Anda di halaman 1dari 20

PENGELOLAAN PENUMPUKAN PASIEN

DI UNIT GAWAT DARURAT

NO. DOKUMEN: NO.REVISI: HALAMAN :


SPO/015.5/ARK/RSUD 01 1/1
RSUD TRIKORA SALAKAN TRIKORA

DITETAPKAN :
DIREKTUR RSUD TRIKORA SALAKAN
STANDAR PROSEDUR
TANGGAL TERBIT:
OPERASIONAL
09 JANUARI 2019
(SPO)
dr.JAMES H.D PINONTOAN
NIP.19770115 200502 1 007

PENGERTIAN : Prosedur untuk mengelola dan menangani penumpukan pasien di


Unit Gawat Darurat

TUJUAN : Untuk menjaga kelancaran proses pelayanan pasien dan mutu


pelayanan saat terjadi penumpukan pasien, sehingga pelayanan
sesuai kebutuhan pasien tetap terjamin untuk diberikan

KEBIJAKAN : Surat Keputusan Direktur RSUD Trikora Salakan Nomor


000/015/ARK/RSUD-TRIKORA Tentang Pemberlakuan Panduan
Pendaftaran Pasien.

PROSEDUR : 1. Jumlah pasien di UGD RSUD Trikora Salakan melebihi


jumlah rata-rata pasien sehari-hari yang dapat ditangani oleh
jumlah petugas UGD sehari-hari, misalnya terjadi kondisi
bencana atau kecelakaan massal. Dalam hal ini maka untuk
mengatasi keterbatasan jumlah petugas UGD saat itu, maka
dapat menghubungi tenaga bantuan dari perawat atau dokter
RSUD Trikora Salakan yang sedang libur (tidak bertugas
pada saat itu) atau meminta bantuan pada perawat di Unit
Lain yang sedang dalam kondisi tidak sibuk.
2. Jumlah pasien di UGD RSUD Trikora Salakan melebihi
jumlah kapasitas sarana yang ada di Unit Gawat Darurat
akibat adanya bencana, kejadian luar biasa, atau kecelakaan
massal, maka digunakan sarana dari unit lain yang sedang
tidak digunakan. Selain itu, Rumah Sakit sementara
mempersiapkan ruangan khusus dan sarana cadangan siap
tanggap bencana atau KLB.
3. Hasil pemeriksaan penunjang diagnostik yang mengalami
keterlambatan dan atau penundaan pelayanan, maka pasien
yang sudah stabil akan dipindahkan ke ruang observasi
sementara di Unit Gawat Darurat sebelum dipindahkan.

UNIT TERKAIT : 1. Petugas Rekam Medis


2. Unit Gawat Darurat
3. Instalasi Rawat Inap
SPO PENDAFTARAN PASIEN RAWAT INAP

NO. DOKUMEN: NO.REVISI: HALAMAN :


SPO/015.2/ARK/RSUD 01 1/4
RSUD TRIKORA SALAKAN TRIKORA

DITETAPKAN :
DIREKTUR RSUD TRIKORA SALAKAN
STANDAR PROSEDUR TANGGAL TERBIT:
OPERASIONAL 09 JANUARI 2019
(SPO)
dr.JAMES H.D PINONTOAN
NIP.19770115 200502 1 007

PENGERTIAN : Pasien rawat inap adalah pasien yang dinyatakan oleh dokter
yang memeriksa, baik yang masuk melalui poliklinik maupun UGD
untuk mendapat tindakan medis lebih lanjut sehingga perlu
dirawat

TUJUAN : Memberikan pelayanan pendaftaran bagi pasien yang akan


masuk ruang perawatan

KEBIJAKAN : Surat Keputusan Direktur RSUD Trikora Salakan Nomor:


000/015/ARK/RSUD-TRIKORA Tentang Pemberlakuan Panduan
Pendaftaran Pasien

PROSEDUR : Pendaftaran Rawat Inap Elektif :

1. DPJP mengajukan pasien untuk rawat inap pada tanggal yang


dijadwalkan misalnya untuk dilakukan operasi elektif
2. Atas persetujuan pasien / keluarga, dokter memberikan surat
pengantar rawat inap kepada pasien / keluarga pengantar
pasien
3. Perawat poliklinik mengarahkan pasien untuk ke bagian
pendaftaran Rawat Inap.
4. Pasien mendaftar ke petugas pendaftaran dengan
menyerahkan surat pengantar rawat inap untuk mengecek
ketersediaan ruangan pada jadwal yang ditetapkan DPJP
untuk dilakukan rawat inap
5. Petugas pendaftaran menanyakan identitas pasien,
memberikan penjelasan kepada pasien mengenai hak dan
kewajiban pasien, perkiraan biaya serta persyaratan yang
harus dilengkapi jika menggunakan jaminan kesehatan pada
saat rawat inap.
6. Petugas pendaftaran melakukan pengecekan di buku
pendaftaran Rawat Inap Elektif,
 Jika pada tanggal tersebut masih tersedia ruangan untuk rawat
inap elektif, maka petugas menginformasikan kepada pasien
ketersediaan ruangan
 Jika pada tanggal tersebut, ruangan yang dibutuhkan tidak
tersedia, maka petugas Pendaftaran melakukan konfirmasi
PENDAFTARAN RAWAT INAP

