Anda di halaman 1dari 66

IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  

LAPORAN
TUGAS AKHIR

PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT DAN PERLAKUAN


AKUNTANSI ATAS SELISIH FISIK DENGAN CATATAN PERSEDIAAN
OBAT DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS AIRLANGGA

Disusun untuk memenuhi sebagian syarat


guna memperoleh sebutan Ahli Madya (A.Md)
Akuntansi

Disusun oleh :

TALITHA MA’RUFIAH FROMA


NIM 151510613101

PROGRAM STUDI DIPLOMA III AKUNTANSI


DEPARTEMEN BISNIS

FAKULTAS VOKASI

UNIVERSITAS AIRLANGGA

2018

TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH


IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  

LEMBAR KTM

ii
 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  

iii
 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  

iv
 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah saya ucapkan atas kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan rahmat dan karunia-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan
Laporan Tugas Akhir ini dengan baik dan tepat waktu. Laporan Tugas Akhir ini
disusun sebagai salah satu persyaratan akademik pada program studi D-III
Akuntansi, Fakultas Vokasi, Universitas Airlangga.

Dalam menyusun Laporan Tugas Akhir ini, penulis mendapatkan bantuan,


saran, bimbingan, serta doa dari banyak pihak sehingga Laporan Tugas Akhir ini
dapat terselesaikan. Maka pada kesempatan kali ini saya ingin mengucapkan
terimakasih kepada :
1. Prof. Dr. H. Widi Hidayat, SE., M.si., Ak., CMA., CA., selaku dekan
Fakultas Vokasi Universitas Airlangga.
2. Amalia Rizki, SE., M.si., Ak., CA., selaku Koordinator Program Studi D-
III Akuntansi Fakultas Vokasi Universitas Airlangga yang telah
membimbing, memotivasi, dan membantu penulis untuk melakukan
Praktik Kerja Lapangan di Rumah Sakit Universitas Airlangga.
3. Khusnul Prasetyo, SE., MM., Ak., CMA., CA., selaku dosen wali dan
dosen pembimbing yang selalu meluangkan waktu untuk memberikan
bimbingan, saran, serta motivasi kepada penulis dalam perkuliahan serta
proses penyusunan hingga terselesaikannya Laporan Praktik Kerja
Lapangan ini.
4. Diana Suteja, SE., MM., Ak., CA., selaku Manajer Keuangan Rumah Sakit
Universitas Airlangga yang telah mengijinkan penulis untuk melakukan
Praktik Kerja Lapangan di Rumah Sakit Universitas Airlangga.
5. Kedua orang tua, Bapak dan Ibu yang tak henti-hentinya memberikan
dukungan dalam bentuk doa, semangat, nasihat, kasih sayang dan
perhatian terhadap penulis untuk berproses dan menyelesaikan masa
perkuliahan.

v
 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  

6. Bude Lies yang selalu mendukung dalam bentuk doa, moril, dan materiil
untuk menyelesaikan pendidikan penulis selama ini. Semoga Bude sehat
selalu.
7. Keluarga besar penulis, terimakasih atas doa dan semangat yang telah
diberikan selama ini.
8. Bapak Ibu pengurus UPTD Pondok Sosial Kalijudan dan Bapak ibu Dinas
Pendidikan Surabaya yang telah membantu dan bekerja keras mengurus
beasiswa Generasi Emas Surabaya sehingga penulis dapat terpenuhi biaya
dan kebutuhan kuliahnya.
9. Ibu Nur, Mbak Dita, Mbak Ita, Mbak Rany, Mbak Angki, Mbak Rika, Mas
Budi selaku staff keuangan Rumah Sakit Universitas Airlangga yang telah
memberikan ilmu dan pengalaman serta berbaik hati mengijinkan penulis
melakukan PKL di bagian keuangan RSUA.
10. Mbak Savita dan Mbak Devina yang telah membantu penulis dalam
mengumpulkan data yang diperlukan dalam penyusunan Laporan Tugas
Akhir ini.
11. Intelek, Sahabat-sahabat SMA penulis terutama Atha dan Inna.
Terimakasih telah meramaikan grup chat dengan jokes receh kalian. Dan
terimakasih atas dukungan dan semangatnya.
12. Siska dan Dimas, terimakasih yaa atas dukungan dan doanya. Semoga kita
sama-sama sukses dibidang masing-masing.
13. Mas Dain, yang selalu memberikan doa, motivasi, dan saran serta
meluangkan waktunya untuk mendengarkan keluh kesah. Semoga kamu
sukses.
14. Teman-teman AKS0 2015, khususnya “gledek” dan “putri ular” yang telah
belajar, bekerjasama, berbagi, dan berproses bersama penulis selama masa
perkuliahan.
15. Dan semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu-persatu, terimakasih
atas dukungan, masukan dan bantuan yang telah diberikan sehingga saya
dapat menyelesaikan Laporan Tugas Akhir ini dengan baik dan tepat
waktu.

vi
 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  

Saya menyadari bahwa Laporan Tugas Akhir ini masih banyak


kekurangan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran untuk
menyempurnakan Laporan Tugas Akhir ini. Saya berharap semoga penulisan
Laporan Tugas Akhir ini bisa bermanfaat bagi penulis dan pembaca.

Surabaya, Mei 2018

Penulis

vii
 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL................................................................................................ i
LEMBAR KARTU TANDA MAHASISWA......................................................... ii
LEMBAR PENGESAHAN ................................................................................... iii
LEMBAR PERNYATAAN ORISINALITAS ...................................................... iv
KATA PENGANTAR ............................................................................................ v
DAFTAR ISI ........................................................................................................ viii
DAFTAR TABEL ................................................................................................... x
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................. xi
DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................................... xii
BAB 1 PENDAHULUAN ...................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ............................................................................................ 1
1.2 Landasan Teori ............................................................................................ 5
1.2.1 Definisi Persediaan............................................................................... 5
1.2.2 Klasifikasi Persediaan .......................................................................... 7
1.2.3 Sifat Persediaan .................................................................................... 8
1.2.4 Pengakuan dan Pengukuran Persediaan ............................................... 9
1.2.5 Pengakuan Persediaan Sebagai Beban ................................................. 9
1.2.6 Definisi Sistem Pengendalian Internal ............................................... 10
1.2.7 Unsur Sistem Pengendalian Internal .................................................. 10
1.2.8 Pengendalian Atas Persediaan............................................................ 10
1.3 Tujuan Penulisan Tugas Akhir .................................................................. 11
1.4 Manfaat Penulisan Tugas Akhir ................................................................ 11
BAB 2 PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL) ................... 13
2.1 Gambaran Umum Subjek dan Objek Praktik Kerja Lapangan ................. 13
2.1.1 Sejarah Rumah Sakit Universitas Airlangga ...................................... 13
2.1.2 Visi dan Misi Rumah Sakit Universitas Airlangga ............................ 15
2.1.1.1 Visi Rumah Sakit Universitas Airlangga .................................... 15
2.1.1.2 Misi Rumah Sakit Universitas Airlangga .................................... 15
2.1.3 Tujuan Rumah Sakit Universitas Airlangga ...................................... 15
2.1.4 Struktur Organisasi Rumah Sakit Universitas Airlangga................... 16

viii
 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  

2.1.5 Pelayanan Jasa Oleh Rumah Sakit Universitas Airlangga ................. 20


2.2 Deskripsi Hasil Praktik Kerja Lapangan ................................................... 25
2.2.1 Pengendalian atas Persediaan Obat Saat Pengadaan .......................... 25
2.2.2 Pengendalian atas Persediaan Obat Saat Penerimaan ........................ 26
2.2.3 Pengendalian atas Persediaan Obat Saat Penyimpanan ..................... 28
2.2.4 Pengendalian atas Persediaan Obat Saat Penggunaan Obat ............... 29
2.2.5 Perlakuan Akuntansi atas Selisih Pencatatan dan Fisik ..................... 30
2.3 Pembahasan ............................................................................................... 31
2.3.1 Pengendalian atas Persediaan Obat Rumah Sakit Universitas
Airlangga ......................................................................................... 31
2.1.1.3 Pengendalian Persediaan Obat Saat Pengadaan .......................... 31
2.1.1.4 Pengendalian Persediaan Obat Saat Penerimaan ......................... 32
2.1.1.5 Pengendalian Persediaan Obat Saat Penyimpanan ...................... 33
2.1.1.6 Pengendalian Persediaan Obat Saat Penggunaan ........................ 34
2.3.2 Perlakuan Akuntansi atas Selisih Pencatatan dan Fisik ..................... 39
BAB 3 SIMPULAN DAN SARAN ...................................................................... 40
3.1 Simpulan.................................................................................................... 40
3.2 Saran .......................................................................................................... 41
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN - LAMPIRAN

ix
 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Rekap Jenis Persediaan Obat Per Unit Pelayanan Farmasi RSUA ..........3
Tabel 2.1 Ringkasan Pengendalian Persediaan ......................................................37

x
 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Klasifikasi Persediaan Obat .................................................................2


Gambar 2.1 Struktur Organisasi RSUA .................................................................16

xi
 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 : Lembar Persetujuan Judul Laporan Tugas Akhir


Lampiran 2 : Kartu Konsultasi Praktik Kerja Lapangan
Lampiran 3 : Rekap Nilai Stok Opname Persediaan Obat Rumah Sakit
Universitas Airlangga Desember 2017
Lampiran 4 : Laporan Posisi Keuangan Rumah Sakit Universitas Airlangga
Lampiran 5 : Laporan Aktivitas Rumah Sakit Universitas Airlangga
Lampiran 6 : Kartu Stok Persediaan Pada Instalasi Farmasi Rumah Sakit
Universitas Airlangga
Lampiran 7 : Internal Control Questionnaires

xii
 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) diresmikan pada tanggal 14
Juni 2011 oleh Universitas Airlangga yang sebelumnya bernama Rumah Sakit
Pendidikan Universitas Airlangga. Peresmian tahap awal tersebut berbekal Surat
Ijin Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Surabaya tentang ijin mendirikan
Rumah Sakit Pendidikan Universitas Airlangga dan ijin sementara
penyelenggaraan Rumah Sakit Universitas Airlangga yang diterbitkan pada
tanggal 9 Maret 2011, dan juga dengan bekal simulasi-simulasi pelayanan pasien
yang cukup memuaskan.
Rumah Sakit Universitas Airlangga memiliki visi yakni Menjadi Rumah
Sakit Pendidikan terkemuka di tingkat nasional dan internasional dalam
pemberian pelayanan paripurna, pendidikan dan penelitian di bidang kesehatan.
Untuk mewujudkannya, Rumah Sakit Universitas Airlangga melakukan beberapa
misi diantaranya menyelenggarakan fungsi pelayanan terintegrasi, bermutu dan
mengutamakan keselamatan pasien; menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan
terintegrasi bidang kedokteran dan kesehatan lainnya untuk menghasilkan lulusan
atau tenaga kesehatan yang kompeten di bidangnya; melakukan penelitian
terintegrasi berbasis pada keunggulan bidang kedokteran dan kesehatan lainnya
yang berorientasi pada produk inovasi; menjadi pusat rujukan pelayanan
kedokteran dan kesehatan yang unggul; serta mengembangkan manajemen rumah
sakit yang produktif, efisien, bermutu, dan berbasis kinerja.
Rumah Sakit Universitas Airlangga merupakan rumah sakit dengan tipe B.
Rumah sakit tipe B merupakan rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan
medik spesialis luas dan subspesialis terbatas. Sehingga untuk pasien peserta
BPJS yang berobat di Rumah Sakit Universitas Airlangga harus mendapat rujukan
dari faskes sebelumnya. Layanan-layanan yang dimiliki Rumah Sakit Universitas
Airlangga antara lain Instalasi Rawat Inap, Laboratorium, Rehabilitasi Medik,
Unit Rawat Jalan, Farmasi 24 Jam, Medical Check Up, dan IGD 24 Jam.

