-vena dan struktur menyerupai gromeruli antara arteri dan
vena dijumpai pada vaskulatur peridontal dan mengatur tekanan darah dan
tekanan jaringan; disamping itu memberikan mekanisme hidrolik untuk
menyokong gigi waktu berfungs(iGrossman, 1995).
Inervasi
Saraf alveolar yang dimulai pada saraf trigeminal, menginervasi ligamen
peridontal dan dibagi dalam saraf peridontal mendaki (ascending) atau saraf
gigi, saraf interalveola dan saraf intraradikular. Saraf ligamen periodontal,
seperti pada jaringan konektif lainnya, mengikuti distribusi arteri. Cabang–
cabang alveolar menginervasi daerah apikal, cabang interalveolar menginervasi
ligamen peridontal lateral, dan cabang- cabang saraf interadikular
menginervasi ligamen periodontal furkasi gigi posterior (Grossman, 1995).
Saraf berakhir sebagai serabut dengan diameter kecil atau besar. Serabut
berdiameter kecil, baik yang bermielin atapun yang tidak bermielin, berakhir
sebagai ujung bebas pada ruang interstisial dan berhubungan dengan rasa sakit.
Serabut berdiameter besar bermielin, berakhir sebagai ujung khusus berupa
tombol atau kumparan dekat serabut utama ligamen peridontal, dan merupakan
mekanoseptor yang berhubungan dengan sentuhan, tekanan dan propriosepsi
(Grossman, 1995).