Anda di halaman 1dari 4

STIE Purna Graha

Oleh Kelompok 2:
- Egi
- Ghina
- Liswi karsim
Ada 4 jenis standar akuntasi keuangan :
 PSAK-IFRS (Pernyataan Standart Akuntansi Keuangan)

IFRS (International Financial Report Standard)

Digunakan untuk badan atau bisnis yang memiliki akuntabilitas publik, yaitu badan yang terdaftar atau masih dalam
proses pedaftaran di pasar modal seperti perusahaan public, asuransi, perbankan, BUMN, ataupun perusahaan dana
pension.

 SAK-ETAP (Standar Akuntansi Keuangan)

ETAP (Entitas Tanpa Akuntansi Publik)

Akuntabilitas publiknya tidak signifikan. Hasil penyederhanaan standar akuntasi IFRS. Tidak ada laporan laba/rugi
komprehensif, penilaian untuk asset tetap, asset tidak berwujud. Jika di terapkan dengan tepat, unit bisnis kecil dan
menengah dapat membuat laporan keuangan tanpa harus dibantu oleh pihak lain dan dapat dilakukan audit
terhadap laporannya tersebut.

 PSAK-Syariah (Pernyataan Standart Akuntansi Keuangan)

Pengembangan standar akuntansi ini dibuat berdasarkan acuan dari fatwa MUI. Terdiri atas kerangka konsep
penyusunan dan pengungkapan laporan, standar pengajian laporan keuangan, dan standar khusus transaksi syariah
seperti mudharabah.

 SAP (Standar Akuntansi Pemerintah)

Menyususn keuangan pemerintahan pusar (LKPP) dan pemerintahan daerah (LKPD).

Tujuan : untuk menjamin transparasi, partisipasi, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan Negara.

Cara penentuan metode apa yang kita pakai untuk melaporkan keuangan
investasi, berdasarkan tingakt besar kecilnya persen yang kita ambil:

Tingkatan Pengaruh :

 0-20% = tidak pengaruh signifikan (biaya/nilai wajar)

 20-50% = tidak pengaruh signifikan (biaya/nilai wajar)

= pengaruh signifikan (ekuitas)

 50% ke atas = terdapat pengendalian (konsolidasi)


Berdasarkan KBBI, konsolidasi adalah perbuatan (hal dan sebagainya) memperteguh atau
memperkuat (perhubungan, persatuan, dan sebagainya). Peleburan dua perusahan atau lebih
menjadi satu perusahaan.

A+B=C Jika A + B = C, berarti sudah adanya pergantian nama perusahaan.

Salah satu yang tidak asing adalah PT.Astra Internasional, gabungan dari 7 lini bisnis utama,
dengan berbagai macam segmen usaha dan anak perusahaan yang menangani langsung masing-
masing lini bisnis tersebut.
Lini = sekelompok produk yang berhubungan dengan yang diproduksi oleh suatu perusahaan.

Kepemilikan di Perusahaan lain

PT.Mormon membeli 90% kepemilikan saham berhak suara PT.Pinatu pada tanggal 1 Januari
2008 dan 15% saham berhak suara dari PT.Asoko pada tanggal 1 Juli 2008. Dalam pembuatan
laporan keuangan untuk PT.Mormon per 31 Desember 2008, Anda mengetahui bahwa PT.Pinatu
membeli 10% saham biasa PT.Asoko pada tahun 2006 dan sampai sekarang masih memegang
saham tersebut. PT.Asoko melaporkan laba bersih sebesar Rp.200.000.000 untuk tahun 2008 dan
membayar deviden sebesar Rp.70.000.000 pada tanggal 20 Desember 2008.

Diminta:

Kepala akuntan Pt.Mormon menginstruksikan anda untuk me-review standar akuntansi yang ada, dan menyiapkan
memo yang membahas apakah metode biaya atau metode ekuitas yang tepat untuk digunakan dalam pelaporan
investasi pada Pt.Asoko dalam laporan keuangan konsolidasian PT.Mormon uang disiapkan per 31 Desember 2008.
Dukung saran anda dengan kutipan dari standar pelaporan keuangan yang berlaku atau literature lainnya.

