Anda di halaman 1dari 4

EFEK FARADAY : MENENTUKAN KONSTANTA VERDET

Rosaldi Pratama* (140310170014), Julian Akmal S. (140310170012)


Program Studi Fisika FMIPA Universitas Padjadjaran
Sesi 1 : Pukul 09.30-14.30 WIB
Selasa, 8 Oktober 2019

Asisten: Daffa Nabilah

Abstrak

Dalam percobaan ini yaitu tentang efek faraday (menentukan konstanta verdet) yang bertujuan
untuk mengamati rotasi bidang polarisasi cahaya monokromatik ketika memlauli media kaca flinta
dalam medan magnet dan menentukan konstanta verdet dan ketergantungan terhadap panjang
gelombangnya. Efek Faraday merupakan suatu peristiwa yang terjadi apabila suatu bahan optik
aktif (kaca flinta) ditempatkan pada suatu medan magnet kuat kemudian ditransmisikan cahaya
pada arah medan tersebut sehingga arah polarisasinya diputar dengan sudut β. Pada kumparan
timbul medan magnet setelah dialiri arus listrik sesuai dengan hokum biot-savart, dimana semakin
besar arus listrik yang dialirkan pada kumparan, maka medan listriknya pun semakin besar. Sudut
rotasi β bidang polarisasi sebanding dengan medan magnet dan panjang medium yang dilalui
cahaya. Namun, pada filter warna kuning dan biru menunjukkan sebaliknya. Kesalahan dalam
percobaan ini rata-rata cenderung besar karena tidak acuan dalam menentukan intensitas minimum
dan maksmimum pada saat polarisator dan analisator digerakkan.
Kata kunci: zat optik aktif, medan magnet, polarisasi, sudut rotasi, konstanta verdet..

I. Pendahuluan kanan jika cahaya yang melalui suatu bahan


mengalami perputaran bidang polarisasi searah jarum
Efek Faraday atau biasa juga disebut dengan jam. [1]
Rotasi Faraday merupakan peristiwa aktivitas optis, Zat optik aktif memiliki atom pusat
yaitu terputarnya bidang polarisasi cahaya dalam asimetris yang disebut dnegan molekul kiral.
pengaruh bidang magnet luar. Aktivitas optik ini Molekul kiral adalah molekul yang mempunyai
mempunyai ketergantungan pada berbagai parameter bayangan cermin tidak superimposabel (tidak dapat
seperti panjang gelombang cahaya yang melewati bertumpukan). Berikut contoh kiralitas dari suatu
bahan, suhu bahan, struktur molekul, cacah molekul senyawa :
yang dilewati cahaya, pelarut dan konsentrasi COOH COOH
larutan. Efek Faraday penting untuk dipelajari karena
banyak penelitian yang berkaitan dengan Efek H C R R C H
Faraday ini seperti penentuan karakteristik senyawa
karbon, isolator optik dan lain sebagainya. Media NH2 NH2
kaca flinta dalam medan magnet serta dapa
menentukan konstanta verdet dan ketergantungannya Cahaya mengalami sifat-sifat khusus dalam
terhadap anjang gelombang. proses perambatannya antara lain interferensi,
Polarisasi adalah suatu peristiwa perubahan arah difraksi, dispersi, absorbsi, hamburan, dan polarisasi.
getar gelombang pada cahaya yang acak menjadi satu Selain itu cahaya juga mengalami efek-efek
arah getar. Gejala polarisasi hanya dapat dialami oleh elektromagnetik apabila dilewatkan dalam medan
gelombang transversal saja, sedangkan gelombang magnet dan medan listrik seperti efek magneto-
longitudinal tidak mengalami gejala polarisasi. Ada optik.[2]
beberapa penyebab terjadinya polarisasi diantaranya Efek magneto-optik (magneto-optic effect) yaitu
yaitu, polarisasi karena pemantulan, polarisasi karena perilaku cahaya yang melewati suatu bahan
pemantulan dan pembiasan, polarisasi karena bias dipengaruhi oleh adanya medan magnet kuat. Efek
kembar (pembiasan ganda), polarisasi karena magneto- optik pertama kali dipelajari oleh Michael
absorbs, polarisasi karena hamburan, dan pemutaran Faraday pada tahun 1845 yang menunjukan bahwa
bidang polarisasi. [1] ketika cahaya terpolarisasi melewati sepotong kaca
Bahan dikatakan memiliki sifat optik aktif yang diletakkan dalam medan magnet, bidang
apabila cahaya yang melewati suatu bahan akan polarisasi cahaya yang diteruskan berputar. Efek ini
mengalami perputaran bidang getar. Bila cahaya dikenal dengan Efek Faraday. Efek Faraday
terpolarisasi linier jatuh pada bahan optik aktif maka merupakan suatu peristiwa yang terjadi apabila suatu
cahaya yang keluar bahan akan tetap terpolarisasi bahan optik aktif ditempatkan pada suatu medan
linier, arah bidang getar berputar terhadap arah magnet kuat kemudian ditransmisikan cahaya pada
bidang getar semula. Ada dua macam optik aktif, arah medan tersebut sehingga arah polarisasinya
yaitu optik aktif kanan dan optik aktif kiri. Optik aktif diputar dengan sudut β. Sudut rotasi sebanding
dengan medan magnet B dan panjang d dari medium
yang dilalui dimana cahaya ditransmisikan. Efek
Faraday yang terjadi pada zat cair dan gas sama
seperti yang terjadi pada zat padat. Hubungan antara
sudut polarisasi rotasi dan medan magnet dalam
bahan diamagnetik adalah:

