Anda di halaman 1dari 10

Perancangan Menara Dan Pabik Kimia

PT. PETROKIMIA GRESIK – JAWA TIMUR


UNIT NPK PHONSKA

Disusun Oleh:
KELOMPOK 1

Dwi Kristanto (40040119655001)

Maria Bethan Stefani (40040119655003)

Juzma Ilma Mawaddah (40040119655005)

PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN ( D4 )


TEKNOLOGI REKAYASA KIMIA INDUSTRI
DEPARTEMEN TEKNOLOGI INDUSTRI SEKOLAH VOKASI
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2019
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan
rahmat, berkah serta hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah
dengan tema “Pra Rancang Pabrik Petrokimia” makalah ini disusun sebagai salah satu
penilaian pada mata kuliah Perancangan Menara dan Pabrik Kimia.

Untuk itu penulis tidak lupa menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak
yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini sehingga dapat selesai tepat pada
waktunya.

Namun tidak lepas dari semua itu, kami penulis menyadari sepenuhnya bahwa ada
kekurangan baik dari segi penyusunan bahasanya maupun segi lainnya.Oleh karena itu dengan
lapang dada dan tangan terbuka penulis membuka selebar-lebarnya bagi pembaca yang ingin
memberi saran dan kritik kepada kami sehingga dapat memperbaikinya.

Semarang, 28 Oktober 2019

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................................................


DAFTAR ISI................................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................................
1.1 Latar Belakang ..............................................................................................................
1.2 Manfaat dan Keunggulan Produk..................................................................................
1.3 Ketersediaan Bahan Baku .............................................................................................
1.4 Lokasi Pabrik dan Tata Letak Pabrik ............................................................................
BAB II PEMILIHAN BAHAN BAKU DAN PRODUK ............................................................
2.1 Bahan Baku ...................................................................................................................
2.1.1 Bahan Baku Padat Pupuk NPK ..............................................................................
2.1.2 Bahan Baku Liquid Pupuk NPK ............................................................................
2.2 Produk Pupuk NPK ......................................................................................................
BAB III DESKRIPSI PROSES ...................................................................................................
BAB IV RULE OF THUMB DAN BIAYA PROJEK ................................................................
BAB V KESIMPULAN ...............................................................................................................
5.1 Kesimpulan....................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia termasuk negara dengan pertumbuhan penduduk yang besar. Dengan
semakin bertambahnya jumlah penduduk akan berakibat meningkatnya kebutuhan akan
pangan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut dilakukan berbagai usaha untuk
meningkatkan hasil pertanian, salah satu usaha yang dilakukan dengan pemupukan.
Pemupukan merupakan upaya penambahan nutrisi yang dapat mendukung
kelangsungan hidup tanaman dan memperbaiki sifat fisik tanah. Pupuk merupakan
bahan yang mengandung nutrisi untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman,
meningkatkan produksi dan kualitasnya.
Penggunaan pupuk terus meningkat untuk meningkatkan hasil produksi. Selama
ini petani lebih memilih pupuk kimia (anorganik) untuk asupan nutrisi tanaman dengan
harapan mendapatkan hasil yang optimal. Pupuk kimia dianggap sebagai cara terbaik
untuk meningkatkan hasil produksi petanian. Hal tersebut dapat terjadi karena pupuk
kimia praktis dalam penggunaanya, dan memiliki kandungan hara makro (NPK) yang
dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah besar. Selain itu, pupuk kimia memberikan
perubahan yang cepat, mudah diperoleh dengan harga yang murah karena mendapatkan
subsidi dari pemerintah. Namun beberapa tahun ini, peristiwa kelangkaan pupuk
kimia terjadi pada setiap musim tanam tiba, dan dari peristiwa tersebut.
Berdasarkan permasalahan-permasalahan tersebut diperlukan suatu usaha untuk
mengurangi pemakaian pupuk kimia. Salah satu solusi yang dapat ditempuh yaitu
menggunakan pupuk organik sebagai pengganti pupuk kimia. Dalam Permentan
No.2/Pert/Hk.060/2/2006, pupuk organik merupakan pupuk yang terdiri atas bahan
organik. Bahan ini dapat berasal dari tanaman, dan atau hewan yang telah melalui
proses rekayasa yang digunakan mensuplai bahan organik untuk memperbaiki sifat
fisik, kimia, dan biologi tanah. Bahan-bahan organik ini yang biasa disebut sebagai
kompos oleh para petani.
Oleh karena itu, kami merencanakan membangun pabrik petrokimia pupuk
NPK dengan skala kecil dengan kapasitas pabrik sebesar 2.180.000 ton/tahun untuk
mengatasi permasalahan yang dihadapi petani Indonesia serta membuka lowongan
pekerjaan untuk bibit – bibit emas anak bangsa di daereah sekitar.
1.2 Manfaat dan keunggulan Produk
Kegunaan dari pupuk NPK Phonska sebagai berikut :
a. Bersifat higroskopis, yaitu mampu menyerap atau mengikat molekul air dari udara
bebas sehingga mudah mencair dan dengan mudah dapat diserap oleh akar tanaman.
b. Mudah larut dalam air, pupuk Phonska mudah larut dalam air sehingga lebih mudah
dan memudahkan petani dalam mengaplikasikannya. Pupuk NPK Phonska dapat
diaplikasikan dengan cara ditabur maupun dikocorkan.
c. Pupuk NPK Phonska mengandung unsur hara makro primer yang merupakan unsur
hara penting bagi tanaman.
d. Mengandung unsur Nitrogen yang bermanfaat untuk memacu pertumbuhan vegetatif
tanaman pada batang, daun, dan akar.
e. Mengandung unsur Phospor dalam bentuk P2O5 yang berperan dalam pembentukan
bunga dan buah sehingga dapat meningkatkan hasil panen.
f. Mengandung unsur Kalium dalam bentuk K2O yang bermanfaat untuk meningkatkan
ketahanan tanaman dari serangan hama/penyakit dan kekeringan.
g. Mengandung unsur hara makro sekunder berupa Sulfur (S) yang berperan dalam
meningkatkan kualitas dan daya simpan hasil panen
h. andungan unsur Zink (Zn) bermanfaat mendukung pertumbuhan vegetatif dan
pertumbuhan biji atau buah, dan memperkuat daya tahan tanaman terhadap hama
atau penyakit.dalam membentuk daun, batang, akar, bunga dan buah
i. Unsur Zink (Zn) bermanfaat dalam membantu meningkatkan ketahanan tanaman
terhadap serangan hama maupun penyakit.

