Anda di halaman 1dari 1

PEMBERIAN SUBSIDI PUPUK MENINGKATKAN HASIL PERTANIAN

PRO KONTRA

KOMPAS.com – Guna meningkatkan produksi pertanian dan mendukung ketahanan pangan Subsidi pupuk pada kenyataannya tidak mampu meningkatkan hasil produksi petani. Oleh
nasional, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan karena itu, subsidi yang dilakukan pemerintah saat ini harus mulai dikurangi, dan dananya
pupuk bersubsidi kepada para petani. dialihkan untuk meningkatkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah.

Alasannya, karena menurut riset Prof. Sri Hartoyo ada atau tidaknya subsidi pupuk, produksi
padi tidak mengalami peningkatan. Setelah tahun 1985, subsidi harga pupuk menyebabkan
Adapun pemberian pupuk bersubsidi ini harus memenuhi enam prinsip utama yang sudah dosis pupuk yang digunakan petani menjadi berlebih dan produktivitas padi tidak responsif
dicanangkan Kementan, yakni jenis, jumlah, harga, tempat, waktu, dan mutu. lagi terhadap perubahan dosis pupuk.

Sementara itu, kebijakan subsidi harga pupuk memerlukan anggaran pemerintah yang cukup
besar dan selalu meningkat tiap tahunnya. “Subsidi pupuk dicabut tahun 1999, tapi pupuk
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy mengatakan,
yang digunakan petani masih tinggi. Subsidi pupuk tidak mempengaruhi peningkatan
penyaluran pupuk bersubsidi ini telah diatur dalam Surat Keputusan Menperindag No. produksi padi,” ujarnya.
70/MPP/Kep/2/2003 pada 11 Februari 2003, tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk
Bersubsidi Untuk Sektor Pertanian. Menuru dia, Peningkatan produksi padi dan pendapatan petani padi dapat dilakukan dengan
mengalihkan sebagian anggaran subsidi pupuk untuk meningkatkan kualitas irigasi, kualitas
jalan, atau anggaran riset.

"Dalam Pasal 1 peraturan tersebut dijelaskan, pupuk bersubsidi pengadaan dan “Terutama riset untuk menemukan varietas baru yang mempunyai produktivitas tinggi, tahan
penyalurannya mendapatkan subsidi dari pemerintah untuk kebutuhan petani yang hama penyakit dan sesuai dengan kondisi lingkungan Indonesia,” ujarnya.
dilaksanakan atas dasar program pemerintah," ujar Sarwo Edhy
Riset tahun 1994 menunjukkan bawa kenaikan harga pupuk urea dan TSP masing-masing
Kementerian Pertanian ( Kementan) tengah mendorong sejumlah daerah untuk segera sebesar 10 persen menyebabkan permintaan pupuk masing-masing turun sebesar 2,46 persen
merampungkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) pupuk bersubsidi. Hal dan 4,57 persen. Tetapi kondisi ini malah menyebabkan produksi padi turun 0,17 persen dan
tersebut dibutuhkan Kementan yang ingin menghadirkan kartu tani. Nantinya, kartu ini pendapatan petani turun 0,93 persen.
dijadikan sebagai syarat mendapatkan beragam bantuan pemerintah seperti pupuk subsidi.
"Lewat Kartu Tani, program pupuk bersubsidi dapat diterima petani kecil yang selama ini “Beda hasilnya jika harga gabah dinaikkan sebesar 10 persen. Produksi padi meningkat
sebesar 2,66 persen,” ujar Guru Besar Tetap Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB
kesulitan mendapatkan pasokan," ujar Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian
ini.
(PSP) Kementan, Sarwo Edhy, sesuai rilis yang Kompas.com terima, Minggu (14/7/2019).
Dengan rampungnya RDKK, lanjut Sarwo, pemerintah dapat mengetahui dengan tepat data Simulasi kenaikan harga pupuk dikombinasikan dengan kenaikan harga gabah, kenaikan
petani dan jumlah pupuk yang dibutuhkan sekaligus memperlancar proses distribusinya. panjang jalan dan kenaikan anggaran riset masing-masing 10 persen mampu meningkatkan
“Perbaikan sistem dan validasi e-RDKK terus dilakukan untuk menyempurnakan kartu tani,” produksi padi sebesar 7,13 persen. (yopi/win)
ucap dia. Menilik cara kerjanya, petani yang memiliki kartu tani dapat membeli pupuk
bersubsidi di kios resmi yang sudah ditentukan. Tak hanya itu, kartu tani juga dapat
digunakan untuk meminjam modal di salah satu bank milik pemerintah. Hanya saja, Sarwo
mengingatkan jika kartu tani tidak dapat diuangkan.