β=BVd (1)

Keterangan :
β : sudut rotasi (0)
B : Densitas fluks magnetik ke arah propagasi (T) Gambar 2.1 Rangkaian alat percobaan
d : panjang medium (m)
V : Konstanta Verdet 2.2 Prosedur

Gambar 1. Peristiwa polarisasi Efek Faraday


(Mancuso S. dan Spangler S. R, 2000)

Konstanta Verdet merupakan konstanta optik


yang menyatakan kekuatan dari efek Faraday untuk
material khusus yang bervariasi untuk masing-
masing bahan dan berubah-ubah dengan panjang
gelombang cahaya λ. Pada efek Faraday, medan
magnet mengubah simetri pembiasan cahaya sebelah
kanan dan kiri lingkaran polarisasi cahaya.
Hubungan antara konstanta Verdet dan panjang
gelombang bergantung sifat kritis bahan.[3]
Dari persamaan (1) di atas, maka dapat
ditentukan konstanta verdet sebagai berikut :

(2)

II. Metode Penelitian

2.1 Alat dan Bahan


Alat percobaan yang digunakan yaitu kaca flinta
segi empat/kotak dengan holder sebagai zat optik
aktif, dua coil dengan 250 lilitan sebagai sumber
medan magnet, lampu halogen 12 V/90 sebagai
sumber cahaya, filter monokromatis (kuning, biru-
hijau, biru-violet, violet) sebagai filter untuk menjadi Gambar 2.2 Prosedur Percobaan Efek Faraday
cahaya monokromatis, 1 lensa f = 50 sebagai
pemfokus cahaya, dua filter polarisasi untuk Ada dua prosedur yang dilakukan dalam
memfilter efek polarisasi/cahaya terpolarisasi, layar praktikum ini, yaitu mengkalibrasi medan magnet
untuk menangkap bayangan cahaya, multimeter dan mengamati rotasi bidang polarisasi.
digital-analog METRAHit 245 untuk mengukur Pada pengkalibrasian medan magnet, susunan
besaran-besaran listrik, seperti arus, tegangan, dan peralatan Efek Faraday dipasang tanpa menggunakan
resistansi. Instrumen fisika pengukur universal kaca flinta, namun di tengah-tengah kumparan
sebagai alat ukur besaran fisis yang terdapat dalam dipasang sensor yang disambungkan ke Teslameter
percobaan, monile-cassy sebagai instrumen alat ukur, utnuk mengetahui besar medan magnet pada area
combi B-Sensor S sebagai pengukur kerapaan fluks tersebut. Adapun keberadaan medan magnet tersebut
magnetic tangensial dan kabel penghubung untuk karena kumparan dialiri oleh arus listrik. Ketika
menghubungkan rangkaian. dialiri arus listrik maka akan timbul medan magnet,
dimana besar medan magnet tersebut dapat dilihat di
tesla meter.
Prosedur selanjutnya yaitu, mengamati rotasi
bidang polarisasi sebagia fungsi dari medan magnet
B. Pada percobaan ini, praktikan memasang kaca
flinta sebagia zat optik aktif di tengah-atas kumparan.
Adapun filter monokromatis yang digunakan terdiri
dari tiga jenis yaitu filter warna merah, kuning, dan
biru. Pada percobaan ini praktikan melihat
bagaimana pengaruh medan magnet terhadap sudut
rotasi bidang polarisasi sehingga perlu dilakukan
pengaturan medan magnet, dimana pengaturan
medan magnet ini yaitu dengan mengatur arus yang
diberikan pada kumparan seperti yang telah
dikalibrasikan pada prosedur pertama. Pada
percobaan ini polarisator dan analisator diatur Gambar 3.1 Grafik Hubungan Medan Magnet terhadap
posisinya, dimana analisator ditempatkan pada posisi Arus
00, begitupun pada polarisator. Namun, polarisator
ini kemudian diputar hingga diperoleh intensitas
minimum pada layar kemudian dicatat posisi dari
polarisator tersebut. Kemudian, teslameter dimatikan
dan kabel ditukar, selanjutnya analisator diputar
sampai diperoleh intensitas minimum, kemudian
teslameter dimatikan kembali dan analisator diputar
kembali hingga diperoleh intensitas maksimum pada
layar serta dicatat posisi dari analisator tersebut.
Kedua prosedur ini dilakukan 10 kali, yaitu dari
arus litrik berskala 0.5 A hingga 5 A dengan
perubahan kenaikan kelipatan 0.5. Gambar 3.2 Grafik Hubungan Sudut Rotasi terhadap
Medan Magnet Filter Merah

