Anda di halaman 1dari 33

Kumpulan Soal Kep.

Komunitas

Kelompok 1 :
1. Erfan Safrudin (171543)
2. Linda Yuliastuti (171552)
3. Meisena Fatimah (171554)
4. Nur Rahmawati (171557)
5. Rahma Sinta S. (171559)
6. Shalma Adi S. (171564)
7. Ummy Prahandini H (171568)

Kasus untuk soal 1 dan 3


Perawatan melakukan pengkajian data disuatu desa dan didapatkan data : 35% masyarakat
ternyata terkena penyakit hipertensi, 30% masih produktif, 10% penderita hiperrtensi
pernah mengalami stroke ringan, penduduk desa biasa makan makanan asin dan tinggi
natrium. Karakteristik masyarakat: 39% pendidikan tidak lulus SD, 80% bekerja sebagai
petani, kader kesehatan mengatakan 80% masyarakat tidak pernah berolahraga, dan 10%
dari masyarakat yang mau dan rutin untuk periksa kesehatan diposyandu setempat.
1. Apakah masalah keperawatan pada kasus tersebut ?
A. Defisiensi kesehatan komunitas
B. Ketidak efektifan menejemen kesehatan
C. Kesiapan untuk meningkatkan pengetahuan
D. Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan
E. Defisit penegetahuan komunitas

2. Apakah peran utama perawat pada kasus tersebut ?


A. Conselor
B. Educator
C. Motivator
D. Care giver
E. Advokator
3. Bagaimana strategi pemecahan masalah untuk membentuk perilaku sehat dan mandiri
pada masyarakat tersebut ?
A. Pemberdayaan
B. Proses kelompok
C. Bina suasana
D. Kemitraan
E. Partisipasi

4. Kasus di daerah Minahasa akibat industri New Mount menyebabkan polusi merkuri
pada sungai dari limbah, masyarakat tidak memiliki kemampuan mengenal bahaya
memakan makanan ikan yang mengandung merkuri : sebagai perawat komunitas
tindakan yang tepat untuk membantu masyarakat pada kasus diatas berdasarkan teori
Orem
A. Melakukan pendekatan kepihak perusahaan untuk mengendalikan dampak polusi
merkuri pada area sungai
B. Membantu komunitas menyadari resiko dan identifikasi sumber makanan
lain
C. Mengidentifikasi kemampuan adaptasi komunitas terhadap paparan merkuri
D. Meningkatkan garis pertahanan resistensi terhadap stressor merkuri
E. Memfasilitasi pelarangan pembuangan limbah industri New Mount di wilayah
sungai

5. Kelompok masyarakat di RT 02 mengeluhkan banyaknya kejadian diare pada anak –


anak yang terjadi dalam setahun terakhir. Mereka memasak semua air dan makanan
yang dikonsumsi hingga matang. Selain lingkungan fisik, pengkajian juga perlu
dilakukan pada perilaku hidup bersih dan sehat yang menjadi kebiasaan masyarakat
sekitar. Apakah fokus pengkajian PHBS yang perlu ditanyakan untuk mengetahui
penyebab masalah diatas?
A. Pola konsumsi lauk
B. Olahraga setiap hari
C. Konsumsi buah dan sayur
D. Pemanfaatan pelayanan kesehatan
E. Kebiasaan mencuci tangan memakai sabun
6. Seorang perawat bertugas di suatu panti asuhan.masalah yang selma ini yang di
hadapi adalah tingginya angka kejadian gatal-gatal pada penghuni panti.setelah
dilakukan pengkajiann didapatkankan kebiasaan pemakaain bersama handuk
dikalangan penghuni panti,mandi satu kali sehari.apakah tindakan yang tepat yang
dilakukan oleh perawat di atas?
A. Penyuluhan PHBS
B. Screening kejadian
C. Meningkatkan imunitas individu
D. Kerja bakti sanitasi lingkungan
E. Advokasi memfasilitasi sarana kebersihan

7. Hasil survei komunitas di kelurahan A, ditemukan 30% ibu rumah tangga mengalami
obesitas, dan tidak pernah ada kegiatan olahraga di lingkungan kelurahan tersebut.
Masyarakat menyatakan tidak terdapat fasilitas olahraga di daerahnya, masyarakat
senang dengan makanan yang banyak menggunakan santan. Apakah pencegahan
tersier prioritas pada kasus tersebut ?
A. Membuat kelas makan sehat
B. Menjelaskan tentang makanan sehat
C. Memberikan penjelasan tentang gaya hidup sehat
D. Melakukan konseling tentang hidup sehat
E. Kolaborasi dengan ahli gizi

8. Hasil survei di satu kelurahan diperolah data : jumlah penduduk 500 jiwa, jumlah
balita 75 orang, hasil data KMS 20% balita berada pada garis kuning, 10% balita
berada di garis merah, 10% balita menderita ISPA, 5% balita menderita scabies,
cakupan imunisasi polio 70%. Posyandu berjalan rutin dengan angka kunjungan 60%.
Apakah prioritas masalah pada kasus diatas ?
A. Risiko meningkatnya penyakit kelumpuhan pada balita
B. Risiko terjadinya gangguan tumbuh kembang pada balita
C. Risiko meningkatRisiko meningkatnya penyakit kelumpuhan pada balita
D. Risiko terjadinya gangguan tumbuh kembang pada balita
E. Risiko meningkatnya angka kesakitan gangguan pernafasan pada balita
9. Sekelompok mahasiswa berkunjung menemui pemimpin atau pemangku jabatan.
Tujuan mereka adalah mengembangkan kebijakan publik terkait wawasan kesehatan.
Hasil yang diharapkan berupa kebijakan atau peraturan yang mendukung perilaku
hidup sehat dan bersih, disertai dukungan dana atau sumber daya lainnya. Strategi
promosi kesehatan apakah yang digunakan oleh sekelompok mahasiswa tersebut?

A. Advokasi

B. Bina Suasana

C. Dukungan sosial

D. Pemberdayaan masyarahat

E. Edukasi

10. Mahasiswa dari Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta akan melakukan
praktik komunitas sehingga perlu mengumpulkan data meliputi ukuran, komposisi,
dan persebaran penduduk serta perubahan pada suatu kurun waktu melalui proses
mortalitas, perkawinan, migrasi dan perubahan penduduk. Dari uraian tersebut dapat
disimpulkan mahasiswa menggunakan ilmu statistika yanh disebut?

A. Demografi

B. Geologi

C. Antropologi

D. Parametris

E. Deskriptif
11. Hasil pengkajian dalam posbindu ditemukan data sebanyak 50% dari 70 lansia
mengalami hipertensi, 35% lansia tidak menjalankan pola hidup sehat, 15% faktor
herediter. Untuk itu mahasiswa dan lansia akan melakukan relaksasi nafas dalam
untuk menurunkan ketegangan, sehingga diharapkan tekanan darah akan stabil. Peran
apa yang sedang dilakukan oleh perawat?
A. Care provider
B. Edukator
C. Kolaborasi
D. Penelitian
E. Motivator

12. Salah satu fokus dalam upaya GERMAS adalah dengan menggiatkan aktivitas fisik
oleh pusat promosi kesehatan kementrian kesehatan RI (2006) dibagi menjadi 3
macam. Dibawah ini yang bukan termasuk dalam pembagian aktivitas fisik
berdasarkan tingkat fungsinya adalah?