RSUD TRIKORA SALAKAN

HALAMAN :
STANDAR PROSEDUR NO. DOKUMEN: NO. REVISI :
2/4
OPERASIONAL SPO/ 015.2 /ARK/RSUD-TRIKORA 01
(SPO)

 kepada DPJP untuk dilakukan perubahan jadwal yang sesuai


dan menginformasikan kembali pada pasien
7. Jika pada tanggal mendekati jadwal rawat inap elektif tersebut,
ruangan yang dibutuhkan pasien tidak diperkirakan akan penuh
misalnya karena terisi oleh pasien cito, maka petugas pendaftaran
menghubungi pasien dan menginformasikan penuhnya ruangan
yang dibutuhkan dan dilakukan kembali penyesuaian jadwal
8. Atau pasien dapat menghubungi petugas pendaftaran sehari
sebelum tanggal rawat inap yang ditentukan untuk memastikan
kembali ketersediaan ruang rawat inap
9. Pasien datang kembali pada tanggal yang ditentukan ke bagian
pendaftaran dengan menyerahkan surat pengantar rawat inap
10. Petugas pendaftaran menanyakan Kartu Berobat Pasien
11. Petugas pendaftaran menghubungi ruang rawat inap yang dituju
untuk mempersiapkan ruangan yang akan ditempati pasien
12. Petugas pendaftaran rawat inap menjelaskan kembali hak dan
kewajiban pasien, status pembayaran pasien umum atau
menggunakan jaminan kesehatan:
a. Untuk pasien umum petugas pendaftaran menjelaskan tarif jasa
rawat inap secara jelas kepada pasien/keluarga pasien untuk
rauang perawatan pasien
b. Untuk pasien BPJS:
 Mengecek masa aktif kartu BPJS pasien
 Meminta berkas persyaratan untuk membuat jaminan antara
lain foto copy BPJS, surat rujukan jika ada, foto copy KTP jika
masih dibawah umur foto copy KK
 Jika persyaratan belum lengkap pasien/keluarga pasien diberi
waktu 3x24 jam untuk memenuhi persyaratan(selama pasien
dirawat) jika tidak maka pasien dihitung umum
 Tentukan dan beritahu pasien/keluarga pasien tentang kamar
perawatan yang akan ditempati sesuai dengan hak kelas yang
telah ditentukan BPJS pasien
 Jika pasien meminta naik kelas perawatan berikan surat
permintaan naik kelas perawatan yang ditanda tangani
pasien/keluarga pasien
13. Jika berkas medis pasien rawat inap telah lengkap, petugas
pendaftaran mengkonfirmasi kesiapan ruangan yang akan
ditempati pasien kepada petugas ruanga rawat yang
bersangkutan
14. Petugas pendaftaran rawat inap mencatat dibuku kunjungan
pasien
PENDAFTARAN RAWAT INAP

RSUD TRIKORA SALAKAN

HALAMAN :
STANDAR PROSEDUR NO. DOKUMEN: NO. REVISI :
3/4
OPERASIONAL SPO/ 015.2 /ARK/RSUD-TRIKORA 01
(SPO)

Pendaftaran Rawat Inap Non Elektif dari Unit Gawat Darurat dan
Poliklinik

1. Dokter memutuskan pasien untuk rawat inap setelah melakukan


serangkaian skrining pasien yang direkam pada rekam medis
2. Atas persetujuan pasien / keluarga perawat UGD / poliklinik
memberi informasi kepada petugas pendaftaran bahwa pasien
akan dirawat
3. Perawat mengarahkan keluarga pasien untuk mendaftarkan
pasien ke bagian pendaftaran rawat inap
4. Keluarga pasien datang ke ruang pendaftran rawat inap dan
diterima oleh petugas pendaftaran dengan menyerahkan surat
pengantar rawat inap
5. Petugas pendaftaran menanyakan Kartu Berobat Pasien (untuk
pasien lama) atau mencatat data/pasien dengan lengkap untuk
pasien baru dan memberikan Kartu Identitas Pasien
6. Petugas pendaftaran melakukan pengecekan ruang rawat inap
yang dibutuhkan pasien
7. Petugas pendaftaran rawat inap menjelaskan hak dan kewajiban
pasien, perkiraan biaya, status pembayaran pasien umum atau
menggunakan asuransi kesehatan:
a. Untuk pasien umum petugas administrasi menjelaskan tarif
jasa rawat inap secara jelas kepada pasien/keluarga pasien
untuk ruang perawatan pasien
b. Untuk pasien BPJS:
 Mengecek masa aktif kartu BPJS pasien
 Meminta berkas persyaratan untuk membuat jaminan antara
lain foto copy BPJS, surat rujukan jika ada, foto copy KTP,
jika masih dibawah umur foto copy KK
 Jika persyaratan belum lengkap pasien/keluarga pasien
diberi waktu 3x24 jam untuk memenuhi persyaratan(selama
pasien dirawat) jika tidak maka pasien dihitung umum
 Tentukan dan beritahu pasien/keluarga pasien tentang
kamar perawatan yang akan ditempati sesuai dengan hak
kelas yang telah ditentukan BPJS pasien
 Jika pasien meminta naik kelas perawatan berikan surat
permintaan naik kelas perawatan dan kesediaan untuk
pembayaran selisih kelas yang ditanda tangani pasien /
keluarga pasien
8. Jika berkas medis pasien rawat inap telah lengkap, diberikan
kepada petugas ugd / poliklinik
9. Petugas pendaftaran rawat inap mencatat dibuku kunjungan
pasien dan member tanda rawat inap
PENDAFTARAN RAWAT INAP

