Anda di halaman 1dari 4

MENGENAL KONVERSI DATA ADC

Rosaldi Pratama* (140310170014), Julian Akmal S. (140310170012)


Program Studi Fisika FMIPA Universitas Padjadjaran
Sesi 1 : Pukul 09.30-14.30 WIB
Selasa, 22 Oktober 2019

Asisten: Adiyana Putri

Abstrak

Dalam percobaan ini yaitu tentang mengenal konversi data ADC, yang bertujuan untuk mengenal
dan memahami proses akuisisi data menggunakan ADC yang diinterfacekan ke PC dan
karakterisasinya. Akuisisi data merupakan sistem yang digunakan untuk mengambil,
mengumpulkan, dan menyiapkan data yang sedang berjalan,. Proses akuisisi ini
menggunakan ADC, kemudian diinterface-kan ke PC maka sinyal analaog yang telah di
konversi akan ditampikan pada layar monitor beserta datanya. Percobaan dilakukan
degan mengukur tegangan dan frekuensi pada multimeter dan monitor, dengan keadaan
tegangan dibuat tetap nilainya, kemudian frekuensinya dibuat tetap nilainya pada
multimeter. Didapatkan hasil bahwa nilai tegangan dan frekuensi pada monitor hampir
sama, hanya berbeda resolusiya saja. Ditunjukkan juga oleh grafik yang terbentuk saling
berbanding lurus dengan koefisien korelasi mendekati 1 atau sama dengan 1. ADC ang
digunakan memiliki rentang maksimum tegangan 5 volt dan rentang frekuensi maksimum
2800 Hz
Kata kunci: ADC, konversi, sinyal analog, sinyal digital

I. Pendahuluan proses pertama ke dalam kelompok-kelompok data.


Kuantisasi, dalam matematika dan pemrosesan
Akuisisi data merupakan sistem yang digunakan sinyal digital, adalah proses pemetaan nilai input
untuk mengambil, mengumpulkan, dan menyiapkan seperti pembulatan nilai.
data yang sedang berjalan,. Proses akuisisi ini
menggunakan ADC, kemudia diinterface-kan ke PC
maka sinyal analaog yang telah di konversi akan
ditampikan pada layar monitor beserta datanya[1].
ADC atau Analog to Digital Converter adalah suatu
perangkat elektronika yang mengubah suatu
data yang *kontinu terhadap waktu (analog) menjadi
suatu data yang **diskrit terhadap waktu (digital).
Proses dalam ADC adalah sebagai berikut : Gambar 2. Proses Pen-kuantisasi-an dalam ADC.
1. Pen-cuplik-an adalah proses mengambil suatu
nilai pasti (diskrit) dalam suatu data kontinu dalam Semakin banyak kelompok-kelompok dalam proses
satu titik waktu tertentu dengan periode yang tetap. kuantisasi, berarti semakin kecil selisih data diskrit
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada ilustrasi yang didapatkan dari data analog, maka semakin
gambar berikut: teliti ADC tersebut memproses suatu data analog
menjadi data digital.
3. Peng-kode-an adalah meng-kode-kan data hasil
kuantisasi ke dalam bentuk digital (0/1) atau dalam
suatu nilai biner.

Gambar 1. Proses Pen-cuplik-an dalam ADC.

Semakin besar frekuensi pen-cuplik-an, berarti


semakin banyak data diskrit yang didapatkan, maka
semakin cepat ADC tersebut memproses suatu data
analog menjadi data digital.
2. Peng-kuantisasi-an adalah proses Gambar 3. Proses Peng-kode-an dalam ADC: X1 =
pengelompokan data diskrit yang didapatkan pada 11, X2 = 11, X3 = 10, X4 = 01, X5 = 01, X6 = 10.
Secara matematis, proses ADC dapat dinyatakan
dalam persamaan: Dalam percobaan ini dilakukan percobaan
dengan awalnya menghubungkan setiap rangkaian
Data_ADC = (Vin/Vref) x Maksimal_Data pada box rangkaian dengan menggunakan kabel.
Pada panel ADC dihubungkan ke BIP, kemudian
Dengan Vref adalah jenjang tiap kelompok dalam generator sinyal dihubungkan ke INT dan
diparalelkan ke IN (F to V) dan IN (AC to DC) dan
proses kuantisasi, kemudian Maksimal_Data
meter B. Kemudian dari out (AC to DC)
berkaitan proses ke-3 (peng-kode-an). Sedangkan
diparalellkan ke meter Adan ke 1. Set meter A pada
proses ke-1 adalah seberapa cepat data ADC
DCV 20 dan meter B 10 Mhz, lalu hidupkan power
dihasilkan dalam satu kali proses[2].
Aliasing merupakan kesalahan dalam proses ADC. Kemudian mengukur tegangan dan frekuensi
pencuplikan sinyal analog untuk dijadikan sinyal pada multimeter dan monitor dengan menetapkan
nilai tegangan multimeter dan kemudian menetapkan
digital, untuk meminimalisir aliasing ini harus
nilai frekunsi pada multimeter.
dipenuhi suautu syarat yaitu disebut sebagai syarat
Nyquist, yang mana syaratnya adalah bahwa
frekuensi cuplik minimal harus 2 kali lipat dari III. Hasil dan Pembahasan
frekuensi maksimum yang dimiliki sinyal yang
bersangkutan[3]. 3.1 Data Hasil Percobaan

II. Metode Penelitian Tabel 3.1 Data Hasil Percobaan Frekuensi Tetap

2.1 Alat dan Bahan


Alat percobaan yang digunakan yaitu box
rangkaian percobaan yang berfungsi sebagai allat
utama percobaan.