1.3 Ketersediaan Bahan Baku


Ketersediaan bahan baku yang berdekatan pelabuhan untuk mempermudah
mengolah bahan baku yang diimpor dan juga ketersediaannya bahan pembantu air yang
digunakan untuk saat proses berlangsung ang didapat dari sungai bengawan solo dan
sungai brantas.

1.4 Lokasi Pabrik


Kawasan industri PT. Petrokimia Gresik menempati areal seluas 500 Ha serta lahan
reklamasi 80 Ha. Daerah – daerah yang ditempati meliputi :
- Kecamatan Gresik, meliputi desa : Ngipik, Karang Turi, Sukorame, Telogo
Pojok, Lumpur.
- Kecamatan Kebomas, meliputi desa : Kebomas, Telogo Patut, Randu Agung.
- Kecamatan Manyar, meliputi desa : Roma Meduran, Pojok Pesisir, Tepen.
Pemilihan lokasi kawasan industri ini berdasarkan atas pertimbangan keuntungan teknis
dan ekonomis yang optimal, yaitu :
1. Menempati tanah yang tidak subur untuk pertanian sehingga tidak mengurangi
areal tanah pertanian
2. Mudah memperoleh tenaga terlatih
3. Berada di tengah daerah pemasaran pupuk terbesar
4. Dekat dengan sumber bahan konstruksi
5. Dekat dengan sumber bahan mentah
6. Dekat dengan pusat pembangkit tenaga listrik
7. Dekat dengan laut sebagai sarana transportasi