RSUD TRIKORA SALAKAN

HALAMAN :
STANDAR PROSEDUR NO. DOKUMEN: NO. REVISI :
4/4
OPERASIONAL SPO/ 015.2 /ARK/RSUD-TRIKORA 01
(SPO)

UNIT TERKAIT : 1. Petugas Rekam Medis


2. Unit Gawat Darurat
3. Unit Rawat Inap
PENDAFTARAN PASIEN GAWAT DARURAT

NO. DOKUMEN: NO.REVISI: HALAMAN :


SPO/015.3/ARK/RSUD 01 1/2
RSUD TRIKORA SALAKAN TRIKORA

DITETAPKAN :
DIREKTUR RSUD TRIKORA SALAKAN
STANDAR PROSEDUR TANGGAL TERBIT:
OPERASIONAL 09 JANUARI 2019
(SPO)
dr.JAMES H.D PINONTOAN
NIP.19770115 200502 1 007

PENGERTIAN : Suatu keadaan dimana pasien memerlukan pertolongan segera


dan memerlukan penanganan gawat darurat dan observasi di
UGD

TUJUAN : Sebagai acuan pelaksanaan pelayanan gawat darurat

KEBIJAKAN : Surat Keputusan Direktur RSUD Trikora Salakan Nomor:


000/015/ARK/RSUD-TRIKORA Tentang Pemberlakuan Panduan
Pendaftaran Pasien.

PROSEDUR : 1. Pasien datang di UGD


2. Perawat dan Dokter segera memberikan pelayanan kepada
pasien dengan respon time ≤ 5 menit, dan dilakukan skrining
dengan sistem triase
3. Perawat UGD mengarahkan keluarga pasien untuk melakukan
pendaftaran di bagian pendaftaran
4. Keluarga pasien mendaftar, petugas pendaftaran meminta KIB
(Kartu Identitas Berobat) untuk pasien lama, dan menanyakan
identitas pasien untuk pasien baru
5. Petugas pendaftaran menanyakan status pembayaran pasien
apakah umum atau memiliki jaminan kesehatan. Untuk pasien
yang memiliki jaminan kesehatan, maka petugas pendaftaran
meminta kelengkapan persyaratan jaminan kesehatan pada
hari yang sama (untuk pasien rawat jalan dan dirujuk) dan
dalam jangka waktu 3x24 jam (untuk pasien yang dirawat inap)
6. Petugas pendaftaran melengkapi berkas rekam medis, dan
setelah itu memberikan berkas rekam medis dan gelang
identitas pasien kepada perawat UGD
7. Setelah dokter selesai melakukan serangkaian skrining /
pemeriksaan kepada pasien dan memutuskan untuk pasien
dirawat inap, dipulangkan, ataupun dirujuk, maka perawat
UGD kembali mengkonfirmasi kepada petugas pendaftaran
tentang status rawat pasien
8. Jika pasien diputuskan untuk dirawat inap, maka perawat UGD
mengarahkan keluarga pasien untuk kembali melakukan
pendaftaran rawat inap ke bagian pendaftaran rawat inap
PENDAFTARAN PASIEN GAWAT DARURAT

RSUD TRIKORA SALAKAN

STANDAR PROSEDUR HALAMAN :


NO. DOKUMEN: NO. REVISI :
OPERASIONAL 2/2
SPO/ 015.3 /ARK/RSUD-TRIKORA 01
(SPO)

9. Petugas pendaftaran memberikan penjelasan tentang hak dan


kewajiban pasien, perkiraan biaya untuk setiap kelas ruangan
(general consent) dan menanyakan keinginan pasien untuk
dirawat di ruang kelas berapa sesuai dengan kebutuhan pasien
yang diinstruksikan oleh DPJP
10. Jika menggunakan jaminan kesehatan, namun pasien
menginginkan dirawat di hak kelas yang lebih tinggi dari yang
diaturkan oleh BPJS, maka petugas pendaftaran menerangkan
kewajiban selisih pembayaran yang harus dibayarkan pasien dan
menandatangani pemberian informasi dan form persetujuan
11. Jika ruangan yang sesuai hak kelas pasien tidak tersedia, maka
petugas pendaftaran menjelaskan untuk pasien akan dititip di
ruangan kelas yang lain hingga ruangan yang sesuai hak kelasnya
tersedia, jika pasien menolak maka pasien dirujuk ke fasilitas
kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan pasien.

