Anda di halaman 1dari 35

TUGAS

SYSTEMATIC REVIEW

Oleh:

KELOMPOK 3
Fatiha Izza Tuslamia (70300117010)
Adriana Febriani (70300117016)
Mia Maulydia (70300117022)
Sri Astia Haris (70300117025)
Hesti Wulandari
Hikmah
Indriyanti Arimurti Putri (70300117029)
Indah Lestari
Ade Novira (70300117033)

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR

2019

0
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang senantiasa
memberikan ilmu serta limpahan nikmat, rahmat, dan hidayah-Nya sehingga Systematic Review
tentang “Terapi Do,a” bisa terselesaikan. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada
junjungan kita nabi besar Muhammad SAW, keluarga, para sahabat dan penegak risalahnya,
semoga kita tetap menjadi umatnya sampai akhir masa.
Dalam penulisan ini kami berusaha menyajikan bahan dan bahasa yang sederhana,
singkat serta mudah dicerna isinya oleh para pembaca. Kami menyadari bahwa paper ini jauh
dari sempurna serta masih terdapat kekurangan dan kekeliruan dalam penulisan paper ini. Maka
kami berharap adanya masukan dari berbagai pihak untuk perbaikan di masa yang akan
mendatang.
Akhir kata, semoga systematic review ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan
dipergunakan dengan layak sebagaimana mestinya.

Makassar, 29 Oktober 2019

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .............................................................................................. i

DAFTAR ISI............................................................................................................. ii

ABSTRAK ................................................................................................................ 1

BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................... 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ............................................................................. 4

BAB III METODE ................................................................................................... 12

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ................................................................. 24

BAB V KESIMPULAN ........................................................................................... 26

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................... 27

ii
ABSTRAK

BAB I

PENDAHULUAN

1
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Each person uses cognitive and connection with a sacred and self-
behavioural strategies, in accordance with transcending dimension. It is way to connect
their religious beliefs and how they view the with self, with others and with the sacred.
meaning of their life, to overcome adverse Although it is common practice in different
situations in life, especially those involving doctrines, it only began to be studied as an
health. We highlight prayer, among these. important tool in health in 1980, as a source
The word “prayer“ has two different of comfort and hope, among other
meanings, based on the Latin origin prex, virtues.The scientific community recognises
precis. It means supplication, the vows and prayer as a complementary therapy and a
wishes of a superior being that transcends therapeutic intervention within holistic
the material space. Prayer is considered a assistance and, whether it is intercessory or
particularly important intervention in petition, prayer may be included in
spiritual care for those in suffering. Several healthcare in several contexts. This is
types of prayer are defined in literature. The because it helps to solve crises and personal
most used forms are intercessory prayer and issues of the elderly, reduces the anxiety of
petition prayer. In intercessory prayer, there patients undergoing chemotherapy, and
is no direct contact or involvement between improves the spiritual well-being of cancer
the individuals who are begging patients [16–18]. However, many questions
(intercessors) and those who are the target of remain concerning evidence of the real
the prayer. Petition prayer, on the other benefits of prayer on patients’ health. This
hand, is asking for help for oneself . study aims to explore the contribution of
prayer to the health/disease process and to
Praying is a spiritual activity often
promote the integration of prayer in holistic
used by patients, which seems to facilitate
healthcare assistance, by investigating the
the health/disease transition process and
effects of using prayer on patients’ health,
promote well-being . Prayer is much more
considering only randomized clinical trials.
than just a resource for promoting “positive
religious/spiritual coping with the situation”. “Setiap orang menggunakan strategi
It also promotes hope by providing a kognitif dan perilaku, sesuai dengan

2
keyakinan agama mereka dan bagaimana dimensi suci dan melampaui diri sendiri. Ini
mereka memandang arti hidup mereka, adalah cara untuk terhubung dengan diri
untuk mengatasi situasi yang tidak sendiri, dengan orang lain dan dengan yang
menguntungkan dalam hidup, terutama yang suci. Meskipun ini adalah praktik umum
itu melibatkan kesehatan.Kami menyoroti dalam doktrin yang berbeda, itu hanya mulai
doa, di antaranya. Kata "doa" memiliki dua dipelajari sebagai alat penting dalam
arti yang berbeda, berdasarkan pada prex kesehatan pada 1980, sebagai sumber
asal Latin, precis. Ini berarti permohonan, kenyamanan dan harapan, di antara
sumpah dan harapan dari makhluk yang kebajikan lainnya . Komunitas ilmiah
unggul yang melampaui ruang material. Doa mengakui doa sebagai terapi pelengkap dan
dianggap sebagai intervensi yang sangat terapi intervensi dalam bantuan holistik dan,
penting di Indonesia perawatan spiritual apakah itu syafaat atau permohonan, doa
bagi mereka yang menderita.Beberapa jenis mungkin termasuk dalam perawatan
doa didefinisikan dalam literatur. Yang kesehatan dalam beberapa konteks.Ini
paling banyak digunakan bentuknya adalah karena membantu menyelesaikan krisis dan
doa syafaat dan doa permohonan.Dalam doa masalah pribadi orang tua, mengurangi
syafaat, tidak ada kontak langsung atau kecemasan pasien yang menjalani
keterlibatan antara individu yang mengemis kemoterapi, dan meningkatkan spiritual
(pendoa syafaat) dan mereka yang menjadi kesejahteraan pasien kanker. Namun, masih
target doa. banyak pertanyaan mengenai bukti dari
manfaat nyata doa pada kesehatan pasien.
Doa permohonan, di sisi lain,
Penelitian ini bertujuan untuk
meminta bantuan untuk diri sendiri .Sholat
mengeksplorasi kontribusi doa pada proses
adalah kegiatan spiritual yang sering
kesehatan / penyakit dan untuk
digunakan oleh pasien, yang sepertinya
mempromosikan integrasi doa dalam
memudahkan kesehatan / penyakit proses
bantuan perawatan kesehatan holistik,
transisi dan mempromosikan
dengan menyelidiki efek dari menggunakan
kesejahteraan.Doa jauh lebih dari sekadar
doa pada kesehatan pasien, hanya
sumber daya untuk mempromosikan "Positif
mempertimbangkan uji klinis acak”.
mengatasi agama / spiritual dengan
situasi".Itu juga mempromosikan harapan Many individuals select a few ways
dengan menyediakan koneksi dengan to escape from distressing condition