Gambar 1. Plant layout PT Petrokimia Gresik


Pertimbangan Tata Letak Pabrik PT. Petrokimia Gresik – Jawa Timur

Tata letak pabrik di PT. Petrokimia Gresik terbagi atas beberapa bagian, yaitu unit
produksi I (Pupuk Nitrogen), unit produksi II (Pupuk Fosfat), unit produksi III (Asam Fosfat)
gudang pengemasan dan penyimpanan produk, area perkantoran, gedung pemeliharaan,
gedung pengendali proses, gudang material, unit utilitas dan mushola. Dalam pengaturan tata
letak pabrik perlu memperhatikan hal – hal berikut:
 Pengaturan letak peralatan di dalam ruangan yang harus memadai, sehingga
memberikan ruang gerak untuk perbaikan, perawatan dan pemasangan alat.
 Pengaturan tata letak pabrik juga harus memperhatikan aliran proses, sehingga
memudahkan penempatan sistem kontrol, pengawasan dan pemeliharaan.
 Memperhatikan masalah keselamatan kerja, yang meliputi manusia, peralatan dan
lingkungan.
Unit utilitas, unit produksi I (Pupuk Nitrogen), unit produksi II (Pupuk Fosfat), dan gudang
tempat pengemasan dan penyimpanan produk letaknya berdekatan satu dengan lainnya. Hal ini
dilakukan untuk menghemat pemakaian energi. Unit produksi III (asam fosfat, asam sulfat,
aluminium flouride, cement retarder, dan pupuk ZA II berada di paling ujung area pabrik dekat
pelabuhan untuk mempermudah mengambil bahan baku dan menghemat pemakaian alat untuk
didistribusikan. Control room didirikan berdekatan dengan pabrik untuk mempermudah sistem
pengendalian proses.
Tangki – tangki penyimpanan (storage tank) seperti ammonia tank, fuel oil tank, sulphuric acid
tank, dan sebagainya dibangun agak jauh dari pabrik, karena mengutamakan safety. Apabila
terjadi kebocoran pada tangki asam nitrat, maka tumpahan asam sulfat tidak akan menggangu
peralatan dan sistem proses lainnya.
Begitu pula sebaliknya, jika terjadi masalah atau kecelakaan di pabrik, maka gangguan tersebut
tidak sampai ke tangki penyimpanan. Untuk mengatasi tumpahan baik dari pabrik maupun dari
tangki, maka dibangun selokan yang bermuara pada neutralizing pond. Departemen K3 berada
di tengah – tengah antara pabrik I, pabrik II, dan pabrik III karena untuk mempermudah
monitoring safety dari setiap unit produksi dan mempermudah akses ketika saat terjadi
emergency.
Letak perkantoran GRAHA TOWER (Gedung Pusat PT. Petrokimia Gresik) berada
didepan pintu gerbang utama yang sedikit jauh dari lokasi pabrik. Hal ini bertujuan untuk
mengatasi masalah kebisingan, polusi, baik polusi suara maupun polusi lingkungan yang
dihasilkan pabrik.
B D

C
F
G
E
A

Gambar 2. Lay Out Alat NPK Phonska

Keterangan :
A : Pre Neutralizer Reactor
B : Granulator
C : Dryer
D : Screen
E : Cooler
F : Coater
G : Tail Gas Scrubber
BAB II
PEMILIHAN BAHAN BAKU DAN PRODUK

2.1 Bahan Baku


2.1.1 Bahan Baku Padat
- KCl (Kalium Klorida)
Sebagian KCl diperoleh dari Impor dari kanada. K2O yang diijinkan maksimal
memiliki kadar 60% dengan kadar air 1% dari berat maksimal. Dan besar granul
yang diijinkan memiliki diameter 0,15-1,2 mm dengan kadar minimum 90% dengan
bulk density 1300 kg/cm3.
- Urea
Urea diperoleh dari Pabrik Urea yang ada di Departemen Produksi I. Kadar urea
yang dibutuhkan dalam komposisi N 46% minimum dan kadar air 0,5% maksimum
dengan ukuran butiran granul 0,5-2 mm, sedangkan bulk densitynya sebesar 800
kg/m3.
- ZA (Ammonium Sulfat)
Ammonium Sulfat diperoleh dari departemen Produksi III. Kadar ammonium
sulfat yang digunakan memiliki komposisi, kadar N 21% berat minimum, kadar air
0,15% berat maksimum. Dan butiran sebesar 0,5-1,2 mm minimal 90%.
- Filler
Filler yang digunakan dari proses pembuatan PHONSKA diambil dari produk
off (produk gagal) yang tidak sesuai dengan kandungan senyawa yang diinginkan
dan dari recycle.

2.1.2 Bahan Baku Liquid


- H2SO4 (Asam Sulfat)
Sebanyak 11 % Asam Sulfat diperoleh dari Pabrik Asam Sulfat yang ada di
Departemen Produksi III dan dari PT. Smelting. Asam sulfat yang digunakan
memiliki kadar minimal 98% dengan suhu 33°C dan tekanan 5 kg/cm2.

- H3PO4 ( Asam Phosphate)


Sebanyak 17 % Asam Fosfat diperoleh dari Pabrik Asam Fosfat yang ada di
Departemen Produksi III dan dari Impor. Asam phosphate yang digunakan dalam
proses pembuatan Phonska IV memiliki kadar P2O5 50% dengan padatan maksimal
2% dengan suhu sekitar 33°C dengan tekanan 5 kg/cm2 .
- NH3 (Amoniak)
Sebanyak 20% Ammonia diperoleh dari Pabrik Ammonia yang ada di
Departemen Produksi I dan dari Impor. Kadar amoniak yang digunakan minimal
99,5% dengan H2O sebesar 0,5% dengan suhu -33°C dan tekanan 12 kg/cm2.
2.2 Produk Pupuk
Pupuk Phonska berbahan baku H3PO4, KCl, dan NH3dengan total kapasitas
produksi 2.180.000 ton/tahun, dengan spesifikasi produk SNI 02-2803-2000:
- Kadar Nitrogen 15%
- Kadar P2O5 15%
- Kadar K2O 15%
- Kadar air maks. 2%
- Bentuk butiran
Gambar. Pupuk Phonska