Anda di halaman 1dari 5

SKENARIO SENTRALISASI OBAT

1. Kepala ruangan : Indah Fitri Anita Sari


2. Ketua tim : Ayunda Eka Karnita
3. Perawat pelaksana : Farikha Nur Mulya Saputri
4. Pasien : Okky Cintya Permata Dewi
5. Keluarga : Bunga Innashofa

Di rumah sakit Moro Mari di ruang Dahlia nomor 23 ada seorang pasien bernama ny.
Cintya dengan diagnose hipertensi. Dari IGD dokter memberikan resep obat. Katim meminta izin
kepada Karu untuk melakukan sentralisasi obat.

Ketua tim : selamat pagi Ns. Indah

Kepala ruang : selamat pagi Ns. Ayunda

Ketua tim :kita memiliki pasien baru bernama ny. Cintya dengan diagnose hipertensi
sekarang saya akan melakukan sentralisasi obat pasien baru. Ini dokumen
untuk sentralisasi obat meliputi inform consen lembar serah terima obat,
pemberian obat dan kotak penyimpanan obat.. bagaimana menurut Ns.
Ayunda ?

Kepala ruang :saya akan cek dulu dokumenya. Ya, lakukan sentralisasi obat untuk pasien
baru. Tolong buat janji terlebih dahulu kepada pasien atau keluarganya.

Ketua tim : ya, saya akan membuat janji kepada keluarga atau pasienya.

Setelah ketua tim membuat kontrak dengan pasien dan keluarganya kepala ruang, ketua
tim, dan perawat asosiate menuju ke ruangan pasien.

Ketua tim : Ns. Indah, ini keluarga dari ny. Cintya

Kepala ruang : iya Ns.Ayunda. Selamat pagi bu, perkenalkan nama saya Indah saya
disini sebagai kepala ruangan, dan perkenalkan disebelah saya ada Ns.
Ayunda, beliau adalah ketua tim pagi ini dan sebelahnya ada Ns. farikha
dia adalah perawat asosiet. disini tujuan kami ingin menjelaskan tentang
sentralisasi obat, yang lebih jelasnya di jelaskan oleh Ns. Ayunda, silahkan
djelaskan.

Ketua tim : Terima Kasih atas kesempatannya. (menjelaskan)

Keluarga : Kalu obat yang sudah disediakan habis gimana mba ?

Ketua tim : ibu Nanti bisa langsung bertanya ke perawat yang dinas pada saat itu
atau jika ada saya langsung saja bicara dengan saya pak.

Keluarga : kemudian obat yang sudah dibeli ditaruh mana mbak?

Ketua tim : Obat yang sudah dibeli nanti diserahkan ke perawat yang dinas saat itu
juga kemudian dilakukan pengelolaan obat yang sudah anda beli bu.

Px : Nanti kalau minum obat gimana mbak kalau obatnya dibawa oleh
perawatnya?

Ketua tim : Begini bu, obat yang sudah dibeli nanti dikelola oleh perawat dan pada
saat waktu yang ditentukan perawat akan menyerahkan lagi obat tersebut
untuk diminum ataupun disuntikkan.

keluarga : terima kasih mbak atas penjelasannya saya sudah mulai mengerti.

Ketua tim : Iya bu sama sama.

px : jadi seperti itu ya mbak. kalau begitu saya bisa lebih tenang, dan tidak
terlalu merepotkan keluarga saya.

Ketua tim : iya mba, ada lagi yang ingin ditanyakan ?

Keluarga dan px : tidak ada mba.

Ketua tim kembali ke ruangan.

Kepala ruang : Bagaimana Ns. Ayunda untuk sentralisasi obatnya sudah dijelaskan
semua prosedurnya?

Ketua tim : Sudah saya jelaskan semuanya. Tinggal pengaplikasiannya.


Kepala ruang :baiklah langsung saja dilakukan prosedurnya Ns. Ayunda. Ns. Farikha
tolong panggil keluarga pasienya.

Perawat asosiet : Baik bu(memanggil keluarga pasien)

Keluarga : Ada apa ya mba?

Ketua tim : seperti yang sudah saya jelaskan tadi bu ini ada resep dari dokter yang
harus di tebus tetapi sebelum membeli obat ibu harus mengisi surat
persetujuan sentralisasi obat dulu ya.

keluarga : Baik mba.

Ketua tim : ini bu suratnya diisi dengan lengkap ya beserta tanda tangan ibu.

keluarga : ya bu.

Ketua tim : Apotek nya ada di depan ruangan ini bu

keluarga 1 : ya mba(sambil berjalan menuju apotek)

10 menit kemudian keluarga px dating keruang perawat untuk menyerahkan obat yang
baru dibeli dari apotik

Keluarga : ini mba obatya.

Ketua tim : iya bu, kita hitung disesuikan dengan resep dokter kemudian kita
dokumentasikan di form form yang sudah kita sepakati. (bersama sama mengecek
obat). obatnya sudah lengkap dan sesuai dengan resep dokter. dan segera saya
dokumentasikan.

Keluarga : Terima kasih mba

Ketua tim memberi perintah kepada perawat asosiet untuk pendokumentasianya.

Ketua tim : Ns. Farikha,ini obat dari pasien Ny. Cintya tolong didokumentasikan dilembar
serah terima obat distatus pasien

PA : iya Ns. Ayunda mana obatnya saya dokumentasikan dan saya masukkan ke kotak
obat.
KATIM : Setelah ini kita menyiapkan obat yang akan diberikan kepada pasien.

PA : baik NS.

Beberapa menit kemudian

PA : Ns. Ayunda ini obatnya sudah siap untuk yang pagi ini

Ketua tim : Mari ke pasiennya Ns.

Ketua tim dan perawat asosiet menuju ruang pasien untuk memberi obat.

Ketua tim : Selamat pagi bu, saya akan memberikan obat oral dan injeksi untuk ibu.

(Katim sambil menjelaskan obat yang akan diberikan).

Px : Iya mba silahkan.

Katim dan PA memberikan obat injeksi atau oral kepada pasien dengan melibatkan
keluarga sesuai jadwal

PA : (Memberikan obat oral dan obat injeksi). Bu ini kalau terasa sakit mohon ditahan
dulu ya.

Px : Iya mba.

PA : saya sudah selesai memberikan obatnya mba.

Px : terimakasih mba.

Ketua tim : kami sudah selesai memberikan obat kami akan kembali ke ruangan nanti kalau
membutuhkan sesuatu bias langsung memanggil kami di ruang perawat atau
memencet bel di sebelah situ ya mba.

Keluarga & px : iya mba

Setelah selesai perawat pelaksana dan ketua tim kembali keruang perawat. PA
menandatangani dan mengobservasi efek samping.

Kepala ruang : Ns ayunda jangan lupa dokumentasikan semuanya.

Ketua tim : iya sudah saya dokumentasikan.


Kepala ruang : terimakasih untuk kerja keras anda hari ini Ns. Ayunda dan Ns. Farikha.
Saya berharap pelayanan kita akan lebih baik dimasa depan.

Katim & PP : iya sama – sama Ns. Indah