2
including liquor drinking, opiate the education of Islam’s most real,
manhandles, diversion, playing pastimes, uncovered, and definitive sources,
prostitution, erotic entertainment, watching specifically the Qur’an and Hadist. By
film or drama and in addition to supplication legitimate sources, there are three sorts of
or otherworldly practices (ritual of prayer). the recuperating energy of mending i.e.
World Health Organization (WHO) recuperating from Quran, mending use
prescribed profound practices, for example, dhikr, and mending by looking for helps
supplication and religious practice as with a petition from another devout
another meditation to make wellbeing and individual (separation supplication).
healthy. Religion is the focal place of the Mending from Quran comprises of three
most profound sense of being and methodologies. The first is administrative
demonstrating that insist faith in Allah SWT impact by doing all charge of al-Quran
makes a basic commitment to our physical including the health advantage of mandatory
health.Presently there is an expanding supplications, fasting, philanthropy, and
restorative enthusiasm for Muslim religious journey (hijrah and khuruj). The second is
practices in advancing well–being for the health rules or wellbeing advancing things
most part petition and dhikr (chanting) as from Quran and the custom habits of the
focal religious practice.Individuals, for the prophets. The third is the immediate
most part, appeal to God for asking mending impact of the Quran.
wellbeing and alleviation from illness in
“Banyak orang memilih beberapa
some religions.Religious practices or
cara untuk melepaskan diri dari kesusahan
religious custom tradition over the world
kondisi termasuk minum minuman keras,
give an expectation or strength in
kelasi opiat, pengalihan, bermain hiburan,
recuperating or treatments through
pelacuran, hiburan erotis, menonton film
prayers.It’s reasonable from the
atau drama dan selain permohonan atau
correlational reviews about the study of
praktik dunia lain (ritual doa). Organisasi
disease transmission that positive
Kesehatan Dunia (WHO) meresepkan
connections exist among religious and
praktik mendalam, untuk contoh,
profound practice and wellbeing results on
permohonan dan praktik keagamaan sebagai
an assortment of various conditions.In
meditasi lainnya untuk membuat
Muslim society, they adjust themselves to
kesejahteraan dan sehat. Agama adalah

3
tempat utama rasa yang mendalam tentang pemisahan). Mending dari Quran terdiri
keberadaan dan menunjukkan keyakinan dari tiga metodologi. Yang pertama adalah
yang teguh kepada Allah SWT membuat dampak administratif dengan melakukan
komitmen dasar untuk kesehatan fisik semua biaya al-Quran termasuk manfaat
kita.Saat ini ada antusiasme restoratif yang kesehatan dari permohonan wajib,puasa,
berkembang untuk praktik keagamaan filantropi, dan perjalanan (hijrah dan
Muslim di Indonesia memajukan khuruj). Yang kedua adalah aturan
kesejahteraan bagi sebagian besar petisi dan kesehatan atau kesejahteraan memajukan
dzikir (nyanyian) sebagai praktik keagamaan hal-hal dari Quran dan kebiasaan kebiasaan
fokus.Individu, untuk sebagian besar, para nabi.Yang ketiga adalah dampak
memohon kepada Tuhan untuk meminta perbaikan langsung dari Quran”.
kesejahteraan dan pengurangan dari
This prayer intervention produced
penyakit dalam beberapa agama.Keagamaan
significant results in several domains of
praktik-praktik atau tradisi adat keagamaan
mental health, and those benefits persisted
di dunia memberi harapan atau kekuatan
for at least 1 year. Additional research is
dalam memulihkan atau perawatan melalui
needed to replicate these findings and, if
doa.Itu masuk akal dari ulasan korelasional
replicated, to better understand how person-
tentang studi penularan penyakit bahwa
to-person prayer has such effects. It is
koneksi positif ada di antara praktik
conceivable that clients activate a form of
keagamaan dan mendalam dan hasil
prayerful self-directed neuroplasticity. With
kesejahteraan pada bermacam-macam
the effects of these prayers maintained over
kondisi.Dalam masyarakat Muslim, mereka
time, it is possible that permanent structural
menyesuaikan diri dengan pendidikan Islam
changes in the brain may have been induced.
sebagian besar sumber nyata, terungkap, dan
Direct person-to person prayer may provide
definitif, khususnya Alquran dan Hadist.
a modality of treatment, in addition to
Menurut sumber yang sah, ada tiga macam
antidepressants for patients with mild to
penyembuhan energi memperbaiki yaitu
moderate depression. The knowledge gained
memulihkan dari Quran, memperbaiki
through this study may be a starting point
menggunakan zikir, dan memperbaiki
for a generation of future studies in this area.
dengan mencari bantuan dengan petisi dari
penganut agama lain individu (permohonan

