Anda di halaman 1dari 13

PEMERINTAH KABUPATEN KUANTAN SINGINGI

KANTOR KEPALA LUBUK TERENTANG


KECAMATAN GUNUNG TOAR
Alamat : Datuk No 06 Lubuk Terentang Kode Pos 29566

PERATURAN DESA LUBUK TERENTANG

Nomor : 4 Tahun 2018

TENTANG
PEMBENTUKAN DAN PENGELOLAAN

BADAN USAHA MILIK DESA (BUM Desa)

DESA LUBUK TERENTANG KECAMATAN GUNUNG TOAR

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KEPALA DESA LUBUK TERENTANG,

MENIMBANG : a. Bahwa dalam rangka meningkatkan kemampuan keuangan Pemerintah


Desa dalam penyelenggaraan pemerintah dan meningkatkan pendapatan
masyarakat melalui berbagai kegiatan ekonomi masyarakat Perdesaan,
perlu didirikan Badan Usaha Milik Desa sesuai dengan kebutuhan dan
potensi Desa;

b. Bahwa Badan Usaha Milik Desa untuk selanjutnya disingkat BUM


Desa adalah Usaha desa yang dibentuk/didirikan oleh Pemerintah desa
dan masyarakat;

c. Bahwa berdasarkan pertimbangan huruf a dan b di atas perlu penetapan


Peraturan Desa tentang Pembentukan dan Pengelolaan Badan Usaha
Milik Desa (BUM Desa).

MENGINGAT : 1. Undang-undang nomor: 53 Tahun1999 tentang Pembentukan


Pembentukan Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten
Rokan Hilir, Kabupaten Siak, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna,
Kabupaten Kuantan Singingi dan Kota Batam ( Lembaran Negara Tahun
1999 Nomor 181, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3902);
: 2. Undang- undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125 ,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437 ),
sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir undang-undang Nomor
12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang – undang
Nomor 32 Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia 4844 );
: 3. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2004 tentang
Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah ( Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4438) ;
: 4. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa
( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 7);
:5 Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2015 tentang Perubahan atas
Peraturan Pemerintah Nomor 43 tahun 2014 Tentang Peraturan
Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang
Desa(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 157).
: 6. Keputusan Bersama, Menteri Keuangan, Menteri Dalam Negeri, Menteri
Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Gubernur Bank Indonesia.
Nomor 351.1/KMK.010/2009, Nomor 900-639A Tahun 2009, Nomor
11/43A/KEP.GBI /2009. Tentang Stategi Pengembangan Lembaga
Mikro;
: 7. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan
Transmigrasi Republik IndonesiaNomor 4 tahun 2015 Tentang
Pendirian, Pengurusan, Pengelolaan dan Pembubaran Badan Usaha
Milik Desa;
: 8. Peraturan Bupati Kuantan Singingi Nomor 43 Tahun 2017 tentang
Pedoman, Tata Cara Pembentukan dan Pengelolaan Badan Usaha Milik
Desa;
: 9. Peraturan Bupati Kuantan Singingi Nomor 43 Tahun 2017 tentang
Pedoman, Tata Cara Pembentukan dan Pengelolaan Badan Usaha Milik
Desa;
: 10. Keputusan Bupati Kuantan Singingi Nomor : Kpts.347/XII/2016
tertanggal 5 Desember 2016 tentang Pemberhentian Kepala Desa dan
Pengangkatan Pejabat Kepala Desa Lubuk Terentang.
: 11. Keputusan Bupati Kuantan Singingi Nomor : Kpts.214/III/2014
tertanggal 24 Maret 2014 tentang Pengangkatan BPD Desa Lubuk
Terentang;

Dengan Persetujuan Bersama


BADAN PERMUSYAWARATAN DESA LUBUK TERENTANG
Dan
KEPALA DESA LUBUK TERENTANG

MEMUTUSKAN :

MENETAPKAN : PERATURAN DESA LUBUK TERENTANG KECAMATAN GUNUNG


TOAR KABUPATEN KUANTAN SINGINGI TENTANG PEMBENTUKAN
DAN PENGELOLAAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUM Desa).

