Anda di halaman 1dari 6

5.

Perubahan dalam belajar bertujuan atau terarah

Ini berarti bahwa perubahan tingkah laku itu terjadi Karena ada tujuan yang akan dicapai. Perubahan
belajar terarah pada perubahan tingkah aku yang benar-benar disadari.

6. Perubahan mencakup seluruh asfek tingkah laku

Perubahan yang diperoleh individu setelah melalui peroses belajar meliputi perubahan seluruh tingkah
laku.

E. JENIS-JENIS BELAJAR

Walaupun belajar dikatakan berubah, namun untuk mendapatkan perubahan itu bermacam-macam
caranya. Setiap perbuatan belajar mempunyai cirri-ciri masing-masing. Para ahli dengan melihat ciri-ciri
yang ada di dalamnya, mencoba membagi jenis-jenis belajar antara lain :

1. Belajar arti kata-kata

Belajar arti kata-kata maksudnya adalah orang mulai menangkap arti yang terkandung dalam kata-kata
yang digunakan.

2. Belajar Kognitif

Tak dapat disangkal bahwa belajar kognitif bersentuhan dengan masalah mental. Objek-objek yang
diamati dihadirkan dalam diri seseorang melalui tanggapan, gagasan, atau lambang yang merupakan
sesuatu bersifat mental.

3. Belajar Menghafal

Menghafal adalah suatu aktivitas menanamkan suatu materi verbal dalam ingatan, sehingga nantinya
dapat diproduksikan {diingat} kembali secara harfiah, sesuai dengan materi yang asli, dan menyimpan
kesan-kesan yang nantinya suatu waktu bila diperlukan dapat diingat kembali kealam dasar.

4. Belajar Teoritis

Bentuk belajar ini bertujuan untuk menempatkan semua data dan fakta (pengetahuan) dalam suatu
kerangka organisasi mental, sehingga dapat difahami dan digunakan untuk memecahkan problem,
seperti terjadi dalam bidang-bidang studi ilmiah. maka, diciptakan konsep-konsef, relasi-relasi di antara
konsep-konsep dan struktur-struktur hubungan.

5. Belajar Konsep

Konsep atau pengertian adalah satuan arti yang mewakili sejumlah objek yang mempunyai ciri-ciri yang
sama, orang yang memiliki konsep mampu mengadakan abstraksi terhadap objek-objek yang
dihadapinya, sehingga objek ditempatkan dalam golongan tertentu.
6. Belajar Kaidah

Belajar kaidah {rule} termasuk dari jenis belajar kemahiran intelektual (intellectual skill), yang
dikemukakan oleh Gagne. Belajar kaidah adalah bila dua konsep atau lebih dihubungkan satu sama lain,
terbentuk suatu ketentuan yang mereprensikan suatu keteraturan.

7. Belajar Berpikir

Dalam belajar ini, orang dihadapkan pada suatu masalah yang harus dipecahkan, tetapi tanpa melalui
pengamatan dan reorganisasi dalam pengamatan.masalah harus dipecahkan melalui operasi mental,
khususnya menggunakan konsep dan kaidah serta metode-metode bekerja tertentu.

8. Belajar Keterampilan Motorik (Motor Skill)

Orang yang memiliki suatau keterampilan motorik, mampu melakukan gerak gerik jasmani dalam urutan
tertentu dengan mengadakan koordinasi antara gerak gerikberbagai anggota badan secara terpadu.

9. Belajar Estetis

Bentuk belajar ini bertujuan membentukkemampuan menciptakan dan menghayati keindahan dalam
berbagai bidang kesenian.

F. AKTIVITAS BELAJAR

1. Mendengarkan

Mendengarkan adalah salah satu aktivitas belajar. Ketika seorang guru atau dosen menggunakan meode
ceramah, maka setiap siswa atau mahasiswa diharuskan untuk mendengarkan materi yang sedang
disampaikan.

2. Memandang

Memandang adalah mengarahkan pengelihatan ke suatu objek. Dalam pendidikan, aktivitas memandang
termasuk dalam katagori aktivitas belajar baik memandang materi pelajaran yang sedang disajikan
dalam bentuk catan maupun memandang gerak-gerik pengajar yang sedang menyampaikan materi.

3. Meraba, Membau, dan Mencicipi/Mengecap

Aktivitas meraba, membau, dan mengecap adalah indra manusia yang dapat dijadikan sebagai alat untuk
kepentingan belajar.

4. Menulis atau Mencatat

Menulis atau mencatat merupakan kegiatan yang tidak terpisahkan dari aktivitas belajar yang dilakukan
karena orang menyadari kebutuhan dan tujuannya, serta menggunakan seperangkat tertentu agar
catatan itu nantinya berguna bagi pencapain tujuan belajar.
5. Membaca

Membaca disisi tidak mesti membaca buku belaka, tetapi juga membaca majalah, koran, tabloid, jurnal-
jurnal hasil penelitian, catatan-catatan kuliyah, dan lain sebagainya yang berhubungan denga kebutuhan
belajar.