4
“Intervensi doa ini menghasilkan berbagai alasan. Pasien CKD yang
hasil yang signifikan dalam beberapa bidang menjalani hemodialisis secara psikososial
kesehatan mental, dan manfaat itu bertahan mengalami kecemasan yang berhubungan
setidaknya selama 1 tahun .Diperlukan dengan komplikasi antara lain; anemia,
penelitian tambahan untuk mereplikasi mual, lelah, malnutrisi, gangguan kulit, dan
temuan-temuan ini dan, jika direplikasi, lain sebagainya. Kecemasan merupakan
untuk lebih memahami bagaimana doa suatu perasaan subyektif mengenai
orang-ke-orang memiliki efek seperti ketegangan mental yang menggelisahkan
itu.Dapat dibayangkan bahwa klien sebagai reaksi umum dari ketidakmampuan
mengaktifkan suatu bentuk neuroplastisitas mengatasisuatu masalah atau tidak adanya
mandiri yang penuh doa. Dengan efek doa- rasa aman. Perasaan yang tidakmenentu
doa ini dipertahankan dari waktu ke waktu, tersebut pada umumnya tidak
ada kemungkinan bahwa perubahan menyenangkan yang nantinya akan
struktural permanen di otak mungkin telah menimbulkan atau disertai perubahan
diinduksi. Doa langsung dari orang ke fisiologis dan psikologis. Metode dalam
orang dapat memberikan modalitas menangani kecemasan salah satunya yaitu
pengobatan, selain antidepresan untuk dengan mendekatkan diri kepada Tuhan
pasien dengan depresi ringan hingga dengan mendengarkan dan mengucapkan
sedang.Pengetahuan yang diperoleh melalui doa dalam hati secara bersungguh-sungguh.
studi ini mungkin menjadi titik awal untuk Doa merupakan suatu media penyembuh
generasi studi masa depan di bidang ini. yang dapat menimbulkan ketenangan,
motivasi positif, kepasrahan, rasa optimis
dan semangat hidup, sehingga sesuai dengan
Chronic kidney desease (CKD) adalah suatu teori penanganan kecemasan yaitu
keadaan klinis yang ditandai dengan meningkatkan adaptasi terhadap stres dan
penurunan fungsi ginjal yang irreversible, terapi psikoreligius. Penelitian tentang doa
sehingga pada derajat tertentu akan menunjukkan bahwa doa dapat
memerlukan terapi pengganti fungsi ginjal menyembuhkan dan merupakan tindakan
yang berupa hemodialisis atau transplantasi efektif untuk mengatasi kecemasan pada
ginjal. Pasien yang menjalani hemodialisis pasien hemodialisis. Seseorang yang
banyak mengalami kecemasan dengan mengalami stres berat akan mencari

5
kenyamanan dan kekuatan dari Tuhan. keadaan salah satu anggota keluarga yang
Proses pemilihan pendekatan spiritual mengalami gangguan jiwa dengan apa
terdiri atas tiga tahapan yaitu mengidentifi adanya, dan memperlakukan pasien dengan
kasi faktor yang berkontribusi terhadap lebih baik.
stresor, mengeksplorasi sumber dan strategi
Berdo‟a dan berzikir kepada Allah
spiritual, serta hidup dengan pilihannya
semakin diperlukan oleh manusia dengan
(Ahmadi, 2006; Chiu, 2005). Inti dari semua
ikutin semakin majunya ilmu pengetahuan
nilai spiritualitas manusia adalah doa, karena
dan teknologi. Erat kaitannya sebab
doa mengandung komponen direction,
semakin majunya pengetahuan dan
obedience, dan acceptance (Hartanto, 2010;
teknologi tersebut maka semakin banyak
Sentanu, 2010; Putra, 2011),tetapi sejauh ini
juga peristiwa dan bencana yang terjadi
model spiritual yang paling tepat sesuai
diluar perhitungan manusia, yang terkadang
karakteristikmasyarakat Indonesia untuk
membuat manusia itu sendiri menjadi
mengubah koping keluarga dalam merawat
bimbang dan labil. Firman Allah dalam Al-
pasien gangguan jiwa di rumah belum
Qur‟an surat Al–Baqarah : 186, “Dan
ditemukan. Koping keluarga dalam
apabila hamba–hamba-Ku bertanya kepada
penelitian dibentuk dengan memperbaiki
tentang-Ku, maka (jawablah) bahwasanya
model keyakinan dalam kesehatan, melalui
Aku adalah dekat. Aku mengabulkan
perbaikan persepsi keluarga tentang tanda
permohonan orang yang berdo‟a apabila dia
dan gejala gangguan jiwa, tingkat
berdo‟a kepada-Ku” dalam bahasa sufistik,
keparahan, kemungkinan bisa disembuhkan,
soal ikhtiar, do‟a dan takdir dilihat dari
dan hasil yang telah diperoleh dari
dimensi hakikatnya. Bahwa secara hakikat,
pengobatan yang dilakukan. Dengan
upaya dan do‟a itu tidak akan menjadi
demikian, keyakinan dan kepercayaan
sebab terwujudnyatakdir dan tidak akan
menjadi lebih kuat, persepsi keluarga lebih
mengubah takdir, karena takdir Allah
positif, pola interaksi dalam keluarga
dengan semua ketentuannya telah
berkembang lebih baik dan terbentuklah
mendahului ikhtiar dan do‟a kita. Yang
dukungan keluarga terhadap salah satu
artinya : 1) do‟a dan ikhtiar itu
anggota keluarga yang mengalami gangguan
sesungguhnya juga takdir ; 2) Bila Allah
jiwa, sehingga koping keluarga menjadi
hendak member anugerah seseorang maka
lebih efektif, keluarga dapat menerima
si hamba juga ditakdirkan dan diberi