1
 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PE
ERPUSTAK
KAAN UNIV
VERSITAS AIRLANGGA
A A  

 

Sallah satu layyanan yang dimiliki Ru


umah Sakit Universitass Airlangga yaitu
Farmasi 24
2 Jam. Pellayanan keffarmasian di
d Rumah Sakit
S Univeersitas Airlaangga
meliputi penyediaann obat baggi pasien rumah
r sakiit dan massyarakat um
mum.
Pelayanann perlakuan penggunaann obat kepaada pasien tiidak dibedaakan antara untuk
u
pasien BP
PJS, SKTM,, maupun umum.
u Perb
bedaan hanyya terdapat ppada harga yang
dibebankaan kepada masing-masi
m ing golongaan pasien.
n mempunnyai lebih dari satu jenis
Padda umumnnya setiap perusahaan
persediaann , baik dii perusahaaan jasa, perrusahaan daagang, mauupun perusaahaan
manufaktuur. Menurutt PSAK 14, persediaan
n adalah aseet yang terseedia untuk dijual
d
dalam keggiatan usahha biasa daan aset dallam proses produksi uuntuk penjualan
tersebut attau aset dallam bentuk bahan atau
u perlengkappan untuk ddigunakan dalam
d
proses prooduksi atau pemberian jasa.
j
Sallah satu tuggas Instalassi Farmasi ialah menyyediakan, m
menyimpan, serta
mendistribbusikan peersediaan obat.
o Persed
diaan obat merupakann salah satu
u hal
penting di
d Rumah Sakit Uniiversitas Airlangga.
A D
Dikatakan penting karena
k
persediaann obat merupakan
m unsur pen
nting dalaam menjalankan keg
giatan
operasionaal rumah sakit, yaknni sebagai komponenn penunjanng medis dalam
d
mendukunng aktivitas pelayanan jasa
j kesehaatan kepada masyarakatt.
Perrsediaan obbat di Rum
mah Sakit Universitas
U Airlangga sangat beraagam.
Per 31 Deesember 20117, setelah dilakukan perhitungan
p n fisik terdaapat kurang lebih
1500 item
m jenis obat di Rumah Sakit Universitas Airlangga. Obaat tersebut terdiri
t
dari obat generik daan obat braanding. Meenurut benttuknya, perrsediaan ob
bat di
Rumah Sakit Univeersitas Airlaangga terdiri dari tabblet, kapsuul, spray, cairan
c
(syrup), seerbuk, dan lain sebagaainya. Perseediaan obat di instalasii farmasi Ru
umah
Sakit Univversitas Airlangga diklasifikasikan
n sebagai beerikut:
Gambar 1.11 Klasifikassi Persediaann Obat
Persediaan 
Obat

Alaat  Bahan Habis 
Obat Preekusor P
Psikotropikaa
Kesehatan Pakai

Sumber: Data
D Internaal Rumah Saakit

 
TUG
GAS AKHIR PE
ENGENDALIAN PERSED
DIAAN OBAT
T... TALIITHA MA’RU
UFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  

 

Seluruh persediaan obat dan alat kesehatan tersebut digunakan oleh


instalasi farmasi Rumah Sakit Universitas Airlangga untuk memenuhi kebutuhan
semua unit pelayanan farmasi di Rumah Sakit Universitas Airlangga yang dapat
penulis rekap sebagai berikut.
Tabel 1.1 Rekap Jenis Persediaan Obat Per Unit Pelayanan Farmasi RSUA
Jenis Obat yang
No. Unit Gudang Pelayanan Farmasi
Tersedia
1. Farmasi Cathlab 313
2. Farmasi ICU 661
3. Farmasi IGD 684
4. Farmasi Logistik 1676
5. Farmasi OK 653
6. Farmasi Rawat INAP 1428
7. Farmasi Rawat Jalan 740
8. Kit Alkes Ambulance I 44
9. Kit Alkes Ambulance II 47
10. Kit Emergency Cathlab 11
11. Kit ICU 22
12. Kit Neonatus OK 16
13. Kit NICU 12
14. Kit Obat Injeksi Ambulance I 78
15. Kit Obat Injeksi Ambulance II 67
16. Kit Obat Oral Ambulance I 21
17. Kit Obat Oral Ambulance II 21
18. Kit RES IGD 25
19. Kit VK Eklamsia 12
20. Kit VK HPP 20
21. Kit VK IGD 47
22. Satelit Farmasi IRPTI 98

 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  

 

23. Satelit Farmasi VK5 128


24. Trolley Emergency Cathlab-Radiologi 105
25. Trolley Emergency ICU 109
26. Trolley Emergency IRPTI 115
27. Trolley Emergency KFR Lantai 3 115
28. Trolley Emergency NICU 96
29. Trolley Emergency Obsgyn Lantai 5 121
30. Trolley Emergency Pediatry Lantai 5 106
31. Trolley Emergency Poli Lantai 2 113
32. Trolley Emergency Poli VIP IRPTI Lantai 2 118
33. Trolley Emergency RES IGD 162
34. Trolley Emergency Selasar OK 123
35. Trolley Emergency URI 2 140
36. Trolley Emergency URI 3 134
37. Trolley Emergency URI 4 142
38. Trolley Emergency URI 6 143
39. Trolley Emergency URI 7 114
40. Trolley Emergency VK Lantai 5 115
Sumber: Data Internal Rumah Sakit
Dari tabel tersebut dapat diketahui bahwa macam jenis obat di unit
pelayanan Rumah Sakit Universitas Airlangga sangat banyak sehingga diperlukan
pengendalian dan perhatian khusus dalam penyimpanan dan mutasi keluar-
masuknya. Karena pada saat pengecekan fisik per 31 Desember 2017, hampir di
setiap unit pelayanan Farmasi Rumah Sakit Universitas Airlangga ditemukan
selisih antara pencatatan dengan jumlah fisik yang tersedia sebenarnya padahal
sistem pencatatan keluar masuk persediaan obat dan alat kesehatan di instalasi
farmasi Universitas Airlangga telah terintegrasi dengan SIM-RS.
Karena jumlah dan macam jenis persediaan obat di instalasi farmasi
Rumah Sakit Universitas Airlangga sangat banyak dan beragam maka
pengendalian terhadap persediaan obat sudah seharusnya mendapat perhatian

 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  

 

khusus dari manajemen rumah sakit. Pengendalian yang penulis maksud adalah
pengendalian mulai dari diterimanya persediaan obat dari pemasok hingga
distribusi obat ke pasien. Salah satu pengendalian yang harus dikontrol dengan
baik ialah keluar masuknya persediaan obat, sehingga jumlah persediaan antara
pencatatan dan stock di gudang sama. Hal ini harus mendapat perhatian khusus
dari manajemen jika jumlah persediaan obat dan alat kesehatan sampai terjadi
selisih terus menerus dan jumlahnya material.
Pengendalian atas persediaan obat yang harus diperhatikan juga adalah
tanggal kadaluarsa persediaan obat serta perputarannya. Saat ini instalasi Farmasi
Rumah Sakit Universitas Airlangga telah mencatat tanggal kadaluarsa per jenis
persediaan obat. Hal ini tentunya dapat mempermudah unit pelayanan farmasi
untuk mendeteksi obat mana saja yang akan mendekati tanggal kadaluarsa dan
menghindari pemberian obat kadaluarsa kepada pasien Rumah Sakit Universitas
Airlangga.
Mengingat salah satu tujuan dari Rumah Sakit Universitas Airlangga
adalah mengupayakan penyelenggaraan manajemen rumah sakit mandiri yang
good corporate governance, maka dalam melakukan penerapan good corporate
governance Rumah Sakit Universitas Airlangga harus memenuhi prinsip
akuntabilitas.
Dari uraian permasalahan diatas penulis ingin mengetahui bagaimana
pengendalian atas persediaan obat Rumah Sakit Universitas Airlangga serta
bagaimana perlakuan akuntansi atas selisih dari pencatatan dan stock opname
persediaan obat Rumah Sakit Universitas Airlangga.

1.2 Landasan Teori


1.2.1 Definisi Persediaan
Persediaan meliputi barang yang dibeli dan disimpan untuk dijual kembali,
misalnya, barang dagang dibeli oleh pengecer untuk dijual kembali, atau
pengadaan tanah dan properti lainnya untuk dijual kembali. Persediaan juga
mencakupi barang jadi yang telah diproduksi, atau barang dalam penyelesaian
yang sedang diproduksi perusahaan, dan termasuk bahan serta perlengkapan yang

 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  

 

akan digunakan dalam proses produksi. Bagi perusahaan jasa, persediaan meliputi
biaya jasa seperti diuraikan dalam paragraf 19, di mana pendapatan yang
bersangkutan belum diakui perusahaan. (lihat Pernyataan Standar Akuntansi
Keuangan No. 23 tentang Pendapatan). (PSAK: No. 14, paragraf 8, 2015)
Menurut Standar Akuntansi Keuangan (PSAK: No. 14, paragraf 6, 2015),
Persediaan adalah aset:
1. Tersedia untuk dijual dalam kegiatan usaha biasa
2. Dalam proses produksi untuk penjualan tersebut; atau
3. Dalam bentuk bahan atau perlengkapan untuk digunakan dalam proses
produksi atau pemberian jasa.
Dari pengertian tersebut, maka dapat ditarik simpulan bahwa aset adalah
salah satu aset yang dimiliki oleh perusahaan yang meliputi barang tersedia untuk
dijual, untuk perusahaan dagang dan bahan baku, barang dalam proses, serta
barang jadi untuk perusahaan manufaktur. Untuk perusahaan jasa yakni
pemberian jasa.
“inventories are assets items that a company holds for sale in the ordinary
course of business, or goods that it will use or consume in the production of goods
to be sold” (Kieso, Weygandt, Warfield, 2014), persediaan adalah aset yang
dimiliki oleh perusahaan untuk dijual dalam kegiatan operasional perusahaan, atau
barang yang akan digunakan atau dikonsumsi untuk proses produksi barang yang
akan dijual.
Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia 71 tahun 2010 tentang
Standar Akuntansi Pemerintah, persediaan adalah aset lancar dalam bentuk barang
atau perlengkapan yang dimaksudkan untuk mendukung kegiatan operasional
pemerintah, dan barang-barang yang dimaksudkan untuk dijual dan/atau
diserahkan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Permenkes RI No. 72 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan
Kefarmasian di Rumah Sakit, persediaan farmasi rumah sakit adalah obat, bahan
obat, obat tradisional, dan kosmetika.

 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  

 

1.2.2 Klasifikasi Persediaan


Informasi tentang jumlah tercatat yang disajikan dalam berbagai klasifikasi
persediaan dan tingkat perubahannya masing-masing berguna bagi pengguna
laporan keuangan. Klasifikasi persediaan yang biasa digunakan adalah barang
dagangan, perlengkapan produksi, bahan, barang dalam proses, dan barang jadi.
Persediaan entitas pemberi jasa biasanya disebut pekerjaan dalam proses (PSAK:
No. 14, paragraf 37, 2015)
Menurut Peraturan Pemeritah Republik Indonesia No, 71 Tahun 2010,
persediaan diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Persediaan merupakan aset yang berupa:
a. Barang atau perlengkapan (supplies) yang digunakan dalam kegiatan
operasional pemerintah;
b. Bahan atau perlengkapan (supplies) yang akan digunakan dalam proses
produksi;
c. Barang dalam proses produksi yang dimaksudkan untuk dijual atau
diserahkan kepada masyarakat;
d. Barang yang disimpan untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat
dalam rangka kegiatan pemerintahan.
2. Persediaan mencakup barang atau perlengkapan yang dibeli dan disimpan
untuk digunakan, misalnya barang habis pakai seperti alat tulis kantor,
barang tak habis pakai seperti komponen peralatan dan pipa, dan barang
bekas seprti komponen bekas.
3. Dalam hal pemerintah memproduksi sendiri , persediaan juga meliputi
bahan yang digunakan dalam proses produksi seperti bahan baku pembuatan
alat-alat pertanian.
4. Barang hasil proses produksi yang belum selesai dicatat sebagai persediaan,
contohnya alat-alat pertanian setengah jadi.
5. Persediaan dapat terdiri dari:
a. Barang konsumsi;
b. Amunisi;
c. Bahan untuk pemeliharaan;

 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  

 

d. Suku cadang;
e. Persediaan untuk tujuan strategis/berjaga-jaga;
f. Pita cukai dan leges;
g. Bahan baku;
h. Barang dalam proses/setengah jadi;
i. Tanah/bangunan untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat;
j. Hewan dan tanaman, untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat.
6. Dalam hal pemerintah menyimpan barang untuk tujuan cadangan strategis
seperti cadangan energi (misalnya minyak) atau untuk tujuan berjaga-jaga
seperti cadangan pangan (misalnya beras), barang-barang dimaksud diakui
sebagai persediaan

1.2.3 Sifat Persediaan


Persediaan mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:
1. Biasanya merupakan aset lancar (current assets) karena masa perputarannya
biasanya kurang atau sama dengan satu tahun.
2. Merupakan jumlah yang besar, terutama dalam perusahaan dagang dan
industri.
3. Mempunyai pengaruh yang besar terhadap neraca dan perhitungan laba rugi,
karena kesalahan dalam menentukan persediaan pada akhir periode akan
mengakibatkan kesalahan dalam jumlah aset lancar dan total aset, harga
pokok penjualan, laba kotor dan laba bersih, taksiran pajak penghasilan,
pembagian dividen dan laba rugi ditahan. Kesalahan tersebut akan terbawa
ke laporan keuangan periode berikutnya. (Agoes, 2012, halaman 228)
Berdasarkan teori-teori diatas dapat disimpulkan bahwa suatu aset dapat
diklasifikasikan sebagai persediaan apabila memenuhi salah satu kriteria berikut
yakni, diperoleh untuk diperjual-belikan dan/atau digunakan dalam kegiatan
operasional perusahaan atau bahan baku, barang dalam proses; barang jadi yang
telah diproduksi kemudian dijual kepada masyarakat.

 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  

 

Menurut Kieso, Weygand, Warfield (2014), apabila terdapat perbedaan


jumlah/nilai persediaan pada pencatatan dengan jumlah fisik sebenarnya maka
diperlukan jurnal penyesuaian sebagai berikut,
Inventory Over and Short xxxx
Inventory xxxx
Dimana nanti akun “Inventory Over and Short” akan disesuaikan kedalam
akun beban pokok penjualan. Pada praktiknya, perusahaan seringkali tidak
menyesuaikan kedalam akun beban pokok penjualan namun akun “inventory over
and short” langsung dimasukkan kedalam beban dan keuntungan lainnya didalam
laporan laba rugi.