Dalam Peraturan Desa ini yang dimaksud dengan :

1. Desa adalah Desa Lubuk Terentang


2. Kepala Desa adalah Kepala Desa Lubuk Terentang
3. Badan Permusyawaratan Desa, yang selanjutnya disebut dengan BPD adalah BPD Lubuk
Terentang
4. Pemerintah Desa adalah Pemerintah Desa Lubuk Terentang
5. Badan Usaha Milik Desa, yang selanjutnya disebut dengan BUM Desa adalah BUM Desa
Lubuk Terentang
6. Peraturan Desa adalah Peraturan Perundang-undang yang di buat bersama antara BPD dan
Kepala Desa Lubuk Terentang
7. Keputusan Kepala Desa adalah Keputusan Kepala Desa Lubuk Terentang.
8. Musyawarah Desa adalah Musyawarah yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa dan dihadiri
oleh BPD dan perwakilan lapisan masyarakat desa untuk menentukan kebijakan desa dan
merupakan kekuasaan tertinggi dalam menentukan kebijakan dalam pengelolaan BUM Desa
yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa.
9. Badan Usaha Milik Desa yang disebut dengan BUM Desa adalah suatu lembaga/ badan
perekonomian desa yang dibentuk dan dimiliki oleh Pemerintah Desa, yang dikelola secara
profesional dengan modal seluruhnya atau sebahagian besar merupakan kekayaan desa yang
dipisahkan.
10. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa yang selanjutnya disingkat APBDes adalah keuangan
tahunan pemerintahan desa yang dibahas dan disetujui bersama oleh Pemerintah Desa dan BPD
yang ditetapkan dengan Peraturan Desa.

BAB I
PEMBENTUKAN BUM Desa
Bagian Pertama
Dasar Pembentukan

Pasal 1
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Kuantan Singingi Nomor 11 Tahun 2010 tentang Badan
Usaha Milik Desa ( BUM Desa) di Kabupaten Kuantan Singingi dan Peraturan Bupati Kuantan
Singingi Nomor 43 Tahun 2017 tentang Pedoman, Tata Cara Pembentukan dan Pengelolaan Badan
Usaha Milik Desa serta hasil Musyawarah Desa Lubuk Terentang yang dilaksanakan pada tanggal
27 April Tahun 2018 yang dilaksanakan di Aula Kantor Kepala Desa Lubuk Terentang disepakati
untuk membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa).

Bagian Kedua
Nama dan Kedudukan

Pasal 2
BUM Desa yang didirikan dengan nama “MAKMUR BERSAMA”

Pasal 3
BUM Desa MAKMUR BERSAMA berkedudukan dan berkantor di Desa Lubuk Terentang
Kecamatan Gunung Toar Kabupaten Kuantan Singingi.

BAB II
AZAS DAN TUJUAN

Pasal 4
Azas

Azas BUMDesa Makmur Bersama Desa Lubuk Terentang berazaskan Pancasila dan Undang-
Undang Dasar 1945.
Pasal 5
Tujuan

a. meningkatkan perekonomian Desa;


b. meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perbaikan pelayanan umum, pertumbuhan
dan pemerataan ekonomi Desa;
c. mengoptimalkan aset Desa agar bermanfaat untuk kesejahteraan Desa;
d. meningkatkan usaha masyarakat dalam pengelolaan potensi ekonomi Desa;
e. mengembangkan rencana kerja sama usaha antar desa dan/atau dengan pihak ketiga;
f. menciptakan peluang dan jaringan pasar yang mendukung kebutuhan layanan umum warga;
g. membuka lapangan kerja atau meningkatkan kesempatan berusaha dalam mengurangi
pengangguran;
h. meningkatkan pendapatan masyarakat Desa dan Pendapatan Asli Desa.
i. meningkatkan kreatifitas dan peluang usaha ekonomi produktif (berwirausaha) bagi
masyarakat desa;

BAB III
WILAYAH KERJA

Pasal 6
1. Wilayah Kerja BUM Desa Makmur Bersama adalah di Desa Lubuk Terentang Kecamatan
Gunung Toar Kabupaten Singingi.

2. Dalam hal pengembangan usaha, BUM Desa Makmur Bersama dapat membuka perwakilan
di luar wilayah Desa Lubuk Terentang.
BAB IV
USAHA YANG DIKELOLA

