Anda di halaman 1dari 9

Lampiran I

LAPORAN KEGIATAN PROMOSI KESEHATAN ARTHRITIS GOUT


PUSKESMAS ULEE KARENG
1. Latar Belakang
Penyakit gout adalah suatu penyakit yang di tandai suatu serangan mendadak dan
berulang dari arthritis dan terasa sangat nyeri karena adanya endapan kristal
monosodium urat, yang terkumpul di dalam sendi sebagai akibat dari tingginya kadar
asam urat di dalam darah (hiperurisemia). Gout pun penyakit dimana terjadi
penumpukan asam urat dalam tubuh secara berlebihan, baik akibat produksi yang
meningkat, pembuangannya melalui ginjal yang menurun, atau akibat peningkatan
asupan makanan kaya purin. Gout terjadi ketika cairan tubuh sangat jenuh akan asam
urat karena kadarnya yang tinggi. Gout ditandai dengan serangan berulang dari arthritis
(peradangan sendi) yang akut, kadang-kadang disertai pembentukan kristal natrium urat
besar yang dinamakan tophus, deformitas (kerusakan) sendi secara kronis, dan cedera
pada ginjal.

Gout dibagi menjadi bentuk primer dan sekunder. Gout primer adalah kasus gout
di mana penyebabnya tidak diketahui atau akibat kelainan proses metabolisme dalam
tubuh yang terjadi pada pria dan wanita pascamenopause (10:1) dengan prevalensi di
inggris sebesar 3/1000. Hiperurisemia yang terjadi bersifat familial dan riwayat gout di
keluarga di temukan 30% kasus. Gout sekunder adalah kasus di mana penyebabnya dapat
diketahui. Gout sangat terkait dengan obesitas, hipertensi, hiperlipidemia, dan diabetes
mellitus.

Beberapa jenis makanan dan minuman yang diketahui bisa meningkatkan kadar
asam urat adalah alkohol, ikan hearing, telur, dan jeroan, dan jeroan merupakan sumber
senyawa sangat potensial.

1
2. Tempat Waktu Kegiatan dan Peserta
Kegiatan penyuluhan Gout Arthritis dilakukan pada:

Hari/Tanggal : Jumat, 05 Desember 2015

Waktu : 08.30 WIB

Tempat : Puskesmas Ulee Kareng

Topik : Gout Arthritis (Penyakit Asam Urat)

Peserta : Warga Desa yang berobat puskesmas Ulee Kareng

3. Metode Penyuluhan
Metode kegiatan penyuluhan dibagidalam 3 tahap yaitu:

a) Tahap pengenalan dan penggalian pengetahuan peserta

Setelah memberi salam dan perkenalan pemateri terlebih dahulu menyampaikan


maksud dan tujuan diberikan penyuluhan sebelum materi disampaikan.

b) Penyampaian Materi

Materi disampaikan dengan menggunakan alat bantu penyajian berupa leaflet.

c) Penutup

Penyaji memberikan kesempatan peserta untuk bertanya.

4. Materi Penyuluhan

A. Apa itu Penyakit Gout Arthritis

Gout adalah penyakit di mana terjadi penumpukan asam urat dalam tubuh secara
berlebihan, baik akibat produksi yang meningkat, pembuangannya melalui ginjal yang
menurun, maupun akibat tingginya asupan makanan kaya purin. Gout disebabkan kondisi
cairan tubuh sangat jenuh akan asam urat berkadar tinggi. Gout ditandai dengan serangan

2
berulang dari arthritis (peradangan sendi) yang akut, kadang-kadang disertai
pembentukan kristal natrium urat besar yang dinamakan tophus, deformitas (kerusakan)
sendi secara kronis, dan cedera pada ginjal.

B. Penyebab

Penyebab timbulnya gejala artritis akut adalah reaksi inflamasi jaringan terhadap
pembentukan kristal monosium urat monohidrat atau akibat supersaturnasi asam urat
didalam cairan ekstraseluler. Sehingga dari penyebabnya, penyakit ini digolongan sebagai
kelainan metabolik. Asam urat merupakan produk akhir dari metabolik purin. Penyakit
asam urat ditandai dengan serangan mendadak dan berulang yang terasa sangat nyeri.
Penyakit ini umumnya menyerang pria dari pada perempuan. Hal ini dikarenakan
perempuan memiliki hormon estrogen yang ikut membantu pembuangan asam urat
melalui urin.

Kelainan ini berhubungan dengan gangguan kinetik asam urat yaitu


hiperurisemia. Hiperurisemia pada penyakit ini terjadi karena :

1. Pembentukan asam urat yang berlebihan.


a. Gout primer metabolik, disebabkan sintesis langsung yang bertambah.
b. Gout sekunder metabolik, disebabkan oleh pembentukan asam urat yang
berlebihan karena penyakit lain seperti leukemia, terutama bila diobati
dengan sitostatika, psoriasis,polisitemia vera, dan mielofibrosis.
2. Kurangnya pengeluaran asam urat melalui ginjal.
a. Gout primer renal, terjadi karena gangguan ekskresi asam urat di tubuli
distal ginjal yang sehat.
b. Gout sekunder renal, disebabkan oleh kerusakan ginjal, misalnya gagal
ginjal kronik.
3. Perombakan dalam usus yang berkurang, namun secara klinis hal ini tidak begitu
penting.