1.2.4 Pengakuan dan Pengukuran Persediaan


Persediaan diakui pada saat potensi manfaat ekonomi masa depan
diperoleh pemerintah dan mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan
andal serta pada saat diterima atau hak kepemilikannya dan/atau kepenguasaanya
berpindah.
Persediaan diukur pada mana yang lebih rendah antara biaya perolehan
dan nilai relisasi neto (PSAK: No. 14, paragraf 9, 2015).
Menurut Standar Akuntansi Keuangan (PSAK: No. 14, paragraf 25, 2015),
Biaya persediaan kecuali yang disebut dalam paragraf 23 dihitung dengan
menggunakan rumus biaya masuk pertama keluar pertama (MPKP) atau rata-rata
tertimbang. Entitas menggunakan rumus biaya yang sama terhadap seluruh
persediaan yang memiliki sifat dan kegunaan yang sama. Untuk persediaan yang
memiliki sifat dan kegunaan yang berbeda, rumus biaya yang berbeda
diperkenankan.

1.2.5 Pengakuan Persediaan Sebagai Beban


Menurut Standar Akuntansi Keuangan (PSAK: No. 14, paragraf 34, 2015),
Jika persediaan dijual maka jumlah tercatat persediaan tersebut diakui sebagai
beban pada periode diakuinya pendapatan atas penjualan tersebut. Setiap
penurunan nilai persediaan di bawah biaya perolehan menjadi nilai realisasi neto
dan seluruh kerugian persediaan diakui sebagai beban pada periode terjadinya

 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  
10 
 

penurunan atau kerugian tersebut. Setiap pemulihan kembali penurunan nilai


persediaan karena peningkatan kembali nilai realisasi neto, diakui sebagai
pengurangan terhadap jumlah beban persediaan pada periode terjadinya
pemulihan tersebut.

1.2.6 Definisi Sistem Pengendalian Internal


Sistem pengendalian internal meliputi struktur organisasi, metode dan
ukuran-ukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga aset organisasi, mengecek
ketelitian dan keandalan data akuntansi, mendorong efisiensi, dan mendorong
dipatuhinya kebijakan manajemen (Mulyadi, 2016, halaman 129).

1.2.7 Unsur Sistem Pengendalian Internal


Menurut Mulyadi (2016), unsur pokok sistem pengendalian internal
adalah:
1. Struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara
tegas.
2. Sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang memberikan
perlindungan yang cukup terhadap aset, utang, pendapatan, dan beban.
3. Praktik yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap unit
organisasi.
4. Karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggung jawabnya.

1.2.8 Pengendalian Atas Persediaan


Menurut Kieso, Weygand, Warfield (2014, halaman 361-362), manajemen
sangat tertarik pada perencanaan dan pengendalian persediaan. Namun, banyak
perusahaan tidak mampu mengadakan pencatatan perpetual secara lengkap.
Tetapi, sebagian besar perusahaan tersebut membutuhkan informasi terkini
mengenai jumlah persedian untuk menghindari kehabisan persediaan dan
kelebihan pembelian persediaan. meskipun merusahaan melakukan pencatatan
perpetual yang telah dimodifikasi sesuai kebutuhannya , namun memungkinkan
untuk dilakukan pengecekan fisik sekali dalam setahun. Karena apapun tipe
pencatatan persediaan yang digunakan oleh perusahaan, mereka tetap akan

 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  
11 
 

dihadapi oleh kemungkinan kesalahan catat persediaan ataupun hilangnya


persediaan.
Menurut Agoes (2012, halaman 228), entitas harus menguji pada setiap
tanggal pelaporan apakah persediaan menurun nilainya yaitu nilai tercatatnya
tidak dapat dipulihkan secara penuh (misalnya karena kerusakan, keusangan atau
penurunan harga jual).
Pengendalian persediaan yang baik menurut Agoes & Trisnawati (2014)
yakni apabila dalam pengelolaan persediaan:
1. Penyimpanan persediaan diatur secara rapi dan tertib serta pengawasan
fisik persediaan dibawah pengawasan penjaga dan melarang setiap orang
selain petugas gudang memasuki gudang.
2. Menggunakan kartu persediaan untuk mencatat keluar masuk persediaan
dari gudang.
3. Melakukan stock opname diakhir periode dan dilakukan oleh selain
penjaga/petugas gudang.
4. Penilaian persediaan telah sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku.

1.3 Tujuan Penulisan Tugas Akhir


Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan tugas akhir adalah untuk
menjelaskan pengendalian atas persediaan obat Rumah Sakit Universitas
Airlangga serta bagaimana perlakuan akuntansi atas selisih dari pencatatan dan
stock opname persediaan obat Rumah Sakit Universitas Airlangga.

1.4 Manfaat Penulisan Tugas Akhir


1. Bagi Mahasiswa
Menambah pengetahuan, pemahaman, dan pengalaman mengenai
permasalahan yang terjadi di Rumah Sakit Universitas Airlangga terutama
masalah persediaan obat di Instalasi Farmasi.

 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  
12 
 

2. Bagi Fakultas Vokasi Universitas Airlangga


Diharapkan dapat menjadi acuan penulisan tugas akhir serta sarana
peningkatan pembelajaran di masa yang akan datang khususnya dibidang
pengendalian persediaan obat serta perlakuan akuntansi atas selisih dari
pencatatan dan stock opname atas persediaan.
3. Bagi Rumah Sakit Universitas Airlangga
Sebagai masukan dalam upaya perbaikan pencatatan dan pengendalian
persediaan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Universitas Airlangga yang
mana dapat meningkatkan akuntabilitas sehingga dapat meningkatkan upaya
manajemen rumah sakit dalam menyelenggarakan “rumah sakit mandiri yang
good corporate governance”.
4. Bagi Masyarakat
Menambah wawasan pembaca mengenai pengendalian persediaan obat
serta perlakuan akuntansi atas selisih dari pencatatan dan stock opname atas
persediaan obat di Rumah Sakit Universitas Airlangga.

 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  

BAB 2
PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL)

2.1 Gambaran Umum Subjek dan Objek Praktik Kerja Lapangan


2.1.1 Sejarah Rumah Sakit Universitas Airlangga
Sejarah Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) diawali dengan
mandat yang diberikan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun
2007 kepada Universitas Airlangga untuk mendirikan Rumah Sakit Pendidikan
sebagai pemenuhan peraturan bahwa setiap Perguruan Tinggi yang memiliki
Fakultas Kedokteran wajib memiliki Rumah Sakit Pendidikan. Sehingga, pada
akhir tahun 2007 dilakukan pemancangan tiang pancang Rumah Sakit Pendidikan
Universitas Airlangga dan kemudian dimulai pembangunan Rumah Sakit
Pendidikan Universitas Airlangga yang dibangun diatas lahan kompleks Kampus
C Universitas Airlangga, Mulyorejo, Surabaya, dengan luas tanah 51.955 m2 dan
luas bangunan 39.900 m2. Pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Universitas
Airlangga ini dilandasi oleh keinginan kuat Universitas Airlangga untuk berbakti
kepada bangsa dan negara melalui pembangunan kesehatan yang selaras dengan
visi misi Universitas Airlangga.
Pada akhir tahun 2010, secara makro bangunan Rumah Sakit Pendidikan
Universitas Airlangga sebanyak delapan lantai telah selesai meskipun hanya
beberapa lantai saja secara mikro yang dapat dioperasikan. Pada awal tahun 2011,
terbit Keputusan Rektor tentang pengangkatan pimpinan di Rumah Sakit
Pendidikan Universitas Airlangga, sehingga mulai saat itu dimulailah kegiatan-
kegiatan intensif dan terpadu untuk mempersiapkan Rumah Sakit Pendidikan
Universitas Airlangga dibuka pada tahap awal sekitar bulan Juni 2011.
Pada tanggal 9 Maret 2011 terbit Surat Ijin Kepala Dinas Kesehatan
Pemerintah Kota Surabaya No. 503.445/11587/007/REK/436.6.3/III/2011 tentang
ijin mendirikan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Airlangga dan ijin sementara
penyelenggaraan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Airlangga. Dengan bekal
Surat Ijin Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Surabaya dilakukan promosi

13
 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  
14 
 

Rumah Sakit Pendidikan Universitas Airlangga dan simulasi-simulasi pelayanan


pasien yang hasilnya cukup memuaskan. Mulai saat itu, nama Rumah Sakit
Pendidikan Universitas Airlangga diganti menjadi Rumah Sakit Universitas
Airlangga. Penggantian nama tersebut dilandasi oleh kemampuan Rumah Sakit
Universitas Airlangga (RSUA) dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada
masyarakat, tidak hanya dibidang pendidikan dan pelatihan. Oleh karena itu,
dengan berdasar latar belakang tersebut di atas pada tanggal 14 Juni 2011
dilakukan Peresmian Rumah Sakit Universitas Airlangga (Soft Opening) oleh
Menteri Pendidikan Nasional Indonesia, Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA
dengan Prof. Muh. Dikman Angsar., dr., SP.OG(K) sebagai direktur utama.
Selama perjalanan Rumah Sakit Universitas Airlangga selama lebih dari
lima tahun, beberapa langkah untuk melakukan standarisasi layanan telah
dilakukan. Sesuai dengan peraturan Menteri Kesehatan setiap rumah sakit wajib
diakreditasi oleh Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Pada bulan Juni 2016,
Rumah Sakit Universitas Airlangga telah berhasil mendapatkan akreditasi 2012
dari Komite Akreditasi Rumah Sakit dengan hasil paripurna. Pada bulan
September 2016, Rumah Sakit Universitas Airlangga telah ditetapkan sebagai
Rumah Sakit Umum Tipe B oleh Pemerintah Propinsi Jawa Timur dan pada akhir
Desember 2016, Rumah Sakit Universitas Airlangga juga telah mendapat
pengakuan dari Kementrian Kesehatan sebagai Rumah Sakit Pendidikan.
Dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Universitas Airlangga
memiliki salah satu tujuan yang berfokus pada pengembangan Sumber Daya
Manusia yakni meluluskan para lulusan yang berkualitas dan berdaya saing
unggul dibidang masing-masing, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam upayanya mencapai tujuan tersebut Universitas Airlangga memerlukan
sarana dan prasarana yang unggul pula, diantaranya ialah rumah sakit pendidikan.
Rumah Sakit Universitas Airlangga merupakan sebagai salah satu tempat
laboratorium nyata bagi peserta didik dan juga sebagai implementasi dari Tri
Dharma Perguruan Tinggi.

 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  
15 
 

2.1.2 Visi dan Misi Rumah Sakit Universitas Airlangga


2.1.1.1 Visi Rumah Sakit Universitas Airlangga
Menjadi Rumah Sakit Pendidikan terkemuka di tingkat nasional dan
internasional dalam pemberian pelayanan paripurna, pendidikan dan penelitian di
bidang kesehatan.
2.1.1.2 Misi Rumah Sakit Universitas Airlangga
a. Menyelenggarakan fungsi pelayanan terintegrasi, bermutu dan
mengutamakan keselamatan pasien.
b. Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan terintegrasi bidang
kedokteran dan kesehatan lainnya untuk menghasilkan lulusan atau tenaga
kesehatan yang kompeten di bidangnya.
c. Melakukan penelitian terintegrasi berbasis pada keunggulan bidang
kedokteran dan kesehatan lainnya yang berorientasi pada produk inovasi.
d. Menjadi pusat rujukan pelayanan kedokteran dan kesehatan yang unggul.
e. Mengembangkan manajemen rumah sakit yang produktif, efisien,
bermutu, dan berbasis kinerja.
2.1.3 Tujuan Rumah Sakit Universitas Airlangga
a. Menjamin terselenggaranya pelayanan kesehatan paripurna sesuai standar
mutu yang dapat digunakan untuk pendidikan dan penelitian bidang
kedokteran dan kesehatan lain dengan mengutamakan kepentingan dan
keselamatan pasien.
b. Memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi pasien, pemberi
pelayanan, mahasiswa, dosen, subyek peneitian bidang kedokteran dan
kesehatan lain, peneliti, penyelenggaraan Rumah Sakit Pendidikan, serta
institusi pendidikan.
c. Menjadikan RSUA sebagai pusat pendidikan dan pelatihan tenaga
kesehatan yang unggul dan bermoral.
d. Menyelenggarakan dan mengembangkan penelitian dan pusat unggulan
untuk kemajuan pendidikan kedokteran dan kesehatan lainnya.
e. Meningkatkan mutu layanan berstandar internasional dan teknologi
kedokteran dan teknologi kesehatan lainnya.