6
kemampuan untuk berdo‟a dan berikhtiar ; manusia biasanya baru menyadari bahwa
3) Do‟a dan ikhtiar hanyalah tanda–tanda mereka adalah makhluk yang lemah, dan
takdir itu sendiri ; 4) Allah memerintahkan selalu bersama Allah. Do‟a merupakan
kita berupaya dan berdo‟a agar kita permohonan segala sesuatu kebaikan yang
memahami bahwa kita sangat terbatas dan diharapkan manusia kepada Allah yang
tak berdaya sehingga do‟a dan upaya adalah disampaikan dengan segala kerendahan hati,
bentuk kesiapan kehambaan belaka agar kita ketidakperdayaan dan ketundukan manusia
siap menyongsong takdir-Nya ; 5) Aturan kepada Allah, dan berdzikir sebagai cara
syariat mengharuskan kita berikhtiar dan lain dengan mengingat terus Allah. Do‟a
berdo‟a karena syariat adalah aturan bagi dan dzikir merupakan salah satu cara dalam
keterbatasan manusia dnegan bahasa dan meningkatkan kecerdasan emosi yang pada
tugas manusiawi (taklifi), maka seseorang akhirnya setiap manusia akan memiliki
akan berdo‟a dan berikhtiar dengan penuh kemampuan untuk belajar dan tegar dalam
kepasrahan dan kerelaan pada ketentuan dan memahami tujuan hidupnya.Ketika kita
pilihan terbaik Nya. Bukannya berdo‟a menahan diri atau mengendalikan emosi
untuk memaksaNya mengubah takdir-Nya (pemaaf), Allah telah menjanjikan ampunan
(Syeikh Ibnu „Athaillah As-Sakandary, dari Nya, dan surga.Menjadi orang yang
2012) Danah Zohar dan Ian Marshal (2005), pemaaf, termasuk di antara orang-orang
mengemukakanbahwa kecerdasan emosional yang bertakwa dan orang yang disukai
adalah kecerdasan yang terkait dengan yang Allah. Gangguan kecerdasan emosi yang
kita temui. Kita berhubungan dan sering terjadi pada diri manusia, seperti
memahami orang lain dan situasi misalnya (1) kemarahan, (2) agresi, dan (3)
kemampuan. EQ juga berhubungan dengan keserakahan. Pengendalian diri ketika
kemampuan kita untuk memahami dan seorang indivindu dalam keadaan emosi
mengelola emosi kita sendiri berupa dapat dilakukan dengan cara : (1) memohon
ketakutan, kemarahan, agresi, dan perlindungan kepada Allah Subhana wa
kejengkelan. Dari pengertian diatas, dapat Ta‟ala dari segala godaan setan dengan rasa
dijelaskan bahwa do‟a dilakukan sebagai emosi yang tinggi, (2) pengendalian marah,
wujud kenyataanbahwa manusia merupakan (3) berwudhu atau mandi, (4) berdo‟a dan
makhluk yang tidak berdaya. Dikala berada berdzikir.
pada peristiwa atau bencana yang terjadi,

7
BAB III

METODE

Referensi paper ini merupakan sebuah hasil pencarian dari karya ilmiah tiga tahun
terakhir yaitu 2016-2019 dengan menggunakan Google Scholar. Pencarian melalui
google scholar dilakukan dengan menggunakan kata kunci yaitu pola makan sehat,

1
terdapat 5850 hasil, gizi terdapat 2376 hasil, dan remaja terdapat 4328 hasil. Dari hasil
tersebut, yang sesuai dengan tema terdapat 25 jurnal.
Berikut merupakan deskripsi dari hasil pencarian artikel tersebut:
Judul
No Penulis Negara Metode Instrumen Hasil
Artikel
1. Talita Prado Peningka Indonesia eksperimental Kuesioner Hasil dari
Simão , Sílvia
tan (pre-post test penelitian ini di
Caldeira,
Coping control group dapatkan data
Keluarga design) sebanyak 18
dalam remaja (22,2 %)
merawat memiliki intensi
pasien lemah dan 63 (77,8
gangguan %) remaja
jiwa memiliki intensi
melalui kuat untuk
terapi menerapkan pola
spiritual makan sehat.
direction, Intensi remaja
obedienc untuk menerapkan
e,dan pola makan sehat
acceptan ini di bentuk oleh
ce (doa) remaja terhadap
perilaku, norma
subjektif dan
persepsi kontrol
terhadap perilaku.
Berdasarkan hasil
penelitian, dari
ketiga determinan
pembentuk intens
tersebut yang

2
berkontribusi
paling kuat yaitu
norma subjektif
2. Peter A. The Indonesia Penelitian Kuesioner Hasil penelitian
Boelens,MD effect of analitik menunjukkan
,MPH ,Roy prayer on dengan desain bahwa responden
R.Reeves, depressio cross yang jarang
DO,PHD , n and sectional melakukan olah
Harold G. anxiety : raga lebih beresiko
Koenig,Md Maintena obesitas di
nce of bandingkan
positive responden yang
influence melakukan
ine year olahraga cukup di
after nyatakan non
prayer obesitas . jadi hasil
interventi penelitian
on. menunjukkan
terdapat hubungan
kebiasaan olahraga
terhadap kejadian
obesitas
3. Ilma Anidya Gambara Indonesia Penelitian Kuesioner Berdasarkan hasil
Kusuma, n pola deskriptif karakteristi penelitian tentang
Saifuddin makan dengan desain k remaja, gizi seimbang pada
Sirajuddi, dan penelitian formulir remaja, ditemukan
Nurhaedar status cross FFQ semi bahwa 56,6%
jafar gizi sectional kuantitatif, remaja yang
remaja food melakukan praktik
picture, gizi seimbang,
timbangan sedangkan 43,3 %

3
berat badan sisanya tidak
microtoice menerapkan.
untuk Penelitian ini tidak
mengukur menemuknan
tinggi hubungan antara
badan. hubungan dan
sikap dengan
praktek gizi
seimbang
4. Citra Rosalyn Fast Indonesia Kuantitatif Kuesioner Hasil penelitian
Anwar Food: survey ini menunjukan
Gaya analitik bahwa 75 %
hidup masyarakat pada
dan era sekarang lebih
promosi dominan
makanan mengkonsumsi
siap saji makanan siap saji

5. Asnidar The Indonesia Penelitian ini Kuesioner Hasil penelitian


social menggunakan variabel mnunjukkan ada
media – Quasy pendidikan perbedaan
baset Eksperiment orang tua, pengetahuan,
health yaitu pre test pendapatan aktivitas fisik dan
education dan post test keluarga, pola asupan
changing with control riwayat makanan pada tiap
the life grup desaign orang tua kelompok, dan ada
style and obesitas, pengaruh
the body struktur pendidikan
mass keluarga kesehatan berbasis
index of dan riwayat sosial media
the obess kesehatan (Whatsapp)