UNIT TERKAIT : 1. Petugas Rekam Medis


2. Unit Gawat Darurat
PENANGANAN APABILA TIDAK TERSEDIA
TEMPAT TIDUR DIRUMAH SAKIT

NO. DOKUMEN: NO.REVISI: HALAMAN :


SPO/015.4/ARK/RSUD 01 1/1
RSUD TRIKORA SALAKAN TRIKORA

DITETAPKAN :
DIREKTUR RSUD TRIKORA SALAKAN
STANDAR PROSEDUR TANGGAL TERBIT:
OPERASIONAL 09 JANUARI 2019
(SPO)
dr.JAMES H.D PINONTOAN
NIP.19770115 200502 1 007

PENGERTIAN : Penanganan pasien bila tidak tersedia tempat tidur pada unit yang
dituju adalah suatu bentuk pelayanan yang diberikan kepada
pasien dengan mempertimbangkan kondisi pasien saat akan
dirawat namun tempat tidur pada unit yang dituju tidak tersedia.

TUJUAN : Pasien tetap mendapat pelayanan

KEBIJAKAN : Surat Keputusan Direktur RSUD Trikora Salakan Nomor:


000/015/ARK/RSUD-TRIKORA Tentang Pemberlakuan Panduan
Pendaftaran Pasien.

PROSEDUR : 1. Pada kasus dimana pasien membutuhkan perawatan rawat inap


namun unit rawat inap yang sesuai dengan kondisi pasien penuh,
maka petugas rumah sakit akan menyampaikan beberapa
alternatif solusi;
a. pasien tersebut akan di titip pada ruang lainnya yang memiliki
fasilitas memadai dan menyerupai sampai unit rawatan yang
diperlukan kembali tersedia.
b. Jika pasien tidak bersedia, maka pasien akan di rujuk ke
rumah sakit yang sesuai dengan kebutuhan pasien. Petugas
administrasi akan menyelesaikan dokumentasi dan
administrasi yang dibutuhkan untuk pasien yang dirawat, atau
dirujuk.
c. Dokter melengkapi informasi klinis dan pengelolaan yang telah
diberikan dalam surat rujukan dan dikirim kerumah sakit
rujukan bersama pasien.
d. Apabila seluruh rumah sakit rujukan tidak bisa menyedikan
fasilitas perawatan yang dibutuhkan pasien tersebut, maka
pihak rumah sakit akan menyampaikan informasi tersebut
kepada pasien dan menyediakan ruangan rawat dengan
segala fasilitas yang rumah sakit miliki secara optimal
e. Jika pasien dan keluarga menolak untuk dirujuk maka keluarga
atau pasien mengisi formulir menolak dirujuk nomor (RM-RSU
11/JANGMED/2019) dan pasien akan dirawat di RSU dengan
menyediakan ruangan rawat dengan segala fasilitas yang
dimiliki rumah sakit secara optimal.
f. Segala keputusan pasien tentang alternatif solusi yang
ditawarkan di dokumentasikan dalam rekam medik dengan
mengisi formulir edukasi terintegrasi nomor (RM-RSU
35/JANGMED/2019)
PENANGANAN APABILA TIDAK TERSEDIA
TEMPAT TIDUR DIRUMAH SAKIT
RSUD TRIKORA SALAKAN

HALAMAN :
STANDAR PROSEDUR NO. DOKUMEN: NO. REVISI :
2/2
OPERASIONAL SPO/ 015.4 /ARK/RSUD-TRIKORA 01
(SPO)

2. Segala prosedur pengelolaan terhadap pasien tersebut di berikan


tanggung jawab penuh kepada dokter yang merawat dengan tidak
mengurangi kualitas perawatan dan pelayanan meskipun tidak di
rawat pada unit rawat yang di tuju.

UNIT TERKAIT : 1. Petugas Rekam Medis


3. Unit Gawat Darurat
4. Unit Rawat Inap
PENAHANAN PASIEN UNTUK OBSERVASI
DI UNIT GAWAT DARURAT

NO. DOKUMEN: NO.REVISI: HALAMAN :


SPO/015.6/ARK/RSUD 01 1/2
RSUD TRIKORA SALAKAN TRIKORA

DITETAPKAN :
DIREKTUR RSUD TRIKORA SALAKAN
STANDAR PROSEDUR TANGGAL TERBIT:
OPERASIONAL 09 JANUARI 2019
(SPO)
dr.JAMES H.D PINONTOAN
NIP.19770115 200502 1 007