III. Hasil dan Pembahasan


3.1 Data Hasil Percobaan

Tabel 3.1 Data Hasil Percobaan Kalibrasi Medan Magnet

Gambar 3.3 Grafik Hubungan Sudut Rotasi terhadap


Medan Magnet Filter Kuning

Tabel 3.2 Data Hasill Percobaan Filter Warna Merah

Tabel 3.3 Data Hasill Percobaan Filter Warna Kuning

Gambar 3.4 Grafik Hubungan Sudut Rotasi terhadap


Medan Magnet Filter Biru

Tabel 3.4 Data Hasill Percobaan Filter Warna Biru Pengolahan Data
Untuk Filter warna merah dengan I = 0,54 A dan B =
0,0003 T
1. Menghitng β degree
𝛽𝑑𝑒𝑔 = |𝜃𝑚𝑎𝑥 − 𝜃𝑚𝑖𝑛|
𝛽𝑑𝑒𝑔 = |135 − 90|
𝛽𝑑𝑒𝑔 = 45°
2. Menghitung β rad
𝛽𝑑𝑒𝑔. 𝜋 yang dihasilkan untuk setiap filternya. Dari hasil
𝛽𝑟𝑎𝑑 = percobaan didapatkan nilai sudut minimum dan sudut
180°
45°. 𝜋 maksimum yang menghasilkan sudut rotasinya dan
𝛽𝑟𝑎𝑑 = diperoleh dari perhitungan konstanta verdetnya.
180°
𝛽𝑟𝑎𝑑 = 0,785 𝑟𝑎𝑑 Untuk filter merah nilai V terbaiknya adalah
3. Menghitung V hit (Konstanta Verdet) 15000000 º/Tm dengan KSR 45 %, untuk filter
𝛽𝑟𝑎𝑑 kuning nilai V terbaiknya adalaha 19047619,05 º/Tm
𝑉ℎ𝑖𝑡 = dengan KSR 12 %. Sedangkan filter biru nilai V
𝐵. 𝑑
0,785 terbaiknya adalah 21428571,21 º/Tm dengan KSR 18
𝑉ℎ𝑖𝑡 =
0,0003. (0,01) %. Nilai kesalahan pada percobaan rata-rata
𝑉ℎ𝑖𝑡 = 15000000°/𝑇𝑚 cenderung besar, hal ini disebabkan tidak adanya
4. Menghitung Vlit acuan pasti dalam penentuan intensitas minimum dan
𝑒. 1,8 × 10−14 2 maksimum dalam percobaan ini saat polarisator dan
𝑉𝑙𝑖𝑡 = 𝑚 analisator di gerakkan.
2𝑚𝑐 2 . 𝜆2
𝑉𝑙𝑖𝑡 = 2750000°/𝑇𝑚
5. Menghitung KSR
𝑉ℎ𝑖𝑡 − 𝑉𝑙𝑖𝑡 IV. Kesimpulan
𝐾𝑆𝑅 = | | 𝑥100 % t
𝑉𝑙𝑖𝑡 Dari percobaan yang telah dilakukan, dapat
15000000 − 275000
𝐾𝑆𝑅 = | | 𝑥100 % simpulkan beberapa hal yaitu :
2750000 1. Ketika cahaya yang terpolarisasi melewati zat
KSR = 45,4%.
optik aktif dalam hal ini adalah kaca flinta yang
berada pada medan magnet, maka cahaya tersebut
3.2 Analisa
akan berotasi sebesar β yang berhubungan
Pada praktikum ini dilakukan pengukuran untuk
berbanding lurus dengan medan magnet yang
mengetahui pengaruh dari medan magnet terhadap
diberikan, panjang dari zat optic aktifnya dan juga
cahaya yang terpolarisasi. Pada percobaan pertama
sebuah konstanta yaitu konstanta verdetnya.
dilakukan kalibrasi medan magnet, pada kumparan
2. Dari hasil percobaan didapatkan bahwa hubungan
timbul medan magnet setelah dialiri arus listrik. Hal
antara konstanta verdet dengan panjang gelombang
ini dapat terjadi karena sumber dari magnet adalah
cahaya adalah saling berbanding terbalik pada Vhit