Pasal 7
1. BUMDesa dapat menjalankan bisnis sosial sederhana yang memberikan pelayanan
umum kepada masyarakat dengan memperoleh keuntungan finansial dengan
memanfaatkan sumber daya lokal dan Teknologi Tepat Guna, meliputi : air minum Desa,
usaha listrik Desa, lumbung pangan, dan sumber daya lokal dan Teknologi Tepat Guna
lainnya.
2. BUMDesa dapat menjalankan bisnis penyewaan barang atau melayani kebutuhan
masyarakat Desa dan ditujukan untuk memperoleh Pendapatan Asli Desa, seperti alat
transportasi, perkakas pesta, gedung pertemuan, rumah tokoh, tanah milik BUMDesa, dan
barang sewaan lain.
3. BUMdesa dapat menjalankan usaha perentara yang memberikan jasa pelayanan kepada
warga, seperti jasa pembayaran listrik, pasar Desa untuk memasarkan produk yang
dihasilkan masyarakat dan jasa pelayanan lainnya.
4. BUMDesa dapat menjalankan bisnis yang berproduksi dan/atau berdagang barang-barang
tertentu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat maupun dipasarkan pada skala pasar
yang lebih luas, seperti sembako, hasil pertanian, sarana produksi pertanian, pabrik es,
kegiatan bisnis produktif lainnya.
5. BUMDesa dapat menjalankan bisnis Pengolaan Aset Desa yang ditujukan untuk
memperoleh Pendapatan Asli Desa seperti Sarana Olahraga Desa.

BAB V
KEPEMILIKAN MODAL
Pasal 8
(1) Modal BUM Desa Makmur Bersama diperoleh dari :

a. Pemerintah Desa;
b. Masyarakat;
c. Bantuan Pemerintah, Pemerintah Provinsi, Pemerintahan Kabupaten;
d. Pinjaman;
e. Kerjasama usaha dengan pihak lain;
f. Hibah;
g. Hasil Usaha.
BAB VI

ORGANISASI PENGELOLA BUM DESA

Pasal 9
(1) Organisasi Pengelola BUM Desa terdiri dari :
a. Musyawarah Desa;
b. Penasehat yakni : Kepala Desa
c. Pelaksana Operasional yang terdiri dari Direktur, Asisten Direkur, Kepala Unit dan
Staf-staf
d. Pengawas
(2) Susunan kepengurusan BUMDesa ditetapkan dengan keputusan Kepala Desa dan disampaikan
kepada Bupati melalui Camat.
(3) Masa bakti kepengurusan BUMDesa adalah 5 (lima) tahun dan dapat dipilih kembali untuk
masa bakti berikutnya.
(4) Persyaratan, tatacara pengangkatan dan pemberhentian pengurus BUMDesa diatur dalam
Anggaran Dasar.
(5) Mekanisme pengangkatan pengurus BUMDesa diatur lebih lanjut dalam Anggaran Dasar.

BAB VII
TUGAS, KEWAJIBAN DAN KEWENANGAN PENGELOLA BUMDESA
BagianPertama
Tugas, Kewajiban Dan Wewenang Penasehat

Pasal 10
(1) Tugas dan Kewajiban Penasehat :
a. memberikan nasehat kepada Pelaksana Operasional dalam menjalankan pengelolaan
BUMDesa;
b. memberikan saran dan pendapat mengenai masalah yang dianggap penting bagi
pengelolaan BUMDesa;
c. melakukan pengawasan secara umum dan atau khusus atas kebijakan pengurusan
dan pelaksanaan kegiatan usaha BUMDesa;
d. mencari alternatif jalan keluar apabila terjadi gejala/indikasi menurunnya kinerja
Pelaksana Operasional BUMDesa.
e. mengendalikan pelaksanaan kegiatan pengelolaan BUMDesa
(2) Untuk melaksanakan kewajibannya Penasehat mempunyai kewenangan :
a. mengesahkan Program Kerjadan Anggaran Belanja;
b. mengevaluasi kinerja BUMDesa;
c. meminta penjelasan dari Pengelola Operasional mengenai segala persoalan
yang menyangkut pengelolaan usaha BUMDesa;dan
d. melindungi usaha Desa terhadap hal-hal yang dapat merusak citra BUMDesa.

Bagian Kedua
Tugas, Kewajiban dan Wewenang Direktur

Pasal 11
(1) Tugas Direktur:
a. melaksanakan pengelolaan BUMDesa;
b. menggali dan memanfaatkan potensi agar BUMDesa dapat tumbuh dan berkembang;
c. memupuk kerjasama dengan lembaga-lembaga lainnya;
d. membuat rencana kerja dan rencana anggaran BUMDesa;
e. memberikan laporan keuangan BUMDesa kepada Penasehat;
f. menyampaikan laporan seluruh kegiatan usaha BUMDesa kepada Penasehat;
g. menyampaikan laporan pertanggungjawaban setiap akhir tahun termasuk rincian Neraca,
Laba Rugi dan penjelasan-penjelasan lain atas dokumen tersebut; dan
h. menyampaikan informasi perkembangan usaha kepada masyarakat Desamelalui forum
musyawarah Desa paling sedikit 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun.