6. Membuat Ikhtisar atau ringkasan dan Menggarisbawahi

Ini adalah salah satu cara untuk mempermudah untuk memahami dan mengulangi materi pelajaran yang
sudah didapatkan sebelumnya.

7. Mengamati Tabel-tabel, Diagram-diagram, dan Bagan-bagan

Dalam buku atau dalam lingkungan lain sering dijumpai tabel, diagram, ataupun bagan-bagan. Materi
non-verbal semacam ini sangat berguna bagi seorang dalam mempelajari materi yang relevan

8. Menyusun Paper atau Kertas Kerja

Dalam menyusun paper tidak sembarangan, tetapi harus metodoligis dan sistematis. Metodlogis artinya
menggunakan metode tertentu dalam penggarapannya. Sistematis artinya menggunakan kerangka
berpikir yang logis dan kronologi.

9. Mengingat

Ingat itu sendiri adalah kemampuan jiwa untuk memasukkan (learning), menyimpan (retention) dan
menimbulkan kembali (rembering) hal-hal yang telah dilakukan atau dipelajari.

10. Berpikir

Dengan berpikir orang memperoleh penemuan baru, setidak-tidaknya orang menjadi tahu tentang
hubungan antara sesuatu.

11. Latihan atau Praktek

Dengan banyak latihan kesan-kesan yang diterima lebih fungsional, dengan demikian aktivitas latihan
dapat mendukung belajar yang optimal.

G. GAYA BELAJAR

Kolb mengklasifikasikan Gaya Belajar Siswa ke dalam empat kecenderungan utama yaitu:

1. Concrete Experience (CE). Siswa belajar melalui perasaan (feeling), dengan menekankan segi-segi
pengalaman kongkret, lebih mementingkan relasi dengan sesama dan sensitivitas terhadap perasaan
orang lain. Siswa melibatkan diri sepenuhnya melalui pengalaman baru, siswa cenderung lebih terbuka
dan mampu beradaptasi terhadap perubahan yang dihadapinya.
2. Abstract Conceptualization (AC). Siswa belajar melalui pemikiran (thinking) dan lebih terfokus pada
analisis logis dari ide-ide, perencanaan sistematis, dan pemahaman intelektual dari situasi atau perkara
yang dihadapi. Siswa menciptakan konsep-konsep yang mengintegrasikan observasinya menjadi teori
yang sehat, dengan mengandalkan pada perencanaan yang sistematis.

3. Reflective Observation (RO). Siswa belajar melalui pengamatan (watching), penekanannya


mengamati sebelum menilai, menyimak suatu perkara dari berbagai perspektif, dan selalu menyimak
makna dari hal-hal yang diamati. Siswa akan menggunakan pikiran dan perasaannya untuk membentuk
opini/pendapat, siswa mengobservasi dan merefleksi pengalamannya dari berbagai segi.

4. Active Experimentation (AE). Siswa belajar melalui tindakan (doing), cenderung kuat dalam segi
kemampuan melaksanakan tugas, berani mengambil resiko, dan mempengaruhi orang lain lewat
perbuatannya. Siswa akan menghargai keberhasilannya dalam menyelesaikan pekerjaan, pengaruhnya
pada orang lain, dan prestasinya. Siswa menggunakan teori untuk memecahkan masalah dan mengambil
keputusan .
BAB III

PENUTUP

A. SIMPULAN

Melalui pemaparan makalah yang telah disampaikan dimuka, maka dapat ditarik suatu kesimpulan,
antara lain :

1. Belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku sebagai hasil interaksi individu dengan
lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya yang relative permanen karena adanya
pengalaman

2. Perubahan perilaku yang terjadi sebagai hasil belajar meliputi perubahan dalam kawasan
(domain) kognitif, afektif dan psikomotor, beserta tingkatan aspek-aspeknya

B. SARAN

Penulis menyadari makalah ini mungkin masih jauh dengan kata sempurna. Akan tetapi bukan berarti
makalah ini tidak berguna. Besar harapan yang terpendam dalam hati semoga makalah ini dapat
memberikan sumbangsi pada suatu saat terhadap makalah tema yang sama. Dan dapat menjadi
referensi bagi pembaca serta menambah ilmu pengetahuan bagi kita semua selaku pelajar.
DAFTAR PUSTAKA

Syah, Muhibbin.2003. psikologi belajar. Jakarta: PT.RajaGrafindo pesada.

Musari dan Fakhri, Muhammad. 2009. Bahan ajar psikologi belajar. Mataram:Fak. Tarbiyah.