3
C. MANIFESTASI KLINIS

Secara klinis, gout ditandai dengan timbulnya arthritis, tofi, dan batu ginjal yang
disebabkan karena terbentuk dan mengendapnya kristal monosodium urat. Pengendapan
dipengaruhi oleh suhu dan tekanan. Oleh karena itu, sering terbentuk tofi. Tofi seringkali
terbentuk pada daerah telinga, siku, lutut, dorsum pedis, dekat tendo Achilles pada
metatasofalangeal digiti I, dan sebagainya. Serangan seringkali terjadi pada malam hari.
Biasanya sehari sebelumnya, pasien masih tampak sehat tanpa keluhan apapun. Tiba-tiba
pada tengah malam terbangun oleh rasa sakit yang sangat hebat.

Daerah khas yang paling sering mendapat serangan adalah pangkal ibu jari kaki
sebelah dalam, disebut podagra. Bagian ini tampak membengkak, kemerahan, dan nyeri
sekali bila disentuh. Rasa nyeri berlangsung beberapa hari sampai satu minggu namun
kemudian menghilang. Kejadian itu dilukiskan oleh Sysenham sebagai “ sembuh
beberapa hari sampai beberapa minggu bia tidak diobati, rekuren yang multiple, interval
antar serangan singkat dan dapat mengenai beberapa sendi”. Sedangkan tofi itu sendiri
tidak sakit tapi dapat merusak tulang. Sendi lutut sendiri juga merupakan predileksi
kedua untuk serangan ini.

D. DIAGNOSIS

Penetapan diagnosis gout

Subkomite The American Rheumatism Association menetapkan bahwa kriteria


diagnostik untuk gout adalah :

A. Adanya kristal urat yang khas dalam cairan sendi.


B. Tofi terbukti mengandung kristal urat berdasarkan pemeriksaan kimiawi dan
mikroskopik dengan sinar terpolarisasi.

C. Diagnosis lain seperti :

a. Lebih dari sekali mengalami serangan arthritis akut

b. Terjadi peradangan secara maksimal dalam satu hari

4
c. Oligoarthritis (jumlah sendi meradang kurang dari 4)

d. Kemerahan di sekitar sendi yang meradang

e. Sendi metatarsophalangeal pertama (ibu jari kaki) terasa sakit atau


membengkak

f. Serangan unilateral pada sendi tarsal (jari kaki)

g. Tophus (deposit besar dan tidak teratur dari natrium urat) di kartilago
artikular (tulang rawan sendi) dan kapsula sendi

h. Hiperurisemia

i. Pembengkakan sendi secara asimetris (satu sisi tubuh saja)

Diagnosis gout ditetapkan ketika didapatkan kriteria A dan/atau kriteria B


dan/atau 6 hal atau lebih dari kriteria C.

E. PENEGAKAN DIAGNOSIS

Pada pemeriksaan lab yang dilakukan pada penderita gout didapatkan kadar asam
urat yang tinggi dalam darah ( >6 mg% ). Kadar asam urat normal dalam serum pria 8 mg
% dan pada wanita 7mg%. Sampai saat ini, pemeriksaan kadar asam urat terbaik
dilakukan dengan cara enzimatik. Kadang-kadang didapatkan leukositosis ringan dan
LED yang meninggi sedikit. Kadar asam urat dalam urin juga tinggi (500mg%/liter per
24jam). Pemeriksaan radiografi pada serangan artritis gout pertama adalah non spesifik.
Kelainan utama radiografi pada long standing adalah inflamasi asimetri, arthritis erosive
yang kadang-kadang disertai nodul jaringan lunak. (Stefanus, 2006)

Selain pemeriksaan tersebut, pemeriksaan cairan tofi juga penting untuk


menegakkan diagnosis. Cairan tofi merupakan cairan yang berwarna putih seperti susu
dan kental sekali. Diagnosis dapat dikatakan pasti apabila diperoleh gambaran kristal
asam urat (berbentuk lidi) pada sediaan mikroskopik

5
F. TERAPI

a. Terapi non medikamentosa

Kondisi yang terkait dengan hiperurisemia adalah diet kaya purin, obesitas, serta
sering meminum alkohol. Purin merupakan senyawa yang akan dirombak menjadi asam
urat dalam tubuh, sehingga diet purin merupakan cara terbaik dalam pengobatan asam
urat. (Juandy, 2007). Penanganan gout arthritis secara non medikamentosa adalah
memberikan edukasi, pengaturan diet dan istirahat sendi. Pengaturan diet seharusnya
rendah lemak dan protein. Sebuah penelitian pada tahun 2004 menjelaskan bahwa daging
sapid dan seafood sangat meningkatkan resiko terjadinya gout. Namun sayur-sayuran
tinggi purin seperti asparagus, blumkol, bayam tidak meningkatkan resiko gout. Susu dan
keju dapat menurunkan secara signifikan kemungkinan terjadinya gout. Konsumsi dua
atau lebih softdrink tiap harinya mempunyai resiko 85% lebih tinggi terjadi gout
dibandingkan dengan yang minum satu kaleng tiap bulan. Ini karena softdrink
mengandung kadar pemanis yang tinggi (Fructose corn syrup), yang akan mengakibatkan
hiperurikemi dalam darah.

b. Medikamentosa

Terapi pada gout biasanya dilakukan secara medik ( menggunakan obat-obatan ).