(2) Kewajiban Direktur:


a. mematuhi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga BUMDesa;
b. membuat Laporan Keuangan bulanan seluruh unit usaha;
c. membuat progres kegiatan dalam bulan berjalan; dan
d. menyampaikan Laporan seluruh kegiatan usaha kepada Dewan Penasehat setiap 3
(tiga)bulan.
e. melaksanakan dan mengembangkan BUMDesa agar menjadi lembaga yang melayani
kebutuhan ekonomi dan/ atau pelayanan umummasyarakat Desa.
f. Menggali dan memanfaatkanpotensi usaha ekonomi Desa untuk meningkatkan Pendapatan
Asli Desa; dan
g. Melakukan kerjasama dengan lembaga-lembaga perekonomian Desa lainnya.
(3) Wewenang Direktur;
a. membuat Laporan Keuangan seluruh unit-unit usaha BUMDesa setiap bulan;
b. membuat Laporan perkembangan kegiatan unit-unit usaha BUMDesa setiap bulan;
c. memberikanLaporan perkembanganunit-unitusaha BUMDesa kepada masyarakat Desa
melalui Musyawarah Desa sekurang-kurangnya 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun.
d. mengangkat dan memberhentikan pegawai BUMDesa;
e. meningkatkan usaha sesuai dengan bidang yang telah ditetapkan;
f. melakukan kerja sama dengan lembaga-lembaga lainnya; dan
g. menggali danmemanfaatkanpotensiBUMDesa untuk meningkatkan pendapatan
BUMDesa.

(4) Dalam melaksanakan tugas, wewenang dan kewajibannya,Direktur dapat dibantu karyawan
sesuai kebutuhan.

Bagian Ketiga
Kewajiban dan Wewenang Pengawas

Pasal 12
(1) Pengawas mempunyai kewajiban menyelenggarakan Rapat Umum untuk membahas
kinerja BUMDesa sekurang-kurangnya 1(satu)tahun sekali;
(2) Pengawas berwenang menyelenggarakan Rapat Umum Pengawas untuk :
a.Pemilihan dan pengangkatan pengurus;
b.Penetapan kebijakan pengembangan kegiatan usaha dari BUMDesa;dan
c.Pelaksanaan pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja Pelaksana Operasional.
(3) Masa bakti pengawas diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga
BUMDesa.

BAB VIII
BAGI HASIL USAHA

Pasal 13

(1) Bagi hasil usaha BUMDesa merupakan pendapatan yang diperoleh dari hasil transaksi
dikurangi dengan pengeluaran biaya dan kewajiban pada pihak lain, selama satu tahun.
(2) Laba dari hasil usaha BUMDesa antara lain digunakan untuk:

a. biaya operasional BUMDesa:


b. penambahan modal BUMDesa;
c. biaya MPTB dan Door Price;
d. kesejahteraan pengurus dan karyawan; dan
e. bantuan sosial.
d. dana Pendidikan dan pelatihan

(3) Besaran pembagian laba hasil usaha setelah dikurangi biaya operasional diatur lebih lanjut
sebagai berikut :

1. Pembagian Bulanan yang dikeluarkan pada setiap bulan berjalan, yang digunakan
untuk;
a. Honor Insentif, maksimal 50 % dari keuntungan usaha bulanan. Untuk persentasi honor
dari 50% dijadikan 100% dan persentase honor kepada masing-masing pengurus dan
staf BUMDesa diatur dalam AD/ART berdasarkan Musyawarah Pembina (Kepala
Desa), Panasehat, Pengawas dan Pelaksanaan operasional yang mengacu atau
berpedoman pada petunjuk Dewan Pembina Kabupaten.
b. Biaya Operasional, maksimal 10% dari keuntungan usaha bulanan.

2. Pembagian Akhir Tahun; 40 % dijadikan 100%


a. Penambahan modal BUMDesa/CadanganModal paling sedikit/minimal 20 % (dua puluh
persen); dan
b. Pendaatan Asli Desa (PADes),minimal 10% (sepuluh persen)
c. Kesejahteraan pengurus dan karyawan sebesar 8 % (delapan persen); dan
d. Dana/bantuan sosial sebesar 7 % (tujuh persen).
e. Biaya MDPT dan Door Price Maksimal 50% (LimaPuluh Persen)
f. Dana Pendidikan Pelatihan Pengurus dan yang lainnya dianggap perlu 5%.