PENGERTIAN : Suatu keadaan dimana pasien memerlukan stabilisasi dan


observasi sebelum dipindahkan ke unit pelayanan lebih lanjut
TUJUAN : Sebagai acuan pelaksanaan observasi pasien di Unit Gawat
Darurat
KEBIJAKAN : Surat Keputusan Direktur RSUD Trikora Salakan Nomor:
000/015/ARK/RSUD-TRIKORA Tentang Pemberlakuan Panduan
Pendaftaran Pasien.
PROSEDUR : 1. Pasien yang memerlukan tindakan observasi
2. Dokter UGD memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga
pasien bahwa pasien masih akan ditahan di ruang UGD dalam
jangka waktu tertentu karena masih memerlukan observasi
dan menjelaskan alasan dan resiko, serta tindak lanjut.
3. Observasi dilakukan tiap 5 – 15 menit sesuai tingkat
kegawatannya
4. Observasi dilakukan oleh perawat dan dokter
5. Hal-hal yang perlu diobservasi :
a. keadaan umum pasien
b. Kesadaran pasien
c. Kelancaran jalan nafas(air Way )
d. Kelancaran pemberian O2 bila perlu
e. Tanda-tanda vital :
- Tensi
- Nadi
- Respirasi/pernafasan
- Suhu
f. Kelancaran tetesan infuse bila di infuse
5. Apabila hasil observasi menunjukan keadaan pasien semakin
tidak baik perawat melapor ke dokter jaga UGD dank e dokter
DPJP
6. Apabila kasus penyakit diluar kemampuan dokter DPJP dan
sarana dirumah sakit tidak memadai maka pasien harus
dirujuk
7. Observasi dilakukan maksimal 2 jam, selanjutnya pasien
diputuskan bisa pulang, dirawat inap, atau dirujuk
8. Perkembangan pasien selama diobservasi ditulis status
observasi Pasien
PENAHANAN PASIEN UNTUK OBSERVASI
DI UNIT GAWAT DARURAT
RSUD TRIKORA SALAKAN

STANDAR PROSEDUR HALAMAN :


NO. DOKUMEN: NO. REVISI :
OPERASIONAL 2/2
SPO/ 015.6 /ARK/RSUD-TRIKORA 01
(SPO)

9. Setelah observasi tentukan apakah pasien perlu; rawat


jalan,rawat Inap atau dirujuk

UNIT TERKAIT : 1. Petugas Rekam Medis


2. Unit Gawat Darurat
PENERIMAAN PASIEN
DARI UNIT GAWAT DARURAT KE RUANG RAWAT INAP

NO. DOKUMEN: NO.REVISI: HALAMAN :


SPO/015.7/ARK/RSUD 01 1/2
RSUD TRIKORA SALAKAN TRIKORA

DITETAPKAN :
DIREKTUR RSUD TRIKORA SALAKAN
STANDAR PROSEDUR
TANGGAL TERBIT:
OPERASIONAL
09 JANUARI 2019
(SPO)
dr.JAMES H.D PINONTOAN
NIP.19770115 200502 1 007

PENGERTIAN : Pasien rawat inap adalah pasien yang dinyatakan oleh dokter
yang memeriksa, baik yang masuk melalui poliklinik maupun UGD
untuk mendapat tindakan medis lebih lanjut sehingga perlu
dirawat
TUJUAN : Menjaga kelancaran proses alur pelayanan di Rumah Sakit
Umum Daerah Trikora khususnya alur pelayanan dari UGD ke
ruang rawat inap
KEBIJAKAN : Surat Keputusan Direktur RSUD Trikora Salakan Nomor:
000/015/ARK/RSUD-TRIKORA Tentang Pemberlakuan Panduan
Pendaftaran Pasien
PROSEDUR : 1. Setelah melakukan proses pendaftaran rawat inap, petugas
pendaftaran memberikan rekam medis yang telah dilengkapi
kepada perawat UGD
2. Setelah dokter dan perawat UGD melakukan stabilisasi
kepada pasien dan melengkapi rekam medis, perawat UGD
melakukan konfirmasi kesiapan ruangan kepada perawat di
ruang rawat yang akan ditempati oleh pasien
3. Setelah ruangan telah siap, maka perawat UGD
menginformasikan kepada pasien dan keluarga pasien
bahwa akan dilakukan proses transfer pasien ke ruang rawat
inap
4. Perawat UGD mempersiapkan kelengkapan berkas dan obat
serta peralatan yang dibutuhkan pasien di ruangan rawat
inap
5. Perawat UGD melakukan proses transfer pasien dengan
membawa kelengkapan rekam medis dan obat-obatan yang
dibutuhkan pasien
6. Di ruang rawat inap, perawat UGD melakukan serah terima
pasien dengan perawat ruang rawat inap dan menjelaskan
mengenai kondisi pasien selama di UGD, tindakan yang
telah dilakukan dan rencana tindakan selanjutnya, terapi
obat-obatan yang telah diberikan dan akan diberikan, serta
kondisi pasien yang perlu dilakukan observasi
7. Perawat ruang rawat Inap melakukan SBAR
8. Perawat Ruang Rawat Inap memberikan penjelasan kepada
pasien dan keluarga pasien bahwa perawatan selanjutnya
akan dilakukan oleh perawat dan Dokter di ruang rawat inap
tersebut.
9. Perawat ruang rawat inap melakukan asesmen ulang
keperawatan dan menginformasikannya kepada pasien dan
kepada DPJP serta dokter Jaga jika terjadi perburukan
kondisi pasien
PENERIMAAN PASIEN
DARI UNIT GAWAT DARURAT KE RUANG RAWAT INAP
RSUD TRIKORA SALAKAN

HALAMAN :
STANDAR PROSEDUR NO. DOKUMEN: NO. REVISI :
2/2
OPERASIONAL SPO/ 015.7 /ARK/RSUD-TRIKORA 01
(SPO)