 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  
16 
 

f. Mengupayakan penyelenggaraan manajemen rumah sakit mandiri yang


good corporate governance.
2.1.4 Struktur Organisasi Rumah Sakit Universitas Airlangga
Struktur organisasi Rumah Sakit Universitas Airlangga terdiri atas Dewan
Pengawas dan Direksi yang dibantu oleh manajer. Direksi Rumah Sakit
Universitas Airlangga terdiri atas seorang Direktur dan 4 (empat) wakil direktur.
Empat wakil direktur tersebut yakni, Wakil Direktur Keuangan dan Sumber Daya
Manusia, Wakil Direktur Pelayanan Medis, Wakil Direktur Penunjang Medis, dan
Wakil Direktur Pendidikan dan Riset. Berikut ini merupakan gambar struktur
organisasi Rumah Sakit Universitas Airlangga

Gambar 2.1 Struktur Organisasi RSUA

Sumber : Data Internal Rumah Sakit

 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  
17 
 

Berdasarkan gambar 2.1 tugas dan tanggung jawab struktur organisasi


Rumah Sakit Universitas Airlangga adalah sebagai berikut:
1. Dewan Pengawas Rumah Sakit
a. Merupakan unit nonstruktural yang bersifat independen;
b. Bertanggungjawab kepada Rektor Universitas Airlangga;
c. Tugas dan tanggungjawab:
i. Memberikan pertimbangan dan persetujuan arah kebijakan rumah
sakit;
ii. Memberikan persetujuan dan mengawasi pelaksanaan rencana
strategis;
iii. penilaian dan memberikan persetujuan pelaksanaan rencana
anggaran;
iv. Melakukan pengawasan kendali mutu dan kendali biaya;
v. Melakukan pengawasan kepatuhan penerapan peraturan rumah
sakit (hospital by law), etika rumah sakit, etika profesi, dan
peraturan perundang-undangan.
2. Direksi Rumah Sakit
a. Direktur
i. Bertanggung jawab kepada Rektor Universitas Airlangga
ii. Diangkat dan diberhentikan oleh Rektor Universitas Airlangga
iii. Tugas dan tanggungjawab:
1) Bersama Rektor Universitas Airlangga mengangkat Manajer
Rumah Sakit;
2) Bertanggung jawab penuh terhadap kemajuan dan kemunduran
manajemen rumah sakit;
3) Membuat rencana strategik dan rencana kegiatan tahunan;
4) Membawahi langsung dan memiliki wewenang penuh untuk
memerintah dan mengarahkan Wakil Direktur, Manajer, dan
bagian-bagian yang ada di lingkungan Rumah Sakit
Universitas Airlangga;

 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  
18 
 

5) Bertanggung jawab terhadap pembuatan rencana kegiatan


tahunan dan pengawasan terhadap pelaksanaannya;
6) Bersama Wakil Direktur menetapkan kegiatan-kegiatan
strategis untuk pengembangan rumah sakit, merancang sumber
pendapatan dan belanja rumah sakit, dibantu jajaran
manajemen;
7) Bertanggung jawab terhadap kinerja, laporan-laporan
pertanggungjawaban kerja terhadap unit-unit pelayanan rumah
sakit;
8) Bertanggungjawab terhadap kemajuan, kelangsungan,
keuangan, dan operasional rumah sakit secara menyeluruh;
9) Bertanggungjawab sebagai pengambil keputusan-keputusan
strategis dalam upaya peningkatan kinerja Rumah Sakit
Universitas Airlangga;
10) Siap dan mampu menghadapi dan menyelesaikan masalah-
masalah besar yang timbul dari dalam manajemen rumah sakit.
b. Wakil Direktur
i. Bertanggungjawab langsung pada Rektor Universitas Airlangga
bersama dengan Direktur.
ii. Diangkat dan diberhentikan langsung oleh Rektor Universitas
Airlangga.
iii. Tugas dan tanggungjawab:
1) Bersama Direktur mengangkat Kepala Instansi, Komite, dan
unit lainnya;
2) Bertanggung jawab penuh terkait dengan operasional rumah
sakit pada area tanggungjawabnya;
3) Membantu Direktur membuat Rencana Kegiatan Tahunan;
4) Bertanggungjawab bersama Direktur atas pelayanan
administrasi, keuangan, evaluasi, dan pelaporan dalam
menerapkan visi, misi, dan strategi kepada seluruh jajaran
manajemen;

 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  
19 
 

5) Memiliki wewenang penuh untuk memerintah dan


mengarahkan unit-unit yang ada di rumah sakit.
c. Manajer
i. Bertanggungjawab langsung pada Wakil Direktur;
ii. Diangkat dan diberhentikan langsung oleh Rektor Universitas
Airlangga;
iii. Tugas dan tanggungjawab:
1) Menyelenggarakan pelayanan sesuai dengan Standar
Operasional Perusahaan dan kebijakan yang telah ditetapkan
oleh Rumah Sakit Universitas Airlangga;
2) Mengoperasionalkan investasi secara efektif serta efisien
dalam penyelenggaraan pelayanan di wilayah kerjanya;
3) Memberi penilaian serta saran alternatif yang tepat terkait
kelayakan investasi pada bidang pelayanan wilayah kerjanya;
4) Bertanggungjawab memperikan laporan rutin tentang segala
sesuatu yang berhubungan dengan pelayanan di wilayah
kerjanya kepada Direktur dan Wakil Direktur Rumah Sakit
Universitas Airlangga melalui rapat pimpinan;
5) Menyusun rencana kerja dan anggaran tahunan yang terkait
dengan bidang pelayanan wilayah kerjanya.
d. Kepala Tata Usaha
i. Bertanggungjawab langsung kepada Wakil Direktur Sumber Daya
Manusia dan Keuangan;
ii. Diangkat dan diberhentikan langsung oleh Direktur Rumah Sakit
Universitas Airlangga;
iii. Tugas dan tanggungjawab:
1) Melakukan ketatausahaan dan tata kearsipan pelaksanaan
urusan rumah tangga dan perlengkapan kantor;
2) Bertanggungjawab melaksanakan administrasi kepegawaian;
3) Mengelola Sumber Daya Manusia Rumah Sakit Universitas
Airlangga;

 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  
20 
 

4) Mengoordinasikan perumusan peraturan perundang-undangan


dan penelaahan hukum rumah sakit;
5) Menyelenggarakan pemasaran sosial rumah sakit serta
menyelenggarakan hubungan dengan masyarakat.
e. Kepala Instalasi
i. Bertanggungjawab langsung kepada Manajer pada area wilayah
tanggungjawabnya;
ii. Diangkat dan diberhentikan langsung oleh Direktur Rumah Sakit
Universitas Airlangga;
iii. Tugas dan tanggungjawab:
1) Bertanggungjawab menyediakan fasilitas serta
menyelenggarakan kegiatan pada pelayanan wilayah
tanggungjawabnya;
2) Mengusulkan penysuunan rancangan kebijakan dan prosedur
pelayanan kepada Manajer;
3) Membuat rencana kerja instalasi;
4) Menyusun usulan kebutuhan fasilitas, tenaga, pemeliharaan,
sarana dan prasarana, serta pendidikan dan pelatihan pegawai
di instalasi sebagai bahan penyusunan rencana kegiatan;
5) Bertanggungjawab menyusun jadwal kegiatan instansi.

2.1.5 Pelayanan Jasa Oleh Rumah Sakit Universitas Airlangga


Jenis pelayanan jasa kesehatan yang telah tersedia di Rumah Sakit
Universitas Airlangga adalah:
a. Centre atau Pusat Layanan Unggulan
1) Airlangga Aesthetic Centre
2) Airlangga Hearing and Communication Centre
3) Comprehensive Stroke Centre
4) Comprehensive Onkologi Centre
5) Palative Centre
6) Hemodialisis Centre

 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  
21 
 

b. Instalasi Rawat INAP


Unit pelayanan ini memberikan perawatan lanjutan terintegrasi
(Penyakit Dalam, Bedah, Anak, Kebidanan dan Kandungan) dengan
fasilitas AC, TV, kamar mandi dalam, telepon, dan Nurse Call. Dengan
klasifikasi ruangan : kelas 1, 2, dan 3 serta VIP, VVIP, dan President Suite
Room.
c. Laboratorium
Laboratorium merupakan unit pemeriksaan diagnostik untuk
membantu menegakkan diagnosis yang ditangani oleh dokter spesialis
patologi klinik, patologi anatomi, parasitologi, dan mikrobiologi yang
berpengalaman serta para laboran yang kompeten. Akurasi hasil
pemeriksaan menjadi tujuan dari Rumah Sakit Universitas Airlangga.
Beberapa diagnosis yang dikerjakan di dalam laboratorium diantaranya :
1) Urinalisis
Tes urinalisis ini dilakukan pada sampel urin pasien untuk diagnosis
infeksi saluran kemih, batu ginjal, screening dan evaluasi berbagai jenis
penyakit ginjal, memantau perkembangan penyakit seperti diabetes
mellitus. Bisa juga diakukan untuk screening kesehatan umum.
Urinalisis meliputi urin lengkap, glukosa, protein, serta sedimen urine.
2) Hematologi
Pemeriksaan hematologi bertujuan mengetahui sel darah dan
bagiannya termasuk fungsi fisiologisnya, antara lain sel darah merah,
sel darah putih, trombosit, dan lain sebagainya. Pemeriksaan
hematologi merupakan pemeriksaan rutin yang digunakan untuk
screening awal maupun pemeriksaan lanjutan. Pemeriksaan hematologi
menggunakan metode Electric Resistance Detecting (Hydro Dynamic
Focusing), Flow Cytometry dengan Semiconductor Laser, dan SLS-
Hemoglobin. Kemampuan pemeriksaan hingga 21 parameter.
Teknologi yang digunakan mampu menghitung dan mengidentifikasi
sel-sel darah secara otomatis, berkecepatan tinggi, dan hasil analisis
yang akurat. Hasi pemeriksaan dapat digunakan untuk mengetahui

 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  
22 
 

adanya kelainan morfologi sel-sel darah yang sangat berguna untuk


melihat gambaran penyakit kelainan darah.
3) Kimia Klinik
Pemeriksaan kimia klinik digunakan untuk menganalisa zat kimia
organic yang terlarut dalam darah. Pemeriksaan ini berfungsi untuk
mengetahui fungsi hati, profil lemak, fungus ginjal & asam urat, gula
darah, kolesterol, dan elektrolit.
4) Imunolog
Metode yang digunakan yakni Generasi IV
Electrochemiluminescence Immunoassay (ACLIA). Kemaampuan
pemeriksaan 86 tes per jam. Keunggulan alat ini memiliki sensitivitas
dan spesivitas yang tinggi, menggunakan dispossible tip sehingga
kontaminasi dapat dihindari. Parameter pemeriksaan immunologi
meliputi hepatitis, TORCH, petanda tumor, endokrin, fertilitas, dan
alergi.
d. Radiologi
Unit radiologi melayani Pemeriksaan General X-Ray & Fluoroscopy
(dengan Computed Radiography), Colour Doppler USG, dan CT Scan
Multislice (64 Slice) yang mampu menyajikan gambaran detail seluruh
organ tubuh termasuk pembuluh darah.
e. Catheterization Laboratoty (Cath Lab)
Catheterization Laboratory (Cath Lab) merupakan ruang pemeriksaan
yang dilengkapi dengan alat pencitraan (imaging) untuk mendiagnostik
dan atau mengintervensi / menerapi penyakit yang berhubungan dengan
sistem kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah). Cara kerja alat
angiografi ini menggunakan teknik invasif dengan memasukkan alat
kateter melalui pembuluh darah vena maupun arteri yang dipadukan
dengan alat fluoroscopy guna menggambarkan pembuluh darah secara
detail. Deteksi pembuluh darah dengan alat ini bertujuan mengetahui
organ-organ tubuh yang mengalami kelainan karena penyempitan,
pelebaran, dan penyumbatan pembuluh darah.

 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  
23 
 

Keunggulan Cath Lab yaitu tindakan diagnostik dan terapi (intervensi)


dapat dikombinasikan dalam satu kali prosedur tindakan. Selain itu,
gambar yang disajikan lebih jelas dan detail, intervensi yang dilakukan
dokter pun lebih akurat. Kecanggihan Cath Lab juga dapat meminimalkan
tindakan pembedahan, misalnya pada pemasangan stent / ring tidak lagi
menggunakan bedah jantung.
f. Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi
Unit pelayanan Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi ini membantu
pasien mengembalikan fungsi tubuh akibat penyakit atau cedera pada
sistem saraf, otot, tulang, dan kardiorespirasi beserta gangguan psiko-
sosio-vokasional yang menyertanya. Beberapa peralatan canggih yang
dimiliki ialah unweighing system, balance system, vital stim, radial shock
wave therapy, dll.
g. Instalasi Rawat Jalan
Instalasi Rawat Jalan atau yang biasa dikenal dengan Poliklinik
melayani tindakan observasi, diagnosis, pengobatan, rehabilitasi medik,
serta pelayanan kesehatan lainnya seperti permintaan surat keterangan
sehat dan surat keterangan bebas narkoba. Instalasi Rawat Jalan adalah
pelayanan kesehatan yang dilakukan tanpa pasien menginap. Pelayanan ini
termasuk salah satu indikator penting yang sangat diperhatikan oleh pihak
Rumah Sakit Universitas Airlangga.
Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Universitas Airlangga terdapat
poliklinik spesialis dan medical check up yang langsung ditangani oleh
dokter spesialis diantaranya: Kesehatan Kulit dan Kelamin, Kesehatan
Mata, Kesehatan THT-KL, Penyakit Paru, Penyakit Dalam, Penyakit
Syaraf, Urologi, Kesehatan Anak, Kardiologi dan Kedokteran Vaskular,
Obstetri dan Ginekologi, Bedah Anak, Bedah Onkologi, Bedah Kepala dan
Leher, Bedah Digestif, Bedah Thorak dan Kardiovaskular, Bedah Syaraf,
Bedah Plastik, Bedah Ortopedi dan Traumatologi, Anastesiologi dan
Reanimasi, Psikolog, Kedokteran Jiwa, Gigi dan Bedah Mulut, serta
Pengobatan Alternatif dan Komplementer.