Dijawab:

Berdasarkan materi sederhana standar akuntansi diatas, dapat di simpulkan PT.Mormon menggunakan PSAK-IFRS.
Hal tersebut diperkuat dengan besarnya persen PT.Mormon membeli saham PT.Pinatu, yaitu mencapai 90%. Sudah
dapat dipastikan PT.Mormon adalah perusahaan besar dan mungkin sudah ada pada tingkat internasional.

Untuk menentukan metode apa yang di ambil, kita lihat berdasarkan berapa persen saham yang dibeli. Sesuai soal
diatas, PT.Mormon membeli 90% saham PT.Pinatu pada tanggal 1 Januari 2008, hal tersebut sudah di pastikan
metode yang di ambil adalah metode konsolidasi, karena sudah di atas dari 50% berarti sudah dapat pengendalian
dari saham yang diambil. Biasanya perusahaan yang terkait dengan metode konsolidasi adalah perusahaan yang
berhubungan secara internasional. Dimana sudah merupakan perusahaan yang besar, sehingga mampu memebeli
saham di atas 50%.

Lalu tanggal 1 Juli 2008, PT.Mormon membeli 15% saham PT.Asoko, jenis yang ini menggunakan metode biaya.
Karena saham yang dibeli kecil dari 20%. Dan ini tidak ada pengaruh yang signifikan.

Selanjutnya tahun 2006-2018, PT.Pinatu membeli 10% saham PT.Asoko, dimana PT.Asoko melaporkan adanya laba
bersih senilai Rp.200.000.000 dan membayar deviden seniali Rp.70.000.000 pada 20 Desember 2008. Janis yang ini
menggunakan metode nilai wajar, karena saham yang dibeli kecil dari 20% dan ini tidak ada pengaruh signifkan
untuk perusahaan tersebut.

Lantas bagaimana dengan dukung saran dari standar pelaporan keuangan yang berlaku ??
Standar akuntansi pada umumnya sudah dapat dikatakan cukup baik. Namun jika dilihat dari manajemennya yang
berhubungan dengan SDM (Sumber Daya Manusia) masih belum memenuhi kriteria baik, karena tidak tersedianya
SDM yang memadai dalam mengangani pengolahan dan pelaporan keuangan.

Karena SDM yang memadai dan pengetahuan yang dimiliki oleh SDM sesuai dengan apa yang dibutuhkan maka
standar akuntansi akan lebih berkualitas.

Mengevaluasi investasi

Sebagian besar perusahaan memiliki investasi di berbagai entitas lainnya. Jenis entitas, jumlah
kepemilikan, dan kondisi lingkungan dapat menyebabkan perbedaan atas berbagai jenis
investasi, sehingga menimbulkan perbedaan metode pelaporan untuk investasi yang berbeda.
PT.Astra Internasional adalah perusahaan dengan berbagai jenis investasi di berbagai
perusahaan lain.
Diminta:

a. Perkirakan berapa banyak jumlah anak perusahaan yang dimiliki PT.Astra Internasional?
Apa kebijakan yang ditetapkan oleh PT.Astra Internasional
b. Untuk jenis entitas seperti apa, PT.Astra Internasional menggunakan pelaporan metode ekuitas ? berapa
persentase kepemilikan tertinggi yang actual dimiliki PT.Astra Internasional atas afilitasinya dan dilaporkan
menggunakan metode ekuitas ?

Dijawab:

Dari namanya PT.Astra Internasional, berarti sudah berada pada tingkat internasional atau tingakat dunia. Secara
tidak langsung merupakan perusahaan yang besar. Berdasarkan sumber Wikipedia: Grup Astra memperkerjakan
lebih 224.488 karyawan di 229 perusahaan, anak perusahaan, dan entitas asosiasi. Dengan jumlah karyawan yang
sebanyak itu PT.Astra Internasional tetap menetapkan adanya standar untuk karayawan, sehingga menghasilkan
SDM yang berkualitas dan meningkatkan daya kerja perusahaan.

Jika menggunakan metode ekuitas berarti memiliki persentase antara 20% - 50%.