UNIT TERKAIT : 1. Pendaftaran


2. Unit Gawat Darurat
3. Unit Perawatan Inap
PENERIMAAN PASIEN
DARI POLIKLINIK KE RUANG RAWAT INAP

NO. DOKUMEN: NO.REVISI: HALAMAN :


SPO/015.9/ARK/RSUD 01 1/2
RSUD TRIKORA SALAKAN TRIKORA

DITETAPKAN :
DIREKTUR RSUD TRIKORA SALAKAN
STANDAR PROSEDUR
TANGGAL TERBIT:
OPERASIONAL
09 JANUARI 2019
(SPO)
dr.JAMES H.D PINONTOAN
NIP.19770115 200502 1 007

PENGERTIAN : Pasien rawat inap adalah pasien yang dinyatakan oleh dokter
yang memeriksa, baik yang masuk melalui poliklinik maupun UGD
untuk mendapat tindakan medis lebih lanjut sehingga perlu
dirawat
TUJUAN : Menjaga kelancaran proses alur pelayanan di Rumah Sakit
Umum Daerah Trikora khususnya alur pelayanan dari poliklinik ke
ruang rawat inap
KEBIJAKAN : Surat Keputusan Direktur RSUD Trikora Salakan Nomor:
000/015/ARK/RSUD-TRIKORA Tentang Pemberlakuan Panduan
Pendaftaran Pasien
PROSEDUR : 1. Setelah melakukan proses pendaftaran rawat inap, petugas
pendaftaran memberikan rekam medis yang telah dilengkapi
kepada perawat poliklinik
2. Setelah dokter dan perawat poliklinik melakukan stabilisasi
kepada pasien dan melengkapi rekam medis, perawat
poliklinik melakukan konfirmasi kesiapan ruangan kepada
perawat di ruang rawat yang akan ditempati oleh pasien
3. Setelah ruangan telah siap, maka perawat poliklinik
menginformasikan kepada pasien dan keluarga pasien
bahwa akan dilakukan proses transfer pasien ke ruang rawat
inap
4. Perawat poliklinik mempersiapkan kelengkapan berkas dan
obat serta peralatan yang dibutuhkan pasien di ruangan
rawat inap
5. Perawat poliklinik melakukan proses transfer pasien dengan
membawa kelengkapan rekam medis dan obat-obatan yang
dibutuhkan pasien
6. Di ruang rawat inap, perawat poliklinik melakukan serah
terima pasien dengan perawat ruang rawat inap dan
menjelaskan mengenai kondisi pasien selama di poliklinik,
tindakan yang telah dilakukan dan rencana tindakan
selanjutnya, terapi obat-obatan yang telah diberikan dan
akan diberikan, serta kondisi pasien yang perlu dilakukan
observasi
7. Perawat ruang rawat Inap melakukan SBAR
8. Perawat Ruang Rawat Inap memberikan penjelasan kepada
pasien dan keluarga pasien bahwa perawatan selanjutnya
akan dilakukan oleh perawat dan Dokter di ruang rawat inap
tersebut.
9. Perawat ruang rawat inap melakukan asesmen ulang
keperawatan dan menginformasikannya kepada pasien dan
PENERIMAAN PASIEN
DARI POLIKLINIK KE RUANG RAWAT INAP
RSUD TRIKORA SALAKAN

HALAMAN :
STANDAR PROSEDUR NO. DOKUMEN: NO. REVISI :
2/2
OPERASIONAL SPO/ 015.9 /ARK/RSUD-TRIKORA 01
(SPO)
kepada DPJP serta dokter Jaga jika terjadi perburukan
kondisi pasien

UNIT TERKAIT : 1. Pendaftaran


2. Poliklinik
3. Unit Perawatan Inap
PENDAFTARAN RAWAT JALAN

NO.REVISI: HALAMAN :
NO. DOKUMEN:
01 1/2
SPO/015.1/ARK/RSUD TRIKORA
RSUD TRIKORA SALAKAN

DITETAPKAN :
DIREKTUR RSUD TRIKORA SALAKAN
STANDAR PROSEDUR
TANGGAL TERBIT:
OPERASIONAL
09 JANUARI 2019
(SPO)
dr.JAMES H.D PINONTOAN
NIP.19770115 200502 1 007