arus listrik atau dalam persamaan ditulis sebagai
dan saling berbanding lurus pada Vlit dengan rincian
B=μ0I. Semakin besar arus listrik yang dialirkan pada
datanya adalah sebagai berikut :
kumparan maka medan magnet yang hasilkan pun
Filter Panjang Vhit Vlit
semakin besar. Artinya, medan magnet berbanding
Gelombang
lurus dengan arus listrik atau linier. Hubungan linier
Merah 750 nm 77343437,19 27500000
antara arus listrik dan medan magnet ini dapat dilihat
pula pada grafik hubungan medan magnet terhadap
Kuning 595 nm 88831690,88 21816666
arus listrik, dimana kurvanya berbentuk linier dengan
Persamaan garis inilah yang digunakan untuk
Biru 495 nm 96351848,86 18150000
kalibrasi medan magnet pada percobaan selanjutnya
karena pada percobaan kedua, data yang akan
didapatkan hanyalah arus listrik sehingga perlu
dilakukan kalibrasi medan magnet pada setiap nilai
arus. Kumparan menghasilkan medan magnet ketika Daftar Pustaka
dialiri arus listrik.
Pada percobaan kedua, yaitu mengamati rotasi [1] Sugiyarni, Anik. 2010. Penentuan Konsentrasi
bidang polarisasi. Zat optik aktif yang digunakan Glukosa dalam Gula Pasir Menggunakan
pada percobaan ini yaitu kaca flinta, dimana kaca Metode Efek Faraday.
flinta ini memiliki molekul asimetris atau kiral www.perpustakaan.uns.ac.id (Diakses pada 12
sehingga dia memiliki sudut putar yang akan berputar Oktober 2019)
ketika diberikan atau dilewati sinar. Berdasarkan data [2] LD Diadatic Gmblt. Determaining Verdet’s
yang didapatkan pada filter warna merah hubungan Constant for Glass as a function of the
antara besarnya sudut rotasi dengan medan magnet wavelength. Federal Republic of Germany
saling berbanding lurus, sedangkan pada filter warna Technical Alterations Reserved (Diakses pada
kuning dan biru saling berbanding terbalik. Jika 12 Oktober 2019)
mengacu pada persamaan hubungan antara sudut [3] Spears, Thomas G. 2003. The Verdet Constant
rotasi dengan medan magnet menggunakan efek of Light Flint Glass. Physics Departement, The
faraday haruslah saling berbanding lurus, artinya College of wooster, Wooster, Ohio. Physics.
hanya filter warna merah yang memenuhi efek Wooster.edu/JrIs/Files/Spears.pdf (Diakses
faraday sedangkan filter yang lainnya tidak pada 12 Oktober 2019)
memenuhi. Hal ini kemungkinan disebabkan karena
semakin kecil panjang gelombangya, semakin sulit
untuk diamati dan diukur sudut rotasinya. Hubungan-
huungan ini sebeanrnya dapat terlihat pada grafk