4
adolesce keluarga terhadap
ntes in diukur perubahan
Bulukum dengan pengetahuan,
ba menggunak aktivitas fisik, pola
an lembar asupan makan, dan
formlir dan IMT remaja
budaya obesitas
orang tua,
dan
menggunak
an
instrumen
alat ukur
tinggi
badan dan
tinggi
badan
untuk
menghitun
g IMT
6. Tita Wahyu Efek Indonesia Penelitian Instrumen Hasil penelitian
Ayuningtyas pendidik kualitatif yang di diketahui bahwa
an gizi dengan jenis gunakan tingkat
dengan Quasy adalah pengetahuan
media eksperiment kuesioner sebelum
booklet dengan identitas, pendidikan dengan
tentang rancangan kuesioner kategori tertinggi
makanan one grup pengetahua adalah dengan
sehat pretest design n, pengetahuan
kuesioner sedang dengan
sikap dan presentase ilmiah

5
booklet 83.87 % dan
kategori
pengetahuan
kurang sebesar
6,45 %. Setelah
dilakukan
pendidikan
menunjukkan
pengetahuan
sebesar 29,03 %
pengetahuan
sedang 70,69 %
dan tidak terdapat
pengetahuan
kurang. Hasil
analisis
menunjukkan
terdapat perubahan
pengetahuan ibu
sebelum dan
sesudah penddikan
gizi.
7. Abd. Kadir A Kebiasaa Indonesia Penilitian ini Penggunaa Hasil penelitian ini
n makan di lakukan n quisioner menunjukkan
dan dengan adalah bahwa kebiasaan
gangguan metode instrumen makan rmaja di
pola kualitatif kunci yang perkotaan mash
makan di lakukan dalam batas
serta kewajaran. Namun
pengaruh perlu di waspadai
nya bahwa akibat

6
terhadap kemajuan
status teknologi dan
gizi pergaulan bebas,
remaja maka
kemungkinan
kebiasaan makan
yang masih relatif
baik dan akan
bergeser ke
kebiasaan makan
makanan modern .
8. Muhammad Pengaruh Indonesia Penelitian ini Kuesioner Hasil penelitian
Ridwan Hadi citra dilakukan adaptasi menunjukkan
Kusuma dan tubuh, dengan desain The terdapatnya
Tri Krianto perilaku cross Questionna pengaruh citra
makan, sectional, ire for tubuh terhadap
dan sampel Measureme IMT melalui
aktifitas penelitian nt of a perilaku makan
fisik adalah 238 Person's dan aktivitas fisik,
terhadap siswi. Analisis Habitual membuktikan
Indeks data Physical bahwa citra tubuh
Massa menggunakan Activity tidak langsung
Tubuh analisis jalur. (QMPHPA berpengaruh
(IMT) ) terhadap IMT,
pada namun masih
remaja harus dilihat
bagaimana
perilaku makan
serta aktivitas fisik
yang dilakukan
oleh responden

7
9. Ditha Prasanti Penggun Indonesia Pendekatan Instrumen Hasil penelitian
aan kualitatif kunci menunjukkan
media dengan adalah bahwa para remaja
komunik metode pengumpul yang menjadi
asi bagi deskriptif an data informan yang
remaja yang menempuh
tentang dilakukan pendidikan di
pola secara jurusan kesehatan
makan gabungan memilih
sehat dari menggunakan
analisis literatur jurnal
data online saja
bersifat sedangkan
induktif golongan remaja
dan hasil yang non
peneitian kesehatan
kualitatif menggunakan
yang lebih media online
menekanka berupa situs portal
n makna kesehatan, seperti
daripada WhatsApp, IG,
generalisasi dan FB
10. Nurhayati Pengaruh Indonesia Pre- Kuesioner Pada saat pre-test,
Dewi Mursida Media experiment sebagian besar
Booklet dengan responden
Terhadap pendekatan memiliki
Pengetah one group pengetahuan
uan dan pre-test post- cukup 50% dan
Sikap test design sikap positif
tentang 85,2%. Pada saat
Pola post-test,

8
Makan responden
Sehat memiliki
pada pengetahuan yang
Remaja baik 72,2% dan
sikap yang positif
96,3% sehingga
ada pengaruh
signifikan dari
promosi kesehatan
dengan media
booklet terhadap
peningkatan
pengetahuan dan
sikap tentang pola
makan sehat pada
remaja
11. Keumalasari, Promosi Indonesia Metode yang Kuesioner Hasil penelitian
Kartini Kesehata digunakan dengan menunjukkan
Hasballah, n Pola adalah quasi teknik terdapat pengaruh
dan Imran Makan eksperimental analisa data promkes terhadap
Sehat dengan menggunak peningkatan
Terhadap rancangan an uji pengetahuan
Pengetah penelitian the statistik dengan nilai rerata
uan dan one group parametrik 8,398 sebelum
Sikap pretest- paired t- intervensi
Remaja posttest test meningkat menjadi
design 13,99 dan
(rancangan peningkatan sikap
pra-pasca 47,74 sebelum
dalam 1 intervensi
kelompok) meningkat menjadi

9
64,47
12. Rulliyati Faktor- Indonesia Metode Kuesioner Hasil penelitian
Nurjanah dan faktor kuantitatif dan diketahui bahwa:
Wika pola analisis data (1) Faktor-faktor
Rinawati makan menggunakan pola makan pada
pada deskriptif remaja: faktor
remaja di predisposisi
SMK mencakup
Negeri 4 pengetahuan
Yogyaka 33,25%, sosial
rta budaya dan agama
42,30%, sikap
35,72%,; faktor
pendukung
mencakup uang
saku 76,37%,
aktivitas 50%;
faktor pendorong
mencakup teman
38,46% dan iklan
41,75%. (2) Pola
makan remaja
berdasarkan jenis
bahan pangan:
makanan pokok
nasi 79,48%,
protein hewani
22,34%, minuman
jenis susu 7,32%,
sayur-sayuran 8%,
dan buah-buahan