 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  
24 
 

h. Farmasi 24 Jam
Layanan farmasi Rumah Sakit Universitas Airlangga merupakan
bagian yang tak terpisahkan dari unit pelayanan medis yang menunjang
keselamatan dan kesehatan pasien. Pelayanan kefarmasian meliputi
penyediaan obat bagi pasien rumah sakit dan masyarakat umum. Apotek
Farmasi Rumah Sakit Universitas Airlangga menyediakan lebih dari 1500
item obat dengan harga yang cukup terjangkau. Demi meningkatkan mutu
pelayanan farmasi yang berorientasi pada pasien, Farmasi RSUA juga
telah menerapkan Unit Dose Dispending (UDD) yang bertujuan agar
pemakaian obat lebih efisien sehingga tidak banyak obat yang terbuang
apabila tidak terpakai.
i. Medical Check Up
Medical Check Up merupakan langkah yang dapat dilakukan untuk
menghindari kekecewaan dan kerugian yang disebabkan oleh gangguan
kesehatan. Dengan melaksanakan Medical Check Up secara berkala,
setidaknya setahun sekali, maka diharapkan akan dapat memonitor
kesehatan dengan baik. Rumah Sakit Universitas Airlangga siap melayani
untuk merancang program Medical Check Up yang dibutuhkan oleh
pasien.
j. IGD 24 Jam
IGD Rumah Sakit Universitas Airlangga merupakan pintu masuk
utama pelayanan pasien dengan menggunakan skala prioritas kegawatan.
Keutamaan IGD Rumah Sakit Universitas Airlangga adalah senantiasa
memberikan excellent service kepada para pasien. Pasien IGD dirawat
oleh dokter bersertifikat ATLS (Advanced Trauma Life Support) dan
ACLS (Advanced Cardiac Life Support), PTC (Primary Trauma Care),
NLS (Neonatal Life Support), juga didukung para perawat bersertifikat
GELS (General Emergency Life Support) dan dokter spesialis yang siaga
apabila dibutuhkan.

 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  
25 
 

2.2 Deskripsi Hasil Praktik Kerja Lapangan


2.2.1 Pengendalian atas Persediaan Obat Saat Pengadaan
Bagian Pengadaan merupakan salah satu fungsi di unit Logistik Rumah
Sakit Universitas Airlangga yang bertugas untuk melakukan pengadaan atas
permintaan obat yang dibuat oleh bagian gudang. Proses pengadaan dilakukan
secara E-Purchase maupun non E-Purchase.
Bagian Pengadaan unit Logistik Rumah Sakit Universitas Airlangga akan
melakukan pengadaan jika telah menerima warning dari sitem atau surat
permintaan barang dari bagian gudang yang telah diotorisasi. Otorisasi oleh
pejabat yang berwenang dilakukan untuk mencegah pengadaan obat yang tidak
diperlukan dan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB). Rencana
Anggaran Belanja (RAB) merupakan dokumen yang berisi perencanaan obat yang
telah disusun oleh unit Logistik instalasi Farmasi Rumah Sakit Universitas
Airlangga. RAB berbentuk dokumen defecta obat yang berfungsi untuk mengecek
ketersediaan obat dan menghindari kelupaan pemesanan kembali.
Bagian Pengadaan akan menerima surat permintaan barang apabila
persediaan obat di bagian gudang telah mencapai stok minimum. Stok minimum
obat pada Instalasi Rawat INAP yakni 2 minggu sebelum dan 2 minggu sesudah,
sedangkan stok minimum obat pada gudang logistik yakni 3 minggu sebelum dan
6 minggu sesudah.
Pemilihan obat yang dipesan oleh bagian gudang juga mempertimbangkan
pada metode konsumsi. Perhitungan laporan atas konsumsi obat pada pasien
berdasarkan pada perhitungan fisik persediaan maupun data persediaan rata-rata
permintaan obat tiap unit pelayanan farmasi di tiga bulan terakhir.
Apabila pada saat penerimaan obat dari pemasok jumlahnya kurang dari
yang dipesan, maka bagian pengadaan bertugas untuk memperpanjang atau
membuat surat pesanan baru atas kekurangan stock persediaan obat yang belum
dipenuhi. Memperpanjang surat pesanan maksudnya ialah melakukan pengadaan
persediaan obat yang belum terpenuhi melalui pemasok yang sama, sedangkan
membuat surat pesanan baru ialah melakukan pengadaan persediaan obat yang
belum terpenuhi stocknya melalui pemasok yang baru ( berbeda dengan pemasok

 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  
26 
 

sebelumnya yang tidak sanggup memenuhi permintaan bagian pengadaan ). Hal


ini bertujuan untuk menjaga serta memenuhi stok minimum persediaan obat
Instalasi Farmasi Rumah Sakit universitas Airlangga.

2.2.2 Pengendalian atas Persediaan Obat Saat Penerimaan


Persediaan obat yang datang dari pemasok diterima melalui bagian
penerimaan di unit Logistik Rumah Sakit Universitas Airlangga yang berada di
lantai 4. Setiap pesanan persediaan obat yang datang dari pemasok harus disertai
dengan surat pesanan. Surat pesanan memiliki informasi batas berlaku
pengiriman. Bagian penerimaan unit logistik Rumah Sakit Universitas Airlangga
hanya menerima pengiriman obat dan alat kesehatan apabila batas berlaku
pengiriman pada surat pesanan masih berlaku, jika surat pesanan sudah melewati
tanggal batas berlaku pengiriman maka pesanan yang datang tersebut ditolak.
Apabila batas berlaku pengiriman pada surat pesanan masih berlaku maka
selanjutnya bagian penerimaan akan melakukan pencocokkan kesesuaian barang
yang dipesan dengan barang yang datang. Pencocokkan dilakukan dengan melihat
antara surat pesanan dengan faktur. Hal-hal yang diperhatikan dalam pencocokkan
antara surat pesanan dengan faktur adalah jenis obat, jumlah obat, dan harga obat.
Barang yang datang akan dikembalikan ke pemasok jika terjadi:
1. Ketidaksesuaian antara jenis obat yang dipesan dengan jenis obat yang
datang.
2. Jumlah yang dikirim pemasok melebihi jumlah yang dipesan.
Apabila jumlah obat yang datang dari pemasok kurang dari jumlah yang dipesan,
maka obat akan tetap diterima oleh bagian penerimaan unit logistik Rumah Sakit
Universitas Airlangga. Hal ini dikarenakan obat yang dipesan merupakan obat
yang sedang dibutuhkan oleh Farmasi Rumah Sakit Universitas Airlangga dan
kemungkinan pemasok hanya memiliki dan atau mampu mengirimkan kurang dari
yang dipesan karena pemasok kehabisan stok.
Apabila surat pesanan dan faktur sudah sesuai dan tidak ada perbedaan
maka selanjutnya dilakukan penandatanganan faktur oleh bagian penerimaan dan
membuat dokumen tanda terima untuk diberikan kepada pemasok.

 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  
27 
 

Setelah selesai melakukan pencocokan antara surat pesanan dengan faktur,


selanjutnya ialah melakukan pengecekan fisik atas persediaan obat yang datang.
Hal-hal yang diperhatikan pada saat pengecekan fisik adalah:
1. Tanggal Batch
Tanggal batch berfungsi untuk memudahkan instalasi Farmasi untuk
menemukan dan menarik obat apabila terdapat komplain atas obat yang
mungkin disebabkan oleh kesalahan produksi.
2. Tanggal Expired
Tanggal expired berfungsi untuk memberikan informasi bahwa obat
masih dijamin mutunya jika belum memasuki masa expired.
Memperhatikan tanggal expired penting karena menyangkut dengan
pelayanan pada pasien.
3. Kondisi barang
Mengecek kondisi fisik obat berfungsi untuk mempertahankan mutu
dan sterilitas obat yang datang. Biasanya obat dicek dengan teliti apakah ada
kemasan yang rusak, bocor, atau isinya kosong.
Jika saat cek fisik ternyata ditemukan beberapa item obat yang cacat atau
rusak maka bagian penerimaan unit Logistik Rumah Sakit Universitas Airlangga
akan menghubungi pemasok untuk meminta ganti rugi sesuai jumlah obat yang
rusak atau cacat. Setelah dilakukan pengecekan cek fisik kemudian bagian
penerimaan akan membuat dokumen berita acara pemeriksaan barang yang
kemudian diserahkan ke bagian gudang bersamaan dengan pesanan persediaan
obat yang datang .
Setelah pengecekan selesai, selanjutnya bagian penerimaan akan
melakukan input semua informasi yang ada di faktur kedalam SIM-RS.
Memasukkan informasi kedalam SIM-RS ini berguna untuk memudahkan
kegiatan operasional Rumah Sakit Universitas Airlangga sehingga dalam kegiatan
yang menyangkut persediaan obat dapat diambil informasinya secara real-time.
Informasi-informasi didalam faktur yang perlu diinput didalam SIM-RS antara
lain:
1. Nama distributor

 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  
28 
 

2. Nomor Faktur
3. Tanggal pembelian dan jatuh tempo
4. Nama barang
5. Tanggal batch
6. Tanggal expired
7. Total harga

2.2.3 Pengendalian atas Persediaan Obat Saat Penyimpanan


Persediaan obat yang datang dari pemasok akan diterima oleh bagian
gudang ketika bagian penerimaan telah selesai melakukan beberapa pengecekan
seperti yang dijelaskan sebelumnya disertai dengan tembusan dokumen
penerimaan barang dan dokumen berita acara pengecekan barang.
Ketika persediaan obat sampai di bagian gudang, terdapat beberapa
personil/staff yang bertanggung jawab terhadap masing-masing obat yang telah
menjadi tanggungjawabnya. Staff tersebut akan bertanggungjawab atas obat yang
telah menjadi tanggungjawabnya dengan melakukan pencatatan mutasi pada kartu
stok obat dan melakukan penyimpanan.
Penyimpanan persediaan obat di instalasi Farmasi Rumah Sakit
Universitas Airlangga berdasarkan beberapa hal berikut ini, yakni:
1. Suhu
Penyimpanan obat berdasarkan suhunya dibedakan menjadi dua yaitu
suhu ruangan dan suhu kulkas. Dengan menyimpan obat sesuai dengan suhu
yang disarankan maka dapat mencegah penurunan mutu obat serta
kerusakan dalam masa penyimpanan persediaan obat.
2. Bentuk Sediaan
Persediaan obat disimpan berdasarkan bentuk sediaannya seperti tablet,
kapsul, sirup, krim, injeksi, dan alat kesehatan. Dengan menyimpan
berdasarkan bentuk sediaan maka akan memudahkan dalam pencarian obat
yang dibutuhkan.

 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  
29 
 

3. Kelas Terapi
Menyimpan persediaan obat sesuai dengan kelas terapinya berfungsi
untuk menghindari kesalahan pengambilan obat karena kemasan dan nama
yang sama.
4. Jenis
Beberapa jenis obat penggunaannya dibatasi dan hanya orang-orang
tertentu yang dapat mengaksesnya. Dengan menyimpan obat berdasarkan
jenis berfungsi sebagai pengendalian atas obat yang perlu otorisasi lebih,
misalnya obat narkotik dan psikotropik.
5. Alfabetis
Menyimpan persediaan obat secara alfabetis dapat memudahkan
staff/personil untuk menemukan obat yang dibutuhkan.

2.2.4 Pengendalian atas Persediaan Obat Saat Penggunaan Obat


Unit pelayanan medik di Rumah Sakit Universitas Airlangga tentunya
memerlukan persediaan obat dalam menjalankan kegiatan operasionalnya. Dalam
mengajukan permintaan obat pada gudang logistik, unit-unit tersebut mengajukan
dokumen permintaan persediaan obat yang telah diotorisasi oleh kepala unit yang
bersangkutan. Kemudian staff di gudang logistik akan mengeluarkan obat sesuai
dengan dokumen permintaan unit tersebut setelah mendapat ijin dari kepala
gudang logistik. Kemudian dilakukan kroscek ulang atas persediaan obat yang
dikeluarkan oleh staff yang berbeda dengan staff yang menyiapkan. Setelah itu
staff akan menulis di kartu stok persediaan sebagai pencatatan atas pengeluaran
persediaan dari gudang logistik.
Di setiap unit-unit pelayanan farmasi, pencatatan penggunaan obat untuk
pasien menggunakan kartu stok dan SIM-RS. Contohnya, pada pelayanan di
Instalasi Rawat INAP perawat akan mengambil persediaan obat yang dibutuhkan
pasien satu jam sebelum waktu pasien menggunakan obat. Pengambilan obat
untuk penggunaan pasien dilakukan tiga kali sehari. Perawat akan mencatat secara
manual obat apa saja yang diambil / digunakan beserta jumlahnya. Catatan atas
penggunaan obat tersebut nantinya akan dilaporkan kepada staff farmasi yang

 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  
30 
 

bertugas untuk kemudian diinput kedalam SIM-RS sebagai billing pasien. Log
billing obat pasien tercatat rinci per pasien dengan menggunakan nomor rekam
medis sehingga kemungkinan untuk kesalahan billing akibat kemiripan nama
pasien sangat kecil. Khusus untuk Instalasi Rawat INAP, pada SIM-RS terdapat
pilihan “retur” yang berfungsi untuk mengurangi billing pasien atas obat yang
tidak habis terpakai.
Namun, terdapat kesulitan dalam pencatatan penggunaan obat untuk
pasien. Misalnya telah dicatat billing penggunaan obat dengan satuan strip pada
SIM-RS tetapi pada kenyataannya penggunaan obat hanya digunakan 4 tablet. Hal
ini tentunya akan menyebabkan perbedaan jumlah fisik antara catatan SIM-RS
dengan fisik persediaan.