PENGERTIAN : pelayanan rawat jalan adalah pelayanan yang mana pasien tidak
membutuhkan untuk dilakukan observasi atau tindak lanjut
perawatan inap
TUJUAN : Menjaga kelancaran proses alur pelayanan di Rumah Sakit
Umum Daerah Trikora khususnya alur pelayanan poliklinik
KEBIJAKAN : Surat Keputusan Direktur RSUD Trikora Salakan Nomor:
000/015/ARK/RSUD-TRIKORA Tentang Pemberlakuan Panduan
Pendaftaran Pasien
PROSEDUR : 1. Pasien datang di bagian pendaftaran dan diterima oleh petugas
pendaftaran.
2. Petugas pendaftaran meminta pasien mengambil nomor
antrian,dan akan memanggil pasien sesuai nomor antriannya.
3. Petugas menanyakan apakah pasien merupakan pasien yang
baru pertama kali berkunjung, tidak membawa kartu berobat dan
kehilangan kartu berobatnya atau pasien lama;
4. Jika pasien tersebut adalah pasien baru, maka petugas
pendaftaran mendaftar pasien sbb:
 Petugas pendaftaran melengkapi formulir rekam medis
pasien dengan mewawancarai pasien/keluarga pasien
 Petugas pendaftaran memberikan KIB(Kartu Identitas
Berobat)
 Petugas pendaftaran membawa formulir rekam medis
pasien kepoli/unit pelayanan yang dituju
 Saat di dalam unit pelayanan/poliklinik yang dituju :
a) Pasien diperiksa oleh dokter dan petugas di unit
pelayanan membantu dalam memberikan pelayanan
kesehatan terhadap pasien.
b) Setelah diperiksa, dokter memutuskan kebutuhan
pasien perlu dirujuk ke unit pelayanan penunjang atau
tidak.
 Jika iya, maka petugas memberikan formulir rujukan
ke unit yang dituju dan menjelaskan jika sudah ada
hasil agar pasien kembali lagi ke poli yang
memberikan intruksi pemeriksaan ke pelayanan
penunjang tersebut.
 Jika tidak, maka pasien dan keluarga dipersilahkan
mengambil obat dibagian farmasi dan
menyelesaikan administrasi pembayaran dikasir jika
tergolong pasien umum.
5. Jika pasien tersebut adalah pasien lama, maka petugas
pendaftaran mendaftar pasien sebagai berikut :
PENDAFTARAN RAWAT JALAN

RSUD TRIKORA SALAKAN

HALAMAN :
STANDAR PROSEDUR NO. DOKUMEN: NO. REVISI :
2/2
OPERASIONAL SPO/ 015.1 /ARK/RSUD-TRIKORA 01
(SPO)
 Petugas meminta dan meneliti kartu Identitas Berobat
pasien(KIB)
 Petugas administrasi mencari berkas rekam medis pasien di
unit pelayanan rekam medik
 Setelah berkas lengkap petugas mengisi status rekam medik
pasien dengan mewawancarai pasien/keluarga pasien dan
membawa status rekam medik kepoli yang dituju
 Saat di dalam unit pelayanan/poliklinik yang dituju :
a) Pasien diperiksa oleh dokter dan petugas di unit
pelayanan membantu dalam memberikan pelayanan
kesehatan terhadap pasien.
b) Setelah diperiksa, dokter memutuskan kebutuhan pasien
perlu dirujuk ke unit pelayanan penunjang atau tidak.
 Jika iya, maka petugas memberikan formulir rujukan ke
unit yang dituju dan menjelaskan jika sudah ada hasil
agar pasien kembali lagi ke poli yang memberikan
intruksi pemeriksaan ke pelayanan penunjang tersebut.
 Jika tidak, maka pasien dan keluarga dipersilahkan
mengambil obat dibagian farmasi dan menyelesaikan
administrasi pembayaran dikasir jika tergolong pasien
umum.

UNIT TERKAIT : 1. Pendaftaran


2. Poliklinik
3. Unit Perawatan Inap
IDENTIFIKASI DAN PENANGANAN HAMBATAN PASIEN

NO.REVISI: HALAMAN :
NO. DOKUMEN:
01 1/2
SPO/015.8/ARK/RSUD TRIKORA
RSUD TRIKORA SALAKAN

DITETAPKAN :
DIREKTUR RSUD TRIKORA SALAKAN
STANDAR PROSEDUR
TANGGAL TERBIT:
OPERASIONAL
09 JANUARI 2019
(SPO)
dr.JAMES H.D PINONTOAN
NIP.19770115 200502 1 007

PENGERTIAN : pelayanan rawat jalan adalah pelayanan yang mana pasien tidak
membutuhkan untuk dilakukan observasi atau tindak lanjut
perawatan inap
TUJUAN : Menjaga kelancaran proses alur pelayanan di Rumah Sakit
Umum Daerah Trikora khususnya alur pelayanan poliklinik
KEBIJAKAN : Surat Keputusan Direktur RSUD Trikora Salakan Nomor:
000/015/ARK/RSUD-TRIKORA Tentang Pemberlakuan Panduan
Pendaftaran Pasien
PROSEDUR : 1. Petugas pendaftaran dan petugas triase mengidentifikasi
hambatan pada pasien dengan mengisi identifikasi sewaktu
mendaftar.
2. Dokter IGD/DPJP mengkaji hambatan pada pasien.
3. Hambatan yang di dapatkan dalam populasi pasien berupa
pasien tua,cacat fisik, bicara dengan berbagai bahasa daerah
maUpun asing dan budaya
4. Hambatan yang paling sering didapatkan di RSUD Trikora
adalah pasien tua, cacat fisik, bahasa daerah
5. Rumah sakit melakukan proses untuk mengatasi hambatan
tersebut
6. Semua pasien dengan ksulitan mobilisasi akan disediakan kursi
roda di area drop off
7. Semua pasien dengan kendala bisu dan tuli, bila membutuhkan
penolong komunikasi akan di fasilitasi
8. Pasien penyandang disabiliti harus dibantu dengan alat bantu
yang dibutuhkan sesuai denga kecacatan yang terjadi
(kruk,walker,kursi roda,brankar,pendamping)
9. Pasien pasien dengan kendala bahasa yang tidak dimengerti
akan di fasilitasi oleh RS
10. Untuk pasien tua, atau pasien datang sendiri/emergency, rumah
sakit menyediakan tenaga untuk membantu pasien dalam
proses pendaftaran.
Hambatan Fisik (Cacat Fisik)
1. Petugas Rumah Sakit (Satpam/Perawat) menerima pasien
dengan keterbatasan fisik seperti kondisi lemah, tidak sadar,
tidak bisa jalan atau tidak bisa melihat maka pasien diantar
dengan menggunakan stretcher atau kursi roda ke tempat
pemeriksaan pasien baik Poliklinik maupun Instalasi Gawat
Darurat hingga pasien pulang atau rawat inap.
2. Petugas Rumah Sakit membantu mengantar pasien dengan
keterbatasan fisik tersebut melakukan pemeriksaan penunjang
IDENTIFIKASI DAN PENANGANAN HAMBATAN PASIEN