10
5,67%.
13. Nurul Riau Pengaruh Indonesia Quasi Kuesioner Peningkatan rerata
Dwi Safitri edukasi eksperimental pengetahuan gizi
gizi dengan pada kelompok
dengan pre/posttest ceramah sebelum
ceramah group design sebesar 72,99%
dan meningkat menja
booklet 78,88%,
terhadap sedangkan pada
peningka kelompok booklet
tan rerata pengetahuan
pengetah sebelum edukasi
uan dan sebesar 73,96%
sikap gizi menjadi 78,89%.
remaja Edukasi gizi
overweig melalui ceramah
ht berpengaruh
terhadap
pengetahuan,
sedangkan edukasi
gizi melalui
booklet
berpengaruh
terhadap sikap gizi
14. Lidia Fitri Hubunga Indonesia Deskripsi Kuesioner Diperoleh obesitas
n pola kuantitatif sebanyak 51 orang
makan dengan design dan memiliki pola
pada cross- makan berlebihan
remaja sectional sebanyak 31
dengan orang. Ada
obesitas hubungan yang

11
bermakna antara
pola makan dan
obesitas pada
penelitian yang
dilakukan
15. Ampera Miko Hubunga Indonesia Deskriptif Kuesioner Hasil yang didapat
dan Putri Bela n pola analitik dari 53 responden,
Dina makan dengan design ternyata pada
pagi cross- remaja mempunyai
dengan sectional status gizi dalam
status kategori KEK
gizi pada sebahagian besar
remaja 20% memiliki pola
makan dalam
kategori baik, dan
12,5% kategori
kurang, sedangkan
pada remaja yang
berstatus gizi
kategori obesitas
sebesar 20% pola
makan kategori
baik dibandingkan
dengan kategori
kurang 6,25%
sehingga tidak ada
hubungan antara
pola makan pagi
dengan status gizi
16. Girsang dan Pengaruh Indonesia Kuantitatif Kuesioner Hasil penelitian
Ruth Roselin media dengan design menunjukkan

12
promosi penelitian bahwa terdapat
kesehata eksperimen pengaruh
n booklet semu/quasi pengetahuan dan
terhadap eksperimental sikap remaja
peningka sebelum dan
tan sesudah diberikan
pengetah media promkes
uan dan booklet mengenai
sikap makanan bergizi
remaja
mengenai
makanan
bergizi
17. Abdul Ridha Efektifita Indonesia Quasi Penggunaa Dalam penelitian
dan Andri s Booklet eksperimental n ini menguji
Dwi pada dengan kelompok aktivitas booklet
Hernawan Perilaku rancangan kontrol berbahasa daerah.
Pola pretest adalah Ada beberapa
Makan posttest with untuk variabel yang
Remaja control group membandin mengganggu
design gkan atau tujuan tersebut,
membuktik yaitu frekuensi
an bahwa membaca booklet
efek yang dan ketuntasan
terjadi pada responden
kelompok membaca materi
perlakuan yang dimuat dalam
benar- booklet
benar
merupakan
hasil

13
intervensi
18. Minokta Pengaruh Indonesia Quasi Kuesioner Hasil penelitian
Lendra, pengguna eksperimental & media menunjukkan
Marlenywati, an media dengan one cetak untuk bahwa pemberian
dan Abrori booklet group pretest komunikasi media booklet
terhadap and posttest , informasi, kecukupan energi
peningka design dan efektif
tan edukasi meningkatkan
pengetah pengetahuan
uan remaja. Hal itu
tentang dibuktikan dengan
kecukupa skor pengetahuan
n energi sebelum intervensi
remaja 11,70% meningkat
menjadi 16,23%
19. Trintrin T. Kebiasaa Indonesia Dilakukan Data digali dari hasil
Mudjianto, n Makan dalam bentuk dengan penelitian ini
Djoko Golonga tabel menggunak makan siang lebih
Susanto, Erna n Remaja deskriptif dan an banyak dilakukan
Luciasari, dan di Enam diagram kuesioner oleh para remaja di
Hermina Kota gambar yang diisi bandingkan
Besar di langsung dengan makan
Indonesia oleh pagi atau makan
responden malam . keadaaan
ini berbeda dengan
yang di temukan
pada remaja-
remaja di amerika
yang lebih banyak
menghilangkan
waktu makan pagi

14
dan makan siang,
sedangkan makan
malam biasa
dilakukan lebih
teratur. Dari hasil
penelitian tersebut
di sebutkan bahwa
pengurangan
waktu makan
tersebut
menyebabkan
konsumsi zat gizi
pada golongan
remaja menjadi
tidak seimbang
20. Leny Budhi Hubunga Indonesia Observasional semi Berdasarkan uji
Harti, Inggita n Status analitic quantitativ hasil static
Kusumastuty, Gizi dan dengan e food menunjukkan
dan Irwan Pola pendekatan freuquency bahwa terdapat
Hariadi Makan cross- – hubungan terdapat
Terhadap sectional questionna pola makan
Penamba ry ( SQ- makanan pokok
han Berat FFQ ) selama kehamilan
Badan dengan
penambahan berat
badan (p=0,003
da r=0.34 ),
dimana jika pola
makan makanan
pokok selama
kehamilan

15
meningkat maka
nilai penambahan
berat badan
meningkat.

21. Ertha Hubunga Indonesia Penelitian ini Desain ini Penelitian ini di
Cahyaputra n antara merupakan digunakan maksudkan untuk
pola penelitian untuk mengetahui
makan, korelasional menggamb hubungan atara
status dengan arkan pola makan status
gizi dan menghubungk hubungan gizi dan tingkat
tingkat an veriabel antara kbugaran jasmani.
kebugara terikat dan variabel Hasil analisis
n jasmani bebas. independen statistic deskriptif
pada dan untuk variable pola
remaja variable makan siswa
dependen, secara keseluruhan
dalam dari 52 anak di
penelitian peroleh nili
ini adalah maksimum = 8,
menggunak nilsi minimum = 2,
an xy rata- rata ( mean )
kousener = 5,61, median =
6. Modus sebesar
= 6, standar
deviasi = 1,33.

