Anda di halaman 1dari 2

Beberapa faktor penyebab terjadinya perkembangan fisik pada diri remaja yaitu

terjadinya produksi hormon yang sangat banyak yakni zat-zat kimia yang sangat kuat yang
disekresikan oleh kelenjar-kelenjar endokrin dan dibawa keseluruh tubuh oleh aliran darah
(Dyk, 1993) konsentrasi hormon-hormon tertentu meningkat secara dramatis selama masa
remaja (Rabin & Chrousos, 1991; Susman & Dorn, 1991)

Hormon yang mempengaruhi perkembangan remaja:

1. (GnRH) gonadotropin releasing hormone


Pubertas normal diawali oleh terjadinya aktivasi aksis hipotalamus–hipofisis–gonad
dengan peningkatan GnRH secara menetap.
Pada saat remaja atau pubertas, inhibisi susunan saraf pusat terhadap hipotalamus
menghilang sehingga hipotalamus mengeluarkan GnRH akibat sensitivitas gonadalstat.
Selama periode prepubertal gonadalstat tidak sensitif terhadap rendahnya kadar steroid yang
beredar, akan tetapi pada periode pubertas akan terjadi umpan balik akibat kadar steroid yang
rendah sehingga GnRH dan gonadotopin akan dilepaskan dalam jumlahyang banyak.
Pada awalnya GnRH akan disekresi secara iurnal Hormon GnRH kemudian akan
berikatan dengan reseptor di hipofisis sehingga sel-sel gonadotrop akan mengeluarkan
luteneizing hormone (LH) dan folliclestimulating hormone (FSH).

a. Luteinizing Hormone (LH)


LH secara struktur merupakan glikoprotein dengan berat molekul 25 000, tergolong
glikoprotein dengan berat molekul 40 000, terdiri atas 2 rantai α dan β yang tidak
identik, tidak memiliki ikatan kovalen, tergolong gonadotropin yang mempengaruhi
fungsi dan pematangan testis dan ovarium.
 Fungsi LH pada wanita, menstimulasi pematangan terakhir dari Folikel Graaf,
ovulasi dan perkembangankorpus luteum, membantu FSH merangsang ovulasi
merangsang sekresi estrogen dan progesteron.
 Fungsi LH pada pria, merangasang pembentukan testosterone oleh testis,
mempertahankan spermatogenesis, persiapan perkembangan alat kelamin
tambahan sepertiductus deferens, prostat dan vesica seminalis.
b. Follicle Stimulating Hormone (FSH)
FSH secara struktur merupakan glikoprotein denganberat molekul 25 000, tergolong
glikoprotein dengan beratmolekul 25 000 terdiri atas 2 rantai α dan β yang tidak
identik, tidak memiliki ikatan kovalen, tergolong gonadotropin yang mempengaruhi
fungsi dan pematangantestis dan ovarium.
 FSH pada laki-laki menstimulasi pertumbuhan saluran seminalis dan
testis dan berperan pada tingkat awal spermatogenesis. Kadar FSH ini
meningkat pada masa pubertas, pada masa ini pada wanita jumlahnya
dapat 10 kali lipat.
 FSH pada wanita berfungsi merangsang folikel sekunder ovarium
berkembang dan mensekresi estrogen, merangsang sel Sertoli tubulus
seminiferus memproduksi Androgen Binding Protein (ABP).
Kadar FSH ini meningkat pada masa pubertas, pada masa ini pada
wanita jumlahnya dapat 10 kali lipat.

2. (GH) Growth Hormon


Pada metabolisme GH meningkatkan sintesis protein terutama kolagen, meningkatkan
transportasi asam aminoke jaringan terutama di otot dan hepar. Dengan meningkatkan
asam amino hepar mempengaruhi glukoneogenesis dari asam amino glikogenik. Juga
membentuk balance mineral positif ( Ca, Na, K, Mg, P) sehingga terjadinya retensi.
Pada metabolisme lipid denganpengaryh GH, pada jaringan adiposa meningkatkan
lipolisisdan meningkatkan asam lemak bebas darah , di dalam hepar dan otot akan
meningkatkan β-oksidasi asam lemak. Olehsebab itu terjadi peningkatan ketoge nesis dan
hal inimengalami hiperfungsi GH.
Pengaruh GH pada metabolisme mineral, GH memberikan balance (+) mineral,
pengaruhnya terutama berhubungan dengan kerja GH dalam tulang yaitu aktivitas GH
merangsang pertumbuhan tulang panjang dalam lempeng epifisis pada remaja yang
sedang tumbuh, merangsang pertumbuhan serta akral pada organ dewasa dan pada remaja
juga meningkatkan pembentukan tulang rawan. GH juga memilki sifat miripprolaktin
yang mempengaruhi kelenjar mammae.
GH memilki reseptor laktogenik sehingga mempunyai lebih banyak sifat prolaktin,
misal meningkatkan pertumbuhankelenjar mammae dan meningkatkan laktogenesis yang
aktif pada masa laktasi. GH ini bekerjasama dengan estrogen, progesteron, oksitosin dan
prolaktin