2.2.5 Perlakuan Akuntansi atas Selisih Pencatatan dan Fisik


Setiap akhir semester dilakukan perhitungan fisik atas persediaan obat
Rumah Sakit Universitas Airlangga. Perhitungan dilakukan di tiap-tiap site/unit-
unit pelayanan farmasi. Hal ini tentunya untuk mengetahui selisih yang
ditimbulkan pada tiap-tiap site sehingga dapat diketahui site mana saja yang
memiliki pengendalian yang lemah atas persediaan obatnya.
Setelah dilakukan perhitungan fisik, selanjutnya dilakukan rekonsiliasi
dengan kartu stok persediaan dan SIM-RS. Selisih antara pencatatan dan fisik atas
persediaan obat Rumah Sakit Universitas Airlangga akan dinilai secara memindai
oleh bagian keuangan yang berwenang, apakah selisih tersebut masih bisa
ditoleransi dan tergolong wajar.
Nilai rupiah atas selisih pencatatan dan fisik atas persediaan obat Rumah
Sakit Universitas Airlangga tersebut selanjutnya akan dibebankan pada laporan
aktivitas tahun berjalan. Pembebanan tersebut dimasukkan kedalam akun “beban
bahan” pada laporan aktivitas tahun berjalan Rumah Sakit Universitas Airlangga.

 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  
31 
 

2.3 Pembahasan
2.3.1 Pengendalian atas Persediaan Obat Rumah Sakit Universitas
Airlangga
Dalam praktiknya, upaya pengendalian terhadap persediaan obat di Rumah
Sakit Universitas Airlangga telah dilakukan ditiap-tiap fungsi yang berhubungan
dengan persediaan obat. Dengan adanya beberapa fungsi yang terkait dengan
pesediaan obat menandakan bahwa Rumah Sakit Universitas Airlangga telah
memiliki pemisahan fungsi secara tegas dalam kegiatannya mengelola persediaan
obat. Pengendalian tersebut dilakukan terhadap persediaan fisiknya secara
langsung maupun pengendalian terhadap pencatatannya.

2.1.1.3 Pengendalian Persediaan Obat Saat Pengadaan


Karyawan yang bertanggung jawab melakukan pengadaan persediaan obat
berbeda dengan karyawan gudang, penerimaan, dan karyawan lainnya. Hal ini
mengindikasi bahwa tidak adanya fungsi yang memiliki tugas ganda di Rumah
Sakit Universitas Airlangga.
Adanya otorisasi untuk persetujuan pengadaan persediaan obat yang
diminta oleh pejabat yang berwenang merupakan salah satu wujud upaya
pengendalian yang dilakukan manajemen Rumah Sakit Universitas Airlangga
untuk meminimalisir risiko-risiko. Risiko tersebut ialah mencegah pengadaan obat
yang tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta mencegah
kecurangan yang kemungkinan dilakukan karyawan yaitu permintaan pengadaan
obat yang tidak diperlukan atau yang jumlah persediaan di gudang masih banyak.
Surat pesanan yang dibuat oleh bagian pengadaan Rumah Sakit
Universitas Airlangga selalu memiliki nomor urut tercetak dan tanggal masa
berlaku. Hal ini merupakan praktik yang sehat, karena penomoran ini berfungsi
sebagai pengendalian atas penggunaan surat pesanan serta untuk memudahkan
dalam penyimpanan dokumen tersebut. Selain itu, penggunaan nomor urut
tercetak juga berfungsi untuk memudahkan pencarian kembali dokumen surat
pesanan tersebut guna kepentingan hal-hal yang terkait dengan dokumen tersebut,
seperti retur. Tanggal masa berlaku di surat pesanan berperan untuk

 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  
32 
 

mengendalikan pesanan persediaan supaya dikirim oleh vendor tepat waktu atau
tidak melebihi batas masa berlaku. Tentunya penggunaan tanggal masa berlaku ini
dapat mencegah kehabisan stok persediaan di gudang dan/atau penumpukan stock
di gudang serta sebagai pengendalian untuk menilai apakah pemasok yang dipilih
memiliki kinerja yang memuaskan atau tidak.

2.1.1.4 Pengendalian Persediaan Obat Saat Penerimaan


Karyawan yang bertanggung jawab melakukan penerimaan persediaan
obat berbeda dengan karyawan pengadaan, gudang, dan karyawan lainnya. Hal ini
mengindikasi bahwa tidak adanya fungsi yang memiliki tugas ganda di Rumah
Sakit Universitas Airlangga.
Bagian penerimaan Rumah Sakit Universitas Airlangga dalam melakukan
tanggung jawabnya berlandaskan tembusan dokumen yang diterima dari
pengadaan kemudian dicocokkan dengan dokumen yang diterima dari pemasok.
Hal ini tentunya merupakan pengendalian yang berguna untuk memeriksa
kesesuaian antara barang yang dipesan dengan barang yang diterima. Pemeriksaan
kesesuaian akan berdestinasi ke persoalan stok persediaan obat. Apabila barang
yang dipesan tidak sesuai atau jumlahnya kurang dari yang dipesan, maka
persediaan stok di gudang yang telah minimum tidak akan bertambah dan
mungkin bisa terjadi kehabisan stok. Sehingga bagian penerimaan dapat
mengkoordinasikan dengan bagian pengadaan untuk segera melakukan retur atau
menerbitkan surat pesanan lagi.
Pengecekan fisik pada saat barang datang dari pemasok juga merupakan
salah satu pengendalian terhadap persediaan obat. Dengan mengecek fisik barang
yang datang bagian penerimaan telah mengurangi risiko-risiko yang mungkin
dapat terjadi dan bisa langsung melakukan penanganan lebih lanjut jika risiko itu
terjadi. Misalnya, jumlah barang yang tidak sesuai dengan yang tertulis di faktur
atau kondisi barang yang tidak memenuhi standar (sudah mencapai expired date,
kemasan rusak, obat ada yang bocor, dsb).
Apabila obat yang datang tidak sesuai dengan faktur, maka bagian
penerimaan akan melakukan retur sesuai dengan prosedur yang ada. Namun

 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  
33 
 

apabila ditemukan obat yang kondisinya cacat atau tidak memenuhi standar pada
saat dicek di bagian penerimaan ataupun saat bagian gudang melakukan
penyimpanan, bagian penerimaan akan memisahkan barang tersebut kemudian
menghubungi pemasok untuk meminta ganti rugi.
Pemisahan persediaan obat yang rusak, cacat, dan/atau tidak sesuai standar
yang dilakukan oleh bagian penerimaan tidak disimpan secara baik. Persediaan
obat yang cacat tersebut dibiarkan sembarangan di ruangan penerimaan dan tidak
terkelola dengan baik. Persediaan tersebut diletakkan disembarang tempat dan
dicampur menjadi satu sehingga tidak dapat diketahui langsung barang mana yang
milik pemasok A barang mana yang milik pemasok B, sehingga hal ini
menyebabkan ketidakefisienan. Hal ini dapat menyebabkan pencurian atau
kehilangan oleh karyawan yang tidak bertanggung jawab meskipun barang
tersebut cacat. Dengan hilangnya persediaan obat yang cacat tersebut, maka
bagian penerimaan akan mengalami kesulitan ketika pemasok menanyakan bukti
fisik cacatnya persediaan obat yang telah mereka kirim untuk kepentingan
penggantirugian. Seharusnya bagian penerimaan memiliki box/lemari/tempat
khusus untuk menyimpan persediaan barang cacat yang akan dimintakan ganti
rugi ke pemasok. Penyimpanannya dapat dikelompokkan setiap pemasoknya,
sehingga dapat lebih efektif. Meskipun jumlah persediaan yang cacat seringkali
tidak terlalu banyak, namun dengan melakukan pengelolaan yang baik akan
mencegah kehilangan serta lebih memudahkan pekerjaan bagian penerimaan.

2.1.1.5 Pengendalian Persediaan Obat Saat Penyimpanan


Ketentuan manajemen unit Farmasi Rumah Sakit Universitas Airlangga
memberikan tanggung jawab atas setiap satu jenis obat yang datang merupakan
tanggung jawab satu staff gudang. Ketentuan ini akan lebih memudahkan
manajemen dalam mengawasi penyimpanan serta catatan pendukung atas obat
karena dimugkinkan untuk pencatatan serta pengecekan atas obat secara lebih
teliti dan rinci. Sehingga informasi mengenai tanggal kadaluarsa, tanggal batch,
mutasi obat, stock obat, serta informasi lain yang dibutuhkan dapat terorganisir
dengan baik dan mudah dipantau oleh manajemen.

 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  
34 
 

Penyimpanan obat merupakan salah satu hal yang paling penting dalam
pengendalian persediaan obat. Persediaan obat Rumah Sakit Universitas
Airlangga disimpan berdasarkan suhunya, bentuk sediaannya, kelas terapinya,
jenisnya, dan berdasarkan alfabet. Selain untuk memudahkan untuk
pengambilan/pencarian obat yang dibutuhkan, persediaan obat yang disimpan
dengan baik dapat mencegah kecurangan dan mencegah kesalahan dalam
pengambilan obat yang dibutuhkan karena banyaknya obat dengan nama yang
mirip dan banyaknya obat dengan nama yang sama namun sangat berbeda
kegunaannya.
Adanya otorisasi atas penggunaan obat terbatas serta penyimpanan atas
obat terbatas tersebut yang disimpan didalam lemari kaca yang terkunci
merupakan pengendalian yang baik yang telah dilakukan oleh unit Farmasi
Rumah Sakit Universitas Airlangga. Hal ini tentunya untuk memenuhi ketentuan
didalam Permenkes Nomor 3 Tahun 2015 tentang Peredaran, Penyimpanan,
Pemusnahan, dan Pelaporan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi.

2.1.1.6 Pengendalian Persediaan Obat Saat Penggunaan


Setiap obat yang dikeluarkan dari gudang logistik Rumah Sakit
Universitas Airlangga harus menggunakan surat permintaan persediaan yang telah
diotorisasi oleh kepala unit yang bersangkutan. Hal ini merupakan pengendalian
yang berfungsi untuk menjaga persediaan aset sehingga mutasi persediaan antar
unit dapat tercatat dengan baik dan didukung dengan dokumen-dokumen yang
relevan. Unit gudang juga akan melakukan kroscek ulang atas obat yang
diserahkan ke unit yang meminta dengan cara mencocokkan dengan surat
permintaannya. Kroscek dilakukan oleh staff yang berbeda dengan staff yang
menyiapkan. Hal tersebut berfungsi untuk meminimalisir kecurangan atau
kelalaian yang mungkin akan terjadi. Setiap mutasi persediaan obat dari gudang
logistik ke unit-unit Farmasi selalu langsung dicatat didalam kartu stok
persediaan. Dengan mencatat langsung, maka kemungkinan staff lupa mencatat
dapat dicegah.

 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  
35 
 

Setiap penggunaan obat untuk pasien rawat jalan selalu dilakukan billing
secara komputerisasi melalui SIM-RS. Dengan melakukan billing secara
komputerisasi melalui SIM-RS, maka secara otomatis nilai persediaan didalam
SIM-RS akan berkurang sejumlah persediaan yang dikeluarkan. Hal ini berguna
untuk melihat sisa persediaan secara real-time yang nantinya bisa dikroscek
dengan kartu persediaan unit-unit untuk melihat serta menghitung apakah benar
bahwa stok telah mencapai minimum.
Untuk pasien rawat INAP, setiap penggunaan obat yang diberikan oleh
perawat dicatat secara manual didalam buku besar catatan penggunaan obat
kemudian nantinya catatan tersebut akan dilaporkan ke bagian farmasi yang
bertanggungjawab. Pencatatan manual atas penggunaan obat tersebut seringkali
tidak dilakukan langsung sehingga kemungkinan lupa catat atau lupa telah
menggunakan/mengeluarkan obat apa saja sangat tinggi. Namun apabila
menerapkan pencatatan secara real-time seperti pada pasien rawat jalan akan
mengalami kendala dalam input satuan obat dalam billingnya. Contohnya pasien
memiliki jadwal mengkonsumsi obat 3x sehari satu tablet obat jenis A dan dua
kapsul jenis B, sedangkan didalam SIM-RS satuan obat jenis A dan B adalah
strip. Tentunya hal ini tidak bisa dilakukan secara real-time sehingga perbedaan
antara jumlah fisik dan pencatatan seringkali tidak sama. Hal ini tentunya
menyulitkan dalam perhitungan stok sisa persediaan yang akurat untuk
menghitung minimum stok.
Unit-unit farmasi lain pun hampir sama dengan unit rawat INAP.
Pencatatan pengeluaran dilakukan manual kemudian nantinya dilaporkan ke
farmasi. Kesulitan pun ditemui pada unit yang penggunaan obatnya kecil dan
bermacam-macam namun sering, tentunya hal ini akan membuat staff melakukan
pelayanan terlebih dahulu hingga selesai baru mencatat semua pemakaian obat
atas pelayanan tadi. Tentunya hal ini berisiko lupa catat sangat tinggi. Untuk unit
dengan jenis yang tidak terlalu banyak namun nilai persediaannya tinggi apabila
terjadi kesalahan catat atau billing akan memberikan sumbangsih besar terhadap
selisih antara pencatatan dengan fisik di akhir periode nanti. Hal ini juga
merupakan kelemahan dari pencatatan manual.