A. Kelenturan

B. Kebugaran

C. Ketahanan

D. Kekuatan

E. Kesehatan

13. Seorang mahasiswa keperawatan poltekkes Karya Husada sedang melakukan


pengkajian keperawatan komunitas di SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta. dari hasil
pengkajian yang dilakukan didapatkan hasil 35% siswa melakukan cuci tangan
kadang-kadang, 40% siswa tidak mengerti langkah cuci tangan, 15% siswa sering
olahraga secara teratur dan 10% jajan sembarangan dan minum air putih <8gelas
sehari.
daro uraian diatas ruang lingkup PHBS yabg digunakan mahasiswa adalah ?

A. PHBS ditempat kerja


B. Pola hidup sehat

C. PHBS anak usia sekolah

D. PHBS dilingkungan belajar

E. PHBS di tempat umum

14. Seorang perawat ditugaskan untuk memberikan tindakan melatih rentang pergerakan
sendi atau range of motion (ROM) pada Ny. B pasca stroke serta melakukan tindakan
pemulihan kesehatan. Dalam tujuan keperawatan komunitas, manakan yang akan
dilakukan perawat ?
A. Prevensi Primer
B. Prevensi Sekunder
C. Prevensi Tersier
D. Prevensi Rehabilitasi
E. Prevensi Kuratif

15. Perawat A melakukan pengumpulan data hingga mengambil keputusan terhadap


masalah-masalah dalam komunitas. Pengumpulan data dilakukan langsung dari
sumbernya (obyek atau responden). Sumber data yang digunakan perawat tersebut
adalah .....
A. Data Primer
B. Data Sekunder
C. Data Internal
D. Data Eksternal
E. Data Kualitatif
Kelompok 2:
1. Ayu Karima Sukma Dewi (171534)
2. Ina Saputri (171548)
3. Launi Suhadah (171550)
4. Lia Rochmawati (171551)
5. Risa Febriana (171561)
6. Vivi Aryanti (171570)
7. Sherly E. Rangkoratat (161488)

Soal Komunitas:
1. Seorang perawat ditugaskan untuk membantu kegiatan pemberian makanan pada
sekolah miskin di daerah pedesaan. Tujuan program pemberian makanan tambahan
disekolah adalah mencegah kekurangan gizi dan meningkatkan status nutrisi anak
sekolah melalui praktik pengaturan diet. Dalam implementasi intervensi pada tahap
pencegahan, manakah dari intervensi pencegahan primer dibawah ini yang sebaiknya
dilakukan perawat?
A. Mencari kasus disekolah untuk mengidentifikasi pengaturan diet
B. Program screening sekolah untuk deteksi dini anak dengan kebiasaan makan yang
kurang baik
C. Melaksanakan screening program diet untuk mendeteksi kecenderungan pola diet
masyarakat
D. Memberikan program edukasi, buku acuan dan poster untuk meningkatkan
kesadaran terhadap pola makan sehat
E. Memanggil orang tua untuk penanganan kurang gizi pada anak
Jawaban: D

2. Seorang perawat ditugaskan untuk bekerja membantu penyediaan makanan di


sebuah sekolah. Tujuan dari program diet di sekolah adalah untuk mencegah
defisiensi nutrisi dan meningkatkan status nutrisi para siswa melalui praktek diet yang
sehat. Dalam rangka melaksanakan intervensi di ranah pencegahan, intervensi
pencegahan primer mana yang harus disarankan perawat untuk digunakan?
A. Penemuan kasus di sekolah untuk mengidentifikasi praktik diet
B. Program skrining sekolah untuk deteksi dini anak dengan kebiasaan makan yang
jelek
C. Melaksanakan skrining diet secara luas di masyarakat untuk mendeteksi trend diet
di masyarakat
D. Memberikan program edukasi, literatur, dan poster untuk meningkatkan kesadaran
tentang makanan sehat
E. Memberikan makanan tambahan secara rutin untuk meningkatkan status gizi anak.
Jawaban: D

3. Hasil pengkajian terhadaap penduduk di suatu kelurahan 57% adalah lansia, 10


orang di antaranya mengeluh haus terus , lapar terus, buang air kecil terus, dan berat
badan menurun drastic. Selanjutnya perawat merencanakan akan melakukan
screening untuk menjaring para lansia yang menderita penyakit dm yang pada
pelaksanaannya akan bekerja sama dengan pihak swasta dalam penyedian alat
pemeriksaan gula darah. Apakah strategi intervensi yang akan perawat lakukan ?
A. Kemitraan
B. Proses kelompok
C. Tindakan mandiri
D. Pendidikan kesehatan
E. Pemberdayaan masyarakat
Jawaban: A

4. Hasil pengkajian terhadap penduduk di suatu kelurahan 36% lansia merasakan


keluhan penyakit DM seperti BAK terus, haus terus, lapar terus, luka lama sembuh
dan 50% di antaranya masih memiliki kebiasaan sering makan dan minum yang
manis, tidak menggunakan alas kaki , tidak melakukan olahraga , tidak berpantang
terhadap makanan dan penggunaan obat penurunan gula darah tanpa resep dokter.
Apakah masalah keperawatan komunitas untuk kasus tersebut?
A. Koping masyarakt tidak efektif
B. Pemeliharaan kesehatan tidak efektif
C. Resiko peningkatan penyakit DM
D. Ketidak efektifan peran perawatan keluarga pada lansia DM
E. Ketidakefektifan menejeman diri pada lansia dengan DM
Jawaban: E
5. keluarga dengan: ibu hamil yang belum ANC, ibu nifas yang persalinannya
ditolong oleh dukun dan neo¬natusnya, balita tertentu, penyakit kronis menular yang
tidak bisa diintervensi oleh program, penyakit endemis, penyakit kronis tidak menular
atau keluarga dengan kecacatan tertentu (mental atau fisik).termasuk dalam
penggolongan tingkat keluarga?
A. Keluarga yang belum terjangkau pelayanan kesehatan
b. Keluarga dengan resiko tinggi
c. Keluarga dengan tindak lanjut perawatan
d. Keluarga sejahtera tingkat 1
e. Keluarga sejahtera tingkat 2
Jawaban: A

6. Resiko gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh pada komunitas di RW 04


Kelurahan Kampung Melayu berhubungan dengan kurangnya pengetahuan
masyarakat tentang pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tubuh. Merupakan contoh dari
bagian proses keperawatan?
a. Pengkajian analisa data
B. Diagnosa keperawatan komunitas
c. Intervensi keperawatan komunitas
d. Implementasi keperawatan komunikasi
e. Penerapan evaluasi komunitas
Jawaban: B

7. Anda sebagai pemimpin puskesmas, ingin mengadakan kegiatan penyuluhan


kesehatan di masyarakat dan intervensi perilaku masyarakat terkait ekonomi, politik,
organisasi. Hal ini dilakukan dengan :

a. Pendidikan kesehatan
b. Promosi kesehatan
c. Perilaku kesehatan
d. Komunikasi kesehatan
e. Advokasi kesehatan
Jawaban: A
8. Pelayanan kesehatan jenis ini diperlukan oleh kelompok masyarakat yang
memerlukan perawatan nginap, yang sudah tidak dapat ditangani oleh pelayanan
kesehatan primer. Hal ini termasuk dalam bentuk pelayanan...