22. Yessie Efektifita Indonesia Quasi Kuesioner Hasil uji


Vinandita s eksperimen pengetahua independen t-test
Pratiwi dan pengguna dengn n gizi tidak terdapat
Dyah Intan an media rancangan pre seimbang peningkatan pada

16
Pupitasari booklet test – post test selilsih nilai gizi
terhadap with control yang seimbang
pengetah grup design pada kelompok
uan gizi kontrol dengan
seimbang kelompok
pada eksperimen
remaja sehingga tida
kurang terdapat efektifitas
gizi di dalam penggunaan
keluraha media booklet
n terhadap
Semangg pengetahuan gizi
i seimbang tetapi
kecamata terdapat
n Pasar peningkatan nilai
Kliwon rata-rata 4,8 pada
kota kelompok
Surakarta eksperimen
23. Astuti Pengaruh Indonesia Pra Kuesioner Hasil penelitian
penyuluh eksperimental menunjukkan
an dengan bahwa sebelum
makanan rancangan one dilakukan
sehat group pretest- penyuluhan
bagi posttest makanan sehat
balita design sebagian besar
terhadap responden
tingkat memiliki
pengetah pengetahuan
uan ibu kurang sejumlah
balita 12 responden
(50%) sedangkan

17
setelah dilakukan
penyuluhan
makanan sehat
sebagian besar
responden
memiliki
pengetahuan baik
sejumlah 15
responden (62,5%)
24. Leylys Pengaruh Indonesia Kuantitatif Kuesioner Hasil penelitian
Liestyawati penyuluh jenis quasi identitas, menunjukkan
an eksperimental kuesioner terdapat pengaruh
dengan dengan pengetahua penyuluhan
media rancangan n, dengan media
booklet penelitian one kuesioner booklet terhadap
terhadap group pretest- sikap, dan pengetahuan dan
pengetah posttest booklet sikap dibuktikan
uan dan design dengan hasil
sikap ibu sebelum
tentang penyuluhan
pemberia sebesar 74,5%
n makan meningkat menjadi
bayi dan 87,2% setelah
anak penyuluhan
(PMBA)
di desa
Kemusu
kecamata
n
Kemusu
kabupate

18
n
Boyolali
25. Iwana Penyuluh Indonesia Penyuluhan Formulir Sebelum dilakukan
Delvika dan an dan diskusi berisi penyuluhan,
Kamila pengaruh serta perjanjian seluruh responden
Mustafa makanan konsultasi tidak memahami
instan komposisi dari
terhadap makanan instan,
pola dampak negatif
makan mengonsumsi
dan makanan instan.
kesehata Setelah dilakukan
n remaja evaluasi, peserta
di desa memahami
Manungg dampak negatif
al dan berjanji tidak
akan mengonsumsi
makanan instan

19
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil yang ditujukan dari beberapa penelitian menjelaskan bahwa pengetahuan


dan sikap remaja tentang pola makan sebelum dilakukannya penyuluhan kesehatan sangat
minim oleh karena itu perlunya dilakukan penyuluhan atau promosi kesehatan oleh
petugas kesehatan khususnya bagi para perawat. Dalam sehari, seorang remaja mampu
mengonsumsi beberapa jenis makanan instan dari makanan ringan sampai makanan
pokok yang digantikan dalam bentuk instan. Akibat dari pengonsumsian makanan instan
yang berlebihan dapat membuat remaja mengabaikan pola makan yang sehat.
Metode penyuluhan yang banyak digunakan dari berbagai penelitian untuk
promosi kesehatan mengenai pola makan sehat untuk remaja adalah booklet. Penyuluhan
yang dilakukan dapat disertai pre test dan post test. Intervensi dengan metode promosi
kesehatan atau penyuluhan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan
pelajar tentang pentingnya pola makan sehat. Setelah dilakukan intervensi terjadi
peningkatan pengetahuan dan sikap remaja dengan kategori pengetahuan dan sikap yang
baik. Hal ini diperkuat dari penelitian yang dilakukan oleh Nurul Riau Dwi Safitri tentang
Pengaruh Edukasi Gizi dengan Ceramah dan Booklet Terhadap Peningkatan Sikap Gizi
Remaja Overwight. Dari hasil penelitiannya, peningkatan rerata pengetahuan gizi pada
kelompok booklet rerata pengetahuan sebelum edukasi sebesar 73,96% menjadi 78,89%.
Peningkatan rerata sikap gizi pada kelompok booklet dari sebelumnya sebesar 73,14
menjadi 78,93.
Secara umum, semua artikel dan jurnal yang dianalisis menunjukkan peningkatan
pengetahuan tentang pola makan sehat dan perubahan sikap yang baik setelah diberikan
promosi kesehatan. Di beberapa artikel juga menunjukkan peningkatan pengetahuan yang
sangat drastis pada responden setelah dilakukan promosi kesehatan, terutama dengan
menggunakan media booklet. Salah satu contohnya terdapat pada hasil penelitian
Nurhayati Dewi Mursida tentang Pengaruh Media Booklet Terhadap Pengetahuan dan
Sikap tentang Pola Makan Sehat pada Remaja Pada saat pre-test, sebagian besar
responden memiliki pengetahuan cukup 50% dan sikap positif 85,2%. Pada saat post-test,
responden memiliki pengetahuan yang baik 72,2% dan sikap yang positif 96,3% sehingga

20
ada pengaruh signifikan dari promosi kesehatan dengan media booklet terhadap
peningkatan pengetahuan dan sikap tentang pola makan sehat pada remaja.