 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  
36 
 

Kesalahan-kesalahan akibat human error seharusnya dapat diminimalisir


dengan dilakukannya briefing setiap pergantian shift jam kerja terhadap staff yang
bertugas, baik staff farmasi yang bertugas maupun staff perawat yang bertugas.
Dengan dilakukan briefing setiap sebelum bertugas, diharapkan tiap-tiap staff
akan lebih mengingat apa yang menjadi tanggung jawabnya salah satunya ialah
melakukan pencatatan atas penggunaan obat secara langsung. Setiap setelah jam
shift kerja berakhir, hendaknya selalu dilakukan evaluasi-evaluasi supaya dapat
menyadari apa saja kekurangan dan kesalahan sehingga tidak terulang di shift
berikutnya / ketika staff tersebuut bertugas kembali.
Selain melakukan briefing dan evaluasi, diharapkan kepala yang
berwenang (kepala farmasi dan perawat) memberikan edukasi kepada para staff-
nya untuk saling berkoordinasi mengingatkan satu sama lain. Misalnya, staff
farmasi dapat melakukan penagihan catatan atas penggunaan obat setiap 2 jam
sekali ke staff perawat yang bertugas.
Otorisasi atas billing ke SIM-RS harus melalui login terlebih dahulu
sehingga hanya farmasi yang bertanggung jawab yang boleh melakukan billing
terhadap penggunaan obat. Hal ini merupakan pengendalian preventif untuk
mencegah pihak-pihak tidak berwenang untuk mengakses atau bahkan melakukan
billing yang tidak sesuai dengan resep dokter untuk pasien demi kepentingan
pribadi.
Selain kesalahan akibat human error diatas yang dapat menyebabkan
ketidakandalan informasi data persediaan obat, fitur SIM-RS yang kurang sesuai
kebutuhan juga dapat mengakibatkan ketidakandalan data. Contohnya ialah
penggunaan obat di pasien rawat INAP. Misalnya penggunaan obat untuk pasien
hanya 8 tablet padahal satuan di SIM-RS ialah strip, sehingga pada billing pasien
akan dibebankan sebanyak 1 strip. Pembebanan 1 strip obat tersebut akan
mengurangi jumlah persediaan obat di SIM-RS sebanyak 1 strip, padahal
kenyataannya jumlah persediaan hanya berkurang 8 tablet. Sehingga untuk
memenuhi kebutuhan informasi yang teliti dan andal, seharusnya diperlukan
pembaruan SIM-RS secara berkala. Dan untuk mengecek ketelitian data SIM-RS,
perlu dilakukan cek validitas.

 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  
37 
 

2.1.3 Ringkasan Pengendalian Persediaan Secara Umum


Tabel 2.1 Ringkasan Pengendalian Persediaan

No. Pengendalian Persediaan Kondisi Pengendalian


Pengendalian Persediaan Obat Saat
1. Baik
Pengadaan
Pengendalian Persediaan Obat Saat
2. Belum sepenuhnya baik
Penerimaan
Pengendalian Persediaan Obat Saat
3. Baik
Penyimpanan
Pengendalian Persediaan Obat Saat Beberapa unit site farmasi masih
4.
penggunaan belum baik
Secara umum pengendalian persediaan di Rumah Sakit Universitas
Airlangga sudah berjalan baik namun memiliki beberapa kekurangan. Pemisahan
fungsi telah dilakukan, terbukti dari adanya fungsi pengadaan, penerimaan, serta
gudang. Dengan demikian dalam pelaksanaan suatu kegiatan pengadaan atau
keluar masuk persediaan obat terdapat internal check diantara fungsi-fungsi
tersebut.
Setiap tindakan menambah atau mengurangi persediaan obat juga telah
dilakukan otorisasi oleh pejabat berwenang serta menggunakan dokumen-
dokumen yang bernomor urut tercetak, hal ini dapat memudahkan manajemen
dalam melakukan pengontrolan sehingga risiko kecurangan, risiko pencurian dan
risiko out-of-stock atau kelebihan persediaan di gudang dapat dihindari.
Bagian penerimaan telah melakukan pengendalian yang baik terhadap
persediaan obat yang datang dari pemasok, salah satunya terbukti dengan
dilakukannya penolakan terhadap kiriman persediaan dari vendor yang batas
berlaku disurat jalannya sudah lewat. Namun kelemahan tampak pada pengelolaan
penyimpanan barang cacat/rusak yang dikirim oleh pemasok. Ketika barang cacat
tersebut dipisahkan untuk selanjutnya dimintakan ganti rugi ke pemasok, barang
tersebut hanya diletakkan sembarangan di ruangan bagian penerimaan sehingga
kemungkinan hilang sebelum pemasok datang untuk memberikan ganti rugi

 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  
38 
 

sangat tinggi. Seharusnya bagian penerimaan dapat mengelola dengan baik


misalnya dengan menyimpan di box/lemari sehingga tidak tercecer di sembarang
tempat.
Saat penyimpanan di gudang, pengendalian atas persediaan obat juga telah
dilakukan dengan baik. Pengelompokan obat berdasarkan suhu, bentuk sediaan,
kelas terapi, jenis, dan alfabetis dapat memudahkan pengontrolan persediaan obat
dan memudahkan dalam mencari obat mengingat jumlah dan jenis obat yang
sangat banyak bahkan beberapa obat memiliki nama yang mirip namun memiliki
kegunaan yang berbeda. Terdapat otorisaasi untuk obat terbatas juga merupakan
wujud pengendalian yang baik.
Pada unit-unit tingkat atas pengendalian telah dilakukan cukup baik,
namun pengendalian tampak lemah ketika di beberapa unit-unit tingkat akhir yang
berurusan langsung dengan penanganan medik untuk pasien Rumah Sakit
Universitas Airlangga. Staff perawat seringkali tidak langsung melakukan
pencatatan atas penggunaan obat yang telah diambil untuk pasien, sehingga risiko
tidak tercatatnya semua obat yang telah digunakan karena lupa sangat tinggi.
Risiko-risiko lain yang mungkin dapat terjadi yaitu jumlah penggunaan obat yang
tidak sesuai dengan yang digunakan, pencatatan obat yang sebenarnya tidak
digunakan, dan tidak melakukan pencatatan retur atas obat yang sisa atau tidak
jadi digunakan oleh pasien. Lemahnya pengendalian terhadap pencatatan setiap
persediaan yang digunakan untuk pasien dapat menyebabkan informasi yang
berhubungan dengan persediaan obat tidak akurat dan pada akhirnya akan
menimbulkan selisih antara fisik dengan catatan. Sehingga hal ini menyebabkan
keandalan data akuntansi kurang akurat.
Penggunaan SIM-RS dalam kegiatan operasional di Rumah Sakit
Universitas Airlangga juga mempermudah manajemen dalam melakukan
pengendalian atas persediaan obat-obatan di Rumah Sakit Universitas Airlangga.
Manajemen dapat mengontrol tingkat obat apa saja yang sering dikonsumsi
(dilakukan billing untuk pasien) yang berguna untuk pengadaan obat. Dan juga
untuk mempermudah manajemen mengontrol obat mana saja yang mendekati
masa expired, meskipun manajemen dapat mengecek lebih mudah menggunakan

 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  
39 
 

SIM-RS namun tetap dilakukan pengecekan fisik secara langsung untuk dilakukan
pencocokkan dan mendapatkan data yang lebih akurat. Namun, SIM-RS yang
tidak update dan tidak menyediakan menu untuk input informasi sesuai kebutuhan
unit-unit di Rumah Sakit Universitas Airlangga dapat menyebabkan informasi dan
data yang ditampikan tidak andal serta tidak teliti. Sehingga perlu dilakukan
pembaruan SIM-RS sesuai kebutuhan yang diperlukan serta dilakukan cek
validitas secara berkala.

2.3.2 Perlakuan Akuntansi atas Selisih Pencatatan dan Fisik


Setelah melakukan perhitungan fisik pada akhir semester dan kemudian
dilakukan rekonsiliasi antara kartu persediaan, fisik barang, dan catatan
persediaan di SIM, bagian kasi akuntansi Rumah Sakit Universitas Airlangga
mencatat selisih atas pencatatan dan fisik persediaan obat ke akun beban bahan.
Akun beban bahan itu kemudian akan masuk ke laporan aktivitas Rumah Sakit
Universitas Airlangga pada tahun berjalan. Perlakuan ini telah sesuai dengan
PSAK 14 paragraf 34 yang didalamnya menyatakan bahwa seluruh kerugian
persediaan diakui sebagai beban pada periode terjadinya kerugian tersebut.
Namun sebagai pengendalian atas selisih tersebut belum dilakukan
perhitungan materialitas. Dengan melakukan perhitungan materialitas, maka dapat
dianalisis seberapa besar jumlah selisih yang ditimbulkan terhadap total beban
pokok persediaan. Sehingga jika jumlahnya material, manajemen perlu melakukan
perhatian khusus dengan mengevaluasi bagaimana pengendalian serta kegiatan
operasional yang dijalankan oleh unit farmasi terkait pengelolaan persediaan obat.

 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  

BAB 3
SIMPULAN DAN SARAN

3.1 Simpulan
Berdasarkan hasil Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan pembahasan yang telah
dikemukakan diatas, maka penulis dapat menyimpulkan sebagai berikut:
1. Secara umum pengendalian persediaan obat di Rumah Sakit Universitas
Airlangga dalam hal pemisahan fungsi dan otorisasi oleh pejabat yang
berwenang sudah diterapkan. Sedangkan pengendalian persediaan obat di
Rumah Sakit Universitas Airlangga dalam hal menjaga aset dan kepatuhan
terhadap kebijakan manajemen di beberapa unit farmasi masih belum
diterapkan dengan baik.
2. Selisih perhitungan fisik (yang dilakukan tiap akhir semester) dengan catatan
persediaan obat dibebankan ke dalam akun beban bahan tahun berjalan,
pembebanan ini telah sesuai dengan PSAK 14 paragraf 34.
3. Bagian penerimaan tidak melakukan penyimpanan dengan baik terhadap
barang cacat yang akan dimintakan ganti rugi ke pemasok.
4. Penyimpanan persediaan obat di gudang sudah disimpan sesuai dengan
klasifikasinya masing-masing. Untuk penyimpanan dan penggunaan obat
terbatas diberi perlakuan khusus dan cukup ketat.
5. Penggunaan obat untuk pasien (kecuali pasien rawat jalan) seringkali tidak
dicatat langsung sehingga risiko kelalaian seperti tidak tercatatnya obat yang
telah digunakan, jumlah yang salah dibebankan, serta tercatatnya obat yang
tidak terpakai tinggi.
6. SIM-RS mempermudah manajemen dalam melakukan pengendalian
persediaan obat, namun SIM-RS yang tidak update dan tidak menyediakan
fitur menu untuk input informasi sesuai kebutuhan unit-unit di Rumah Sakit
Universitas Airlangga dapat menyebabkan informasi dan data yang
ditampikan tidak andal serta tidak teliti.
7. Belum ada perhitungan materialitas terhaap selisih atas perhitungan fisik dan
catatan persediaan obat.

40
 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  
41 
 

3.2 Saran
Berdasarkan pengamatan dan wawancara langsung dengan pihak internal
Rumah Sakit Universitas Airlangga mengenai pengendalian atas persediaan obat
serta bagaimana perlakuan akuntansi atas selisih catatan dan fisik persediaan obat.
Maka penulis mengemukakan saran yang dapat dipertimbangkan oleh
manajemen, antara lain sebagai berikut:
1. Melakukan briefing dan evaluasi setiap hari terhadap staff farmasi yang
bertugas untuk selalu meminta dan mengingatkan staff yang bertugas untuk
menyerahkan data penggunaan obat, terutama di unit yang memiliki risiko
kelalaian tinggi.
2. Bekerjasama dengan kepala perawat yang berwenang untuk melakukan
briefing dan evaluasi kepada perawat untuk selalu membiasakan melakukan
pencatatan atas penggunaan maupun retur obat serta melaporkannya ke staff
farmasi yang bertugas.
3. Melakukan uji perhitungan materialitas terhadap selisih catatan dengan fisik
persediaan obat sehingga dapat dilakukan penanganan lebih lanjut jika jumlah
selisih yang terjadi cukup material.
4. Melakukan uji validitas dan update SIM-RS agar dapat menyediakan
informasi sesuai kebutuhan sehingga informasi yang ditampilkan di SIM
dapat lebih andal dan teliti.