a. Pelayanan kesehatan tingkat pertama


b. Pelayanan kesehatan tingkat kedua
c. Pelayanan kesehatan tingkat ketiga
d. Pelayanan kesehatan tingkat keempat
e. Pelayanan kesehatan tingkat kelima
Jawaban: B
9. Perawat A melakukan pengkajian keperawatan komunitas di sebuah desa, terdapat
ibu hamil 10 orang. 2 orang berusia kurang dari 20 tahun dan 4 orang berusia lebih
dari 35 tahun, 2 orang mengalami kaki bengkak, 2 orang Anemia, 5 orang Hipertensi,
dan 7 orang tidak mengetahui tentang kehamilan dengan risiko tinggi.
Diagnosa keperawatan komunitas yang paling tepat untuk data diatas adalah?
a. Risiko terjadi perdarahan diantara ibu hamil
b. Risiko terjadi persalinan dengan penyakit diantara ibu-ibu hamil
c. Risiko terjadi kematian diantara bayi yang dilahirkan
d. Risiko terjadi anemia diantara ibu hamil
Jawaban: B
10. Seorang perawat mengkaji sebuah kecamatan didapatkan data terjadi 90 kasus
campak pada anak dibawah umur 15 tahun, bulan September 2019 kondisi lingkungan
kecamatan tersebut kumuh, rumah penduduk berdekatan, sebagain besar anak
mengalami gizi kurang bahkan buruk. Apakah intervensi prioritas yang perlu
dilakukan perawat?
A. Imunisasi masal
B. Pendidikan kesehatan
C. Pemberian makan tambahan
D. Pengelolaan lingkungan sehat
E. Evaluasi terjadinya campak berulang
Jawaban: B
11. Masyarakat di suatu Desa mempunyai kebiasaan membuang sampah
sembarangan. Diasumsikan mereka mempunyai tingkat pengetahuan yang rendah
tentang pengelolaan Sampah dan mempunyai sikap yang negatif tentang sampah.
Setelah dilakukan survei ternyata menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan mereka
baik dan sikap yang positif, namun tidak tersedia sarana pembuangan sampah.
Pertanyaan soal
Apa yang harus dilakukan untuk membuat masyarakat MAMPU membuang sampah
pada tempatnya?
a. Penyuluhan Pengelolaan Sampah
b. Menyiapkan Wadah sampah
c. Memberi Sanksi
d. Membuat TPA Sampah
e. Membantu mengumpulkan sampah
Jawaban: B
12. Seorang perawat komunitas mengunjungi keluarga yang memiliki anak usia empat
tahun dengan berat badan 12 kg. keluarga ini tergolong ekonomi menengah ke bawah.
Keluarga dan perawat menyepakati bahwa anak ini mengalami kurang gizi.
Apakah rencana keperawatan utama pada kasus tersebut?
a. menganjurkan untuk menjaga kebersihan lingkungan rumah
b. menganjurkan klien untuk berobat dan cek laboratorium
c. penkes tentang makanan yang bergizi
d. pemberian vitamin untuk usianya
e. pemberian susu formula
Jawaban: C
13. Perawat komunitas sedang memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat
yang sebagian besar penduduknya mengalami penyakit paru menular dan menahun.
Mereka mendapat terapi rifampin (rifadin) jangka panjang yang mempunyai efek
yang harus dikenali. Yang manakah dari informasi tentang pengobatan berikut ini
yang harus diberikan oleh perawat?
A. Harus diminum bersama makanan atau antasid
B. Harus diberikan minum 2 kali jika terlupa minum obat
C. Menyebabkan keringat, air mata, urine, dan kotoran berwarna kemerahan
D. Dapat dihentikan atas kemauan klien sendiri bila gejala sudah hilang
E. Dianjurkan minum air hangat untuk mengurangi efek mual dan muntah
Jawaban: C
14. Perawat melakukan pengkajian data disuatu desa dan didapatkan data: 35%
masyarakat ternyata menderita hipertensi; 30% masih produktif, 10% penderita
hipertensi pernah mengalami stroke ringan; Penduduk desa biasa makan dengan
makanan asin dan tinggi natrium; Banyak pemilik warung menjual ikan asin dan laris
didesa tersebut; Karakteristik masyarakat : 39% Pendidikan tidak lulus SD; 80%
bekerja sebagai Petani; kader kesehatan mengatakan 80% masyarakat tidak pernah
berolah raga.Apakah masalah keperawatan pada kasus tersebut?
A. defisiensi kesehatan komunitas
B. ketidakefektifan manajemen keseha-tan
C. kesiapan untuk meningkatkan peng-etahuan
D. ketidakefektifan bntu pemeliharaan kese-hatan
E. defisit pengetahuan komunitas
Jawaban: E
15. Data pengkajian di suatu desa menunjukkan : 35% masyarakat terkena hipertensi;
25% berusia produktif, 15% penderita stroke ringan; Masyarakat didesa sudah biasa
makan makanan yang tinggi natrium seperti ikan asin dan telur asin; masyarakat
belum perah mendengar informasi ataupun penyuluhan tentang kesehatan.
Apakah topik penyuluhan yang tepat pada kasus tersebut?
A. pola makan yang sehat di masyarakat
B. penurunan berat badan pada penderita hipertensi
C. pembatasan konsumsi alkohol pada hipertensi
D. pengurangan konsumsi natrium pada penderita hipertensi
E. cara mengatasi stress pada hipertensi
Jawaban: D

NAMA KELOMPOK 3

1. Agung Imam Hidayat (171530)


2. Diah Risti (171539)
3. Dita Melia Sari (171540)
4. Elisa Febriana (171542)
5. Herni Putri Puryautami (171547)

1. Hasil pengkajian suatu wilayah menunjukkan 25 balita berat badannya selama 4 bulan
terakhir konstan bawah garis merah. Rata-rata pekerjaan warga buruh dan
penghasilanb kurang memenuhi untuk memberikan gizi yang cukup kepada balita.ibu-
ibu mengatakan tidak mampu membeli daging dan ikan untuk anaknya setiap hari,
paling tidak seminggu hanya sekali.
Apa timdakan yang paling tepat di lakukan perawat?
a) Melaporkan kejadian gizi buruk ke dinas terkait untuk mendapat
penanganan yang tepat.
b) Memberi eduksi pada ibu-ibu tentang penyusunan menu balita sehat sederhana.
c) Melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh untuk balita BGM.
d) Memotivas8i ibu-ibu untuk membawa rutin anaknya ke posyandu.
e) Berkolaborasi dengan Dinkes untuk memberi makanan tambahan.