(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai tatacara penggunaan laba hasil usaha BUMDesa
diatur dalam AD/ART.
BAB IX
PERTANGGUNG JAWABAN DAN AUDIT
Bagian Pertama
Pertanggungjawaban

Pasal 14
(1) Pelaksana Operasional (Direktur) melaporkan pertanggung Jawaban Pelaksanaan
BUMDesa kepada penasehat yang secara ex-officio dijabat oleh KepalaDesa.
(2) Bentuk pertanggungjawaban Pelaksana Operasional (Direktur) kepada penasehat
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah:
a. Menyampaikan laporan keuangan BUMDesa setiap bulan;
b. Menyampaikan laporan seluruh kegiatan usaha BUMDesa setiap 3 (tiga) bulan;
dan
c. Menyampaikan laporan pertanggungjawaban setiap akhir tahun termasuk rincian
neraca labarugi dan penjelasan-penjelasan lain atas dokumen laporan
pertanggungjawaban.
(3) BPD melakukan pengawasan terhadap kinerja Pemerintah Desa dalam
membina pengelolaan BUMDesa.
(4) Pemerintah Desa mempertanggungjawabkan tugas pembinaan terhadap BUMDesa
kepada BPD yang disampaikan melalui Musyawarah Desa.

Pasal 15
(1) Kepala Desa wajib menyampaikan laporan perkembangan BUMDesa kepada
Bupati melalui Camat paling sedikit 1(satu) kali dalam 1 (satu) tahun.

(2) Laporan sebagaimana dimaksud pada p a s a l 1 5 ayat (1) merupakan bahan


dan/atau bagian dari Laporan Pertanggungjawaban Pemerintahan Desa (LPPDesa)
Akhir Tahun Anggaran atau Laporan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan
Kepala Desa.

Bagian Kedua
Audit BUMDesa

Pasal 16
(1) Audit keuangan BUMDesa dilakukan minimal 1(satu) tahun sekali.
(2) Selain audit keuangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan audit
lainnya secara menyeluruh apabila dipandang perlu.
(3) Pelaksanaan audit keuangan dilakukan oleh akuntan publik dan/atau aparat
pengawasan daerah dan/atau pendamping profesional.

BABX
PEMBUBARAN

Pasal17
(1) BUMDesa dapat dibubarkan dengan Peraturan Desa,
(2) BUMDesa dapat dibubarkan apabila :
a. rugi terus-menerus;
b. perubahan bentuk badan hukum;
c. adanya ketentuan peraturan yang lebih tinggi yang menyatakan BUMDesa
tersebut harus dibubarkan;
d. BUMDesa dinyatakan pailit berdasarkan putusan pengadilan.
(3) Semua akibat yang timbul sebagai akibat pembubaran BUMDesa sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) menjadi tanggung jawab Pemerintah Desa.
(4) Segala aset sebagai akibat dari pembubaran BUMDesa menjadi milik Pemerintah
Desa.

BABXI
PEMBINAAN DAN PENGAWASAN

Pasal 18
(1) Pemerintah Daerah melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pengelola
BUMDesa, meliputi :
a. Memberikan pedoman pelaksanaan dan pengelolaan BUMDesa;
b. Memberikan bimbingan, arahan, konsultasi dan fasilitasi dalam pengelolaan
BUMDesa;
c. Memberikan bimbingan teknis pengembangan usaha dan permodalan;
d. Melakukan Pendidikan dan Pelatihan Pengurus BUMDesa;dan
e. Melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap pengelolaan BUMDesa.
(2) Pembinaan dan pengawasan oleh Camat meliputi:
a. Memberikan bimbingan, arahan, konsultasi dan fasilitasi kepada Pemerintah
Desa dalam pengelolaan BUMDesa;dan
b. Melakukan pengawasan terhadap pertanggungjawaban BUMDesa.
BABXII
KETENTUAN PENUTUP

Pasal 19
(1) Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Desa ini sepanjang mengenai pelaksanaan akan
diatur lebih lanjut dalam Anggaran Dasar dan Angaran Rumah Tangga (AD/ART) serta Surat
Keputusan Kepala Desa.

(2) Peraturan Desa ini berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di :Lubuk Terentang


PadaTanggal :28 April 2018
KepalaDesaLubuk Terentang

ILYAS

Diundangkan di Lubuk Terentang


PadaTanggal :28 April 2018
SEKRETARIAT DESA LUBUK TERENTANG

RISMAN