BAB V

KESIMPULAN

Pola makan adalah cara seseorang atau kelompok memilih dan memakannya
sebagai tanggapan terhadap pengaruh fisiologi, psikologi, budaya dan sosial disebut pola
makan. Pola makan dinamakan pula kebiasaan pangan atau pola pangan
Faktor-faktor yang bepengaruh pada kebiasaan makan masyarakat pada dasarnya
dapat digolongkan dua faktor utama, yaitu faktor ekstrinsik dan factor intrinsic. Ada dua
bentuk utama gangguan pola makan yang sering ditemukan pada remaja yaitu Anorerxia
Nervosa dan Bulimia Nervosa dan terjadi 1 diantara100-200 remaja putri”.Oleh karena
itu dari hasil analisis jurnal yang kami dapatkan pencegahan penyakit pada remaja ini

21
dapat dilakukan dengan media booklet. Harapannya agar seluruh masyarakat yang berada
dalam lingkup sekolah mampu memenuhi kebutuhan gizinya dan paham bagaimana pola
makan yang sehat.

DAFTAR PUSTAKA

A., Abdul Kadir. 2016. Kebiasaan Makan dan Gangguan Pola Makan serta Pengaruhnya
Terhadap Status Gizi Remaja. Publikan Journals UNM FIP UNM.

Anwar, Citra Rosalin. 2016. Fast Food: Gaya Hidup dan Promosi Makanan Siap Saji. Jurnal
Etnosia Vol. 01 Nomor 02. Departemen Antropologi FISIP UNHAS.

Asnidar. 2017. The Social Media-Based Health Education in Changing The Life Style and The
Body Mass Index of The Obese Adolescens in Bulukumba. FKM UNHAS.

Astuti. 2018. Pengaruh Penyuluhan Makanan Sehat bagi Balita Terhadap Tingkat Pengetahuan
Ibu Balit. STIKES INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG.

Ayuningtyas, Tita Wahyu. 2017. Efek Pendidikan Gizi dengan Media Booklet tentang Makanan
Sehat. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

22
Cahyaputra, Ertha. 2016. Hubungan Antara Pola Makan, Status Gizi, dan Tingkat Kebugaran
Jasmani pada Remaja. FIK Universitas Yogyakarta.

Delvika, Iwana dan Kamil Mustafa. 2018. Penyuluhan Pengaruh Makanan Instan Terhadap
Pola Makan dan Kesehatan Remaja Di Desa Manunggal.Jurnal Prodikmas Hasil Pengabdian
Masyarakat Vol. 2 No.1.

Fitri, Lidia. 2016. Hubungan Pola Makan pada Remaja dengan Obesitas. Journal Endurance
1(3) hlm. 152-157.

Girsang, Ruth Roselin. 2018. Pengaruh Media Promosi Kesehatan Booklet Terhadap
Peningkatan Pengetahuan Dan Sikap Remaja Mengenai Makanan Bergizi. Repositori Institusi
USU.

Harti, Leny Budhi dkk. 2016. Hubungan Status Gizi dan Pola Makan Terhadap Penambahan
Berat Badan. Indonesian Journal Of Human Nutrition, Vol. 3 No. 1 Suplemen: 54-62.

Keumalasari, dkk. 2017. Promosi Kesehatan Pola Makan Sehat Terhadap Pengetahuan dan
Sikap Remaja. Jurnal Ilmu Keperawatan.

Kusuma, Ilma Anindya dkk. 2017. Gambaran Pola Makan dan Status Gizi Remaja. FKM
UNHAS.

Kusuma, Muhammad Ridwan Adi dan Tri Krianto. 2018. Effects of Body Image, Eating
Behavior and Physical Activity on Body Mass Index of Teenagers: A Case Study among Students
of SMAN 22 DKI Jakarta. Departemen Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku, FKM UI.

Liestyawati, Leylys. 2018. Pengaruh Penyuluhan dengan Media Booklet Terhadap Pengetahuan
dan Sikap Ibu tentang Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) di desa Kemusu kecamatan
Kemusu kabupaten Boyolali. Universitas Miuhammadiyah Surakarta.

Lendra, Minokta dkk. 2018. Pengaruh Penggunaan Media Booklet Terhadap Peningkatan
Pengetahuan Tentang Kecukupan Energi Remaja. Jurnal Mahasiswa dan Penelitian Kesehatan.

Miko, Ampera dan Putri Bela Dina. 2016. Hubungan Pola Makan Pagi dengan Status Gizi pada
Remaja. Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh.

23
Mudjianto, Trintrin T. dkk. 2016. Kebiasaan Makan Golongan Remaja di Enam Kota Besar di
Indonesia. Diakses tanggal 2 Juni 2016.

Mursida, Nurhayati Dewi. 2016. Pengaruh Media Booklet Terhadap Pengetahuan dan Sikap
Tentang Pola Makan Sehat Pada Remaja. Stikes Jendral Achmad Yani Yogyakarta.

Nurjanah, Rulliyati dan Wika Rinawati. 2017. Faktor-Faktor Pola Makan pada Remaja di
SMKN 4 Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Teknik Boga.

Prasanti, Ditha. 2018. Penggunaan Media Komunikasi bagi Remaja tentang Pola Makan Sehat.
Jurnal Lontar Vol. 6 No. 1 13-21.

Pratiwi, Yessie Vinandita dan Dyah Intan Puspitasari. 2017. Efektivitas Penggunaan Media
Booklet Terhadap Pengetahuan Gizi Seimbang pada Remaja Gizi Kurang di Kelurahan
Semanggi Kecamatan Pasar Kliwon Kota Surakarta. Jurnal Kesehatan Vol.10 No. 1.

Priliani, Dewisa. 2017. Gambaran Mengenai Intervensi Menerapkan Pola Makan Sehat pada
Remaja. Fakultas Psikologi UNPAD.

Restuastuti, Tuti dkk. 2016. Hubungan Pola Makan dan Aktivitas Fisik Terhadap Obesitas pada
Remaja di SMAN 5 Pekanbaru. Jom FK Vol. 3 No. 1.

Ridha, Abdul dan Andri Dwi Hernawan. 2016. Efektifitas Booklet pada Perilaku Pola Makan
Remaja. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak.

Safitri, Nurul Riau Dwi. 2016. Pengaruh Edukasi Gizi dengan Ceramah dan Booklet terhadap
Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Gizi Remaja Over Weight. Diakses pada tanggal 30
September 2016.

24