2. Seorang perempuan 45 tahun keturunan Amerika menikah dengan seorang laki-laki


43 tahun asli Indonesia. Pasangan di karuniai 2 anak. Anak pertama 19 tahun, tinggalo
di AS selama 6 tahun, pada us8ia saat in I sudah terbiasa mengko0nsumsi alcohol dan
tidak mampu menylesaikan pendidikan SMA nya .Anak kedua usia 13 tahun,
dominan tinggal di Indonesia dan memiliki kepribadian yang lebih baik.
Kompetensi apa yang harus dimiliki perawat untuk memberikan asuhan
kepertawatan?
a) Memiliki kepekaan terhadap aspek budaya klien serta pengaruhnya untuk
kesehatan.
b) Memiliki kemampuan untuk menyeragamkan aspek budaya dalam keluarga untuk
meminimalkan konflik di dalamnya.
c) Memiliki kemampuan melakukan pengkajian kesehatan serta komprehensif
dengan meminimalkan aspek bvudaya,
d) Memiliki kepekaan terhadap budaya dan disesuaikan dengan perspektif budaya
yang dimiliki oleh perawat.
e) Memiliki kepekaan dan pemahaman aspek budaya, dengan meli8hat kultur yang
paling dominan oleh keluarga.

3. Hasil pengkajian di dilakukan seorang perawat di Puskesmas telah di temukan data


bahwa belum terdapat pengelolaan sampah yang bgaik dan benar, sampah yang di
bakar dan di b uang di belakang pekarangan sehingga berserakan di area pekarangan
warga. Perawat bersama tokoh masyaratakt membentuk kader peduli lingkungan.
Apakah intervensi kepertawatan yang bias dilakukan oleh perawat?
a) Pendidikan kesehatan
b) Pemberdayaan kader
c) Kerjasama dan pendkes
d) Pemberdayaan masyarakat
e) Kerjasama

4. Seoramg perawat melakukan pengkajian disebuah desa. Dari hasil pengkajian


ditemukan data bahwa 40% lansia disalah satu RT menderita Diabetes Melitus. Warga
menyatakan bahwa mereka jarang mengunjungi puskesmas terdekat karena jarak yang
relative jauh dan sulitnya akses jalan dan transportasi sangat minim. Mereka juga
menyatakan sama sekali belum pernah menerima penyuluhan kesehatan dari
pelayanan kesehatan tentang penyakit terkait.
Apa diagnosis keperawatan kasus diatas?
a) Resiko meningkatnya angka DM pada lansia didesa b/d rendahnya pengetahuan
tetang DM
b) Risiko meningkatnya angka DM pada tidak adekuatnya pelayanan kesehatan
c) Risiko meningkatnya angka DM pada rendahnya pengetahuan tentang DM
d) Risiko meningkatnya angka DM pada lansia pada tidak adekuatnya pekayanan
kesehatan
e) Risiko meningkaynya angka DM pada lansia didesa b/d tidak adekuatnya
pelayanan kesehatan

5. Pada daerah desa Sleman didapati data anak usia balita sebanya 45% belum
melakukan imunisasi dasar yang dianjurkan oleh pemerintah. Menurut informasi yang
didapat keluarga tidak melakukan imunisasi pada anaknya karena mereka percaya
imunisasi itu dilarang oleh agama yang mereka anut.
Apa yang dapat dilakukan seorang perawat komunitas terhadap kasus diatas?
a) Memberikan penyuluhan tentang iminisasi dan bahayanya
b) Membiarkan saja karena sudah kepercayaannya
c) Memaksa keluarga agar anaknya dapat diimunisasi
d) Menakut-nakuti keluarga
e) Menghormati kepercayaan

6. Perawat melakukan pengkajian data disuati desa dan didapatkan data: 35%
masyarakat ternyata menderita hipertensi, 25% masih produktif, 10% mengalami
stroke ringan. Penduduk desa biasa makan dengan makanan asin dan tinggi natrium.
Banyak pemilik warung menjual ikan asin dan laris didesa tersebut. Karakteristik
masyarakat:m 39% pendidikan tidak lulus SD, 80% bekerja sebagai petani. Kader
kesehatan mengatakan 75% masyarakat tidak pernah melakukan olahraga.
Apakah masalah keperawatan diatas?
a) Deficit pengetahuan komunitas
b) Defisiensi kesehatan komunitas
c) Kesiapan untuk meningkatkan pengetahuan
d) Ketidakefektifan menejemen kesehatan
e) Ketidkefektifan pemeliharaan kesehatan

7. Pada bulan desember 2018 terjadi kasus DBD 10% di sekolah X dua bulan yang blalu
terjadi kasus yang sama sebesar 20% lingkungan tampak genangan air pada pot-pot
dan kaleng bekas minuman. Apakah tindakan prioritas dalam menghadapi masalah
tersebut?
a) Melakukan pendidikan kesehatan
b) Melakukan P3M
c) Melakukan foging terhadap lingkungan sekolah
d) Bersama-sama warga membersihkan lingkungan sekolah
e) Melindungi9 warga sekolah dari gigitan nyamuk ndengan menggunakan lotion
anti nyamuk

8. Seorang perawat mengkaji sebuah kecamatan di dapatkan data terjadi 90 kasus


campak pada anak dibawah umur 15 tahun, bulan juni 2019 kondisi lingkungan
kecamatan tersebut kumuh, rumah penduduk berdekatan, sebagian anak mengalami
gizi kurang bahkan buruk. Apakah intervensi prioritas yang perlu dilakukan perawat?
a) Immunisasi masal
b) Pendidikan kesehatan
c) Pemberian makan tambahan
d) Pengelolaan lingkungan sehat
e) Evaluasi terjadinya campak berulang

9. Kunjungan pertama perawatr di suatu posyandu diperoleh gambaran bahwa sebagian


besar balita yang datang menunjukkan tanda-tanda kurang gizi. Pelayanan meja empat
posyandu tampak tidak berfungsi. Penyuluhan terkait gizi untuk para ibu yang datang
mebawa balitanya ke posyandu tidak dilakukan kader. Apakah komponen pengkajian
yang harus dilakukan?
a) Komunikasi
b) Pendidkan
c) Inti komunitas
d) Lingkungan fisik
e) Pelayanan kesehatan dan social

10. Pada suatu komunitas wilayah X 20% masyarakatnya menderita penyakit berbasis
lingkungan. Puskesmas X bermaksud melakukan pelayanan kesehatan dengan
tujuan untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan masyarakat tersebut dengan
cara selalu membersihkan lingkungan mereka dan sasarannya adalah semua
masyarakat yang sehat. Jenis pelayanan kesehatan apa yang sebaiknya dilakukan?
a) Promotif
b) Preventif
c) Kuratif
d) Rehabilitatif
e) Kooperatif

11. Menurut Data dari Puskesmas X bahwa cakupan ASI Eksklusif hanya mencapai 39%
semntara target cakupan adalah 80%. Mahasiswa Poltekkes Karya Husada
bermaksud melakukan penelitian untuk mengungkap penyebab masalah tersebut,
dalam pelaksanaannya instrumen penelitian yang digunakan adalah para mahasiswa
itu sendiri dengan menggunakan pedoman wawancara dan pelaksanaannya dilakukan
Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara mendalam. Apa jenis penelitian yang
digunakan?
a) Survei
b) Case Control
c) Eksperimen
d) Kuantitatif
e) Kualitatif