 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  

DAFTAR PUSTAKA

Agoes, Sukrisno. 2012. Auditing. Edisi 4 buku 1. Jakarta: Salemba Empat


Agoes, Sukrisno., Estralita Trisnawati. Praktikum Audit. Edisi 3 buku 1. Jakarta:
Salemba Empat
Ikatan Akuntan Indonesia. 2015. Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta: Salemba
Empat.
Kieso, Donald E., Jerry J. Weygandt, and Terry D. Warfield. 2014. Intermediate
Accounting. Second Edition. United States of America
Mulyadi. 2016. Sistem Akuntansi. Edisi 4. Jakarta: Salemba Empat
Republik Indonesia. 2015. Peraturan Menteri Kesehatan No. 3 tahun 2015
tentang Peredaran, Penyimpanan, Pemusnahan, dan Pelaporan
Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi.
Republik Indonesia. 2016. Peraturan Menteri Kesehatan No. 72 tahun 2016
tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit.
Republik Indonesia. 2010. Peraturan Pemerintah No. 71 tahun 2010 tentang
Standar Akuntansi Pemerintahan.
Website Online Rumah Sakit Universitas Airlangga
www.rumahsakit.unair.ac.id
Diakses: tanggal 10 Maret 2018

 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  

Lampiran 1

 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  

Lampiran 2

 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  

 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  

Lampiran 3
REKAP NILAI STOK OPNAME DESEMBER 2017
Nilai SIM
No Site Nilai SO (Rp) Selisih (Rp)
(Rp)
1 Farmasi Cathlab 299.040.288 241.207.825 (57.832.462)

2.193.453 1.585.729 (607.724)


2 Satelit Farmasi IRPTI

3 Trolley Emergency URI 2 1.951.280 1.559.845 (391.436)

4 Kit RES IGD 331.358 223.491 (107.867)

Trolley Emergency Obsgyn 1.530.516 1.473.850 (56.666)


5
Lt 5
6 Trolley Emergency KFR Lt 3 1.655.332 1.599.616 (55.715)

1.405.745 1.358.065 (47.680)


7 Trolley Emergency URI 6

8 Trolley Emergency NICU 1.023.787 987.205 (36.582)

1.292.771 1.260.381 (32.390)


9 Trolley Emergency ICU
Trolley Emergency Poli VIP 1.513.524 1.484.817 (28.707)
10
IRPTI Lt 2
1.718.097 1.689.983 (28.114)
11 Trolley Emergency VK Lt 5
Trolley Emergency Cathlab- 1.266.369 1.246.453 (19.916)
12
Radiologi
13 Kit VK HPP 84.274 66.124 (18.150)

218.572 203.762 (14.810)


14 Kit Obat Injeksi Ambulance I

15 Farmasi IGD 21.362.363 21.349.108 (13.255)

62.142 57.487 (4.656)


16 Kit ICU

17 Kit Neonatus OK 110.015 105.835 (4.180)

Trolley Emergency Selasar 1.580.202 1.578.602 (1.600)


18
OK
1.332.321 1.331.304 (1.017)
19 Trolley Emergency URI 4
Kit Obat Injeksi Ambulance 231.326 230.871 (455)
20
II
23.284 22.999 (286)
21 Kit NICU

 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  

1.773.285 1.773.285 -
22 Trolley Emergency Poli Lt 2
594.576 594.576 -
23 Kit Alkes Ambulance I
661.052 661.052 -
24 Kit Alkes Ambulance II
13.727 13.727 -
25 Kit Obat Oral Ambulance I

26 Kit Obat Oral Ambulance II 12.173 12.173 -

331.358 331.358 -
27 Kit VK IGD

28 Kit VK eklamsia 26.347 26.347 -

385.976 385.976 -
29 Tas Anastesi OK

30 Trolley Emergency RR OK 1.761.056 1.761.056 -

100.940 101.034 94
31 Kit Emergency Cathlab

32 Trolley Emergency URI 7 1.485.593 1.491.052 5.459

1.320.866 1.350.998 30.131


33 Trolley Emergency RES IGD
Trolley Emergency Pediatry 1.464.382 1.528.155 63.773
34
Lt 5
1.474.209 1.566.867 92.658
35 Trolley Emergency URI 3

36 Trolley Emergency IRPTI 1.534.781 1.629.582 94.801

570.613.332 570.742.747 129.415


37 Farmasi Logistik
41.588.623 41.834.480 245.857
38 Farmasi ICU
2.849.948 4.693.764 1.843.816
39 Satelit Farmasi VK5
61.034.027 64.052.674 3.018.647
40 Farmasi Rawat Jalan

41 Farmasi OK 56.766.342 60.041.085 3.274.744

202.535.863 211.371.842 8.835.979


42 Farmasi Rawat INAP
1.288.255.467 1.246.587.176 (41.668.291)
TOTAL
NILAI KONSINYASI 208.686.456
CATHLAB
1.037.900.720
TOTAL AKHIR

 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  

Lampiran 4

RUMAH SAKIT UNIVERSITAS AIRLANGGA


LAPORAN POSISI KEUANGAN
PER 31 DESEMBER 2017
ASET LANCAR
Kas dan setara kas -
Piutang 4.086.953.042
Persediaan 1.037.900.720
5.124.853.762
ASET TETAP
Gedung dan bangunan 105.987.797.149
Peralatan Kedokteran 41.337.551.109
Peralatan Laboratorium 3.902.783.546
Inventaris Kantor 6.709.289.281
Kendaraan 324.368.719
158.261.789.802
Akumulasi Penyusutan (38.689.682.698)
Nilai Buku 124.696.960.867
ASET TAK BERUJUD
Harga perolehan -
Akumulasi Amortisasi -
Nilai Buku -
TOTAL ASET 124.696.960.867

KEWAJIBAN DAN EKUITAS -


KEWAJIBAN -
Utang Usaha -
Utang Jasa Pelayanan 1.847.113.160
Biaya yang masih harus dibayar 287.212.001
2.134.325.161
-
EKUITAS -
Modal Awal 157.704.489.993
Saldo Surplus (25.786.170.263)
Surplus tahun berjalan (9.355.684.024)
122.562.635.706
TOTAL EKUITAS &
KEWAJIBAN 124.696.960.867

 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  

Lampiran 5

RUMAH SAKIT UNIVERSITAS AIRLANGGA


LAPORAN AKTIVITAS
PER 31 DESEMBER 2017
1. OPERASIONAL RSUA
a. Pendapatan:
Pendapatan Jasa layanan - umum 5.968.249.781
Pendapatan Jasa layanan - BPJS 20.495.109.053
Jumlah Pendapatan Operasional 26.463.358.834
b. Beban umum dan administrasi
Beban Pegawai 5.609.472.346
Beban Bahan 8.407.076.548
Beban Jasa Pelayanan 8.288.500.068
Beban Administrasi Kantor 554.290.217
Beban Barang dan Jasa 390.901.043
Beban Pemeliharaan 2.087.963.391
Beban Listrik, air dan telepon 1.309.482.205
Beban Penyusutan 11.537.808.287
Beban Operasional Lainnya 478.619.305
Total Beban Umum dan Administrasi 38.664.113.411
2. SUBSIDI UNAIR:
a. DIPA Gaji 1.587.200.743
b. Pendapatan RKAT 1.257.869.810
Jumlah Pendapatan Subsidi 2.845.070.553
LABA/(RUGI) OPERASIONAL (9.355.684.024)

 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  

Lampiran 6

UNIVERSITAS AIRLANGGA UNIT:


RUMAH SAKIT ....................................
KAMPUS C MULYOREJO 60115
TELP. (031)5916291
SURABAYA

KARTU STOCK

Nama Obat / Alkes :

Golongan / Ukuran :
Satuan :
Expired
Tanggal Masuk Keluar Sisa Paraf Keterangan
Date

 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  

Lampiran 7

INTERNAL CONTROL QUESTIONNAIRES

No Pertanyaan Y T Keterangan
Order Pembelian
1. Apakah pembelian dilakukan oleh:
1.1 Oleh pejabat / bagian khusus? √ Bagian pengadaan
1.2 Yang terpisah dari bagian?
a. Akuntansi? √
b. Pembayaran? √
c. Penerimaan barang? √
d. Penyimpanan? √
e. Pencatatan persediaan? √
2. Apakah order pembelian
2.1 Diotorisasi oleh pejabat tertentu? √
2.2 Diberi nomor urut tercetak? √
2.3 Tersimpan rapi dan lengkap? √
2.4 Memiliki tanggal masa berlaku? √
2.5 Tembusan dikirim kepada:
a. Bagian penerimaan √
b. Bagian akuntansi √
3. Apakah pembelian dikoordinasi dengan:
a. Batas persediaan minimum dan
maksimum?
b. Anggaran belanja? √
c. Tingkat konsumsi persediaan? √

Untuk obat yang tidak
tersedia di E-catalogue
Apakah pembelian sudah menggunakan
4. √ digunakan pemesanan
E-catalogue dan / atau E-Purchase?
manual yang sudah
melalui otorisasi
Penerimaan Barang
5. Apakah terdapat bagian penerimaan
barang yang terpisah dari
a. Bagian pembelian? √
b. Bagian akuntansi? √
c. Bagian gudang? √
6. Apakah barang yang diterima disertai
a. Surat pesanan dari bagian Surat pesanan yang
pengadaan? √ masih berlaku
b. Faktur dari pemasok? √

 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  

No Pertanyaan Y T Keterangan
7. Apakah barang yang diterima diperiksa
mengenai
a. Kuantitas? √
b. Keadaan? √
c. Kecocokkan dengan order
pembelian? √
8. Apakah barang yang ditolak karena Barang tetap diterima
tidak cocok dengan order pembelian dan tidak dilakukan
maupun faktur pembelian dilakukan retur jika jumlah barang

retur? yang diterima lebih
sedikit dibanding
faktur/surat ordernya
9. Jika setelah pemeriksaan fisik
ditemukan keadaan barang Dilakukan permintaan

rusak/cacat/tidak sesuai standar, apakah ganti rugi ke pemasok
dilakukan retur?
10. Atas barang yang rusak/cacat/tidak
sesuai standar, apakah?
a. Dipisahkan dengan barang yang
tidak rusak/cacat/tidak sesuai
standar? √
b. Disimpan dengan baik dan
dilkasifikasi sesuai pemasoknya
sehinggga memudahkan bagian
penerimaan ketika pemasok
datang untuk mengganti rugi?

11. Apakah laporan penerimaan barang dan
berita acara pemeriksaan:
a. Dibuat untuk seluruh
penerimaan barang dan
pemeriksaan barang? √
b. Mencatat jumlah yang diterima
berdasarkan perhitungan
sebenarnya? √
c. Tembusan dikirim ke bagian
gudang? √
d. Diberi nomor urut tercetak? √
Penyimpanan Barang di Gudang
12. Apakah persediaan dibawah
pengawasan seorang penjaga gudang

atau orang tertentu lainnya?

13. Apakah kecuali petugas gudang



dilarang masuk ke gudang?

 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  

No Pertanyaan Y T Keterangan
14. Apakah persediaan telah diatur secara

rapi, tertib, dan terjaga keamanannya?
15. Apakah setiap persediaan yang masuk
dari gudang selalu dicatat di kartu √
persediaan secara tepat waktu?
Pengeluaran dan Penggunaan Persediaan
16. Apakah setiap pengeluaran persediaan
dari gudang:
a. Berdasarkan dokumen
permintaan persediaan yang
telah diotorisasi oleh kepala unit
terkait? √
b. Dilakukan kroscek ulang atas
persediaan yang dikeluarkan
oleh staff yang berbeda dengan
yang menyiapkan? √
c. Dicatat di kartu persediaan? √
17. Apakah setiap penggunaan persediaan
dari unit pelayanan ke pasien:
a. Berdasarkan resep dokter? √
b. Dicatat secara sah dan tepat Perawat sering tidak
pada waktunya? √ mencatat penggunaan
c. Catatan dilaporkan kepada obat tepat pada waktu
petugas farmasi yang sedang penggunaannya.
bertugas secara berkala untuk √
diinput di SIM-RS?
d. Untuk penggunaan persediaan
pada pasien rawat inap yang √
tidak habis dilakukan retur?
Stock Opname
18. Apakah stock opname selalu dilakukan
√ Dua kali dalam setahun
paling sedikit setahun sekali?
19. Apakah terdapat prosedur tertulis untuk
pelaksanaan stock opname dan

dijelaskan kepada pelaksana stock
opname?
20. Apakah hasil stock opname akan
direkonsiliasi dengan :
a. Catatan kartu persediaan? √
b. Nilai di SIM-RS? √
21. Jika terdapat selisih:
a. Dicari penyebabnya sehingga
dapat dilakukan evaluasi? √
b. Dilakukan perhitungan
materialitas? √

 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH
IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  

c. Dibebankan pada tahun


berjalan? √
Diolah dari hasil wawancara dengan petugas terkait.

 
TUGAS AKHIR PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT... TALITHA MA’RUFIAH