RSUD TRIKORA SALAKAN

HALAMAN :
STANDAR PROSEDUR NO. DOKUMEN: NO. REVISI :
2/3
OPERASIONAL SPO/ 015.8 /ARK/RSUD-TRIKORA 01
(SPO)
atau tindakan yang dibutuhkan sesuai instruksi dokter.
3. Petugas Rumah Sakit membantu mengantar pasien dengan
keterbatasan fisik tersebut ke depan pintu Rumah Sakit bila
pasien pulang atau ke Ruangan bila pasien Rawat Inap.
4. Petugas Rumah Sakit/Dokter berkomunikasi dengan pasien
tuna rungu/tuna wicara dengan tulisan atau melalui keluarga
tuna rungu/ tuna wicara dengan tulisan atau melalui keluarga
yang memahami komunikasinya.
5. Petugas Rumah Sakit/Dokter membantu aktifitas pasien tuna
netra, membantu menuliskan informasi yang harus diberikan
dan menjelaskan secara lisan semua informasi yang
diberikan dan disertai keluarga sebagai pendamping.
6. Pasien tuna netra memberikan tanda tangan/ cap jempol
disertai tanda tangan keluarga dan petugas rumah sakit
setelah jelas mendapat informasi untuk persetujuan tindakan
atau bukti mendapat informasi.
7. Dokter melakukan komunikasi melalui orang tua atau
pendamping pasien anak – anak atau orang tua atau cacat
mental. Untuk anak – anak > 3 tahun atau orang tua atau
cacat mental yang masih dapat komunikasi dapat
dikonfirmasikan pemeriksaan fisik dengan keluhan anak atau
orang tua dengan pendamping.
8. Anak – anak atau orang tua atau cacat mental untuk
persetujuan tindakan atau bukti telah mendapat informasi
diwakili keluarga yang mendampingi sesuai dengan prosedur
persetujuan tindakan medik.
Hambatan Tidak Sadar
1. Petugas Rumah Sakit (POS/Satpam/Perawat) menerima
pasien tidak sadar maka pasien diantar dengan
menggunakan stretcher tempat pemeriksaan Instalasi Gawat
Darurat dengan menjaga jalan nafas.
2. Dokter menerima pasien tidak sadar dengan menilai jalan
nafas, pernafasan dan sirkulasi serta melakukan tindakan
sesuai prosedur.
3. Dokter melakukan anamnesa kepada keluarga/ pengantar
pasien untuk diketahui Riwayat Penyakit Sekarang (RPS)
dan Riwayat Penyakit Dahulu (RPD).
4. Dokter melakukan pemeriksaan pasien sesuai prosedur
pelayanan gawat darurat, hambatan anak – anak atau orang
tua atau cacat mental.
Hambatan Bahasa
1. Dokter/ perawat mengkaji keterbatasan bahasa pasien
melalui anamnesa, pasien mengerti atau tidak.
2. Dokter/ perawat/ petugas admisi menghubungi penerjemah
dan memastikan bahwa penerjemah akan datang.
3. Bila penerjemah belum datang dapat menggunakan bahasa
isyarat atau gambar bagian tubuh yang sakit atau
menunjukkan bagian tubuh yang sakit.
4. Dalam kondisi khusus seperti akan operasi, DPJP visite
pasien dan penerjemah harus ada di tempat.
IDENTIFIKASI DAN PENANGANAN HAMBATAN PASIEN

RSUD TRIKORA SALAKAN

HALAMAN :
STANDAR PROSEDUR NO. DOKUMEN: NO. REVISI :
3/3
OPERASIONAL SPO/ 015.8 /ARK/RSUD-TRIKORA 01
(SPO)
UNIT TERKAIT : 1. Pendaftaran
2. Poliklinik
3. Unit Perawatan Inap
4. Satpam
5. Unit penunjang
6. Apotek
7. Ruang operasi