12. Puskesmas di desa X menerima banyak pasien pelajar yang luka-luka akibat
kekerasan. Diketahui penyebab pelajar banyak terluka dikarenakan beberapa pelajar
berada di bawah pengaruh alkohol. Apakah perencanaan tindakan yang perlu
dilakukan tenaga kesehatan atau puskemas agar kasus tersebut tidak terulang lagi di
desa X?
a. Merubah budaya yang ada
b. Melakukan konseling dan rehabilitasi pada siswa yang menggunakan alkohol
c. Minta bantuan polisi untuk mengatasi tindak kekerasan dan penggunaan alkohol
d. Pengobatan intensif bagi pelajar yang mengalami luka-luka
e. Penyuluhan untuk seluruh siswa dan masyarakat tentang pengaruh buruk
zat adiktif dan kekerasan

13. Berdasarkan pengkajian komunitas, didapatkan data : 53% hewan yang ada disekitar
rumah warga merupakan fektor penyakit, 47% kondisi saluran pembungan air limbah
tertutup tergenang , 77% masyarakat buang air dipekarangan atau ladang, dan jarak
sumber mata air warga dengan pusat pembuangan sampah kurang dari 10 meter.
Perawat komunitas menyimpulkan adanya resiko terjadinya peningkatan penyakit
berbasis lingkungan. Apakah intervensi yang bersifat pencegahan primer yang dapat
dilakukan?
a) Koordinasi dengan dinas kesehatan
b) Koordinasi dengan dinas kebersihan
c) Pengkajian kesehatan lingkungan
d) Penyuluhan kesehatan lingkungan
e) Pengobatan masal
14. Hasil survey di 1 kelurahan diperoleh data : jumlah penduduk 500 jiwa, jumlah balita
75 orang , hasil data KMS 20% balita berada pada garis kuning, 10% berada digaris
merah , 10% baliuta menderita ISPA , 5 % balita menderita scabies, cakupan
imunisasi polio 70% . posyandu berjalan rutin dengan angka kunjungan 60%. Apakah
prioritas masalah pada kasus diatas?
a) Resiko meningkatnya penyakit kelumpuhan pada balita
b) Resiko terjadinya gangguuan tumbuh kembang pada balita
c) Resiko meningkatnya gangguan penyakit kulit pada balita
d) Resiko terjadinya gangguan sistem kekebalan tubuh pada balita
e) Resiko meningkatnya angka kesakitan gangguan pernafasan pada balita

15. Hasil survey komunitas di kelurahan A , ditemukan 30% ibu rumah tangga
mengalami obesitas , dan tidak ada kegiatan olahraga dilingkungan dikelurahan
tersebut. Masyarakat menyatakan tidak terdapat fasilitas olahraga didaerahnya ,
masyarakat senang dengan makanan yang banyak menggunakan santan. Apakah
pencegahan tersier prioritas pada kasus tersebut?
a) Membuat kelas makan sehat
b) Menjelaskan terntang makanan sehat
c) Memberikan penjelasan tentang gaya hidup sehat
d) Melakukan konseling tentang hidup sehat
e) Kolaborasi dengan ahli gizi

Soal Komunitas :

Kelompok 4 : 3B Keperawatan
1. Amore Tirta Pratiwi

2. Dyah Ratna Cahyani

3. Eva Septiana

4. Lutfy Praditasari

5. Putri Muna Ariska

6. Via Monica

7. Wenny Setyowati

Soal :

1. Di desa makmur, didapatkan data 250 balita. 80% balita berada di garis hijau, 20% balita
berada di garis kuning, dan tidak ada satu balita pun yang berada di garis merah. Dalam suatu
perkumpulan para ibu yang memiliki balita, perawat menjelaskan tentang makanan tambahan
yang bergizi untuk balita.

Apakah upaya kesehatan yang dikalukan perawat tersebut?


A. Rehabilitative
B. Preventif
C. Promotif
D. Kognitif
E. kuratif
JAWABAN : C

2. Di desa Mundur terjadi wabah diare karena masyarakat mempunyai kebiasaan penggunaan
air sungai untuk kebutuhan mandi, sedangkan warganya 30% masih membuang sampah di
sungai. Oleh karena itu, perawat memberikan penyuluhan dan demonstrasi tentang
pembuatan oralit yang benar.

Apakah upaya kesehatan yang dilakukan oleh perawat tersebut ?


A. Rehabilitatif
B. Preventif
C. Promotif
D. Kognitif
E. kuratif
JAWABAN : E

3. Anda sebagai pemimpin puskesmas, ingin mengadakan kegiatan penyuluhan kesehatan di


masyarakat dan intervensi perilaku masyarakat terkait ekonomi, politik, organisasi. Hal ini
dilakukan dengan :

A. Pendidikan kesehatan

B. Promosi kesehatan

C. Perilaku kesehatan

D. Komunikasi kesehatan

E. Advokasi kesehatan

Jawaban : A

4. Menurut Data dari Puskesmas X bahwa cakupan ASI Eksklusif hanya mencapai 39%
semntara target cakupan adalah 80%. Mahasiswa Politeknik karya husada bermaksud
melakukan penelitian untuk mengungkap penyebab masalah tersebut, dalam pelaksanaannya
instrumen penelitian yang digunakan adalah para mahasiswa itu sendiri dengan menggunakan
pedoman wawancara dan pelaksanaannya dilakukan Focus Group Discussion (FGD) dan
wawancara mendalam.

Jenis Penelitian yang digunakan Para Mahasiswa Politeknik karya husada adalah?

A. Survei

B. Case Control

C. Eksperimen

D. Kuantitatif

E. Kualitatif

JAWABAN : E
5. Saat pertamakali perawat berkunjung kesuatu wilayah tampak lingkungan kumuh,
terdapapat 3 pabrik tekstil besar yang jaraknya dekat dengan pemukiman penduduk, tampak
satu buah puskesmas pembantu yang letaknya kurang lebih 10 km dari pemukiman, dan satu
buah rumah peribadatan dipinggir jalan raya. Apakah tekhnik pengkajian untuk mendapatkan
data tersebut diatas?

A. Wawancara

B. Literature review

C. Winsheld survey

D. Indepth interview

E. Pengumpulan data langsung

JAWABAN : E

6. Seorang perawat mengunjungi suatu daerah untuk melakukan pembinaan kesehatan.


Langkah pertama yang dilakukan adalah melakukan pengkajian keperawatan dengan
mengambil data-data menggunakan questioner yang di sebarkan ke masyarakat. Apakah
sumber data yang di peroleh melalui lembar questioner?

A. Primer

B. Tersier

C. Sekunder

D. Kualitatif

E. Kuantitatif

JAWABAN : A

7. Berdasarkan hasil wawancara dengan 15 penduduk di suatu RW di dapatkan data bahwa 7


orang mengatakan sebelum makan jarang cuci tangan dan 8 orang mengatakan tidak pernah
memakai sabun saat mencuci tangan, mereka mengatakan selama ini belum pernah
mendapatkan informasi tentang cara mencuci tangan yang benar dari petugas kesehatan.
Apakah prioritas intervensi yang akan dilakukan?
A. Kemitraan

B. Proses kelompok

C. Tindakan mandiri

D. Promosi kesehatan

E. Pendidikan kesehatan

JAWABAN : D

8. Hasil pengkajian yang dilakukan di sebuah sekolah didapatkan hasil: angka absensi karena
sakit 37%, 63% siswa tidak mencuci tangan menggunakan sabun, pertumbuhan siswa tidak
sesuai dengan golongan usia 44%, 83% siswa tidak mengkonsumsi buah dan sayur sesuai
porsi yang dianjurkan, 42% siswa tidak melakukan aktifitas fisik, hasil pengamatan banyak
siswa yang membeli jajanan tidak sehat.Apa intervensi

keperawatan yang tepat dilakukan pada kondisi di atas?