Medikamentosa pada gout termasuk :

 Nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs).

NSAIDs dapat mengontrol inflamasi dan rasa sakit pada penderita gout secara
efektif. Efek samping yang sering terjadi karena NSAIDS adalah iritasi pada sistem
gastroinstestinal, ulkerasi pada perut dan usus, dan bahkan pendarahan pada usus.
Penderita yang memiliki riwayat menderita alergi terhadap aspirin atau polip tidak
dianjurkan menggunakan obat ini. Contoh dari NSAIDs adalah indometasin. Dosis obat
ini adalah 150-200 mg/hari selama 2-3 hari dan dilanjutkan 75-100 mg/hari sampai
minggu berikutnya.

 Colchicine.

6
Merupakan pilihan utama dalam pengobatan maupun pencegahan dengan dosis
lebih rendah. Colchicine mengontrol gout secara efektif, tetapi seringkali membawa
efek samping, seperti nausea, vomiting and diare. Colchicine diberikan secara oral, dan
diberikan setiap 1 sampai 2 jam dengan dosis maksimal 6mg hingga adanya peningkatan
yang lebih baik pada kondisi pasien. Efek samping yang sering terjadi adalah diare.
Pada pengobatan gout, colchicine digunakan bila penderita tidak dapat menggunakan
NSAIDs. (Stefanus, 2006) Pada pasien yang tidak dapat menelan bisa diberikan
intravena dengan dosis 2-3 mg/hari, maksimal 4 mg. Hati-hati karena potensi toksisitas
berat. Hasil dari obat ini sangat baik bila diberikan secepatnya setelah serangan.

Kolkisin dan OAINS tidak dapat mencegah akumulasi asam urat, sehingga tofi,
batu ginjal,dan artritis gout menahun yang destruktif dapat terjadi setelah beberapa tahun.

 Steroids.

Steroids biasanya berbentuk pil atau dapat pula berupa suntikan yang lansung
disuntikkan ke sendi penderita. Efek samping dari Steroids antara lain penipisan tulang,
susah menyembuhkan luka dan juga penurunan pertahanan tubuh terhadap infeksi.
Steroids digunakan pada penderita gout yang tidak bisa menggunakan NSAIDs ataupun
colchicines.

c. Terapi Operatif

Pasien gout yang terdiagnosa dan diterapi lebih awal biasanya tidak
memerlukan operasi orthopedi. Pasien gout yang tidak diterapi atau terlambat diterapi
memerlukan operasi orthopedi.

G. Pertanyaan

1. Apakah Gout Arthritis menular?

Jawaban : Tidak, Gout Arthritis merupakan penyakit yang tidak menular. Gout arthritis
terjadi karena pola makan yang salah dimana seseorang terlalu banyak mengkonsumsi zat
purin. Penyakit ini ditandai dengan serangan nyeri pada sendi jari jemari yang mendadak

7
dan berulang .Nyeri karena adanya endapan kristal monosodium urat, yang terkumpul di
dalam sendi sebagai akibat dari tingginya kadar asam urat di dalam darah
(hiperurisemia).

2. Makan apa saja yang mengandung purin tinggi?

Jawaban: Lauk pauk seperti jeroan, hati, ginjal, limpa, babat, usus, paru dan
otak.Makanan laut seperti udang, kerang, cumi, kepiting. Makanan kaleng seperi kornet
dan sarden. Daging, telur, kaldu atau kuah daging yang kental. Kacang-kacangan seperti
kacang kedelai (termasuk hasil olahannya seperti tempe, tauco, oncom, susu kedelai),
kacang tanah, kacang hijau.

3. Apa yang terjadi jika penyakit asam urat tidak diobati?

Jawaban: Akan terjadi komplikasi seperti bengkok pada sendi-sendi jari kaki maupun
tangan. Dapat menyebabkan batu pada ginjal apabila tidak ditangani dapat menyebabkan
gagal ginjal.

Dokumentasi

8
Banda Aceh, 07 Desember 2015

Disetujui,

Dokter Pembimbing I Dokter Pembimbing II

dr. Muhammad, MPH dr. Cut Elfira


NIP. 19721018 200012 1 002

Kepala UPTD Puskesmas


Uleekareng

dr. Suraiya
NIP. 19681012200212 2 004