Tabel 3.2 Data Hasil Percobaan Tegangan Tetap


Gambar 2.1 Rangkaian alat percobaan

2.2 Prosedur

Gambar 2.2 Prosedur Percobaan Konversi ADC


Gambar 3.1 Grafik Hubungan Tegangan multimeter Gambar 3.5 Grafik Hubungan Tegangan multimeter
terhadap Tegangan monitor terhadap Tegangan monitor

Gambar 3.2 Grafik Hubungan Tegangan multimeter Gambar 3.6 Grafik Hubungan Tegangan multimeter
terhadap Tegangan monitor terhadap Tegangan monitor

Gambar 3.3 Grafik Hubungan Tegangan multimeter Gambar 3.7 Grafik Hubungan Frekuensi multimeter
terhadap Tegangan monitor terhadap Frekensi monitor

Gambar 3.3 Grafik Hubungan Tegangan multimeter Gambar 3.8 Grafik Hubungan Frekuensi multimeter
terhadap Tegangan monitor terhadap Frekensi monitor

Gambar 3.9 Grafik Hubungan Frekuensi multimeter


terhadap Frekensi monitor
IV. Kesimpulan
Dari percobaan yang telah dilakukan, dapat
simpulkan yaitu :
Akuisisi data merupakan sistem yang digunakan
untuk mengambil, mengumpulkan, dan menyiapkan
data yang sedang berjalan,. Proses akuisisi ini
menggunakan ADC, kemudia diinterface-kan ke PC
maka sinyal analaog yang telah di konversi akan
ditampikan pada layar monitor beserta datanya.
Gambar 3.10 Grafik Hubungan Frekuensi multimeter Hubungan pada grafik yang diperoleh, yakni saling
terhadap Frekensi monitor berbanding lurus, baik anatra tegangan monitor
dengan mulltimeter maupun frekunsi monitor dengan
multimeter.

Daftar Pustaka
[1] Depok Instrumen.2001.ADC (Analog to Digital
Converter). “depokinstrumen.com”. (diakses pada
21 Oktober 2019)
[2] Telkom University. ADC (Analog to Digital
Converter).“an.bersanti.staff.telkomuniversity.ac.id”
Gambar 3.11 Grafik Hubungan Frekuensi multimeter
terhadap Frekensi monitor (diakses pada 21 Oktober 2019)
[3] Zonaelektro.net.2014. ADC (Analog to Digital
Coverter). Zonaelektro.net/adc-analog-to-diital-
3.2 Analisa converter/. (diakses pada 21 Oktober 2019)
Pada praktikum kali ini, yakni konversi data
analog to digital converter atau AC. Dengan
menginputkan nilai analog pada toggle maka akan
terbaca nilai tegangan dan frekuensi inputan.
Tegangan dan frekuensi dapat dilihat pada
multimeter serta pada layar monitor. Percobaan
dilakukan dengan pertama kali menghubungkan box
rangkaian yang ada ke rangkaian ADC dan F to V,
kemudia dilakukan pengukuran teggangan dan
frekuensi pada saat keadaan dimana tegangan dibuat
tetap dan kemudian frekuensinya yang dibuat tetap
pada multimeter. Variasi tegangan yang digunakan
adah dari 0-5 volt, sedangkan variasi frekuensinya
dari 500-2800 Hz. Pada percobaan, nilai tegangan
dan frekuensi yang terbaca pada multimeter dan layar
monitor hampir sama, namun berbeda desimalnya
saja. Hal ini dikarenakan, karena ADC resolusinya
bergantung pada jumlah bit. Sehingga pada layar
monitor terbaca 3 digit dibelakang koma dan pada
multimeter hanya terbaca 2 digit dibelakang koma
saja. Untuk grafik yang diperoleh telah sesuai, yakni
pada grafik yang terbentuk baik pada tegangan
monitor terhadap multimeter, maupun frekuensi
monitor terhadap multimeter menunjukkan
karakteristik yang berbanding lurus atau membentuk
garis lurus, ditunjukkan juga dengan nilai koefisien
korelasi yang mendekati 1 atau sama dengan 1. Pada
pembacaannya ADC yan digunakan hanya memiliki
rentang maksimum tegangan sampai 5 volt dan
rentang maksmimum frekuensi sampai 2800 Hz, ini
ditandai dengan pada saat mencapai nilai pembacaan
tersebut, nilainya tidak fluktuatif atau berubah-ubah
lagi.