A. Membentuk dokter kecil

B. Mengadakan senam massal

C. Mengadakan demonstrasi CTPS

D. Membangun sarana mencuci tangan

E. Memberikan pendidikan kesehatan jajanan sehat

JAWABAN : E

9. Masyarakat di Desa Situ mempunyai kebiasaan membuang sampah sembarangan. Setelah


dilakukan survei ternyata menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan mereka baik dan sikap
yang positif, namun tidak tersedia sarana pembuangan sampah. Lalu apa yang harus
dilakukan untuk membuat masyarakat mampu membuang sampah pada tempatnya ?

A. Penyuluhan Pengelolaan Sampah

B. Menyiapkan Wadah sampah

C. Memberi hukuman
D. Membuat TPA

E. Memberikan pendidikan kesehatan

JAWABAN: B

10. Seorang perawat komunitas mengunjungi keluarga yang memiliki anak usia empat tahun
dengan berat badan 12 kg. keluarga ini tergolong ekonomi menengah ke bawah. Keluarga
dan perawat menyepakati bahwa anak ini mengalami kurang gizi.

Apakah rencana keperawatan utama pada kasus tersebut?

A. menganjurkan untuk menjaga kebersihan lingkungan rumah

B. menganjurkan klien untuk berobat dan cek laboratorium

C. penkes tentang makanan yang bergizi

D. pemberian vitamin untuk usianya

E. pemberian susu formula

JAWABAN : C

11. Seorang perawat mendapatkan data 90 % laki-laki dewasa 50 % remaja dan 30 % anak di
Desa X adalah perokok. Sebagian besar penduduk merokok ditempat umum. Apakah
intervensi utama yang perlu dilakukan perawat?

A. Pendidikan kesehatan tentang bahaya rokok

B. Anjurkan merokok di area bebas rokok

C. Anjurkan mengurangi merokok

D. Kampanye bebas rokok di desa x

JAWABAN : B

12. Seorang puskesmas melakukan kunjungan rumah pada seorang pasien paca storoke untuk
melatih ROM setelah pasien di rawat di rumah sakit, apakah upaya yang dilakukan perawat
tersebut?

A. Preventif
B. Kuratif

C. Promotif

D. Rehabilitative

E. Repromotif

JAWABAN : D

13. mahasiwa melakukan suatu metode mengumpulkan data, klasifikasi data, dan tabulasi
data, dan pengambilan keputusan terhadap masalah-masalah yang didasarkan atas penelitian
dengan semple di dusun turi donokerto

Disebut pengertian apakah dalam soal di atas?

A. Biostatitik

B. Statistika

C. Statis

D. Pengumpulan data

E. data

JAWABAN : B

14. Di dusun Mlati terdapat anak yang berusia 3 bulan, dilihat dari fisiknya berat badan
kurang atau menurun dan terus dibiarkan. Setelah ditimbang beratnya hanya 7 kg. Pada kasus
diatas anak tersebut mengalami apa?

A. Stunting

B. Gizi buruk

C. Hepatitis

D. Flu

E. Tifus

JAWABAN : A
15. Seorang perawat bertugas di suatu panti asuhan. Masalah yang selama ini dihadapi adalah
tingginya angka kejadian gatal-gatal pada penghuni panti. Setelah dilakukan pengkajian
didapatkan kebiasaan pemakaian bersama handuk di kalangan penghuni panti, mandi
1x/hari.Apa tindakan yang paling tepat dilakukan oleh perawat di atas?

A. Penyuluhan PHBS

B. Skrining kejadian

C. Peningkatan imunitas individu

D. Kerja bakti sanitasi lingkungan

E. Advokasi memfasilitasi sarana kebersihan

JAWABAN: A
Nama Kelompok 5 :

1. Catur Agus Santosa


2. Fadzilah Dwi Ikhsanti
3. Resti Aisyah hafifah
4. Roberto Febriono
5. Rozi Bachtiar
6. Tri Fuji Astuti

Soal komunitas

1. Seorang perawat melakukan promosi kesehtan tentang perilaku hidup sehat dengan
masyarakat di Dusun Badran, Jenis tingkat pencegahan apa yang dilakukan seorang perawat
tersebut
a. Specific Protecion
b. Health Promotion
c. Rehabilitation
d. Disability limitation
e. Early diangosis and prompt treatmen
2. Tn.J mengeluhkan sering merasa lelah, sakit kepala ,penglihatan kabur setelah dilakukan
pemeriksaan Tn.J menderita hipertensi dan terdapat dalam satu keluarga memiliki riwayat
hipertensi. Faktor timbulnya penyakit tersebut adalah
a. Umur
b. Seks
c. Lingkungan
d. Agen
e. Keturunan
3. Seorang perempuan 40 tahun keturunan Amerika menikah dengan orang Indonesia. Pasien
dikaruniai 2 anak, anak pertama umur 18 tahun tinggal di AS selama 6 tahun pada usia saat
ini terbiasa mengonsumsi alkohol dan tidak mampu menyelesaikan pendidikan SMAnya.
Anak ke 2 usia 13 tahun dominan tinggal di Indonesia dan memiliki kepribadian yang lebih
baik dan prestasi baik di sekolah
a. Memiliki kepekaan dan pemahaman terhadap aspek budaya klien serta
pengaruhnya untuk kesehatan
b. Memiliki kemampuan untuk menyeragamkan aspek budaya dalam kelurga untuk
meminimalkan konflik didalamnya
c. Memiliki kemampuan melakukan pengkajian kesehatan secara komperhensif
dengan meminimalkan aspek budaya
d. Memiliki kepekaan terhadap budaya dan disesuaikan dengan prespekstif budaya
yang dimiliki oleh perawat
e. Memiliki kepekaan dan pemahaman aspek budaya, dengan memiliki kultur yang
paling dominan yang dianut oleh keluarga
4. Hasil pengkajian oleh perawat puskesmas ditemukan data bahwa belum terdapat
pengelolaan sampah yang benar. Sampah dibakar dan dibuang dipekarangan sehingga
berserakan diarea warga, perawat bersama tokoh masyarakat membentuk kader peduli
sampah yang dibentuk dari remaja karang taruna
a. Kerjasama
b. Pendidikan kesehatan
c. Kerjasama dan penkes
d. Pemberdayaan masyarakat
e. Pemberdayaan kader

5. Perempuan (68 tahun) periksa ke puskesmas yang tidak jauh dari rumahnya karena asam
urat kambuh. Nyeri membuat tidak bisa bekerja seperti biasa. Pasien jarang memeriksakan
penyakitya, hanya minum jamu dan beli obat di warung. Pasien masih sering makan bayam
tapi menghindari jeroan dan emping. Apa tugas perawatan keluarga yang perlu dilakukan?
a. Merawat anggota keluarga yang sakit
b. Memanfaatkan fasilitas pengobatan
c. Modifikasi lingkungan sehat
d. Mengambil keputusan
e. Mengenal masalah

6. Hasil pengkajian wilayah menunjukkan 21 balita berat badannya selama 3 bulan terakhir
konstan bawah garis merah. Rata-rata pekerjaan warga buruh dan penghasilan tidak cukup
untuk memenuhi gizi balita. Ibu-ibu mengatakan tidak mampu membeli daging dan telur
untuk anaknya setiap hari. Apa tindakan paling tepat dilakukan perawat ?
a. Melaporkan kejadian gizi buruk ke dinas terkait untuk mendapat penanganan yang
tepat
b. Memberi edukasi pada ibu2 tentang penyusunan menu balita sehat dan sederhana
c. Melakukan pemeriksaan kesehatan scr menyeluruh untuk balita BGM
d. Memotivasi ibu2 balita untuk membawa anaknya rutin ke posyandu
e. Berkolaborasi dg dinkes utk memberi makanan tambahan
7. Hasil pengkajian yang dilakukan oleh perawat puskesmas ditemukan data bahwa belum
terdapat pengelolaan sampah yang benar, sampah dibakar dan dibuang di pekarangan
sehingga berserakan di area pekarangan warga. Perawat bersama tokoh masyarakat
membentuk kader peduli sampah yang dibentuk dari remaja karang taruna. Apakah strategi
intervensi keperawatan komunitas yang dilakukan oleh perawat?
a. Kerjasama
b. endidikan kesehatan
c. Kerjasama dan penkes
d. Pemberdayaan masyaraka
e. Pemberdayaan kader
8. Perempuan (68 tahun) periksa ke puskesmas yang tidak jauh dari rumahnya karena asam
urat kambuh. Nyeri membuat tidak bisa bekerja seperti biasa. Pasien jarang memeriksakan
penyakitya, hanya minum jamu dan beli obat di warung. Pasien masih sering makan bayam
tapi menghindari jeroan dan emping. Apa tugas perawatan keluarga yang perlu dilakukan?
a. Merawat anggota keluarga yang sakit
b. Memanfaatkan fasilitas pengobatan
c. Modifikasi lingkungan sehat
d. Mengambil keputusan
e. Mengenal masalah

9. Menurut Data dari Puskesmas X bahwa cakupan ASI Eksklusif hanya mencapai 39%
semntara target cakupan adalah 80%. Mahasiswa FKM bermaksud melakukan penelitian
untuk mengungkap penyebab masalah tersebut, dalam pelaksanaannya instrumen
penelitian yang digunakan adalah para mahasiswa itu sendiri dengan menggunakan
pedoman wawancara dan pelaksanaannya dilakukan Focus Group Discussion (FGD) dan
wawancara mendalam. Jenis Penelitian yang digunakan Para Mahasiswa FKM adalah?
a. Survei
b. Case Control
c. Eksperimen
d. Kuantitatif
e. Kualitatif
10. Menurut Data dari Puskesmas X bahwa cakupan Pemberian Tablet Fe (Zat Besi)
hanyamencapai 39% semntara target cakupan adalah 90%. Mahasiswa FKM bermaksud
melakukan penelitian untuk mengungkap penyebab masalah tersebut, dalam
pelaksanaannya instrumen penelitian yang digunakan adalah kuisioner yang telah diuji
cobakan sebelumnya, dan pelaksanaannya dilakukan dengan wawancara, hasil yang
diharapkan adalah mencari hubungan antar variabel serta kekuatan hubungan antar variabel
Independen dan Dependen. Jenis Penelitian yang digunakan Para Mahasiswa FKM?
a. Kuantitatif
b. Survei
c. Case Control
d. Kualitatif
e. Eksperimen
11. Pada suatu komunitas wilayah X 20% masyarakatnya menderita penyakit berbasis
lingkungan. Puskesmas X bermaksud melakukan pelayanan kesehatan dengan tujuan untuk
menjaga dan meningkatkan kesehatan masyarakat tersebut dengan cara selalu
membersihkan lingkungan mereka dan sasarannya adalah semua masyarakat yang sehat.
Jenis pelayanan kesehatan apa yang sebaiknya dilakukan?
a. Promotif
b. Preventif
c. Kuratif
d. Rehabilitatif
e. Kooperatif
12. Adanya stimulus turunnya hujan lebat pada komunitas pinggir sungai, persepsi penduduk
terhadap banyaknya curah hujan mengingatkan mereka terhadap kejadian banjir pd waktu
yang lalu, kesadaran mereka terhadap pencegahan dan penanggulangan banjir dan
kecemasannya terhadap bahaya berkontribusi terhadap rencana mereka untuk evakuasi dan
meminta perlindungan atau mencari bantuan. Kasus tersebut diatas sesuai dengan teori
menurut?

a. Imogene King
b. Calista Roy
c. orothy Orem
d. Betty Neuman

13. Data pengkajian disuatu desa menujukan 35% masyarakat terkena hipertensi :
25% berusia produktif, 15% penderita stroke ringan, masyarakat didesa sudah biasa makan
makanan yang tinggi natrium seperti ikan asin dan telur asin, masyarakat belum pernab
mengikuti penyuluhan kesehatan, apakah topik penyuluhan yang tepat pa
Da kasus tersebut ?
a. Pola makan yang sehat dimasyarakat
b. Penurunan berat badan padaa penderita hipertensi
c. Pembatasan konsumsi alkohol pada hipertensi
d. Pengurangan konsumsi natroum pada hipertensi
e. Cara mengatasi stres pada hipertensi

14. Seorang perawat bertugas di puskesmas, masalah yang selama ini dihadapi adalah tingginya
angka kejadian hipertensi pada puskesmas tersebut setelah dilakukan kejadian didapatkan
kebiasaan makan makanan yang tinggi garam apa tindakan yang paling tepat dilakukan
tenaga penyuluh kesehatan didaerah sekitar puskesmas tersebut ?
a. Penyuluhan PHBS
b. Skrining kejadian
c. Peningkatan imunitas individu
d. Kerjabakti sanitasi lingkungan
e. Advokasi memvasilitasi sarana kebersihan
15. Berdasarkan pendataan jumlah penduduk dusun badran sebanyak 538 jiwa dengan jumlah
kepala keluarga 142 kepala keluarga, jumlah lansia 34 orang, jumlah balita 20 balita adapun
frekuensi kunjungan posyandu balita hanya 13 balita aktif karena posyandu yang jauh dan
kesibukan kedua orang tua, adapun jumlah imunisasi yang lengkap 16 balita status gizi balita
dibawah garis merah sebagai tenaga penyuluh keeehatan apakah yang harus dilakukan
untuk mengatasi masalah tersebut ?
a. Pemberian makanan tambahan
b. Penyuluhan BHSP
c. Pelatihan kader
d. Peningkatan pendapatan
e. Memperbaiki sarana dan prasarana
Kelompok 6

Anggota :

1. Ani Widyastuti (171532)


2. Diah Irianti (171538)
3. Etika Krismonalisa (171544)
4. Lailin Nur Ekatanti (171549)
5. Nanda Desi Derista (171556)

1. Sekelompok mahasiswa melakukan praktik keperawatan komunitas di Dusun


Maredan dengan sasaran keperawatan masyarakat yang beresiko mengalami masalah
kesehatan maka tujuan yang akan dicapai mahasiswa adalah :
1. Primer
2. Gabungan
3. Tersier
4. Sekunder
5. Kombinasi

Jawaban : D

2. Mahasiswa dari kampus Poltekes Karya Husada sedang melakukan kegiatan


Komunitas di Desa Pajangan. Mereka memiliki program untuk meningkatkan
kesehatan di masyarakat salah satunya dengan mengadakan kerjabakti bersama di
lingkungan masyarakat. Di bawah ini yang termasuk ruang lingkup biostatistika dari
pernyataan tersebut adalah
a. Kependudukan
b. Medis
c. Gizi
d. Kesehatan kerja
e. Kesehatan lingkungan
3. Seorang mahasiswa akan menganalisa hasil penelitian yang telah di lakukan di Desa
Pajangan. Dengan memberikan gambaran terhadap obyek yang diteliti yang disajikan
dalam bentuk narasi, tabel, grafik, dan diagram. Maka metode tersebut termasuk
dalam pembagian statistik :
a. Statistik Deskriptif
b. Statistik inferensial
c. Statistik induktif
d. Pengumpulan data
e. Statistik parametrik
4. Seorang pearwat melakukan penelitian di Dusun Maredan dan didapatkan data 7 dari
15 anak mengalami diare dan kondisi lingkungan kurang bersih sehingga perawat
akan melakukan penyuluhan PHBS di Dusun tersebut. Apa peran perawat dari kasus
di atas ?
a. Perkembangan industrialisasi
b. Meningkatkan pengetahuan masyarakat
c. Mengatasi pertambahan penduduk
d. Meningkatakan ilmu pengetahuan teknologi di bidang keperawatan
e. Pengendalian lingkungan
5. Sekelompok mahasiswa akan melakukan penyuluhan kesehatan warga di Dusun
Cempaka tentang bahaya stunting pada anak. Termasuk tren dan isu keperawatan apa
yang di lakukan mahasiswa tersebut ?
a. Keperawatan keluarga
b. Keperawatan lansia
c. Keperawatan anak
d. Keperawatan ibu hamil
e. Keperawatan komunitas
6. Mahasiswa Karya Husada melakukan aktivitas dari organisasi keperawatan
profesional menggambarkan tren dalam pendidikan dan praktik keperawatannya di
rumah sakit maka tren lain yang sedang dibicarakan adalah...
1. Pertambahan penduduk
2. Pengaruh politik terhadap keperawatan profesional
3. Transisi penyakit
4. Pengaruh perawat dalam peraturan dan praktik keperawatan
5. Pengaruh meningkatnya ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan

Jawaban : C. 2 dan 4 Benar

7. Sekelompok mahasiswa melakukan kegiatan komunitas di Desa Kenari. Selama


komunitas mahasiswa mengadakan program untuk mencegah terjadinya suatu
penyakit DBD. Tingkat pencegahan yang dilakukan yaitu disability limitation.
Berikut tingkat pencegahan yang termasuk ke dalam Disability limitation adalah..
1. Pengobatan yang lengkap
2. Hospitalisasi
3. Perawatan di rumah
4. Case finding
5. Pemeriksaan berkala

Jawaban : A. 1, 2, dan 3 Benar

8. Sekolpok mahasiswa Poltekes Karya Husada, saat komunitas di Dusun Pajangan RT


04 ditemukan data 10 dari 30 penduduk usia 20 tahun ke atas mengalami hipertensi
dan stroke ringan. Gerakan masyarakat hidup sehat apa yang perlu ditekankan untuk
mencegah dan mengurangi masalah tersebut
1. Cek kesehatan rutin
2. Olahraga
3. Makan buah dan sayur
4. Melakukan aktivitas fisik
5. Tidak merokok

Jawaban : E. Semua benar

9. Seorang mahasiswa melakukan penelitian di Desa Penari. Hasil penelitian ditemukan


jumlah laki-laki lebih banyak dari jumlah perempuan. Termasuk jenis data apa yang
diperoleh oleh mahasiswa tersebut
a. Data nominal
b. Data ordinal
c. Data interval
d. Data rasio
e. Data subyektif
10. Seorang mahasiswa sedang melakukan penelitian terhadap balita dengan gizi buruk
dan ibu hamil yang beresiko tinggi. Dan didapatkan angka kejadian yang masih
tinggi. Jika akan dilakukan pelayanan kesehatan termasuk sasaran apa yang tepat pada
kasus di atas ?
a. Keluarga
b. Masyarakat
c. Kelompok
d. Individu
e. Ibu dan anak
11. Setelah melakukan pengkajian di Dusun Sukaraja di dapatkan hasil : 40% mengalami
hipertensi, 40% masyarakat tingkat pendidikan terakhir SD, 45% masyarakat lanjut
usia. Banyak masyarakat mengatakan menyukai masakan asin atau makanan tinggi
natrium dan belum pernah mendapatkan pendidikan kesehatan. Kita sebagai perawat,
peran apakah yang dapat dilakukan berkaitan dengan hasil pengkajian tersebut ?
a. Edukator
b. Koordinator
c. Motivator
d. Advocator
e. Kolaborator
12. Setelah melakukan pengkajian di Dusun Sukaraja di dapatkan hasil : 40% mengalami
hipertensi, 40% masyarakat tingkat pendidikan terakhir SD, 45% masyarakat lanjut
usia. Banyak masyarakat mengatakan menyukai masakan asin atau makanan tinggi
natrium dan belum pernah mendapatkan pendidikan kesehatan. Kita sebagai perawat
dalam memberikan edukasi, topik apa yang dapat diberikan kepada masyarakat ?
a. Pola makan yang sehat dimasyarakat
b. Penurunan berat badan pada penderita hipertensi
c. Cara mengatasi stress pada penderita hipertensi
d. Pembatasan komsumsi gula pada penderita hipertensi
e. Pengurangan masakan asin atau pengurangan makanan dengan tinggi natrium
13. Kolompok masyarakat di RT 04 di Dusun Sukaraja, dari hasil pengkajian yang
didapatkan banyak masyarakat mengatakan sampah plastik yang dihasilkan dari
limbah rumah tangga dibakar dan sampah organik dibuang ke sawah untuk dijadikan
pupuk. Informasi yang didapatkan dari Kepala Dusun Barongan, di dusun ini terdapat
bank sampah tetapi sudah tidak aktif lagi. Melihat situasi seperti diatas, bagaimana
strategi pemecahan masalah untuk membentuk perilaku masyarakat yang sehat dan
mandiri?
a. Proses kelompok
b. Bina suasana
c. Kemitraan
d. Pemberdayaan masyarakat
e. Partisipasi
14. Seorang pearwat melakukan asuhan keperawatan kepada pasien dengan kanker darah
dengan tujuan untuk mencegah cacat permanen bertambah parahnya penyakit dan
akibat dari penyakit. Termasuk pencegahan tingkat berapa yang dilakukan perawat
tersebut
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
e. 5
15. Seorang pearwat melakukan asuhan keperawatan kepada pasien dengan kanker darah
dengan indikator tujuan terhadap faktor penyebab dan perbaikan lingkungan.
Termasuk pencegahan tingkat berapa yang dilakukan perawat tersebut
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
e. 5

Anda mungkin juga menyukai